25.6 C
Medan
Sunday, June 23, 2024

Diduga Siksa PRT, Rumah Jhoni Dilempari

Foto: Oki/PM
Warga berkumpul setelah geruduk rumah seorang kontraktor yang diduga menyiksa PRT.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Warga yang tinggal di Pasar III, Kel Tegal Rejo, Medan Perjuangan serentak bersorak sembari menghujani rumah mewah berlantai tiga nomor 45 yang dihuni Jhoni dengan batu, Sabtu (8/4) malam menjelang dinihari.

Rupanya, warga mengamuk karena mereka mendengar suara teriakan wanita minta tolong dari dalam rumah pria Tionghoa itu. Warga menduga teriakan itu berasal dari pembantu rumah tangga (PRT) disiksa sang majikan.

Lantaran penasaran warga pun mencari asal suara. Warga yang meyakini asal suara teriakan tersebut dari rumah Jhoni, minta kepada sang pemilik rumah untuk membuka gerbang pagarnya, guna mencari kebenarannya.

Sayangnya, sang pemilik rumah tidak mengindahkannya. Sehing warga pun geram dan mengambil tindakan berteriak dari luar pagar. Di waktu bersamaan, warga yang gelap mata pun menghujani rumah tersebut dengan batu. Sehingga jendela kaca di lantai dua dan tiga rumah tersebut pecah.

Tak lama berselang, pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi, guna menenangkan massa yang suda memanas pihak kepolisian yang sebelumnya mendapat izin langsung mengeledah seisi rumah tersebut. Polisi pun mengamankan lokasi. Terkait kebenaran adanya PRT disiksa di dalam rumah langsung dibantah Wakapolsek Medan Timur, AKP Julia Ningsih yang turun langsung ke lokasi.

“Kita sudah mengecek seluruh rumah tersebut. Namun kita tidak ada menemui seperti informasi yang saat ini beredar,” kata Julia Ningsih.

Diterangkannya, pemilik rumah memang ada mempunyai PRT. Namun tidak tinggal bersama penghuni rumah melainkan pulang usai pekerjaannya selesai.

“Kalau pembantu dia (Jhoni) ada, tetapi tidak tinggal bersamanya, melainkan pulang hari begitu kerjaan selesai,” tuturnya.

Masih Julia Ningsih, suara teriakan yang didengar oleh warga berasal dari pertengkaran pasutri penghuni rumah.

“Tadi sempat saya tanya, tapi mereka agak sungkan gitu mengakuinya. Ya sudahlah, walaupun gitu kita sudah pastikan tidak ada pembantu yang disiksa dalam rumah itu,” sambungnya sambil tersenyum.

Kepala lingkungan 9, Kel Tegal Rejo, Medan Perjuangan, Rakidin yang ikut menyaksikan pemeriksaan yang dilakukan polisi mengaku tidak ada menemuka sesuatu yang ganjil. Disebutkannya, kejadian ini karena ada warga yang iseng untuk membuat suasana heboh seperti saat ini.

“Saya ikut bersama bapak polisi memeriksa. Tapi emang nggak ada apa-apa. Saya kira ini kerjaan orang iseng aja. Karena apa, mulai dari kamar, jendela, toilet, lemari sudah kita periksa dan tidak ada ditemukan apapun,” sebutnya.

Masih di lokasi, amatan wartawan di teras depan rumah bepagar hitam milik Jhoni terdapat dua mobil mewah Fortuner putih BK 168 A dan Honda Brio BK 168 CC.

Sayang, saat wartawan mencoba masuk ke dalam rumah, sang pemilik rumah yang tinggal bersama ketiga anak dan istrinya itu tidak mengizinkan wartawan masuk.

Namun sempat terdengar pemilik rumah, Jhoni bersitegang dengan sejumlah petugas yang bertujuan menyakini bila di rumahnya tidak ada peristiwa seperti yang ditudingkan warga.

Arus lalulintas dilokasi sempat terganggu. Polisi yang berjaga diluar pun perlahan memberi imbauan kalau peristiwa adanya PRT disiksa tidak benar. Mendengarnya warga pun berangsur-angsur meninggalkan lokasi. (oki)

Foto: Oki/PM
Warga berkumpul setelah geruduk rumah seorang kontraktor yang diduga menyiksa PRT.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Warga yang tinggal di Pasar III, Kel Tegal Rejo, Medan Perjuangan serentak bersorak sembari menghujani rumah mewah berlantai tiga nomor 45 yang dihuni Jhoni dengan batu, Sabtu (8/4) malam menjelang dinihari.

Rupanya, warga mengamuk karena mereka mendengar suara teriakan wanita minta tolong dari dalam rumah pria Tionghoa itu. Warga menduga teriakan itu berasal dari pembantu rumah tangga (PRT) disiksa sang majikan.

Lantaran penasaran warga pun mencari asal suara. Warga yang meyakini asal suara teriakan tersebut dari rumah Jhoni, minta kepada sang pemilik rumah untuk membuka gerbang pagarnya, guna mencari kebenarannya.

Sayangnya, sang pemilik rumah tidak mengindahkannya. Sehing warga pun geram dan mengambil tindakan berteriak dari luar pagar. Di waktu bersamaan, warga yang gelap mata pun menghujani rumah tersebut dengan batu. Sehingga jendela kaca di lantai dua dan tiga rumah tersebut pecah.

Tak lama berselang, pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi, guna menenangkan massa yang suda memanas pihak kepolisian yang sebelumnya mendapat izin langsung mengeledah seisi rumah tersebut. Polisi pun mengamankan lokasi. Terkait kebenaran adanya PRT disiksa di dalam rumah langsung dibantah Wakapolsek Medan Timur, AKP Julia Ningsih yang turun langsung ke lokasi.

“Kita sudah mengecek seluruh rumah tersebut. Namun kita tidak ada menemui seperti informasi yang saat ini beredar,” kata Julia Ningsih.

Diterangkannya, pemilik rumah memang ada mempunyai PRT. Namun tidak tinggal bersama penghuni rumah melainkan pulang usai pekerjaannya selesai.

“Kalau pembantu dia (Jhoni) ada, tetapi tidak tinggal bersamanya, melainkan pulang hari begitu kerjaan selesai,” tuturnya.

Masih Julia Ningsih, suara teriakan yang didengar oleh warga berasal dari pertengkaran pasutri penghuni rumah.

“Tadi sempat saya tanya, tapi mereka agak sungkan gitu mengakuinya. Ya sudahlah, walaupun gitu kita sudah pastikan tidak ada pembantu yang disiksa dalam rumah itu,” sambungnya sambil tersenyum.

Kepala lingkungan 9, Kel Tegal Rejo, Medan Perjuangan, Rakidin yang ikut menyaksikan pemeriksaan yang dilakukan polisi mengaku tidak ada menemuka sesuatu yang ganjil. Disebutkannya, kejadian ini karena ada warga yang iseng untuk membuat suasana heboh seperti saat ini.

“Saya ikut bersama bapak polisi memeriksa. Tapi emang nggak ada apa-apa. Saya kira ini kerjaan orang iseng aja. Karena apa, mulai dari kamar, jendela, toilet, lemari sudah kita periksa dan tidak ada ditemukan apapun,” sebutnya.

Masih di lokasi, amatan wartawan di teras depan rumah bepagar hitam milik Jhoni terdapat dua mobil mewah Fortuner putih BK 168 A dan Honda Brio BK 168 CC.

Sayang, saat wartawan mencoba masuk ke dalam rumah, sang pemilik rumah yang tinggal bersama ketiga anak dan istrinya itu tidak mengizinkan wartawan masuk.

Namun sempat terdengar pemilik rumah, Jhoni bersitegang dengan sejumlah petugas yang bertujuan menyakini bila di rumahnya tidak ada peristiwa seperti yang ditudingkan warga.

Arus lalulintas dilokasi sempat terganggu. Polisi yang berjaga diluar pun perlahan memberi imbauan kalau peristiwa adanya PRT disiksa tidak benar. Mendengarnya warga pun berangsur-angsur meninggalkan lokasi. (oki)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/