Viral! Emak-emak Rekam Dugaan Bandar Sabu, Kampung Toba Jadi Perbincangan

LABURA – Kampung Toba di Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mendadak menjadi perhatian masyarakat. Kawasan tersebut berulang kali digerebek aparat kepolisian setelah seorang ibu rumah tangga nekat turun langsung merekam dan mengungkap dugaan aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya.

Aksi berani itu dilakukan Evi br Damanik, warga setempat, yang mengaku resah melihat maraknya dugaan penyalahgunaan narkotika di kampungnya. Berbekal telepon genggam, Evi mendatangi sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi sabu dan membagikan rekaman videonya ke media sosial hingga viral.

Upaya warga memerangi narkoba sebenarnya telah dimulai sejak Jumat (22/5/2026). Saat itu, Evi bersama Rina br Sipahutar melaporkan sebuah rumah di Lingkungan III Kampung Toba yang diduga dijadikan lokasi transaksi sabu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu bersama personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Ramadhan Hilal langsung turun ke lokasi melakukan penyisiran. Namun, petugas tidak menemukan aktivitas transaksi maupun barang bukti narkotika.

Laporan serupa kembali disampaikan warga pada Minggu (31/5/2026) melalui layanan Call Center WhatsApp Polsek Kualuh Hulu. Tim gabungan kembali melakukan pemeriksaan menyeluruh, tetapi hasilnya tetap nihil.

Meski belum membuahkan hasil, aparat menilai setiap informasi masyarakat tetap menjadi bahan penting untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti. Kehadiran polisi secara berkala di lokasi yang dilaporkan diharapkan dapat mempersempit ruang gerak para pelaku jika memang masih menjalankan aktivitas ilegal secara sembunyi-sembunyi.

Perkembangan terbaru terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Satres Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap seorang pria berinisial NS (32), warga Lingkungan II Kampung Toba, yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sabu seberat 2,03 gram.

Penangkapan tersebut diduga semakin menguatkan keyakinan Evi untuk terus menyuarakan perlawanan terhadap narkoba. Puncaknya terjadi pada Selasa (23/6/2026), ketika video rekamannya yang memperlihatkan sejumlah lokasi dan warga yang diduga terkait peredaran narkoba viral di berbagai platform media sosial.

Menyikapi viralnya video tersebut, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu kembali menggelar operasi Grebek Sarang Narkoba (GSN) di Kampung Toba pada Selasa malam. Dalam penggerebekan itu, polisi tidak menemukan aktivitas transaksi maupun pengguna narkoba.

Meski demikian, petugas menemukan delapan alat hisap sabu atau bong serta satu buah mancis yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan menegaskan bahwa seluruh informasi terkait dugaan peredaran narkoba akan terus ditindaklanjuti.

“Peran aktif masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Masyarakat setempat pun mengapresiasi respons cepat jajaran Polres Labuhanbatu dan Polsek Kualuh Hulu dalam menindaklanjuti setiap aduan warga. (fdh/ila)

LABURA – Kampung Toba di Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mendadak menjadi perhatian masyarakat. Kawasan tersebut berulang kali digerebek aparat kepolisian setelah seorang ibu rumah tangga nekat turun langsung merekam dan mengungkap dugaan aktivitas peredaran narkoba di lingkungannya.

Aksi berani itu dilakukan Evi br Damanik, warga setempat, yang mengaku resah melihat maraknya dugaan penyalahgunaan narkotika di kampungnya. Berbekal telepon genggam, Evi mendatangi sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi sabu dan membagikan rekaman videonya ke media sosial hingga viral.

Upaya warga memerangi narkoba sebenarnya telah dimulai sejak Jumat (22/5/2026). Saat itu, Evi bersama Rina br Sipahutar melaporkan sebuah rumah di Lingkungan III Kampung Toba yang diduga dijadikan lokasi transaksi sabu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu bersama personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Ramadhan Hilal langsung turun ke lokasi melakukan penyisiran. Namun, petugas tidak menemukan aktivitas transaksi maupun barang bukti narkotika.

Laporan serupa kembali disampaikan warga pada Minggu (31/5/2026) melalui layanan Call Center WhatsApp Polsek Kualuh Hulu. Tim gabungan kembali melakukan pemeriksaan menyeluruh, tetapi hasilnya tetap nihil.

Meski belum membuahkan hasil, aparat menilai setiap informasi masyarakat tetap menjadi bahan penting untuk diverifikasi dan ditindaklanjuti. Kehadiran polisi secara berkala di lokasi yang dilaporkan diharapkan dapat mempersempit ruang gerak para pelaku jika memang masih menjalankan aktivitas ilegal secara sembunyi-sembunyi.

Perkembangan terbaru terjadi pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Satres Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap seorang pria berinisial NS (32), warga Lingkungan II Kampung Toba, yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sabu seberat 2,03 gram.

Penangkapan tersebut diduga semakin menguatkan keyakinan Evi untuk terus menyuarakan perlawanan terhadap narkoba. Puncaknya terjadi pada Selasa (23/6/2026), ketika video rekamannya yang memperlihatkan sejumlah lokasi dan warga yang diduga terkait peredaran narkoba viral di berbagai platform media sosial.

Menyikapi viralnya video tersebut, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu kembali menggelar operasi Grebek Sarang Narkoba (GSN) di Kampung Toba pada Selasa malam. Dalam penggerebekan itu, polisi tidak menemukan aktivitas transaksi maupun pengguna narkoba.

Meski demikian, petugas menemukan delapan alat hisap sabu atau bong serta satu buah mancis yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan menegaskan bahwa seluruh informasi terkait dugaan peredaran narkoba akan terus ditindaklanjuti.

“Peran aktif masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Masyarakat setempat pun mengapresiasi respons cepat jajaran Polres Labuhanbatu dan Polsek Kualuh Hulu dalam menindaklanjuti setiap aduan warga. (fdh/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru