25.1 C
Medan
Saturday, June 15, 2024

1.800 Massa SP-Bun PTPN IV Gelar Aksi Damai

Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) PTPN IV menggelar aksi demo 212,di Kebun Adolina Afdeling III Desa Bahdamar, Kecamatan Dolok Merlawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, kemarin.

SERGAI, SUMUTPOS.CO -Sekitar 1.800 anggota Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) PTPN IV menggelar aksi  demo 212,di Kebun Adolina Afdeling III Desa Bahdamar, Kecamatan Dolok Merlawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, kemarin. Aksi digelar untuk mempertahankan aset perusahaan berupa areal HGU PTPN IV Kebun Dolokilir yang diserobot oleh segelintir oknum yang tidak memiliki alas hak yang sah untuk mendirikan bangunan pada areal HGU seluas 121 hektare. Aksi itu dikawal ketat oleh personel Polres Tebingtinggi dan Satuan Brimob.

Ketua Umum SP-BUN PTPN IV Wispramono Budiman mengatakan, aksi yang digelar sebagai wujud solidaritas SP-Bun PTPN IV yang turut ambil bagian dalam mempertahankan aset PTPN IV “Ini adalah aksi kedua, dan mungkin kami akan melakukan aksi berikutnya dengan melakukan aksi pembongkaran bangunan yang kami anggap sebagai bagunan liar. Jika dalam waktu 7 x 24 jam belum juga ada tindakan dari penegak hukum, maka kami putuskan akan melakukan pembongkaran bagunan sendiri di lahan Afd  III Kebun Dolok Ilir,” tegasnya.

Namun dia menekankan kalau aksi 212 yang dilakukan sebagai aksi damai dan berharap kepada semua anggota bisa menjaga dan menahan diri agar tidak terpancing oleh tindakan anarkis.

Kata dia, oknum penggarap saat ini telah merusak pohon kelapa sawit yang berada di lahan tersebut dengan cara meracuni, menyutik pohon agar mati. Saat ini di lahan tersebut telah banyak bangunan yang didirikan oleh penggarap, mulai dari bangunan semi permanen sampai yang permanen.“Kita sebagai karyawan di PTPN IV sangat sedih melihatnya,sebab PTPN IV adalah bagian dari devisa negara,yang memberi keuntungan untuk negara,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam tuntutan aksi itu ada beberapa poin. Yakni, komitmen SP-Bun PTPN IV mempertahankan dan peduli  aset perusahaan, meminta penegak hukum segera tuntaskan proses hukum dan tindak para penggarap di areal HGU di  PTPN IV Kebun Dolok Ilir. Kemudian, meminta agar menghentikan kegiatan penggarapan  areal HGU PTPN IV “Tak sejengkalpun areal HGU PTPN IV dikuasai oleh  penggarap,” tegas Wispramono. (ila/azw)

 

Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) PTPN IV menggelar aksi demo 212,di Kebun Adolina Afdeling III Desa Bahdamar, Kecamatan Dolok Merlawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, kemarin.

SERGAI, SUMUTPOS.CO -Sekitar 1.800 anggota Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) PTPN IV menggelar aksi  demo 212,di Kebun Adolina Afdeling III Desa Bahdamar, Kecamatan Dolok Merlawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, kemarin. Aksi digelar untuk mempertahankan aset perusahaan berupa areal HGU PTPN IV Kebun Dolokilir yang diserobot oleh segelintir oknum yang tidak memiliki alas hak yang sah untuk mendirikan bangunan pada areal HGU seluas 121 hektare. Aksi itu dikawal ketat oleh personel Polres Tebingtinggi dan Satuan Brimob.

Ketua Umum SP-BUN PTPN IV Wispramono Budiman mengatakan, aksi yang digelar sebagai wujud solidaritas SP-Bun PTPN IV yang turut ambil bagian dalam mempertahankan aset PTPN IV “Ini adalah aksi kedua, dan mungkin kami akan melakukan aksi berikutnya dengan melakukan aksi pembongkaran bangunan yang kami anggap sebagai bagunan liar. Jika dalam waktu 7 x 24 jam belum juga ada tindakan dari penegak hukum, maka kami putuskan akan melakukan pembongkaran bagunan sendiri di lahan Afd  III Kebun Dolok Ilir,” tegasnya.

Namun dia menekankan kalau aksi 212 yang dilakukan sebagai aksi damai dan berharap kepada semua anggota bisa menjaga dan menahan diri agar tidak terpancing oleh tindakan anarkis.

Kata dia, oknum penggarap saat ini telah merusak pohon kelapa sawit yang berada di lahan tersebut dengan cara meracuni, menyutik pohon agar mati. Saat ini di lahan tersebut telah banyak bangunan yang didirikan oleh penggarap, mulai dari bangunan semi permanen sampai yang permanen.“Kita sebagai karyawan di PTPN IV sangat sedih melihatnya,sebab PTPN IV adalah bagian dari devisa negara,yang memberi keuntungan untuk negara,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam tuntutan aksi itu ada beberapa poin. Yakni, komitmen SP-Bun PTPN IV mempertahankan dan peduli  aset perusahaan, meminta penegak hukum segera tuntaskan proses hukum dan tindak para penggarap di areal HGU di  PTPN IV Kebun Dolok Ilir. Kemudian, meminta agar menghentikan kegiatan penggarapan  areal HGU PTPN IV “Tak sejengkalpun areal HGU PTPN IV dikuasai oleh  penggarap,” tegas Wispramono. (ila/azw)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/