Home Blog Page 13139

Dapatkan Gadget Murah Mulai Rp149 Ribu

MEDAN- Hari kedua pelaksanaan Bazar Ramadan Ceria Telkomsel yang diselenggarakan di lapangan parkir gedung Selecta Jalan Listrik Medan
Selasa (7/8) kemarin, pengunjung semakin ramai. Bagaimana tidak, berbagai promo  menarik ditawarkan dalam even yang akan berlangsung hingga 11 Agustus mendatang ini. Salah satunya, pengunjung bisa mendapatkan gadget murah, merek MMC mulai harga Rp149 ribu. Harga ini  lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran pada umumnya.

SPESIAL : Pelanggan saat melihat handphone keluaran dari MMC  Bazar Ramadan Ceria Telkomsel, Selasa (7/8).//istimewa for sumut pos
SPESIAL : Pelanggan saat melihat handphone keluaran dari MMC di Bazar Ramadan Ceria Telkomsel, Selasa (7/8).//istimewa for sumut pos

Wahyudi Tito, koordinator konter PINS yang merupakan dealer MMC menyebutkan, handphone MMC C801 biasanya dibanderol dengan harga Rp166 ribu.

‘’Selama pameran kita beri harga special Rp149 ribu,”ujarnya.

Meski sangat murah, handphone keluaran China ini memiliki kelebihan seperti dapat menampung 2 kartu, memiliki bluetooth, mp3, internet, kamera. “Dengan MP3, pengguna bisa dengan bebas mendengarkan lagu yang memang menjadi kesenangannya,” ujar Wahyudi.

Handphone yang juga dapat berfungsi sebagai modem juga tersedia di counter PINS. Bahkan, potongan harga yang diberikan untuk handphone ini sangat besar.

“Kalau di pasaran, harganya sekitar Rp599 ribu, tetapi kalau di bazar ini hanya Rp360 ribu,” lanjut Tito. Selain potongan harga yang besar, salah satu kelebihan yang dimiliki oleh handphone ini adalah memiliki kamera depan dan belakang, sehingga handphone juga dapat digunakan untuk video call. “Handphone ini merupakan salah satu produk unggulan kita. Karena itu, tawaran harga menarik yang kita berikan, berlaku untuk siapa saja,” ujar Tito.
Selain Handphone yang dapat berfungsi sebagai modem, ada juga gadget yang menggunakan sistem layar sentuh. Nah, seperti produk lainnya, harga dalam bazar ini juga merupakan harga special. Bisa didapat hanya dengan Rp399 ribu dari harga normalnya Rp499.

Dalam Bazar Ramadan Ceria Telkomsel ini, setiap pembelian gadget dengan harga dan tipe apapun akan mendapatkan bandling kartu Telkomsel, seperti kartu AS dan Flash. Kalau gadget yang menggunakan tekhnologi Android akan mendapatkan bandling kartu Flash, sedangakan gadget lain akan mendapat gratis kartu dan gratis internetan selama 6 bulan.

Head of Branch Medan Departement Telkomsel, Heribertus Budi Ariyanto mengatakan,  kegiatan ini adalah rangkaian program TELKOMSELsiaga 2012. Tujuan digelarnya pameran ini adalah sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan untuk mendapatkan berbagai  produk handset bundling dan layanan Telkomsel terkini dengan harga spesial lebaran. (*/ram/sih)

Dituntut Seumur Hidup, Pembunuh Kakak Ipar Berteriak Ancam Bunuh Jaksa

MEDAN- Usai dituntut seumur hidup dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, seorang terdakwa kasus pembunuhan, Adi Aryanto, mengamuk dan menantang seluruh pengawal tahanan di ruang sel tahanan sementara di belakang gedung PN Medan, Selasa (7/8).

Terdakwa membuat aksi provokatif yang membuat seluruh tahanan berteriak. Anehnya, aksi Adi yang menantang seluruh pengawal tahanan ditengarai akibat sebuah sendok makan.

“Mana sendok ku. Selama 16 kali sidang di sini aku nggak pernah buat onar kayak gini. Mana sendokku, kalau nggak mati kelian semua. Yang penting keluar aku dari sel harus ada pecah satu kepala orang,” ujar Adi, di dalam sel tahanan.

Adi (35) yang tinggal di Desa Karang Sari Gang UBS Kecamantan Medan Polonia dikenakan pasal 340 KUHPidana subsidar pasal 338 KUHPidana, tentang pembunuhan berencana. Adi tak henti-henti meminta sendok makan miliknya. Selain itu, baik pengunjung dan pengawal tahanan yang mengawasinya ditantang untuk berduel.

“Aku mau makan tapi ngga ada sendok. Jangan gara-gara ini mati kalian. Tidak apa-apa aku dihukum mati asalkan satu di antara kalian mati. Awas kalian ya, nggak usah kalian pikirkan pakai apa ku bunuh kalian yang penting harus ada yang mati hari ini,” ungkapnya, sembari menanyakan Nilma, jaksa dari Kejati Sumut yang menyidangkannya.

Sementara itu, beberapa pengawal tahanan yang dimintai komentarnya mengatakan, ulah Adi ini terkesan disengaja dan telah direncanakan sebelumnya. Pengawal tahanan yang enggan disebutkan namanya ini juga menjelaskan mengambil sendok makan milik Adi karena termasuk benda berbahaya.

“Tidak mungkin kami membiarkan dia bawa sendok besi yang gagangnya tajam. Silap bisa ditusuknya kami. Beberapa petugas juga sudah mengambil inisiatif untuk memberikan sendok plastik untuknya. Tetapi dia tetap menolak dan menghendaki sendok besi miliknya,” ujar seorang petugas lainnya.
Menurutnya, pihaknya juga tidak mengetahui dari mana asal sendok besi milik Adi. Yang jelas ketika hendak masuk ke ruang persidangan, Adi yang diperiksa ketahuan menyelipkan sendok besi di kantong belakang celana. Mengetahui hal itu, petugas langsung mengamankannya.

“Dia sudah merencanakan ini mungkin. Anehnya ketika diambil sendoknya dia tidak marah, tetapi usai dituntut dan dimasukkan di sel dia mengamuk dan meminta sendoknya kembali. Kami tidak memberikan dan dia menantang kami untuk masuk ke dalam sel berduel,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, akibat kejadian ini beberapa petugas kepolisian berpakaian dan bersenjata lengkap hadir untuk mengamankan terdakwa. Setelah diberikan pemahanan, Adi akhirnya bisa menahan ucapannya menantang seluruh petugas yang hadir saat itu. Sebelumnya juga seorang petugas bernama Erwin Rangkuti secara langsung ditantang oleh terdakwa.

“Nggak usah banyak cerita kau. Masuk kau ke sel main kita di sini biar ku pecahkan kepala kau,” ujar Adi emosi.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nilma yang datang ke belakang gedung PN Medan usai terdakwa dibawa ke Rutan Tanjung Gusta Medan menggunakan mobil tahanan mengakui mendengar dirinya dicari dan untuk dibunuh oleh terdakwa. Menurutnya, selama persidangan yang bersangkutan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Dijadwalkan pada tanggal 14 Agustus mendatang Adi akan menjalani sidang lanjutan dengan agenda pledoi.

“Saya tadi memang mendengar juga saya mau dibunuh sama dia,” ujar Nilma.

Kasus Adi sendiri diketahui bermula pada Selasa 27 Desember 2011 silam sekitar pukul 15.30 WIB, bertempat di kamar 17 Hotel Bukit Hijau Jalan Jamin Ginting Km 11 Medan dengan sengaja membunuh Elida Hasibuan yang notabene kakak kandung mantan istrinya.
Saat itu terdakwa mengundang Elida ke hotel beralasan untuk memberikan sesuatu benda atau kenang-kenangan kepada korban. Namun naas, niatnya ternyata berubah dan berusaha memperkosa korban.

“Kakak sudah janda sementara aku sudah duda, ya udah kita melakukan persetubuhan saja,” ujarnya sesuai BAP.

Sebelum membunuh korbannya, Adi juga terbukti meminta atau memaksa korban untuk melakukan persetubuhan dengan membuka paksa celana korban. Akan tetapi korban Elida saat itu melakukan perlawanan dan berteriak minta tolong sehingga terdakwa menutup mulut korban dengan menggunakan celana panjang milik korban.

Selain itu karena kalap, terdakwa menggunakan kain sprai mengikat tangan korban dan menjambak korban dan langsung menggorok leher Elida secara berulang-ulang sampai kurang lebih lima kali tebas. Setelah itu, terdakwa berusaha membakar korban dengan menyiramkan minyak bensin yang berasal dari sepeda motornya. (far)

Berita sebelumnya: Tersangka Memiliki Niat Membunuh 10 Orang Lagi

Dapatkan Gadget Murah Mulai Rp149 Ribu

MEDAN- Hari kedua pelaksanaan Bazar Ramadan Ceria Telkomsel yang diselenggarakan di lapangan parkir gedung Selecta Jalan Listrik Medann
Selasa (7/8) kemarin, pengunjung semakin ramai. Bagaimana tidak, berbagai promo  menarik ditawarkan dalam even yang akan berlangsung hingga 11 Agustus mendatang ini. Salah satunya, pengunjung bisa mendapatkan gadget murah, merek MMC mulai harga Rp149 ribu. Harga ini  lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran pada umumnya.

Wahyudi Tito, koordinator konter PINS yang merupakan dealer MMC menyebutkan, handphone MMC C801 biasanya dibanderol dengan harga Rp166 ribu.

‘’Selama pameran kita beri harga special Rp149 ribu,”ujarnya.

Meski sangat murah, handphone keluaran China ini memiliki kelebihan seperti dapat menampung 2 kartu, memiliki bluetooth, mp3, internet, kamera. “Dengan MP3, pengguna bisa dengan bebas mendengarkan lagu yang memang menjadi kesenangannya,” ujar Wahyudi.

Handphone yang juga dapat berfungsi sebagai modem juga tersedia di counter PINS. Bahkan, potongan harga yang diberikan untuk handphone ini sangat besar.

“Kalau di pasaran, harganya sekitar Rp599 ribu, tetapi kalau di bazar ini hanya Rp360 ribu,” lanjut Tito. Selain potongan harga yang besar, salah satu kelebihan yang dimiliki oleh handphone ini adalah memiliki kamera depan dan belakang, sehingga handphone juga dapat digunakan untuk video call. “Handphone ini merupakan salah satu produk unggulan kita. Karena itu, tawaran harga menarik yang kita berikan, berlaku untuk siapa saja,” ujar Tito.
Selain Handphone yang dapat berfungsi sebagai modem, ada juga gadget yang menggunakan sistem layar sentuh. Nah, seperti produk lainnya, harga dalam bazar ini juga merupakan harga special. Bisa didapat hanya dengan Rp399 ribu dari harga normalnya Rp499.

Dalam Bazar Ramadan Ceria Telkomsel ini, setiap pembelian gadget dengan harga dan tipe apapun akan mendapatkan bandling kartu Telkomsel, seperti kartu AS dan Flash. Kalau gadget yang menggunakan tekhnologi Android akan mendapatkan bandling kartu Flash, sedangakan gadget lain akan mendapat gratis kartu dan gratis internetan selama 6 bulan.

Head of Branch Medan Departement Telkomsel, Heribertus Budi Ariyanto mengatakan,  kegiatan ini adalah rangkaian program TELKOMSELsiaga 2012. Tujuan digelarnya pameran ini adalah sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan untuk mendapatkan berbagai  produk handset bundling dan layanan Telkomsel terkini dengan harga spesial lebaran. (*/ram/sih)

Tahun Ini, Pemudik Naik 10 Persen

MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melakukan rapat koordinasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan satuan wilayah dengan sejumlah pihak menjelang Idul Fitri 1433 Hijriyah. Pertemuan itu dilakukan tertutup di lantai 4 markas Poldasu, Jalan Sisingamangaraja Km 10,5 Medan, Selasa (7/8) pagi.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, beberapa pihak terkait yang ikut dalam pertemuan itu yakni PU, Dishub dan Desperindag.

“Dari Disperindag tadi mereka mengatakan stok bahan makan untuk wilayah Sumatera Utara, khusunya Medan masih aman,” ujar Heru, Selasa (7/8) siang.

Dikatakan Heru, Polda Sumut memprediksikan pemudik tahun ini akan naik 10 persen dari tahun lalu.

“Kami akan buat pos-pos pengamanan. Tempat-tempatnya belum tahu. Besok (hari ini)  ditentukan,” sebutnya.

Desperindag, kata Heru, akan melakukan kegiatan sidak terhadap makanan-makanan yang kadaluarsa. Pertamina mengatakan untuk stok bahan bakar minyak masih aman.

“Dalam waktu dekat Dishub mempersiapkan angkutan lebaran. Dishub akan melakukan tes urine awak ataupun kru bus. Uji kelayakan bus dan kelayakan jalan,” sebutnya.

Dalam hal ini Heru menyebutkan, kendaraan truk pada H- 4 dan H+1 dilarang melintas kecuali yang mengangkut sembako.
“Kendaraan sumbu dua roda 6 dilarang melintas di Berastagi dan jalinsum,” sebutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut), Anthony Siahaan, usai pertemuan menegaskan, kendaraan sumbu dua (truk roda enam) dilarang beroperasi sebelum empat hari raya Idul Fitri 1433 Hijriyah (H-4). Pemberlakuan itu untuk mengurangi kemacetan arus kendaraan di jalan raya dan jalan lintas Sumatera.

“Truk sumbu dua tersebut dapat beroperasi setelah satu hari raya Idul Fitri 1433 Hijriyah. Apabila aturan itu dilanggar, kita akan berikan sanksi mulai dari peringatan administratif sampai pembekuan kartu pengawasan,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, pihaknya sudah membentuk tim terpadu dengan beberapa sektor diantaranya Dishub kabupaten kota, Direktorat LLAJ, Poldasu, Dinas PU, Dinas Bina Marga, PT Asuransi Jasa Raharja dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional untuk melakukan peninjauan bersama berkaitan dengan kesiapan sarana prasarana jalan untuk kesiapan Lebaran.

“Kami mempersiapkan dengan harapan selama Lebaran tidak terjadi kendala yang menimbulkan tidak terangkutnya penumpang dengan nyaman, aman dan selamat saat berlebaran. Kita ingin bersama-sama saling menjaga untuk membuat rasa aman dan nyaman pada pemudik,” ungkapnya.

Disebutkannya, pihaknya juga akan mendirikan posko yang siap berkoordinasi dengan Dinas PU untuk alat berat di daerah-daerah yang rawan longsor, kecelakaan lalu lintas dan kemacetan seperti Medan-Berastagi, Tarutung-Sibolga hingga Sipirok-Tarutung-Aek Latong.

“Dari hasil koordinasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Lebaran nanti terjadi musim hujan. Untuk antisipasi hal yang tidak kita inginkan, alat berat dan krunya disiagakan sehingga bila terjadi hal-hal yang bisa menyebabkan kemacetan seperti longsor bisa langsung ditangani dengan baik. Tujuannya agar lalu lintas tidak macet,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, untuk memberi kenyamanan, keamanan dan keselamatan para penumpang, Dishub Sumut juga akan melakukan pemeriksaan fisik kendaraan di Terminal Amplas. Nantinya, kendaraan yang sudah diuji dan layak beroperasi akan diberi tanda stiker. (mag-12)

Ngurus Akta Kelahiran di Kecamatan, Senin Mendaftar, Kamis Disidang

MEDAN-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan terus melakukan persiapan pengurusan akta kelahiran dengan menggelar sidang keliling  di kecamatan.

Kadidukcapil Kota Medan, Muslim Harahap mengaku, proses pengurusan dilakukan di kantor kecamatan dan akan ditangani oleh petugas Disdukcapil Kota Medan, pihak bank dan Kantor Pos.
Muslim menjelaskan, untuk proses pengurusan setiap warga melakukan pendafatran setiap pekan pada hari Senin, sedang sidang terhadap akta kelahiran di atas 1 tahun sepekan sekali pada hari Kamis.

“Kita lihat juga jumlah peserta yang mendaftar, tapi untuk pendaftar dilakukan hari Senin sedang sidang hari Kamis sidang. Untuk biaya adminstrasi hanya Rp10 ribu per warga, sidang sesuai hukum perdata 3 hari setelah dilakukan panggilan baru dilakukan sidang,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM mengatakan, terobosan baru ini dalam rangka menyikapi berbagai keluhan masyarakat tentang panjangnya birokrasi atau sulitnya untuk mendapatkan akta kelahiran.

Selain itu, katanya, juga untuk menyikapi undang-undang yang mengatur tentang kepengurusan akte kelahiran yang terlambat makanya akan dilakukan persidangan keliling.

Menurutnya, dengan persidangan keliling masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Kantor Pos, tidak perlu ke kantor Pengadilan Negeri Medan tetapi cukup menghadiri persidangan di kecamatan yang nantinya akan dibuat jadwal tertentu.

Sedikitnya setiap hari nanti dilakukan persidangan di lima kecamatan sesuai dengan jumlah hakim yang ada di Pengadilan Negeri Medan, sehingga masyarakat dengan cepat mendapat pelayanan.

“Dengan adanya persidangan keliling ini masyarakat cukup ke kacamatan yang ditunjuk menghadiri persidangan, kita sudah membuat draf perjanjiannya dan dalam draft tersebut diatur tugas, fungsi dan wewenang keempat pihak, dan pelaksanaan sidang keliling. Mudah-mudahan dilaksanakan habis lebaran ini, “ ujar Rahudman.

Menurutnya, di dalam persidangan keliling ini Pemko Medan akan memfasilitasi segala sesuatu yang akan diperlukan, dan kehadiran BRI karena ada kewajiban untuk negara untuk disetorkan. Dengan kebersamaan sinergitas seperti ini salah satu cara yang paling baik dalam rangka memberikan pelayanan yang cepat dan baik kepada masyarakat, bagaimana tentang teknis persidangan, nanti akan diatur oleh Ketua Pengadilan Negeri, sementara Pemko Medan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan di lokasi persidangan.

Ketua Pengadilan Negri Medan, Erwin Mangatas Malau SH MH mengatakan, yang pertama harus dipahami bahwa pengadilan negeri juga adalah abdi masyarakat jadi ini adalah tugas pelayanan.

“Kita harus melayani masyarakat dan kita harus turun ke masyarakat, dan ide Wali Kota Medan untuk membuat persidangan keliling dengan pihak Pengadilan Negeri Medan kita sambut dengan baik,” katanya.

Ditambahkannya, untuk melaksanakan persidangan keliling ini persiapan yang pertama adalah hukum yang ada itu tidak dilanggar.
“Kita harus tetap pada koridor hukumnya yaitu undang-undang nomor 23/2006 dimana pada ayat 2 pasal 27 menyatakan, pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 tahun sebagai mana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan berdasarkan pengadilan. Dengan digelarnya persidangan keliling ini mudah-mudahan masyarakat dapat terbantu, dan masyarakatpun bisa terlayani, jadi prosesnya singkat masyarakat mendaftar hari Senin setelah tiga hari dilaksanakan persidangan,” ujar Erwin Mangatas. (gus)

Konflik Tanah di Labura-Labuhanbatu akibat Lemahnya Aparat

LABUHANBATU-Konfli tanah yang terjadi d iwilayah Sumatera Utara disebabkan akibat lemahnya aparat terkait melihat dan menyelesaikan kasus yang akhirnya sangat merugikan masyarakat kelas bawah. Demikian dikatakan Johan Merdeka selaku Ketua Persatuan Politik Rakyat Miskin Sumut dan juru bicara Komite Tani Menggugat saat menjawab Sumut Pos, Selasa (7/8) terkait sengketa tanah yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu.

Dibeberkannya, jika memang pemerintah dan pihak DPRD setempat memiliki keinginan membela kepentingan masyarakat, sengketa yang berujung ke meja hijau tidak akan pernah terjadi. “Kita melihat pemerintah dan DPRD bermain mata, apalagi tentang ijin prinsip maupun HGU yang tanpa melihat historis tentang tanah,” duganya.

Dicontohkannya, antara kelompok tani dengan PT Sawita Leidong Jaya (SLJ) Kabupaten Labura yang kini menyisakan cerita kepedihan 17 warga ditahan hingga kini berawal dari kehadiran perusahaan dtahun 2007, sementara masyarakat sudah menduduki lahan sejak tahun 1996. Akibat terjadi konflik, warga yang tidak memiliki kekuatan apapun terpaksa mengikuti ‘giringan’ pihak kepolisian. “Padahal sudah dijanjikan akan ditangguhkan penahanan warga jika kita siapkan administrasi. Nyatanya diserahkan juga ke kejaksaan,” kenangnya yang mengaku sedang berada di Medan, Sumut. Begitu juga terjadi antara masyarakat dengan PT Smart Padang Halaban, Labura. Dengan tuduhan pengrusakan dan pencurian, 10 orang anggota kelompok tani pun kini sedang menunggu persidangan. “Permasalahan sudah puluhan tahun. Sekitar 1923 sudah ada penduduk disana, tetapi mengapa tahun 1968 muncul perusahaan dan wargapun tergusur,” kata Johan menceritakan.

Begitu juga dengan masyarakat di Desa Seisiarti. Memang diakui Johan Merdeka, pengusaha sudah dimenangkan di tingkat pengadilan. Tetapi jika ingin melihat historis, diprediksinya tidak akan terjadi persengketaan lahan. “Harapannya segerakan penyelesaian kasus ini. Kita minta polisi beretika baik. Mengapa laporan masyarakat terkait pengrusakan lahannya tidak pernah digubris. Janganlah fungsi social dijadikan sebagai ajang komersil,” Johan Merdeka selaku pinta perwakilan kelompok tani yang bersengketa tersebut.

Tudingan lemahnya aparat sehingga menyengsarakan warga diperkuat dengan sengketa antara kelompok tani Bersama dengan pengusaha diwilayah Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu. Walau pihak BPN melalui plottingnya menetapkan posisi wilayah tanah tersebut, namun pemerintah tidak mampu bersikap tegas. Akibatnya, Sater Simamora selaku ketua kelompok itu terpaksa mendekam dan kini tinggal menunggu giliran dipersidangkan dengan tuduhan pengrusakan pagar yang sebelumnya tidak pernah dibangun diareal yang bersengketa.

“Pertemuan terakhir DPRD meminta kepada Pemkab Labuhanbatu serta penegak hukum lebih serius dalam menganalisa kesepakatan. Tapi hingga kini rekomendasi dewan 27 Juli 2012 tidak berjalan. Kasihan masyarakat selalu dijadikan bahan mencari keuntungan,” kata T Ritonga pengurus di Koptan Bersama itu. Asisten Pemerintahan Pemkab Labuhanbatu Sarbaini, saat dimintai Sumut Pos tanggapannya, Selasa (7/8) terkait tidak selesainya sengketa tanah yang ada bahkan merambah keranah hukum, menjelaskan bukti kepemilikan masyarakat tidak pernah lengkap.

Diakuinya pihaknya selaku perpanjangan tangan bupati tidak bisa menyelesaikan, masalahnya karena bukti kepemilikan masyarakat jarang didapat.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Labuhanbatu Indra David Siahaan mengakui sudah ada rekomendasi terkait sengketa tanah di Kecamatan Bilah Barat. Dikarenakan mereka bukan lembaga pemutus, pihaknya tidak dapat berbuat banyak. (mag-16)

Cegah Penyakit Jantung dan Stroke

MEDAN-Jalan kaki memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan. Menurut dokter spesialis jantung, dr Amran Lubis SpJP mengatakan jika dengan berjalan kaki bisa mengurangi risiko mencegah penyakit jantung koroner dan stroke akut, dengan menurunkan bisa dua kali lipat atau sampai 25 persen.

“Sebuah hasil penelitian dari Amerika Serikat menyebutkan jika berolahraga dengan berjalan kaki bisa mengurangi resiko penyakit jantung koroner dan stroke,” kata Amran, Selasa (7/8).

Menurut Amran, di dalam tubuh manusia ada dua sistem metabolisme yakni aerobik metabolisme dan unaerobik metabolisme.
Yang mana untuk sistem metabolisme sel dalam pembentukan energi menggunakan oksigen dalam bahan bakunya, sementara unaerobik metabolisme tidak menggunakan oksigen dalam bahan bakunya namun membutuhkan energi yang cepat.

“Jadi manfaat orang jalan kaki rata-rata 3 km per hari dalam 30 menit dan rutin setiap minggunya bisa menyebabkan semua organ dalam tubuh kita melakukan metabolismenya dengan aerobik. Artinya dalam memproduksi energi menggunakan oksigen,”terangnya.

Sehingga, sambungnya, saat memproduksi bahan oksigen sebahagian lemak dalam tubuh manusia akan dirubah menjadi energi.
“Bagi orang yang mempunyai kolesterol tinggi dengan berat badan yang berlebih akan mengurangi kadar kolesterol di dalam darah dan akan meningkatkan kapasitas aerobiknya,”sebutnya. (uma)

Jalan Dipenuhi Timbunan Sampah

085761303xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan. Tolong diperhatikan jalan proyek kanal yang berada di Lingkungan 9 Kelurahan Harjo Sari 2 Medan Amplas. Saat ini jalan tersebut sudah menjadi tempat pembuangan sampah sehingga sangat mengganggu pemandangan serta minimbulkan aroma yang tidak sedap. Hal ini disebabkan tidak ada perhatian dari kepala lingkungan. Padahal, jalan tersebut sering digunakan warga untuk berolahraga pagi. Terima kasih.

Sudah Ditertibkan

Terima kasih atas laporannya. Hal tersebut memang benar terjadi, dan baru saja kami memerintahkan kepala lingkungannya untuk kembali menertibkan hal ini. Kami juga sudah mengkoordinasikan dengan Dinas Kebersihan Kota Medan untuk menyediakan alat berat dan truk untuk mengangkut sampah yang ada itu.

Pengalamannya, kami sudah mengangkat sampah dari tempat yang sama sebanyak dua kali. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran warga dalam kebersihan. Untuk itu, kami juga sudah mengimbau kepala lingkungan untuk membuat spanduk yang bersisikan pesan moral serta mengaktifkan kembali posko pemantauan, guna mencegah warga membuang sampah ke tempat tersebut.

Untuk itu, selama dua hari ke depan kami akan mengusahakan mengangkut sampah tersebut dengan menggunakan alat berat dari Dinas Kebersihan Kota Medan dan truk sampah yang juga disediakan.

Emir Mahbob Lubis
Camat Medan Amplas

Menyoal Relokasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka

Oleh:  Amos Simanungkalit

“Untuk apalagilah mereka berdagang buku, sedangkan buku saat ini sudah banyak bantuan dari pemerintah dan diberikan gratis, sosialisasi sudah beberapa kali kami lakukan dan tinggal pertemuan sekali lagi. Diharapkan seluruh pedagang bisa memakluminya,” ucapnya.

“Seluruh pedagang buku yang ada disitu akan dibangunkan kios setelah dipindahkan ke pasar Mandala Medan. Itu sebagai solusi relokasi para pedagang buku di areal Lapangan Merdeka (Titi Gantung),” ujar Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Kamis (28/6).

Hal ini muncul setelah Pemerintah Kota Medan berencana untuk melakukan relokasi pedagang buku lapangan merdeka yang sebelumnya berada diatas titi gantung akan dipindahkan ke Lapangan Mandala, Jalan Ahmad Tahir Kecamatan, Medan Denai. Hal ini tentu saja mengundang banyak kontroversi ditengah-tengah masyarakat Kota Medan yang selama banyak mengunjungi Lapangan Merdeka baik untuk mencari buku bekas untuk bacaan penghantar tidur ataupun buku pelajaran siswa dan mahasiswa.

Toko buku di Lapangan Merdeka selama ini cukup melekat di hati masyarakat Kota Medan hingga hari ini terkait satu-satunya pilihan dalam mencari buku murah yang berkualitas disamping toko buku para pemodal yang cukup tenar diseantero negeri yang memiliki gerai hampir diseluruh Indonesia. Toko buku Lapangan Merdeka memiliki banyak stok buku dari harga miring hingga cukup mahal buat kantong pelajar dengan kualitas bermutu.

Rencana relokasi pedagang buku Lapangan Merdeka ke Lapangan Mandala tentu saja tidak rencana Pemerintah Kota Medan untuk membuat lahan parkir untuk kendaraan pribadi sebagai upaya menunjang akses jalur kereta api Medan-Kualanamu dan pembangunan City Airport Terminal (CAT) berupa pos city check in sebagai pendukung rencana strategis Pemerintah kota Medan untuk membawa Kota Medan menjadi salah satu Kota Metropolitan di Indonesia dimana system transportasi menjadi salah satu indikator penetapan. Jika melirik kepada system transportasi yang terpadu sebagai kota terbesar ke-3 di Indonesia memang toko buku bisa saja harus mengalah. Memang kata orang bijak: buku adalah jendela dunia. Jadi, ketika orang sangat butuh melihat dunia kan dia pasti mencari buku di mana pun tokonya berada.

Alasan logis

Beberapa hal yang cukup menjadi perhatian ketika pedagang buku Lapangan Merdeka akan digantikan oleh suatu perparkiran yang memiliki nilai lebih strategis dimata para pemangku kebijakan Kota Medan tentu saja dapat disanggah dengan tak lepas memperhatikan :

Pertama, 180 pedagang buku Lapangan Merdeka yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Buku Lapangan Merdeka (Aspeblam) tentu saja harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan, mereka yang menggantungkan nasibnya di dalam proses penjualan setiap buku tentu saja sebagai pemimpin Bapak Walikota Medan, semestinya juga memperhatikan hajat hidup orang banyak dimana tentu saja hal ini, akan berbeda jika tempat relokasi berada di daerah yang susah diakses warga Kota Medan.

Dimana hal ini tentu saja akan semakin mengurangi animo warga Kota Medan untuk berkunjung mencari buku favorit mereka dimana tentu saja berimplikasi terhadap minat baca warga kota Medan padahal jika melihat fakta bahwa potensi bangsa Indonesia sangat tinggi secara kuantitas. Namun, fakta membuktikan bahwa kondisi minat baca di Indonesia berdasarkan temuan UNDP tahun 2010, Human Development Indeks, masih sangat rendah, berada di peringkat 112 dari 175 negara.

Kedua, jika melihat letak dari Lapangan Merdeka Medan dimana dahulu terdapat Balai kota Medan lama yang merupakan titik nol Kota Medan. Letaknya yang tepat di jantung Kota Medan menjadikannya sebagai landmark kota ini. Kita tentu saja masih mengingat bahwa daerah Lapangan Merdeka dahulu selain menjadi pusat perkantoran pemerintahan di jamannya. Tentu saja dimana daerah ini merupakan salah satu resapan air di Kota Medan.

Karena memang di areal delta tempat bertemunya dua aliran sungai, yakni Sungai Deli dan Sungai Babura, dulunya oleh Belanda dibangun benteng (loji). Dimana banjir menjadi perhatian akhir-akhir ini ketika selesai hujan yang hampir mustahil terjadi di awal umur kota yang kita cintai ini. Nah! Bagaimana jika rencana pemerintah untuk membuat perparkiran yang terkelola denga rapi tentu saja memerlukan banyak kajian dari Ilmuwan dikarenakan bangunan-banguna permanen tentu saja mempengaruhi system drainase Lapangan Merdeka dimana akan banjir terus disesaki gedung-gedung pencakar langit disekelilingnya.

Ketiga, Sejarah Lapangan Merdeka yang tentu saja menjadi nilai romantisme yang cukup mengakar di tengah warga Kota Medan. Dimana selain warga pengunjung dapat menikmati kondisi lapangan merdeka untuk berolaharaga namun tentu saja para pengunjung warga kota Medan dapat menjadikan toko buku di Lapangan Merdeka sebagai rekreasi belajar untuk anak dimana selain dapat menikmati fasilitas bermain di lapangan merdeka. Sejarah panjang Kota Medan juga menunjukkan bahwa Lapangan Merdeka Kota Medan symbol perjuangan tiap kota mereka di jaman pra kemerdeaan dulu.

Keempat, Nilai akses terhadap pendidikan terkhusus akses terhadapa buku yang murah dan berkualitas terkhusus buat bagi mahasiswa dan pelajar tentu saja tidak lepas dari berbagai kajian yang masih saja semakin menyulitkan buku muncul dihadapan pelajar disebabkan akses yang tidak berada di tengah-tengah warga.

Sejatinya saya berpikir  jika ingin memindahkan Pasar Buku, kenapa harus ke tempat yang tak teruji di bidang perbukuan? Maksudnya, kenapa tidak meletakan Pasar Buku itu di sebuah tempat yang sejatinya telah akrab dengan buku. Tempat yang dimaksud adalah perpustakaan. Itu sebabnya kata pertama yang menakjubkan adalah: “Bacalah”.

Penulis: Sekretaris Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Medan,
Mahasiswa Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara

Ke Mana Dana BOS Dialokasikan?

085372247xxx

Yth Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan. Kemana dana BOS yang begitu besar jumlahnya yang diberikan kepada sekolah-sekolah negeri itu dialokasikan? Kenapa pihak dinas memberi petunjuk tentang penggunaan dana BOS hanya kepada para kepala sekolah? Sehingga mereka merasa dana BOS adalah milik mereka. Trims.

Untuk Operasional Sekolah

Terima kasih atas pertanyaannya. Untuk dana BOS sudah ada pagu anggarannya. Dana BOS bukan dibagi-bagikan kepada siswa tapi digunakan untuk biaya operasional sekolah. Dan setiap awal tahun, kami selalu melakukan sosialisasi terkait dana BOS dengan mengundang kepala sekolah, bendahara sekolah dan ketua komite sekolah yang merupakan perwakilan orangtua siswa.

M Rajab Lubis
Kepala Dinas Pendidikan
Kota Medan