Home Blog Page 1050

Bupati Sergai Ingatkan Integritas ASN

INSPEKTUR: Bupati Sergai H. Darma Wijaya saat menjadi Inspektur Apel Pagi di Halaman Kantor Bupati Sergai, Senin (16/10/2023). ( fad)

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai), H Darma Wijaya menyampaikan fakta integritas ASN diantaranya masalah disiplin. Menurutnya disiplin merupakan faktor penting yang mesti dimiliki oleh setiap Aparatur Sipil Negara (ASN), baik para PNS maupun tenaga kontrak/honerer, sebab kedisplinan membantu memastikan bahwa PNS mematuhi aturan, peraturan, dan kebijakan yang berlaku dalam kerja birokrasi.

“Salah satunya tentu disiplin dalam melaksanakan apel seperti yang kita lakukan pada hari ini,” ujarnya saat menjadi inspektur apel pagi di halaman Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (16/10/2023).

Dilanjutkan oleh Bupati, disiplin juga membantu ASN untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan tepat waktu. Ini tentu saja berkontribusi pada peningkatan pelayanan publik dan kepuasan masyarakat.

Selain itu Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan dan tata tertib di lingkungan kerja. Bagi Bupati, kondisi lingkungan kerja yang baik dan bersih akan berdampak langsung terhadap kinerja seorang ASN.

“Mari sama-sama kita jaga kebersihan, kerapian, dan keasrian tempat kita bekerja dan mengabdi,” minta Bupati.

Terakhir kepada para tenaga honorer Pemkab Sergai yang saat ini sedang mengikuti proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dirinya berpesan agar jika nanti berhasil lolos supaya tetap menjaga kinerja.

“Performa kerja yang sudah baik selama menjadi tenaga kontrak dan honorer harus tetap dijaga, bahkan ditingkatkan lagi, kalau sudah berubah status menjadi PPPK,” harapnya.

Usai apel di lingkungan Kantor Bupati, Bupati Darma Wijaya juga memimpin apel di Dinas lain yang berkantor di luar kompleks Kantor Bupati seperti Rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman dan Kompleks perkantoran dinas di Kompleks Bumi Sergai.

Apel pagi ini diikuti oleh para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, para pejabat Administrator, Pengawas, Pelaksana, dan Tenaga kontrak/Honorer di lingkungan Pemkab Sergai. (fad/ram)

Hidayatullah Minta Ekosistem Halal Value Chain Harus Digarap Serius dan Fokus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hidayatullah bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pengembangan ekosistem halal value chain, Senin (16/10/2023).

FGD ini menghadirkan narasumber utama Dr Usman Jakfar Lc MA dan Dr H Hasan Matsum M Ag serta beberapa narasumber lainnya dari MUI yakni Prof Sukri Al Bani, Dr Irwansyah MHI, Dr Akmaludin Syahputra MHum, serta IGP Wirakusuma dari Perwakilan BI Sumut.

Hidayatullah dalam pemaparannya mengatakan, ekosistem halal value chain atau bahasa sederhananya disebut rantai suplai halal dari hulu ke hilir, adalah sesuatu hal yang penting. “Mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam, market atau pasarnya sudah ada dan sangat besar, maka dari itu harus digarap dengan serius dan fokus,” katanya.

Selain sektor makanan, sebut Hidayatullah, juga bisa digarap sektor fashion halal, pariwisata halal, pertanian, dan lainnya. “Artinya, pengembangan ekosistem halal value chain adalah hal yang sangat penting untuk dikembangkan, tinggal kita dorong pihak pemerintah untuk mendukung secara moril dan materil terhadap program ini. Kita juga berharap dengan adanya pengembangan Halal Value Chain ini para pelaku UMKM turut dilibatkan dalam prosesnya sehingga kesejahteraan para pelaku meningkat,” jelasnya.

FGD yang berlangsung di Hotel Mercure Medan ini dihadiri 57 orang yang berasal dari tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi yang ada di Suamatera Utara seperti dari Muhammadiyah, Al Washliyah, Al Itthidayah, Hikabara, Nahdatul Ulama, Persatuan Batak Islam, PUI, FUISU, JPRMI, Salimah, IKADI, DDI, Perti, FKUB, ICMI Muda, HMI, KAHMI, PERSIS, KAMMI, KA KAMMI, ICMI MEDAN, Gerakan Pemuda Islam, JBMI dan FIB. (adz)

Pantau Gotong-Royong, Bobby Nasution Susur Sungai Deli

SUSUR SUNGAI: Wali Kota Medan Bobby Nasution menyusuri Sungai Deli menggunakan perahu karet, Senin (16/10/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak digelar 27 September 2023, progres  Gotong Royong Bersih Sungai Deli Kolaborasi Pemko Medan dengan TNI AD mengusung tema “Peduli Deli” yang  dilaksanakan di empat sektor hingga Jumat (13/10/2023), telah mencapai 24,63 persen dari target yang telah ditetapkan. Capaian pembersihan yang dilakukan masing-masing sektor kurang lebih sepanjang 3,5 km.

 Hal ini terungkap dalam pemaparan yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Setda Kota Medan H M Sofyan kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution sebelum melakukan penyusuran  Sungai Deli menggunakan perahu karet, Senin (16/10/2023).

 Dilaporkan Sofyan, masing-masing sektor melakukan pekerjaan di lereng kiri dan kanan sungai. Sedangkan untuk pekerjaan penampang basah, sambungnya, sudah mencapai 13,03 persen atau 2.842 meter. Sesuai dengan lembar kerja BWSS, panjang pekerjaan teknis penampang basah 21,8 km.

 “Jadi memang berbeda jarak pengerjaan gotong royong di sisi kanan kiri sungai yang panjangnya 34,5 km dengan penampang basah dengan panjang 21,8 sesuai dengan lembar kerja BWSS II. Selain itu, sampai saat ini pekerjaan berjalan dengan lancar,” ungkap Sofyan.

 Susur Sungai Deli  ini dilakukan menantu Presiden Joko Widodo itu guna melihat hasil gotong royong yang telah dilakukan selama ini. Penyusuran dilakukan bersama Dandim 0201/Medan Kol Inf Ferry Muzawwad, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Josua Tampubolon, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Mohammad Firman, Aspem Kesra Pemerintahan dan Kesejahteraan H M Sofyan serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.

 Dari aliran Sungai Deli di Medan Labuhan Km 17,5 Medan menjadi titik dimulainya penyusuran dan berakhir di aliran Sungai Deli Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan.

  Dalam penyusuran yang dilalukan, Bobby Nasution melihat personel gabungan melakukan pembersihan sungai didukung sejumlah alat berat milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kota Medan, TNI AD serta BWS Sumatera II.

 Terlihat satu unit excavator tengah mengeruk sendimen yang ada di dalam sungai sehingga sungai tersebut tidak mengalami pendangkalan. Setibanya di titik akhir yakni di aliran Sungai Deli Jalan Young Panah Hijau, terlihat masyarakat menyambut kedatangan orang nomor satu di Pemko Medan ini. Tidak hanya kaum ibu-ibu, anak SD yang berada di kawasan tersebut juga menyambutnya sembari menyapa, “Pak Bobby” berulangkali.

 Orang nomor satu di Pemko Medan ini  pun langsung tersenyum dan balik menyapa balik masyarakat dengan penuh ramah. Kesempatan itu pun langsung disambut warga untuk berswafoto dengan suami Ketua TP PKK Kota Medan Ny Kahiyang Ayu tersebut.

 Selanjutnya kepada warga, Bobby Nasution juga berpesan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Tolong diperhatikan sampahnya agar tidak dibuang ke sungai, apalagi ini sudah kita bersihkan baik sampah maupun sendimennya. Untuk masyarakat, saya minta jangan membuang sampah ke sungai karena sungai bukanlah tempat sampah,”  pesannya. (rel)

Komisi III DPRD Kota Medan Bahas Kompleksnya Persoalan di BUMD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Kota Medan mendorong  pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk dapat memberikan perhatian serius kepada setiap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Medan karena kompleksnya persoalan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

“Pemko Medan melalui Badan Pengawas belum memiki kepedulian terhadap Badan Usaha Milik Daerah. Dalam hal ini kita melihat semangat kolaborasi tidak berjalan,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan didampinggi Anggota Komisi III, R. Muhammad Khalil Prasetyo saat rapat pembahasan R-APBD 2024, Senin (16/10/2023) sore.

Rapat tersebut turut menghadirkan Plt PUD Pembangunan Syafrizal Lubis, Direktur Operasional PUD Pembangunan Ahmad Yasir Lubis, Dirut PUD RPH Harisandi Syafril Harahap, dan Direktur SDM RPH Janses Sihaloho. Dari PUD Pasar Medan, turut hadir Dirut Suwarno, Direktur Operasional Ismail Pardede, Direktur Administrasi dan Keuangan Fernando H Napitupulu, serta Direktur Pengembangan dan SDM PUD Imam Abdul Hadi.

Dikatakan Abrar, Komisi III akan melakukan pemanggilan terhadap Badan Pengawas untuk mempertanyakan berbagai persoalan yang terjadi di BUMD Kota Medan.

“Banyak investor yang ingin bekerjasama untuk BUMD Kota Medan, tapi terjadi hambatan maka kita akan tanyakan secara langsung permasalahan ini,” ujarnya. Dengan langkah tersebut, kata Ishaq, akan dapat diambil sebuah langkah yang terbaik.

Sebelumnya, Direktur Operasional PUD Pembangunan Ahmad Yasir Lubis, mengatakan bahwa pihaknya mengelola beberapa unit bisnis, yakni Kolam Renang Deli dan Medan Zoo. Namun, pihaknya sangat memerlukan investor untuk membenahi sarana dan prasarana di Kolam Renang Deli.

“Saat ini pembenahan Kolam Renang Deli sangat diperlukan. Kolam renang ini benar-benar membutuhkan perawatan karena sudah banyak yang terluka akibat kondisi keramiknya. Estetika perawatan benar-benar diperlukan dengan banyaknya kolam renang swasta-swasta yang hadir saat kita jauh tertinggal,” katanya.

Plt Dirut PUD Pembangunan, Syafrizal Lubis mengatakan, terkait Medan Zoo, pihaknya benar-benar memerlukan sentuhan untuk membuat daya tarik agar masyarakat dapat hadir.

“Kawasan Medan Zoo ini areanya sangat luas, tapi kehadiran masyarakat untuk menikmati liburan terbatas sehingga kita mengalami penurunan pendapat belum lagi beban makan hewan. Karena jika hadir ke Medan Zoo yang hanya dilihat hanya harimau selebihnya tidak ada.Peremajaan lokasi sangat diperlukan,” tuturnya. Dalam pertemuan itu, pihak Komisi III DPRD Medan mendapat laporan adanya harimau yang kondisinya sedang sakit.

Dirut SDM RPH Janses Sihaloho juga berharap agar para pemangku kepentingan di Pemko Medan dapat benar-benar peka dan melakukan pengawasan. “Dari sisi pendapatan kami belum sepenuhnya mampu menutup biaya operasional yang ada.Karena saat ini kami melakukan pengurangan karyawan karena gaji tidak dibayar, tapi terjadi gugatan atas persoalan ini kami kalah saat ini sedang mengajukan peninjauan ke MA,” ujarnya.

Dalam hal ini, Janses hanya berharap agar kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) benar-benar bisa diperhatikan dinas yang ada di Pemko Medan .

“Kawasan area RPH itu hanya memerlukan sentuhan dari masing-masing dinas, sehingga seluruh bisa berjalan kembali.Jika kami bicara investor akan sangat sulit karena Wali Kota Medan hanya meminta kami jangan mengeluh, tapi lakukan inovasi,” katanya.

Peran Satpol PP, sambung Jansen diperlukan untuk melakukan pengawasan dan penertiban rumah potong swasta. “Pengawasan ini untuk daging beku agar tidak bebas terjual di pasaran.Karena daging beku ini bukan produk daging segar lagi termasuk juga menertibkan tempat pemotongan hewan milik swasta,” katanya.

Untuk persoalan PUD Pasar, pihak DPRD Kota Medan hanya menyoroti persoalan Pasar Aksara agar pedagang bisa berjualan. “Bagaimana penataan pedagang Pasar Aksara dalam hal ini zoning ditata sesuai permintaan pedagang.Dimana, pedagang kering dapat dipisahkan dari pedagang basah,” kata Khalil Prasetyo.

Direktur Operasional PUD Pasar, Ismail Pardede  mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengambil langkah dengan mengudang pedagang serta membuat surat pernyataan, tapi hingga saat ini tidak ada pedagang yang bersedia. “Untuk zoning ini kita sudah menyahuti permintaan pedagang.Kita sudah meminta pedagang bersedia menandatangani perjanjian perubahan zoning, tapi sampai saat ini pedagang tidak memberikan keputusan apapun,” pungkasnya. (map)

Komisi III Minta Bapenda Kota Medan Kejar Pajak ABT dari Perumda Tirtanadi

RUANG KERJA: Anggota Komisi III DPRD Medan Erwin Siahaan saat di ruangan kerjanya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan diminta untuk memaksimalkan perolehan pajak Air Bawah Tanah (ABT) Perumda Tirtanadi. Oleh sebab itu, Bapenda Kota Medan diminta untuk fokus mengejar tunggakan pajak ABT dan temuan 8 titik sumut bor yang belum masuk objek pajak.

“Kita minta agar Bapenda Kota Medan bisa mengejar Pajak ABT dari Tirtanadi,” ucap Anggota Komisi III DPRD Medan Erwin Siahaan, Selasa (17/10/2023).

Menurut politisi PSI yang duduk di komisi membidangi pajak itu, adanya temuan Bapenda yakni 8 titik sumur bor milik Perumda Tirtanadi tanpa meteran dan tidak menjadi bayar pajak ABT sangat disayangkan. Ditambah lagi, ratusan juta tunggakan pajak ABT dari 18 titik sumur bor Tirtanadi ke Bapenda harus segera diselesaikan.”Perumda Tirtanadi juga harus taat pajak dan aturan, jangan hanya pelanggan nunggak bayar air saja langsung di putus,” cetusnya.

Seperti diketahui, dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Senin (9/10/2023) lalu  di Komisi III, terungkap Perumda Tirtanadi menunggak pajak ABT ke Pemko Medan Parahnya. Selain tunggakan, masih banyak titik sumur bor yang tidak dilaporkan sepatutnya berpotensi besar sumber PAD.

Saat rapat, mewakili Bapenda Medan, Vera membeberkan bahwa berdasarkan Pergub No 27 Tahun 2018 tentang perhitungan ABT, Pemko Medan berhak mendapat pajak ABT dari Perumda Tirtanadi. Namun sangat disayangkan, hingga saat ini hal itu belum terealisasi.

Masih menurut pihak Bapenda yang disampaikan Hafiz, selain Perumda yang menunggak pajak ABT dari 18 titik sumur bor yang dilaporkan. Ternyata dalam temuan Bapenda, ada 8 titik sumur bor milik Perumda Tirtanadi tanpa meteran yang cukup besar debit airnya namun tidak termasuk dari 18 titik tersebut.

Anehnya saat RDP, pihak Perumda mengaku tidak tahu adanya Pergub No.27 Tahun 2018 sebagai acuan pembayaran pajak ABT. Mendengar pengakuan itu, pimpinan rapat Afif Abdillah tampak terkejut sedikit senyum seraya geleng kepala.

“Loh kok bisa gak tahu, jangan-jangan penetapan tarif retribusi untuk pelanggan tidak berdasarkan aturan yang baru. Bagus juga ada pertemuan karena melalui RDP pihak Bapenda dapat memberitahu kepada pihak Perumda Tirtanadi,” kata Afif.

Terkait hal itu, Komisi III DPRD Medan mendesak Perumda Tirtanadi supaya transparan soal data dan laporan pajak ABT yang ditarik selama ini. Begitu juga dengan data sumur bor yang ada di Kota Medan, supaya dilaporkan secara akurat. “Sebab pajak ABT sangat berguna untuk pembangunan Kota Medan dan menyejahterahkan masyarakat,” pungkasnya. (map)

Digitalisasi Ekosistem Pasar, Bank Mandiri Gaungkan Program Livin’ Pasar

DIABADIKAN : Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto saat program Livin’ Pasar untuk mempercepat digitalisasi transaksi di Pasaraya MMTC, Deli Serdang pada Senin (16/10) kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri secara aktif terus mendorong inklusi keuangan masyarakat lewat berbagai inisiatif digital. Sejalan dengan itu, bank bersandi saham BMRI ini juga berkomitmen mewujudkan aspirasi perusahaan menjadi Urban Lokomotif lewat beragam program dukungan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah perkotaan.

Guna mewujudkannya, Bank Mandiri menggencarkan Program Livin’ Urban yang berfokus untuk menyejahterakan masyarakat melalui berbagai inisiatif digitalisasi pasar bertema Livin’ Pasar yang akan memberikan dampak sosial yang positif. Pemanfaatan ini, turut menjadi bagian komitmen Bank Mandiri untuk mendorong transaksi non tunai sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan di Tanah Air.

Melalui transformasi digital yang selaras dengan semangat HUT ke-25 Bank Mandiri yang mengusung tema ‘Menuju Masa Depan’, perseroan berharap dapat terus memberikan solusi transaksi terbaik kepada nasabah.

Seiring dengan itu, Bank Mandiri berkolaborasi dengan PT Deli Metropolitan dalam menginisiasi Livin’ Pasar untuk mempercepat digitalisasi transaksi di Pasaraya MMTC, Deli Serdang pada Senin (16/10) kemarin. Kegiatan ini juga dihadiri dan disaksikan oleh perwakilan Direksi PT Deli Metropolitan, Direktur Kepatuhan & SDM Agus Dwi Handaya, bersama dengan Regional CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto.

“Implementasi program ini diharapkan mampu memperluas akseptasi pembayaran digital salah satunya lewat penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) Livin’ Merchant untuk pedagang. Sehingga memberikan dampak positif berupa peningkatan kegiatan transaksi non tunai ke depan, termasuk mendorong pelaku UMKM agar naik kelas” ujar Lourentius Aris Budiyanto di Pasaraya MMTC pada Senin, (16/10) di Medan.

Lanjutnya, Bank Mandiri menawarkan solusi perbankan yang handal bagi seluruh ekosistem pasar yang terintegrasi mulai dari supplier, distributor, logistik, penjual hingga pembeli. Tak hanya itu, bank berlogo pita emas ini juga mengadakan program bonus ultra voucher untuk pengguna baru Super App Livin’ by Mandiri.

Selain itu, para pedagang yang aktif bertransaksi jual beli menggunakan Livin’ Merchant dapat mengikuti program racing point pedagang. Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi pedagang untuk mendapatkan sepeda motor dan logam mulia di akhir periode pada 31 Desember 2023. Promo ini diharapkan turut mendorong minat transaksi masyarakat menggunakan channel pembayaran QR di Super App Livin’ by Mandiri.

“Kami berharap dengan adanya digitalisasi pasar ini, transaksi non tunai dapat meningkat sehingga dapat secara langsung mempermudah kebutuhan pembayaran masyarakat dan tentunya turut mendorong tingkat inklusi keuangan di Indonesia,” tuturnya.

Lourentius Aris Budiyanto berharap dengan adanya Livin’ Pasar, Bank Mandiri dapat ikut memperluas penggunaan QRIS sebagai salah satu sarana pembayaran non tunai yang dapat diandalkan masyarakat.

“Dengan adanya program Livin’ Pasar, kami berharap dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat, dan menjadikan Bank Mandiri sebagai Urban Lokomotif untuk kemajuan Indonesia,” paparnya. (rel)

Ingin Ganjar Pranowo Jadi Presiden RI 2024-2029, Ini Harapan Warga Desa di Langkat

Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam relawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumut saat menyalurkan bantuan material pembangunan Masjid Nurul Iman di Dusun IV, Desa Serapo ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumut, Senin (16/10).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Warga Dusun IV, Desa Serapo ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) menginginkan Ganjar Pranowo terpilih menjadi Presiden RI di Pilpres 2024. Mereka juga menyampaikan harapannya ke Ganjar.

Hal itu diungkapkan Sunaryo, perwakilan warga Desa Serapo ABC usai menerima bantuan bahan material pembangunan Masjid Nurul Iman dari sukarelawan Ganjar Pranowo yang berjejaring dalam Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar .

“Kami warga Dusun IV Desa Serapo ABC mengharapkan kepada Pak Ganjar selaku Calon Presiden, semoga Bapak Ganjar memenangkan Pilpres 2024 ini,” ujar Sunaryo, Senin (16/10).

Sunaryo mengharapkan pembangunan infrastruktur dan perekonomian, khususnya di Kabupaten Langkat bisa meningkat jika Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI 2024-2029.

Harapannya itu tak lepas dari kegiatan Tuan Guru Sahabat Ganjar dalam membantu pembangunan Masjid Nurul Iman.

Dia menyebutkan, para pendukung Ganjar Pranowo itu menjadi sukarelawan pertama dan satu-satunya yang turun langsung menemui warga setempat untuk memberikan bantuan.

Menurut Sunaryo, kegiatan Tuan Guru Sahabat Ganjar telah mencerminkan dan mewakili visi misi dari Ganjar Pranowo dalam menyejahterakan serta memakmurkan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

“Kami mohonkan kepada Bapak Ganjar untuk dusun-dusun terpencil semoga diperhatikan. Karena dusun kami ini, baik jalannya (infrastruktur) masih tertinggal dari desa-desa lain,” kata Sunaryo.

Sunaryo juga menyampaikan harapannya kepada Ganjar Pranowo melalui sukarelawan Tuan Guru Sahabat Ganjar perihal pembangunan di desa tersebut.

Dia dan warga lain pun sepakat mendukung penuh Ganjar Pranowo agar dapat memenangkan kontestasi politik 2024 mendatang.

“Kami ada jalan sekitar 2 kilometer belum terjamah pengaspalan. Itu yang kami harapkan dan kami ceritakan kepada relawan Tuan Guru Sahabat Ganjar sampai ke Pak Ganjar apabila Pak Ganjar nanti menang jadi Presiden atau pemimpin Indonesia ini,” ungkap Sunaryo.

Lebih lanjut Ronal Efendi Hasibuan sebagai Koordinator Daerah (Korda) Tuan Guru Sahabat Ganjar Kabupaten Langkat mengapresiasi dukungan dari warga Desa Serapo ABC.

Dia dan pihaknya akan memperjuangkan aspirasi warga yang ditampung untuk bersama-sama diwujudkan saat Ganjar Pranowo terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029.

“Masyarakat sini bersedia dan sepakat untuk mendukung Bapak Ganjar Pranowo sebagai Presiden, kami sangat mengapresiasi itu semua,” ujar Ronal. (rel/tri)

KPK Bakal Validasi Cek Rp2 Triliun, Ditemukan saat Penggeledahan Rumah Dinas SYL

DIPERIKSA: Syahrul Yasin Limpo (SYL) meninggalkan gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (5/10). Rencananya, SYL diperiksa KPK sebagai saksi hari ini. SALMAN TOYIBI/JAWA POS.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – KPK membenarkan soal temuan cek senilai Rp2 triliun saat penggeledahan di rumah dinas mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Lembaga antirasuah bakal menelusuri cek itu. Sumber internal keluarga SYL klaim, cek tersebut diberikan oleh orang setengah waras.

Kabag Pemberitaan Ali Fikri membenarkan soal temuan itu. Saat penggeledahan oleh tim penyidik pada Kamis (28/9) lalu. Cek tersebut berasal dari bank BCA dan tertulis atas nama Abdul Karim Daeng Tompo tertanggal 27 Agustus 2018. “Memang benar ada barang bukti terkait cek yang dimaksud,” ucap Ali, kemarin.

Namun, pihaknya akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke berbagai pihak. Baik kepada saksi, tersangka maupun pihak-pihak terkait lainnya. KPK bakal melakukan vadilitas cek yang dimaksud. “Termasuk apakah ada kaitan langsung dengan pokok perkara yang sedang KPK selesaikan ini,” katanya.

Dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementan sendiri, KPK sudah menetapkan tiga orang tersangka. Yakni Kasdi Subagyono (KS), Muhammad Hatta (MH), dan SYL. Ketiganya dijerat dengan pasal pemerasan dan gratifikasi. Khusus SYL ditambah dengan pencucian uang. KPK dalam kontruksi perkarannya, kasus yang ditangani ini terkait uang korupsi di Kementan periode 2020-2023.

Sementara informasi yang dihimpun Jawa Pos dari internal keluarga SYL, menyebut, cek tersebut tidak terkait jabatan SYL. Baik sebagai penjabat negara atau penyelenggara negara. “Pak SYL pernah menceritakan bahwa cek tersebut riberikan oleh orang setengah waras,” ucap sumber yang enggan ditulis nama terangnya.

Tak hanya itu, saat menerima cek tersebut, SYL hany tertawa dan yidak pernah menganggap serius. Karena cek tersebut memang tidak bisa dicairkan. Daeng Tompo dikenal sebagai penjual barang antik.

Pihak keluarga siap memberikan klarifikasi terkait dengan cek bernilai triliunan itu. Khususnya kepada KPK yang ingin mengetahui muasal cek yang kata keluarga tidak bisa dicairkan itu.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menyampaikan, dirinya sudah mendengar keterangan yang disampaikan oleh KPK kepada publik. Termasuk soal dugaan aliran dana dalam kasus korupsi di Kementan ke Partai Nasdem. Namun, dia memastikan hal itu tidak serta merta menjadi landasan untuk membubarkan partai tersebut. “Saya katakan hampir tidak mungkin Nasdem dibubarkan,” ujarnya.

Mahfud mengungkapkan, proses dan prosedur hukum pasti berjalan. Berdasar proses hukum tersebut, dia menyatakan bahwa Partai Nasdem tetap ikut pemilu tahun depan sampai pesta demokrasi itu selesai. “Karena seumpama pun betul dana (korupsi di Kementan) itu mengalir ke parpol, itu harus dibuktikan oleh peradilan pidana dulu pada kasus yang sekarang berlangsung,” terang mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Jika dalam kasus yang menyeret SYL, sambung Mahfud, memang disebut ada aliran dana ke Partai Nasdem, peradilan tindak pidana korporasi bisa dilakukan. “Peradilan tersendiri sesudah yang Syahrul Yasin Limpo dan kawan-kawannya yang tiga orang itu selesai,” bebernya. Apabila tindak pidana korporasi itu terbukti, prose berikutnya bisa berjalan di MK untuk kemungkinan pembubaran Partai Nasdem. Karena itu, dia menyebut hampir tidak mungkin Partai Nasdem dibubarkan.

Sementara itu, penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Kali ini giliran Direktur Pelayanan Pelaporan dan Pengaduan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Tomi Murtomo.

Tomi memenuhi panggilan soal kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK dalam penanganan kasus korupsi di Kementerian Pertanian pada 2021 era eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Direktur Reserse Kriminan Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak membenarkan Tomi Murtomo memenuhi panggilan penyidik. Tomi, kata dia, sudah berada di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. “Sudah hadir,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak, kemarin (16/10/).

Kedatangan Tomi Murtomo sendiri tak diketahui oleh awak media. Namun, Ade Safri mengatakan bahwa penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebelumnya telah mengagendakan pemeriksaan kepada Tomi Murtomo sekira pukul 10.00 WIB.

Diketahui, ini merupakan pemanggilan kedua penyidik kepada Tomi Murtomo. Dimana pada pemanggilan sebelumnya Tomi mangkir, sehingga penyidik kembali menjadwalkan pemanggilan pada Senin (16/10) kemarin. “Kami sudah lakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan pekan lalu, tapi tidak hadir. Dan hari ini (kemarin, red) kita jadwalkan kembali untuk pemeriksaan,” ujarnya.

Ade Safri menyebut, saksi Tomi Murtomo telah selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB. Tomi sendiri mendatangi Mapolda Metro Jaya menggunakan kendaraan roda empat bernopol B 1373 SQR. Saat ditanya terkait perihal pemeriksaan dan jumlah pertanyaan, Ade enggan menjawab. Ade menyuruh awak media untuk menanyakan hal tersebut ke penyidik. “Sudah selesai. Mulai jam 10.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB, baru turun lift. (Pemeriksaan perihal apa ? ) Tanya penyidiknya aja,” kata Ade. (elo/syn/ygi/jpg)