KISARAN-Kabupaten Asahan mencatatkan langkah penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelepasan ekspor perdana sebanyak 40 ton terasi ke Thailand. Kegiatan yang berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Sabtu (24/10), tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan.
Ekspor perdana produk perikanan ini menjadi peluang bagi UMKM Kabupaten Asahan untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin SSos MSi menyampaikan bahwa kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI beserta rombongan merupakan kehormatan sekaligus momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pembudidaya ikan, serta memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Taufik menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan terus mendorong sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya penguatan sektor pertanian dan percepatan swasembada pangan, pengembangan peternakan yang produktif dan berkelanjutan, serta pengembangan sektor perikanan sebagai sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Stasiun Pengawasan dan Pengujian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Tanjungbalai Asahan, Aan Fibro Widodo, menjelaskan bahwa ekspor perdana tersebut merupakan hasil pendampingan terhadap UMKM berskala kecil yang awalnya berkembang dari usaha rumah tangga.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa usaha lokal memiliki peluang untuk menembus pasar internasional apabila didukung pendampingan, peningkatan mutu produk, dan akses pemasaran yang memadai.
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), H Surya, BSc turut mengapresiasi terlaksananya ekspor perdana tersebut. Ia menyebutkan bahwa Asahan memiliki beragam produk unggulan, salah satunya terasi yang telah dikenal masyarakat.
Menurut Surya, ekspor 40 ton terasi ke Thailand tidak hanya membawa nama Kabupaten Asahan ke pasar internasional, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi produk UMKM lainnya di Sumatera Utara untuk memasuki pasar ekspor.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Dr (HC) Zulkifli Hasan SE MM, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan atas terlaksananya ekspor perdana produk UMKM tersebut.
Ia berharap keberhasilan ekspor terasi dapat mendorong semakin banyak produk unggulan Kabupaten Asahan menembus pasar internasional. Menurutnya, penguatan UMKM perlu berjalan beriringan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga menjelaskan sejumlah langkah pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Salah satunya melalui program bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1-4. Bantuan tersebut direncanakan diberikan sekaligus untuk periode tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember 2026, dengan sasaran 33,2 juta penerima di Indonesia.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi kemarau berpotensi memengaruhi produksi dan harga beras. Untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, pemerintah mendorong pemanfaatan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui Perum Bulog.
Pemerintah juga mencadangkan satu juta ton beras untuk mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut.
Zulkifli berharap berbagai kebijakan ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha lokal tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produknya.
Pelepasan ekspor perdana 40 ton terasi ke Thailand ini menjadi salah satu upaya mendorong produk perikanan lokal agar memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan usaha serta membuka peluang ekspor bagi produk unggulan Kabupaten Asahan lainnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara beserta rombongan, Bupati dan Wakil Bupati Asahan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan lainnya. (dat/azw)

