Hasil Muktamar IV di Bekasi: Sohib Iswahyudi Nakhodai JPRMI hingga 2030

BEKASI, SUMUT POS– Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) resmi memulai babak baru kepemimpinan nasional. Melalui forum tertinggi organisasi, Muktamar IV JPRMI yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Hotel Amaroossa Grande, Kota Bekasi, Jawa Barat, menetapkan Sohib Iswahyudi RZ., S.Sy., M.H. sebagai Ketua Umum JPRMI Pusat Periode 2026–2030.

Muktamar yang mengusung tema besar “Pemuda Masjid Pilar Generasi Emas Indonesia 2045” ini dihadiri 120 peserta yang merupakan delegasi resmi dari 20 Pengurus Wilayah (PW) JPRMI di seluruh Indonesia. Forum kedaulatan tertinggi ini tidak hanya sukses menyelenggarakan estafet kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi nasional serta merumuskan arah kebijakan organisasi untuk menjawab tantangan pembinaan generasi muda Islam di masa depan.

Dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan, Sohib Iswahyudi akan didampingi oleh Adi Syahputra Nasution, S.Pd., M.I.Kom. yang diamanahkan sebagai Sekretaris Jenderal, serta Fitri Yanti, S.Kom. yang dipercaya memegang posisi Bendahara Umum.

Dalam pidato perdana pasca-terpilih, Sohib Iswahyudi menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus menegaskan bahwa amanah memimpin organisasi kepemudaan berbasis masjid ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh kader di tanah air. Ia menyerukan pentingnya persatuan dan akselerasi program kerja yang berdampak langsung pada umat.

“Amanah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Ketua Umum, tetapi merupakan amanah seluruh keluarga besar JPRMI. Saya mengajak seluruh pengurus dan kader JPRMI di seluruh Indonesia untuk bersama-sama memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pemuda, remaja masjid, serta kemajuan umat,” ujar Sohib di hadapan ratusan delegasi.

Dukungan terhadap kepengurusan baru juga mengalir dari unsur internal partai dan dewan pendiri. Otong Sumantri, selaku Dewan Pendiri JPRMI, menilai bahwa kelancaran proses Muktamar IV ini merupakan refleksi dari kedewasaan dan kematangan JPRMI sebagai sebuah organisasi profesi pembinaan.

“Muktamar bukan sekadar memilih kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk melanjutkan cita-cita besar JPRMI. Saya berharap kepengurusan baru mampu menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat kaderisasi, memperluas jaringan kolaborasi, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” tegas Otong Sumantri.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum JPRMI Pusat Periode 2022–2026, Sohib Khadrian Adrima, S.T., M.B.A., turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus pusat hingga daerah yang telah mengawal periodisasinya. Ia mengimbau seluruh elemen organisasi untuk meleburkan perbedaan pasca-muktamar dan bersatu mendukung nakhoda baru.

“JPRMI dibangun dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan kaderisasi. Setelah Muktamar ini, mari kita tinggalkan seluruh perbedaan dan bersatu mendukung kepengurusan baru. Tantangan ke depan semakin besar, sehingga diperlukan soliditas, kolaborasi, dan kerja nyata dari seluruh kader di Indonesia,” ungkap Khadrian.

Melalui resolusi Muktamar IV, JPRMI menegaskan kembali komitmennya untuk mengembalikan fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan sebagai pusat inkubasi pemuda yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap persoalan kebangsaan.
Kepengurusan periode 2026–2030 ditargetkan mampu memperluas penetrasi sinergi strategis dengan pemerintah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan (OKP) lainnya. Langkah ini diambil guna membangun ekosistem pembinaan remaja masjid yang berkelanjutan, profesional, dan berbasis pengabdian, demi mencetak kader terbaik bangsa yang siap menjadi pilar utama terwujudnya Indonesia Emas 2045. (adz)

BEKASI, SUMUT POS– Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) resmi memulai babak baru kepemimpinan nasional. Melalui forum tertinggi organisasi, Muktamar IV JPRMI yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Hotel Amaroossa Grande, Kota Bekasi, Jawa Barat, menetapkan Sohib Iswahyudi RZ., S.Sy., M.H. sebagai Ketua Umum JPRMI Pusat Periode 2026–2030.

Muktamar yang mengusung tema besar “Pemuda Masjid Pilar Generasi Emas Indonesia 2045” ini dihadiri 120 peserta yang merupakan delegasi resmi dari 20 Pengurus Wilayah (PW) JPRMI di seluruh Indonesia. Forum kedaulatan tertinggi ini tidak hanya sukses menyelenggarakan estafet kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi nasional serta merumuskan arah kebijakan organisasi untuk menjawab tantangan pembinaan generasi muda Islam di masa depan.

Dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan, Sohib Iswahyudi akan didampingi oleh Adi Syahputra Nasution, S.Pd., M.I.Kom. yang diamanahkan sebagai Sekretaris Jenderal, serta Fitri Yanti, S.Kom. yang dipercaya memegang posisi Bendahara Umum.

Dalam pidato perdana pasca-terpilih, Sohib Iswahyudi menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus menegaskan bahwa amanah memimpin organisasi kepemudaan berbasis masjid ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh kader di tanah air. Ia menyerukan pentingnya persatuan dan akselerasi program kerja yang berdampak langsung pada umat.

“Amanah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Ketua Umum, tetapi merupakan amanah seluruh keluarga besar JPRMI. Saya mengajak seluruh pengurus dan kader JPRMI di seluruh Indonesia untuk bersama-sama memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pemuda, remaja masjid, serta kemajuan umat,” ujar Sohib di hadapan ratusan delegasi.

Dukungan terhadap kepengurusan baru juga mengalir dari unsur internal partai dan dewan pendiri. Otong Sumantri, selaku Dewan Pendiri JPRMI, menilai bahwa kelancaran proses Muktamar IV ini merupakan refleksi dari kedewasaan dan kematangan JPRMI sebagai sebuah organisasi profesi pembinaan.

“Muktamar bukan sekadar memilih kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk melanjutkan cita-cita besar JPRMI. Saya berharap kepengurusan baru mampu menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat kaderisasi, memperluas jaringan kolaborasi, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” tegas Otong Sumantri.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum JPRMI Pusat Periode 2022–2026, Sohib Khadrian Adrima, S.T., M.B.A., turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus pusat hingga daerah yang telah mengawal periodisasinya. Ia mengimbau seluruh elemen organisasi untuk meleburkan perbedaan pasca-muktamar dan bersatu mendukung nakhoda baru.

“JPRMI dibangun dengan semangat kebersamaan, pengabdian, dan kaderisasi. Setelah Muktamar ini, mari kita tinggalkan seluruh perbedaan dan bersatu mendukung kepengurusan baru. Tantangan ke depan semakin besar, sehingga diperlukan soliditas, kolaborasi, dan kerja nyata dari seluruh kader di Indonesia,” ungkap Khadrian.

Melalui resolusi Muktamar IV, JPRMI menegaskan kembali komitmennya untuk mengembalikan fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan sebagai pusat inkubasi pemuda yang unggul, inovatif, dan responsif terhadap persoalan kebangsaan.
Kepengurusan periode 2026–2030 ditargetkan mampu memperluas penetrasi sinergi strategis dengan pemerintah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan (OKP) lainnya. Langkah ini diambil guna membangun ekosistem pembinaan remaja masjid yang berkelanjutan, profesional, dan berbasis pengabdian, demi mencetak kader terbaik bangsa yang siap menjadi pilar utama terwujudnya Indonesia Emas 2045. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru