Home Blog Page 1295

AC Milan vs Barcelona: Misi Bangkit Rossoneri

SUMUTPOS.CO – AC Milan vs Barcelona dalam jadwal uji coba 2023 bakal sengit berdasarkan skor head to head (H2H) kedua tim. Digelar di Stadion Allegiant, Las Vegas, siaran langsung laga pramusim 2023/2024 ini bisa ditonton via live streaming Trans7 pada Rabu 2 Agustus 2023 pukul 10.00 WIB

Duel AC Milan dan Barcelona menjadi big match pramusim 2023/2024 di Amerika Serikat yang digelar pekan ini. Kedua kesebelasan terakhir kali berjumpa pada 2018. Kala itu, AC Milan dan Barcelona bermain dalam laga uji coba bertajuk International Champions Cup. Di pramusim 2023/2024 yang saat ini digelar di Stadion Allegiant, Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (2/8) pagi ini pukul 10.00 WIB, AC Milan telah melakoni 2 laga uji coba di pramusim 2023. Namun, hasil yang diperoleh Rossoneri kurang begitu memuaskan.

Pada pertandingan pertama, AC Milan disikat Real Madrid dengan skor tipis 3-2. Dalam laga kontra Los Blancos itu, AC Milan sejatinya unggul 2 gol lebih dulu via Fikayo Tomori (25’) dan Luka Romero (42’). Namun, Real Madrid mampu membalikkan keadaan di babak kedua dengan 3 gol sekaligus.

Kasus serupa dialami Il Diavolo Rosso kala meladeni sesama tim Italia, Juventus. Sudah 2 kali AC memimpin laga, tetapi 2 kali pula Juventus menyamakan kedudukan. Skor waktu normal menjadi 2-2. Ketika berlanjut ke babak adu penalti, Rossoneri kalah dalam kedudukan 4-3.

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli berkilah, kekalahan beruntun pasukannya disebabkan faktor kesiapan tim. Tidak semua pemain yang diturunkan kontra Juventus dalam kondisi siap tempur. “Ini bukan langkah mundur dari pertandingan melawan Real Madrid. Mereka yang memulai pertandingan melawan Bianconeri baru berlatih selama tujuh hari,” ujar Stefano Pioli, kepada media.

Terlepas dari hasil itu, AC Milan tetap dituntut untuk memperbaiki permainan tim. Olivier Giroud dan kawan-lawan perlu lebih berkonsentrasi saat sedang dalam posisi unggul. Dengan demikian, Rossoneri punya peluang untuk menyegel kemenangan.

Laga nanti juga bisa menjadi kesempatan lagi bagi Rossoneri untuk menjajal sejumlah rekrutan barunya. AC Milan cukup agresif dengan menggaet nama-nama baru macam Marco Sportiello, Luka Romero, Ruben Loftus-Cheek, Christian Pulisic, Noah Okafor, Tijjani Reijnders, Samuel Chukwueze, hingga Yunus Musah.

Misi bangkit AC Milan bakal menemui tantangan dari Barcelona. Sejauh ini, penampilan Blaugrana lebih baik daripada AC Milan. Meski telah melakoni 1 laga uji coba lebih banyak, Barcelona telah merasakan 2 kemenangan.

Barca mencatatkan kemenangan pertama ketika mengalahkan Vissel Kobe 0-3. Paling mutakhir, Blaugrana menaklukkan rival abadinya Real Madrid 3 gol tanpa balas. Agenda pramusim Barca baru tercoreng k­ekalahan dari Arsenal lewat ke­du­dukan 5-3. Kemenangan di laga El Clasico memang cukup memuaskan Xavi Hernandez. Hanya saja, juru taktik Barca itu tak memungkiri terda­pat beberapa hal yang mesti dibenahi.

Salah satunya dalam mengurangi kesalahan tim saat kehilangan penguasaan bola. “Kami senang dan selalu lebih baik menang daripada kalah di Clásico, tapi masih banyak hal yang perlu diperbaiki,” ujar Xavi Hernandez, dikutip dari laman resmi klub. Pada laga ini, AC Milan diprediksi masih akan mengandalkan jasa Olivier Giroud sebagai juru gedor tim.

Terlebih, striker asal Prancis itu menyumbang 1 gol ketika AC Milan menghadapi Juventus, pekan lalu. Di kubu seberang, ketajaman Barca bakal ertumpu pada Robert Lewandowski. Sejauh ini, Lewy telah mencatatkan 1 gol di pramusim 2023. (trt/adz)

514 Guru PPPK Dairi Terima SK Pengangkatan

SELAMAT: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Kepala BKPSDM, Junihardi Siregar mengucapkan selamat kepada ratusan tenaga guru honorer yang diangkat dan menerima SK PPPK di GOR Sidikalang, Senin (31/7/2023)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyerahkan SK pengangkatan kepada 514 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru formasi Tahun 2022, di Gedung Olah Raga (GOR) Sidikalang, Senin (31/7/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informarika, Anggara Sinurat mengatakan, laporan disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), ke-514 fungsional guru yang menerima SK merupakan formasi tahun 2022.

“Mereka yang lulus dan menerima SK PPPK adalah tenaga guru honorer dan terdaftar pada data pokok pendidikan (Dapodik),” ujarnya.

Anggara menyampaikan, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, 514 PPPK guru ini berhak menyandang status Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saudara-saudara yang hadir di tempat ini merupakan yang terbaik tahun ini. Banyak yang mendaftar tetapi kalian yang bisa lulus dan berhak mendapatkan status ASN PPPK,” ujarnya.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti seleksi pengadaan P3K ini,” tambahnya.

Eddy menyebut, sejak ada peluang tenaga honorer bisa diangkat jadi PPPK, pihaknya bersama jajaran terus berupaya supaya kuota yang diperoleh sebanyak-banyaknya setiap tahun.

Kepada guru PPPK yang baru menerima SK, Eddy menegaskan, perjuangan ke depan tentu makin sulit. Zaman keterbukaan informasi dan digital menuntut guru harus lebih kreatif dalam memberi sajian ilmu pengetahuan pada anak.

“Zaman sudah berbeda, anak didik sekarang dihadapkan dengan dunia digital. Sehingga, guru harus lebih kreatifndan harus mampu menjadi guru penggerak yang bisa menjaga anak didik berpikir global,” lanjutnya.

Bupati berpesan, manusia boleh modern, namun tetap memegang teguh falsafah Pancasila. Oleh karena itu, kejarlah status guru penggerak itu dan teruskan pada anak didik.

Bupati menambahkan, sejatinya jumlah guru yang lulus PPPK sebanyk 517 orang. Namun 2 orang, pada saat pengurusan kelengkapan berkas sampai waktu ditentukan tidak diurus sehingga keduanya dianggap mengundurkan diri.

Sementara, 1 orang lagi yakni, Natalina Sinaga, sebelum menerima SK, yang bersangkutan meninggal.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Jonny Waslin Purba, Kepala Kepala BKAD, Dekman Sitopu, Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani Simarmata, mewakili Kepala PT Taspen Siantar, Mila Adriana, dan Kepala BPJS Dairi, Jesika Sitanggang.(rud/ram)

Kriminal Marak Akibat Tingginya Pengangguran

Wakil Ketua Komisi I DPRD Medan, Abdul Rani.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan menilai, kualitas pendidikan di Kota Medan terbilang masih lemah. Hal itu dapat dilihat dari tingginya angka pengangguran di Kota Medan karena ketidakmampuan bersaing dalam dunia kerja dan minimnya ketrampilan.

“Semua berawal dari rendahnya tingkat dan kualitas pendidikan. Selain pendidikan, juga minimnya keterampilan. Hal itu membuat seseorang tidak punya daya saing, sehingga sulit untuk memiliki pekerjaan atau menjadi seorang wirausaha,” ucap Wakil Ketua Komisi I DPRD Medan, Abdul Rani.

Alhasil, sambung Rani, pengangguran dan kemiskinan terus terjadi di Kota Medan, hal ini pun berdampak pada maraknya tindak kejahatan mulai dari peredaran narkoba, aksi begal, dan pencurian. Hal itu pun kerap membuat solidaritas dan moralitas masyarakat terus menurun dan terdegradasi.

“Masyarakat khususnya pemuda yang tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran, kerap kali melampiaskan ekspresinya ke hal-hal negatif, apalagi bila mereka berada di lingkungan yang negatif,” ujarnya.

Untuk itu, kata Abdul Rani yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kota Medan tersebut, semua persoalan itu harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

Terkhusus kepada Pemko Medan, Rani mengingatkan agar segera memikirkan langkah dan kebijakan untuk menanganinya. Untuk salah satu bagian dari penangannya, dirinya mendorong Pemko Medan supaya melakukan evaluasi kualitas pendidikan untuk masyarakat Kota Medan yang lebih baik.

“Kemudian tingkat pengangguran harus terus ditekan dan peredaran narkoba harus diberantas, inilah kunci untuk menekan angka kriminalitas,” katanya.

Terkhusus narkoba, sambung Rani, kerap menjadi faktor utama terjadinya aksi begal dan aksi kriminalitas lainnya. Hal itu terbukti dari para pelaku begal yang berhasil ditangkap aparat hukum, kebanyakan terindikasi bahkan terbukti menggunakan narkoba.

Rani meminta Pemko Medan untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di tingkat lingkungan sebagai langkah antisipatif untuk menimalisir peredaran narkoba yang semakin merajalela. (map/ila)

Rajudin Sagala Terima Kunjungan Ketua DPRD Kota Depok

KUNJUNGAN: Rajudin Sagala saat menerima kunjungan Ketua DPRD Kota Depok.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Depok, H.T. Muhammad Yusufsyah Putra bersama Sekretariat DPRD Kota Depok melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sekretariat DPRD Kota Medan, Senin (31/7/2023) sore. Kunker mengenai ‘Tugas Pokok Pimpinan DPRD’ tersebut disambut langsung Pimpinan DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala.

Saat menerima kunjungan tersebut, Rajudin Sagala didampingi Kepala Bagian (Kabag) Program dan Keuangan Sekretariat DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit. Pertemuan itu pun berlangsung di ruang kerja Rajudin Sagala yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Medan.

“Untuk menggali dan bertukar informasi terkait tugas pokok pimpinan DPRD di suatu kota, itu wajib dilakukan secara intens. Dari situ kita dapat mengetahui, apa saja program yang akan dilakukan untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakatnya,” ucap Rajuddin usai menerima kunjungan kerja tersebut.

Kunker itu, sambung Rajudin, selain untuk saling bertukar informasi, juga akan menambah wawasan bagi para pimpinan DPRD Medan disaat akan mengambil keputusan dalam setiap rapat.

“Setidaknya kami tahu, apa saja kebijakan yang harus diambil untuk skala prioritas, untuk kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.

Di akhir kegiatan kunjungan kerja tersebut, kedua pimpinan lembaga Legislatif ini saling tukar cinderamata dan sesi foto bersama. (map/ila)

Komisi II Minta Disdikbud Medan Awasi Kasek saat Pengangkatan Guru Honor

Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST mengingatkan para Kepala Sekolah (Kasek) tingkat SD dan SMP se-Kota Medan untuk tidak sembarangan mengangkat guru honor baru dengan memberhentikan tenaga guru honor lama.

 Apalagi baru-baru ini ditemukan adanya indikasi seorang oknum kasek di Kota Medan yang menggunakan kekuasaannya untuk mengangkat anggota keluarganya menjadi tenaga honor di sekolah tempat ia bekerja, lalu memecat tenaga honor yang telah bekerja sebelumnya.

 Untuk itu, Sudari meminta Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk memberikan perhatian serius terhadap para kasek yang menyalahgunakan kewenangannya.

 “Persoalan ini sering timbul, kita minta Disdikbud Kota Medan agar dapat memberikan perhatian serius dengan melakukan pengawasan sehingga Kepsek tidak sembarangan mengangkat guru honor, apalagi memanipulasi data,” tegas Sudari.

 Menurut Sekretaris DPD PAN Kota Medan itu, kasek yang terbukti melakukan pengangkatan guru secara sepihak harus diberikan sanksi tegas. “Kita berharap agar setiap pengangkatan tenaga guru honor atau operator di setiap sekolah harus atas rekomendasi Kadisdikbud,” ujarnya.

 Sehingga, sambung Sudari, pengangkatan guru honor yang ada di setiap sekolah di Kota Medan dilakukan sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai selera atau kepentingan oknum kepsek.

 “Ada saja masalah guru honor dan operator sekolah yang dipecat, mereka mengadu ke DPRD Medan. Setelah kita pelajari, ada indikasi oknum kepsek menyalahgunaka  kekuasaannya, lalu terjadi balas dendam dan akhirnya berdampak buruk terhadap proses belajar yang menjadi terganggu,” katanya.

 Menurut Sudari, Disdik Medan patut segera menyikapi hal ini secara serius dan mendalam, sehingga tidak menjadi persoalan serius ke depan. “Persoalan nasib guru honor yang saat ini saja belum terselesaikan, jangan lagi menambah masalah baru,” pungkasnya.

 Sebelumnya diberitakan, tiga dari lima mantan guru honorer di SD Negeri 066655, Jalan H.M. Yakub No.38, Pinang Baris Medan, mengadukan nasibnya ke kantor DPRD Kota Medan, Senin (24/7/2023). Mereka menyampaikan, bahwa ada lima orang guru honorer di SD Negeri 066655 Kota Medan yang telah dipecat secara sepihak.

 Adapun kelima orang guru honorer tersebut, yakni Eka Safitri (40), Choria Batubara (30), Edwarsyahputra (50), Novinda Indriani (24) dan Ayubela (24). Masing-masing guru tersebut sudah mengabdi bertahun-tahun lamanya di sekolah tersebut.

 Salah seorang guru honorer yang dipecat, Choria Batubara ketika ditemui di kantor DPRD Medan kepada wartawan mengatakan, kedatangan mereka ke kantor DPRD tersebut untuk mengadukan Kepala Sekolah SD Negri 066655, Aripah, karena dinilai sudah melakukan pemecatan sepihak terhadap mereka.

 “Saya sudah lebih kurang enam tahun lamanya mengajar di SD Negri 066655, namun anehnya tanpa ada kesalahan ataupun surat peringatan terlebih dahulu, Kepala Sekolah melakukan pemecatan, memberi surat dengan alasan dirumahkan,” ucap Choria.

 Parahnya lagi, saat diberhentikannya mereka, kasek tersebut justru memasukkan anaknya untuk bekerja sebagai guru honorer di sekolah tersebut. Terkait hal itu, mereka pun mengaku telah memegang bukti.

 “Kita sudah memegang bukti bahwa anak kandung Kepala Sekolah, Aripah saat ini bekerja sebagai guru honorer di sekolah tersebut,” tuturnya. (map/ila)

Munas APSKAR PTMA 2023, UMSU Ditunjuk sebagai Tuan Rumah

MUNAS: Peserta Munas PTMA 2023 berfoto bersama.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan musyawarah nasional pertama Asosiasi Pusat Karir Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APSKAR PTMA) tahun 2023.

Pada Munas APSKAR PTMA tahun 2023, rangkaian acara dilaksanakan dengan pembukaan Munas diawali dengan Pelantikan Pengurus APSKAR oleh Bendahara Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Mahfud Sholihin, Senin kemarin, 31 Juli 2023, di ruang VIP UMSU Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan.

Prof. Mahfud Sholihin, mengungkapkan apresiasi kepada UMSU sebagai tuan rumah dan telah mempersiapkan acara pelantikan dan Munas pertama APSKAR PTMA secara baik.

“Kehadiran APSKAR diharapkan bisa memberi kontribusi positip bagi kemajuan perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah dan Aisyiah,” kata Prof Mahfud dalam keterangan tertulis, Selasa (1/8/2023).

Prof Mahfud mengungkapkan bahwa ada 3 hal utama yang perlu dijalankan APSKAR PTMA dalam program kerjanya.

“Pertama, asosiasi ini dapat merumuskan bagaimana mendorong lulusan PTMA untuk siap berkarir seperti memperbanyak soft skill. Kedua, memberikan pendampingan seperti pembuatan CV, memberikan informasi. Terakhir yang paling penting memonitoring dan menjalin komunikasi sengan alumni yang telah berkarir,” jelas Prof. Mahfud.

Berdasarkan Surat Keputusan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, terdapat 31 perwakilan PTMA yang menjadi pengurus APSKAR periode 2023 – 2026 yaitu UMSU, UMY, UM Tanggerang, UAD, UM Sinjaya, UM Sidoarjo, UM Metro, UM Jember, Itekes Muhammadiyah Pontianak, UM Malang, UM Jakarta, UM Cirebon.

Kemudian, UM Bulukumba, Unimuda Sorong, UM Pakajangan Pekalongan, UM Bengkulu, UM Ponorogo, UM Semarang, UM Kudus, UM Maluku Utara, UM Surakarta, Itekes Muhammadiyah Surakarta, UM Kendari, Politeknik Aisyiyah Pontianak, Itekes Maluku Utara, UM Gorontalo, Unisa Yogyakarta.

Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si, dalam sambutannya, bercerita cikal bakal terbentuknya APSKAR hingga pelantikan pengurus dan menggelar Musyawarah Nasional di UMSU.

Berdasarkan penuturan Dr.Rudianto yang juga Tim Pengembang Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, asosiasi pusat karir hadir berawal dari Rakornas di Surabaya. Di kegiatan tersebut, Majelis Diktilitbang memiliki kebutuhan dalam meningkatkan kualitas lulusan PTMA.

“Nantinya, PTMA yang belum memiliki Pusat karir akan didorong di APSKAR ini, sehingga mahasiswanya tetap bisa mengikuti job fair, pembuatan cv, interview. Sama-sama menggandeng PTMA yang belum siap agar terdorong dan termotivasi,” ucap Rudianto.

APSKAR merupakan asosiasi yang menaungi pusat karir seluruh PTMA di Indonesia. Terbentuknya asosiasi ini dilatar belakangi oleh kebutuhan dalam meningkatkan program-program penguatan karir bagi alumni PTMA.

Oleh karena itu, Apskar menggelar Musyawarah Nasional pertama sekaligus pengukuhan dengan tema ‘Pusat Karir PTMA unggul untuk mengembangkan daya saing lulusan yang profesional dan berkarakter Islami’. Diselenggarakan pada 31 Juli – 3 Agustus 2023 di UMSU dan Parapat.

Menurut Laporan Ketua Umum Apskar PTMA yang juga Ketua Career Development and Alumni Center (CDAC) UMSU, Dr. Sukma Lesmana, S.E., M.Si, Munas pertama APSKAR PTMA bertujuan untuk menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta usulan program kerja. Dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan bootcamp basic yaitu membahas hal-hal dasar dari pengembangan pusat karir di PTMA.

“Ada 4 yang menjadi latar belakang adanya asosiasi ini. Di antaranya kebutuhan tempat untuk sharing informasi dan pengalaman dalam mengelola pusat karir PTMA. Kebutuhan pengembangan pusat karir dalam kinerja PTMA mencapai IKU nomor 1. Kepentingan mengatasi kesenjangan lulusan berkualitas PTMA. Terakhir, keberlanjutan organisasi pusat karir PTMA,” tandas Rudianto.(gus/ram)

Rajudin Sagala Terima Kunjungan Ketua DPRD Kota Depok

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Depok, H.T. Muhammad Yusufsyah Putra bersama Sekretariat DPRD Kota Depok melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sekretariat DPRD Kota Medan, Senin (31/7/2023) sore. Kunker mengenai ‘Tugas Pokok Pimpinan DPRD’ tersebut disambut langsung Pimpinan DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala.

Saat menerima kunjungan tersebut, Rajudin Sagala didampingi Kepala Bagian (Kabag) Program dan Keuangan Sekretariat DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit. Pertemuan itu pun berlangsung di ruang kerja Rajudin Sagala yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Medan.

“Untuk menggali dan bertukar informasi terkait tugas pokok pimpinan DPRD di suatu kota, itu wajib dilakukan secara intens. Dari situ kita dapat mengetahui, apa saja program yang akan dilakukan untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakatnya,” ucap Rajuddin usai menerima kunjungan kerja tersebut.

Kunker itu, sambung Rajudin, selain untuk saling bertukar informasi, juga akan menambah wawasan bagi para pimpinan DPRD Medan disaat akan mengambil keputusan dalam setiap rapat.

“Setidaknya kami tahu, apa saja kebijakan yang harus diambil untuk skala prioritas, untuk kemaslahatan masyarakat,” tuturnya.

Diakhir kegiatan kunjungan kerja tersebut, kedua pimpinan lembaga Legislatif ini saling tukar cinderamata dan sesi foto bersama.
(map/ram)

Warga Medan Tak Bisa Lagi Nikmati Siaran TV Analog, Ini Kata Pemko Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menanggapi hilangnya siaran TV Analog di Kota Medan. Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Arrahman Pane, mengatakan non aktifnya siaran TV Analog di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kota Medan merupakan kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan telah disosialisasikan sejak jauh-jauh hari

“Iya, siaran (TV Analog) nya sudah tidak ada lagi di Kota Medan. Ini kebijakan dari (Pemerintah) Pusat, dan sudah disosialisasikan sejak lama,” ucap Arrahman kepada Sumut Pos, Senin (31/7/2023) petang.

Dikatakan Arrahman, sebelum menonaktifkan TV Analog Pemerintah Pusat bersama stakeholder telah membagikan Set Top Box (STB) kepada warga Kota Medan yang belum memiliki TV Digital.

Berdasarkan data yang terima Diskominfo Medan dari Kementerian Kominfo, total ada lebih dari 36.723 unit STB yang telah dibagikan kepada warga Kota Medan.

“Pembagian STB tersebut dibantu oleh perangkat kewilayahan, mulai dari kecamatan hingga kelurahan. Total ada 36 ribu lebih STB yang sudah dibagikan ke warga Kota Medan yang belum memiliki TV Digital,” ujarnya.

Lantas, apakah kedepannya Pemko Medan akan melakukan pendataan terhadap warga yang belum memiliki TV Digital atau STB? Arrahman mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan arahan terkait hal itu. Mengingat, penghapusan siaran TV Analog merupakan kebijakan Pemerintah Pusat.

“Namun kalau nantinya kita diminta untuk mendata warga yang belum memiliki TV Digital atau STB, tentu akan kita lakukan. Tapi sampai saat ini belum ada arahan kesana,” katanya.

Begitu juga soal pembagian STB kedepannya. Arrahman menegaskan jika program tersebut belum ada dimasukkan ke dalam program Pemko Medan.

Dengan tidak adanya rencana pembagian STB dalam program Pemko Medan, maka pengadaan STB juga tidak ada dibahas dalam P-APBD Kota Medan Tahun 2023 yang saat ini tengah dibahas di DPRD Medan.

“Hingga saat ini pembagian STB merupakan progran Pemerintah Pusat, tidak ada dalam program Pemko Medan,” pungkasnya.
(map)