32 C
Medan
Thursday, April 16, 2026

HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Kolaborasi, Fokus Bangun SDM & Infrastruktur

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara, Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi sebagai kunci percepatan pembangunan.

Bobbyu menegaskan, fokus utama ke depan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan infrastruktur guna mendorong daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (15/4/2026).

Menurut Bobby, peringatan hari jadi tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, HUT Sumut harus menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas.

“Tema ‘Satu Kolaborasi, Sejuta Energi’ mengandung makna bahwa kemajuan daerah tidak bisa dicapai sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, gotong royong, dan komitmen seluruh pihak agar potensi besar Sumatera Utara dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Menurut Bobby, Sumatera Utara memiliki keunggulan geografis dan sumber daya yang melimpah. Mulai dari kawasan pantai barat hingga pesisir timur, dari jajaran pegunungan Bukit Barisan hingga Kepulauan Nias, seluruh wilayah menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri.

 Bobby juga mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Utara resmi berdiri pada 15 April 1948 berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948. Dalam perjalanannya, Sumut terus berkembang menjadi salah satu provinsi strategis di Indonesia.

Saat ini, Sumatera Utara terdiri dari 33 daerah otonom yang mencakup 25 kabupaten dan 8 kota, dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa. Keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada dinilai menjadi kekuatan besar dalam memperkaya pembangunan daerah.

“Keberagaman ini bukan tantangan, tetapi modal sosial yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk memperkuat persatuan serta mendorong inovasi pembangunan,” katanya.

 Dalam pidatonya, Bobby memaparkan berbagai capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tercatat sebesar 4,53%, dengan kontribusi terhadap ekonomi Pulau Sumatera mencapai 23,52%, menjadikannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi regional.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan peningkatan signifikan, berada pada angka 76,47 poin, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.

Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,24%, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 8,25%. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,32%, menandakan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja.

Dari sisi pemerataan ekonomi, gini rasio tercatat sebesar 0,283 poin yang menunjukkan ketimpangan pendapatan relatif terkendali. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut juga tumbuh 5,23% dengan PDRB per kapita mencapai Rp78,31 juta.

Tidak hanya itu, sektor lingkungan hidup juga mencatat capaian positif. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 73,96 poin, melampaui capaian nasional. Upaya penurunan emisi gas rumah kaca pun menunjukkan hasil dengan capaian sebesar 25,78 juta ton CO2e.

 Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Pemprov Sumut terus melakukan pembenahan. Indeks Pelayanan Publik (IPP) tahun 2025 mencapai 4,27 poin dengan kategori A- (sangat baik), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) juga naik menjadi 69,11 poin dengan predikat B. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik bahkan mencapai 95,62 poin, masuk kategori sangat baik.

Prestasi lainnya adalah keberhasilan Pemprov Sumut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025. “Capaian ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara,” kata Bobby.

 Meski mencatat berbagai kemajuan, Bobby mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang masih terjadi di beberapa wilayah.

Ia menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana, penataan ruang yang lebih baik, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang terintegrasi.

Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Bobby menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

“Kita membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi persoalan ini. Masa depan Sumatera Utara sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya,” tegasnya.

Ke depan, arah pembangunan Sumatera Utara akan difokuskan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal melalui hilirisasi sektor pertanian, industri, dan pariwisata.

Dalam rangkaian acara HUT ke-78, Gubernur Bobby Nasution bersama pimpinan DPRD Sumut turut memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah. Penghargaan diberikan kepada mantan gubernur, mantan Sekretaris Daerah, mantan Ketua DPRD, kepala desa, lurah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta siswa-siswi dan putra-putri daerah berprestasi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Sutarto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-78 bagi Provinsi Sumatera Utara. Ia berharap di usia yang semakin matang, Sumut dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Sumatera Utara semakin maju, semakin baik, dan mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakatnya,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli TP PKK Titiek Sugiharti, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama.

Dengan semangat kolaborasi yang terus digaungkan, peringatan HUT ke-78 Sumatera Utara diharapkan menjadi titik tolak baru dalam mempercepat pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (san/ila)

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara, Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi sebagai kunci percepatan pembangunan.

Bobbyu menegaskan, fokus utama ke depan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penguatan infrastruktur guna mendorong daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikannya dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (15/4/2026).

Menurut Bobby, peringatan hari jadi tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, HUT Sumut harus menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas.

“Tema ‘Satu Kolaborasi, Sejuta Energi’ mengandung makna bahwa kemajuan daerah tidak bisa dicapai sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, gotong royong, dan komitmen seluruh pihak agar potensi besar Sumatera Utara dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Menurut Bobby, Sumatera Utara memiliki keunggulan geografis dan sumber daya yang melimpah. Mulai dari kawasan pantai barat hingga pesisir timur, dari jajaran pegunungan Bukit Barisan hingga Kepulauan Nias, seluruh wilayah menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri.

 Bobby juga mengingatkan bahwa Provinsi Sumatera Utara resmi berdiri pada 15 April 1948 berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948. Dalam perjalanannya, Sumut terus berkembang menjadi salah satu provinsi strategis di Indonesia.

Saat ini, Sumatera Utara terdiri dari 33 daerah otonom yang mencakup 25 kabupaten dan 8 kota, dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa. Keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada dinilai menjadi kekuatan besar dalam memperkaya pembangunan daerah.

“Keberagaman ini bukan tantangan, tetapi modal sosial yang harus kita jaga dan manfaatkan untuk memperkuat persatuan serta mendorong inovasi pembangunan,” katanya.

 Dalam pidatonya, Bobby memaparkan berbagai capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tercatat sebesar 4,53%, dengan kontribusi terhadap ekonomi Pulau Sumatera mencapai 23,52%, menjadikannya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi regional.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan peningkatan signifikan, berada pada angka 76,47 poin, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.

Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,24%, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 8,25%. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 5,32%, menandakan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja.

Dari sisi pemerataan ekonomi, gini rasio tercatat sebesar 0,283 poin yang menunjukkan ketimpangan pendapatan relatif terkendali. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut juga tumbuh 5,23% dengan PDRB per kapita mencapai Rp78,31 juta.

Tidak hanya itu, sektor lingkungan hidup juga mencatat capaian positif. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup mencapai 73,96 poin, melampaui capaian nasional. Upaya penurunan emisi gas rumah kaca pun menunjukkan hasil dengan capaian sebesar 25,78 juta ton CO2e.

 Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Pemprov Sumut terus melakukan pembenahan. Indeks Pelayanan Publik (IPP) tahun 2025 mencapai 4,27 poin dengan kategori A- (sangat baik), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) juga naik menjadi 69,11 poin dengan predikat B. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik bahkan mencapai 95,62 poin, masuk kategori sangat baik.

Prestasi lainnya adalah keberhasilan Pemprov Sumut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025. “Capaian ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara,” kata Bobby.

 Meski mencatat berbagai kemajuan, Bobby mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang masih terjadi di beberapa wilayah.

Ia menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana, penataan ruang yang lebih baik, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang terintegrasi.

Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Bobby menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda.

“Kita membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi persoalan ini. Masa depan Sumatera Utara sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya,” tegasnya.

Ke depan, arah pembangunan Sumatera Utara akan difokuskan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal melalui hilirisasi sektor pertanian, industri, dan pariwisata.

Dalam rangkaian acara HUT ke-78, Gubernur Bobby Nasution bersama pimpinan DPRD Sumut turut memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah. Penghargaan diberikan kepada mantan gubernur, mantan Sekretaris Daerah, mantan Ketua DPRD, kepala desa, lurah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta siswa-siswi dan putra-putri daerah berprestasi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Sutarto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-78 bagi Provinsi Sumatera Utara. Ia berharap di usia yang semakin matang, Sumut dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Sumatera Utara semakin maju, semakin baik, dan mampu memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakatnya,” ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli TP PKK Titiek Sugiharti, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama.

Dengan semangat kolaborasi yang terus digaungkan, peringatan HUT ke-78 Sumatera Utara diharapkan menjadi titik tolak baru dalam mempercepat pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan. (san/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru