30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1139

Jaga Kebersihan Lingkungan, Warga Medan Johor Minta Bak Sampah 3 Warna ke Pemko Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, M. Afri Rizki Lubis SM M.IP mengajak warga Kecamatan Medan Johor untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. Ajakan ini disampaikan Rizki Lubis saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan No 6 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Eka Sama Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Senin (11/9/23) sore.

Pantauan Sumut Pos, kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, perwakilan Kecamatan Medan Johor, Kelurahan Gedung Johor, dan sejumlah aparatur pemerintahan lainnya serta ratusan warga.

Pada kesempatan itu, Rizki Lubis juga meminta agar warga jangan langsung menyalahkan Pemerintah Kota Medan bila masalah sampah masih jadi persoalan, tetapi warga juga harus introspeksi diri apakah sudah turut menjaga kebersihan atau tidak.

“Intinya mari kita bersama-sama dengan Pemko Medan menjaga kebersihan lingkungan kita masing-masing,” tandasnya.

Masih dalam kesempatan itu, Seklur Gedung Johor yang turut hadir juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Diakuinya saat ini, masih ada warga yang buang sampah sembarangan di kelurahan tersebut.

“Tapi besok paginya sampah tersebut sudah langsung diangkat petugas kebersihan kelurahan,” terangnya.

Sementara dalam paparannya, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Simon mengatakan Perda Pengelolaan Persampahan dibuat untuk mengatasi persoalan sampah. Karenanya warga dilarang buang sampah sembarangan, bahkan di perda diatur sanksi hukum bagi pihak yang didapati buang sampah sembarangan.

Namun begitu, lanjut Simon, sejak penanganan sampah dialihkan ke kecamatan dan kelurahan, aparatur pemerintahan wilayah terus bergiat membersihkan lingkungannya masing-masing.

“Sejak penanganan sampah dialihkan, pihak kecamatan dan kelurahan giat membersihkan lingkungannya. Bahkan di Kecamatan Petisah, aparatnya mengangkut sampah pada malam hari. Jadi mari warga kita dukung aparat pemerintah kita dalam menjaga kebersihan lingkungan kita,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Vinta warga Jalan Eka Sama Lingkungan 6 mengeluhkan aroma busuk parit di lingkungannya yang sangat mengganggu. Selain itu dia meminta agar disediakan tempat sampah 3 warna di lingkungan tersebut.

Warga lainnya juga mendukung pengadaan tempat sampah di lingkungan tersebut.

“Sebenarnya bukan masalah tidak peduli kebersihan, hanya kami tidak punya tempat untuk membuang sampah,” ucapnya.

Menjawab hal ini, Seklur Gedung Johor memastikan akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatasi masalah aroma busuk dari parit.

Sedangkan untuk pengadaan tempat sampah 3 warna akan diajukan ke kelurahan untuk diteruskan ke kecamatan agar bisa segera dianggarkan pengadaannya.

“Ini permintaan yang bagus dan kita berharap di setiap lingkungan ada tempat sampah 3 warna ini. Semoga ini sudah bisa direalisasikan tahun depan, karena anggaran kelurahan untuk tahun ini sudah ada posnya masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Simon mengatakan untuk bak sampah masih didistribusikan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Karena itu, untuk permintaan tempat sampah dari wilayah harus ada pengajuan langsung dari kecamatan dan kelurahan,” pungkasnya. (map)

Sosialisasi Perda Kota Medan No 6 Tahun 2014, Afri Rizki Lubis Ajak Jaga Kebersihan Lingkungan

SOSIALISASI: Rizki Lubis saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan No 6 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Eka Sama Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Senin (11/9/2023) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan, M. Afri Rizki Lubis SM M.IP mengajak warga Kecamatan Medan Johor untuk menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.

Ajakan ini disampaikan Rizki Lubis saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan No 6 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Eka Sama Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Senin (11/9/2023) sore.

Pantauan Sumut Pos, kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, perwakilan Kecamatan Medan Johor, Kelurahan Gedung Johor, dan sejumlah aparatur pemerintahan lainnya serta ratusan warga.

Pada kesempatan itu, Rizki Lubis juga meminta agar warga jangan langsung menyalahkan Pemerintah Kota Medan bila masalah sampah masih jadi persoalan, tetapi warga juga harus introspeksi diri apakah sudah turut menjaga kebersihan atau tidak. “Intinya mari kita bersama-sama dengan Pemko Medan menjaga kebersihan lingkungan kita masing-masing,” pungkasnya.

Masih dalam kesempatan itu, Seklur Gedung Johor yang turut hadir juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Diakuinya saat ini, masih ada warga yang buang sampah sembarangan di kelurahan tersebut.”Tapi besok paginya sampah tersebut sudah langsung diangkat petugas kebersihan kelurahan,” terangnya.

Sementara dalam paparannya, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Simon mengatakan Perda Pengelolaan Persampahan dibuat untuk mengatasi persoalan sampah. Karenanya warga dilarang buang sampah sembarangan, bahkan di perda diatur sanksi hukum bagi pihak yang didapati buang sampah sembarangan.

Namun begitu, lanjut Simon, sejak penanganan sampah dialihkan ke kecamatan dan kelurahan, aparatur pemerintahan wilayah terus bergiat membersihkan lingkungannya masing-masing.

“Sejak penanganan sampah dialihkan, pihak kecamatan dan kelurahan giat membersihkan lingkungannya. Bahkan di Kecamatan Petisah, aparatnya mengangkut sampah pada malam hari. Jadi mari warga kita dukung aparat pemerintah kita dalam menjaga kebersihan lingkungan kita,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Vinta warga Jalan Eka Sama Lingkungan 6 mengeluhkan aroma busuk parit di lingkungannya yang sangat mengganggu. Selain itu dia meminta agar disediakan tempat sampah 3 warna di lingkungan tersebut.

Warga lainnya juga mendukung pengadaan tempat sampah di lingkungan tersebut. “Sebenarnya bukan masalah tidak peduli kebersihan, hanya kami tidak punya tempat untuk membuang sampah,” ucapnya.

Menjawab hal ini, Seklur Gedung Johor memastikan akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatasi masalah aroma busuk dari parit.

Sedangkan untuk pengadaan tempat sampah 3 warna akan diajukan ke kelurahan untuk diteruskan ke kecamatan agar bisa segera dianggarkan pengadaannya.

“Ini permintaan yang bagus dan kita berharap di setiap lingkungan ada tempat sampah 3 warna ini. Semoga ini sudah bisa direalisasikan tahun depan, karena anggaran kelurahan untuk tahun ini sudah ada posnya masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Simon mengatakan untuk bak sampah masih didistribusikan oleh Dinas Lingkungan Hidup. “Karena itu, untuk permintaan tempat sampah dari wilayah harus ada pengajuan langsung dari kecamatan dan kelurahan,” pungkasnya. (map/ila)

Ida Dayak Sambangi Kota Medan, Buka Praktik Pengobatan Hingga Oktober

OBATI: Ida Dayak saat mengobati seorang anak di Plaza Millenium Jalan Amal Luhur Medan, Jumat (8/9). Ida Dayak berada di Kota Medan rencananya hingga Oktober ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengobatan yang dilakukan oleh Ida Dayak, wanita asal Kalimantan ini banyak mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Dengan kemampuannya menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita, membuat Ida Dayak banyak mendapatkan komentar positif.

Sejak beberapa hari, Ida Dayak hadir di Kota Medan untuk memberikan pengobatan. Ida Dayak membuka praktik di di Plaza Millenium Medan, tepatnya di lantai 6. Kehadiran Ida Dayak di lokasi itu disambut antusias pengunjung yang membeludak. Tak hanya warga Kota Medan, melainkan dari berbagai daerah yang ada di Sumatera Utara datang ke lokasi itu, dengan harapan mendapat kesembuhan dari tangan Ida Dayak.

Menurut Admin Ida Dayak bernama Putra, mereka cukup kewalahan menghadapi pasien yang mendaftar karena banyak whatapp yang belum mendapatkan respon balik dari admin. “Saya memohon maaf kalau belum bisa melayani satu per satu pesan WA yang masuk karena ribuan pesan yang masukn

Untuk itu, saya akan membuka pendaftaran secara offline bagi yang sudah mendaftar namun tidak mendapatkan respon 3×24 jam, itupun saya hanya bisa melayani 6 pasien setiap harinya mulai pukul 16.00 wib hingga 17.30 WIB,” jelas Putra sembari mengatakan kalau jadwal Ida Dayak berada di Kota Medan hingga Oktober 2023 mendatang.

Ida Dayak memang sangat fenomenal. Caranya yang unik dalam melakukan penyembuhan juga menjadi daya darik tersendiri di tengah masyarakat. Bukan dokter bukan juga memiliki ilmu akademis di bidang kesehatan, pengobatan yang dilakukannya adalah pengobatan secara tradisional dengan mengandalkan minyak alami khas dari Kalimantan.

Fenomenanya dalam pengobatan yang hanya terlihat melalui media social yang tersebar saat Ida melakukan praktik pengobatan dan terlihat seluruh pasien yang ditanganinya langsung mendapatkan reaksi kesembuhan yang positif.

Hal ini membuat banyak masyarakat Indonesia yang berada di Luar Kalimantan menginginkan kehadiran Ida Dayak di kotanya masing-masing untuk mendapatkan pengobatan yang dilakukan Ida Dayak. (ika/ila)

Bank Muamalat Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Properti dengan Program KPR Hijrah Baitullah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk fokus menggarap target market di segmen pembiayaan konsumer dengan merilis program KPR Hijrah Baitullah. Program ini menawarkan pembiayaan kepemilikan rumah sekaligus memperoleh kesempatan berangkat untuk beribadah haji atau umrah sekeluarga.

SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, KPR Hijrah Baitullah diluncurkan seiring dengan strategi bisnis bank pertama murni syariah ini yang ingin fokus pada segmen ritel konsumer dimana KPR akan menjadi kontributor terbesar. Nantinya, porsi pembiayaan ritel konsumer akan menjadi 60% dan segmen enterprise menjadi 40%.

“Kami ingin mengoptimalkan potensi pasar sektor properti yang masih cukup prospektif sesuai dengan fokus perusahaan di segmen ritel. Selain itu, program ini juga memberikan benefit lebih karena turut mengajak nasabah untuk berhaji sedini mungkin yang mana sejalan dengan program Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Muamalat,” ujarnya.

Pada program ini nasabah akan mendapatkan manfaat lebih yaitu pembiayaan rumah (KPR) sekaligus mendapatkan tabungan iB Hijrah Haji/Umrah sebesar Rp25 juta yang dapat dimanfaatkan untuk pendaftaran porsi haji atau biaya umrah bagi yang sudah berhaji. Tabungan ini berlaku kelipatan per Rp1 miliar pembiayaan rumah (KPR) dan maksimal untuk 4 porsi atau setara dengan pembiayaan rumah Rp4 miliar. Persyaratannya mudah yaitu dengan angsuran lancar selama 6 bulan berturut-turut. Lebih istimewa lagi dengan minimal pembiayaan Rp1 miliar sampai dengan Rp5 miliar serta uang muka ringan hingga 0%.

Program KPR Hijrah Baitullah dapat digunakan untuk pembelian rumah baru, pengalihan pembiayaan (take over atau take over plus top up) dan pembiayaan konsumsi beragun properti atau refinancing. Program ini berlaku sejak 1 September hingga 31 Desember 2023 di seluruh kantor cabang Bank Muamalat.

Sebagai informasi, untuk memaksimalkan proses pembiayaan konsumer, Bank Muamalat telah membangun Consumer Processing Center (CPC) di enam kota yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. Adanya CPC ini diharapkan dapat meningkatkan pemenuhan service level agreement (SLA) yang pada akhirnya akan mempercepat proses pengajuan pembiayaan dengan tetap memastikan kualitas yang baik. (rel/ram)

Komisi III Minta PLN Bayar PPJ

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, Benny Sinomba Siregar mangaku terus berinovasi guna mencapai perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,064 Triliun di Tahun 2023 dari 9 sektor pajak agar dapat maksimal. Salah satunya, dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang dinilai berpotensi besar untuk menyumbangkan PAD.

Hal itu disampaikan Kepala Bapenda Kota Medan, Benny Sinomba Siregar saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi III DPRD Medan, Senin (12/9/2023).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Medan Afif Abdillah didampingi sekretaris Hendri Duin Sembiring dan anggota Mulia Syahputra Nasution tersebut, turut hadir pihak PLN UP3 Medan Utara.

Dihadapan peserta rapat, Benny Sinomba mengatakan, pihaknya berharap agar perolehan objek PPJ bisa segera terealisasi. Mengingat, percepatan capaian perolehan PAD sangat dibutuhkan untuk biaya pembangunan Kota Medan yang gencar terlaksana saat ini.

“Kami mengharapkan dukungan semua pihak agar target PAD terealisasi sesuai harapan sehingga pembangunan berjalan baik demi kepentingan semua pihak,” ucap Benny.

Menyikapi paparan tersebut, Afif Abdillah menyarankan agar pihak PLN segera merealisasikan PPJ ke Pemko Medan. Sebab, pajak tersebut bersumber dari warga Medan selaku pelanggan PLN yang dikutip bersamaan dengan tagihan rekening listrik.

“Tidak ada alasan untuk memperlambat, apalagi untuk tidak bayar, peruntukannya seperti kita ketahui, yaitu pembangunan Kota Medan,” papar Afif.

Pihak PT PLN Medan pun mengatakan akan segera berkoordinasi dengan PLN Pusat guna keakuratan data dan teknisnya.

Usai pertemuan, Ketua Komisi III Afif Abdillah juga meminta agar pihak PLN dapat transparan soal data pelanggan PLN di Medan. Sebab bberdasarkan data itu, dapat diketahui berapa sebenarnya jumlah besaran yang dikutip setiap pelanggan dan jumlah pelanggan keseluruhan.

“Kalau tidak salah ada sekitar Rp630 Miliar dari 772.000 pelanggan. Kita harapkan data itu harus transparan dan pembayaran tepat waktu sehingga tidak menjadi tunggakan,” pungkasnya.
(map/ram)

Hanyut dari Tepian Sungai Padang, Mayat Bocah Ditemukan Mengambang

EVAKUASI: Warga bersama jajaran Polsek Bandar Khalifah melakukan evakuasi terhadap penemuan mayat bocah yang mengambang di Sungai Padang.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Mayat bocah berjenis kelamin laki-laki, JAH (8), warga Desa Gelam Sei Sarimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, berhasil ditemukan seorang pencari cacing, dengan kondisi mengambang di aliran Sungai Padang, tepatnya di Dusun Pardomuan Nauli, Desa Gelam, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, Senin (11/9).

Polres Tebingtinggi melalui Polsek Bandar Khalifah, bersama warga sekitar, melakukan evakuasi atas penemuan mayat laki-laki tersebut, dan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemakaman.

Warga yang menemukan, Pitua Simanjuntak (37), warga Dusun Pardomuan Nauli, Desa Gelam, mengaku, ketika mencari cacing di pinggir aliran Sungai Padang, melihat sesosok mayat laki-laki dengan kondisi mengambang. Mengetahui ada warga terseret arus Sungai Padang, penemuan tersebut langsung dikabarkan kepada pihak kepala dusun setempat.

“Melihat sesosok mayat mengambang, langsung saya bersama Harisa Purnomo, menggunakan sampan memberhentikan mayat. Dan kemudian memberikan informasi kepada kepala dusun. Kemudian meneruskan kepada pihak kepolisian,” ungkap Pitua.

Kapolsek Bandar Khalifah, Kompol Ahmad Yani menuturkan, kerja sama yang dilakukan oleh masyarakat berhasil.

“Terima kasih atas kerja sama yang baik dari masyarakat. Korban berhasil dievakuasi, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga korban,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Polres Tebingtinggi melalui Polsek Bandar Khalifah, dan masyarakat sekiatr, melakukan pencarian bocah 8 tahun yang terseret aliran Sungai Padang. Pencarian terhadap korban, pada Minggu (10/9) petang itu, menggunakan perahu karet dan perahu nelayan. Upaya pencarian yang dilakukan petugas belum membuahkan hasil.

Kapolsek Bandar Khalifah, Kompol Ahmad Yani Siregar, membenarkan adanya laporan warga yang terseret arus Sungai Padang, ketika berenang bersama abang dan adiknya.

“Personel Polsek Bandar Khalifah dibantu masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai, akan melanjutkan pencarian korban yang terseret arus Sungai Padang hingga berhasil ditemukan,” pungkasnya. (ian/saz)

Jembatan Sungai Aek Sibuluan, Dikhawatirkan Terputus Akibat Longsor

DIKHAWATIRKAN: Jembatan dan ruas jalan di Desa Parbotihan, Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbahas, mengalami kerusakan akibat longsor, yang belum lama ini terjadi.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Jembatan di ruas jalan lintas Pakkat, Humbanghasundutan (Humbahas) menuju Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng), tepatnya di Desa Parbotihan, Kecamatan Onanganjang, Kabupaten Humbahas, mengalami Longsor. Ruas jalan tersebut tergerus air yang datang saat hujan deras.

Jembatan tersebut kini pun terancam putus, dan bila tidak segera diperbaiki, transportasi angkutan darat dari dan menuju kawasan tersebut, akan terhenti. Padahal ruas jalan tersebut, sangat fital bagi kebutuhan masyarakat setempat, maupun pengguna lain, seperti perusahaan-perusahaan yang ada di daerah tersebut, termasuk para pedagang, yang merupakan penopang roda perekonomian.

Dari amatan wartawan, jembatan dan ruas jalan telah rusak. Warga sekitar yang berada di lokasi, Tota Hutauruk dan Kariono Sibagariang, mengaku, sangat prihatin melihat kondisi jalan dan jembatan di sekitar Sungai Aek Sibuluan dan Kecamatan Onanganjang pada umumnya.

“Sudah lama tidak ada penanganan dari pihak Dinas PUPR. Sementara jalan ini berstatus jalan nasional. Untuk itu, kami sebagai perwakilan masyarakat, meminta kepada pemerintah, agar sesegera mungkin dapat menangani jalan dan jembatan yang rusak ini. Untuk menghindari terputusnya jalan lintas ini,” harap Tota Hutauruk dan Kariono Subagariang. (*/mag-10/saz)

Dandim 0205/Tanahkaro Pisah Sambut

DANDIM: Letkol Inf Ahmad Afriyan Rangkuti menjabat Dandim 0205/TK.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang bersama Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting dan Forkopimda Kabupaten Karo menghadiri pisah sambut Dandim 0205/TK dari pejabat lama Letkol Inf Benny Angga Ambar Suoro kepada pejabat baru Letkol Inf Ahmad Afriyan Rangkuti di Gedung Olahraga (GOR) Patriot Kodim Tanah Karo, Kamis (7/8).

Pada kesempatan ini Bupati menyampaikan apresiasi kepada Letkol Inf Benny Angga Ambar Suoro atas dedikasinya selama menjabat sebagai Dandim 0205/Tanah Karo (TK). “Kami segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Karo sangat bangga dan mengapresiasi atas terjalinnya sinergitas dan kerja sama yang baik selama ini,” katanya.

“Di manapun Pak Benny bertugas, kami berharap Bapak selalu mengingat kami yang ada di Tanah Karo,” harap Bupati Karo.

Senada dengan bupati, Wakil Bupati Theopilus Ginting juga menyampaikan kesan yang baik kepada Letkol Inf Benny Angga Ambar Suoro dimana selama menjabat di Tanah Karo sebagai Dandim 0205/TK, dirinya senantiasa aktif dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo. (deo/azw)

Pemkab Dairi Manfaatkan Wisata Even Jetski Internasional

SAMBUTAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (tengah) didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Rahmat Syah Munthe sampaikan sambutan saat membuka pelatihan dasar bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Aula Hotel Beristera, Sitinjo, Senin (11/9).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menggelar pelatihan dasar terhadap para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di kawasan Danau Toba. Pelatiha dibuka Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu di Aula Hotel Beristera, Sitinjo, Senin (11/9).

Keterangan disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat. Dalam kesempatan itu katanya, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu memotivasi untuk menambah pendapatan penting, namun lebih penting motivasi pengembangan diri untuk lebih banyak berkreativitas.

Hal itu ditegaskan, Eddy KA Berutu, saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif tingkat dasar bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dikatakanya, usia muda butuh sumber daya untuk berkembang. Jika hanya menanti saja, maka setiap perkembangan itu akan terlewatkan.

“Anda harus semangat, proaktif dan agresif, katanya lagi. Pengetahuan adalah hal yang utama untuk mengembangkan diri. Kalau bisa menghasilkan uang sendiri untuk diri sendiri, itu akan jauh lebih baik. Anda semua adalah harapan kita untuk kemajuan Dairi,” kata Eddy.

Lebihlanjut kata bupati, berbicara mengenai pariwisata, Sumatera Utara memiliki magnet yang sangat kuat yaitu Danau Toba.

Untuk Dairi, sebut Eddy, ada Pantai Silalahi. Dan di sana, akan aga gelaran even Jetski internasional. Rencananya, even dimaksud digelar bulan November 2023 mendatang.

Tentu, even itu akan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke kawasan wisata pantai Silalahi.

Harapan kita, wisatawan mancanegara dan para pembalap dari berbagai negara akan menghabiskan banyak waktu mereka di Silalahi.

“Ini peluang bagi kita, untuk memperkenalkan pariwisata serta budaya kita. Hadirnya wisatawan juga akan memberi dampak pada ekonomi masyarakat di Silahisabungan,” ujar Eddy.

Ditambahkan Eddy, peningkatan kapasitas SDM terhadap pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif meliputi beberapa hal yang perlu kita tingkatkan yakni harus punya kemampuan atau keahlian.

“Selanjutnya, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris. Selain itu, pemahaman tentang produk yang dipasarkan. Kemampuan menyelesaikan masalah serta berpikir kritis,” ungkap Eddy KA Berutu.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Rahmat Syah Munthe didampingi Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif, Roy Sitohang melaporkan, pelatihan berlangsung 3 hari mulai, 11-13 September 2023 diikuti para pelaku usaha, pemandu wisata serta kelompok sanggar seni dan tari.(rud/azw)

Honor Segera Naik, Kepling di Kota Medan Diminta Tingkatkan Kinerja

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus, mengingatkan setiap Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan agar dapat meningkatkan kinerjanya dengan melayani masyarakat secara maksimal. Mengingat pada tahun 2024 mendatang, honorer Kepling di Kota Medan akan segera naik.

“Alhamudillah, honor seluruh kepling di Kota Medan akan naik mulai tahun depan. Kita minta, peningkatan honor ini dibarengi dengan peningkatan kinerja. Layani maayarakat secara maksimal,” ucap Robi Barus
saat penyelenggaraan Sosialisasi Produk Hukum Daerah, Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017, tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan di Jalan Adil, Medan Barat, Senin (11/9) sore.

Dikatakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu, kenaikan honor kepling tersebut merupakan usulan Fraksi PDIP DPRD Medan. Ia pun bersyukur, usulan tersebut bisa terealisasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Sekali lagi, dengan kenaikan honor ini kita harapkan para kepling nantinya benar-benar meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Sebab, Kepling merupakan perangkat pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jangan malas-malasan untuk bekerja,” ujarnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut, Robi mengingatkan warga agar bijak dan teliti untuk memberikan dukungan kepada Kepling.

“Tak lama lagi tahun 2024, sebagian jabatan Kepling di Kecamatan Medan Barat ini akan habis. Saya mengingatkan bapak dan ibu semuanya agar benar-benar bijak untuk memilih, jangan terlalu gampang memberikan Kartu Keluarga atau KTP bila ada yang meminta. Harap teliti dan tanyakan untuk apa, jangan mau dijanji-janjikan,” katanya.

Disebutkan Robi, Perda Kepling tersebut merupakan usulan dari pihaknya, terutama dirinya yang tidak terlepas dari latar belakang dirinya sebagai kepling yang menjabat selama 20 tahun sebelum menjadi Anggota DPRD Medan.

“Inga, pada Bab VII Pasal 15 ayat 1 disebutkan bahwa calon Kepling diusulkan Lurah Kepada Camat dengan saran dari masyarakat. Pada ayat 2 disebutkan, pengusulan calon Kepling paling banyak 3 orang,” sebutnya.

Selanjutnya, sambung Robi, pada ayat 3 ditegaskan bahwa setelah menerima usulan Kepling, camat wajib melakukan penelitian dan verifikasi usulan calon kepling tersebut. Setelah itu, barulah camat menerbitkan SK Kepling dengan tembusan kepada wali kota.

“Artinya, lurah harus mempertimbangkan usulan dari masyarakat, karena warga lah paling tahu siapa yang pantas menjadi Kepling mereka,” tegas Robi.

Selain itu, persyaratan tempat tinggal kepling juga harus menjadi perhatian lurah dan camat dalam menetapkan Kepling. Sebagaimana pada BAB VI tentang persyaratan calon Kepling di ayat 2 butir e disebutkan, calon Kepling harus penduduk setempat yang terdaftar paling kurang 2 tahun terakhir, terhitung sebelum diterimanya berkas pencalonan Kepling oleh lurah yang dibuktikan dengan KK dan KTP.

“Dan wajib mendapat dukungan 30 persen warga, jika tidak ini bisa dilakukan evaluasi. Jadi seluruh dukungan itu harus di cek oleh Lurah dan Camat, benar tidak didukung warga,” tuturnya.

Sebelumnya pada kesempatan itu, warga mengeluhkan persoalan dukungan kepada Kepling.

“Saya ingin mengadu kepada bapak soal Kepling. Dimana waktu ada pemilihan Kepling, kami diminta KK dan dijanjikan akan mendapatkan bantuan. Tapi setelah terpilih jadi Kepling di Lingkungan 19, bantuan apa pun tidak dapat,” keluh warga, Erikson Harahap.

Hal yang sama juga disampaikan, Marta yang juga mengeluhkan persoalan drainase.

“Sama pak, di lingkungan kami pas pemilihan Kepling semuanya diminta, tapi ketika terpilih tak peduli kepada warga. Persoalan drainase di Jalan Karya Gg Ayam tidak dipedulikan, kalau hujan banjirlah lingkungan kami,” keluh warga

Sejumlah keluhan juga disampaikan warga pada kesempatan itu. Atas sejumlah keluhan yang diterima, Robi Barus mengaku akan menindaklanjutinya.(map)