Home Blog Page 13340

Pengakuan Istri yang Mengubur Mayat Suami di dalam Rumah

Tersinggung karena Pihak Keluarga tak Peduli

Faktor ekonomi bisa membuat orang berbuat nekat apalagi ketika merasa tersinggung. Seperti keluarga yang ada di Tebingtinggi. Hotman Situmorang berwasiat agar dikuburkan di dalam rumah agar family yang tak peduli saat dia sakit tidak mengetahui kematiannya.

Sopian, Tebingtinggi

Selasa (19/6) petang sekira pukul 17.30 WIB, warga Dusun Tapian Nauli Desa Juhar Kecamatan Bandarkhalifah Serdangbedagai mendadak heboh. Pasalnya mereka menemukan tengkorak jenazah Hotman Situmorang (55) yang dikubur istrinya sendiri, Rosdiana br Gultom (50) di dalam rumahnya.

Menurut penuturan Rosdiana, sejatinya dia akan membuang tengkorak jenazah suaminya ke Sungaipadang persis dekat rumah dengan memasukan kerangka mayat ke dalam karung plastik. “Saya takut melihat kemarahan anak saya, Erwin Situmorang (26) yang baru keluar dari penjara karena kasus pencurian buah sawit. Jadi selama ini dia saya bohongi kalau bapaknya pergi berobat jauh,” ungkap ibu tujuh anak ini kepada Sumut Pos, Rabu sore (20/6) di kediamannya.

Rosdiana menceritakan awal sebab mengapa mengubur suaminya di dalam rumah pada November 2011 lalu. Katanya, sang suami menderita penyakit keras. Pemberitahuan kepada keluarga pihak laki-laki sudah dikabarkan, tapi mereka justru tidak pernah melihat dan mengunjungi suaminya. “Justru perkataan mereka menyakitkan hati. Aku diminta agar mengurus suami dan jangan mengharapakan orang lain,” ucap Rosdiana yang mengaku hidup susah di kampungnya.

Soal mengubur jenazah dalam rumah memang wasiat sang suami. Penguburan yang dilakukan ini dipicu kemarahan suami melihat saudaranya tidak peduli dengan nasib yang dialami. Begitupun dengan tetangga yang tidak peduli. “Suami saya pesan untuk dikubur di dalam rumah, dia kecewa melihat saudara dan warga kampung yang tak peduli padanya ketika sakit,” ujar Rosdiana.

Setelah Hotman meninggal November 2011 lalu, Rosdiana bersama anak-anaknya secara diam-diam tanpa diketahui orang kampung langsung mengubur jenazah suaminya itu di dalam rumah dekat dengan dapur. Ke-6 anaknya diminta agar tidak menceritakan kepada warga dan anaknya (Erwin) yang masih di dalam penjara.

Kuburan di dalam rumah dikorek sedalam 50 cm dengan kondisi jenazah saat itu tidak memakai baju. “Kami kuburkan di dalam rumah. Memang selama dikubur itu bau menyengat sering tercium, tapi karena pesan suami saya nekat menguburkan jenazahnya dengan kondisi mengenaskan,” kata Rosdiana.

Sementara itu, Erwin Situmorang anak pertama Rosdiana sebelumnya tidak mengetahui kalau jasad ayahnya dikuburkan di dalam rumah. Setelah bebas dari penjara karena kasus pencurian buah sawit, Erwin kembali ke rumah dan selalu bertanya di mana keberadaan bapaknya. “Aku bertanya kepada ibu, tapi ibu mengatakan kalau bapak sedang berobat ke daerah lain dan belum bisa kembali ke kampung,” ujar Erwin.

Seminggu sekembalinya Erwin ke rumah, Rosdiana merasa ketakutan, dan pada Selasa pagi (19/6) sekira pukul 10.00 WIB dia mencium bau berasal dari dapur rumah. Erwin kemudian membongkar tanah di dapur itu, dia terkejut ketika melihat ada tulang belulang yang berada di sana.

Hasil penemuan ini diberitahukan kepada ibunya,Rosdiana tidak bisa menampik dan mengakui kalau tengkorak tersebut adalah jenazah Hotman. “Itulah cerita ibuku (Rosdiana), bapakku minta dikuburkan di dalam rumah. Karena kami ketakutan nantinya ini terbongkar oleh pihak keluarga, ibu berencana membuang tulang belulang tengkorak itu ke Sungaipadang yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah,” beber Erwin.

Menurut penuturan Kepala Dusun setempat, Jaiyod Sihotang, laporan ini baru diketahui setelah mendapat infomasi dari warga. Dikabarkan Rosdiana membawa bungkusan karung ke pinggir sungai dan hendak membuang tulang belulang suaminya. Sebelum berhasil membuang tengkorak suaminya, warga keburu menghentikannya dan langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Memang dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dengan anak 7 orang ini dalam kondisi yang mengenaskan.

“Memang mereka tergolong hidup dalam kemiskinan. Saat kami masuk ke dalam rumah,  beras dan keperluan sehari-hari untuk makan pun tak ada. Memang selama ini kami tidak mengetahui kalau jasad suaminya dikuburkan di dalam rumah itu. Kini penemuan ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian,” terang Jaiyod.

Kapolres melalui Kapolsek Bandarkhalifah, AKP Arifuddin membenarkan penemuan kerangka tengkorak jenazah Hotman Situmorang. Tim Identifikasi Polres Tebingtinggi turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan sementara. Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan bekas-bekas unsur penganiayaan.

“Kita belum menetapkan tersangkanya karena kasus ini adalah permasalahan keluarga, kita menempuhnya secara kekeluargaan,”ujar Arifuddin.  (*)

Malaysia Jamin tidak Klaim ke Unesco

Soal Tortor dan Gordang Sambilan

MEDAN-Kabar pengklaiman Malaysia terhadap Tortor dan Gordang Sambilan terus menuai polemik. Tak mau berlarut, pihak Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut langsung mendatangi Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Dubes Malaysia pun menjamin tidak melakukan pengklaiman dua kesenian tadi ke Unesco.

Dari pertemuan Selasa (19/6), Duta Besa (Dubes) Malaysia Dato’ Syed Munshe Afdzaruddin menjelaskan kalau semua ini adalah buah dari kesalahpahaman. Kepada Anggota DPD asal Sumut, Darmayanti Lubis dan Parlindungan Purba, dia mengatakan  mengatakan bahwa Malaysia tidak bermaksud untuk mengklaim budaya tortor dan gondang sambilan menjadi bagian dari budaya Malaysia.

‘’Yang dilakukan oleh Komunitas Mandailing yang ada di Malaysia adalah usulan pencatatan terhadap warisan budaya yang dimiliki oleh Komunitas Mandailing tersebut yang asal-usulnya berasal dari Suku Mandailing di Sumut,’’ katanya.

Dato’ menegaskan bahwa pencatatan hanya untuk memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku di Malaysia dan tidak untuk mengklaim sebagai budaya Malaysia. Dato’ juga menjamin bahwa tidak akan mencatatkan budaya tortor sebagai milik Malaysia ke Badan Dunia Unesco.
Sebagai konsekuensinya, Dubes Malaysia mengatakan, Komunitas Mandailing di Malaysia berkewajiban untuk melestarikan budaya tersebut di mana tidak sekadar pencatatan. Akta warisan budaya hanya bertujuan untuk mencatat asal-usul budaya tersebut.

Parlindungan jelaskan, dengan penjelasan ini, mereka akan dapat menjelaskan secara lengkap kepada masyarakat sehingga tidak ada salah paham tentang Tortor dan Gordang sambilan yang sedang heboh ini. “Penjelasan Duta Besar ini akan saya bawa ke daerah dan akan menjelaskan kepada masyarakat di daerah bahwa pencatatan itu hanya bersifat administrasi,’’ timpal Darmayanti.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho merasa dijewer terkait masalah Tortor dan Gordang Sambilan tersebut. Berdasarkan masalah itu pula, lanjutnya, Pemprovsu telah menyurati seluruh bupati/wali kota se-Sumut, untuk melakukan inventarisir dan pendokumentasian atas semua kearifan dan kebudayaan lokal yang ada, guna didaftarkan sebagai hak kekayaan intelektual. Ini dilakukan agar tidak terjadi persoalan yang sama di kemudian hari.  Menurutnya, masih adanya peluang-peluang terjadinya infiltrasi dan akultrasi budaya. Jika saat itu Indonesia tidak punya dokumentasi dan pengarsipan terhadap kebudayaan yang dimiliki, maka yang terjadi kebudayaan bangsa akan kehilangan jati dirinya.

Sementara itu, ragam komentar terus membanjir terkait Tortor dan Gordang Sambilan. Misalnya dari Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed, Phil Ichwan Azhari. Dia menilai, kondisi tersebut seharusnya tidak membuat masyarakat Indonesia panik. “Ini ‘kan sebenarnya permintaan dari komunitas budaya Mandailing yang telah puluhan tahun menetap dan menjadi warga negera Malaysia, untuk mendaftarkan warisan budaya adat mereka, agar tetap terjaga dan terawat kelestariannya,” ujar Ichwan.

Sementara itu sejumlah kritikan juga terlontar dari diskusi kecil yang dilaksanakan sejumlah seniman Kota Medan, di ruang Pameran Taman Budaya Medan. “Jadi kita jangan marah kepada Malaysia tapi marahlah kepada diri sendiri yang tidak bisa menghargai budaya,”ujar seorang seniman, Darma.
Pekerja seni lainnya, Idris, tak mau kalah. “Bersyukur juga Malaysia mau menjaga warisan budaya, karena kita tidak mau menjaganya,”ucapnya.
Di sela-sela diskusi tersebut, para peserta juga sempat menyajikan Gordang Sambilan di pinggiran jalan untuk memberikan reaksi atas lemahnya Pemerintah Indonesia dalam memaknai dan menghargai budayanya.

Di Jakarta, pekerja seni berdarah Batak seperti Sihar Ramses Simatupang dan Korem Sihombing juga sepakan dengan seniman yang ada di Medan. Bagi mereka, pemerintah khususnya memang sudah seharusnya peduli dengan harta warisan kebudayaan. “Pemerintah lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sudah lumayan menjaga budaya Batak. Mereka membawanya hingga ke sejumlah negara di Eropa. Tapi para pejabat asal Batak, apa yang sudah dilakukan?” sindir Korem Sihombing.

Sutan Sarankan Bentuk Provinsi Malaysia

Tanggapan keras muncul dari Roida Nababan SH MHum yang merupakan dosen Antropology Budaya Univ HKBP Nommensen Medan. “Sekali lagi saya tegaskan, ini perkara internasional dan Pak Presiden harus menanggapinya ini dengan serius. Jangan sampai masyarakat suku Batak yang mengambil tindakan. Lagi pula Malaysia itu yang ada tarian Melayu bukannya Tarian Tortor!” geram Roida.

Reaksi keras juga disampaikan politisi Partai Demokrat asal Sumut, Sutan Bhatoegana Siregar. “Kalau Malaysia banyak mengklaim budaya kita seperti reog, batik, keris sekarang Tortor, saya malah berpikir mengklaim kalau Malaysia itu  milik kita. Karena sama itu barang itu. Jadi provinsi Malaysia,” sindir Sutan.

Dijelaskan Sutan, banyaknya klaim dari Malaysia terkait kekayaan kebudayaan ibu pertiwi, bukan berarti bangsa Indonesia tidak menghargai budaya. “Tapi, ada orang-orang di luar itu yang nakal-nakal,” tegasnya.
Tanggapan berbeda malah dimunculkan anggota DPR asal Sumatera Utara, Saidi Butarbutar. “Biarkan saja mereka mengklaim. Bagus itu menurut saya. Karena dengan demikian, ada kesempatan kita untuk menunjukkan pada dunia internasional, kalau Tortor itu milik kita,”ungkapnya.
Artinya menurut Saidi, di saat Malaysia mendaftarkan Tortor sebagai warisan budaya, maka pada saat yang sama mereka harus menjelaskan sejarah asal tarian khas orang batak yang sudah menjadi akhlak hidup orang batak sepanjang jaman ini.
“Nah itu bagaimana mereka menjelaskannya. Kemudian ketika kita pertanyakan, tentu hal tersebut akan dibuka. Nah disini kesempatan kita untuk menjelaskan pada dunia. Dan pasti dapat lebih detail kita jelaskan. Karena itu merupakan bagian dari kehidupan sejak jaman nenek moyang kita. Dan saya pikir dunia pasti memberi penilaian, kalau memang itu tarian asli Indonesia,” ungkapnya. (ari/jon/uma/sam/gir)

Boraspati

Orang Mandailing di Malaysia mengajukan permohonan untuk pengakuan tarian Tortor dan Gordang Sembilan di Malaysia. Mereka ingin kesenian tersebut berdiri setara dengan kebudayaan Jawa, Minang, dan Banjar di Malaysia.

Lalu, mereka pun berharap kesenian itu dicatatkan pada Akta Warisan Kebangsaan Malaysia tahun 2005 ayat 67.
Nah, hal inilah yang membuat Mandailing dan Batak pada umumnya yang berada di Indonesia resah. Pun, yang bukan Batak kebakaran jenggot.
Ujung-ujungnya keluar kalimat: Ganyang Malaysia!

Sah-sah saja bukan? Pasalnya, sudah berulang kali Malaysia menyinggung Indonesia. Klaim dari Malaysia pun dicurigai.

Menariknya, kalau dilihat lebih dalam, soal ini sejatinya lumayan lucu. Setidaknya perhatikan pembelaan Ramli Abdul Karim Hasibuan, presiden Persatuan Halak Mandailing Malaysia. “Saya jelaskan perlakuan di dalam akta ini. Apabila tarian Tortor sudah terdaftar, maka kami akan mendapatkan anggaran dari kementerian untuk melestarikan budaya ini. Atau bahkan kementerian akan membuat satu perkumpulan tari Tortor dan Gordang Sembilan,” kata Ramli kepada media di Indonesia.

Jawaban ini secara langsung mengatakan kalau Tortor dan Gordang Sambilan ternyata tidak diakui dan tidak terorganisir dengan baik. Para pekerja seni Tortor dan Gordang Sambilan pun tidak mendapat anggaran. Maka, mereka yang berada di sana ingin mendapat anggaran agar bisa melestarikan Tortor dan Gordang Sambilan tadi. Jika begitu, bukankah itu bagus?

Kenyataan soal Tortor dan Gordang Sambilan di Malaysia mirip dengan di Indonesia bukan? Ya, di negeri yang permai ini, dua kesenian itu juga tidak mendapat perlakuan khusus dalam pelestariannya. Beruntunglah orang Mandailing di Malaysia, setidaknya pemerintah mereka telah menyediakan fasilitas bagi warisan budaya mereka. Jika pengajuan Ramli Abdul Karim Hasibuan dkk tadi berhasil, maka mereka bisa melestarikan dua kesenian tadi dengan tenang dan nyaman. Adakah Indonesia menyediakan fasilitas semacam itu? Jika ada, ayo orang Mandailing di Indonesia segera ajukan hal itu!
Lalu, ada perdebatan, kedua kesenian tadi kan milik Indonesia, maka Malaysia tidak bisa semena-mena?

Harus diingat, Mandailing bukanlah negara. Keberadaan Ramli Abdul Karim Hasibuan dan orang Mandailing lainnya di Malaysia pada pohon silsilah adat tidak berbeda dengan Hasibuan lain yang ada di Papua bukan? Atau, Hasibuan yang berada di Meksiko, Amerika, hingga Janjilobi di Padanglawas. Dengan kata lain, tidak ada garis politis antara sesama orang Mandailing. Bahkan, orang Mandailing yang berhasil di perantauan dianggap hebat bagi orang Mandailing di kampung asal.

Lucunya, atas nama negara, tali darah Mandailing seakan digugat; dipecah belah dengan nama Indonesia dan Malaysia. “Kami orang Mandailing dan tanah leluhur kami Utara Indonesia,” tegas Ramli saat diwawancari televisi swasta Indonesia.

Ayolah, Ramli dkk kan merantau ke negeri jiran. Dan, hal itu adalah wajar. Malah, konsep merantau sudah demikian mengakar bagi orang Mandailing dan Batak pada umumnya. Hal itu sesuai dengan filosofi hidup orang Batak; Boraspati. Ya, Boraspati adalah simbol orang Batak. Secara nyata dia hadir sebagai salah satu ornamen yang ada pada ulos, rumah adat, dan sebagainya. Benar, dia adalah cicak!

Secara filosofi, cicak yang lengket di berbagai bentuk permukaan itu menjadi inspirasi bagi orang Batak masa lalu untuk menjadikannya sebagai jalan atau cara hidup. Cicak yang lengket di mana saja bila diaplikasikan dalam kehidupan orang Batak, berarti lengket dan bisa masuk ke mana saja tanpa bermasalah; seseorang yang merantau, bisa lengket di kampung orang lain berarti bisa hidup dan menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang berlaku di kampung lain. Dahulu, dengan bergaya hidup seperti Boraspati, yang bergerak lincah dan dapat diterima di berbagai lapisan masyarakat, orang Batak meyakini akan dapat mencapai sukses dan tidak akan jatuh.

Nah, jika begitu, bukankah apa yang dilakukan Persatuan Halak Mandailing Malaysia tidak sepenuhnya salah? Tapi, jika memang Malaysia sebagai negara mengklaim kesenian itu milik mereka dan tidak berasal dari tanah leluhur Mandailing yang berada di Indonesia, itu baru cari masalah. Bukankah begitu? (*)

Gaji ke-13 PNS Cair Juni Ini Paling Telat Juli

JAKARTA-Sudah tidak ada alasan lagi bagi seluruh pemda untuk tidak segera membayarkan gaji ke-13 untuk para Pegawai Negeri dan pensiunan. Juni 2012 ini segala pembayaran pun harus diselesaikan.

Pasalnya, aturan yang menjadi petunjuk teknis sudah diterbitkan, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 89/PMK.05/2012 tanggal 11 Juni 2012.

Pembayaran hak para Pegawai Negeri itu, baik sipil maupun militer, harus sudah dibayarkan Juni 2012. Ini sesuai ketentuan di PMK tersebutn
Sekretaris Jenderal Kementrian Keuangan (Sekjen Kemenkeu) Kiagus Ahmad Badaruddin menjelaskan, dengan terbitnya PMK itu maka gaji ke-13 sudah bisa segera dibayarkan.  Paling telat Juli. “Karena tujuannya bersamaan dengan masuknya tahun ajaran baru,” ujar Kiagus Ahmad Badaruddin di Jakarta, kemarin.

PMK itu merupakan penjabaran teknis dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 tahun 2012 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 Mei 2012.

Dalam pasal 14 PMK itu disebutkan, gaji bulan ke-13 untuk PNS daerah, gubernur dan wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota dibayarkan pada bulan Juni 2012.  Namun jika dalam kondisi terpaksa, sesuai ketentuan di PMK, pembayarannya dapat dilakukan setelah bulan Juni 2012.

Disebutkan juga, dalam hal pemberian gaji bulan ke-13 belum dibayarkan sebesar yang semestinya diterima, kepada yang bersangkutan diberikan selisih kekurangan gaji bulan ke-13. Aturan yang sama berlaku bagi pegawai negeri pusat. Untuk pegawai negeri daerah menjadi beban APBD, sedang pegawai negeri pusat menjadi tanggungan APBN.

Secara detil, PMK mengatur, pegawai negeri yang berhak menerima gaji ke-13 adalah pegawai negeri yang ditempatkan atau ditugaskan di luar negeri, pegawai negeri yang dipekerjakan di luar instansi pemerintah yang gajinya dibayar oleh instansi induknya, pegawai pegeri yang diberhentikan sementara, pegawai negeri penerima uang tunggu, dan calon pegawai negeri.

Namun, tidak termasuk pegawai negeri yang sedang menjalani cuti di luar tanggungan negara atau yang diperbantukan di luar instansi pemerintah.
Besarnya gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah sebesar penghasilan sebulan yang diterima pada bulan Juni 2012. Penghasilan sebagaimana dimaksud bagi pegawai negeri dan pejabat negara meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/tunjangan umum, dan tunjangan khusus/tunjangan khusus kinerja/tunjangan kinerja/insentif khusus.
Penerima Pensiun meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan tambahan penghasilan, dan Penerima Tunjangan hanya menerima tunjangan sesuai peraturan perundang-undangan.

Diatur juga ketentuan, dalam hal pegawai negeri, pejabat negara, penerima pensiun, dan penerima tunjangan menerima lebih dari satu penghasilan yang berupa gaji dengan pensiun/tunjangan atau beberapa jenis pensiun/tunjangan, gaji/pensiun/ tunjangan bulan ketiga belas hanya diberikan salah satu yang jumlahnya lebih menguntungkan.

Apabila dikemudian hari ternyata terdapat pegawai negeri, pejabat negara, penerima pensiun, dan penerima tunjangan yang terlanjur menerima lebih dari satu penghasilan yang berupa gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas, kelebihan pembayaran tersebut merupakan utang dan wajib mengembalikan kepada negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Apabila pegawai negeri, pejabat negara, penerima pensiun, dan penerima tunjangan juga sebagai penerima pensiun/tunjangan janda/duda, kepada yang bersangkutan diberikan pula pensiun/tunjangan janda/duda bulan ke-13. “Ketentuan dalam peraturan menteri ini berlaku juga bagi ketua, wakil ketua, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah dan pejabat lain yang hak keuangan/administratifnya disetarakan/setingkat menteri,” demikian bunyi ketentuan di PMK.

Pemprovsu Belum Bisa Pastikan Pembayaran

Sayangnya, terkait hal itu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), tidak bisa memberikan kepastian terkait hal itu. Karena sejauh ini, Pemprovsu belum mendapat informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Itu dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu, Suherman yang dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (19/6). “Tidak tahu. Kami belum mendapat informasi dari pusat. Jadi kami belum bisa memastikan atas hal itu,” jawabnya.

Lebih jauh Suherman mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah yang telah membayarkan gaji ke-13 terhadap PNS nya adalah Pemerintah Daerah (Pemda) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dan itu pun, akunya, diketahui dari pemberitaan media massa. “Saya baca di media, yang sudah membayarkan gaji ke-13 PNS nya masih Aceh. Kalau yang lainnya, saya belum tahu. Itu pun tahunya dari media massa,” tambahnya lagi. (sam/ari)

Demi Keamanan, DBL Seri Papua Dibatalkan

SURABAYA-Seri penutup Honda Development Basketball League (DBL) 2012, yang rencananya berlangsung di Papua pada 19-23 Juni, terpaksa dibatalkan. Dengan alasan keamanan, PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia dan Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group) selaku penyelenggara secara resmi mengumumkan pembatalan itu hari ini (18/6).

Menurut penyelenggara, panitia telah melakukan berbagai persiapan dan terus berupaya sampai menit-menit terakhir. Tim panitia dari Surabaya abahkan telah berada di Jayapura untuk melakukan rangkaian road show.

“Dengan sangat berat hati, keputusan ini harus kami buat. Padahal, kami senang bisa menyelenggarakan kompetisi di Papua. Sambutan peserta dan suporter selalu heboh luar biasa sejak kami mulai menggelar even di sana pada 2009,” kata Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia dan commissioner DBL. “Kami berjanji akan kembali tahun depan, dan tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Perkembangan situasi di Papua yang kurang kondusif dalam beberapa pekan terakhir merupakan alasan utama pembatalan. Keputusan dibuat setelah koordinasi intensif dengan semua pihak yang terkait di Papua. Termasuk dengan pihak kepolisian.

“Semua keperluan untuk penyelenggaran telah kami siapkan. Namun, bagaimana pun, keputusan pembatalan bersama kepolisian ini harus kami hormati. Jika situasi kembali kondusif, tahun depan kami berjanji akan menggelar kompetisi,” ungkap Suyoto Kamfi, direktur utama Cendrawasih Pos.
Keputusan pembatalan mendapatkan dukungan dari pihak partner kompetisi. Victor Tio, supervisor marketing PT Astra International TBK HSO Papua, menyebut pembatalan Honda DBL seri Papua merupakan langkah terbaik untuk semua pihak.

“Honda DBL adalah ajang yang paling ditunggu-tunggu oleh pelajar di Papua. Rasa kecewa pasti ada, tapi langkah ini diambil demi kemanan dan kenyamanan semua pihak. Ini keputusan win-win solution,” ucap Victor. “Semoga, kondisi di Papua cepat stabil sehingga tahun depan kompetisi ini bisa kembali diselenggarakan dengan lebih meriah,” pungkasnya.   Honda DBL 2012 sendiri telah sukses digelar di 23 kota, di 20 provinsi di Indonesia. Rangkaian domino kompetisi basket pelajar SMA terbesar di Indonesia itu dimulai di Jambi pada 12 Januari 2012 lalu, dan terakhir digelar di Jawa Timur, yang berakhir di Surabaya pada 9 Juni 2012. (dbl)

Awas Selip

Swedia vs Perancis

KIEV- Swedia yang sudah dipastikan tak lolos ke perempat final bakal meladeni Prancis dini hari nanti. Tapi jangan kira laga ini bakal kendur. Dipastikan Swedia tetap akan fight demi menjegal Prancis. Tentu Prancis harus waspada, jangan sampai slip di tikungan terakhir.

Ya intinya jangan kalah. Risiko kecil bisa menjadi besar di turnamen empat tahunan ini. Lihat saja Rusia. Menang besar di awal, lalu imbang dan hanya kalah 1-0, Rusia langsung divonis gagal melaju ke perempat final.

Menyakitkan. Prancis juga masih bisa tersingkir jika Ukraina mampu mengalahkan Inggris, sedangkan Prancis kalah dari Swedia. Jadi benar-benar berisiko.

Kubu Swedia, dijelaskan Erik Hamren tidak memiliki masalah kebugaran bagi timnya.  Di belakang, nama Jonas Olsson diharapkan kembali ke bek tengah bersama Andreas Granqvist.

Sedangkan Johan Elmander tampaknya bakal kembali ke line up setelah sempat ditarik keluar saat melawan Inggris.

Di sisi Prancis, Yohan Cabaye tampaknya harus ditepikan karena masalah pada kakinya. Untuk ganti, nama pemain tengah Rennes, Yann M’Vila siap dijadikan suksesor. Dilansir Goal, Yann M’Vila cukup fit setelah pulih dari cederanya.

Keraguan justru terjadi di lini depan. Mungkin saja Karim Benzema kali ini harus menepi. Gagal mencetak gol di dua laga, membuat posisinya rawan. Bisa jadi Laurent Blanc akan memilih memainkan Olivier Giroud.

Di sisi lain, Samir Nasri menyebut Prancis mulai membuktikan sebagai tim kuat. Apalagi dengan hadirnya pelatih Laurent Blanc.
“Kami kini lebih solid dibanding dua tahun lalu di Piala Dunia. Kami adalah tim solid sekarang. Blanc (Laurent Blanc, red.) adalah pelatih yang sukses meredam ego pemain dan menjadikannya satu kesatuan yang tangguh,” sebut pemain Manchester City itu.

Menghadapi Swedia yang peluangnya maju ke babak lanjutan sudah habis, Nasri justru mewanti-wanti rekan setimnya. Maklum, justru karena semangat nothing to lose, beban ada dipundak Hugo Lloris dkk.

“Kunci melenggang ke babak lanjutan adalah tim ini pantang meremehkan laga terakhir. Dan juga kami harus bermain dengan hati seperti yang kami tunjukkan di dua laga sebelumnya,” kata Nasri. (*)

Awalnya hanya Melukis di Kanvas

Peni Respati, Ahli Decorating Cake

Dengan mengenakan celemek berwarna biru, Peni Respati terlihat sangat atraktif di depan peserta cooking class yang diadakan oleh majalah wanita NOVA-Keju Kraft di Jalan Sei Batang Hari, Minggu (17/6).

Beberapa pertanyaan peserta dijawabnya dengan lugas. Hari itu, Sumut Pos berkesempatan berbincang dengan wanita yang dikenal ahli dalam decorating cake dan cookies hias tersebut.

“Rata-rata peserta pemula tidak menyangka bahwa mereka mampu melakukan dekorasi menggunakan buttercream layaknya profesional. Saya selalu mengingatkan kepada peserta bahwa tidak ada sesuatu yang instan, semua butuh proses dan tidak ada kata terlambat untuk belajar,” ujar Peni dengan ramah.

Siapa tak kenal wanita yang merintis usaha Cake Miracle tersebut? Namanya sudah tidak asing lagi dikalangan pembaca blog serta para pecinta kue di tanah air. Tuntutan kemadirian di lingkungan keluarga, membuat hidupnya tak jauh-jauh dari hal yang berbau seni dan dapur. Selama 14 tahun bekerja sebagai karyawan kantoran di perusahaan perkebunan Jakarta Pusat, lalu Peni memutuskan untuk mandiri. Pada 2006, Peni bergabung dalam Natural Cooking Clab (NCC) salah satu milis yang memiliki hingga ratusan posting.

“Di sini saya banyak belajar. Saya kian paham bagaimana mendekor kue. Awalnya hanya melukis di kanvas dengan cat minyak, lalu saya mencoba melukis kue dengan bahan-bahan gula dan sebagainya,”ujarnya.

Peni bercerita, pernah suatu kali, membuat kue untuk atasan suaminya yang juga seorang Pilot.  Dia pun membuat cake yang bentuknya seperti landasan pesawat dan bersebelahan dengan lapangan golf. Lalu hasilnya dipajang diblog miliknya www.dapurkecilku.blogspot.com. ‘’Ternyata banyak yang memuji. Setelah saya semakin terpacu membuat aneka kue lalu memajangnya di blog. Setelah itu pesanan semakin banyak tidak hanya terbatas pada pembaca blog, tapi juga perusahaan,” ucapnya.

Peni pun semakin kebanjiran pesanan, bukan hanya dinegara sendiri, tapi juga luar negeri. Setiap pesanan kue dihias dengan karakter pemesan. “Karena saya sudah terbiasa melukis, saya terlatih membuat kombinasi warna pada kue. Saya bereksperimen memadukan warna satu sampai memunculkan warna-warna cerah,”sambungnya. Usai mendekor, biasanya Peni kembali mengamat hasil karyanya. ‘’Pembuatan kue tergantung kerumitannya. Bahan yang saya pakai memiliki kualitas tinggi. Biasanya untuk mendekor, membutuhkan waktu lebih dari 3 jam. Tapi, untuk decorasi tiga dimensi seperti bentuk anjing, kucing, kuda dan lainnya, membutuhkan waktu hingga 1 hari,” terangnya.

Selanjutnya, Peni pun menerima sertifikat trainer bertaraf Internasional dari Wilton USA atas decorating cake ataupun cookies.  Selain kesibukannya menerima pesanan kue, Peni juga membuka kelas di beberapa tempat khususnya bagi peminat decorating cake ataupun cookies. Di tengah kesibukannya, Peni juga masih menyempatkan diri untuk menyalurkan hobi melukisnya bersama putri kesangannya: Nadya Mutiara Assyifa.

“Anak saya juga hoby memasak. Saya nggak pernah menghambat atau melarang dia untuk berekspresi. Saya selalu membiarkan dia larut dalam kesenangannya. Saya berharap Nadya nantinya bisa mandiri dan berbakti pada orang tua,” ungkap Peni mengakhiri. (far)

Pimpinan Majelis Agama Sepakat Perkokoh Kerukunan

Prof Dr Syahrin Harahap MA Terpilih Kembali jadi Ketua FKUB Kota Medan

Enam Majelis Agama di Kota Medan yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu sepakat terus memperkokoh kerukunan antar umat beragama dan saling menghormati.

KERUKUNAN dan kehidupan harmonis merupakan kebutuhan bersama manusia sebagai jembatan hati yang memperkokoh persatuan dan kesatuan. Penegasan ini disampaikan para pimpinan majelis agama di Medan dengan Wali Kota Medan Drs H Rahudman MM diwakili Sekda Kota Medan Ir H Syaiful Bahri Lubis MM di Hotel Garuda Plaza Medan,pekan lalu.

Pertemuan ini dirangkai dengan pemilihan anggota dan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan yang kembali memilih Prof Dr Syahrin Harahap MA sebagai Ketua FKUB Kota Medan periode lima tahun mendatang yang dilengkapi dua wakil ketua, seorang sekretaris, dua wakil sekretaris dan 11 orang anggota.

Pimpinan majelis agama yang hadir yakni Prof Dr H Mohammad Hatta (MUI Kota Medan), Prof Dr L Karo Sekali (BKAG Kota Medan), Drs Albert Pakpahan (Keuskupan Agung Medan), Hariram MM (PHDI Kota Medan), Ir Sutopo (Walubi Kota Medan), Drs Rosmadi (Matakin Kota Medan). Pertemuan juga dihadiri Kepala Badan  Kesbanglinmaspol Medan Vuko Renwar Wilson Bakkara dan Kepala Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Medan Negara Pohan SE, Camat Medan Kota Parlindungan Nasution dan undangan lain.

MUI Kota Medan Prof Dr H Mohammad Hatta menyebut meski Medan memiliki kemajemukan namun dapat terjalin kerukunan umat beragama di ibukota Sumut antara lain berkat peran aktif pimpinan majelis-majelis agama, FKUB Kota Medan dan masyarakat.
‘’Kini Medan menjadi barometer kerukunan di Indonesia. Kerukunan agar terus dipertahankan sehingga mampu mengantar daerah ini menuju kemakmuran,’’ katanya.

Matakin Kota Medan Drs Rosmadi juga mengajak masyarakat Medan untuk saling menghargai, menghormati. toleransi dalam bina kerukunan umat di Kota Medan. Tekad mewujudkan kerukunan di Kota Medan juga ditegaskan Prof Dr L Karo Sekali (BKAG Kota Medan), Hariram MM (PHDI Kota Medan) dan Ir Sutopo (Walubi) dan Drs Albert Pakpahan (Keuskupan Agung Medan).

Menanggapi kebulatan tekad pemimpin majelis agama di Medan, KTU Kemenag Kota Medan Negara Pohan SE memberi apresiasi. Ia mengajak umat beragama untuk bergandeng tangan bersama pemerintah mengisi pembangunan menjadi lebih baik dan maju. “Kementerian Agama Kota Medan sangat meng apresiasi tekad ini dan mengharapkan kerukunan di Medan yang mendapatkan pengakuan di Asia Tenggara,” katanya.

Sedangkan Prof Dr Syahrin Harahap MA berharap dukungan pimpinan majelis agama, pengurus dan anggota FKUB Kota Medan yang berjumlah 17 orang serta masyarakat dalam mewujudkan kerukunan di Kota Medan.

Ungkapan senada juga dilontarkan  Wali Kota Medan Drs H Rahudman MM diwakili Sekda Kota Medan Ir H Syaiful Bahri Lubis MM saat membuka pertemuan. Wali Kota Medan berterima kasih atas peran aktif semua kalangan termasuk masyarakat dalam menciptakan kerukunan di Kota Medan yang lebih baik.

Sedangkan Kepala Badan  Kesbanglinmaspol Medan Vuko Renwar Wilson Bakkara saat menutup acara menyampaikan rasa salut karena pemilihan pengurus dan anggota FKUB Kota Medan dapat terlaksana dengan baik. Kedepan, lanjut dia, surat kepusan Wali Kota Medan mengenai pengurus dan anggota FKUB Kota Medan segera ditandatangani Wali Kota Medan yang akan ditindaklanjuti dengan acara pelantikan. ‘’Pembinaan kerukunan umat beragama di Medan akan lebih baik karena pengurus FKUB Kota Medan sudah berpengalaman,’’ katanya. (*)

Stimulasi Otak Penting

Isak Tangis Bupati Labusel Warnai Pelatihan Siswa GMC

SUASANA haru mewarnai pelatihan original brain stimulation yang dilaksa nakan Genius Mind Consultancy (GMC) di Hotel Hermes Palace Jalan Pemuda Medan pada 16-17 Juni 2012. Puncak keharuan terjadi saat acara basuh kaki orangtua yang dilakukan siswa GMC.

Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) H Wildan Aswan Tanjung SH didampingi istri tak kuasa menahan tangis tatkala empat anaknya yang menjadi siswa GMC membasuh kaki mereka. Keharuan juga dirasakan orangtua siswa GMC lainnya yang mengikuti kegiatan stimulasi otak. Wildan beberapa kali menghapus air mata yang membahasi pipi sembari memegang tasbih.

Suasana bahagia terlihat takkala para siswa GMC dengan mata tertutup mampu menebak gambar, tulisan dan benda dari jarak jauh dengan mata tertutup. Mereka juga diajari senam mata, senam pernafasan dan aneka kegiatan lain. Siswa GMC juga menunjukan berbagai kebolehan dalam menjalin kerjasama, kekompakan dan menggali kreativitas yang dipandu beberapa pendidik termasuk Ingen Bangun, master GMC Sumatera Utara (Sumut).

Atas pelatihan GMS, beberapa siswa mengutarakan berbagai pengalaman dan harapan pada orangtua. Fitra, anak Bupati Labusel menyampaikan terima kasih karena orangtuanya memberi kesempatan ikut GMC yang banyak memberi bekal pengetahuan kepadanya.

Fitra pun mengungkapkan rasa salut karena orangtua terus bekerja keras tanpa pernah merasa malas dalam membina keluarga.  Delius Halim, Nina, Saut Hamonangan dan sejumlah siswa GMC  juga mengungkapkan berbagai kemajuan yang diterima dengan mengikuti pelatihan GMC tersebut.
‘’Neurologist (Spesialis Syaraf) Think Brain Advisor dr H Jofizal Jannis SpS(K) mengungkapkan pentingnya stimulasi otak bagi anak-anak dan dewasa. Stimulasi otak secara spesifik akan membangkitkan seluruh penerimaan sensorik dengan hasil memacu pusat kecerdasan yang terdapat di bagian kulit (korteks) otak di frontal, sehingga akan mengubah seluruh kemampuan berpikir seseorang,’’ kata Ingen.

Ingen juga mengungkapkan Pakar Terapi Anak Berkebutuhan Khusus dari Klinik PSY Center Bandung Dra Dewi Kumaladewi MPSi. ‘’Tanpa stimulasi, otak menjadi tidak terolah. Akibatnya jaringan syaraf (sinaps) yang jarang atau tidak dipakai akan punah. Stimulasi akan memperkuat sinaps yang lama sehingga otomatis membuat fungsi otak makin baik,’’ katanya. (*)

Calon Pegawai Jalani Latihan Fisik dan Mental

Aktivitas Bank Sumut Berjalan Lancar

Pejabat sementara (Pjs) Dirut Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan secara resmi mengawali masa aktivitas hari pertamanya berdinas di Bank Sumut dengan melakukan pertemuan konsolidasi bersama seluruh jajaran Pemimpin Divisi dan Pemimpin Bidang di Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (18/6) pagi.

Pjs Dirut Rizal Fahlevi didampingi Pjs Direktur Pemasaran Rudi Dogar Harahap dalam pengarahannya meminta seluruh jajaran pejabat eksekutif Bank Sumut kembali fokus pada pekerjaannya dan senantiasa bersinergi untuk merealisasikan target-target pengembangan bisnis Bank Sumut.

Sementara itu, aktivitas pelayanan di seluruh unit jaringan layanan Bank Sumut juga berjalan lancar dan normal sebagaimana biasanya, sehingga nasabah tetap dapat melakukan transaksi dengan nyaman dan lancar.

Di sisi lain, lebih dari 539 calon pegawai Bank Sumut hasil seleksi/rekrutmen 2012 sejak Senin (18/6) pagi telah memasuki karantina di Kampus LPP Jalan Pancing Medan untuk menjalani pelatihan fisik dan mental yang digembleng secara langsung oleh Batalyon Kaveleri 6/Serbu.

Pejabat sementara Direktur Pemasaran Rudi Dogar mewakili Pjs Dirut pada kesempatan itu menyampaikan, pelatihan fisik dan mental calon pegawai Bank Sumut merupakan tahapan program induksi yang harus diikuti seluruh calon pegawai.

Tentunya bagi pegawai yang telah lulus menjalani tahapan-tahapan seleksi penerimaan calon pegawai. Hal ini dimaksudkan agar nantinya bisa menjadi pegawai yang berdedikasi tinggi, disiplin, jujur, tidak mudah menyerah, gigih serta memiliki team work yang kuat dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

“Pelatihan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter yang sejalan dengan nilai-nilai dasar budaya kerja Bank Sumut dengan motto TERBAIK, yakni Terpercaya, Energik, Ramah, Bersahabat, Aman, Integritas tinggi dan Komitmen,” ungkap mantan Direktur Operasional Bank Sumut periode 2004-2008 tersebut.

Menutup amanatnya, Rudi Dogar mengutip kata-kata bijak dari Dahlan Iskan tentang universitas kehidupan. “Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas. Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar. Jika setiap doa kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar. Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata. Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan. Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa-masa sulit. Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Tuhan tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik,” tandasnya. (*)