30.5 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Realisasi Serapan Belanja Tahun Anggaran 2022, Gubsu Target 3 Besar Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serapan anggaran belanja Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun anggaran 2022 hingga Juni, berada di posisi 5 besar nasional. Hingga akhir tahun nanti, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menargetkan, daya serap anggaran belanja Sumut harus masuk 3 besar nasional atau dari 34 provinsi di Indonesia. Dalam upaya mengejar target 3 besar nasional tersebut, Edy mengumpulkan para pimpinan OPD di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (17/7).

“Itu tadi kita rapatkan, dari persentase dari 38,39 itu, (Sumut) berada urutan kelima dari 34 provinsi,” kata Edy Rahmayadi kepada wartawan, usai rapat.

Begitu pun, karena saat ini sudah di pertengahan tahun, Edy sebenarnya menginginkan serapan anggaran Pemprov Sumut sudah mencapai 45 persen hingga 50 persen. “Kita tidak cerita urutannya, dihitung per waktunya. Ini sudah masuk bulan keenam, harusnya di seputaran 45 hingga 50 persen,” kata Edy yang saat itu didampingi Plt Kepala Bappeda Sumut, Hasmirizal Lubis.

Karena itulah, menurut Edy rapat-rapat evaluasi serapan anggaran Pemprov Sumut rutin dilakukan. “Itu dirapatkan, akan dievaluasi dan ditindaklanjuti oleh Sekda. Akan diurai satu persatu yang mana menyelip,” kata Edy.

Mantan Pangkostrad itu menyebut, ada beberapa kesulitan penyerapan anggaran. Misalnya di perhitungan rencana anggaran biaya sebelum akhirnya menjadi program kegiatan yang ditenderkan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumut. “Kesulitannya, pengelolaan Pokja. Apa dimana, sumber daya manusianya. Bukan lambat, tapi sulit hitung-hitungannya. Makanya perlu kita evaluasi. Itu satu,” sebut Edy.

“Yang kedua, harus disamakan capaiannya. Capaian Menteri Keuangan sebagai leading penilaian. Harus disamakan dengan kita kejar di daerah,” ujar Edy lagi.

Namun, ujar Gubernur Edy lagi, secara keseluruhan serapan anggaran belanja Pemprov Sumut membaik. “Secara waktu ke waktu, itu baik. seperti saya bilang tadi. Kita rangking 5 dari 34 provinsi. Secara keseluruhan kita berada berada 8 besar di 34 Provinsi di bulan Juni ini. Kita berharap masuk lah di lima besar ini. Kalau 5 besar kita dapat. Kembali dimasa lalu, berada di 3 besar,” terangnya.

Hanya saja, ia meminta 33 kabupaten/kota bergerak cepat menyerap anggarannya. “Tidak bisa satu persatu, karena nilainya akumulasi untuk pengelolaan pemerintahan,” sambungnya.

Usai rapat tersebut, Edy Rahmayadi akan meninjau serapan anggaran di kabupaten/kota. “Setelah evaluasi ini, saya akan datang ke Kabupaten/Kota untuk mengeja nilai-nilai ini. Kabupaten ini, tidak boleh main-main. Kita ini, ada 24 triliun total semuanya ini. Harus kita kelola dengan baik,” pungkas Edy.(gus)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serapan anggaran belanja Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun anggaran 2022 hingga Juni, berada di posisi 5 besar nasional. Hingga akhir tahun nanti, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menargetkan, daya serap anggaran belanja Sumut harus masuk 3 besar nasional atau dari 34 provinsi di Indonesia. Dalam upaya mengejar target 3 besar nasional tersebut, Edy mengumpulkan para pimpinan OPD di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (17/7).

“Itu tadi kita rapatkan, dari persentase dari 38,39 itu, (Sumut) berada urutan kelima dari 34 provinsi,” kata Edy Rahmayadi kepada wartawan, usai rapat.

Begitu pun, karena saat ini sudah di pertengahan tahun, Edy sebenarnya menginginkan serapan anggaran Pemprov Sumut sudah mencapai 45 persen hingga 50 persen. “Kita tidak cerita urutannya, dihitung per waktunya. Ini sudah masuk bulan keenam, harusnya di seputaran 45 hingga 50 persen,” kata Edy yang saat itu didampingi Plt Kepala Bappeda Sumut, Hasmirizal Lubis.

Karena itulah, menurut Edy rapat-rapat evaluasi serapan anggaran Pemprov Sumut rutin dilakukan. “Itu dirapatkan, akan dievaluasi dan ditindaklanjuti oleh Sekda. Akan diurai satu persatu yang mana menyelip,” kata Edy.

Mantan Pangkostrad itu menyebut, ada beberapa kesulitan penyerapan anggaran. Misalnya di perhitungan rencana anggaran biaya sebelum akhirnya menjadi program kegiatan yang ditenderkan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumut. “Kesulitannya, pengelolaan Pokja. Apa dimana, sumber daya manusianya. Bukan lambat, tapi sulit hitung-hitungannya. Makanya perlu kita evaluasi. Itu satu,” sebut Edy.

“Yang kedua, harus disamakan capaiannya. Capaian Menteri Keuangan sebagai leading penilaian. Harus disamakan dengan kita kejar di daerah,” ujar Edy lagi.

Namun, ujar Gubernur Edy lagi, secara keseluruhan serapan anggaran belanja Pemprov Sumut membaik. “Secara waktu ke waktu, itu baik. seperti saya bilang tadi. Kita rangking 5 dari 34 provinsi. Secara keseluruhan kita berada berada 8 besar di 34 Provinsi di bulan Juni ini. Kita berharap masuk lah di lima besar ini. Kalau 5 besar kita dapat. Kembali dimasa lalu, berada di 3 besar,” terangnya.

Hanya saja, ia meminta 33 kabupaten/kota bergerak cepat menyerap anggarannya. “Tidak bisa satu persatu, karena nilainya akumulasi untuk pengelolaan pemerintahan,” sambungnya.

Usai rapat tersebut, Edy Rahmayadi akan meninjau serapan anggaran di kabupaten/kota. “Setelah evaluasi ini, saya akan datang ke Kabupaten/Kota untuk mengeja nilai-nilai ini. Kabupaten ini, tidak boleh main-main. Kita ini, ada 24 triliun total semuanya ini. Harus kita kelola dengan baik,” pungkas Edy.(gus)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/