Home Blog Page 13253

Tak Ada Jalur Khusus Trans Medan, Bisa seperti Damri

9 Koridor Trans Medan akan Dibangun

Rencana jalur Bus Trans Medan
Rencana jalur Bus Trans Medan
MEDAN-Dinas Perhubungan Kota Medan akan membangun 9 koridor untuk jalur Trans Medan, sesuai studi yang dilakukan Dishub Kota Medan. Koridor yang dibangun umumnya di pinggir Kota Medan seperti Belawan-Amplas, Belawan-Pinang Baris dan Belawan-Jalan Willem Iskandar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat mengatakan, pembangunan dilakukan bertahap dengan kebutuhan yang diperlukan sesuai studi yang dilakukan.

Menurutnya, bus Trans Medan memiliki fasilitas AC, terjadwal, teratur dan hanya melayani penumpang yang naik di koridor yang sudah direncanakan dibangun.

Trans Medan, katanya, tidak memiliki jalur khusus, sehingga jalurn Trans Medan digabung dengan kendaraan yang lain.
“Trans Medan tidak memiliki jalur khusus seperti di Jakarta, karena kondisinya tidak memungkin,” sebutnya.

Tujuan Trans Medan dibangunan ingin membuat transportasi di Kota Medan menjadi lebih baik dan nyaman dinikmati warga Kota Medan.
Nah, dari keterangan Renward mengingatkan warga Kota Medan dengan keberadaan bus angkutan Damri yang lenyap digilas zaman beberapa tahun yang lalu, dengan rute Olympia Plaza-Lubukpakam serta rute Olympia-Kampung Lalang. Apalagi, tak ada jalur khusus, cuma koridor saja yang membedakannya.

“Bisa-bisa seperti Damri, Bang,” kata Ibrahim Marpaung, seorang warga Kota Medan.

Kapan mulai dibangun? Renward mengatakan secapatnya tanpa memberitahu persis tangal, bulan dan tahunnya.
“Secapatnya akan kita bangun,” katanya.

Jangan Terburu-buru

Sementara, Ketua DPC Organda Medan, Mont Gomery Munthe mengaku, bila Trans Medan bisa mengurangi kemacetan di Kota Medan dengan senang hati akan diterima dan ikut serta membantu program Pemko Medan.

Tapi, lanjutnya, Pemko Medan jangan terburu-buru merealisasikannya. Sebab, Pemko Medan harus menata arus lalulintas dan fasilitas Trans Medan.
“Kalau sudah dibenahi barulah bisa dihadirkan bus Trans Medan. Saat  ini fasilitas arus lalulintas kita masih semrawut,” tambahnya.

Israel Situmeang, Ketua Kesatuan Sopir dan Pemilik Angkutan (Kesper) mengatakan, Pemko Medan harus melakukan perbaikan infrastruktur terlebih dahulu. “Belum pantas Trans Medan beroperasi dengan infrastruktur yang belum memadai,” ujarnya.

Menurut Israel, masih banyak parkir berlapis di jalanan seperti di pasar tradisional dan di sekolah-sekolah. “Nah itu harus dibenahi Dinas Perhubungan Kota Medan. Jadi kehadiran Trans Medan bukan mengatasi solusi macet, tapi malah nambah macet,” katanya.

Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol Risya Mustario mengaku, Trans Medan belum layak beroperasi di Medan. Menurutnya, keberadaan Trans Medan bukan solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Medan, malah bikin macet. Seharusnya untuk solusi mengurangi kemacetan di Kota Medan Dishub Medan harus melakukan penataan arus lalulintas seperti rambu-rambu lalulintas diperbaiki kembali, melakukan penataan terhadap timer triffic light di sejumlah titik di Kota Medan.

Lantas apa tanggapan Dishub Medan? Kadishub Medan, Renward Parapat mengaku, akan memanggil Organda dan organisasi angkutan kota yang lainnya untuk memberikan pemahaman soal Trans Medan. (gus)

Wali Kota: Investor Sudah Ada…

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengaku, pembangunan Trans Medan harus didukung dengan infrastruktur yang memadai sehingga pembangunan bisa berjalan secara objektif sesuai keinginan untuk mengurangi kemacetan di Kota Medan.
“Semua harus didukung infrastruktur yang memadai. Pemko Medan sudah memprogramkan agar bisa terwujud,” katanya. Menurut Rahmud, investor yang akan menjadi penyandang dana sudah ada, namun Rahudman enggan menyebutkan nama investor.

“Yang pasti untuk pembangunan koridor sudah direncanakan. Kita juga akan berkoordinasi dengan organda,” katanya.
Rahudman mengatakan, pembangunan direncanakan tahun ini. (gus)

Gus Irawan Minta Doa Kesultanan Deli

MEDAN- Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut Gus Irawan yang juga bakal calon (balon) Gubsu bersilaturahim ke keluarga besar Kesultanan Deli di Istana Maimun, akhir pekan lalu. Gus melawat ke Yayasan Sultan Makmun Al Rasyid pada saat yayasan itu menggelar bakti sosial berupa khitanan massal dan donor darah di halaman istana yang kini menjadi ikon sejarah Sumut tersebut. Keluarga besar Kesultanan Deli memberikan doa agar adik Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu ini meraih apa yang dia cita-citakan.

Ditemani Ketua Panitia, Tengku Osman Amal Ganda Wahid, Gus berkeliling melihat pelaksanaan bakti sosial. Selama menyaksikan acara Gus selalu tersenyum dan menyapa para peserta khitanan.

Seusai berkeliling di sekitar lokasi kegiatan, Gus berbaur dengan keluarga besar Kesultanan Deli dan berbincang akrab penuh kekeluargaan.  Di sela-sela  perbincangan itu, Gus memohon doa restu atas pencalonannya sebagai balon Gubsu periode 2013-2018 kepada Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy O Delikan dan seluruh anggota keluarga besar Kesultanan Deli.

Permintaan doa restu itu disambut Pemangku Sultan Deli T Hamdy O Delikan dengan hangat. Pemangku Sultan mendoakan agar apa yang dicita-citakan Gus diridhoi Tuhan dengan harapan Gus akan membawa kemajuan bagi masyarakat Sumut. (ril)

Awas Degradasi Lagi

Persisam vs PSMS

MEDAN- Memori buruk terdegradasi ke kasta kedua tentu bukan ingatan yang bisa dengan mudah dilupakan. Empat tahun lalu, tepatnya ISL 2008/2009, PSMS harus menelan pil pahit itu setelah kalah pada laga playoff dari Persebaya. Deja vu itu sangat berpotensi jika PSMS gagal menang di Stadion Segiri Samarinda dalam laga terakhir di ISL 2011/2012, Rabu (11/7) sore  ini.

Publik Medan saat ini memang harap-harap cemas dengan kondisi PSMS. Dengan hunian di posisi 14 klasemen dengan koleksi 36 angka, PSMS berada di batas terakhir zona aman. Namun PSMS akan terpeleset ke zona playoff bahkan lebih buruk langsung turun kasta, jika dua penguntit Persiram Raja Ampat dan Gresik United juga mencatat kemenangan di laga terakhir pada hari yang sama.  Keduanya berselisih satu angka dari PSMS dan berpeluang mengkudeta. Artinya kemenangan menjadi satu-satunya opsi untuk tetap bertahan di ISL.

Deja vu lain adalah sejarah kelam di Segiri Samarinda. Stadion  yang menjadi venue laga terakhir delapan besar musim lalu juga mempunyai kenangan buruk bagi PSMS. Ketika itu PSMS yang juga dibesut Suharto tersisih setelah gagal mengalahkan Persiba Bantul (3-3).

Karena itu Caretaker Pelatih PSMS, Suharto mengatakan ia akan mengerahkan semaksimal mungkin kekuatan yang ada untuk menyelamatkan PSMS tak lagi turun kasta. “Ini kesempatan terakhir untuk lolos dari degradasi. Tidak ada kesempatan lain. Tidak usah berharap hasil yang diraih tim lain. Kami hanya memikirkan kemenangan,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

PSMS sudah memetik pelajaran dari kegagalan di Tenggarong. Menyerah 1-3 dari Mitra Kukar, PSMS mulai membenahi kelemahan-kelemahan sebelumnya. Sayangnya, kali ini Zulkarnain tak dapat diturunkan.

Padahal akselerasi dan tusukan Zulkarnain dibutuhkan untuk menerobos pertahanan lawan. Saat duel pertama di Medan di putaran pertama lalu, Zulkarnaen adalah pencetak gol.

Namun Suharto tak mau ambil pusing dengan kehilangan satu pemain. Ia punya opsi lewat Zainal Anwar. Tugas melayani duet striker Nico Malau dan Osas Saha dipercayakan kepada Shin Hyun Joon dan Nastja Ceh.

Untuk lini pertahanan, sektor krusial yang kerap menjadi titik lemah akan kembali kuat dengan kehadiran Novi Handriawan. Sebelumnya posisinya digantikan Ledi Utomo karena dinilai tidak fit.

Kali ini motivasi untuk menang tampaknya akan lebih keras digenjot Suharto. Kondisi finansial yang berdampak pada belum mengucurnya gaji selama lima bulan sejenak akan coba ditepikan. “Yang sekarang harus dilakukan adalah membangkitkan kembali motivasi anak-anak. Mereka tidak ingin kok PSMS degradasi,” lanjut pelatih berkepala plontos itu.

Sebenarnya Persisam bisa dibilang tak punya target apa-apa. Kemenangan atas PSAP sigli 3-1, akhir pekan lalu membuat posisi Elang Borneo aman dari degradasi dengan koleksi 40 angka. “Ya itu hal bagus buat kami. Mereka tidak punya tekanan seperti kami, karena mereka sudah berada dalam zona aman,” ujar Kapten PSMS, Sasa Zecevic.(mag-18)uat Pierre Njanka yang pulang kampung dan Jerry Boima Karpeh yang terkena akumulasi. So, jangan terpeleset PSMS ! (mag-18)

Pelatda Dikurangi jadi Dua Bulan

MEDAN- Kontingen Sumatera Utara memastikan ambil bagian pada PON 2012 di Riau setelah Pemprovsu mencairkan anggaran persiapan atlet. Ketua Harian KONI Sumut John Ismadi Lubis didampingi Wakil Ketua II Prof Agung Sunarno, Wakil Ketua III Drs M Syahrir dan Wakil Bendahara Drs TP Sihombing di Medan, Selasa (10/7) mengatakan, Pemprovsu akhirnya mencairkan anggaran Kontingen PON Sumatera Utara sebesar Rp29.133.500.000 dari usulan sebesar Rp45 milyar.

Menurut John Lubis, MoU pencairan anggaran tersebut telah ditandatangani pada Jumat (6/7) lalu dan dana tersebut sudah ada di rekening KONI Sumut ketika di cek pada Senin (9/7). “Dana itu memang masih kurang, tapi kita berusaha untuk memaksimalkannya,” tambahnya.

Menurut John, dengan jumlah anggaran yang minim itu, KONI Sumut pun terpaksa mengurangi jadwal pelatihan penuh dari tiga bulan menjadi dua bulan. Atlet yang sedang berlatih di China juga akan dipulangkan ke Medan pada awal Bulan Ramadan mendatang.

Namun, pulangnya atlet tersebut tidak ada kaitannya dengan anggaran tersebut. Tapi karena, di China, tidak ada disiapkan makanan sahur, sementara porsi latihan tidak berkurang.(jun)

IAIN Dilaporkan ke Poldasu

Terkait Tender Gedung Pasca Sarjana Senilai Rp14,5 Miliar

MEDAN- Panitia pelaksana tender pembangunan lanjutan gedung pasca sarjana kampus Instititut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara di Jalan Sutomo Medan, dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Senin (9/7).  Panitia tender IAIN dilaporkan oleh PT WK Nusantara salah satu rekanan kampus plat merah itu sekira pukul 10.00 WIB.

Alasan PT WK Nusantara melaporkan panitia tender ke Mapoldasu, karena panitia dianggap tidak transparan dan dinilai telah melanggar Keppres No 80n
tahun 2003 tentang pedoman pelaksaan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pihak panitia penyelenggara proyek telah memenangkan PT Alaska Sahu Adab, sebagai pemenang tender lanjutan atas pembangunan gedung pasca sarjana IAIN senilai Rp14,6 miliar yang bersumber dari anggaran APBN Tahun 2012.

Laporan tersebut secara resmi disampaikan PT WK Nusantara, dengan No.027/PT WKN/SGH/VII/2012 oleh H Sudirman selaku direktur. Sudirman pada wartawan Senin (9/7) mengaku nekat melaporkan tentang penyalahgunaan jabatan yang dilakukan pihak panitia penyelenggara lelang kampus pasca sarjana IAIN Sumut karena ia menganggap panitia telah memenangkan perusahaan yang tidak sesuai kualifikasi standar Keppres No 80 tahun 2003. ‘ Kenapa pihak panitia memenangkan PT Alaska Shu Adab? Padahal perusahaan itu baru 6 tahun sebagai rekanan. Dari sini saja perusahaan itu sudah kalah karena tidak sesuai Keppres. Selain itu kami juga banyak menemukan dokumen perusahaan itu sudah mati, nah ini kan juga tidak boleh mereka seharusnya sudah gugur,’’ tegas Sudirman.

Sudirman juga menuding pihak pantia sudah bermain dengan rekanan yang mereka menangkan. Bahkan panitia tender sudah dilayangkan surat sanggahan tapi pihak IAIN tetap melanjutkan prosedur yang salah.

“Untuk itu kami akan melaporkan pihak panitia pada Poldasu besok Selasa 10/7 (hari ini, Red). Kita akan ungkap kebobrokan panitia dalam memenangkan tender terhadap perusahaan yang tidak sesuai Keppres. Kami juga akan ungkap kasus-kasus soal tender yang ada di IAIN Sumut,’’ tegas Sudirman.

Sementara itu Pembantu Rektor (Purek) II IAIN Sumut Prof Dr Jafar Siddik, ketika dikonfirmasi wartawan banyak mengaku tidak tahu soal pelaksaan tender lanjutan gedung pasca sarjana di kampus IAIN Sumut.

‘’Yang saya tahu kalau kalau ada peserta yang tidak puas atas pelaksaan tender itu harus ada sanggahan. Memang biasanya ada sanggahan tapi dalam tender ini tidak sanggahan,’’ ujar Jafar, kemarin.

Purek II IAIN ini juga dalam memberikan keterangan terkesan berbelit-belit. Sebelumnya ia mengaku mereka belum mendapatkan sanggahan dari PT WK Nusantara. Namun, kemudian dia malah mengaku sudah menerima. ‘’Kita sudah terima sanggahan, namun belum kita balas. Saya juga tidak tahu persis PT (rekanan) namanya yang menang, yang tahu hanya penitia, saya belum mendapatkan laporan,’’ pungkas Jafar.(rud)

Kwala Bekala Galakkan Kebersihan

MEDAN-Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor terus berupaya meningkatkan kebersihan di setiap lingkungan, dengan cara melakukan gotong-royong rutin setiap Sabtu dan Minggu.

“Gotong-royong dilakukan setiap lingkungan secara bergantian,” kata Lurah Kwala Bekala, Eno Putra Tavip Tarigan SSos MSi. Diterangkannya, gotong-royong menciptakan Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang bersih.

Menurut Eno, Kelurahan Kwala Bekala hendaknya bisa mempertahankan nominasi kelurahan terbersih yang telah didapat tahun ini. “Saya yakin bila sama-sama kita galakkan kebersihan Kelurahan Kwala Bekala akan meraih kelurahan terbersih,”ungkapnya.

Untuk itu, Eno mengajak warga agar selalu menaati jadwal pembuangan sampah yang telah disosialisakan kepada warga yakni mulai pukul 06.00 WIB-08 WIB di wadah yang telah disediakan warga di depan rumahnya masing-masing. (omi)

Preman Jalanan dan Pelaku Curanmor Diciduk

MEDAN-Tulus Simaremare (31), warga Jalan Gambar, Medan, diciduk petugas Polsekta Medan Kota, karena sering memalak dan meresahkan orang-orang yang sering mangkal di kawasan Stadion Teladan Medan.

Dia ditangkap petugas Senin (9/7) sekira pukul 22.00 WIB. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah uang hasil pemalakan.

Informasi yang diperoleh, Senin malam tersangka Tulus Simaremare mengelilingi Stadion Teladan untuk mencari korban yang akan dipalak. Saat bertemu Erik Hutabarat (20), warga Jalan Jamin Ginting dan Amri Situmorang (20), warga Jalan Garu VIII, pelaku meminta sejumlah uang namun ditolak.

Kesal permintaannya ditolak, Tulus membentak bahkan mengancam kedua korbannnya. Karena takut, akhirnya Erik dan Amri memberikan permintaan tersangka. Tapi setelah itu, mereka melaporkan ke Mapolsekta Medan Kota.

“Begitu menerima laporan, personel menuju lokasi yang disebutkan dan ternyata tersangka masih berada di tempat semula. Anggota pun menangkap tersangka,” ujar Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, Selasa (10/7).

Dikatakan Sandy, saat bersamaan korban lain yang pernah dipalak juga membuat laporan pemerasan yang juga dilakukan tersangka. Sandy menyebutkan, tersangka mantan residivis yang ditangkap, karena terlibat pemerkosaan beramai-ramai atau ala sumkuning. “Pelaku bersama tujuh temannya mendatangi orang berpacaran, kemudian memeras si pria sedangkan perempuannya diperkosa beramai-ramai,” sebut Sandy.

Karena perbuatannya, sambung Sandy, pelaku ditangkap dan dipenjara selama delapan bulan. Hingga kini tersangka masih menjalani pemeriksaan Saat bersamaan juga dijelaskan Sandy, pihaknya meringkus Wiliam Immanuel Simanjuntak (32), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Tersangka mengambil kendaraan roda dua milik Siti Aminah (49), warga Jalan Garu IV yang sedang parkir di pelataran parkir Medan Mal, Jalan MT Haryono,” sebut Sandy.

Dikatakannya, tersangka bekerja sebagai buruh bongkar muat di pasar tersebut. Saat pelaku melintas di deretan parkir sepeda motor, ternyata kunci kontak milik Siti Aminah masih tergantung di jok belakang.

Kemudian Gayus mengambilnya lalu keluar dari suatu jalan. “Seorang petugas keamanan melihatnya dan tak berapa lama korban melapor ke pos pengamanan. Dengan demikian, kecurigaan mulai mengarah ke Gayus,” terang Sandy.

Guna lebih memastikan, pihaknya membuka CCTV milik Medan Mall dan dipastikan Gayus sebagai pelakunya. Apalagi korban juga meyakini sepeda motor yang dibawa pelaku merupakan miliknya.

Akhirnya, Gayus ditangkap tak jauh dari lokasi pencurian meskipun sudah memotong rambutnya untuk mengelabui polisi. “Kami menyampaikan apresiasi kepada manajemen Medan Mall sebab petugas keamanan mereka cepat menindaklanjuti dan juga memberi kemudahan untuk melihat rekaman CCTV,” sebut Sandy. (mag-12)

Masyarakat Sumut Inginkan Pemimpin Bersih dan Komunikatif

KESIMPULAN itu diperoleh dari hasil survei yang dilakukan oleh ‘Citra Media’,  sebuah lembaga konsultan komunikasi, belum lama ini. Survei melibatkan 1.000 responden di sejumlah kabupaten/kota di Sumut itu secara kasar menggambarkan sederet keinginan masyarakat Sumut terhadap calon pemimpinnya. Dari jumlah responden itu, misalnya, diketahui 21,7 persen partisipan menginginkan figur yang jujur dan bersih, memiliki jiwa sosial (18,2 persen), cepat mengambil keputusan (15,4 persen), dan memiliki wawasan yang luas dan pintar (13,5 persen).

Untuk kategori popularitas (tingkat keterkenalan) masih dipegang oleh Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho (10,6 persen), disusul Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Sastro (10,5 persen), Gus Irawan (10,2 persen), RE Nainggolan (8,7 persen), Chairuman Harahap (7,6 persen), Sutan Batoegana (6,2 persen), dan terakhir, Letjen (Purn) AY Nasution (6,1 persen).

Untuk kategori elektabilitas (tingkat keterpilihan), Gus dan RE Nainggolan bersaing ketat dengan 10,9 persen dan 10,5 persen, disusul Gatot Pujo Nugroho (10,1 persen), Chairuman Harahap (9,9 persen), dan AY Nasution (9,7 persen).

Untuk tingkat kepercayaan, dari lima nama yang ditawarkan kepada responden, Gus dan RE Nainggolan juga meraih persentase tertinggi masing-masing 22,3 persen dan 21,1 persen, disusul Gatot Pujo Nugroho (20,8 persen), Chairuman Harahap (17,2 persen), dan AY Nasution (13,7 persen).
Untuk kategori pemilih perempuan, tiga nama bersaing ketat yakni Gus Irawan, RE Nainggolan, dan Gatot Pujo Nugroho, masing-masing 22,7 persen dan 21,9 persen. Untuk kategori pemilih sarjana, tiga nama juga bersaing ketat yaitu Gus Irawan,  Gatot Pujo Nugroho, dan RE Nainggolan, disusul Chairuman Harahap dan  AY Nasution.

Keinginan rakyat mencari figur yang mampu berkomunikasi secara baik dianalisis dari pengalaman rakyat Sumut selama dua periode pada saat  kepemimpinan Rudolf Pardede yang menggantikan T Rizal Nurdin yang tewas dalam kecelakaan pesawat Mandala. Begitu pula saat kepemimpinan Syamsul Arifin dilanjutkan Wagubsu Gatot Pujo Nugroho lantaran Syamsul terjerat kasus korupsi di KPK. Lobi dan komunikasi yang buruk ini berdampak atas berbagai proyek pembangunan di Sumut yang cenderung mengalami stagnasi. Salah satu contoh adalah keterlambatan penyelesaian bandara Kuala Namu atau jalan di Aek Latong. Dua poin ini dinilai bukti lemah komunikasi pemimpin Sumut dengan Pemerintah Pusat, DPR RI, dan investor.
Survei menyimpulkan responden berharap kasus Syamsul Arifin dapat menjadi pendorong terciptanya pemerintahan yang bersih. ‘’Apalagi saat ini terdapat 10 pejabat Pemprovsu menjadi tersangka korupsi,’’ ujar Direktur ‘Citra Media’, Idrus Djunaidi. (ari)

Garuda Muda Menang Tipis

PEKANBARU- Timnas Indonesia unggul 2-1 atas Macau di babak kualifikasi Piala AFC-22 di Stadion Utama Riau, Selasa (10/7). Dalam pertandingan kualifikasi AFC Cup 2012 U-22, dua gol Garuda Muda diciptakan Hendra Adi Bayau.

Gol perdana tercipta setelah Hendra mendapat umpan tajam dari tendangan sudut. Pemain bernomor punggung 9 ini langsung menyusup ke jantung pertahanan Macau. Tendangan kerasnya yang lolos dari kawanan lini belakang tidak mampu diselamatkan oleh kiper Ho Man Fai.

Indonesia terus membombardir pertahanan Macau. Di menit ke-43, Hendra kembali mencatatkan golnya di papan skor setelah tendangan kerasnya yang mendapat umpan dari Rasyid tidak mampu diselamatkan kiper.

Macau memperkecil ketertinggalan lewat kaki Phang Chi Hang yang mampu memperdaya kiper Indonesia Aji Saka.(net/bbs)

Curi Kereta untuk Biaya Berobat Adik

MEDAN-Niat membantu biaya perobatan adik yang mau operasi usus buntu, membuat Edi Surya Saragih (25) gelap mata. Warga Jalan Mahkamah, Medan itu nekat mencuri sepeda motor, Minggu (8/7) malam.

Belum berhasil melancarkan aksinya, pelaku keburu ditangkap korbannya, Firman Hidayat (20), warga Jalan Ahmad Yani, Medan. Firman kemudian menyerahkan tersangka ke Mapolsekta Medan Kota.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat mengatakan, berdasarkan penyidikan sementara, tersangka mengaku hanya diperintahkan temannya berinisial R untuk membawa sepeda motor itu.

“Awalnya R telah membuka kunci kontak menggunakan kunci leter T,” ujar Sandy, Senin (9/7).

Sementara, Saragih berdalih, nekat mencuri karena untuk membiayai perobatan operasi adiknya. “Butuh biaya untuk bayar operasi adik saya,” ujarnya singkat. (mag-12)