BANYUWANGI– Kemacetan panjang akibat blokade sopir ekspedisi di pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, membuat proses rujukan seorang ibu hamil terganggu. Pasien asal Desa Wongsorejo itu akhirnya menjalani persalinan di Situbondo setelah kendaraan yang membawanya tak mampu menembus antrean.
Dikutip dari Radar Banyuwangi Jawa Pos Grup, Plt Kepala Puskesmas Wongsorejo Yusuf mengatakan, pasien awalnya hendak dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Namun, hingga Sabtu (26/9) sekitar pukul 00.00, kendaraan yang membawa pasien masih terjebak kemacetan di sekitar Jembatan Timbang Watu Dodol.
Jarak lokasi tersebut menuju RSUD Blambangan sekitar 13,5 kilometer. Dalam kondisi normal, perjalanan hanya membutuhkan waktu 25–30 menit. Karena jalur tak bisa ditembus, kendaraan akhirnya berbalik menuju RS Mitra Sehat, Situbondo.
Tiket KA Hangus
Kemacetan juga berdampak pada perjalanan penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Ketapang. Jadwal penyeberangan tertunda berjam-jam sehingga sejumlah wisatawan harus mengubah rencana perjalanan. Bahkan, tiket kereta api (KA) yang telah dibeli sebagian penumpang hangus. ”Saya dua kali mengubah jadwal kereta. Rencana naik KA Probowangi terpaksa diganti KA Sritanjung, tapi tetap tidak bisa menyeberang sampai malam,” ujar wisatawan asal Surabaya Patria.
Keluhan serupa disampaikan Sabari, sopir truk asal Magelang. Kendaraannya terjebak kemacetan sejak pukul 17.00 dan belum bisa keluar dari area pelabuhan hingga malam.
Blokade pintu keluar pelabuhan baru dibuka sekitar pukul 20.00 setelah dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama.
Kantong Parkir Penuh
Berdasarkan laporan Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (Satpel BPTD) Ketapang pukul 08.00 kemarin, antrean kendaraan menuju pelabuhan mencapai 13 kilometer. Kepadatan mengular hingga kawasan sekitar pintu masuk Pantai Kampe, Desa Bangsring.
Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satpel Ketapang Rahut Sianturi menjelaskan, kepadatan terjadi karena kendaraan yang sebelumnya tertahan akibat blokade belum seluruhnya dapat diberangkatkan. Setelah blokade dibuka, kantong parkir di dalam Pelabuhan ASDP Ketapang dan Dermaga Bulusan dipenuhi kendaraan pribadi hingga truk logistik.
Untuk mengurai antrean, BPTD bersama ASDP mempercepat operasional kapal. Sebanyak 23 kapal dikerahkan, terdiri atas 14 kapal di dermaga Moveable Bridge (MB) dan sembilan kapal di dermaga Landing Craft Machine (LCM). ”Kami juga mencoba memanggil dua kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan, karena kemarin sudah sempat lancar dan ini kembali padat. Di Gilimanuk juga terjadi antrean kendaraan,” ujar Rahut.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, pihaknya fokus mempercepat dan memperkuat operasional penyeberangan di kedua sisi. Upaya penguraian antrean tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran. (fre/aif/aph/jpg)

