33 C
Medan
Sunday, July 14, 2024

Haru! Pria Tanpa Tangan Kaki Nikahi Mahasiswi Cantik

Pasangan Fandi Barita Sitanggang (26)dan Dame boru Siringgoringgo (22).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Momen langka sekaligus mengharukan berlangsung di Simalungun. Penyandang Disabilitas (cacat tangan dan kaki) sukses meluluhkan hati seorang mahasiswi cantik, dan menikahinya setelah 15 bulan pacaran.

Pria beruntung dimaksud yakni Fandi Barita Sitanggang (26). Sedangkan perempuan berhati mulia itu adalah Dame boru Siringgoringgo (22). Tak heran, kedua pengantin menuai pujian dari para undangan dan masyarakat sekitar.

Pernikahan ini pantas disebut janji suci yang tidak memandang kekurangan pasangan. Fandi yang seorang pemilik warung internet (warnet) seorang penyandang disabilitas.

Fandi yang berwajah tampan tidak memiliki tangan dan kaki sejak lahir. Sedangkan, Dame seorang gadis cantik asal Haranggaol yang normal dan tengah menempuh kuliah di Universitas Efarina.

Raut wajah Fandi terus tampak bahagia. Fandi yang sesekali bekerja sebagai petani kopi ini terus tersenyum di sebelah istri tercintanya.

Suasana menjadi haru ketika Fandi memasuki gereja dengan becak yang sudah dirancang untuk penderita disabilitas. Fandi datang dengan membonceng Dame untuk masuk ke dalam Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kongsi Laita, Simalungun, Kamis (12/7/2018).

Seluruh warga dan orang tua kedua mempelai telah menunggu di gerbang gereja. Hampir seluruh undangan larut dalam haru kebahagiaan.

Untuk turun dari becak, Fandi juga harus digendong dan didudukkan di atas kursi roda. Seorang sahabatnya mendorong kursi roda untuk memasuki gereja.

Akhirnya, Fandi dan Dame melakukan janji suci di hadapan pendeta. Saat menandatangani surat nikah, Fandi pun dengan terampil menggenggam pena dengan tangannya yang kecil.

Sementara, Dame sepanjang proses pernikahan terus menangis bahagia. Bahkan, saat menyanyikan lagu “Karena Cinta”, Dame menanahan air matanya.

Fandi mengungkapkan ini merupakan hari paling bersejarah. Ia tak menyangka Tuhan memberikan seorang perempuan normal untuknya hingga hari tua.

“Saya sangat senang sekali. Semoga kami berlanjut hingga tua dan berpisah karena maut. Pokoknya saya sangat senang sekali. Puji Tuhan,” ujar Fandi warga Desa Sondi Raya, Simalungun ini.

Fandi menjelaskan telah berpacaran dengan Dame selama satu tahun tiga bulan. Mereka bertemu, karena Dame ngekos di dekat rumahnya.

“Istri saya ini kuliah di Universitas Efarina. Saat ini juga masih kuliah. Kami sudah pacaran selama satu tahunlah. Terima kasih buat istriku yang sudah sabar selalu,” pungkasnya. (bbs/ras)

Pasangan Fandi Barita Sitanggang (26)dan Dame boru Siringgoringgo (22).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Momen langka sekaligus mengharukan berlangsung di Simalungun. Penyandang Disabilitas (cacat tangan dan kaki) sukses meluluhkan hati seorang mahasiswi cantik, dan menikahinya setelah 15 bulan pacaran.

Pria beruntung dimaksud yakni Fandi Barita Sitanggang (26). Sedangkan perempuan berhati mulia itu adalah Dame boru Siringgoringgo (22). Tak heran, kedua pengantin menuai pujian dari para undangan dan masyarakat sekitar.

Pernikahan ini pantas disebut janji suci yang tidak memandang kekurangan pasangan. Fandi yang seorang pemilik warung internet (warnet) seorang penyandang disabilitas.

Fandi yang berwajah tampan tidak memiliki tangan dan kaki sejak lahir. Sedangkan, Dame seorang gadis cantik asal Haranggaol yang normal dan tengah menempuh kuliah di Universitas Efarina.

Raut wajah Fandi terus tampak bahagia. Fandi yang sesekali bekerja sebagai petani kopi ini terus tersenyum di sebelah istri tercintanya.

Suasana menjadi haru ketika Fandi memasuki gereja dengan becak yang sudah dirancang untuk penderita disabilitas. Fandi datang dengan membonceng Dame untuk masuk ke dalam Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kongsi Laita, Simalungun, Kamis (12/7/2018).

Seluruh warga dan orang tua kedua mempelai telah menunggu di gerbang gereja. Hampir seluruh undangan larut dalam haru kebahagiaan.

Untuk turun dari becak, Fandi juga harus digendong dan didudukkan di atas kursi roda. Seorang sahabatnya mendorong kursi roda untuk memasuki gereja.

Akhirnya, Fandi dan Dame melakukan janji suci di hadapan pendeta. Saat menandatangani surat nikah, Fandi pun dengan terampil menggenggam pena dengan tangannya yang kecil.

Sementara, Dame sepanjang proses pernikahan terus menangis bahagia. Bahkan, saat menyanyikan lagu “Karena Cinta”, Dame menanahan air matanya.

Fandi mengungkapkan ini merupakan hari paling bersejarah. Ia tak menyangka Tuhan memberikan seorang perempuan normal untuknya hingga hari tua.

“Saya sangat senang sekali. Semoga kami berlanjut hingga tua dan berpisah karena maut. Pokoknya saya sangat senang sekali. Puji Tuhan,” ujar Fandi warga Desa Sondi Raya, Simalungun ini.

Fandi menjelaskan telah berpacaran dengan Dame selama satu tahun tiga bulan. Mereka bertemu, karena Dame ngekos di dekat rumahnya.

“Istri saya ini kuliah di Universitas Efarina. Saat ini juga masih kuliah. Kami sudah pacaran selama satu tahunlah. Terima kasih buat istriku yang sudah sabar selalu,” pungkasnya. (bbs/ras)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/