Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, dan Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Medan karena kerap dilanda banjir. Sejumlah rencana penanganan telah disiapkan, mulai dari pembangunan subdrainase hingga pemasangan saluran U-Ditch yang ditargetkan mulai dikerjakan awal 2027.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan Khairul Azmi, mengatakan kedua kawasan tersebut termasuk titik rawan banjir karena kondisi wilayahnya yang berupa cekungan. Akibatnya, air mudah menggenang dengan ketinggian yang cukup signifikan ketika hujan deras melanda.
“Memang kedua titik tersebut menjadi kawasan rawan banjir. Keduanya merupakan wilayah cekungan, sehingga genangan air kerap tinggi di kedua titik tersebut. Akan tetapi, kita sudah siapkan sejumlah rencana penanganan untuk mengatasi banjir di titik-titik tersebut,” ujar Khairul Azmi kepada Sumut Pos, Kamis (15/10/2026).
Tingginya risiko banjir di kedua wilayah itu kembali terlihat pada Minggu (11/10/2026) malam. Saat itu, sebanyak 35 warga Kelurahan Kwala Bekala terpaksa mengungsi di Masjid Muttaqin. Sementara itu, 10 warga Kelurahan Beringin mengungsi di Masjid Al Qomar.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penanganan drainase yang lebih terencana agar genangan tidak terus berulang setiap kali hujan deras turun.
Untuk mengatasi banjir di Kelurahan Kwala Bekala, Pemko Medan akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) membangun subdrainase atau saluran drainase bawah tanah dengan pemasangan box culvert di sekitar Jalan Eka Surya.
Khairul Azmi menjelaskan, pembangunan subdrainase tersebut akan dikerjakan Pemprovsu. Koordinasi dengan pemerintah provinsi juga telah dilakukan untuk mempersiapkan rencana penanganan tersebut.
Setelah pemasangan box culvert selesai, Pemko Medan akan melanjutkan pekerjaan dengan melakukan penimbunan dan pengaspalan jalan di atas saluran tersebut.
“Pembangunan subdrain itu akan dilakukan oleh Pemprovsu Sumut, dan kemarin kita sudah berkoordinasi langsung dengan Pemprovsu. Nantinya setelah subdrain dipasang oleh Pemprovsu, Pemko Medan yang akan melakukan penimbunan dan pengaspalan jalan di atasnya,” jelasnya.
Pembangunan ini diharapkan dapat memperbaiki sistem aliran air di kawasan tersebut sehingga genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga dapat dikurangi.
Sementara itu, penanganan banjir di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, akan dilakukan melalui pemasangan saluran U-Ditch dengan memperhatikan elevasi atau ketinggian saluran agar aliran air berjalan optimal.
Selain pembenahan saluran, Pemko Medan juga akan memaksimalkan pemanfaatan kolam retensi di kawasan Medan Selayang sebagai bagian dari upaya mengurangi genangan.
“Pemanfaatan kolam retensi di Medan Selayang juga akan dimaksimalkan. Pemasangan U-Ditch sangat dibutuhkan untuk mengurangi genangan air di Kelurahan Beringin,” katanya.
Khairul Azmi menyebutkan, seluruh pekerjaan yang telah direncanakan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal 2027, apabila tidak ada kendala. “InshaAllah kalau tidak ada halangan, mulai awal tahun 2027 sudah bisa kita kerjakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan banjir tidak cukup dilakukan hanya dengan memperbaiki satu saluran atau satu titik genangan. Sistem drainase di setiap kawasan harus terhubung agar air dapat dialirkan secara efektif menuju sungai.
“Seluruh drainase harus saling terkoneksi, drainase harus memiliki elevasi yang tepat, air dari drainase harus bisa dialirkan dengan baik menuju sungai-sungai,” pungkasnya.
Dengan rencana pembangunan subdrainase di Kwala Bekala serta pemasangan U-Ditch dan optimalisasi kolam retensi di Medan Selayang, Pemko Medan berharap penanganan banjir di kedua kawasan rawan tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi mulai 2027. (map/ila)

