26.7 C
Medan
Sunday, June 2, 2024

Jokowi-JK Perlu Menteri yang Punya Loyalitas Tinggi

Foto: AP/Dita Alangkara Presiden terpilih Joko Widodo berbicara dengan wartawan dalam kunjungannya ke Waduk Pluit di Jakarta (22/7).
Foto: AP/Dita Alangkara
Presiden terpilih Joko Widodo berbicara dengan wartawan dalam kunjungannya ke Waduk Pluit di Jakarta (22/7).

JAKARTA, SUMUTPOS.CP – Kabinet pemerintahan pasangan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, harus diisi figur-figur yang siap menjadi martir, demi membawa perubahan bagi Indonesia yang lebih baik.

Karena itu sebelum menunjuk figur-figur dimaksud, Jokowi-JK menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat, perlu memerhatikan sejumlah hal.

Seperti figur calon menteri sebaiknya memiliki kriteria sosok yang memiliki loyalitas tinggi, teruji dalam rekam jejak, memiliki kontribusi dalam pemenangan Jokowi-JK, kemudian profesional di bidangnya, serta mau terjun ke tengah masyarakat, atau melakukan ‘blusukan’.

“Syarat ini menjadi penting, karena Indonesia memerlukan orang-orang yang siap bekerja dan menjadi tulang punggung di kabinet Jokowi-JK, guna menjadikan pemerintahan yang mampu bekerja untuk rakyat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/7).

Reinhard mengakui, untuk mencari figur yang diharapkan tidak gampang. Karena itu seleksi harus benar-benar dilakukan. Apalagi seorang menteri nantinya juga harus merupakan sosok yang tidak akan meninggalkan Jokowi-JK ketika berhadapan dengan kekuatan parlemen yang tidak pro-rakyat.

“Bila perlu mereka harus siap menjadi martir untuk memerjuangkan kebijakan Jokowi-JK yang pro rakyat. Tugas yang berat bukan lima tahun ke depan, tapi mengimplementasikan visi-misi Jokowi-JK,” katanya.

Mantan koordinator penasehat hukum tahanan politik/narapidana politik Aceh ini mengungkapkan hal tersebut, karena menurutnya kemungkinan ke depan akan ada pertarungan antara barisan yang menguasai legislatif atau DPR dengan eksekutif di bawah pemerintahan Jokowi-JK.

“Makanya sangat dibutuhkan figur-figur yang siap martir. Namun perlu diingat, apabila program-program rakyat yang telah dibuat Jokowi-JK diganggu, kekuatan penghalang itu akan berhadapan dengan kekuatan masyarakat,” katanya.(gir/jpnn)

Foto: AP/Dita Alangkara Presiden terpilih Joko Widodo berbicara dengan wartawan dalam kunjungannya ke Waduk Pluit di Jakarta (22/7).
Foto: AP/Dita Alangkara
Presiden terpilih Joko Widodo berbicara dengan wartawan dalam kunjungannya ke Waduk Pluit di Jakarta (22/7).

JAKARTA, SUMUTPOS.CP – Kabinet pemerintahan pasangan presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, harus diisi figur-figur yang siap menjadi martir, demi membawa perubahan bagi Indonesia yang lebih baik.

Karena itu sebelum menunjuk figur-figur dimaksud, Jokowi-JK menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat, perlu memerhatikan sejumlah hal.

Seperti figur calon menteri sebaiknya memiliki kriteria sosok yang memiliki loyalitas tinggi, teruji dalam rekam jejak, memiliki kontribusi dalam pemenangan Jokowi-JK, kemudian profesional di bidangnya, serta mau terjun ke tengah masyarakat, atau melakukan ‘blusukan’.

“Syarat ini menjadi penting, karena Indonesia memerlukan orang-orang yang siap bekerja dan menjadi tulang punggung di kabinet Jokowi-JK, guna menjadikan pemerintahan yang mampu bekerja untuk rakyat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/7).

Reinhard mengakui, untuk mencari figur yang diharapkan tidak gampang. Karena itu seleksi harus benar-benar dilakukan. Apalagi seorang menteri nantinya juga harus merupakan sosok yang tidak akan meninggalkan Jokowi-JK ketika berhadapan dengan kekuatan parlemen yang tidak pro-rakyat.

“Bila perlu mereka harus siap menjadi martir untuk memerjuangkan kebijakan Jokowi-JK yang pro rakyat. Tugas yang berat bukan lima tahun ke depan, tapi mengimplementasikan visi-misi Jokowi-JK,” katanya.

Mantan koordinator penasehat hukum tahanan politik/narapidana politik Aceh ini mengungkapkan hal tersebut, karena menurutnya kemungkinan ke depan akan ada pertarungan antara barisan yang menguasai legislatif atau DPR dengan eksekutif di bawah pemerintahan Jokowi-JK.

“Makanya sangat dibutuhkan figur-figur yang siap martir. Namun perlu diingat, apabila program-program rakyat yang telah dibuat Jokowi-JK diganggu, kekuatan penghalang itu akan berhadapan dengan kekuatan masyarakat,” katanya.(gir/jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/