STABAT – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Langkat, mengakibatkan sejumlah titik terendam banjir dengan ketinggian mencapai dua meter. Titik tersebut berada di empat dusun pada Desa Sekoci, Kecamatan Besitang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Langkat, Muhammad Ansyari membeberkan, keempat dusun pada Desa Sekoci, Kecamatan Besitang itu adalah, Dusun I, Dusun Sidodadi, Dusun Pante Pulo dan Dusun Sei Jambu. Kata Ansyari, banjir bermula dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus di wilayah sekitar Desa Sekoci, dan daerah hulu.
Alhasil, debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga. “Kondisi diperparah dengan bertepatannya pasang tinggi air laut di muara sungai, menyebabkan air tidak dapat mengalir lancar ke laut dan justru kembali meluap ke daratan,” kata Ansyari, Senin (7/9/2026).
“Air mulai memasuki pemukiman sejak Minggu dini hari. Dan untuk saat ini air sudah surut,” sambungnya.
Dia menyebut, masyarakat yang menjadi korban banjir, sempat mengungsi. Namun begitu, kata dia, saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing.
Pasalnya, air berangsur surut. “Tidak ada laporan korban jiwa, namun jumlah KK yang terdampak lebih kurang 228 KK,” ujar Ansyari.
Tidak hanya Desa Sekoci, Kecamatan Besitang saja yang terdampak banjir. Juga ada kecamatan lain.
“Ada Kecamatan Padang Tulang, Sawit Seberang dan Tanjung Pura. Namun debit air tidak tinggi. Hanya merendam teras rumah masyarakat,” bebernya.
Dia menyebut, pihaknya terus memantau dan melakukan monitoring atas perkembangan situasi langsung di lapangan. Tim BPBD turun langsung ke lokasi dengan membawa logistik sembako serta membawa perahu apabila diperlukan untuk melakukan evakuasi.
“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, polsek, koramil, dan puskesmas untuk kesiapan penanganan, menyiapkan personel dan sarana prasarana (perahu karet, mobil tangki air, perlengkapan darurat) untuk antisipasi evakuasi apabila kondisi memburuk. Juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan bersiap evakuasi sewaktu-waktu,” tukas Ansyari. (ted)

