Home Blog Page 1026

Letjen Agus Subiyanto Menguat Gantikan Jenderal Dudung

Letjen TNI Agus Subiyanto

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menjelang Jenderal TNI Dudung Abdurachman memasuki masa pensiun, nama Letjen TNI Agus Subiyanto menguat untuk menduduki posisi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Letjen Agus dikabarkan bakal segera dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan Jenderal Dudung. Sebagai perwira tinggi bintang tiga, rekam jejak dan kapasitas Agus dinilai mumpuni untuk memimpin TNI AD.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid membenarkan kabar pelantikan KSAD baru oleh presiden hari ini (25/10). Namun, dia belum menyebut nama Agus. Dia hanya menyebutkan bahwa jenderal bintang tiga TNI AD itu salah satu kandidat kuat. “Tapi kepastian siapa menunggu besok (hari ini, Red),” ujarnya.

Saat ini Agus bertugas sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Dia dikenal dekat dengan Presiden Jokowi lantaran pernah bertugas di beberapa pos penting. Diantaranya menjadi komandan Kodim 0735/Surakarta pada 2009 – 2011 silam. Kemudian Agus dipercaya oleh presiden untuk menjadi komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada 2020 – 2021 lalu.

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas senada dengan Meutya. Menurut dia, Agus memang salah satu perwira TNI AD yang punya peluang kuat menjadi KSAD.

Karena itu, Anton tidak kaget ketika muncul kabar Agus akan menggantikan Dudung. Salah satu alasannya adalah Agus pernah bertugas di ring satu istana. Sesuai dengan rekam jejak tugasnya, lanjut Anton, Agus juga sudah kenal dengan Jokowi sejak masih bertugas di kodim.

“Agus tercatat pernah menjabat posisi Dandim 0735/Surakarta saat Jokowi menjadi Walikota Solo,” terang Anton.

Karena itu, sejak lama Agus sudah pernah menjalin kerja sama dengan presiden. Sebab lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 itu sudah pernah menjadi bagian Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Solo. Menurut Anton hal itu sangat mungkin menjadi salah satu pertimbangan presiden.

Apalagi setelah Agus menjadi komandan Paspampres. Hubungannya dengan Jokowi tentu semakin intens. “Dengan kata lain, penugasan tersebut menunjukkan level kepercayaan Jokowi pada Agus terbangun kuat,” kata dia.

Di luar kedekatan dengan presiden, Anton menyatakan bahwa Agus juga merupakan salah satu perwira tinggi TNI AD yang andal. Dia pernah bertugas di satuan tempur dan teritorial. Termasuk di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). “Serta menjalankan sejumlah operasi tempur,” imbuhnya. Selain itu, Agus pernah menjadi komandan korem dan panglima kodam.

Menurut Anton, bila Letjen Agus benar dilantik menjadi KSAD, peluangnya untuk menjadi panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono akan terbuka. Meski ada Laksamana TNI Muhammad Ali yang juga masih punya masa tugas yang cukup panjang, dia menilai Agus memiliki peluang lebih besar. “Jika berkaca pada pengalaman Jokowi menunjuk pos strategis, maka menjatuhkan pilihan kepada Agus menjadi terbuka lebar,” imbuhnya. (syn/jpg/ila)

Awal November Mulai Screening Kesehatan CJH, Jamaah Jalani Dua Tes Kesehatan Sebelum Pelunasan

PERIKSA KESEHATAN: Seorang jamaah haji saat diperiksa kesehatannya di Asrama Haji Medan, beberapa waktu lalu. Awal November mulai screening kesehatan CHJ.Refinaldi Setiawan/sumutpos.

SUMUTPOS.CO – Calon jamaah haji (CJH) estimasi keberangkatan 2024 harus sudah mulai bersiap. Khususnya terkait dengan aspek kesehatan. Sebab Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan screening atau pemeriksaan kesehatan dimulai bulan depan.

Keterangan tersebut disampaikan Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag Arsad Hidayat dalam Mudzakarah Perhajian yang diselenggarakan Ditjen PHU Kemenag kemarin (24/10). Dia mengatakan Kemenkes dan Kemenag saat ini sedang menyusun kebijakan baru terkait istitha’ah atau kemampuan dari sisi kesehatan.

Dia mengatakan, jamaah akan menjalani dua kali pemeriksaan kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini. Kemudian jika dinyatakan kurang sehat, ada waktu untuk penanganan kesehatannya. Ketika pada pemeriksaan kedua nanti dinyatakan sehat atau memenuhi ketentuan istitha’ah kesehatan, CJH bersangkutan bisa melunasi biaya haji. ’’Rencananya awal November pelaksanaan screening kesehatan sudah dapat dilakukan,’’ katanya.

Dia berharap pada pelaksanaan screening awal, jamaah dinyatakan sehat. Sehingga saat screening kedua menjelang pelunasan nanti lancar serta bisa melunasi biaya haji.

Di bagian lain Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo menuturkan pelaksanaan haji tahun ini jadi pelajaran berharga. Pasalnya angka kematian jamaah haji tahun ini lumayan tinggi. Yaitu mencapai 774 orang.

Selain itu, lanjutnya, ada sejumlah penyakit terbanyak yang diderita jamaah haji tahun ini. Yaitu pneumonia, penyakit paru obstruksi kronik, infark miokard akut, dan penyakit jantung koroner. Kemudian gagal jantung, stroke, dan dispnea.

Faktor kesehatan jemaah haji juga menjadi perhatian Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Anggota BPKH Harry Alexander mengatakan aspek kesehatan atau kekuatan fisik bagi para CJH sangat penting. Untuk itu dia terus mengedukasi supaya CJH yang ada di daftar antrean untuk terus menjaga kesehatannya. ’’Kami memiliki komitmen membangun kesadaran menjaga kesehatan bagi para jemaah haji,’’ tuturnya di sela paparan BPKH Hajj Run & Fun Walk kemarin (25/10).

Alexander menjelaskan dimensi berhaji bukan hanya soal kesadaran menjalankan ibadah saja. Tetapi juga ada dimensi kesehatan dan kekuatan fisik juga.

Dia mengatakan hampir seluruh rangkaian ibadah haji membutuhkan kesehatan dan kekuatan fisik. Mulai dari tawaf atau mengelilingi ka’bah sampai dengan sai atau lari kecil dari Safa ke Marwa. Belum lagi saat puncak haji yaitu wukuf di Arafah. Dilanjutkan dengan ibadah melempar jumrah di Mina. ’’Perjalanan dari tenda sampai ke tempat melempar jumrah bisa 8 km sampai 13 km,’’ katanya.

Dia berkoordinasi dengan Kemenag dan bank penerima setoran untuk menekankan aspek kesehatan dalam manasik haji. (wan/jpg/ila)

Ganjar akan Fokus Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

PIDATO POLITIK: Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD saat deklarasi di Gedung Arsip Nasional Jakarta, Rabu (18/10) malam.

SUMUTPOS.CO – PASANGAN calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD membacakan pidato politiknya saat deklarasi di Gedung Arsip Nasional Jakarta, Rabu (18/10) malam. Tak hanya dihadiri elit partai dan tim pemenangan nasional (TPN), acara juga dihadiri ratusan anak muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Tampil kompak mengenakan kemeja putih dan celana jeans, Ganjar dan Mahfud tiba di lokasi sekira pukul 19.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Ganjar dan Mahfud bergantian membacakan pidato politiknya serta menyampaikan ide dan gagasannya untuk memajukan Indonesia.

“Tantangan Indonesia ke depan cukup besar, dunia bergerak cepat dan terjadi disrupsi di mana-mana. Pertanyaannya, mampukah kita menghadapi itu? Saya orang yang sangat yakin seyakin-yakinnya, bahwa kita mampu,” kata Ganjar.

Kuncinya, lanjut Ganjar, ada pada generasi muda. Untuk itu, pemerintahan ke depan akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia. Menjadikan manusia Indonesia sehat, cerdas dan terampil serta produktif dan berdaya.

“Dan itu bisa dilakukan hanya dengan pendidikan. Saya orang yang merasakan sendiri. Saya bukan dari keluarga mampu, tapi dengan pendidikan saya bisa berdiri di sini saat ini,” jelasnya disambut tepuk tangan meriah ribuan masyarakat.

Untuk itu, Ganjar menegaskan bahwa pendidikan Indonesia harus yang terbaik. Pemerintah harus memastikan kesempatan pendidikan terbaik bagi seluruh anak bangsa sampai ke pelosok negeri.”Ke depan, kami akan menggulirkan program satu keluarga miskin satu sarjana. Dengan cara itu, maka kemiskinan bisa diatasi dengan pendidikan. Negara harus memastikan itu,” tegasnya.

Selain soal SDM, Ganjar juga fokus pada pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan, pemerintah ke depan harus menyediakan banyak lapangan pekerjaan, membangun iklim usaha yang baik, ekosistem baru dan mengoptimalkan sumber pendapatan negara yang baru dan jauh lebih besar.

“Kita harus fokus pada ekonomi hijau, ekonomi sirkular, ekonomi biru dan ekonomi digital yang potensinya besar sekali. Kita pastikan kita yang pertama mengelola itu,” paparnya.

Sementara itu, kehadiran para anak muda pada acara itu menarik perhatian Ganjar. Dibanding mengumbar janji dan banyak berbicara, Ganjar justru memilih banyak mendengar masukan dan kritikan dari generasi muda.

“Saya sangat senang malam hari ini, karena melihat ada banyak anak muda yang hadir. Ini bukti bahwa anak muda tidak apatis dan ikut berperan memajukan bangsa. Malam hari ini kami ingin mendapat masukan, saran dan kritik dari kelompok muda ini,” ucap Ganjar.

Pasangan Bacapres dan Bacawapres 2024, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, dinilai memiliki kans besar mendapatkan suara dari pemilih kalangan milineal.

Hal itu, diungkapkan oleh Pengamat Politik Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Rafriandi Nasution.

“Saya kira ada 50 persen lebih generasi Z, yang direbutkan di Pilpres 2024 ini, ” kata Rafriandi.

Dikatakan Rafriandi, Ganjar dan Mahfud MD, harus memasukkan poin-poin penting yang bisa menjadi daya tarik generasi Z. Terutama membuka alam berpikir generasi Z agar lebih melek politik. “Sehingga politik ini, bisa untuk mereka. Memberikan arti penting untuk Pilpres akan datang,” tandas Rafriandi. (wir/gus)

Cegah Stunting, Pilih Makan Sayur Organik

TANAMAN ORGANIK: Pakde berdiri di antara tanaman organiknya di pekarangan rumahnya.

SUMUTPOS.CO – Ada aktivitas dan pemandangan berbeda pada pekarangan rumah warga di Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Pot-pot bunga di pekarangan rumah mereka tak lagi berisi tanaman bunga indah, tapi tanaman sayur-sayuran.

LAILA AZIZAH, Langkat

CUACA di Kamis siang itu lumayan terik saat wartawan Sumut Pos menyambangi kediaman Lumaja Saputra Wijaya, di Desa Pasar VI Kwala Mencirim, seusai menemui Kelompok Tani Sehat. Di pekarangan depan rumahnya tampak berbagai tanaman sayuran. Mulai dari bunga kol, bayam, bayam Jepang, sawi pagoda, sawi manis, kangkung, kailan, selada dan lainnya.

Ada juga tanaman Apotik Hidup (tanaman yang memiliki khasiat untuk pengobatan) seperti kencur, temulawak, sambiroto, daun bangun-bangun, lidah buaya, daun jarak, kunyit putih, kunyit kuning, jahe merah, dan lainnya.

Pria yang akrab disapa Pakde ini, sudah dua tahun menanam berbagai sayur-sayuran organik maupun tanaman Apotik Hidup. Padahal sebelumnya, Pakde hanya menanam bunga hias. “Hampir semua bibit tanaman sayuran ini saya dapat dari AQUA melalui SOI,” ujar Pakde menunjukkan tanaman sayurannya kepada wartawan Sumut Pos. SOI atau Sources of Indonesia merupakan mitra pelaksana AQUA.

Pakde mengisahkan, ia awalnya menanam bunga maupun sayuran menggunakan pupuk kimia. Namun setelah bergabung dengan Kelompok Tani Sehat, AQUA melalui SOI memperkenalkan Pakde dengan tanaman organik. Meski penyandang disabilitas (keterbatasan fisik), tak menjadi penghalang baginya. Ini dibuktikan Pakde yang sudah dua kali menyabet juara pertama lomba tanaman pekarangan rumah sistem organik tingkat desa di wilayah itu.

Tanaman Pakde pun disematkan sebagai Dusun Percontohan. “Dulu hobi saya menanam tanaman bunga hias, bonsai, cabai dan terong. Setelah digandeng AQUA dan SOI, saya jadi banyak tahu perkembangan tanaman sayuran, lalu saya tanam di pekarangan rumah hingga akhirnya saya dua kali berturut-turut juara satu selama dua tahun,” kata Pakde.

SAYURAN ORGANIK: Erni dari Kelompok Pekarangan Ibu Kreatif bersama sayuran organik yang ditanam di pekarangan rumahnya.

Pria bertubuh kurus ini digelar ‘Bertangan Dingin’ di desanya ini, karena mampu melakukan inovasi berbagai tanaman. Contohnya saja sawi pagoda yang biasa hidup di udara dingin, namun di tangannya sawi pagoda bisa tumbuh subur. Begitu juga bunga kol yang biasa hidup di daerah dataran tinggi, namun mampu dia tanam subur. Ada lagi tanaman daun bawang yang dia bawa dari Takengon Aceh, dimana udara di sana sama dinginnya dengan Berastagi, Tanah Karo.

“Saya coba melakukan inovasi tanaman sayuran yang biasa tumbuh di udara dingin itu dengan pupuk kompos cair. Setelah saya tanam dan tumbuh subur, saya lalu bagikan ilmu saya dan juga bibitnya ke kawan-kawan petani. Bahkan saya bagikan hasil panen hampir satu desa,” ujar Pakde.

Hasil panen semua tanaman sayuran organik itu, saat ini belum dikomersilkan atau dijual Pakde untuk penghasilan. Namun hanya dikonsumsi Pakde dan keluarga demi mendapatkan kesehatan. Apalagi Pakde mengaku mulai paham dengan isu stunting.

Stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. “Hasil tanaman sayur ini saya konsumsi bersama keluarga agar sehat. Saya juga bagi-bagikan ke tetangga. Sayuran organik sangat baik untuk kesehatan, apalagi untuk gizi anak biar tak kekurangan gizi atau stunting,” pungkas Pakde.

Beranjak dari kediaman Pakde, wartawan Sumut Pos kemudian menyambangi kediaman Erni, salah seorang dari Kelompok Pekarangan Ibu Kreatif (PIK) yang juga merupakan binaan AQUA bersama SOI.

Di pekarangan belakang rumah Erni yang berukuran lebar 3×3 meter ini, berbagai tanaman sayuran tampak tumbuh subur. Erni juga baru-baru ini berhasil memenangkan lomba sebagai juara pertama tanaman kreatif yang digelar AQUA saat 17 Agustus lalu di Desa Pasar VI Kwala Mencirim tersebut.

“Pekerjaan saya sebelumnya hanya bertani di ladang orang dengan mendapat upah sangat kecil. Lalu tahun 2019 saya dan suami bercerai. Kemudian masih di tahun 2019 pihak AQUA melalui SOI membuka kelas menjahit bagi ibu-ibu di desa ini agar mandiri. Saya pun ikut. Lalu tahun 2020 saya juga ikut tawaran SOI untuk bergabung di Kelompok Pekarangan Ibu Kreatif. Sekarang hidup dan ekonomi saya benar-benar berubah. Saya mampu membesarkan anak saya meski ditinggal suami waktu itu,” ujar Erni mengawali ceritanya kepada wartawan Sumut Pos.

Sebagai uji coba, awalnya Erni menanam cabai dengan pupuk kompos. Setelah tumbuh subur dan hasilnya cukup lumayan, Erni kemudian menanam bayam, sawi dan selada. Hasil panen mampu membantu kebutuhan dapur Erni. “Jadi hasil panen saya buat untuk kebutuhan saya memasak. Bahkan saya jual ke pasar dengan mempromosikan melalui facebook.

Kemarin saja saya panen kangkung hingga 40 ikat dan bayam 30 ikat untuk saya jual. Itu pun masih kurang memenuhi permintaan konsumen. Jadi saya dapat duitnya, dapat juga sehatnya. Apalagi kalau kalau kita makan sayuran organik bisa mencegah penyakit stunting seperti kata Bu Iren dari SOI,” tutur wanita dua anak ini.

Erni berharap AQUA bersama SOI bisa terus mengayomi warga desanya karena masih banyak yang tidak paham akan manfaat sayuran organik. “Terima kasih kami kepada AQUA dan SOI yang sudah mengubah hidup kami maupun ekonomi kami,” pungkas Erni.

Direktur Eksekutif Sources of Indonesia Renta Morina E. Nababan mengatakan, awal mula terbentuknya Kelompok Pekarangan Ibu Kreatif karena para ibu-ibu di Desa Pasar VI Kwala Mencirim tersebut sangat tertarik dengan aktivitas Kelompok Tani Sehat yang melakukan pertanian secara organik.

“Kami mengedukasi, mendampingi, dan membentuk sebuah Kelompok Pertanian Pekarangan Ramah Lingkungan yang didominasi oleh kaum perempuan yang diberi nama Kelompok Pekarangan Ibu Kreatif (PIK). Kelompok ini berdiri sejak tahun 2020, mulanya kami hanya mengajak ibu-ibu mengelola sampah rumah tangga menjadi eco enzyim, yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan rumah mereka,” ujar Renta Morina E Nababan.

Selama perjalanan kelompok, lanjutnya, hasil dari pekarangan rumah sendiri terbukti mampu membantu para ibu rumah tangga untuk menyediakan makanan yang lebih sehat di meja makan keluarga masing-masing. “Selain itu sebagian dari hasil panen juga mereka manfaatkan untuk menambah pendapatan keluarga dari hasil penjualan tanaman,” kata Renta Nababan yang akrab dipanggil Iren ini.

Tanaman sehat yang dikelola tersebut, kata Iren, sebenarnya bisa mengurangi resiko penyakit stunting. Sebab, mengkonsumsi makanan sehat, terutama sayuran organik, memberikan dampak kesehatan bagi keluarga para ibu di Desa Pasar VI Kwala Mencirim.

Bicara soal stunting, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan, MKes mengatakan, berdasarkan laporan penimbangan Agustus 2023 dan aplikasi elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) pada tanggal 3 Oktober 2023 tercatat, 26.399 balita stunting dari 609.617 yang diukur atau sekitar 4,3 persen.

Dari 18.402 balita underweight (berat badan kurang) dari 611.238 yang ditimbang atau sekitar 3,01 persen. Lalu, 12.225 balita wasting (gizi kurang) dari 610.132 yang ditimbang dan diukur atau sekitar 2 persen.

Menurut Alwi, banyak cara mencegah stunting sejak dini. Salah satunya mengkonsumsi makanan sehat berupa sayuran organik atau buah yang sangat baik untuk kesehatan. Sebab, selama ini masyarakat secara terus menerus mengkonsumsi sayuran yang mengandung pestisida. “Mengkonsumsi makanan organik tidak hanya mencegah stunting, tapi juga semua penyakit,” kata Alwi kepada wartawan Sumut Pos, Jumat (13/10).

Saat dimintai pendapatnya soal para Kelompok Tani Sehat maupun Kelompok Pekarangan Ibu Kreatif binaan AQUA Langkat yang bertani secara organik, Alwi sangat mengapresiasikannya. Sebab saat ini berbagai negara sudah melakukan pertanian secara organik demi keberlangsungan lingkungan hijau. Tentu saja, kata Alwi, peran stakeholder dan pemerintah terkait juga dibutuhkan untuk pasar organik para petani.

“Kalau kami dari sisi kesehatan sangat mendorong agar para petani seluruh Sumatera Utara, tidak hanya di Langkat, agar mau melakukan pertanian secara organik. Karena organik tidak hanya memberikan keuntungan secara kesehatan, baik itu mencegah stunting, tapi juga mencegah berbagai penyakit lain. Saya sangat apresiasikan para petani di Langkat maupun kepada pihak AQUA,” pungkasnya.

Bicara tentang kesehatan, Corporate Communications Danone Indonesia, Michael Liemena mengatakan, kegiatan para petani di Langkat tersebut, tak hanya bertujuan untuk lingkungan hijau saja, tapi juga untuk kesehatan. Sebab, sayuran organik yang ditanam para petani dan kemudian dikonsumsi, akan berdampak pada kesehatan tubuh yang baik.

“Sayuran organik sangat aman dikonsumsi tubuh karena tidak mengandung kimia. Apalagi Kelompok Tani Sehatan dan Kelompok Pekarangan Ibu Kreatif, rutinitasnya menanam sayuran organik yang sangat baik dikonsumsi. Hal ini tentu sangat tepat dalam pemberian gizi keluarganya, sehingga bila tubuh sehat tentu mampu mencegah berbagai penyakit, termasuk stunting,” kata Michael kepada wartawan Sumut Pos, Kamis (19/10).

Michael mengatakan, kesehatan lain juga bisa diperoleh masyarakat dengan mengkonsumsi air kemasan AQUA. Sebab, air minum AQUA berasal dari pegunungan vulkanik yang secara alami mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh.

Seperti diketahui, mineral yang terkandung dalam air memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia misalnya, zinc berfungsi untuk membantu respon imun dan fungsi otak manusia, untuk kalium dapat membantu sistem saraf dan otot tubuh, magnesium dan kalium untuk menjaga jantung dan pembuluh darah, dan berbagai manfaat baik lainnya.

Pengaruh air mineral AQUA terhadap tubuh sangat baik untuk menyehatkan tulang dan otot.

Sebab, menurut penelitian, kalsium dalam air mineral sama efektifnya dengan kalsium dalam susu. Tak hanya itu, dapat menurunkan tekanan darah dalam tubuh, terutama pada penderita hipertensi. Hal ini dikarenakan kandungan kalsium dan magnesium yang tinggi dalam air mineral.

“AQUA hadir memberikan manfaat untuk kesehatan, lingkungan dan masyarakat. Kami tidak hanya mengejar keuntungan atas penjualan produk kami, tapi kami ingin terus berguna bagi masyarakat,” pungkas Michael Liemena. (habis/ila)

Dosen Polmed Kembangkan Strategi Bisnis UKM

Dosen dan mahasiswa Polmed foto bersama saat pengabdian kepada masyarakat di Ria Florist Medan. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) mengembangkan strategi bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM), khususnya terhadap pelaku usaha jasa dekorasi menggunakan bunga. Upaya pengembangan bisnis ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Adapun dosen yang melakukan pengabdian, Wiwin Sry Adinda Banjarnahor SKom MSc, Junus Sinuraya ST MKom, Azanuddin SKom MKom dan Orli Binta T SPd MHum. Para dosen juga melibatkan beberapa mahasiswa guna meningkatkan kesadaran merek pada bisnis florist di Medan. Sedangkan UKM yang menjadi sasaran adalah Ria Florist Medan.

Ketua tim pengabdian, Wiwin Sry Adinda Banjarnahor mengatakan, pengembangan strategi bisnis UKM tersebut telah dilakukan sejak Agustus 2023 dan sampai sekarang. “Harapannya, dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bisnis pada Ria Florist Medan dan menciptakan strategi bisnis untuk membuka peluang yang baru,” ujar Wiwin, Selasa (24/10/2023).

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan oleh tim pengabdian, UKM tersebut masih bergantung pada platform WhatsApp dan media sosial dalam strategi pemasarannya. Selain itu, penjualan dilakukan secara langsung, termasuk promosi produk dan layanan toko langsung di toko.

Padahal, pendekatan ini memiliki keterbatasan signifikan. Karena itu, diperlukan pengembangan sistem e-commerce yang dapat mengintegrasikan penjualan online dan offline guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemasaran produk.

“Rendahnya tingkat kesadaran merek merupakan hasil dari strategi pemasaran yang terbatas. Untuk mengatasi tantangan ini, maka dilakukan solusi membuat logo usaha dan template kartu ucapan sebagai alat promosi untuk meningkatkan kesadaran merek terhadap produk Ria Florist,” sambung Wiwin.

Dalam hal pengelolaan laporan keuangan, lanjut Wiwin, UKM tersebut masih menerapkan metode konvensional. Padahal, metode yang digunakan itu memiliki potensi kesalahan yang tinggi.

“Pencatatan keuangan dilakukan menggunakan Microsoft Word. Pola ini meningkatkan risiko ketidakakuratan data,” ucapnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan pelatihan mengenai konsep revenue dan net sales. Selain itu, implementasi sistem terintegrasi untuk pelaporan keuangan menjadi suatu keharusan guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan keuangan.

“Selain pengembangan sistem e-commerce, desain logo usaha yang eksklusif, pembuatan kartu ucapan yang unik dan menarik, luaran juga dilakukan dengan penggunaan banner baru yang mencakup logo usaha sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran brand,” jelasnya.

Lebih lanjut Wiwin mengatakan, Ria Florist adalah usaha di bidang dekorasi yang menyediakan layanan jasa dekorasi menggunakan bunga serta produk bunga bouquet.

Layanan jasa dekorasi ini, meliputi dekorasi ruangan untuk acara-acara di rumah, gedung ataupun wisma, serta dekorasi mobil dan dekorasi lainnya yang menggunakan bunga sesuai permintaan konsumen.

“Untuk produk rangkaian bunga, Ria Florist menyediakan berbagai macam model bunga bouquet, standing flowers, parcel, box flowers dan rangkaian bunga lainnya yang dapat digunakan sebagai simbol sebuah apresiasi,” pungkasnya.

Sementara itu, pemilik usaha Ria Florist, Samaria menyatakan, sistem e-commerce yang dikembangkan pada bisnisnya telah aktif digunakan dan langsung memberikan dampak positif. Salah satunya, terjadi peningkatan signifikan dalam volume penjualan.

“Tak hanya itu, informasi mengenai produk yang tersedia kini dapat diakses melalui katalog produk yang terintegrasi di situs web resmi unit usaha tersebut,” ujarnya sembari berharap, upaya ini akan mengantarkan kesuksesan yang lebih besar di masa depan. (rel)

Gerindra Medan Optimis Prabowo – Gibran Menangkan Pilpres 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan, H. Ihwan Ritonga SE MM, mengaku mendukung penuh keputusan DPP Partai Gerindra yang telah memutuskan nama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka sebagai Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) yang akan mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.

Bahkan, Ihwan Ritonga mengaku akan ikut secara langsung untuk menghantarkan pasangan Prabowo – Gibran saat mendaftar ke KPU RI.

“Kita di Gerindra Medan tentunya sangat mendukung penuh atas dideklarasikannya Gibran sebagai wakil Pak Prabowo. Alhamdulillah saat ini saya bersama rekan-rekan di Gerindra Medan sudah berada di Jakarta, InsyaAllah besok (Selasa, 25 Oktober 2013), kita akan ikut menghantarkan Pak Prabowo dan Mas Gibran saat mendaftar ke KPU,” ucap Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Selasa (24/10/2023).

Dikatakan Pimpinan DPRD Kota Medan itu, tak hanya mendukung, para kader dan simpatisan Partai Gerindra di Kota Medan juga sangat berbahagia dan menyambut baik kehadiran Gibran sebagai Wakil Prabowo Subianto.

Pasalnya, majunya Gibran sebagai Bacawapres Prabowo adalah harapan dan keinginan seluruh kader, simpatisan, serta akar rumput Partai Gerindra di Kota Medan.

Bahkan, tegas Ihwan, dua minggu sebelum dideklarasikannya Gibran sebagai Bacawapres Prabowo, DPC Partai Gerindra Medan telah melakukan rapat musyawarah guna membahas hal itu.

“Dan di dalam rapat, para kader dan anggota partai memang sudah berharap agar Gibran yang mendampingi Pak Prabowo di Pilpres 2024. Dengan dideklarasikannya Gibran sebagai wakil Pak Prabowo tempo hari, tentunya para kader dan simpatisan sangat berbahagia, sebab itu memang sudah menjadi harapan kita semua. Alhamdulillah harapan itu terwujud,” ujarnya.

Dengan demikian, sambung Ihwan, tidak ada poin yang menyulitkan Partai Gerindra Kota Medan untuk menyatukan kekuatan di internal partai guna memenangkan pasangan Prabowo – Gibran. Mengingat, dipasangkannya Prabowo – Gibran merupakan harapan seluruh anggota partai.

Ihwan pun meyakini, pasangan Prabowo – Gibran akan memenangkan Pilpres 2024, khususnya di Kota Medan.

“Kita solid, semua bahagia dan siap memenangkan Prabowo – Gibran. Semua siap bekerja keras, kita sangat yakin Prabowo – Gibran akan menang, khususnya di Medan,” katanya.

Usai turut menghantarkan pasangan Prabowo – Gibran ke KPU, lanjut Ihwan, pihaknya di Gerindra Kota Medan akan segera melakukan pertemuan dengan para pengurus partai politik tingkat Kota Medan yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) atau parpol-parpol pendukung Prabowo – Gibran.

“Setelah (mendaftar ke KPU) ini, kita akan kembali ke Medan dan melakukan pertemuan dengan partai-partai pendukung Prabowo – Gibran,” ungkapnya.

Ihwan pun memastikan bahwa tak hanya di internal partai, namun tim yang solid juga akan terbentuk dengan partai-partai pendukung lainnya.

“Sebab Partai Gerindra dan partai-partai pendukung Prabowo – Gibran lainnya punya visi misi yang sama, yaitu memenangkan Prabowo – Gibran di Pilpres 2024. InsyaAllah kita solid, InsyaAllah kita menang,” pungkasnya. (map/ram)

Bareskrim Polri dan Polda Sumut Ungkap Praktik Pengoplosan Gas LPG Subsidi di KIM II

ILEGAL :Tim Bareskrim Polri bersama Polda Sumut mengungkap praktik ilegal pengoplosan gas LPG bersubsidi dengan menggerebek salah satu gudang penyimpanan yang berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) II, Jalan Pulau Natuna II, Kecamatan Percut Seituan, Senin (23/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Bareskrim Polri bersama Polda Sumut mengungkap praktik ilegal pengoplosan gas LPG bersubsidi dengan menggerebek salah satu gudang penyimpanan yang berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) II, Jalan Pulau Natuna II, Kecamatan Percut Seituan, Senin (23/10/2023).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sumut Pos, Selasa (24/10), praktik ilegal pengoplosan gas LPG bersubsidi yang dilakukan dengan cara memindahkan gas LPG ukuran tabung 3 kg (subsidi) ke tabung 12 kg dan 50 kg (non subsidi).

Dari lokasi itu, tim gabungan dari Bareskrim Polri bersama Polda Sumut mengamankan barang bukti 80 alat suntik selang, timbangan, buku catatan, 400 tabung LPG 3 kg, 100 tabung LPG 12 kg.

Kemudian, 40 tabung LPG 50 kg dan mobil Colt Diesel L300 berisikan tabung 50 kg sebanyak 10 unit, dan 12 kg sebanyak 20 unit bersama belasan orang dari dalam gudang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi membenarkan penggerebekan gudang penyimpanan yang mengoplos gas LPG bersubsidi di daerah KIM II dilakukan Bareskrim Polri bersama Polda Sumut.

“Dari penggerebekan itu tiga orang ditetapkan sebagai tersangka berinisial ZN alias JAY, PM dan JS. Saat ini para pelaku masih dalam pemeriksan Bareskrim Polri di Mapolda Sumut,” ungkapnya.(mag-1/ram)

Bupati Nias Utara Didesak Berhentikan PNS Rangkap Jabatan

Pemuda Desa asal Nias Utara, Daris Lahagu.

NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Nias Utara didesak memberhentikan Cardan Syarif Nazara, SH dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan di Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Utara, yang juga merangkap jabatan sebagai koordinator sekretariat Bawaslu Kabupaten Nias Utara.

Desakan ini disampaikan oleh Daris Lahagu Pemuda Desa asal Nias Utara kepada Sumut Pos, Senin (23/10/2023).

Daris Lahagu beralasan, pengangkatan Cardan Syarif Nazara dalam jabatan Kepala Bagian Tata Pemerintahan di Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Utara pada tanggal 2 Desember 2021 yang lalu, melanggar ketentuan sebagaimana diatur didalam Peraturan Kepala BKN RI Nomor 16 tahun 2022, Peraturan BKN RI nomor 1 tahun 2020 dan peraturan Menteri PAN-RB RI Nomor 62 tahun 2020 tentang tata cara penetapan penugasan Pegawai Negeri Sipil pada instansi Pemerintah dan diluar Instansi Pemerintah.

“Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa sejak 27 Februari 2017 Cardan Syarif Nazara ditugaskan sebagai koordinator Sekretaris Bawaslu Kabupaten Nias Utara hingga saat ini. Lalu pada tanggal 2 Desember 2021, Cardan Syarif Nazara dilantik sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan di Sekretariat Daerah Kabupaten Nias Utara,” ungkap Daris Lahagu.

“Persoalan ini kita sudah menyurati BKD Nias Utara dan BKN RI, terkait ketentuan yang mengatur tata cara penugasan PNS di instansi pemerintah dan di luar instansi pemerintah,” tambahnya.

Daris Lahagu menegaskan, jika Cardan Syarif Nazara tetap menjalankan tugas sebagai koordinator Bawaslu Kabupaten Nias Utara, maka yang bersangkutan harus diberhentikan sebagai Kabag Tata Pemerintahan di Sekretarian Kabupaten Nias Utara.

Menurutnya rangkap jabatan yang diemban oleh Cardan Syarif Nazara tidak efektif bekerja di dua instansi berbeda, apalagi kesibukan di Sekretariat Bawaslu menjelang Pemilu 2024 mendatang cukup tinggi.

“Ya, kita mendesak dan berharap kepada bapak Bupati Nias Utara untuk segera memberhentikan Cardan Syarif Nazar dari jabatannya sebagai Kabag Tata Pemerintahan di Sekretarian Kabupaten Nias Utara,” tegasnya.

“Saya imbau supaya jangan membiasakan melanggar aturan dan ketentuan perundang-undangan. Saya melihat masih banyak SDM yang mumpuni di Pemkab Nias Utara ini dan layak menduduki posisi tersebut,” sambungnya.

Terpisah, Kepala BKD Nias Utara Toloni Waruwu mengatakan persoalan rangkap jabatan Cardan Syarif Nazara sudah menyurati Bawaslu Provinsi Sumatera Utara untuk klarifikasi, dan hal itu telah ia laporkan kepada Bupati Nias Utara.

“Surat kita ke Bawaslu Provinsi Sumut sudah dijawab, mereka mengacu pada PP nomor 17 tahun 2020 tidak lagi diatur mengenai mengenai rangkap jabatan sebagaimana diatur sebelumnya pada PP nomor 11 tahun 2017,” kata Kepala BKD Nias Utara kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (23/10/2023).

Menurut Toloni Waruwu, pihak Bawaslu Provinsi Sumut berpendapat nomenklatur koordinator Bawaslu Kabupaten/Kota tidak tergolong dalam jabatan struktural melainkan jabatan yang bersifat pendukung atau administratif.

“Sehingga Bentuk penghasilan yang diberikan kepada Koordinator Bawaslu Nias Utara adalah honorarium dan bukan dalam bentuk tunjangan jabatan,” katanya.

“Kalau persoalan ketidakefektifan Cardan Syarif Nazara dalam melaksanakan tugas sehari-hari silahkan ditanyakan kepada atasan langsung dalam hal ini pak Sekda. Kami sudah melaporkan juga kepada bapak Bupati, dan respon beliau bukan hanya terjadi di Nias Utara, tapi beberapa Kabupaten/Kota di Sumut juga terjadi hal yang sama,” sambungnya.

Sementara Sekda Nias Utara Bazatulo Zebua saat dihubungi Sumut Pos melalui telfon selulernya belum ada jawaban. Begitu juga pesan singkat yang di kirim Sumut Pos juga tidak dibalas.(adl/ram)

Dugaan Korupsi Pembangunan Sumur Bor, Mantan Lurah di Langkat Dituntut 2 Tahun

AGENDA: Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa dugaan korupsi pembangunan sumur bor di PN Tipikor Medan.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Langkat menuntut mantan Lurah Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalansusu, Langkat berinisial IL dengan pidana 2 tahun kurungan penjara. Tuntutan ini dibacakan JPU di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Medan, Senin (23/10/2023).

“IL terbukti bersalah dalam dakwaan subsidair melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2), ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa IL dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan,” ujar Kasi Intelijen Kejari Langkat, Sabri Marbun, Selasa (24/10/2023).

Terdakwa IL juga dituntut untuk membayar denda Rp50 juta dengan subsidair 6 bulan kurungan penjara. Selain itu, terdakwa IL juga dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp181.741.193, yang dikurangi dengan titipan pengembalian kerugian negara dari yang bersangkutan senilai Rp70 juta.

“Dengan ketentuan bila mana dalam jangka waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap terdakwa tidak melunasinya, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang oleh penuntut umum. Bilamana hasil penjualan lelang tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka diganti dengan pidana penjara 1 tahun,” beber Sabri.

Pembacaan tuntutan merupakan suatu rangkaian dalam proses penanganan perkara, sesuai dengan tugas kejaksaan sebagai lembaga yang berwenang melakukan penuntutan. “Sidang selanjutnya agenda pledoi, pembelaan dari terdakwa,” pungkasnya.

Sebelumnya, tersangka diduga melakukan pembangunan sumur bor secara mandiri atau sendiri. Mulai dari mengambil dana hingga membeli barang, dilakukan oleh tersangka sendiri.

Anggarannya bersumber dari dana Kelurahan Bukit Jengkol Kecamatan Pangkalansusu tahun 2020. Pengerjaan pembangunan sumur bor diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan rencana gambar pembangunan sumur bor.

Bahkan, hasil pengerjaan tidak dapat berfungsi dan tidak dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar. Bukti pendukung penyidik ditemukan laporan pertanggungjawaban terkait penggunaan dana kelurahan tersebut dibuat secara tidak benar.

Karenanya, penyidik menilai, tersangka telah melakukan perbuatan melanggar hukum yang menyebabkan kerugian negara, berdasarkan laporan hasil Audit penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PPKN) atas dugaan Tindak Pidana Korupsi Pada Kegiatan Pembangunan Sumur Bor di Kelurahan Bukit Jengkol Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat oleh Inspektorat Kabupaten Langkat senilai Rp215.241.700. (ted)

Peredaran Narkoba Libatkan Anak Dibawah Umur, DPRD Sumut Minta Polisi Usut Hingga Tuntas

Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting mengungkapkan keprihatinannya terkait maraknya peredaran narkoba di Sumatera Utara. Hal yang paling miris dan meresahkan, peredaran narkoba saat ini bahkan telah melibatkan anak di bawah umur.

“Anak-anak di bawah umur menjadi kurir untuk mengantar barang haram itu, sangat miris. Saya mendengar aduan langsung dari masyarakat bahwa saat ini untuk menghindari kecurigaan aparat, anak-anak dilibatkan untuk mengedarkan narkoba,” ucap Baskami, Selasa (24/10/2023).

Dikatakan Baskami, polisi tidak boleh diam akan hal ini. Sebagai aparat hukum, polisi harus mengusut dan memberantas peredaran narkoba di Sumatera Utara, khususnya yang melibatkan anak di bawah umur.

“Ini tidak boleh terjadi, aparat harus bertindak, peredaran narkoba yang menyasar anak-anak dapat merusak generasi penerus bangsa di masa depan. Anak-anak ini saya kira sudah dicekoki dulu narkoba, kemudian mereka disuruh mengedarkan,” ujarnya.

Untuk itu, politisi PDI Perjuangan tersebut juga meminta kepad setiap orangtua untuk mengawasi secara ketat anak-anaknya.

“Kita harus awasi anak-anak kita, kita harus selamatkan anak-anak generasi penerus bangsa ini,” katanya.

Menurut Baskami, sebagian besar masyarakat tidak memiliki nyali untuk melaporkan peredaran narkoba ini di lingkungannya. Sebabnya, para warga takut dan tidak ingin menanggung risiko akibat dari aduan tersebut.

“Saya berdiskusi dengan masyarakat di beberapa daerah dan benar-benar meresahkan. Apalagi ada paket (sabu) yang katanya di jual seharga 15 ribu saja. Tapi banyak masyarakat yang takut melaporkannya dan ini jadi dilema di tengah masyarakat,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Baskami terys mendorong pihak kepolisian untuk terus menyusuri tempat-tempat yang acapkali dijadikan lokasi transaksi narkoba meskipun minimnya pengaduan dari masyarakat

“Di Kota Medan semua orang tahu di mana saja banyak peredaran narkoba dan pasti aparat kita juga sudah tahu. Saya meminta ini agar diusut tuntas,” tegasnya.

Baskami juga meminta Polisi, Pemprov Sunut dan Pemko/Pemkab di Sumut melalui Dinas Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta stakeholder lainnya untuk gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada generasi muda.

“Supaya anak-anak kita, khususnya para pelajar agar mengetahui dampak penggunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan fisik dan mental mereka serta ancaman pidana yang menjerat pelakunya,” pungkasnya.
(map/ram)