Home Blog Page 13249

Beli Handphone I Cherry, Gratis Kartu As Adem Ayem

BAZAR : Pelanggan memilih produk handphone I Cherry yang dibundling dengan kartu As paket Adem Ayem.//net
BAZAR : Pelanggan memilih produk handphone I Cherry yang dibundling dengan kartu As paket Adem Ayem.//net

MEDAN – Telkomsel kembali menggelar bazar gadget dengan harga khusus. Pameran yang digelar di pelataran Gedung Selecta, Jalan Listrik, berlangsung selama empat hari mulai 11 – 14 Juli 2012. Dalam event promo kali ini, Telkomsel mengadakan bundling paket kartu As Adem Ayem untuk setiap pembelian produk handphone I Cherry tipe apa saja.

Head of Branch Medan Department Telkomsel, Heribertus Budi Ariyanto mengatakan, setiap pembelian HP I Cherry para pelanggan akan mendapatkan gratis kartu As Adem Ayem. Paket kartu As Adem Ayem ini, pelanggan dapat menikmati menelpon sepuasnya selama 40 menit setiap harinya selama setahun. Ini dilakukan untuk  memberikan kenyamanan pelanggan Telkomsel dalam berkomunikasi.

Menurutnya, Bazar HP I Cherry Bundling Telkomsel kartu As paket Adem Ayem ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan devide dengan harga terjangkau, sekaligus mensosialisasikan Flash, NSP dan T Cash. “Bazar ini diharapkan dapat memberikan kepuasan  bagi pelanggan untuk mendapatkan produk terbaik dan berkualitas dari Telkomsel,” katanya.

Menurutnya, kartu As paket Adem Ayem ini dapat digunakan pada pukul 00.00 hingga 17.00 WIB kepada seluruh pelanggan Telkomsel baik kartuHalo,  simPATI dan kartu As.

Cara aktivasi Paket Adem Ayem adalah ketik “Adem” dikirimkan ke 1377 untuk aktivasi gratis 3 bulan pertama. Sedangkan, di bulan ke 4 hingga ke 12, pelanggan dapat memperpanjang paketnya seharga Rp20.000/bulan (*/sih)

Terbuai Bujuk Rayu Pacar

MEDAN-Termakan bujuk rayu sang kekasih, membuat NF (16), warga Jalan Eka Rasmi, Medan Johor ini, harus merelakan keperawanannya direnggut pacarnya, Topan (19), di Hotel Novi Jalan Gatot Subroto Medann
Ditemani ibu dan kakaknya, NF melapor ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (UPPA) Mapolresta, Rabu (11/7) sekira jam 12.00 WIB.

Pengakuan Intan (31), kakak NF saat di RS Pirngadi mengisahkan, peristiwa yang merenggut keperawanan adiknya diketahui seminggu yang lalu setelah datangnya pengakuan dari sang adik.
Kecurigaan datang dari benak Riady (35) suami dari Intan kakak NF, yang saat itu melihat belakangan ini tubuh adiknya kelihatan kurus dan melar ditambah lagi, NF cenderung melawan pada Nurainun, ibunya.

Untuk itu Riady berinisitif bersama Intan menanyakan prihal yang terjadi pada NF. Setelah ditanya, akhirnya NF mengaku telah digagahi sebanyak dua kali oleh Topan pacarnya di Hotel Novi Jalan Gatot Subroto dan terakhir kali dilakukan pada akhir bulan Juni.

“Adiku ini dirayu dan dibawa ke hotel dan ditiduri dia,” ujar Intan.
Sementara Nurainun, ibu NF mengatakan, perkenalan anaknya  dengan Topan, warga Jalan Wakaf yang diketahui sebagai pekerja bengkel sudah sebulan lamanya. Setelah dikenali oleh Ulan (16), teman dan juga masih jiran tetanga.

Hubungan mereka pun tanpa diketahui keluarga dan akhirnya NF sampai kehilangan keperawanan.
“Saya yakin dia dikasih ramuan perangsang dan akhirnya setelah dirayu dibawa ke hotel,” kata Nurainun.
Keluargapun tak senang dengan perbuatan Topan dan mengadu ke Mapolresta Medan. Untuk melengkapi berkas, siswi yang baru duduk di bangku sekolah kelas 1 SMU itu selanjutnya membuat visum ke RSUD dr Pirngadi Medan.

“Sampai kapanpun kami tidak terima perbuatan Topan, walaupun dia mau bertanggung jawab tapi kami tidak akan terima, mending dia masuk penjara saja,” tandas Nurainun.  (uma)

Indonesia, Malaysia, dan Singapura Satu Grup

Drawing Piala AFF 2012

BANGKOK- Perjuangan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF yang akan digelar di Malaysia dan Thailand pada 24 November-22 Desember 2012 mendatang, bakal mendapat tantangan berat. Pasalnya, Tim Garuda berada di grup B bersama tuan rumah Malaysia dan Singapura.

Hal ini terungkap dalam undian Piala AFF yang digelar di Chaturathit Ballrom hotel Golden Tulip Sovereign, Bangkok, Thailand, Rabu (11/7) siang waktu setempat. Dalam undian itu, Indonesia menempati pot dua bersama Vietnam. Sementara pot satu diisi tuan rumah Thailand dan Malaysia. Singapura dan Filipina ada di pot tiga.

Sementara itu, Grup A diisi Thailand, Vietnam dan Filipina. Satu tim lagi di Grup A akan didapat dari tim yang menempati posisi pertama di babak kualifikasi. Lima tim yang akan bertarung ke putaran final lewat babak kuaifikasi adalah Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Timor Leste.(net/bbs)

Harga Sembako Mulai Naik

NAIK :  Sejumlah pembeli melihat tomat 
di Pasar Tradisional Kwala Bekala Medan, Rabu (11/7). Menjelang puasa harga sembako mulai naik.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
NAIK : Sejumlah pembeli melihat tomat
di Pasar Tradisional Kwala Bekala Medan, Rabu (11/7). Menjelang puasa harga sembako mulai naik.//ANDRI GINTING/SUMUT POS

MEDAN – Menjelang Ramadan 1433 Hijriah, harga sembako di berbagai pasar Kota Medan mulai mengalami kenaikan.  Seperti pantauan wartawan koran ini, Selasa (10/7) di Pusat Pasar Medan Mall Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Medan Kota. Harga sembako seperti ayam potong mengalami kenaikan dengan harga Rp26 ribu per kg, sebelumnya masih harga Rp23 ribu per kg. Daging sapi Rp78 ribu per kg, sebelumnya Rp 75 ribu, cabe merah Rp30 ribu per kg, sebelumnya masih Rp25 ribu per kg,     gula pasir Rp13.500 per kg, seblumnya masih Rp12.500 per kg.

Selanjutnya, telur ayam kecil yang biasanya dijual Rp800 per butir, kini dengan harga Rp1000 per butir. “Kenaikan harga bahan-bahan sembako tersebut dipicu tingginya permintaan menjelang Ramadan,”ujar Ratnawati salah seorang pedagang yang berada di Pusat Pasar.

Sementara itu, Kadisperindag Syafrizal Arief minta para distributor tidak menimbun barang guna mencegah terjadinya kelangkaan barang sehingga memicu kenaikan harga. Untuk menekan kenaikan harga, disiapkan 151 titik pasar murah di Kota Medan.

Dirut PD Pasar Benni Sihotang menyatakan 52 pasar yang berada di bawah PD Pasar siap melayani masyarakat bekerjasama dengan bagian perekonomian Kota Medan. “Kita siap melayani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako selama bulan suci Ramadhan tahun ini,”ujarnya. (tom/gus)

Kadis TRTB: Akan Kita Bongkar…

Ruko Bermasalahdi Jalan HM Joni Gang Warno

MEDAN-Dinas Tata Ruang dan Tata Bangungan (TRTB) Kota Medan akan membongkar bangunan rumah ruko (ruko) bermasalah di Jalan HM Joni, Gang Warno, Lingkungan XII, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area.

“Kalau memang menyalah akan kita tindak. Saya belum dapat laporan saya akan cek bangunannya,” kata Kadis TRTB Kota Medan, Syamporno Pohan, Rabu (11/7).
Padahal sebelumnya, petugas Dinas TRTB Kota Medan sudah terjun ke lokasi dan melakukan pengecekan terhadap bangunan.

Sebelumnya, warga Jalan HM Joni, Gang Warno, Lingkungan XII, Kelurahan Pasar Merah Timur, Medan Area keberatan dengan pembangunan rumah toko (ruko), yang berada di depan gang. Sekitar 28 warga sudah menyampaikan surat keberatan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat.

Hadi Pranoto, seorang warga yang keberatan menjelaskan, fasilitas umum berupa tiang listrik yang seharusnya berada di luar justru berada di dalam ruko. Kemudian, tembok bangunan dengan Gang Warno juga tidak sesuai dengan ketentuan yang ada yakni tinggi tembok 125 cm, kini tembok tersebut dibangun 280 cm. Dengan tembok setinggi itu dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak bagi warga yang melintas jika tembok tersebut roboh.

Bukan hanya akibat bangunan ruko tersebut sehingga gang menjadi sempit. Warga juga menduga SIMB hanya satu bangunan, namun di lokasi bangunan ruko dua pintu. Untuk itu warga meminta kepada Dinas TRTB Kota Medan segera membongkar bangunan tersebut.
“Saya mewakili warga yang lain keberatan dengan bangunan tersebut. Pihak terkait hendaknya segera mengambil tindakan,” ucapnya.

Lurah Pasar Merah Timur, Dartaswin mengatakan, bangunan itu sudah menyalahi aturan. Untuk itu dirinya telah meminta ketegasan Dinas TRTB Kota Medan untuk secapatnya mengambil tindakan.
“Setelah saya cek ternyata bangunan itu sudah menyalahi aturan sehingga meminta kepada Dinas TRTB untuk mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Dirinya juga sudah menerima surat keberatan warga atas bangunan itu. Pihaknya juga sudah melakukan mediasi antara warga dengan developer. Namun, developer tidak setuju dengan keinginan warga sehingga bangunan tersebut seperti itu jadinya.

“Sudah dilakukan mediasi namun developernya tidak mau menuruti keinginan warga. Saya menginstruksikan untuk menghentikan pembangunan sebelum ada keputusan dari pihak terkait. (gus)

Anak Pemulung Terserang Penyakit Hisprung

Perutnya Semakin Membuncit

DIRAWAT: Fatima saat dirawat di ruang IGD RSU dr Pirngadi Medan, Rabu (11/7).//kusuma/sumut pos
DIRAWAT: Fatima saat dirawat di ruang IGD RSU dr Pirngadi Medan, Rabu (11/7).//kusuma/sumut pos

Maruba br Silalahi (43) dan suaminya Irwanto (44), sebelumnya tak pernah menyangka jika buah hati mereka yang lahir 30 April 2011 lalu ternyata memiliki kelainan pada bagian perutnya.
Berbeda dengan anak lain yang terlahir secara normal, bayi yang diberi nama Fatima oleh kedua orangtuanya itu ternyata didiagnosa menderita penyakit Megakolon atau penyakit Hisprung.

Menurut medis, Hisprung bisa terjadi karena adanya permasalahan pada syaraf usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus di atasnya. Alhasil kondisi tersebut menyebabkan perut anak bungsu dari lima bersaduara itu memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran perut normal yang dimiliki oleh bayi seusianya. Tentu saja kekhawatiran yang diperlihatkan kedua orangtua sang bayi sangat beralasan. Pasalnya, ketika Fatima lahir di RS Estomihi Medan, pihak medis rumah sakit tersebut mengungkapkan jika kondisi sang bayi normal dan tidak mengalami gangguan apapun.

“Empat hari setelah dilahirkan atau tepatnya awal bulan Mei, kondisi perut Fatima terus membesar. Saat kami bawakan ke RS Estomihi tempat persalinan bayi kami untuk menanyakannya, mereka (petugas medis) justru menolak kami dengan alasan tidak bisa menanganinya dan menyarankan untuk dirujuk ke RS Pirngadi,”ungkap Maruba penuh kecewa ketika ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan, Rabu (11/7).

Maruba awalnya merasa heran dengan alasan tim medis RS Estomihi, yang sebelumnya mengatakan jika anak mereka tidak mengalami kelainaan.

Namun tidak ingin berspekulasi dengan kondisi anaknya, Maruba selanjutnya membawa sang buah hati ke RSUD dr Pirngadi untuk mendapatkan penanganan medis.
Bahkan dari pengakuan Maruba, agar anaknya bisa normal kembali, Fatima harus menjalani operasi saat usianya genap satu tahun.

Bagaia tersambar petir di siang hari, mendengar vonis tersebut Maruba merasa kaget dan heran karena tak pernah menyangka jika anaknya menderita penyakit yang cukup serius.
“Aku pikir gembung pada perutnya merupakan penyakit biasa saja, ternyata anakku mengalami penyakit yang cukup serius hingga harus dioperasi,” sebut Maruba dengan wajah sendu menahan tangis.

Sebelumnya, bilang Maruba , saat pertama kali dirawat di RS Pirngadi awal Mei 2011 lalu, kondisi perut Fatima sempat kempis layaknya perut anak normal lainnya.
Namun kebahagian Maruba dan suaminya Irwanto tak bertahan lama. Setahun kemudian atau tepatnya Rabu (4/7) lalu, kondisi perut Fatima kembali membesar.

Terang saja kondisi ini menambah kekhawatiran kedua pasangan yang bekerja sebagai pemulung.
Pasalnya, di balik ketidak pamahaman keduanya atas penyakit yang dialami sang anak, keterbatasan ekonomi kedua pasangan ini menjadi alasan kuat mereka untuk tidak membawa berobat ke rumah sakit.
Akan tetapi keseringannya menangis saat akan buang air besar, serta mengeluarkan kotoran hitam ketika buang air besar membuat keduanya semakin cemas, dan memutuskan untuk membawanya berobat ke rumah sakit.

“Awalnya kami takut untuk membawanya kemari (RSUD dr Pirngadi) karena tak punya biaya untuk perobatannya. Tapi karena kondisi Fatimah semakin parah dan kami takut terjadi sesuatu, kami beranikan diri untuk membawa ke pirngadi,”tutur Maruba.
Bermodalkan status pengobatan menggunakan program keluarga harapan (PKH) yang ditanggung oleh Departemen Sosial (Depsos).

Maruba dan suami hanya bisa berharap buah hati mereka yang setahun belakangan ini telah mengisi kehidupan hari-hari kedua pasangan itu, bisa disembuhkan meskipun harus lewat meja operasi.
“Harapan kami saat ini Fatimah bisa dioperasi tanpa harus dikenakan biaya apapun. Karena saat ini kami tidak memiliki uang cukup jika nantinya operasi akan dikenakan biaya,”ucap Maruba yang mengaku memiliki penghasilan hanya Rp25 ribu per harinya.

Tak banyak yang diharapkan keduanya kecuali sebuah kesehatan dan hidup normal bagi Fatima, agar sang buah hati bisa bermain dan hidup normal dengan teman seusianya nanti. (uma)

100 Ekor Sapi Cadangan untuk Ramadan

Raskin Secepatnya Dibagikan

MEDAN – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1433 H yang tinggal sepekan lagi, berbagai kebutuhan bahan pangan menunjukkan peningkatan. Termasuk kebutuhan konsumsi daging sapi.

Dirut Rumah Potong Hewan Kota Medan Putrama Al Kahiri kepada Sumut pos, Selasa (10/7)mengatakan, biasanya, menjelang dua hari Bulan Ramadan permintaan daging sapi  meningkat hingga 300 persen, dari hari biasanya. “Untuk hari biasa kita melakukan pemotongan 25 ekor di rumah potong hewan.

Menjelang puasa atau dua hari sebelum puasa bisa mencapai 3 kali lipat atau 50 hingga 75 ekor sapi,” ucap Putrama.
Dikatakannya, Rumah Potong Hewan Kota Medan saat ini telah menyiapkan 100 ekor sapi cadangan untuk mengantisipasi peningkatakan permintaan menjelang bulan puasa kali ini.

Dalam kesempatan ini, Putrama Al Kahiri juga memberikan tips untuk pembaca bagaimana memilih daging yang baik. Pertama, ujarnya konsumen harus memastikan kalau daging yang ada di pasar berasal dari rumah potong hewan. Kedua, konsumen harus teliti membeli daging sapi dipasar tradisional. Seperti melihat kecerehan daging, jangan memilih daging yang pucat, jangan membeli daging dengan kader air yang berlebih,”ungkapnya.

Putrama Al Kahiri juga menjelaskan prosedur pemotongan sapi di rumah potong hewan Kota Medan. Seperti petugas pemotong hewan memiliki sertifikat pemotong hewan sesuai syariah Islam. Sapi yang hendak dipotong juga jelas asalnya.  ‘’Setiap sapi yang hendak dipotong harus memiliki surat dari kecamatan setempat agar jelas asal-usulnya. Sebelumnya kesehatan sapi juga diperiksa,”terangnya.

Sementara itu, masih terkait dengan kebutuhan sembako,  Agus Surya dari Sub Divre Wilayah I Sumbagut menjelaskan, stok beras menghadapi bulan puasa dan hari raya aman. Saat ini pihaknya memiliki  stok 63.000 ton beras sehingga aman untuk 5 bulan ke depan. Selain itu pihaknya mempercepat penyaluran raskin untuk Agustus menjadi awal  Juli. (gus)

Selamatkan Anak dari Bisnis Pelacuran dan Narkoba

Oleh: Benni Sinaga

Bisnis penjualan anak di negeri ini masih saja terjadi, khususnya di kota Medan.  Bahkan ada orang atau kelompok orang tertentu yang menjadikan praktek penjualan anak sebagai bisnis strategis.

Pada hari Kamis yang lalu (15/9) polisi di  kota Medan menangkap penjual anak baru gede (ABG) beserta dua orang ABG yang akan dijual sebagai pekerja seks. Dan satu hari sebelumya, Rabu (14/9) di tempat  yang berbeda namun masih pada kota Medan, polisi juga menangkap penjual ABG dan satu orang anak yang hendak dijual (Analisa, 17/9).

Sangat memprihatinkan karena anak sebagai generasi bangsa telah terjebak dalam pergaulan seperti ini. Sebelumnya pusat kajian dan perlindungan anak (PKPA) Medan mengungkapkan bahwa 2000 anak setiap tahun di kota Medan. Dari 2000 anak tersebut, 40 persen diantaranya anak sekolah yang duduk dibangku SLTA, 30 persen diantaranya masih duduk dibangku SMP serta sisanya berasal dari anak putus sekolah. Sangat menyedihkan. Bisa kita bayangkan bagaimana nasib negeri ini nanti jika generasi mudanya sudah terjebak dalam kehidupan gelap seperti itu.

Orang Batak (suku Batak) menyatakan  bahwa “anakhon hi do hamoraon diau”  yang artinya anakku adalah harta yang paling berharga bagiku. Sangat disayangkan kalau anak yang dianggap sebagai harta yang paling berharga telah terjun dalam bisnis penjualan anak. Tidak hanya bagi orang Batak saja bahwa anak itu merupakan harta paling berharga, namun bagi suku yang lain juga bahkan bagi Negara juga bahwa anak itu sangat penting sebagai generasi penerus bangsa. Generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat membawa bangsa ini kearah yang lebih baik lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan anak dapat terjun kedalam prostitusi. Salah satunya adalah faktor kemiskinan. Selain itu, dapat juga karena gaya hidup yang kosumtif, keinginan untuk memiliki barang-barang bermerek dan mahal, misalnya saja ingin membeli handphone yang bagus dan lain-lain. Faktor berikutnya juga terjadi karena pergaulan bebas dari anak, karena cara berpacaran yang tidak baik atau pernah disakiti oleh mantan pacarnya. Oleh karena itu, perlu ada teman bagi mereka yang dapat mengerti mereka dan mau memberikan ‘kesenangan’ bagi mereka.

Pencegahan
Ketika anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dan merasakan kedekatan orang tua tidak begitu baik, mungkin saja anak tersebut mencari orang lain yang dapat memberikan dia kebahagiaan. Bisa saja mereka terjun kedalam pergaulan bebas dan seks bebas (prostitusi). Oleh karena itu, orang tua hendaknya menjalin kedekatan dengan anak sehingga tidak terjun dalam pergaulan bebas sebagai tempat mendapatkan kesenangan semu. Dan orang tua hendaknya juga mengetahui serta mengenali pergaulan atau lingkungan dari si anak, bukan berarti mengekang anak. Juga perlu melihat dan mengamati perubahan tingkah laku yang terjadi pada anak.

Biasanya anak yang terjebak dalam pergaulan bebas akan mengalami perubahan secara drastis. Misalnya : suka keluar rumah dengan berbagai alasan, suka memakai barang-barang bermerek dan mahal, prestasi belajar menurun, sering SMS-an dengan orang tertentu, menjadi perokok,  suka memakai barang yang tidak sesuai dengan usianya dan suka membawa baju ganti walaupun tidak ada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Jika anak mengalami perubahan drastis seperti ini, maka sebaiknya orang tua menyelidiki pergaulan anak tersebut dan  dan mengawasi pergaulan anak tersebut. Jalinlah kedekatan dengan mereka supaya jangan terjebak dalam ‘dunia gelap’.

Mengkontrol pergaulan anak tidak hanya dilakukan oleh orang tua namun perlu juga dilakukan oleh pihak sekolah. Orang tua hendaknya bekerjasama dengan pihak sekolah untuk mengawasi pergaulan anak. Tidak hanya itu, perlu juga diberitahu kepada anak akan bahaya dari pergaulan bebas. Untuk mencegah terjadinya pergaulan bebas anak, menurut saya perlu adanya pendekatan dan pembinaan rohani.

Adanya konseling dan tempat bercerita serta berbagi. Bisa dengan cerita rohani dan pengalaman pribadi dari orang tua atau orang yang lebih ‘dewasa rohani’ dari mereka. Pendekatan seperti ini bisa saja dengan pembinaan rohani karena dengan mengetahui dan memahami banyak hal rohani akan menjauhkan mereka dari perbuatan yang tidak benar seperti pergaulan bebas atau prostitusi.

Pembinaan
Mengingat remaja (ABG) sebagai penerus bangsa dan sebagai agen perubahan dimana mereka masih dalam proses mencari jati dirinya, maka pembinaan itu sangat penting. Karena pembinaan rohani ini tidak hanya bagi mereka yang telah terjebak kedalam pergaulan gelap, namun penting juga bagi remaja yang lain sebagai pencegahan. Praktek transaksi seks anak ini memang sudah sering terdengar sehingga bisa saja mempengaruhi anak-anak yang lain.

Jadi pembinaan sebagai penyadaran bagi yang terjebak dan pencegahan bagi yang lain. Dengan apakah seorang muda dapat mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman Allah. Oleh sebab itu, pembinaan itu perlu dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, pemerintah dan semua masyarakat.

Pembinaan dari orang tua dapat dilakukan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan anak terkhusus perempuan. Misalnya dengan adanya makan malam bersama setiap hari sehingga selalu ada waktu untuk sharing dengan mereka. Atau bisa juga dengan menyediakan waktu untuk melakukan ibadah bersama. Sedangkan dari pihak sekolah perlu juga meningkatkan pembinaan rohani selain pelajaran agama yang ia peroleh selama jam pelajaran. Melakukan konseling terhadap siswa dan berusaha memberikan solusi yang tepat.

Disamping peran orangtua dan pihak sekolah, pemerintah juga hendaknya lebih serius memerangi praktek penjualan anak ini  sebagai bentuk penyelamatan terhadap masa depan bangsa.  Pemerintah hendaknya dapat lebih memperketat pensensoran tayangan televisi yang dapat merusak moral anak. Serta memfilter internet agar hal-hal yang berbau porno tidak dapat diakses orang dengan sembarangan. Serta penting juga untuk mengadakan penyuluhan ke sekolah-sekolah tentang bahaya dari pergaulan bebas dan seks bebas. Sehingga anak paham betul dengan bahaya dari pergaulan bebas tersebut.

Pihak kepolisian juga hendaknya lebih serius lagi dalam memerangi perdagangan anak seperti ini. Menindak dengan tegas pelaku penjual dan pembeli anak dan mempekerjakannya sebagai pekerja seks. Karena mereka telah merusak masa depan anak bangsa dan masa depan bangsa. Membuat mental anak bangsa menjadi bobrok. Dan yang tidak kalah penting adalah membongkar jaringan penjualan anak, mucikari (mama) dan si hidung belang sehingga bisnis perdagangan anak dapat diminimalisir atau bahkan tidak dapat beroperasi lagi.

Orangtua, pihak sekolah, pemerintah dan seluruh masyarakat harus ‘bergandeng tangan’ dalam memerangi perdagangan anak. Sama-sama dan bekerja sama untuk menyelamatkan anak bangsa. Sehingga masa depan anak semakin cerah dan  masa depan bangsa ini semakin cemerlang. Semoga.

Penulis adalah Dosen STIE IBMI Medan, Ketua KPP Komunitas Peduli Pendidikan

Dana KONI Sumut Terganjal Nota Dinas

MEDAN-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara,  masih menghadapi ganjalan untuk bisa menggunakan anggaran, meski Pemerintah Provinsi Sumut akhirnya mengucurkan dana tersebut ke induk organisasi olahraga itu.

Pasalnya, selain anggaran yang direalisasi berkurang jumlahnya, dana tersebut juga belum bisa digunakan. “Tetap diperlukan nota dinas dari Kadispora Sumut agar anggaran  bisa digunakan,” kata Kepala Biro Bina Sosial (Binsos), Setdaprovsu, Sakira Zandi, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi E DPRD Sumut, Selasa (10/7).

Pernyataan yang sama juga disampaikan, Asisten Kesra Pemprovsu Azrin Naim karena menurutnya jika tidak ada nota dinas yang merupakan rekomendasi dari Dispora Sumut, tentunya Biro Keuangan tidak akan memberikan Surat Perintah Membayar (SPM).

Pernyataan itu, sontrak membuat terperangah kalangan anggota Komisi E, beserta para pengurus KONI Sumut yang hadir dalam RDP. Sementara RDP yang dipimpin Ketua Komisi E, Jhon Hugo Silalahi itu membahas persoalan ‘sangkutnya’ anggaran KONI Sumut.

Padahal kondisi saat ini sudah sangat mendesak terkait persiapan kontingen Sumut yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII, September 2012 di Pekan Baru.
Ironisnya, anggaran KONI Sumut yang semula disetujui panitia anggaran DPRD Sumut Rp45 miliar dan telah dibuat dalam Peraturan Daerah (Perda)  ,justru tertera dibuku Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut hanya  Rp30 Miliar.

Anggaran tersebut juga tak kunjung ‘mengucur’ hingga mengundang reaksi sejumlah kalangan di Sumut,  termasuk sejumlah mahasiswa dan abang beca, serta kalangan wartawan olahraga yang tergabung dalam SIWO  PWI Sumut.

Mereka melakukan gerakan aksi peduli atlet PON Sumut, dengan meminta sumbangan dipersimpangan jalan.
Hingga akhirnya Pemprovsu mengucurkan anggaran KONI Sumut, melalui rekening KONI Sumut. Namun nilainya kembali berkurang menjadi Rp29,1 Miliar.

“Kami juga tidak tahu kenapa Pemprovsu kembali mengurangi anggaran ini, hingga Rpp800 juta lagi,” kata Ketua Harian KONI Sumut Jhon Lubis, didampingi sejumlah pengurus KONI yakni, Prof Agung Sunarno (Wakil Ketua Bidang Pembinaan), Syahrir, Jhoni Ramadhan Silalahi, Zeini Zein dan Suhyar Munir.

Berkurangnya jumlah anggaran tersebut mengundang reaksi anggota Komisi E DPRD Sumut. Zulkifli Husein dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), menyesalkan tim evaluasi yang ditunjuk Pemprovsu terkesan kurang memahami dan telah ‘mencoreng’ Perda.       Apalagi, terungkap dalam pertemuan itu, Sekdaprovsu Nurdin Lubis, juga mengaku tidak tahu, kenapa anggaran KONI Sumut dikurangi dari jumlah awal Rp45 Miliar. “ Pak Nurdin taunya dana KONI Sumut itu Rp45 M, kenapa jadi Rp30 M,” kata Naim menirukan ucapan Sekdaprovsu.

Hasil dari RDP tersebut, Komisi E merekomendasikan untuk membentuk tim pencari fakta ‘menyusutnya’ anggaran KONI Sumut. Selain itu dewan juga mendesak Pemprovsu mencopot Kadispora Sumut Ristanto karena sikapnya yang menolak mengevaluasi dana KONI Sumut dinilai telah mengganggu kinerja Pemprovsu. (jun)

Berharap Pelti Perbanyak Turnamen

MEDAN- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan Drs Zulhifzi Lubis memberikan motivasi kepada para petenis yang berada di bawah binaan Pelti Kota Medan.

“Kita harus fokus terhadap seluruh atlet, khususnya atlet yang dibina KONI Medan, mengingat dalam waktu yang tidak lama lagi salah satu atlet asal Medan akan membela Sumut pada PON XVIII nanti, Habibi,” kata Ketua KONI Medan Drs Zulhifzi Lubis di sekretariat Pengkot Pelti Medan, Jalan Kejaksan, Medan, Selasa (10/7).

Meski begitu Opunk mengatakan bahwa dirinya merasa prihatin Karena hanya satu petenis asal Kota Medan yang berlaga pada PON XVIII nanti. “Nah, karena hanya satu petenis Kota Medan yang berlaga pada PON nanti, saya berharap Pelti Medan memberikan perhatian yang serius sehingga mampu atlet meraih prestasi terbaik,” bilang Opunk.

Selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan para atlet, Opunk berharap agar Pelti Medan memperbanyak turnamen yang melibatkan banyak petenis tangguh dari tanah air.

Terkait harapan Opunk Ladon itu, Ketua Harian KONI Medan Sutan Hasibuan mengatakan bahwa pihaknya berupaya memperbanyak turnamen, utamanya turnamen antar pelajar yang sering diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu. (mag-10)