31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 1198

Putusan Kasus Satwa Dilindungi, Terbit Rencana PA hanya Dihukum 2 Bulan, JPU Bilang Pikir-pikir

SIDANG: Terdakwa kepemilikan satwa dilindungi, Terbit Rencana PA alias Cana (kanan) saat mengikuti jalannya sidang secara daring.Istimewa/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum, Jimmy Carter tidak langsung menyatakan banding atas putusan terdakwa Terbit Rencana Perangin-angin dalam kasus kepemilikan satwa yang dilindungi, usai majelis hakim membacakan putusan atau vonis di Pengadilan Negeri Stabat, Senin (28/8/2023). Pasalnya, hukuman yang dijatuhi majelis hakim PN Stabat jauh di bawah 2/3 dari tuntutan jaksa selama 10 bulan.

Saat dipersilahkan majelis hakim menanggapi putusan,JPU dari Kejaksaan Negeri Langkat ini menjawab pikir-pikir. “Pikir-pikir majelis,” kata Jimmy, Senin (28/8/2023).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Langkat, Sabri Marbun tampak di PN Stabat. Ketika dikonfirmasi soal jawaban JPU, dia menilai, sah-sah saja jawabannya pikir-pikir.

“Kan boleh saja jawab pikir-pikir, diberikan waktu seminggu itu. Nanti JPU yang menangani kasus ini akan menganalisa dari putusan hakim,” kata Sabri.

Sidang digelar secara daring dipimpin Hakim Ketua, Ledis Meriana Bakara. Terdakwa Terbit Rencana PA alias Cana mengikuti sidang dari Lapas Cipinang.

Sang istri, Tiorita br Surbakti tampak hadir di dalam ruang sidang mengikuti jalannya persidangan. Dalam amar putusannya, Cana selaku Bupati Langkat nonaktif dihukum 2 bulan kurungan penjara dengan denda Rp50 juta.

Apabila tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan penjara selama 1 bulan. “Menyatakan terdakwa Terbit Rencana Perangin-Angin terbukti bersalah, melakukan kelalaian memiliki hewan dilindungi dalam keadaan hidup, sebagai mana dakwaan alternatif kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa kepada Terbit Rencana Perangin-Angin, oleh karena itu dengan pidana kurungan penjara dua bulan, denda Rp50 juta,” ujar Hakim Ketua dalam sidang.

Ledis menambahkan, pidana terhadap terdakwa Terbit, tidak perlu dijalankan oleh terdakwa. Kecuali kemudian hari ada perintah lain dan putusan hakim karena terdakwa melakukan kejahatan sebelum masa percobaan berakhir selama empat bulan.

“Menetapkan barang bukti berupa Orangutan Sumatera (Pongo abeii) sebanyak satu ekor dalam keadaan hidup, Elang Brontok fase terang (Spizaetus Cirrhatus) sebanyak satu ekor dalam keadaan hidup, burung beo (Gracula Religiosa) sebanyak dua ekor dalam keadaan hidup, monyet hitam Sulawesi (Cynophitecus niger) sebanyak satu ekor dalam keadaan hidup diserahkan ke BKSDA untuk dikembalikan ke habitat semula atau dimasukkan kedalam satwa margasatwa,” pungkasnya.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa didakwa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Adapun satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup yang dipelihara terdakwa yakni, seekor Orangutan, seekor Monyet Hitam Sulawesi, seekor Elang Brontok, dan dua ekor Tiong Emas atau Beo yang ditempatkan di dalam beberapa kandang atau sangkar di pekarangan rumah terdakwa, Dusun I Nangka Lima, Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat sejak tahun 2019.

Bahkan dalam memelihara satwa yang dilindungi ini, terdakwa menugaskan Robin Pelita Pelawi untuk mengurus, merawat, membersihkan dan memberi makan serta minumnya dengan upah Rp2 juta per bulan.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sementara dakwaan kedua terdakwa yakni, melanggar Pasal 40 ayat (4) jo Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (ted/ram)

Bawa 135 Kg Ganja, 3 Terdakwa Terancam Hukuman Mati

KASUS: JPU membacakan dakwaan terhadap ketiga terdakwa kasus ganja secara virtual, Senin (28/8/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Supriadi (26), Wildan alias Wily dan Arwanda Anggara (23) terancam mendapatkan hukuman mati. Ketiganya didakwa atas kasus kurir ganja seberat 135 kilogram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (28/8/2023).

Jaksa penuntut umum (JPU) Frianta Felix Ginting dalam dakwaannya mengatakan, pada 26 Mei 2023, Wildan bertemu dengan Ali (Lidik) di Kecamatan Piding Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Ali menawarkan pekerjaan untuk mengantarkan ganja dengan upah Rp30 juta untuk diserahkan kepada Alfi (lidik).

Kemudian, lanjutnya, kedua terdakwa dari Aceh tersebut bertemu Arwandan dan Alfi menuju gudang di Jalan Tanjung Sari Medan Sunggal, untuk diberikan dengan berat keseluruhan 135 kilogram.

“Mendapatkan informasi dari masyarakat petugas Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penggerebekan di tempat lokasi,” ucap Frianta.

Hasil penangkapan tersebut, Alfi melarikan diri saat petugas polisi melakukan penangkapan, sementara ketiga terdakwa diamankan beserta barang bukti yang didapat seberat 135 kilogram.

Atas perbuatan tersebut, ketiga terdakwa diijerat pada dakwaan primer terdakwa di jerat Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, atau Pasal 111 ayat (2) UU RI 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Setelah membacakan dakwaan, hakim ketua Fahren menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (man)

Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Minyak di Binjai

BBM: Immanuel Saputra Purba saat melihat cairan BBM berbahan baku sampah plastik yang dikeluarkan dari mesin Pirolisis Gen 5.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bagi sebagian orang, plastik bekas kantungan dijadikan sampah yang tidak berguna. Namun tidak di mata Immanuel Saputra Purba (27). Sampah plastik menjadi disulapnya menjadi energi bahan bakar minyak (BBM).

Teddy Akbari, Binjai

Sumut Pos berkesempatan datang melihat bagaimana Immanuel dan timnya mengolah sampah plastik menjadi energi atau BBM. Menempuh jarak 8,3 km dari Balai Kota Binjai, Sumut Pos akhirnya tiba di sebuah rumah yang di belakangnya terdapat mesin pengolahan sampah plastik menjadi energi minyak.

Namanya mesin Pirolisis Gen 5 yang mampu mengolah limbah plastik menjadi ramah lingkungan. Semua jenis plastik dapat menjadi bahan baku untuk diolah menjadi BBM.

Kecuali, limbah plastik jenis mika. Immanuel dan timnya meracik mesin ini sudah setahun belakangan dengan biaya sekitar Rp100 jutaan.

Awal mulanya mereka mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak jenis bensin dan solar di Batang Kuis, Deliserdang, sekira tahun 2022. Namun karena mengolah limbah plastik agak masuk ke pemukiman padat penduduk, mereka pindah ke Binjai di tahun 2023.

“Di Binjai baru sebulan ini,” ujar Immanuel.

Di tempat yang baru saat ini, lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Tepatnya di sekitaran lahan PTPN II, Lingkungan V, Kelurahan Bhakti Karya, Binjai Selatan.

Mesin Pirolisis Gen 5 mampu menampung bahan baku plastik seberat 50 kilogram. Pada sebuah tabung berbahan plat berwarna hitam yang di dalamnya dikelilingi batubata, bahan baku plastik ini dimasukkan ke dalamnya.

“Sebelum dimasukkan, plastik-plastik yang menjadi bahan baku ini dicuci terlebih dahulu. Setelah bersih, baru dimasukkan ke dalam tabung ini untuk diolah menjadi bahan bakar minyak. Hasil dari bahan bakar minyak bensin dan solar, tersaring sendiri secara otomatis,” ujar Immanuel.

Alasan plastik harus bersih agar hasil olahan dapat menghasilkan cairan yang bagus. Pada bawah tabung terdapat pengapian dengan menggunakan kayu.

Ketika mesin sudah panas hingga 100 derajat celcius, bahan baku plastik dimasukkan ke dalam tabungnya seraya mempertahankan suhu tetap stabil dan bila perlu cenderung naik. “Proses pengolahan limbah plastik berjalan selama 8 sampai 12 jam untuk menghasilkan setara bahan baku 1:1, 1 kilogram sampah jadi setara 1 liter bahan baku yang setara bensin ataupun solar,” ujar pria berkacamata ini.

Setelah 12 jam sampah plastik diolah, keluar cairan yang menjadikan bahan bakar. Namun, cairan tersebut tidak dapat langsung digunakan.

Immanuel menyebut, cairan tersebut harus dilakukan treatment. Caranya, 25 liter cairan BBM yang dihasilkan dari pengolahan sampah plastik ini, dicampur dengan 100 mililiter aditif cair dan aduk di mesin treatment selama 15 menit serta dilanjutkan proses oksidasi selama 15 menit. Selama treatment ini, juga perlu didiamkan selama 6 sampai dengan 12 jam.

Kemudian proses pengendapan ini akan menjadi sempurna ketika endapan sudah mengeras. Lalu dilanjutkan dengan menuangkan cairan yang sudah diproses aditif ke wadah yang bersih dan masukkan katalis serbuk 100 gram serta aduk selama 15 menit.

Kemudian diamkan selama 6 sampai 12 jam. Usai serangkaian proses ini dilakukan, cairan BBM kemudian disaring dan akhirnya telah dinyatakan siap untuk digunakan.

“Kalau yang solar itu sudah setara diesel, dexlite yang pemanfaatan dapat digunakan untuk alat yang menggunakan bahan bakar solar. Seperti peralatan pertanian, seperti traktor atau meisn penggerak yang menggunakan solar,” ujarnya.

“Kemudian untuk setara bensin, kita gunakan untuk operasional kita seperti penjemputan sampah. Kalau yang bensin, kadar oktannya setara dengan pertalite,” sambung Immanuel.

Sejauh ini, hasil olahan BBM dari sampah plastik ini sudah dirasakan masyarakat. Kepada pembeli yang membeli BBM jenis bensin, dijual seharga Rp10 ribu per liternya.

Sementara BBM jenis solar, dijual seharga Rp8 ribu hingga Rp9 ribu. “Langkah yang kami lakukan juga untuk membantu petani dan UMKM,” ujarnya.

Dia berharap, masyarakat atau dinas yang ada di Binjai maupun Sumut khususnya Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Kebersihan, dapat berkolaborasi dengan mereka dalam hal menyediakan bahan baku plastik untuk diolah menjadi BBM. “Karena dengan ini, dapat menjadi penanganan sampah plastik yang sudah bisa menjadi win win solution melalui teknologi Pirolisis Gen 5,” tambahnya.

Ide ini muncul, kata dia, berawal dari sang ayah yang menunjukkan peluang usaha dengan dampak ramah lingkungan. “Kami juga melakukan studi banding ke Banjarnegara tahun 2021 lalu. Untuk pengolahannya, sudah standar migas,” kata dia.

Immanuel menambahkan, keberadaan mesin Pirolisis Gen 5 hadir dalam upaya untuk penanggulangan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Ini, sambung dia, pengembangannya dilakukan secara swadaya bersama dengan PT Global Tele Nusantara yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan pertanian serta koperasi masyarakat. (*)

Dana Hibah Belum Turun, UKW PWI Sumut Ditunda

Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara terpaksa menunda pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 58 Tahun 2023, dikarenakan tidak turun atau belum cairnya dana hibah yang telah dianggarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

“Hingga saat ini dana hibah untuk kami belum juga cair. Jadi kami terpaksa menunda pelaksanaan UKW tersebut jadi sekitar bulan Oktober,” ujar Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, kepada wartawan, Minggu (27/8/23).

Farianda menjelaskan, seyogianya UKW tersebut dijadwalkan berlangsung 1-2 September 2023 di salah satu hotel di Kota Medan. Selain UKW, kegiatan juga dirangkai dengan pra UKW dan ujian kenaikan status Anggota Biasa PWI Sumut.

“Kita telah mengagendakan tiga kegiatan itu selama empat hari, yakni tanggal 30-31 Agustus dan 1-2 September. Namun mengingat dana hibah belum turun, maka terpaksa kami tunda,” ungkap Farianda.

Ketika ditanya kenapa anggaran yang ditampung di Dinas Komunikasi dan Informasi tahun anggaran 2023 (Kominfo) tersebut belum turun, Farianda mengaku tidak tahu pasti alasannya.  “Secara administrasi syarat-syaratnya telah kami penuhi, dan hingga saat ini tidak masalah soal pemberkasan,” ujarnya.

Bahkan, imbuh Farianda yang juga Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut itu, selama proses pemberkasan, pihaknya telah bolak balik disuruh melakukan perbaikan oleh pihak Dinas Kominfo Sumut. “Dan hingga saat ini tak ada masalah lagi dengan pemberkasan,” tegas Farianda.

Ia mengungkapkan, dari informasi terakhir yang mereka dapat, alasan belum bisa dicairkannya anggaran tersebut dikarenakan Kepala Dinas Kominfo Sumut, Ilyas Sitorus, belum menandatangani surat untuk proses pencairan.

“Infonya Kadis Kominfo belum menandatangani berkas untuk pencairan. Ketika sebulan lalu saya telepon dan tanya kepada Kadis Kominfo kenapa belum ditandatangani, dia mengatakan akan bertanya dulu kepada gubernur. Luar biasa perhatian gubernur kepada PWI Sumut. Untuk pencairan dana hibah saja harus bertanya dulu kepada Gubsu,” ungkap Farianda.

Farianda mengakui akibat belum turunnya dana hibah dari Pemprovsu ini mempengaruhi pelaksanaan program-program kegiatan PWI Sumut yang telah dicanangkan tahun ini.  “Namun begitu, kami tentu tidak mau program-program itu tak terlaksana. Kami akan berusaha menjalin kerjasama dengan mitra-mitra kami guna mendukung kegiatan-kegiatan dimaksud,” tegas Farianda.

Ia menambahkan, selain pelaksanaan ujian kenaikan status anggota biasa PWI Sumut, pra UKW dan UKW, dalam waktu dekat ini PWI Sumut juga akan memberangkatkan pengurus guna mengikuti Kongres PWI di Bandung, Jawa Barat, 24-27 September 2023.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus membantah dirinya belum mau menandatangani surat proses pencairan hibah untuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Ilyas menegaskan proses administrasi pencairan yang hingga kini belum memenuhi syarat.

“Pencairan belum dilakukan karena masalah administrasi yang belum selesai, pencairan akan direalisasikan setelah administrasi selesai,” kata Ilyas saat dihubungi wartawan lewat telepon yang berada di Bandara Dr. F.L.  Tobing Pinansori Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (28/8).

Ilyas melanjutkan, proses administrasi yang dimaksud adalah penyesuaian Peraturan Presiden Nomor 33 tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional. Peraturan tersebut berfungsi sebagai batas tertinggi dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Ilyas mengatakan pencairan pasti akan dilakukan. Sebab, jika pencairan hibah tidak dilakukan, maka serapan anggaran belanja Dinas Kominfo Sumut akan berkurang. Ilyas pun meminta pihak terkait untuk bersabar menunggu proses selesai. Ia pun tidak mau berlama-lama memproses penyerapan anggaran.  “Saya harap setiap pihak bersabar, begitu proses selesai langsung cair, kami pun tak mau berlama-lama,” kata Ilyas.

Ilyas juga menegaskan, bahwa Gubernur tidak pernah mencampuri urusan hibah. Hibah sepenuhnya tanggungjawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. ‘’Dalam hal ini administrasi hibah PWI merupakan tanggungjawab Dinas Kominfo. Sedangkan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah merupakan urusan si penerima, jadi tidak benar harus melapor dalam proses pencairannya kepada Gubernur sebagaimana yang disampaikan Ketua PWI Sumut. Saya selaku Kadis Kominfo tidak pernah mengatakan harus minta izin kepada Gubernur dalam hal pencairan hibah kepada PWI, ini sepenuhnya tanggung jawab Kominfo dalam hal ini saya sebagai Kadis,” ujar Ilyas. (rel/sih)

Apical Edukasi Penanganan Minyak Jelantah Kepada Warga Medan

General Manager of Green Energy, Biofuel Feedstock, and Business Development Apical Group Aika Yuri Winata bersama Head of Commercial B2C Sales and Marketing Apical Group, Ardiahty Bachtiar dan lainnya sedang menunjukkan minyak jelantah yang dikumpulkan dari masyarakat, di Lapangan Parkir Thamrin Plaza, Kota Medan, Minggu (27/8). Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Apical Group, salah satu pengolah minyak nabati terkemuka menggelar edukasi mengenai penanganan minyak goreng bekas pakai atau yang biasa disebut minyak jelantah serta masakan sehat menggunakan produk kelapa sawit berkelanjutan kepada masyarakat Kota Medan yang digelar dalam acara ‘Pagi-Pagi Sehat’, di Lapangan Parkir Thamrin Plaza, Kota Medan, Minggu (27/8).

Kegiatan ‘Pagi-Pagi Sehat’ yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut, diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh instruktur senam dan diikuti oleh ratusan masyarakat Kota Medan. Pada kesempatan yang sama, Apical juga menggelar demo masak membuat Potato Cheese Bread dan Japanese soufflé cake cappuccino dengan menggunakan produk-produk Apical yang terbuat dari minyak sawit yang sehat dan berkelanjutan, dipandu oleh Technical Baker Apical, Chef Teddy Kosasih dan Chef Heri Teguh Mulyono.

Diketahui, bahwa minyak goreng merupakan komoditas penting dalam kegiatan konsumsi masyarakat sehari-hari, dan Indonesia merupakan negara dengan konsumsi minyak goreng terbesar, mencapai 15,4 juta ton pada tahun 2022 lalu.Tak dapat dipungkiri, konsumsi minyak goreng yang tinggi juga akan menghasilkan limbah minyak jelantah yang juga tinggi. Oleh karena itu, apabila  minyak jelantah tidak dikelola dengan baik maka dapat merusak lingkungan.

Dalam pelaksanaan edukasi, General Manager of Green Energy, Biofuel Feedstock, and Business Development Apical Group Aika Yuri Winata menjelaskan, bahwa minyak jelantah sebaiknya tidak dibuang sembarangan, seperti dibuang ke saluran air karena akan menyebabkan penyumbatan saluran air yang berpotensi menjadi tempat tumbuhnya bakteri. Apabila minyak jelantah dibuang ke tanah, residu dari minyak tersebut akan menggumpal serta menutup pori-pori tanah, sehingga tanah akan mengeras dan tidak mampu melakukan penguraian secara optimal.

“Pada kesempatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat Kota Medan bahwa minyak jelantah jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Karena itu sebaiknya minyak jelantah dikumpulkan ke dalam wadah seperti jeriken kosong, untuk kemudian dapat dijual ke Apical dengan harga terbaik, untuk kemudian kami olah kembali menjadi bahan bakar energi terbarukan, yakni biodiesel,” kata Aika kepada sejumlah wartawan yang hadir, usai acara berlangsung.

Selain dapat diolah menjadi biodiesel yang digunakan sebagai subtitusi minyak solar bagi sektor transportasi maupun industri, lanjutnya, minyak jelantah dapat juga diolah menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau biofuel, yang dipandang sebagai suatu solusi menuju masa depan tanpa emisi. “Sebagai pengolah minyak nabati terintegrasi secara global, Apical juga dapat mengolah limbah minyak jelantah secara efisien dan berkelanjutan dari rantai pasokan dengan transparan dan dapat dilacak (traceable) menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan,” paparnya.

Adapun, menurut data Badan Energi Internasional, industri penerbangan menyumbang 2 persen emisi CO2 secara global pada tahun 2022. Industri ini menghasilkan emisi global yang relatif kecil dan merupakan salah satu sektor yang paling menantang untuk didekarbonisasi. Terlebih, industri penerbangan global telah sepakat untuk mencoba mencapai emisi net zero pada tahun 2050.

“Untuk mengajak lebih banyak masyarakat Kota Medan dalam mengumpulkan minyak jelantah, Apical juga telah menyiapkan voucher belanja dengan sejumlah syarat dan ketentuan, yakni, setiap pengumpulan 500ml minyak jelantah, maka akan mendapatkan stamp, dan jika dikumpulkan hingga 4 stamp akan mendapat voucher belanja senilai Rp20.000 untuk dapat dibelanjakan di Maximart. Kegiatan pengumpulan minyak jelantah ini berlangsung setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 07.00-09.00 WIB, hingga Desember 2023,” tandasnya.

Sementara itu, Head of Commercial B2C Sales and Marketing Apical Group, Ardiahty Bachtiar menuturkan, kehadiran pihaknya dalam kegiatan ini, yakni ingin memperkenalkan produk-produk Apical melalui demo masak menggunakan margarin serba guna yang diproduksi kepada masyarakat, yaitu Medalia.

Apical dalam kesempatan demo masak bersama tersebut, berfokus untuk mengedukasi masyarakat tentang penggunaan produk minyak kelapa sawit berkelanjutan dalam masakan sehari-hari sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih sehat. “Melalui demo masak yang ditampilkan, pengunjung selain mendapatkan edukasi terkait manfaat penggunaan margarin yang benar juga menikmati hasil makanan yang dimasak,” katanya.

Ia mengubgkapkan, sebagai perusahaan yang menghasilkan produk pangan berbasis sawit berkelanjutan, Apical memiliki komitmen tinggi untuk memenuhi kebutuhan konsumen, tidak hanya kepada masyarakat secara langsung, tapi juga kepada industri-industri besar seperti fast moving consumer goods (FMCG), perhotelan, restauran, serta kafe, juga kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Selain mengikuti kegiatan senam pagi, edukasi penanganan minyak jelantah, serta demo masak, pengunjung juga dapat mencoba langsung kreasi  masakan menggunakan margarin Medalia yang diproduksi oleh Apical, serta makanan serta minuman sehat di stan-stan bahan makanan yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tandas Ardiahty.

Salah seorang Warga Jalan Perumnas Mandala Medan, Anton (30), saat acara berlangsung menjual minyak jelantah rumah tangga miliknya seberat 5Kg. Ia pun menghasilkan uang dari Apical sebesar Rp50 ribu. “Selama ini minyak jelantah rumah tangga saya selalu dibuang ke selokan, saya bersyukur ada kegiatan Apical ini di Medan, sehingga bisa saya tukarkan minyak jelantah saya dengan diganti uang cash. Pagi-pagi dapat uang saya dari Apical,” katanya sumringah. (dwi)

308 Peserta dari 19 Negara Bersaing di Xpora Indonesia International Challenge 2023

BERSAMA: Ketua PBSI Sumut Suripno Ngatimin dan Regional CEO I BNI Tedi M Isman bersama perwakilan atlet usai beri keterangan di Medan. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 308 pebulutangkis dari 19 negara bersaing menjadi yang terbaik pada kejuaraan bulutangkis Xpora Indonesia International Challenge 2023 di GOR PBSI Sumatera Utara, Medan, mulai Selasa (29/8) hari ini hingga 3 September 2023 mendatang.

Para pebulutangkis tersebut berasal dari Australia, Austria, Bulgaria, Kanada, Inggris, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Polandia, Singapura, Sri Lanka, Thailand, hingga Amerika Serikat.

Sedangkan Indonesia menurunkan 47 pebulutangkis muda asal Pelatnas, seperti Alwi Farhan, Yohanes Saut Marcelyno, Komang Ayu Cahya Dewi, Tasya Farahnailah, Muh Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo, hingga Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Di samping pemain-pemain senior yang dipastikan ikut ambil bagian seperti Tommy Sugiarto, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan juara Indonesia International Challenge tahun lalu, Anggia Shitta Awanda/Putri Larasati.

Ketua PBSI Sumut Suripno Ngadimin mengucapkan terima kasih kepada PP PBSI yang telah menunjuk Sumut sebagai tuan rumah event internasional. Ini merupakan pertama kalinya Sumut menjadi tuan rumah setelah 1996 kala menggelar Indonesia Open.

“Kami siap menggelar kejuaraan ini. GOR PBSI Sumut sudah bersolek. Sudah dipercantik untuk siap menyambut seluruh atlet untuk berlaga. Kami sangat bangga dan berbahagia dapat kembali membawa turnamen bulutangkis level internasional ke Sumatera Utara,” kata Suripno Ngadimin.

Masyarakat Sumut dikatakan sudah tidak sabar menantikan kejuaraan ini. “Meski tidak ada atlet asal Sumut yang bertanding, tapi kita berharap kejuaraan ini bisa merangsang atlet-atlet asal Sumut,” harapnya.

Sementara Regional CEO I Bank Negara Indonesia (BNI) Tedi M Isman mengatakan, pihaknya hadir untuk memfasilitasi atlet-atlet Indonesia dalam sebuah kompetisi yang dapat memberikan kesempatan terbaik untuk naik kelas, dan meraih prestasi yang lebih tinggi di kancah Global.

“Hal ini sesuai dengan semangat Xpora, yang merupakan akronim dari Ekspor dan Diaspora. Semoga ini dapat menjadi penyemangat bagi atlet-atlet kita semua, apalagi PON akan digelar di Sumatera Utara tahun 2024 mendatang,” katanya.

Para atlet Pelatnas juga tidak sabar tampil pada even ini. “Tidak sabar rasanya bermain di Medan, saya siap memberikan permainan yang maksimal karena secara Persiapan juga sudah cukup baik,” ujar Yohanes Saut Marcelyno.

Fan Pasaribu, salah seorang atlet mengaku turnamen itu menjadi ajang jelang menghadapi kejuaraan di Amerika Serikat (AS). “Turnamen ini diikuti para senior. Saya menjadikan ajang ini sebagai pemanasan sebelum bertarung di AS,” tegasnya.

Bagi pecinta bulutangkis Sumut yang ingin menyaksikan turnamen panitia menyediakan tiket dengan harga Rp 30 ribu. (dek)

Fosil-BKM Sumut Bersama Staf Ahli Non-Akademik STIM Sukma, Pemberdayaan Masyarakat lewat Masjid

PEJUANG SYARIAH: Kegiatan Pejuang Syariah di Masjid Nurul Islam Jalan Karya, Karang Berombak, Medan Barat.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – DALAM rangka mendukung Indonesia menjadi pusat perekonomian syariah dunia dan dalam upaya terus meningkatkan pemasaran langsung UMKM dan ukhuwah Islamiah, Forum Silaturahmi Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (Fosil-BKM) Sumut menggandeng Yan Djuna, staf Ahli Non-Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma.

Kerja sama ini membuat kegiatan Pekan Jum’at Berdagang (Pejuang) Syariah yang perdana digelar di Masjid Nurul Islam Jalan Karya, Karang Berombak, Medan Barat pada 25 Agustus lalu.

Kegiatan diisi tausyiah muslimah, gunting rambut gratis, konsultasi UMKM gratis, pengurusan NIB, sertifikasi halal dan LPPOM MUI gratis.

Kemudian diadakan pemeriksaan kesehatan gratis, literasi bacaan anak dan bazaar kuline fesyen dengan target adalah masyarakat sekitar Masjid Nurul Islam dan jamaah yang salat di masjid tersebut.

Semua dilakukan secara swadaya untuk memakmurkan masjid, infaq sedekah, pengabdian masyarakat, pemberdayaan SDM remaja masjid dengan melibatkan komunitas seperti UMKM.

”Bekerja sama dengan BKM dan remaja masjid yang bisa diajak bersinergi dan dengan kegiatan yang variatif. Kebetulan bersama ketua BKM Nurul Islam sama-sama dari Wiranesia,” kata Yan Djuna yang juga tokoh pemuda Melayu di Medan, Senin (28/8).

Vice Presiden Partnership Asia Council for Small Business (ACSB) Kota Medan ini juga berharap upaya ini dapat menginspirasi karena niatnya mulia. ”Siapapun silakan berdagang di Pejuang, selama halal dan syariah,” ucapnya.

Staf Ahli Non-Akademik STIM Sukma ini menambahkan bahwa, dirinya bersama Ketua Fosil-BKM Sumut Syahlan Nasution yang kebetulan ketua BKM Nurul Islam, mencari solusi penguatan sentral perekonomian syariah dunia melalui pemberdayaan manajemen masjid.

”Mohon maaf bila dalam penyelenggaraan masih banyak kekurangan,” sebut Yan Djuna yang juga aktif sebagai pemerhati pariwisata dan ekonomi kreatif dan syiar budaya Melayu di Rumpun Budaya Melayu tersebut.

”Selain syiar agama Islam serta sarana bagi para UMKM dalam memasarkan dan berpromosi produk, kegiatan juga untuk sosialisasi NIB bagi pelaku UMKM, sertifikasi LPPOM MUI, sertifikasi halal bagi yang belum punya. Sebab Oktober 2024, semua produk khususnya makanan/minuman harus sudah halal,” jelas H Syahlan Jukhri Nasution ST MT IAI AA, ketua BKM Nurul Islam juga Ketua Umum PW Fosil BKMI Sumut.

“Semoga ke depan dengan kemasan yang semakin baik dapat diikuti oleh masjid lainnya, khususnya yang berada dalam organisasi Fosil BKM Sumut,” katanya.

H Syahlan Jukhri Nasution ST MT IAI AA juga berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dengan dukungan banyak pihak sehingga masjid menjadi pusat kegiatan dan pemberdayaan umat,” ujar Syahlan yang juga ketua Ikatan Keluarga Nasution Kota Medan dan ketua Arsitek Indonesia Sumut.

Pejuang Syariah mendapatkan dukungan, diantaranya Yayasan Mega Insan Kreasi Indonesia, Ema Chania yang juga pendamping UMKM dan halal, Ridho dari Academy Barber Medan dan Widya Nasution dari Fahmi-Ummi. Kemudian STM dan remaja Masjid Nurul Islam Karang Berombak, kampus dan para pelaku UMKM. (dmp)

Coffee Morning Unpab bersama 300 Kepala SMA/SMK untuk Sinergi Merdeka Belajar

BINCANG SANTAI: Coffee Morning Unpab bersama 300 kepala SMA/SMK se-Sumut.ISTIMEWA.

SUMUTPOS.CO – UNIVERSITAS Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan melaksanakan coffee morning bersama kepala SMA/SMK se-Sumut di Gelanggang Mahabento Unpab pada 25-26 Agustus 2023.

Silaturahim yang mengangkat tema: Sinergi Merdeka Belajar Sekolah dan Perguruan Tinggi dihadiri Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan MM, Kepala Dinas Pendidikan Provsu Dr H Asren Nasution MA diwakili Kepala Cabdis Pendidikan Wilayah II Provsu H Syaiful Bahri SSos MSp, kepala SMA/SMK Langkat dan Binjai serta undangan lainnya.

Dalam coffee morning, diperkenalkan keberadaan Unpab sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Sumut. Pertemuan juga bertujuan menjalin sinergitas antara SMA/SMK di Sumut dengan perguruan tinggi.

Rektor Unpab berterima kasih kepada 300 kepala sekolah dari Cabang Wilayah I dan II Dinas Pendidikan Provsu yang hadir pada acara coffee morning.

”Tujuan coffee morning ini ialah bincang-bincang santai. Untuk menyerap apa yang dibutuhkan sinergitas antara pendidikan dasar dan menengah sehingga program-program luaran bisa dimapping bersama sehingga dapat berjalan berkelanjutan,” kata rektor.

Dr H Muhammad Isa Indrawan MM menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Pendidikan membutuhkan program yang saling berkaitan sehingga dapat dirumuskan kegiatan yang bisa dilaksanakan antar kampus dengan sekolah.

Rektor menambahkan bahwa Unpab terakreditasi B untuk institusi. Satu program studi terakreditasi A, yang selebihnya terakreditasi baik dan baik sekali. Pancabudi adalah satu perguruan tinggi yang saat ini masuk dalam proyeksi untuk berakreditasi unggul.

Melalui coffee morning, ia berharap para siswa dapat memahami tentang sekolah, belajar, menuntut pendidikan tinggi dan mengerti betapa susah mencari pekerjaan jika tidak memiliki kompetensi.

Bincang santai ini dipenuhi dengan tanya jawab, masukan dan kritik. Acara diselingi dengan hiburan dan pembagian lucky draw seperti laptop, kipas angin, kompor, blender dan setrika yang disiapkan Unpab. (dmp)

Ukir Prestasi Berdayakan Desa Pagardewa, PGN Subholding Gas Raih Penghargaan BISRA Awards 2023

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menerima penghargaan Gold Champion in Corporate Social Responsibility Program pada kategori Environmental Element dalam penganugerahan Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2023. Tahun ini, PGN mengangkat topik mengenai lingkungan, khususnya pengolahan Air Bersih di Desa Binaan PGN, Desa Karet Berdaya (Desa Kaya), Desa Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Program Inovasi Desa Kaya Pagardewa merupakan program pengelolaan lingkungan karet pertama dan satu-satunya pada klaster Perusahaan Migas Distribusi. Selain program Pengelolaan Air Bersih, PGN juga mengangkat inovasi-inovasi seperti Peningkatan pendapatan warga dengan sasaran program Bank Sampah Pagardewa, Koperasi Tani Padetra Artomulyo, Koperasi Simpan Pinjam Padetra Berkah, serta Pengelolaan Embung.

Dampak dari program inovasi sosial untuk penerima manfaat antara lain tersedianya sumber air satu-satunya di kecamatan Lubai Ulu sebesar 22.500 m3, Terlindunginya kebun karet di Desa Pagardewa sebesar 4.480 ha dan peningkatan pendapatan warga desa.

“Pengelolaan Air Bersih di Desa Kaya Pagardewa memberikan dampak langsung kepada masyarakat antara lain sebagai mitigasi risiko dalam penanganan KARHUTLA. Selain itu juga pemenuhan cadangan air bersih masyarakat Desa Kaya Pagardewa,” ujar Rachmat Hutama selaku Corporate Secretary PGN, (22/8/2023).

Anugerah BISRA 2023 juga menjadi wujud apresiasi Bisnis Indonesia kepada perusahaan yang mengikuti tahapan-tahapan proses penjurian yang komprehensif. Dari registrasi, pengisian kuesioner, penyampaian data dan bukti relevan, hingga presentasi di hadapan Dewan Juri BISRA 2023 dari bulan April hingga Bulan Agustus 2023.

“Apresiasi dari Anugrah BISRA 2023 ini menjadi bukti atas komitmen PGN yang terus konsisten menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui program-program prioritas perusahaan khususnya di wilayah Ring I Perusahaan, serta program-program lainnya bagi seluruh penerima manfaat PGN,” ujar Rachmat. (rel/ram)