Home Blog Page 1048

Napi Rutan Labuhan Tewas Gantung Diri

RUANG MENYUSUI; Warga binaan yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) Labuhan Deli ditemukan tewas gantung diri di ruang menyusui, Selasa (17/10/2023) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga binaan yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) Labuhan Deli mendadak heboh, karena salah satu napi ditemukan tewas gantung diri, Selasa (17/10/2023) pagi.

Dari data yang diperoleh Sumut Pos , napi tersebut bernama Abdullah alias Adul (34) warga Sicanggang, Kabupatem Langkat, Sumatera Utara.

Korban ditemukan tewas gantung diri di ruang menyusui yang ada di aula pengunjung, korban tewas gantung diri dengan menggunakan tali nilon yang diikat di jerjak terali ruangan.

Kepala Rutan Labuhan Deli Erwin F. Simangunsong ketika dikonfirmasi mengatakan kejadian tersebut dan kasusnya telah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Iya memang ada tadi salah satu warga binaan yang ditemukan gantung diri di ruangan menyusui bagi pengunjung yang membawa anak, korban ditemukan tewas sekitar pukul 01.00 dini hari,” ucapnya.

Dijelaskan Erwin, sebelumnya Korban yang merupakan tahanan pendamping (Tamping) dan divonis 6 tahun dalam kasus narkotika ini tidak kelihatan dari siang hari.

“KPR dan beberapa Tamping sempat mencari keberadaan korban mulai dari siang, karena tak kelihatan berkumpul sama rekan-rekannya,”sebut Erwin.

Setelah dicari tak ketemu, KPR mencoba mencari keberadaan korban di dalam sel dan menanyai beberapa rekan korban.

“Dari pencarian tersebut warga binaan yang lain tak ada melihat korban, saat salah satu warga binaan sedang membersihkan aula pengunjung dirinya merasa curiga dengan ruangan menyusui tersebut. Lantaran dalam kondisi tertutup dan terkunci,” jelasnya.

Warga binaan tersebut langsung melaporkan kecurigaan tersebut kepada KPR, dan langsung mengecek ruangan tersebut.

“Saat pintu berhasil dibuka, terlihat korban telah tewas gantung diri dengan menggunakan tali. Petugas kita langsung menghubungi pihak kepolisian Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Labuhan,”ujarnya.

Petugas Inafis yang turun ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan tak ditemukan tanda – tanda kekerasan di tubuh korban.

“Jasad korban langsung dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut, tadi siang jasad yang bersangkutan langsung diberangkatkan ke rumah duka,” ucapnya.(mag-1/ram)

Syarmadani Berharap Ormas Berperan Mensukseskan Pemilu 2024

BUKA: Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani ketika membuka kegiatan Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan Kota Tebingtinggi Tahun 2023 dengan tema Peran Ormas Mewujudkan Pemilu Damai.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Syarmadani membuka Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan Kota Tebingtinggi Tahun 2023 dengan tema Peran Ormas Mewujudkan Pemilu Damai di Gedung Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (17/10/2023).

Dalam kegiatan itu, Syarmadani berharap Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang terdapat di Kota Tebingtinggi diharapkan dapat berperan dalam mendukung dan mensukseskan seluruh tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024.

“Ormas telah menjalani tujuannya dalam meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan torehan sejarah tersebut, dalam konteks Pemilu, Ormas dituntut agar berperan serta mendukung berlangsungnya proses demokrasi,” ucap Syarmadani.

Dikatakan Syarmadani, Ormas tumbuh dan berkembang sejalan dengan sejarah perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sejak masa kemerdekaan, Ormas telah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Kiprah Ormas sangat besar dalam mengisi kemerdekaan dan berkontribusi dalam mewujudkan tujuan negara.

Untuk itu, Syarmadani kembali berharap agar Ormas mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan serta persaudaraan sebangsa dalam menghadapi tahun politik Pemilu 2024.

“Kita harus mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan serta persaudaraan sebangsa. Tantangan lainnya adalah bagaimana mengelola informasi di media sosial menjadi informasi yang positif menumbuhkan iklim demokrasi dan memperkuat wawasan kebangsaan kita. Saya berharap kegiatan sosialisasi ini semakin meneguhkan peran serta Ormas di tengah masyarakat terutama dalam rangka mensukseskan terlaksananya Pemilu 2024,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tebingtinggi, Erwandi menyampaikan tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi agar peserta mendapatkan informasi tentang pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024.

“Kemudian peserta mendapatkan informasi bagaimana peran Ormas dalam mensukseskan Pemilu Tahun 2024. Terakhir, dapat memahami peran dan fungsi Ormas dalam mendukung suksesnya Pemilu dan Pilkada,” jelasnya. (ian/ram)

Kapolsek Rambutan Minta Jangan Membully Teman

PIMPIN: Kapolsek Rambutan AKP Rustam Efendi ketika memimpin upacara di SMK Negeri 1 Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Rambutan AKP Rustam Efendi meminta kepada seluruh pelajar sekolah untuk tetap mematuhi peraturan lalulintas, menghindari narkoba dan balap liar. Hal itu diungkapkannya ketika menjadi pimpinan upacara di SMK Negeri 1 Jalan Letda Sujono Kota Tebingtinggi, Selasa (17/10/2023).

“Kami meminta kepada orang tua dan guru untuk tetap melakukan pengawasan kepada anak didiknya baik di sekolah maupun di rumah untuk selalu mematuhi peraturan lalulintas, jauhi Narkoba dan hindari balap liar,” pinta AKP Rustam Efendi.

Dikatakan AKP Rustam Efendi, kepada pelajar juga diminta patuh dan taat kepada kedua orang tua dan guru yang ada di sekolah, kerjakan tugas tugas sekolah. Selain itu, masalah membully atau persekusi di sekolah tidak ada lagi.

“Karena saat ini banyak pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat yang menjadi korban bully. Diharapkan juga peran serta dan pengawasan dari tenaga pengajar untuk ditingkatkan,” bilangnya.

Kepada pelajar tetap mematuhi peraturan berkendara dalam menggunakan sepeda motor dengan menggunakan helm pada saat berkendara, tidak balap liar karena saat ini Jasa Raharja tidak akan mengeluarkan asuransi jiwa jika korban kecelakaan tidak memiliki SIM. (ian/ram)

Proses Penjaringan dan Penyaringan Kepala Dusun di Desa Helvetia, Tuai Polemik

DEPAN: Kantor Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang tampak dari depan.

LABUHANDELI, SUMUTPOS.CO – Proses penjaringan dan penyaringan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, menuai kontroversi dan Polemik. Pasalnya Calon Kepala Dusun II, Desa Helvetia Bagus Pamungkas menolak untuk mengikuti penjaringan dan penyaringan yang dilakukan tersendiri oleh Kepala Desa Helvetia, H Agus Salim.

Bagus Pamungkas yang memperoleh kemenangan dari penjaringan dan penyaringan Kadus dengan Skor 77, 5 dan berhasil mengalahkan calon lainnya yaitu Khairil Anwar Siregar yang memperoleh skor 66,6 yang diumumkan melalui surat dengan nomor 27/TP3/DH/VIII/2023, per tanggal 3 Agustus 2023.

Setelah dikeluarkan surat pengumuman tersebut, muncul kembali pengumuman dari Kepala Desa Helvetia bahwa kedua calon tersebut diundang untuk mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan, agar nantinya bisa menyelesaikan proses dari Penjaringan dan Penyaringan yang sudah dilalui.

Calon Kepala Dusun Bagus Pamungkas mengatakan dirinya menolak untuk mengikuti proses uji kepatutan dan kelayakan yang dibuat oleh Kepala Desa.

“Saya sudah menang dari panduan surat yang dikeluarkan oleh tim seleksi, proses yang dibuat kepala desa tersebut tidak termasuk dalam tahapan kegiatan penjaringan dan penyaringan calon kepala dusun yang sudah diberitahukan sebelumnya,” ujarnya.

Ia pun melanjutkan kegiatan tersebut tidak sesuai dengan Pasal 66 huruf (a) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 43 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Peraturan Undang Undang No 6 tahun 2014 tentan desa yang berbunyi Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan perangkat desa pasal ini berkaitan dengan pasal 4 huruf (a&b) peraturan menteri dalam negeri no.83 tahun 2015 berbunyi: Kepala Desa dapat membentuk tim terdiri dari: seorang ketua, seorang sekretaris dan minimal satu orang anggota selanjutnya Kepala Desa melakukan penjaringan dan penyaringan Calon Perangkat Desa yang dilalukan oleh tim.

“Kita semua kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh Kades Helvetia, kenapa harus ada Uji Kelayakan lagi, apakah saya belum layak? Karena semua syarat sudah saya penuhi, ia pun menduga, Kades Helvetia tidak senang saya maju menjadi Kadus II jadi dia berupaya untuk mencari celah agar saya tidak melanjutkan penjaringan Kadus ini,” ucapnya.

Anggota Tim Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Calon Kepada Dusun II, Batara Lubis ketika ditemui mengatakan, proses penjaringan dan penyaringan sudah sesuai dengan prosedur.

“Jadi kami sudah mengirimkan hasil penjaringan ke Kepala Desa untuk segera direkomendasikan langsung ke Kecamatan,” ucapnya.

Kepala Desa Helvetia, H. Agus Salim, ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk proses Uji Kelayakan Kepala Dusun II, sudah sesuai dengan Undang Undang No.6 Tahun 2014.

“Jadi saya disini mengadakan Uji Kelayakan hanya untuk mengetahui kecakapan dari calon yang akan membantu saya dalam di pemerintah desa,” ucapnya.

Agus Salim menambahkan, dirinya melakukan hal ini karena sesuai dengan arahan Camat Labuhan Deli, sesuai dengan surat yang dikirimnya dengan nomor 140/1099 tanggal 26 September 2023, yang isinya berbunyi sehubungan dengan surat yang Kepala Desa kelurahan dengan nomor 140/1471/VIII/2023 tanggal 15 Agustus 2023 tentang permohonan rekomendasi untuk Calon Kepala Dusun II Desa Helvetia, berdasarkan Undang Undang No 6 tahun 2014, menyatakan Kepala Desa berwenang mengangkat dan memberhentikan perangkat desa.

“Makanya Pak Camat mengeluarkan surat tersebut, jadi saya berpedoman dengan surat dari Camat tadi,” ucap Agus.

Camat Labuhan Deli, Dhani Mulyawan, ketika ditemui membenarkan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan surat arahan kepada Desa Helvetia, khususnya Agus Salim.

“Saya mengeluarkan surat tersebut, dikarenakan saya tidak bisa merekomendasikan satu nama pun untuk bisa dijadikan sebagai Kepala Dusun II, karena itu bukan wewenang saya, awalnya saya mengetahui ada tiga calon yang mengikuti proses penjaringan dan penyaringan untuk Dusun II, kenapa tiba tiba ketika Timsel menyerahkan rekomendasi tinggal dua nama, seharusnya aturan main yang ada, tiga yang ikut, tiga tiga jugalah ikut direkomendasikan, gak ada urusan berapapun hasil nilainya,” ucapnya.

Dhani menambahkan, dengan prosedur yang menyalah tadi, ditambah dengan ruwetnya kondisi Desa Helvetia ia pun enggan untuk merekomendasikan satu nama tadi, makanya ia kirimkan surat dengan menyerahkan sepenuhnya satu nama yang akan dijadikan Kadus ke Kepala Desa.

“Kalau sudah urusan yang namanya Desa Helvetia, pusing saya rasanya,” ucapnya.(mag-1/ram)

Ada Mobil Terbakar di Perkebunan Tebu Stabat

MOBIL DIBAKAR: Mobil dipadamkan dengan racun api yang terbakar di Perkebunan Tebu Desa Sei Karang Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Satu unit mobil jenis minibus BK 1149 AAY terbakar di perkebunan tebu PTPN II, Desa Sei Karang, Stabat, Langkat, Selasa (17/10/2023) siang. Diduga mobil tersebut dibakar dan kemudian ditinggalkan begitu saja.

Informasi dirangkum, pengamanan perkebunan yang mengetahui adanya mobil terbakar berusaha memadamkan si jago merah. Upaya tersebut dilakukan bersama masyarakat.

Kabar ini sampai ke telinga kepolisian dan tak lama berselang, petugas tiba di lokasi kejadian. Mereka melakukan pengumpulan bahan dan keterangan guna mencari tau penyebabnya.

Saksi, Rilo sempat melihat adanya cekcok mulut sebelum mobil tersebut ludes terbakar. Kata dia, melihat seorang wanita yang panik sembari mendatanginya dengan maksud mencari seseorang.

Oleh saksi menjawab, pria yang dicari berlari masuk ke dalam salah satu gang. “Kurasa bertengkar antara suami istri ini dan membakar mobil. Karena sebelum kami mengetahui ada mobil terbakar, ada wanita jumpai saya terlihat panik gitu,” kata Rilo.

Tak lama kemudian, kepulan asap terlihat membumbung tinggi ke langit dan didapati sumbernya dari mobil yang terbakar. Karenanya, hal tersebut dilaporkan kepada pengamanan kebun.

“Beruntung api mobil bisa kami padamkan dengan racun api yang dibawa papam dan polisi yang turun,” tegas Rilo.

Saat api tengah dijinakkan, seorang pria datang seraya mengakui mobil yang terbakar adalah miliknya. Pria etnis keturunan ini menyebut, berdomisili di Perumahan Cemara Asri, Medan.

Dia mengaku, telah menjadi korban perampokan. Namun, dia tak mengetahui persis berapa orang yang mengambil mobil.

“Saya tadi mau masuk jalan tol di Stabat. Tiba-tiba ada orang gedor pintu mobil dan langsung menarik saya. Semua diambilnya, mulai dari mobil hingga seluruh isi dompet saya,” kata pria ini dengan nada terengah-engah.

Terpisah, Kapolsek Stabat, AKP Ferry Ariandy menyebut, jika anggota masih di lapangan guna memastikan penyebab mobil dibakar. “Ini anggota masih di lapangan, untuk memastikan penyebab peristiwa. Nanti kita beritahukan perkembangannya,” pungkansya. (ted)

KAI Sumut Rekayasa Akses di Stasiun Medan

PENUMPANG: Aktivitas penumpang di Stasiun Medan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara melakukan rekayasa keluar-masuk pelanggan KA di Stasiun Medan. Rekayasa ini dilakukan karena ada pembangunan overpass oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan, di Jalan Stasiun Kereta Api Medan sudah dimulai, sejak 5 Oktober 2023.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Anwar Solikhin mengatakan bahwa terdapat penyesuaian pada akses keluar-masuk pelanggan KA di Stasiun Medan karena pembangunan overpass.

“Sehubungan dengan dimulainya pembangunan overpass di Jalan Stasiun Kereta Api Medan. Maka kendaraan pengantar dapat menurunkan atau menjemput pelanggan KA di area drop off yang telah disediakan. Yakni, drop off 1 di Titi Gantung, drop off 2 di Tugu Kereta Api dan drop off 3 di Pintu Masuk KA Bandara di Jalan Jawa,” jelas Anwar.

Sebelumnya akses utama drop off Stasiun Medan terdapat di area tengah stasiun, tepatnya di depan Lapangan Merdeka. Namun, karena adanya pembangunan overpass sepanjang 231,72 meter yang berimbas pada akses utama Stasiun Medan, maka akses dialihkan menjadi tiga titik drop off.

Selain melakukan rekayasa akses keluar-masuk di Stasiun Medan, PT KAI Divre I SU juga mengimbau kepada pelanggan KA yang sudah melakukan pemesanan tiket agar mengatur waktu keberangkatannya agar tidak terlambat ke stasiun.

“Agar tidak mengalami keterlambatan saat ke stasiun karena adanya pengerjaan overpass dan antisipasi pengalihan arus lalu lintas di sekitar Stasiun Medan, kami mengimbau kepada pelanggan KA agar mengatur waktu perjalanannya menuju Stasiun Medan. Minimal satu jam sebelum keberangkatan KA sudah berada di stasiun,” tutur Anwar.

PT KAI Divre I SU mendukung program Pemerintah Kota Medan dalam melakukan pengembangan tata kota khususnya pengembangan Stasiun Medan.

“Dengan pembangunan overpass guna mengurai kemacetan dan menciptakan transportasi terintegrasi di Kota Medan,” tandasnya.(gus/ram)

10.000 Orang di Sumut Alami ODGJ dan Napza 1,3 Juta

PASIEN: Pj Gubernur Sumut, Hassanudin saat berbincang dengan pasien RSJ Prof Ildrem Kota Medan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof DR Muhammad Ildrem, Kota Medan mencatat terdapat sekitar 10.000 orang di Sumatera Utara mengalami atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan Napza 1,3 juta se-Sumut.

Hal itu, diungkapkan Direktur Umum RSJ Prof Ildrem Kota Medan, Ismail Lubis pada Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) di RSJ Prof Ildrem Kota Medan, Senin (16/10/2023) kemarin. Kegiatan peringatan HKJS dengan mengusung tema ‘Sehat Jiwa bagi Semua Orang’.

Acara ini, dihadiri langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin bersama Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy Hassanudin.

Ismail menyebutkan, tercatat saat ini ada 433 tenaga medis dan non medis telah diberdayakan, 100 tempat tidur untuk pelayanan rehat Napza, 300 tempat tidur untuk pelayanan disabilitas mental, dengan luas lahan RSJ 3,8 hektare.

“Sementara, tercatat 10.000 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan Napza 1,3 juta se-Sumut,” kata Ismail.

Disampaikan juga, selama ini RSJ identik dengan image menakutkan. Karena itu, di momen HKJS inilah ia bersama hospitalia ingin mengubah stigma itu. Caranya dengan berkerja sama dengan Diskominfo melakukan podcast, membuka layanan eksekutif, memberikan literasi dan layanan promosi kesehatan sejak dini ke sekolah-sekolah, dan mengadakan senam sehat jiwa.

“Kita lakukan itu agar masyarakat mengetahui gejala sakit jiwa sejak dini. Mungkin ada yang merasa cemas, tidak fokus, susah tidur, jangan malu-malu untuk memeriksakan ke sini. Apalagi mau Pilkada, pemilihan legislatif, kami siap melayani,” jelas Ismail.

Selain itu, Ismail juga menyebutkan bahwa pelayanan RSJ Prof Ildrem bukan hanya melayani kesehatan jiwa 60%, tapi juga kesehatan umum 40%. Dengan memberikan pelayanan yang maksimal, katanya, pendapatan RSJ Prof Ildrem sebanyak Rp10,86 miliar/tahun. Dari anggaran itu, 5% dikembalikan ke rumah sakit untuk memotivasi para pekerja.

“Untuk itu kami siap menciptakan Sumut hebat,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut itu.

Ismail menjelaskan bahwa HKJS yang diperingati pada 10 Oktober sebagai momentum untuk mengajak masyarakat memeriksakan kesehatan jiwa sejak dini. Skrining awal kesehatan jiwa secara berkala perlu dilakukan, apalagi bila memang ada risiko untuk mengalami gangguan mental.

“Hal ini tidak bisa dianggap remeh karena masalah kesehatan mental yang terlambat terdeteksi bisa menyebabkan buruknya kualitas hidup, bahkan bunuh diri,” sebutnya.

Dalam kegiatan ini, Pj Gubernur Sumut, Hassanudin menyapa para pasien RSJ Prof DR Muhammad Ildrem. Mereka juga berkunjung ke ruangan, menyapa dan berkomunikasi langsung dengan sejumlah pasien.

Puncak acara HKJS yang berlangsung di RSJ Prof DR Muhammad Ildrem, Jalan Tali Air, Kota Medan ini. Juga diisi dengan penampilan Zaini dan Suita, pasien rehabilitasi psikososial. Dengan pakaian adat mereka menyanyikan lagu asal Palembang dengan judul Seinggok Seruni.

Setelah itu, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Pj Gubernur Sumut dalam rangka perayaan puncak HKJS. Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue tart oleh Pj Ketua TP PKK Sumut, yang diberikan kepada seorang purna bakti sekaligus melaunching Pojok Jamu.

Dalam sambutannya, Hassanudin mengapresiasi Direktur Umum RSJ Prof Ildrem dan jajarannya, dengan adanya upaya perubahan stigma terhadap rumah sakit jiwa. Apalagi, dengan sudah dibukanya layanan klinis eksekutif.

“Saya sangat apresiasi upaya yang dilakukan oleh RSJ Prof Ildrem. Mengubah konotasi negatif rumah sakit jiwa menjadi lebih menyenangkan, nyaman untuk masyarakat. Apalagi ada layanan klinis eksekutif dalam rangka mengantisipasi tahun politik,” tandas Hassanudin.(gus/ram)

STMIK Kaputama Wisuda 201 Sarjana dan Ahli Madya

TERBAIK: Pembina Yayasan PTIM STMIK Kaputama Dr Parlindungan Purba MM bersama wali Kota Binjai, ketua ABPPTSI Sumut, bendahara Aptisi Sumut serta senat dan lulusan terbaik STMIK Kaputama.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

PEMBINA Yayasan Pendidikan Teknologi Informasi Mutiara Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (PTIM STMIK) Kaputama Dr Parlindungan Purba MM
mengingatkan tiga kunci kesuksesan yakni kemauan, kemampuan dan kesempatan.

Ungkapan ini disampaikan mantan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) saat menghadiri wisuda 201 sarjana dan ahli madya STMIK Kaputama angkatan ke-21. Wisuda digelar di Maruli Convention Centre Sunggal, Selasa (17/10).

Sebagai badan penyelenggara STMIK Kaputama, Parlindungan Purba meminta wisudawan STMIK Kaputama untuk terus belajar mengembangkan ilmu dan keterampilan serta mengutamakan kejujuran. Ia meminta alumni dapat berperan membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan.

Disamping itu mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin komplek di era digital. ”Dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas unggul, berinovasi dan mampu menjawab tantangan,” katanya.

Ia juga menggariskan peran penting generasi milenial yang dikenal sebagai generasi cerdas dalam membangun bangsa dan negara. ”Yayasan PTIM terus berkomitmen untuk peningkatan daya saing bangsa dan mutu lulusan yang link and match dengan dunia kerja,” katanya.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Kota Binjai dr Heri Hendri berterima kasih atas kiprah STMIK Kaputama yang berada di Kota Binjai yang telah menghasilkan ribuan alumni dalam pembangunan bangsa terutama di Kota Binjai. Ia pun meminta dukungan perguruan tinggi tersebut dan alumni mewujudkan Binjai sebagai kota digital.

Apresiasi dan dukungan serupa juga disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Saiful Anwar Matondang PhD, Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumut Prof Dr H Bandin Nur Tanjung MM, Bendahara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (Aptikom) Sumut Prof Dr Poltak Sihombing MKom PhD.

Ketua Yayasan PTIM Drs Irwanto Tampubolon MPd memaparkan upaya kampus melaksanakan transformasi digitalisasi serta pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sedangkan Ketua STMIK Kaputama Dr Relita Buaton MKom mengutarakan perkembangan penambahan program studi baru yakni bisnis digital. Sebelumnya sudah ada program studi komputerisasi akuntansi, manajemen informatika dan sistem informasi.

Dikemukakan Relita Buaton, tentang rencana pengembangan STMIK Kaputama menjadi sebuah institut tahun 2024. Disampaikan pula bahwa November 2023, STMIK Kaputama akan menyelenggarakan conference international bekerja sama dengan Aptikom. (dmp)

Kompleksnya Persoalan di BUMD, DPRD Harapkan Pemko Medan Berikan Perhatian Secara Serius

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Kota Medan mendorong pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk dapat memberikan perhatian serius kepada setiap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Medan karena kompleksnya persoalan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

“Pemko Medan melalui Badan Pengawas belum memiki kepedulian terhadap Badan Usaha Milik Daerah. Dalam hal ini kita melihat semangat kolaborasi tidak berjalan,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan didampinggi Anggota Komisi III, R. Muhammad Khalil Prasetyo saat rapat pembahasan R-APBD 2024, Senin (16/10/2023) sore.

Rapat tersebut turut menghadirkan Plt PUD Pembangunan Syafrizal Lubis, Direktur Operasional PUD Pembangunan Ahmad Yasir Lubis, Dirut PUD RPH Harisandi Syafril Harahap, dan Direktur SDM RPH Janses Sihaloho.

Dari PUD Pasar Medan, turut hadir Dirut Suwarno, Direktur Operasional Ismail Pardede, Direktur Administrasi dan Keuangan Fernando H Napitupulu, serta Direktur Pengembangan dan SDM PUD Imam Abdul Hadi.

Dikatakan Abrar, Komisi III akan melakukan pemanggilan terhadap Badan Pengawas untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang terjadi di BUMD Kota Medan.

“Banyak investor yang ingin bekerjasama untuk BUMD Kota Medan, tapi terjadi hambatan maka kita akan tanyakan secara langsung permasalahan ini,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, kata Ishaq, akan dapat diambil sebuah langkah yang terbaik.

Sebelumnya, Ahmad Yasir Lubis, Direktur Operasional PUD Pembangunan mengatakan bahwa pihaknya mengelola beberapa unit bisnis, yakni Kolam Renang Deli dan Medan Zoo. Namun, pihaknya sangat memerlukan investor untuk membenahi sarana dan prasarana di Kolam Renang Deli.

“Saat ini pembenahan Kolam Renang Deli sangat diperlukan. Kolam renang ini benar-benar membutuhkan perawatan karena sudah banyak yang terluka akibat kondisi keramiknya. Estetika perawatan benar-benar diperlukan dengan banyaknya kolam renang swasta-swasta yang hadir saat kita jauh tertinggal,” katanya.

Sebaliknya, terkait Medan Zoo, dikatakan Plt Dirut PUD Pembangunan, Syafrizal Lubis, pihaknya benar-benar memerlukan sentuhan untuk membuat daya tarik agar masyarakat dapat hadir.

“Kawasan Medan Zoo ini areanya sangat luas, tapi kehadiran masyarakat untuk menikmati liburan terbatas sehingga kita mengalami penurunan pendapat belum lagi beban makan hewan. Karena jika hadir ke Medan Zoo yang hanya dilihat hanya harimau selebihnya tidak ada.Peremajaan lokasi sangat diperlukan,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, pihak Komisi III DPRD Medan mendapat laporan adanya harimau yang kondisinya sedang sakit.

Janses Sihaloho, Dirut SDM RPH juga berharap agar para pemangku kepentingan di Pemko Medan dapat benar-benar peka dan melakukan pengawasan.

“Dari sisi pendapatan kami belum sepenuhnya mampu menutup biaya operasional yang ada.Karena saat ini kami melakukan pengurangan karyawan karena gaji tidak dibayar, tapi terjadi gugatan atas persoalan ini kami kalah saat ini sedang mengajukan peninjauan ke MA,” sebutnya.

Dalam hal ini, Janses hanya berharap agar kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) benar-benar bisa diperhatikan dinas yang ada di Pemko Medan .

“Kawasan area RPH itu hanya memerlukan sentuhan dari masing-masing dinas, sehingga seluruh bisa berjalan kembali.Jika kami bicara investor akan sangat sulit karena Wali Kota Medan hanya meminta kami jangan mengeluh, tapi lakukan inovasi,” katanya.

Peran Satpol PP, sambung Jansen diperlukan untuk melakukan pengawasan dan penertiban rumah potong swasta.

“Pengawasan ini untuk daging beku agar tidak bebas terjual di pasaran.Karena daging beku ini bukan produk daging segar lagi termasuk juga menertibkan tempat pemotongan hewan milik swasta,” katanya.

Untuk persoalan PUD Pasar, pihak DPRD Kota Medan hanya menyoroti persoalan Pasar Aksara agar pedagang bisa berjualan.

“Bagaimanan penataan pedagang Pasar Aksara dalam hal ini zoning ditata sesuai permintaan pedagang.Dimana, pedagang kering dapat dipisahkan dari pedagang basah,” kata Khalil Prasetyo.

Ismail Pardede selaku Direktur Operasional PUD Pasar, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah dengan mengudang pedagang serta membuat surat pernyataan, tapi hingga saat ini tidak ada pedagang yang bersedia.

“Untuk zoning ini kita sudah menyahuti permintaan pedagang.Kita sudah meminta pedagang bersedia menandatangani perjanjian perubahan zoning, tapi sampai saat ini pedagang tidak memberikan keputusan apapun,” pungkasnya.
(map/ram)

Pemkab Sergai akan Bangun Laboratorium Pengujian Material Kontruksi

Kadis PUTR Sergai Johan Sinaga.

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai berencana akan membangun satu unit Gedung Laboratorium Pengujian Material Kontruksi untuk meningkatan kualitas infrastruktur di Kabupaten Serdangbedagai yaitu Infrastruktur di bidang Jalan, Jembatan, Irigasi dan Bangunan lainnya yang menggunakan keuangan negara.

Pembangunan laboratorium tersebut merupakan salah satu Inovasi Proyek Perubahan dari peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2023 utusan Pemkab Serdangbedagai pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Hukum Administrasi Negara, Lembaga Administrasi Negara Banda Aceh.
Proyek Perubahan disampaikan Kepala Dinas PUTR Sergai Johan Sinaga.

“Proyek perubahan ini bertujuan untuk mewujudkan peningkatan kualitas pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Serdangbedagai agar tercapai umur ekonomis jalan daerah dengan masa 5-10 tahun. Selain itu juga untuk mengurangi belanja daerah dari kegiatan pemeliharaan/perawatan jalan yang belum waktunya ditangani, meminimalisir kerugian negara atas hasil audit BPK setiap tahunnya dan dapat menciptakan sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya, Selasa (17/10/2023).

Dijelaskannya, pembangunan laboratorium ini akan dilaksanakan pada tahun 2025 dengan tahapan awal berupa persiapan dari berbagai teknis yang akan diimplementasikan pada tahun 2025 mendatang.

Johan menambahkan untuk mewujudkan pembangunan Laboratorium tersebut Pemkab Sergai akan melakukan penyusunan regulasi tentang struktur organisasi dan tata kelola Laboratorium, persiapan SDM (Sumber Daya Manusia) yang terlebih dahulu melalui pelatihan dan bimbingan teknis tentang mekanisme pengelolaan laboratorium dan selanjut Pembangunan sarana dan prasarana Laboratorium.

“Diharapkan dengan terwujudnya pembangunan laboratorium pengujian material kontruksi ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan Infrastruktur di Kabupaten serdang bedagai serta mampu meningkatkan kesejahteraan dari segi ekonomi Masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai,” tutup Johan. (fad/ram)