Menag Canangkan Program Lebaran Yatim dan Kelompok Difabel, Kemenag Sumut Gandeng LAZ Salurkan 1.000 Paket Santunan

MEDAN– Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi mencanangkan momentum 10 Muharram sebagai hari Lebaran bagi Anak Yatim dan Kelompok Difabel. Gagasan ini disampaikan Menag dalam perayaan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di Jakarta, Kamis (25/6), yang menjadi bagian dari rangkaian program Peaceful Muharam yang berlangsung selama satu bulan penuh sejak 1 Muharram.

“Tradisi Lebaran Yatim sebenarnya telah dikenal di Indonesia. Kini, kita jadikan ini sebagai gagasan dan tradisi baru yaang memperluas cakupannya untuk kelompok difabel, sebagai momentum nasional untuk berbagi dan peduli di tengah-tengah masyarakat,” ujar Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan, selama ini masyarakat umum lebih mengenal Bulan Muharram melalui amalan ibadah puasa. Kendati demikian, ia menekankan bahwa semangat berbagi dan menyantuni anak yatim serta penyandang disabilitas perlu diperkuat sebagai pilar utama dalam memperingati bulan yang dimuliakan tersebut.

“Insyaallah di tahun-tahun mendatang kita akan konsisten mengisi peringatan Muharram dengan Lebaran Anak Yatim dan Kelompok Difabel. Mari kita bersama-sama membebaskan dan memerdekakan anak-anak yatim dari kesulitan hidup. Mari kita cintai agama dengan cara mencintai mereka,” ajak Menag.

Semangat kepedulian ini langsung disambut baik Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara. Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumut, Forum Organisasi Zakat (FOZ) Sumut, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) atas kolaborasi nyata yang berhasil menyalurkan 1.000 paket bantuan serta uang santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Ahmad Qosbi menyatakan optimismenya terhadap tingginya kepedulian sosial dan kedermawanan umat Islam di Sumatera Utara dalam berinfak dan bersedekah.

“Tahun ini kita berhasil menyalurkan 1.000 paket untuk anak yatim dan penyandang disabilitas se-Sumatera Utara. Tahun depan, perayaan ini harus lebih meriah dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Momen kepedulian ini jangan hanya berhenti hari ini, tetapi harus berkelanjutan pada momen-momen keagamaan lainnya,” kata Ahmad Qosbi.

Guna memastikan keberlanjutan program, Kanwil Kemenag Sumut berencana merancang regulasi khusus terkait pengumpulan infak dan sedekah di internal instansi. Skema ini nantinya akan digerakkan melalui peran aktif para penyuluh agama dan penghulu di lapangan.

“Kami akan mendiskusikan dan merancang regulasi ini agar penawaran program kepedulian melalui infak dan sedekah berjalan sesuai aturan yang berlaku, sekaligus efektif meningkatkan kepedulian sosial,” tambahnya.

Suksesnya agenda di Sumatera Utara ini terwujud berkat sinergi Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumut dengan FOZ serta 20 LAZ terkemuka, di antaranya Dompet Dhuafa, DT Peduli, Ayah Yatim Indonesia, Rumah Zakat, IZI, Daarul Qur’an, Nurul Hayat, Yatim Mandiri, Sahabat Yatim, LAZ Persis, Mandiri Amal Insan, Djalaluddin Pane Foundation, Baitul Muamalat, Yakesma, BMH, Rumah Yatim, dan YBM Brilian. (mag-2/ila)

MEDAN– Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi mencanangkan momentum 10 Muharram sebagai hari Lebaran bagi Anak Yatim dan Kelompok Difabel. Gagasan ini disampaikan Menag dalam perayaan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di Jakarta, Kamis (25/6), yang menjadi bagian dari rangkaian program Peaceful Muharam yang berlangsung selama satu bulan penuh sejak 1 Muharram.

“Tradisi Lebaran Yatim sebenarnya telah dikenal di Indonesia. Kini, kita jadikan ini sebagai gagasan dan tradisi baru yaang memperluas cakupannya untuk kelompok difabel, sebagai momentum nasional untuk berbagi dan peduli di tengah-tengah masyarakat,” ujar Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan, selama ini masyarakat umum lebih mengenal Bulan Muharram melalui amalan ibadah puasa. Kendati demikian, ia menekankan bahwa semangat berbagi dan menyantuni anak yatim serta penyandang disabilitas perlu diperkuat sebagai pilar utama dalam memperingati bulan yang dimuliakan tersebut.

“Insyaallah di tahun-tahun mendatang kita akan konsisten mengisi peringatan Muharram dengan Lebaran Anak Yatim dan Kelompok Difabel. Mari kita bersama-sama membebaskan dan memerdekakan anak-anak yatim dari kesulitan hidup. Mari kita cintai agama dengan cara mencintai mereka,” ajak Menag.

Semangat kepedulian ini langsung disambut baik Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara. Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumut, Forum Organisasi Zakat (FOZ) Sumut, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) atas kolaborasi nyata yang berhasil menyalurkan 1.000 paket bantuan serta uang santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh wilayah Sumatera Utara.

Ahmad Qosbi menyatakan optimismenya terhadap tingginya kepedulian sosial dan kedermawanan umat Islam di Sumatera Utara dalam berinfak dan bersedekah.

“Tahun ini kita berhasil menyalurkan 1.000 paket untuk anak yatim dan penyandang disabilitas se-Sumatera Utara. Tahun depan, perayaan ini harus lebih meriah dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Momen kepedulian ini jangan hanya berhenti hari ini, tetapi harus berkelanjutan pada momen-momen keagamaan lainnya,” kata Ahmad Qosbi.

Guna memastikan keberlanjutan program, Kanwil Kemenag Sumut berencana merancang regulasi khusus terkait pengumpulan infak dan sedekah di internal instansi. Skema ini nantinya akan digerakkan melalui peran aktif para penyuluh agama dan penghulu di lapangan.

“Kami akan mendiskusikan dan merancang regulasi ini agar penawaran program kepedulian melalui infak dan sedekah berjalan sesuai aturan yang berlaku, sekaligus efektif meningkatkan kepedulian sosial,” tambahnya.

Suksesnya agenda di Sumatera Utara ini terwujud berkat sinergi Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Sumut dengan FOZ serta 20 LAZ terkemuka, di antaranya Dompet Dhuafa, DT Peduli, Ayah Yatim Indonesia, Rumah Zakat, IZI, Daarul Qur’an, Nurul Hayat, Yatim Mandiri, Sahabat Yatim, LAZ Persis, Mandiri Amal Insan, Djalaluddin Pane Foundation, Baitul Muamalat, Yakesma, BMH, Rumah Yatim, dan YBM Brilian. (mag-2/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru