25 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 1336

Terpilih Pimpin PP Binjai hingga 2027, Payo Singgung Penahanan 3 Anggotanya di Polda Sumut

SAMBUTAN: Ketua MPC PP Kota Binjai J Payo Sitepu, saat menyampaikan sambutan dalam Muscab ke-16 PP di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Binjai Kota, beberapa waktu lalu - Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ada yang menarik dan menyita perhatian insan pers dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-16 Pemuda Pancasila (PP) yang berlangsung di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Binjai Kota, beberapa waktu lalu.

J Payo Sitepu yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kota Binjai Periode 2023-2027 ini, menyinggung penahanan 3 anggotanya di Polda Sumut.

Dalam Muscab, Pasi Intel Kodim Langkat Kapten Eben Ezer Pakpahan, dan Kaban Kesbangpol Kota Binjai Ruslianto, turut hadir mewakili pimpinannya.

Pada kesempatan itu, Payo menyinggung penahanan anggotanya, buntut bentrok dengan IPK di Jalan Samanhudi, Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan, belum lama ini.

“Lepaskan 3 anggotaku yang ditahan, jangan sempat nanti ribut kubuat Binjai ini. Anggotaku enggak salah ditangkapi,” tegas Payo, yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Payo menyesalkan adanya penahanan tersebut. Sebab, bentrokan tersebut sudah berujung didamaikan oleh Wali Kota Binjai Amir Hamzah, yang disaksikan Kapolres Binjai AKBP Hendrick Situmorang, dan Dandim Langkat Letkol M Eko Prasetyo.

Meski sudah berdamai, namun 3 anggota PP masih dilakukan penahanan diduga di Polda Sumut. Karena itu, dia menilai, Forkopimda Kota Binjai harus bertanggung jawab atas penahanan tersebut.

“Belum terlampiaskan juga emosi karena ada ketua wilayah di sini,” tutur Payo.

Payo juga menyinggung ketidakhadiran Ketua DPRD Binjai Noor Sri Syah Alam Putra. Sebab, Ketua DPRD Lang­kat Sribana Perangin-angin, tampak hadir mengikuti muscab tersebut.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Sumut Kodrat Shah, hadir di tengah muscab tersebut. Bahkan, Kodrat juga yang membuka muscab yang ditandai dengan pemukulan gong.

Pada kesempatan itu, Kodrat pun meminta Forkopimda Kota Binjai dapat berlaku adil dan tidak berpihak dalam pe­nanganan persoalan itu.

“Laporannya sudah lengkap saya terima, dan saya juga tahu jalan ceritanya. Untuk itu kepada Forkopimda, berlakulah adil, jangan berpihak. Kami bisa menjaga PP agar tetap kondusif dan tidak melakukan kekerasan. Namun sabar ada batasnya, dan sampai kapan?” ujarnya.

Dia menegaskan, PP sudah berbuat banyak kepada bangsa dan negara.

“Berbuat baik itu memang susah dan banyak rintangan. Tapi jangan sampai terpancing. Masalah yang sudah terjadi jangan mengambil keputusan sendiri. Kalau memang anggota kita yang salah, silakan dihukum,” jelas Kodrat.

Kepada aparat kepolisian, Kodrat juga berharap dapat netral dan jangan berpihak.

“Jika kita benar, maka kita tidak boleh takut. Ingat, kalau berani jangan takut-takut,” pungkasnya. (ted/saz)

Hasil Riset Evaluasi RPJPD Dairi 2005-2025, Eddy: Perlu Kerja Keras

SERAHKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu menyerahkan cenderamata kepada Wakil Direktur PPKK Fisipol UGM Arie Ruhyanto, Rabu (5/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, menerima kunjungan Tim Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama (PPKK) Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu (5/7) lalu.

Rombongan Fisipol UGM ini, dipimpin Wakil Direktur PPKK, Arie Ruhyanto. Diketahui, kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan hasil riset evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Dairi 2005-2025.

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Dairi, Aryanto Tinambunan melaporkan, hasil riset evaluasi RPJPD Kabupaten Dairi 2005-2025 tersebut, akan digunakan sebagai bahan penyusunan rencana awal RPJPD Kabupaten Dairi 2025-2045.

“RPJPD ini, juga akan menjadi acuan dan dasar pemecahan permasalahan daerah melalui koordinasi antar-pelaku pembangunan. Integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antar-fungsi pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Serta partisipasi masyarakat, dan penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, juga berkelanjutan,” ,” ungkap Aryanto.

Sementara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyampaikan, hasil riset tersebut akan menjadi modal Pemkab Dairi mengambil kebijakan pembangunan pada masa mendatang. Menurutnya, dari beberapa kebijakan yang sudah dilakukan, sebagian besar berhasil. Walapun diakui, belum semua kondisi ekonomi masyarakat membaik secara merata. “Masih banyak masyarakat yang bergantung pada pemerintah. Untuk itu, kita masih perlu berkerja keras,” akunya.

Dia pun berharap, pembangunan Kabupaten Dairi harus lebih baik ke depannya, dengan persiapan perencanaan awal yang lebih matang dan terukur.

Wakil Direktur PPKK Fisipol UGM, Arie Ruhyanto mengatakan, dari hasil evaluasi riset yang dilakukan, RPJPD Kabupaten Dairi 2005-2025 menunjukkan perkembangan. Indeks tingkat ketimpangan berada lebih rendah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

“Pengangguran juga lebih baik dari provinsi. Namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi, masih di bawah provinsi, dan perlu ditanggulangi,” pungkasnya. (rud/saz)

Sungai Wampu Diduga Tercemar

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Aliran Sungai Wampu di Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, diduga tercemar. Akibatnya, masyarakat sekitar yang mengandalkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawampu, yang pasokan airnya dari Sungai Wampu, khawatir kesulitan mendapat air bersih.

Kejadian ini bukan kali pertama,” ungkap perwakilan masyarakat, Ahmad Ridwan (43), ketika dikonfirmasi via telepon selular, Kamis (6/7).

Ridwan menjelaskan, air Sungai Wampu yang tercemar ini diduga dampak dari keberadaan PT Thong Langkat Energi, yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Dia pun menduga, air Sungai Wampu tercemar dampak dari dibukanya bendungan pada pembangkit listrik tersebut.

“Bendungan di PT Thong Langkat Energi membuka bendungan tanpa pemberitahuan kepada masyarakat. Setelah dibukanya bendungan ini, Selasa (4/7) lalu, habitat ikan di aliran Sungai Wampu bermatian,” ungkap Iwan, sapaan karib Ridwan.

“Akibat pembukaan bendungan, lumpur yang mengendap dan diduga mengandung zat kimia, pun mengalir ke Sungai Wampu,” imbuhnya.

Tak ayal, lanjutnya, kondisi ini mengakibatkan debit air naik, dan lumpur yang tertahan pada pintu bendungan mengaliri Sungai Wampu. “Karena itulah ikan menjadi mati,” kata Iwan.

Iwan tidak mengetahui secara persis kandungan zat kimia yang ada pada lumpur tersebut. Karena itu, dia meminta agar Pemkab Langkat melalui Dinas Lingkungan Hidup, melakukan pemeriksaan atau uji laboratorium.

“Saya sudah menyebar hal ini ke media sosial (medsos) agar semua masyarakat dan Pemkab Langkat tahu kejadian ini. Tahun lalu juga terjadi seperti ini. Tapi sampai sekarang, setelah dinaikan (ke medsos), belum ada tanggapan,” jelasnya.

Dia berharap, tak ada lagi kejadian seperti ini. Sebab, hal tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Bahkan yang saya dengar, Agustus ini akan dilakukan cuci bersih total selama 5 hari berturut-turut. Kalau dibiarkan, dikhawatirkan terjadi lagi matinya ikan dalam jumlah besar, ekosistem rusak, dan masyarakat bakal kesulitan air bersih,” ujar Iwan.

Kesulitan air bersih menjadi kecemasan masyarakat di daerah tersebut. Ada sekitar 300-an lebih pelanggan PDAM Tirtawampu. Jika air Sungai Wampu tercemar, tentunya PDAM Tirtawampu tak dapat mengalirkan air bersih ke pelanggan.

“Kalau sudah begini, kami tidak berani mandi,” sebut Iwan lagi.

Diketahui, PT Thong Langkat Energi berada di Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat. Keberadaan pembangkit listrik ini diduga meresahkan masyarakat. Dan tak hanya pencemaran air sungai ini saja, persoalan yang ditimbulkan perusahaan tersebut. Tapi juga ada ratusan hektare perkebunan sawit jadi terendam.

Air Sungai Wampu merupakan sungai terpanjang di Negeri Bertuah. Berbagai jenis ikan pada aliran sungai tersebut mendadak mati. Debit air sungai naik, dan bercampur lumpur hingga menjadi keruh.

Mengenai hal ini, Camat Bahorok Robby Deritawan Sitepu, tak dapat mengomentari. Saat dikonfirmasi, dia mengaku tengah tidak berada di Bahorok. “Saya lagi menunaikan ibadah haji, ke sekcam saja,” imbaunya, seraya menyarankan langsung menemui sekcam di kantor kecamatan. (ted/saz)

Tarik Tunai Melalui Aplikasi, BRI Berlakukan e-Banking BRImo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberlakukan fasilitas e-banking, yakni aplikasi BRImo bagi nasabah yang masa berlaku kartu debitnya telah habis atau kadaluarsa.

Wakabag Logistik BRI Kanwil Medan, Sadli Azhari mengatakan bahwa saat ini tarik tunai di ATM tidak hanya melalui debit, tetapi bisa juga dengan menggunakan BRImo yang merupakan aplikasi e-banking milik BRI.

“Dengan BRImo bapak dan ibu dapat melakukan hampir seluruh transaksi perbankan BRI, seperti melakukan tarik tunai tanpa kartu di ATM/CRM BRI, transfer ke sesama BRI ataupun bank lain. Selain itu, mengecek mutasi rekening tanpa harus mencetak di buku tabungan dan bertransaksi di merchant hanya dengan scan kode QR,” sebutnya, Kamis (6/7/2023).

Sadli menjelaskan, bila dibandingkan dengan kartu debit, menggunakan BRImo saat tarik tunai lebih memudahkan. Seperti limit transaksi yang lebih besar dan penggunaan di berbagai merchant.

Dia menambahkan, bahwa untuk infomasi ataupun bantuan seputar produk, jasa, dan layanan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, dapat menghubungi kami melalui akun resmi Bank BRI yang telah terverifikasi dan centang biru, seperti akun Instagram (bankbri_id), akun Twitter (BANKBRI_ID, promo_BRI dan kontakBRI), akun Facebook (BANK BRI) atau email callbri@bri.co.id, layanan chat WhatsApp Sabrina 08121214017 dan Contact BRI 1500 017 / 14017.

“Sebagai bank yang terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap para debiturnya, Bank BRI senantiasa menampung dan merespon keluhan debitur, demi tercapainya pelayanan yang prima dan konsisten,” tandasnya.

Disinggung terkait penarikan tunai menggunakan BRImo, Sadli menjelaskan, di aplikasi BRImo, ada menu tarik tunai tanpa kartu. Nanti akan dikasih token untuk dimasukkan ke mesin ATM, yakni menu tarik tunai tanpa kartu ATM. Tokennya dari aplikasi BRImo, seperti angka di password, lalu diketik di mesin ATM, tombol sebelah kiri. Kemudian masukan token dan nomor handphone (Hp).

“Lebih simpel, gak perlu takut kartu ATM ketinggalan di mesin ATM, dan bisa tarik di ATM BRI mana aja,” bebernya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Bambang Mukti Riyadi masih enggan memberikan tanggapan terkait aplikasi terbaru BRI tersebut. (dwi/ram)

Donasi Pelanggan KFC untuk Renovasi Sekolah Dasar Negeri di Banjarwangi, Tasikmalaya

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, J.D. Juwono menyerahkan donasi kepada Yayasan Benih Baik yang diwakili Andi F Noya selalu Founder & CEO BenihBaik.com, Kamis (6/7).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dimulai sepanjang Bulan Ramadan 1444 Hijriah lalu, konsumen KFC telah memberikan donasi sebesar Rp415.000.000, melalui pembelian Paket Duk Duk, yang disisihkan Rp1.000, per paket. Total Donasi ini akan digunakan untuk merenovasi kelas yang rusak berikut sarana penunjang, di Sekolah Dasar Negeri Banjarwangi Tasikmalaya, Jawa Barat.

Donasi ini didapat sepanjang periode 15 Maret – 30 April 2023 lalu di seluruh gerai KFC di Indonesia. Dan kali ini, PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pemegang waralaba KFC di Indonesia telah menyerahkan donasi tersebut kepada Yayasan Benih Baik yang akan merealisasikan proyek bersama tersebut.

“Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada pelanggan setia KFC yang telah membeli Paket Duk Duk, sehingga terkumpul donasi Rp400 juta lebih. Tanpa antusiasme dari pelanggan setia KFC, mungkin akan sulit mencapai angka sebesar itu,” papar JD Juwono selaku Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk dalam siaran persnya, Kamis (6/7).

Ditambahkan Juwono, KFC Indonesia selalu memegang komitmen dalam membantu dunia pendidikan di Indonesia. Donasi kali ini akan digunakan untuk membangun kembali sekolah yang rusak di SDN Banjarwangi, Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan menggandeng partner Yayasan Benih Baik Indonesia.

SDN Banjarwangi merupakan salah satu sekolah yang terdampak gempa bumi pada tahun 2022 silam. Saat ini ada dua kelas yang sama sekali tidak dapat digunakan akibat kondisinya yang rusak parah.

Dipilihnya Yayasan Benih Baik Indonesia untuk menjadi mitra dalam kampanye #JagonyaBerbagi khususnya penyaluran donasi dari KFC tidak lepas dari kiprah yayasan tersebut dalam menjalankan program-program sosial kepada masyarakat, yang mampu menjangkau hingga masyarakat di daerah terpencil.

Yayasan Benih Baik Indonesia adalah yayasan Filantropi yang didirikan oleh Andy Flores Noya, Khristiana Anggit Mustikaningrum, dan Firdaus Juli sebagai bentuk kepedulian terhadap beragam isu sosial, kemanusiaan, kebudayaan, keagamaan, dan kesejahteraan sosial lainnya. Beragam program bantuan telah dibuat dan disalurkan kepada yang membutuhkan, dimana informasi lebih lengkapnya dapat diakses melalui situs benihbaik.com.

Sebelumnya, berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) telah dijalankan KFC Indonesia di beberapa bidang dengan melibatkan pihak ketiga. KFC Indonesia bersama Yayasan 1000 Guru telah menjalankan 45 Smart Center sejak 2016 yang telah menjangkau hampir 6000 murid di tingkat sekolah dasar di Indonesia. Dalam program tersebut, KFC melakukan dua kegiatan utama yaitu pemberian makanan bernutrisi dan bantuan fasilitas pendidikan.

Keterlibatan KFC pada CSR di bidang pendidikan tidak lepas dari pandangan KFC Indonesia bahwa masa depan suatu bangsa ada di tangan generasi mudanya. Generasi yang yang mendapat pendidikan yang cukup dan dibarengi dengan asupan yang memadai, akan membuat masa depan bangsa lebih terjaga. (adz)