Ricuh Acara Pelantikan KA KAMMI Sumut, Anggota Satpol PP dan Peserta Terluka

Momentum pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara periode 2025–2030 yang seharusnya berlangsung khidmat justru berujung ricuh.

Acara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026), itu diwarnai bentrokan antarkelompok mahasiswa yang menyebabkan korban luka serta kepanikan di dalam lokasi kegiatan.

Sejak pagi hari, kegiatan berlangsung dengan suasana tertib dan penuh keakraban. Agenda yang dirangkai dengan halalbihalal tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Utara, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta para alumni dan kader KAMMI dari berbagai daerah di Sumut. Prosesi pelantikan pun berjalan lancar, ditandai dengan pengukuhan Abdul Rahim Siregar sebagai Ketua Umum KA KAMMI Sumut periode 2025–2030.

Namun, kondisi mulai berubah tak lama setelah Wakil Gubernur meninggalkan lokasi acara. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, suasana yang semula kondusif tiba-tiba memanas akibat cekcok antara beberapa peserta. Adu argumen tersebut dengan cepat berkembang menjadi aksi dorong hingga berujung bentrokan fisik di dalam ruangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut Moettaqien Hasrimi, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerima laporan adanya keributan sesaat setelah rangkaian acara utama selesai. Dugaan sementara mengarah pada konflik internal di tubuh organisasi.

“Awalnya kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Tetapi setelah Wakil Gubernur meninggalkan tempat, kami mendapat informasi adanya keributan di antara peserta. Dugaan sementara ini merupakan persoalan internal,” ujar Moettaqien.

Kericuhan yang terjadi sempat membuat panik para tamu undangan. Beberapa peserta terlihat berlarian keluar ruangan untuk menghindari situasi yang semakin tidak terkendali. Suara teriakan dan keributan sempat menggema di dalam aula, menciptakan suasana tegang di lokasi acara resmi pemerintahan tersebut.

Petugas Satpol PP yang berjaga bersama aparat kepolisian dari Polsek Medan Baru segera mengambil tindakan cepat. Mereka berupaya memisahkan kelompok yang terlibat bentrok serta menenangkan massa. Langkah pengamanan dilakukan secara bertahap guna menghindari eskalasi yang lebih besar.

Dalam proses peleraian itu, seorang anggota Satpol PP Sumut, Rahmat Daulay, menjadi korban kekerasan. Ia diduga terkena pukulan dari salah satu peserta yang terlibat keributan. Akibatnya, Rahmat mengalami pendarahan di bagian hidung dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kami sangat menyayangkan adanya korban dalam kejadian ini. Anggota kami mengalami luka saat menjalankan tugas untuk mengamankan situasi. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum dan penanganan lebih lanjut,” kata Moettaqien.

Selain Rahmat, satu anggota KAMMI juga dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan tersebut. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi terkait identitas maupun kondisi terkini korban dari pihak organisasi.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera mengamankan sejumlah individu yang diduga terlibat dalam kericuhan. Mereka dibawa untuk dimintai keterangan guna mengungkap kronologi lengkap serta penyebab pasti insiden tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung.

Pihak Satpol PP dan kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya unsur provokasi maupun faktor lain yang memicu terjadinya bentrokan. Tidak menutup kemungkinan, konflik tersebut berkaitan dengan dinamika internal organisasi yang belum terselesaikan sebelum acara berlangsung.

Moettaqien menegaskan bahwa pengamanan kegiatan telah dilakukan sesuai prosedur. Namun, ia mengakui bahwa kericuhan yang bersifat spontan dan melibatkan banyak pihak cukup sulit diprediksi.

“Kami sudah menempatkan personel untuk mengamankan jalannya kegiatan. Namun situasi seperti ini memang terjadi secara tiba-tiba. Ke depan, kami berharap koordinasi dan komunikasi antar panitia serta peserta dapat lebih diperkuat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan agar lebih matang dalam melakukan konsolidasi internal sebelum menyelenggarakan kegiatan besar, terutama yang melibatkan banyak pihak.

“Kegiatan seperti pelantikan ini seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi, bukan justru menimbulkan konflik. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama,” tambahnya.

Sementara itu, pelantikan Abdul Rahim Siregar sebagai Ketua Umum KA KAMMI Sumut periode 2025–2030 tetap dinyatakan sah meski diwarnai insiden kericuhan. Ia diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih solid serta menjaga kekompakan di tengah dinamika internal yang ada.

Hingga saat ini, situasi di sekitar Kantor Gubernur Sumatera Utara telah kembali kondusif. Aparat keamanan berjaga untuk memastikan tidak ada lanjutan konflik pascakejadian. Penyelidikan pun terus dilakukan guna memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (san/ila)

Momentum pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara periode 2025–2030 yang seharusnya berlangsung khidmat justru berujung ricuh.

Acara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026), itu diwarnai bentrokan antarkelompok mahasiswa yang menyebabkan korban luka serta kepanikan di dalam lokasi kegiatan.

Sejak pagi hari, kegiatan berlangsung dengan suasana tertib dan penuh keakraban. Agenda yang dirangkai dengan halalbihalal tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Utara, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta para alumni dan kader KAMMI dari berbagai daerah di Sumut. Prosesi pelantikan pun berjalan lancar, ditandai dengan pengukuhan Abdul Rahim Siregar sebagai Ketua Umum KA KAMMI Sumut periode 2025–2030.

Namun, kondisi mulai berubah tak lama setelah Wakil Gubernur meninggalkan lokasi acara. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, suasana yang semula kondusif tiba-tiba memanas akibat cekcok antara beberapa peserta. Adu argumen tersebut dengan cepat berkembang menjadi aksi dorong hingga berujung bentrokan fisik di dalam ruangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut Moettaqien Hasrimi, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menerima laporan adanya keributan sesaat setelah rangkaian acara utama selesai. Dugaan sementara mengarah pada konflik internal di tubuh organisasi.

“Awalnya kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Tetapi setelah Wakil Gubernur meninggalkan tempat, kami mendapat informasi adanya keributan di antara peserta. Dugaan sementara ini merupakan persoalan internal,” ujar Moettaqien.

Kericuhan yang terjadi sempat membuat panik para tamu undangan. Beberapa peserta terlihat berlarian keluar ruangan untuk menghindari situasi yang semakin tidak terkendali. Suara teriakan dan keributan sempat menggema di dalam aula, menciptakan suasana tegang di lokasi acara resmi pemerintahan tersebut.

Petugas Satpol PP yang berjaga bersama aparat kepolisian dari Polsek Medan Baru segera mengambil tindakan cepat. Mereka berupaya memisahkan kelompok yang terlibat bentrok serta menenangkan massa. Langkah pengamanan dilakukan secara bertahap guna menghindari eskalasi yang lebih besar.

Dalam proses peleraian itu, seorang anggota Satpol PP Sumut, Rahmat Daulay, menjadi korban kekerasan. Ia diduga terkena pukulan dari salah satu peserta yang terlibat keributan. Akibatnya, Rahmat mengalami pendarahan di bagian hidung dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Kami sangat menyayangkan adanya korban dalam kejadian ini. Anggota kami mengalami luka saat menjalankan tugas untuk mengamankan situasi. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum dan penanganan lebih lanjut,” kata Moettaqien.

Selain Rahmat, satu anggota KAMMI juga dilaporkan mengalami luka akibat bentrokan tersebut. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi terkait identitas maupun kondisi terkini korban dari pihak organisasi.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi segera mengamankan sejumlah individu yang diduga terlibat dalam kericuhan. Mereka dibawa untuk dimintai keterangan guna mengungkap kronologi lengkap serta penyebab pasti insiden tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung.

Pihak Satpol PP dan kepolisian juga masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya unsur provokasi maupun faktor lain yang memicu terjadinya bentrokan. Tidak menutup kemungkinan, konflik tersebut berkaitan dengan dinamika internal organisasi yang belum terselesaikan sebelum acara berlangsung.

Moettaqien menegaskan bahwa pengamanan kegiatan telah dilakukan sesuai prosedur. Namun, ia mengakui bahwa kericuhan yang bersifat spontan dan melibatkan banyak pihak cukup sulit diprediksi.

“Kami sudah menempatkan personel untuk mengamankan jalannya kegiatan. Namun situasi seperti ini memang terjadi secara tiba-tiba. Ke depan, kami berharap koordinasi dan komunikasi antar panitia serta peserta dapat lebih diperkuat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan agar lebih matang dalam melakukan konsolidasi internal sebelum menyelenggarakan kegiatan besar, terutama yang melibatkan banyak pihak.

“Kegiatan seperti pelantikan ini seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi, bukan justru menimbulkan konflik. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama,” tambahnya.

Sementara itu, pelantikan Abdul Rahim Siregar sebagai Ketua Umum KA KAMMI Sumut periode 2025–2030 tetap dinyatakan sah meski diwarnai insiden kericuhan. Ia diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih solid serta menjaga kekompakan di tengah dinamika internal yang ada.

Hingga saat ini, situasi di sekitar Kantor Gubernur Sumatera Utara telah kembali kondusif. Aparat keamanan berjaga untuk memastikan tidak ada lanjutan konflik pascakejadian. Penyelidikan pun terus dilakukan guna memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (san/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru