MEDAN– Perjalanan penuh ketidakpastian yang dialami empat Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Teratai di perairan Thailand akhirnya berakhir bahagia. Setelah beberapa hari menghadapi situasi darurat di sekitar Kepulauan Ko Sarai, Provinsi Satun, Thailand, seluruh awak kapal berhasil kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan sehat.
Kepulangan para pelaut tersebut menjadi kabar melegakan bagi keluarga dan masyarakat maritim Indonesia setelah sebelumnya KMN Teratai mengalami kendala saat berlayar di wilayah perairan yang berbatasan dengan Thailand.
Akibat gangguan yang dialami kapal, para awak tidak dapat melanjutkan perjalanan sebagaimana direncanakan dan terpaksa bertahan di sekitar Kepulauan Ko Sarai sambil menunggu bantuan serta proses penanganan dari berbagai pihak.
Kepala Dinas Penerangan Koarmada I Kolonel Laut (P) Wahyu Kurniawan, mengatakan selama berada di wilayah Thailand, para ABK mendapatkan perhatian dari aparat setempat. Mereka menjalani pemeriksaan sekaligus memperoleh bantuan kebutuhan dasar guna memastikan kondisi fisik tetap terjaga.
“Selama berada di wilayah Thailand, para ABK menjalani serangkaian pemeriksaan oleh aparat setempat serta mendapatkan bantuan kebutuhan dasar. Koordinasi juga dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan pemilik kapal untuk memastikan keselamatan awak kapal serta pemenuhan kebutuhan logistik dan teknis,” ujar Wahyu Kurniawan, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, koordinasi intensif melibatkan aparat Thailand, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta pemilik kapal. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh kebutuhan logistik maupun teknis dapat terpenuhi dan para awak kapal tetap memperoleh perlindungan selama menunggu penyelesaian persoalan yang dihadapi.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah seluruh aspek teknis dinyatakan siap, KMN Teratai kembali melanjutkan pelayaran menuju Indonesia. Kapal bertolak meninggalkan Kepulauan Ko Sarai pada Selasa malam (16/6/2026) dengan tujuan Perairan Pangkalan Brandan.
Setibanya di perairan Indonesia, personel Pos TNI AL (Posmat) Pangkalan Brandan langsung melakukan pemeriksaan terhadap kapal dan seluruh awak sebagai bagian dari prosedur pengamanan pascakejadian di wilayah perairan asing.
Pendataan identitas, pemeriksaan kesehatan, hingga pengecekan kondisi kapal dilakukan secara menyeluruh. Hasilnya, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan berarti pada kapal.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan keempat ABK berada dalam kondisi sehat tanpa adanya kerugian personel maupun kerusakan materiil yang signifikan,” kata Wahyu.
Ia menilai keberhasilan pemulangan KMN Teratai menjadi bukti pentingnya respons cepat dan sinergi berbagai pihak dalam menangani situasi darurat yang menimpa masyarakat maritim Indonesia.
“Keberhasilan kepulangan KMN Teratai ini menjadi bukti pentingnya sinergi dan respons cepat berbagai pihak dalam menjamin keselamatan masyarakat maritim yang menghadapi situasi darurat di wilayah perairan perbatasan,” pungkasnya.
Berkat kerja sama aparat keamanan, pemerintah Indonesia, perwakilan diplomatik, serta pemilik kapal, empat ABK KMN Teratai akhirnya dapat kembali menginjakkan kaki di Tanah Air dengan selamat. (san/ila)

