SIDIKALANG– Tiga sekolah dasar di Kabupaten Dairi yang sempat dilanda kebakaran kini mulai dibangun kembali. Perbaikan dilakukan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jaspin Sihombing, mengatakan ketiga sekolah yang sedang diperbaiki yakni SD Negeri 033929 Hutaginjang, SD Negeri 034823 Kutabuluh, dan SD Negeri 030324 Tanjung Saluksuk. “Proses perbaikan sedang berlangsung dan dikerjakan secara swadaya oleh panitia pembangunan satuan pendidikan,” ujar Jaspin, Jumat (24/7).
Selain membangun kembali sekolah yang terdampak kebakaran, Kemendikdasmen juga menggulirkan program revitalisasi bagi sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Dairi.
Untuk jenjang SD, Pemkab Dairi telah mengusulkan 58 satuan pendidikan sebagai penerima program revitalisasi. Namun hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan jumlah sekolah yang disetujui pemerintah pusat.
Sementara itu, untuk jenjang SMP, Kemendikdasmen telah menetapkan delapan sekolah sebagai penerima program revitalisasi dari total 15 sekolah yang diusulkan.
Delapan sekolah tersebut yakni SMP Swasta Harapan Tigabaru, UPT SMP Negeri 3 Tanah Pinem, UPT SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu, UPT SMP Negeri 1 Lae Parira, UPT SMP Negeri 2 Tanah Pinem, UPT SMP Negeri 1 Tigalingga, UPT SMP Negeri 1 Silima Pungga-Pungga, serta UPT SMP Negeri 3 Siempat Nempu Hulu.
Jaspin menjelaskan, sebagian besar bangunan sekolah yang masuk program revitalisasi telah berusia lebih dari 20 tahun sehingga membutuhkan pembenahan untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Pengusulan dilakukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pelaksanaan pembangunan nantinya juga dilakukan secara swadaya,” katanya.
Saat ini, kepala sekolah bersama panitia pembangunan dari unsur komite sekolah yang menerima program revitalisasi tengah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) sebagai persiapan pelaksanaan pekerjaan.
Menurut informasi awal dari Kemendikdasmen, proses revitalisasi dijadwalkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Pemkab Dairi berharap program perbaikan dan revitalisasi sekolah tersebut dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan mutu pendidikan di Kabupaten Dairi juga semakin meningkat,” pungkas Jaspin. (rud/ila)

