Home Blog Page 1271

KPU Medan Nyatakan 83 Orang TMS, Parpol Diberi Waktu Hingga 11 Agustus Atau Ganti Bacaleg

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah melakukan tahapan verifikasi administrasi perbaikan dokumen persyaratan terhadap para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Medan pada Pemilu 2024 mendatang.

Hasilnya, 83 orang dari 892 bacaleg yang didaftarkan 18 partai politik (parpol) dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai Calon Legislatif (Caleg).

“Total Bacaleg yang didaftarkan berjumlah 892 orang. 83 diantaranya dinyatakan TMS, sementara sisanya 809 orang dinyatakan memenuhi syarat (MS),” ucap Anggota KPU Medan, Rinaldi Khair kepada Sumut Pos, Selasa (8/8/2023).

Dijelaskan Komisioner KPU Kota Medan divisi Teknis Penyelenggaraan itu, mayoritas bacaleg yang dinyatakan TMS dikarenakan masalah tidak lengkapnya ijazah. Selain itu, ada juga yang TMS karena dokumen lainnya belum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan.

“Bacaleg yang TMS rata-rata karena syarat ijazanya yang tidak lengkap serta dokumen lain belum sesuai ketentuan,” ujarnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib para Bacaleg yang TMS tersebut? Rinaldi menjelaskan jika para Bacaleg yang belum TMS masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki dokumennya hingga tanggal 11 Agustus 2023 mendatang.

“Bacaleg yang TMS masih bisa memperbaiki dokumennya hingga tanggal 11 Agustus 2023,” katanya.

Namun, sambung Rinaldi, semua keputusan ada di tangan partai politik yang bersangkutan. Tak hanya memberikan kesempatan bacaleg tersebut untuk memperbaiki dokumennya, tetapi parpol yang bersangkutan juga bisa mengganti bacaleg tersebut dengan bacaleg lain yang lebih siap secara dokumen.

“Pilihannya ada dua, bisa memperbaiki dokumen bacaleg, bisa juga menggantinya dengan bacaleg baru. Untuk penggantian bacaleg juga sama, paling lama sampai tanggal 11 Agustus,” pungkasnya.
(map/ram)

OPPO Luncurkan Reno10 Series 5G dengan Sistem Kamera Smartphone Tingkat Profesional

OPPO Luncurkan Reno10 Series 5G dengan Sistem Kamera Smartphone Tingkat Profesional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – OPPO Indonesia meluncurkan OPPO Reno10 Series 5G yang terdiri dari Reno10 Pro+ 5G, Reno10 Pro 5G, dan Reno10 5G. Dengan Ultra-Clear Portrait Camera System yang terdiri dari Kamera Portrait Telefoto dengan sensor besar, Kamera Utama Ultra Clear, Kamera Selfie Ultra Clear, dan Kamera Ultra Wide 112° berkualitas tinggi.

OPPO Reno10 Series memberikan pengalaman pengambilan gambar portrait yang setara dengan fotografi profesional, dalam balutan desain ramping, ringan, dan trendi khas OPPO Reno Series. Dilengkapi juga dengan pengisian daya cepat SUPERVOOCTM hingga 100W, Prosesor yang kuat, Sistem Pendingin Ultra Konduktif, Mesin Komputasi Dinamis, ColorOS 13, Battery Health Engine dan chip manajemen daya khusus pengembangan OPPO, Reno10 Series 5G memberikan kinerja menyeluruh yang tak tertandingi.

Chief Marketing Officer OPPO Indonesia, Patrick Owen, mengatakan, “OPPO Indonesia sangat bangga dapat menghadirkan standar baru dalam dunia Portrait Smartphone melalui produk terbaru OPPO Reno10 Series 5G. Series ini juga diluncurkan dalam rangka 10 tahun OPPO di Indonesia. OPPO menghadirkan peningkatan terbesar yang pernah ada pada Reno Series dengan menyematkan sistem pendingin tercanggih, chip management daya terbaru, hingga kemampuan pencitraan paling kuat. ” Melalui gebrakan ini kami ingin menunjukan komitmen OPPO untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan pengguna, ” ujarnya.

Pengalaman pengambilan gambar portrait setingkat fotografer profesional ini dihadirkan pada OPPO Reno10 Series dengan tetap mengedepankan desain yang tipis, ringan, dan penuh gaya. Dengan ketebalan 8.28mm dan berat hanya 194g, Reno10 Pro+ 5G adalah smartphone tertipis di pasaran dengan kamera telefoto periskop. Bagi pengguna yang mencari smartphone berkinerja tinggi yang bahkan lebih tipis dan lebih ringan, Reno10 Pro 5G dan Reno10 5G memiliki berat 185g3 dan masing-masing berukuran 7.89mm dan 7.99mm.

Ketiga ponsel Reno10 Series menampilkan bentuk badan ponsel dengan lengkung 3D yang dirancang dengan baik agar lebih nyaman dan lebih mudah digenggam, serta Layar Lengkung 3D 120Hz dengan bezel yang sangat tipis untuk pengalaman visual yang imersif dan tak terbatas. Perangkat ini juga tersedia dalam berbagai pilihan warna yang canggih dan penuh gaya. Termasuk warna Silvery Grey pada ketiga model, Glossy Purple pada Reno10 Pro+ 5G dan Reno10 Pro 5G, dan Ice Blue pada Reno10 5G.

Sistem Kamera Ultra-Clear Portrait Memberikan Pengalaman Fotografi Profesional

Reno10 Pro+ 5G memungkinkan pengguna untuk menghasilkan potret berkualitas profesional dengan Sistem Kamera Ultra-Clear Portrait. Kamera Portrait Telefoto 64MP pada Reno10 Pro+ 5G menyediakan panjang fokus setara 71 mm untuk gambar portrait yang terlihat profesional. Bersama dengan aperture maksimum f/2.5 yang besar, jarak pemfokusan minimum 25 cm, dan sensor kamera besar ½ inchi, menghasilkan foto portrait profesional pada Reno10 Pro+ 5G hanya dengan sekali klik.

OPPO Reno10 Series 5G resmi hadir di Indonesia dengan membuka masa pemesanan mulai 8-14 Agustus 2023. Perangkat Reno10 Pro+ 5G meluncur dengan harga Rp 10.999.000, sedangkan untuk perangkat Reno10 Pro 5G dibanderol seharga Rp 7.999.000, dan Reno10 5G dijual dengan harga Rp 5.999.000. (rel/sih)

DPRD Medan Minta Pemko Segera Realisasikan Program Medan Tanpa Kabel

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, meminta Pemko Medan melalui OPD terkait untuk segera merealisasikan program Medan Tanpa Kabel. Mengingat, banyak warga Kota Medan yang masih mengeluhkan kondisi semrawutnya kabel utilitas.

Pasalnya, semrawutnya kabel utilitas tak hanya merusak nilai estetika, tapi juga berpotensi membahayakan masyarakat.

“Masalah semrawutnya kabel utilitas ini harus segera ditangani. Pemko Medan harus segera merealisasikan program Medan Tanpa Kabel yang sudah dicanangkan sejak tahun 2022 lalu,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Selasa (8/8/2023).

Sebagai contoh, kata politisi Partai Gerindra itu, hujan deras yang terjadi pada Sabtu (5/8/2023) sore hingga malam, menumbangkan banyak pohon dan kabel-kabel utilitas di Kota Medan.

“Contohnya saat hujan Sabtu sore yang lalu, banyak kabel yang putus karena tertimpa pohon. Selain warga menjadi susah karena padamnya listrik akibat putusnya kabel, kondisi kabel yang menjuntai juga sangat membahayakan warga sekitar ataupun setiap orang yang melintas,” ujarnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan itu menilai, program Medan Tanpa Kabel yang dicanangkan Pemko Medan adalah program yang sangat baik. Sebab tak hanya indah secara estetika, namun kabel yang ditanam sesuai program Medan Tanpa Kabel akan sangat melindungi warga dari bahaya kabel yang menjuntai.

“Makanya kita mendorong agar program Medan Tanpa Kabel ini harus segera terealisasi. Semakin cepat semakin baik. DPRD Medan siap menganggarkan program tersebut, Pemko Medan juga bisa merealisasikan program tersebut lewat sistem KPBU (Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha),” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengakui masih banyak kabel utilitas di Kota Medan yang terpasang semrawut. Bobby Nasution menjelaskan, program Medan tanpa kabel utilitas ini sudah lama dicanangkan.

Ia menerangkan, program Medan Tanpa Kabel utilitas ini masih dalam tahap proses kerjasama dengan berbagai pihak.

“Iya beserak (semerawut) memang kabel utilitas di Kota Medan ini. Kita melihat dan merasakan kabel-kabel yang di udara dan ini mulai mengganggu keestetikaan Kota Medan,” kata Bobby Nasution usai menghadir rapat paripurna di Gedung DPRD Medan, Senin (7/8/2023).

Diterangkan Bobby, program Medan Tanpa Kabel ini akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Tetapi saat ini kita juga buka opsi untuk KPBU,” jelasnya.

Dijelaskan Bobby, ada 18 ruas jalan yang nantinya diprioritaskan sebagai lokasi program Medan tanpa kabel utilitas. Untuk 18 ruas jalan ini, nantinya akan diubah dari kabel udara menjadi kabel tanam. Pemko Medan juga telah berkoordinasi terkait hal ini dengan beberapa provider.

Menurutnya, pemasangan kabel utilitas menjadi kabel tanam memakan waktu yang cukup banyak. Sebab untuk mengubah kabel utilitas ke sistem tanam, juga harus melakukan penggantian kabel. Kemudian untuk mengubah kabel utilitas menjadi kabel tanam, tentunya dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Seperti diketahui, program Medan Tanpa Kabel sudah dicanangkan sejak tahun 2022 lalu.

Adapun 18 ruas jalan tersebut yakni, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Letjen Suprapto, Jalan KH Zainul Arifin, Jalan SParman, Jalan Gajah Mada, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Wolter Mongonsidi, Jalan Palang Merah, Jalan Raden Saleh, Jalan Ir H juanda, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Iskandar Muda, Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Kapten Maulana Lubis.
(map/ram)

Akuisisi Program BRImo dan Mesin EDC, BRI Medan Thamrin Gandeng Pedagang Ulos

BERSAMA: Salah seorang pegawai BRI bersama pedagang ulos, di Pusat Pasar Medan, Selasa (8/8/2023). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus melakukan program inovatif untuk memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Hal tersebut sejalan dengan misi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Medan Thamrin melalui salah satu unit kerja supervisinya, yakni BRI KCP Medan Mall.

Selain itu juga telah menggandeng para pedagang kain ulos yang berada di Pusat Pasar Medan dengan melakukan akuisisi program BRImo dan Mesin Electronic Data Center (EDC).

Branch Manager BRI BO Medan Thamrin, Zulherman Isfia didampingi oleh Pincapem BRI Medan Mall, Hary Adriansyah kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (8/8/2023) mengatakan, pasca pandemi Covid-19, peran UMKM tentunya diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat yang sebelumnya terpuruk.

Menurutnya, di sinilah BRI KCP Medan Mall hadir untuk mendorong para pedagang kain ulos dalam bertransaksi kepada para konsumennya secara non tunai, dengan produk yang dimiliki BRI, yaitu Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI, mesin EDC BRI dan BRImo.

“Program kegiatan ini dilaksanakan sejak Juli hingga akhir Desember 2023. Dan diharapkan kepada para pedagang dapat mengenalkan produk kain ulosnya tidak hanya di tingkat lokal saja, namun hingga ke mancanegara,” ujarnya. (dwi/ram)

Rudi Hartono Bangun Ingin Pertumbuhan Ekonomi Langkat seperti Batam

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rudi Hartono Bangun SE MAP mengatakan, progres pembangunan Kota Batam ke depan akan semakin maju dan berkembang. Hal itu terlihat dari pengembangan infrastruktur jalan hingga penambahan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Karena itu, Rudi menginginkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Langkat seperti Kota Batam. Apalagi, Kabupaten Langkat memiliki potensi untuk maju dengan adanya pelabuhan di Pangkalan Susu. “Saya sebagai Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sumut III, merasa bangga apabila Kabupaten Langkat bisa maju serupa dengan Batam,” kata Rudi Hartono Bangun ketika menggelar Seminar Membangun Semangat Ekspor untuk Peningkatan Ekonomi Nasional bertajuk, “Pembangunan Investasi Batam Saat Ini” di Hotel Grand Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (8/8). Kegiatan itu turut dihadiri oleh palaku UMKM, mahasiswa dan tokoh masyarakat.

Rudi pun memberikan motivasi kepada para peserta yang hadir dalam seminar tersebut. Disebutkannya, yang harus dilakukan, pertama semangat. Kedua, kreativitas. Ketiga, berpikir maju dan berkembang melihat potensi yang ada. Selain itu, pelayanan kita ditingkatkan dan jangan ketinggalan dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. “Cita-cita kita bersama yaitu Kabupaten Langkat sejahtera dan maju,” katanya.

“Dalam berbuat, kita harus berpikir global bertindak lokal. Pikiran secara global, tapi harus berbuat untuk Kabupaten Langkat tercinta ini, ekonominya maju dan berkembang,” pungkasnya. (adz)

Edy Rahmayadi Cup 2023 Sajikan Laga Menarik

BERSAMA: Ketua Panitia Rahudman Harahap bersama perwakilan empat tim yang menjadi peserta Turnamen Pra Musim Edy Rahmayadi Cup 2023 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (8/8). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Turnamen Pra Musim Edy Rahmayadi Cup 2023 siap digelar di Stadion Teladan, 10-16 Agustus 2023 mendatang. Turnamen ini diperkirakan akan menghadirkan pertandingan-pertandingan menarik.

Turnamen Edy Rahmayadi Cup 2023 diikuti empat tim. Tiga tim Liga 2, yakni PSMS Medan, PSDS Deliserdang, dan Sada Sumut FC. Satu tim lagi berasal dari Liga 3, yakni Labura Hebat FC. Turnamen ini memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah.

Ketua Panitia Rahudman Harahap menegaskan, pihaknya sudah siap menggelar turnamen ini. Persiapan lapangan dan stadion sudah dilakukan. “Lampu penerangan Stadion Teladan sudah diperbaiki, sehingga bisa menggelar pertandingan malam hari,” ujar Rahudman Harahap pada temu pers di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (8/8).

Untuk kelancaran tuenamen, Rahudman Harahap mengatakan semua pihak harus terlibat. Pihaknya pun melaksanakan fakta integritas dengan kelompok suporter untuk menjamin turnamen berjalan aman dan lancar.

“Panitia akan menjual tiket pertandingan dengan murah. Meski begitu, kita berharap dukungan langsung dari pihak suporter untuk menciptakan turnamen yang sukses dan kondusif. Kita juga akan menjual tiket murah ,” ujar Rahudman.

Mantan Wali Kota Medan ini menambahkan, turnamen ini menyediakan hadiah cukup menarik. Juara akan memperoleh trofi dan uang pembinaan sebesar Rp 100 juta, runner up Rp 70 juta, posisi tiga Rp 30 juta, dan posisi empat Rp 20 juta.

“Edy Rahmayadi Cup ini adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan di Sumut sekaligus sebagai turnamen pra musim dalam menyongsong Liga 2. Keempat peserta akan menghadirkan pertandingan menarik,” jelas Rahudman.

Pernyataan panitia dibenarkan para peserta. Manajer PSMS Mulyadi Simatupang menganggap turnamen pra musim tersebut sangat penting. Turnamen ini juga sebagai ajang pemanasan bagi PSMS untuk mematangkan persiapan menuju Liga 2 musim ini.

“Pertandingan di turnamen nanti sangat penting sebelum kick of Liga 2. Ini ajang pemanasan sekaligus pemantapan tim sebelum liga. Meski hanya turnamen, ini juga ajang bergengsi bagi kami karena diikuti klub-klub liga 2. Ini sekaligus ajang untuk mencari komposisi pemain sebelum Liga 2,” ucap Mulyadi.

Mulyadi menegaskan, turnamen ini juga sebagai pembuktian para pemain baru, terutama pemain asing. “Pemain asing kemungkinan akan tampil di turnamen ini. Kita ingin lihat bagaimana kemampuannya,” ungkap Mulyadi.

Asisten Manajer PSDS Rudi Siregar juga akan menjadikan turnamen ini sebagai ajang pemantapan tim. Selain itu juga sebagai ajang pembuktian bagi para pemain yang masih berstatus seleksi.

“Target kita hanya bermain lebih baik. Kami akan menacari kerangka tim pada turnamen ini. Kemudian menjadi tempat seleksi bagi para pemain yang masih berstatus trial,” ujar Rudi Siregar.

Hal sama juga dikatakan Manajer Sada Sumut FC, Yosephine Sembiring. Sada Sumut menjadikan turnamen ini sebagai ajang persiapan serta evaluasi kepada pemain. Begitupun, Yosephine berharap setiap laga nanti bisa menjadi tontonan menghibur bagi masyarakat.

“Ini sangat mengembirakan karena sudah lama kami tidak saksikan tontonan sepakbola seru di Sumut. Turnamen ini adalah langkah untuk persiapan kita. Untuk melihat kesiapan kita. Target kami adalah menunjukkan tontonan yang terbaik saja. Mudah mudahan melalui turnamen ini bisa menjadi tontonan menarik bagi penonton,” terangnya.

Sedangkan Labura Hebat FC menyadari sulit untuk bersaing dalam turnamen kali ini. Asisten manager Labura Hebat FC, Tulus mengakui kualitas para pesaing lebih di atas dari klub Labura. “Target kami untuk bermain terbaik ajalah. Kalau juara kami belum sanggup lah. Insya Allah bisa mengimbangi lah,” kata Tulus.

Edy Rahmayadi Cup 2023 akan dibuka pertandingan perdana antara Sada Sumut FC melawan PSDS di Stadion Teladan pada Kamis (10/8) mulai Pukul 16.15 WIB. Kemudian dilanjutkan laga PSMS Medan melawan Labura Hebat FC mulai pukul 19.15 WIB. (dek)

14 Kecamatan Bersaing di Kempo Porkot Medan 2023

Ketua Perkemi Kota Medan, Ir Dial Rizal. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 95 atlet dari 14 kecamatan bakal bersaing pada pertandingan cabang Shorinji Kampo pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2023. Cabang kempo akan dipertandingkan di Sekolah GB Josua, 20 Agustus mendatang.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Medan, Ir Dial Rizal mengatakan, cabang kempo sudah berkembang pesat di Kota Medan. Ini terbukti dengan semakin banyaknya atlet dan jumlah kecamatan yang mengikuti cabang kempo di Porkot Medan 2023 ini.

“Terima kasih kepada KONI Kota Medan yang terus mendukung dan mensuport kempo. Dukungan itu membuat kempo terus berkembang di Kota Medan,” ujar Dial Rizal didampingi Sekretaris Jhon Piter Sihombing di Medan, Selasa (8/8).

Perkembangan kempo di Kota Medan juga terlihat di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) menuju PON XXI/2024. Atlet asal Kota Medan mendominasi Pelatda Kampo Sumut.

Dial Rizal berharap agar pertandingan kempo pada Porkot Medan 2023 ini akan melahirkan atlet-atlet potensial. Meraka akan terus dibina untuk membela nama Kota Medan pada event-event lebih tinggi.

“Sesuai dengan arahan Ketua Umum KONI Medan kemarin, bahwa Porkot Medan 2023 ini mengutamakan kualitas. Kita pun berharap agar lahir atlet-atlet berkualitas,” harapnya.

Sedangkan Sekretaris Perkemi Kota Medan, Jhon Piter Sihombing menambahkan, kempo pada Porkot Medan 2023 akan mempertandingkan 20 kelas. Kelas yang dipertandingkan terdiri dari 11 kelas randori dan 9 kelas embu.

Randori terdiri dari kelas 40 kg putra, 45 kg putra, 50 kg putra, 55 kg putra, 60 kg putra, 65 kg putra, 40 kg putri, 45 kg putri, 50 kg putri, 55 kg putri, dan 60 kg putri. Embu terdiri dari tandoku solo kyu 7-6 putra dan putri, tandoku solo kyu 5-4 putra dan putri, tandoku solo 3-2 putra dan putri, tandoku solo kyu 1 putra/putri, embu berpasangan campuran, dan embu beregu campuran.

Sedangkan 14 kecamatan yang ambil bagian, terdiri dari Amplas, Area, Baru, Belawan, Denai, Helvetia, Labuhan. Marelan, Perjuangan, Petisah, Selayang, Sunggal, Tembung, dan Tuntungan. “Kita berharap pertandingan kempo pada Porkot Medan 2023 ini berjalan lancar,” pungkasnya. (dek)

M Nuh Sebut Kolaborasi Semangat Keislaman dan Kenusantaraan Selaras

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Bedah Buku ”Jejak Dakwah di Nusantara” karya DR Tiar Anwar Bachtiar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (8/8). Ketua Persis Sumut, Muhammad Nuh MSP selaku keynote speaker pada bedah buku ini, menyampaikan pandangannya.

“Kolaborasi semangat Keislaman dan semangat kenusantaraan selaras, dan buku ini menjelaskannya dengan sangat gamblang dan baik,” kata M Nuh.

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara ini juga mengapresiasi buku karya DR Tiar Anwar Bachtiar yang ke-18 tersebut. “Semoga buku ini bisa menjadi referensi bagi umat Islam dalam menelisik sejarah Islam di Nusantara dan berkontribusi terhadap negara ini,” harapnya.

Penulis buku “Jejak Dakwah di Nusantara”, DR Tiar Anwar Bachtiar yang merupakan Ketua Bidang Tarbiyah Persis Pusat, dalam penjelasannya mengatakan, buku ini adalah sekuel kedua dari Jas Mewah. “Buku ini konsern akan pembahasan, bahwasanya Umat Islam bagian terpenting dari sejarah Indonesia, tetapi seolah-olah perjalanan sejarah Indonesia hanya dari kerajaan Sriwijaya, Majapahit, lalu Indonesia tanpa ada kontribusi Umat Islam di situ. Padahal kontribusi Umat Islam sangat rill dan konkrit,” jelasnya.

Sedangkan DR Sudirman Suparmin Lc MA sebagai pembanding pada bedah buku kali ini mengatakan, intisari dari buku “Jejak Dakwah di Nusantara” ini luar biasa. “Dengan membaca buku ini, kita melek akan sejarah Indonesia. Negara ini banyak berutang terhadap Umat Islam. Buku ini wajib, harus dan sudah sepatutnya dimiliki Umat Islam, terkhusus para pengurus Persatuan Islam (PERSIS),” harapnya.

Sementara Abdul Azis, selaku ketua panitia bedah buku ini mengatakan, peserta yang hadir pada acara kali ini berasal dari Pengurus Daerah (PD) Persis Medan, Deliserdang, Langkat, Labuhanbatu Selatan, Karo, Batubara, dan Simalungun. “Hadir juga kawan-kawan dari Forum Zakat (FOZ), KAHMI, Mathla’ ul Anwar, IKADI Medan, IKADI Sumut, PUI, Masyarakat Ekonomi Syariah, Bamus Minang, dan perwakilan dari Pesantren Al Uswah,” pungkasnya. (rel/adz)

Tifatul: Persatuan adalah Anugerah yang Wajib Dijaga

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menegaskan, persatuan adalah anugerah dari Allah SWT yang wajib dirawat dan dijaga. Menurutnya, para founding father bangsa ini sudah menanamkan nilai-nilai persatuan dari jauh-jauh hari.

“Sumpah Pemuda tahun 1928 menjadi bukti persatuan sudah ditanamkan oleh para leluhur kita, meskipun berbeda beda dalam agama, suku dan ras tapi bangsa ini bisa bersatu jelasnya. Seperti di Sumatera Utara ini, meskipun banyak suku dan berbeda agama tetapi kerukunan dan persatuan masyarakatnya sangat baik dan kondusif,” kata Tifatul ketika menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Desa Candi Rejo, Kecamatan Sibirubiru, Deliserdang, Kamis (3/8).

Menurut Tifatul, persatuan Indonesia juga tercantum dalam Pancasila, yaitu sila kedua. Ini memberikan sinyal bahwa persatuan adalah hal yang sangat krusial karena masuk didalam ideologi negara Pancasila. “Apalagi pada tahun tahun politik seperti sekarang ini, godaan kepentingan kelompok atau golongan menjadi perusak persatuan yang sudah ada. Maka kita semua harus mawas diri dan menahan diri agar Persatuan Indonesia tetap terjaga,” jelas mantan Menteri Kominfo era Presiden SBY ini.

Mantan Presiden PKS ini juga mengajak para peserta sosialisasi yang mayoritas berasal dari masyarakat sekitar Desa Candi Rejo, untuk selalu mendoakan para pemimpin bangsa ini dengan doa yang terbaik, karena sejatinya doa yang baik akan kembali kepada diri kita begitupun sebaliknya.

Dalam pemaparannya tentang 4 Pilar, Tifatul menjelaskan beberapa point penting yang terkandung didalamnya seperti; Pancasila sebagai Ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboya negara pungkasnya. (adz)

Milad 27 Tahun UMN Al-Washliyah, Membangun Peradaban Manusia

MILAD: Rektor UMN Al-Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP bersama dosen dan ketua prodi berprestasi serta undangan milad ke-27 UMN Al-Washliyah, Selasa (8/8). DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – REKTOR Universitas Muslim Nusantara (UMN Al-Washliyah) Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP dan sivitas akademika melaksanakan milad ke-27 di aula perguruan tinggi tersebut di Jalan Garu II Medan, Selasa (8/8).

Dalam milad ini diserahkan penghargaan kepada dosen berprestasi yang diterima Dr Khairiah MSi, Nelvetia Purba MHum PhD, Asnarni Lubis SPd MPd, Dr aptv Gabena Indrayani Dalimunthe MSi, Dra Sukmawarti MPd, Farida Yani SP MP, Lisa Septia Dewi Ginting SPd MPd, Dr Rahmadi Ali MPdI, Dr Muhammad Hilman Fikri MM dan Vera Kristiana SPd MPd.

Lima ketua program studi (prodi) berprestasi juga menerima penghargaan. Mereka adalah Debbi Chyntia Ovami SPd MSi (akuntansi), Ramadhani SPd MPd (pendidikan matematika), Toni Hidayat SE MSi (manajemen), Ayu Melati Ningsih SPd MS (sastra Inggris) dan Abdullah Hasibuan SPd MPd (pendidikan bahasa dan sastra Indonesia).

Sebaiknya dosen yang berkinerja buruk juga diberi hukuman setelah dilakukan hasil sidang konfirmasi. ”Hal ini agar semua berjalan sesuai koridor yang berlaku sehingga UMN Al-Washliyah tetap utuh,” kata rektor.

Dua jenis penghargaan pada dosen dan ketua prodi berprestasi ini yang pertama kali dilaksanakan dalam memeriahkan milad UMN Al-Washliyah. Terhadap ”Yang berprestasi kita beri reward,” tegas Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.

Dalam acara yang juga dihadiri pengurus PB Al-Washliyah dan PW Al-Washliyah Sumut, juga diserahkan santunan dan bingkisan pada santri tahfidz dan anak yatim piatu.

Milad juga diisi dengan penyampaian tausyiah oleh Prof Dr HM Hasballah Thaib MA. Rektor bersama ketua BPH UMN Al-Washliyah dan wakil rektor I UMN Al-Washliyah juga melaksanakan pemotongan nasi tumpeng.

Prof Dr HM Hasballah Thaib MA menyebutkan bahwa UMN Al-Washliyah diharapkan dapat membangun peradaban manusia di tanah air, terutama di Sumut.

Disebutkan Prof Dr HM Hasballah Thaib MA, bangsa tanpa peradaban akan terjajah dan tertinggal. Kedepan, ia meminta sivitas akademika UMN Al-Washilyah dapat meningkatkan kualitas pendidikan seiring tantangan masa depan yang semakin besar. (dmp)