MEDAN-Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan SIK MH, menegaskan komitmennya memberantas narkoba, premanisme dan geng motor (begal) yang meresahkan masyarakat Sumut. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Komitmen itu disampaikan Kapolda Sumut didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH dan sejumlah perwira Polda Sumut, menjawab wartawan, Selasa (20/10), seusai bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus, Wakil Ketua DPRD Sumut Dr Sutarto MSi dan H Ihwan Ritonga serta Sekwan M Ali Sipahutar di ruang Wakil Ketua DPRD Sumut.
Menurut Kapolda Sumut, pemberantasan narkoba bukan sekadar untuk membangun citra kepolisian, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan melalui tindakan di lapangan, sebab peredaran narkoba menjadi perhatian serius karena berdampak luas terhadap masyarakat, terutama generasi muda, serta berkaitan dengan berbagai persoalan sosial dan kriminalitas.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Sumut Dr Sutarto MSi kepada wartawan seusai pertemuan menyambut baik komitmen Kapolda, sebab keamanan yang terjaga akan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Sutarto menjelaskan, dalam pertemuan tertutup tersebut, Kapolda juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan seluruh institusi terkait. Sebab selain memberantas narkoba, premanisme dan begal, menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama dan budaya masyarakat Sumut juga menjadi perhatian penting.
“Kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Sumut harus terus dipelihara sebagai modal sosial untuk memperkuat toleransi, mencegah konflik dan menjaga kerukunan,” ujar Sutarto seraya menegaskan komitmen tersebut perlu mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Sutarto, sinergi kepolisian, pemerintah daerah, lembaga legislatif, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar pemberantasan narkoba berjalan efektif dan berkelanjutan. DPRD Sumut juga berkomitmen mendukung langkah Kapolda dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Kapolda, kata Sutarto, turut menyoroti persoalan ketertiban berlalu lintas yang membutuhkan perhatian bersama. Penanganannya perlu dilakukan secara terukur melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan koordinasi lintas sektor serta erbagai persoalan tersebut dapat menjadi bahan kajian DPRD Sumut sesuai kewenangannya, termasuk kemungkinan kebutuhan pengaturan melalui peraturan daerah (Perda).
Namun, katanya, setiap kebijakan harus melalui pembahasan dan kajian matang dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kepentingan masyarakat luas, tambah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut itu seraya mengapresiasi langkah penindakan kasus narkoba yang dilakukan Kapolda sejak mulai bertugas pada awal Oktober 2026.
Anggota dewan Dapil Deliserdang ini juga berharap penindakan tersebut terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam menekan peredaran narkoba di Sumut.
“Komunikasi yang dibangun sejak awal kepemimpinan Kapolda perlu diperkuat agar sinergi antara DPRD Sumut dan kepolisian tidak berhenti pada pertemuan silaturahmi, tetapi berlanjut dalam dukungan konkret terhadap program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat,” katanya.
Sutarto juga menilai kolaborasi dengan insan pers penting karena media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat dan mendukung terciptanya situasi daerah yang kondusif.
Pertemuan diakhiri dengan makan siang bersama di ruang Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga dan sebelum meninggalkan lokasi, Kapolda dan Wakapolda Sumut menerima ulos dari pimpinan dewan serta saling bertukar cenderamata berupa plakat.
Kedua pihak berkomitmen memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan, persatuan dan mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Sumut. (map/ila)

