Peningkatan Ketahanan Kesehatan melalui Pemberdayaan dan Transformasi Toga jadi Produk Herbal

Upaya meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi Tanaman Obat Keluarga (Toga) terus dikembangkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang.

Kegiatan bertajuk: Peningkatan Ketahanan Kesehatan melalui Pemberdayaan dan Transformasi Toga menjadi Produk Herbal dengan Edukasi Standar BPOM bagi Kader PKK Desa Tanjungrejo ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung kesehatan keluarga.

Program yang dilaksanakan Juni hingga Agustus ini melibatkan kader PKK Desa Tanjungrejo sebagai mitra utama dan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Universitas Haji Sumatera Utara (Unhaj) dan Universitas Negeri Medan (Unimed). Kolaborasi lintas bidang ini memadukan pendekatan kesehatan, sains, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sehingga kader tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang manfaat Toga tetapi juga keterampilan dalam membudidayakan, mengolah, mengemas serta memanfaatkan tanaman obat secara aman dan tepat.

Materi kegiatan mencakup budidaya dan pemanfaatan Toga, teknik pengolahan dan pengemasan produk herbal, higiene dan sanitasi serta edukasi mengenai keamanan produk dan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh kader kepada masyarakat sehingga tercipta efek keberlanjutan setelah kegiatan selesai.
Salah satu dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk menanam Toga.

Masyarakat diharapkan dapat mengembangkan tanaman obat yang sesuai dengan kebutuhan keluarga sekaligus menjadikan pekarangan sebagai sumber bahan baku herbal yang mudah diperoleh. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pemanfaatan sumber daya lokal secara mandiri.

Dampak lainnya diharapkan terlihat dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader PKK, tumbuhnya kesadaran mengenai penggunaan produk herbal yang aman serta terbukanya peluang pengembangan produk herbal berbasis potensi desa. Dalam jangka panjang, pemanfaatan Toga secara optimal berpotensi memberikan manfaat kesehatan, lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat Desa Tanjungrejo.

Apt. Robiatun Rambe, S.Farm, M.Si selaku ketua tim PkM, Selasa (18/8) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun anggaran 2026. (dmp)

Upaya meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi Tanaman Obat Keluarga (Toga) terus dikembangkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang.

Kegiatan bertajuk: Peningkatan Ketahanan Kesehatan melalui Pemberdayaan dan Transformasi Toga menjadi Produk Herbal dengan Edukasi Standar BPOM bagi Kader PKK Desa Tanjungrejo ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal untuk mendukung kesehatan keluarga.

Program yang dilaksanakan Juni hingga Agustus ini melibatkan kader PKK Desa Tanjungrejo sebagai mitra utama dan dilaksanakan melalui kolaborasi antara Universitas Haji Sumatera Utara (Unhaj) dan Universitas Negeri Medan (Unimed). Kolaborasi lintas bidang ini memadukan pendekatan kesehatan, sains, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat sehingga kader tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang manfaat Toga tetapi juga keterampilan dalam membudidayakan, mengolah, mengemas serta memanfaatkan tanaman obat secara aman dan tepat.

Materi kegiatan mencakup budidaya dan pemanfaatan Toga, teknik pengolahan dan pengemasan produk herbal, higiene dan sanitasi serta edukasi mengenai keamanan produk dan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh kader kepada masyarakat sehingga tercipta efek keberlanjutan setelah kegiatan selesai.
Salah satu dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk menanam Toga.

Masyarakat diharapkan dapat mengembangkan tanaman obat yang sesuai dengan kebutuhan keluarga sekaligus menjadikan pekarangan sebagai sumber bahan baku herbal yang mudah diperoleh. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pemanfaatan sumber daya lokal secara mandiri.

Dampak lainnya diharapkan terlihat dari meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader PKK, tumbuhnya kesadaran mengenai penggunaan produk herbal yang aman serta terbukanya peluang pengembangan produk herbal berbasis potensi desa. Dalam jangka panjang, pemanfaatan Toga secara optimal berpotensi memberikan manfaat kesehatan, lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat Desa Tanjungrejo.

Apt. Robiatun Rambe, S.Farm, M.Si selaku ketua tim PkM, Selasa (18/8) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun anggaran 2026. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru