Home Blog Page 13465

Tukang Kunci Diduga Dihajar Oknum TNI

BINJAI- Aksi main hakim sendiri, diperagakan oknum TNI terhadap Ramlan (28) dan Andi (29), yang kesehariannya bekerja sebagai tukang kunci di Jalan Sudirman, Kelurahan Setia, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (25/5) sekitar pukul 09.00 WIB.
Aksi tersebut diduga dilakukan oknum TNI yang bertugas di Kodim 0203/LKT di depan umum, tepatnya di ruas Jalan Sudirman, hingga membuat arus lalulintas macat. Akibat pemukulan dilakukan oknum TNI berseragam lengkap itu, membuat kedua korban mengalami luka memar di sekujur tubuh. Hinga saat ini, pihak Kodim sendiri masih mencari tahu siapa yang melakukan penganiayaan  tersebut.

Ramlan yang sempat ditemui di lokasi pemukulan mengaku, kejadian ini berawal dari datangnya seorang laki-laki ketempatnya meminta untuk dibuatkan kunci sepeda motor. Pria yang mengendarai sepedamotor RX King itu, menggunakan pakaian TNI lengkap. “Pagi itu, oknum TNI berpakaian lengkap menghampiriku untuk meminta tolong membuatkan kunci,” jelas Ramlan.

Sebelum berangkat, Ramlan menawarkan harga kepada oknum TNI yang tidak diketahui namannya ini. Namun, oknum tersebut tidak menyetujui harga yang ditawarkan Ramlan, yang mengatakan kalau hargannya terlalu mahal. “Aku tawarkan hargannya Rp60 ribu. Aku tawarkan segitu, karena buat kunci baru dan tidak ada contohnya,” katanya sembari menunjukan luka memar di pipinya.
Tidak terima dengan harga yang ditawarkan, oknum TNI ini lantas naik darah dan langsung mengatakan kalau dirinya hendak buat kunci dan bukan nanya harga. “Saya ingin buat kunci, bukan tanya harga,” cetus Ramlan menirukan perkataan oknum TNI tadi.

Mendengar perkataan oknum TNI dengan nada tinggi itu, membuat Ramlan yang saat itu duduk disebelah abangnnya, membatalkan negosiasi. Lantas, sang  oknum TNI malah berang dan menghujamkan pukulan tepat mengenai wajahnya serta mencaci makinnya.

“Masak nggak jadi dibuat kok marah dia dan memukul adiku sembari mengatakan perkataan kotor. Siapa yang nggak emosi kalau seperti itu,” cetus Andi.
Melihat adiknya yang mendapatkan pukulan hingga membuat bibirnnya pecah, Andi yang berada duduk tepat disebelah adiknya langsung lompat ingin membantu. Iapun mengejar oknum TNI itu untuk membalas. “Aku kejar dia. Tapi dia lari ke showroom dan tak berani keluar,” kata Andi.

Lantas, Andi mengamankan sepedamotor yang dinaiki oknum TNI tadi dengan, menggemboknnya. Berselang beberapa menit kemudian, datang oknum TNI yang lain ke tempat pembutan kuncinya.
Pasi Intel Kodim 0203/LKT Kapten Teguh S ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian itu. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap oknum TNI yang diduga dari Kodim 0203/LKT tersebut.  “Saya baru dapat informasi tentang adanya kejadian itu,” katanya. (ndi)

Kutalimbaru Kembali Memanas, Posko Mitra PTPN 2 Dibakar

BINJAI-Setelah bentrok pada Selasa (22/5) lalu, suasana di Kutalimbaru kembali memanas. Sebuah rumah atau posko yang biasa menjadi tempat pembayaran gaji karyawan dan tempat penyimpanan pupuk mitra PTPN 2 dibakar orang tak dikenal.

Adalah rumah yang dihuni Ibrahim Perangin-angin (65) warga Dusun III Namurube Jahe, Desa Namurube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, dibakar pada Jumat (25/5) dini hari, tepatnya sekira pukul 01.30 WIB.
Menurut Sekdes Namurube Julu, Rusidi Waruwu (41) saat ditemui di lokasi mengatakan, peristiwa itu terjadi saat sedang mati lampu. Penghuni rumah, Riadi (anak Ibrahim), mendengar jejak kaki dari belakang rumah. Namun dia tak menggubris langkah kaki tersebut karena sudah larut malam dan kondisi sangat gelap.

Tak lama setelah terdengar suara jejak kaki tersebut, suara gemuruh dinding yang terbakar mulai terdengar. Dia pun mencoba melihat suara gemuruh tersebut. Ternyata, dinding tepas di belakang rumah sudah terbakar. Riadi pun berlari menuju perkampungan untuk meminta pertolongan.

Lebih jauh diceritakan Rusidi, saat dirinya dan sejumlah masyarakat datang ke lokasi, api sudah membesar dan hampir menghanguskan seluruh bangunan rumah. Untungnya, kata dia, rumah tersebut berada jauh di pemukiman warga, sehingga api tidak menyulut ke rumah-rumah lainnya.

Dikatakan dia, rumah tersebut selama ini dijadikan posko CV Firma Sejati, selaku perusahaan yang bekerjasama dengan pihak PTPN2. “Rumah ini milik Ibrahim Peranginangin yang disewakan ke CV Firma Sejati milik Ramalan Sinuraya,” ungkapnya.

Selama ini, lanjutnya, rumah tersebut dijadikan posko tempat pembayaran gaji karyawan, tempat penyimpanan pupuk dan lain sebagainya. Karena, kata dia, Firma Sejati telah mengontrak lahan PTPN2  seluas 80 hektar. “Rumah ini disewa oleh Ramalan Sinuraya, selaku KSO yang mempunyai lahan tebu seluas 80 Ha diatas areal eks HGU PTPN2. Selama ini yang jaga malam anak Ibrahim Peranginangin, Riadi (25),” cetus Rusidi Waruwu.
Kepala Desa Namurube Julu, Setta Effendi Ginting, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mendapat kabar dari warga sekitar pukul 03.00 WIB. Selanjutnya, dia melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. “Lokasi ini masih masuk ke wilayah saya,” kata Setta.

Dia menduga, terbakarnya posko CV Firma Sejati itu terkait konflik lahan di areal eks PTPN 2 Kutalimbaru yang terjadi beberapa waktu lalu. “Karena lokasinya masih dalam areal yang sama,” ucapnya.
Mengenai pelaku pembakaran, Setta belum bisa memastikan siapa pelaku di balik pembakaran rumah tersebut. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya keterlibatan warga disini terkait pembakaran itu. Karena, penghuni rumah (Riadi), tidak melihat satu orang pun pelaku,” urainya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru Ipda Manis Sembiring, saat ditemui di lokasi kebakaran mengatakan, kejadian tersebut tidak dapat dipastikan siapa pelakunya. “Kita tidak dapat memastikan apa motif terjadinya pembakaran ini. Karena, menurut penjaga malam Riadi, pada malam itu, ia hanya ada mendengar suara dari belakang rumah, waktu dia terbangun dilihatnya api sudah membesar dan langsung pergi meninggalkan rumah itu,” tegasnya.
Terkait pembakaran rumah itu, puluhan personel dari Mapoldasu, Polresta Medan dan Polresta Binjai, terjun ke lokasi pembakaran untuk mengetahui pasti peristiwa tersebut. Setelah melakukan olah TKP, petugas kepolisian langsung memasang garis polisi di sekeliling rumah.

Memanasnya kembali Kutalimbaru, membuat Wakapoldasu Brigjen Cornelis Hutagaol berencana mengunjungi lokasi. Rencana kunjungan Wakapoldasu tersebut, sontak membuat seluruh petinggi Polresta Binjai turun ke lokasi menunggu kehadiaran orang nomor dua di Poldasu tersebut. Namun, hingga pukul 17.30 WIB, jenderal bintang satu ini tak kunjung datang sehingga petugas Polresta Binjai secara berangsur-angsur meninggalkan lokasi.

Disebut Soal Mafia Tanah, Anggota Dewan Tertawa

Soal sengketa tanah yang melibatkan PTPN 2, banyak pihak yang menduga terjadi karena keterlibatan pengusaha ‘nakal’. Beberapa kalangan malah menyebut beberapa nama. Satu di antaranya, seorang pengusaha yang dikenal sebagai ‘raja property’ di Sumut bernama Benny Basri. Terkait dengan itu, Sumut Pos berusaha mengkonfirmasi pada Benny Basri soal tudingan itu. Benny Basri pun langsung membantah bila dirinya berada di belakang peristiwa Binjai dan Durin Tunggal.
“Di Binjai, tidak ada saya itu. Informasi dari mana? Jangan katanya-katanya,” jawabnya.

Bagaimana pula dengan soal tanah PTPN 2 di Brayan dan Marelan, yang kabarnya juga melibatkan dirinya? Kembali lagi, Benny Basri membantah hal itu dengan mengatakan, dia tidak pernah mengambil alih tanah-tanah milik PTPN 2.
“Saya tidak pernah bermain dengan PTPN 2. Tidak ada itu,” akunya lagi.

Nah bagaimana dengan tanah-tanah di pinggiran Sungai Deli, Tanah PJKA, Polonia dan sebagainya di Kota Medan? Kembali lagi, bantahan yang dilontarkan oleh Benny Basri terkait semua yang ditanyakan kepadanya itu. “Tidak ada itu!” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Hilal, saat disinggung Sumut Pos terkait sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai mafia tanah, politisi senior PDI P Sumut hanya tertawa. “Anda  sudah tahu itu siapa-siapa orangnya,” katanya.

Kemudian Sumut Pos menyinggung, jika Benny Basri membantah semua isu yang menyebutkannya sebagai mafia tanah, kembali Syamsul Hilal tertawa dan menjawab dengan sebuah pepatah. “Tidak ada maling yang mau mengaku maling,” tukasnya.

Bagaimana dengan bentrok di Kutalimbaru dari sudut pandangnya? Terkait hal itu, Syamsul Hilal secara tegas menyatakan, tim khusus yang bertugas untuk menyelesaikan persoalan tanah sama sekali tidak bekerja. Kendati sudah dibiayai baik oleh PTPN II maupun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2012 sebesar Rp600 juta.

“Kuat indikasinya ada konspirasi antara tim itu, PTPN dan BPN. PTPN disinyalir kuat memperlambat proses pematokan-pematokan itu. Jadi kuat dugaan adanya unsur memperlambat proses penyelesaian masalah ini. Jawaban atau solusinya, pemerintah harus serius menjalankan Undang-undang (UU) Pokok Agraria No.5 Tahun 1960, dengan mengembalikan tanah-tanah perkebunan itu kepada rakyat. Berdasarkan UU itu, negara bukan untuk memiliki tapi hanya sekedar menguasai. Jika UU pertanahan zaman kolonial tahun 1987, negara bisa memiliki tanah tapi tidak menguasai,” terangnya. (ndi/ari)

Kritis Dibacok Pria Berkelewang

BELAWAN- Pasca keributan antar warga sempat reda, situasi di Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan kembali memanas.  Jumat (25/5), seorang pemuda bernama Samson (17) warga Lingkungan 27 Lorong Kenanga, Belawan, kritis dibacok tiga pria berkelewang. Korban yang menderita luka serius di bagian perut dan punggung itu kemudian dilarikan ke RSU TNI AL di Jalan Bengkalis, Belawan.

Keterangan warga sekitar menyebutkan, peristiwa pembacokan terjadi pada saat korban bersama dua temannya sedang duduk-duduk di pinggiran TPU Jalan TM Pahlawan Kelurahan Belawan I, bersama dua rekannya. Tiba-tiba mereka didatangi tiga pria yang datang dari arah Gudang Arang, Belawan. Tanpa banyak tanya, pelaku yang membawa kelewang itu mengayunkan senjatanya.(mag-17)

Tensi Tinggi

PSMS VS Arema Indonesia

MEDAN- Duel dengan tensi tinggi akan tersaji di Stadion Teladan, malam ini (26/5) saat PSMS ditantang Arema Indonesia pada laga lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2011/2012. Keduanya akan saling jegal untuk memperbaiki posisi di klasemen agar bisa beranjak ke zona yang lebih nyaman untuk ditempati.

Bukan tanpa alasan menyebut laga ini berlangsung panas. Aroma dendam menyelimuti tuan rumah. Dalam hal ini tekad untuk membalas kekalahan 1-2 di putaran pertama lalu. Masih segar dalam ingatan bagaimana Ayam Kinantan dipaksa keok dengan laga yang menyulut emosi para pemainnya di Kanjuruhan. PSMS pulang tanpa angka plus hadiah kartu merah yang dikantongi Novi Handriawan karena bertengkar dengan Marcio Souza. Juga secarik cerita dari pertengkaran pemain PSMS, Markus Horison dengan official Singo Edan.

Optimisme dikobarkan tuan rumah. Dendam yang dimaksud akan diaktualisasikan dengan revans di lapangan. Kalah akan membuat PSMS terjerembab lebih dalam ke zona degradasi. Pasalnya selisih angka cukup tipis dua angka.
“Kita akan menuntut balas. Tentunya dengan meraih kemenangan disini. Tidak dalam konteks lain ya. Saya tahu Arema sudah tidak terkalahkan dalam tiga laga terakhir dibawah pelatih barunya. Tapi di Medan, PSMS punya tekad untuk menghentikan tren positif itu. Seperti yang juga kita lakukan kepada Persela,” kata Arsitek PSMS, Suharto kemarin di Mess Kebun Bunga.

Sejatinya PSMS memang tengah on fire. Kemenangan dramatis 4-3 atas Persela Lamongan menjadi bukti betapa tim besutan Suharto punya tekad kuat untuk tak kehilangan angka di sisa laga kandang ini. Pasalnya di Stadion Teladanlah, kesempatan terbesar untuk meraup angka dengan dukungan penuh para suporter.

Kali ini optimisme itu didukung dengan materi pemain yang komplit. Dua masalah yang biasanya datang yakni akumulasi kartu dan cedera perlahan menjauh.  Hanya saja memang Suharto harus bekerja keras memulihkan semangat pemain yang naik turun. Suharto pada laga ini leluasa untuk meracik strategi dengan banyak opsi. Formasi Winning team kontra Persela kemungkinan besar akan diusung kembali.

Suharto mewaspadai Singo Edan yang kini berwajah beda dari putaran pertama. Perombakan besar-besaran termasuk penunjukan pelatih baru, Suharno membuat Arema kini berbeda.
Lini pertahanan PSMS kali ini harus bekerja keras untuk meredam kecepatan Ridhuan dan naluri gol Herman Dzumafo. Nama terakhir telah mengoleksi 12 gol di kompetisi.
Sementara itu di kubu lawan, Arema Indonesia hadir dengan tekad yang sama. Namun Arsitek Arema, Suharno tak mau mengumbar optimisme. “Yang terpenting anak-anak kita persiapkan sebaik mungkin. Bagaimana hasil akhirnya lihat nanti,” katanya. (mag-18)

Singo Edan Gentar Fighting Spirit PSMS

AREMA Indonesia yang tengah berupaya untuk merangkak dari papan bawah tentu tak ingin kehilangan angka di Teladan. Poin penuh tak ayal bisa mengkudeta posisi PSMS saat ini. Namun Arsitek Arema, Suharno saat ditemui usai latihan di Stadion Teladan, Jumat (25/5) kemarin tak mau sesumbar.

Mengenai kekuatan lawannya, Suharno mewaspadai semangat bertarung PSMS yang menurutnya terus terjaga sampai peluit panjang ditiupkan wasit. Itu terlihat jelas saat tim besutan Suharto itu bangkit dari ketertinggalan dan memukul balik Persela pada laga sebelumnya.

“PSMS sedang dalam tren positif. Semangat bertarung PSMS ini yang harus kita antisipasi. Saat ketinggalan mereka tetap fight. Buktinya mereka bisa bangkit mengalahkan Persela dengan berjuang sampai menit terakhir. Sejak saya main di Galatama saya sudah hafal betul karakter anak Medan ini. Juga ada Sasa (Zecevic-red) dan Anton Samba yang pernah menjadi anak asuh saya di Persiwa,” tambahnya.

Namun tekad meredam Sasa cs itu diganggu kekuatan yang pincang karena Arema tampil tak komplit. Johan ibo sudah dipastikan absen karena akumulasi kartu. Ditambah lagi dengan empat pemainnya yang cedera. “Arif dan Alain N’Kong sudah pasti tidak saya bawa karena cedera. Hendro Siswanto dan Dendi juga cedera. Dendi sudah ikut berlatih sedangkan Hendro masih saya suruh joging. Tapi untuk diturunkan kondisinya tergantung besok pagi (hari ini-red),” ungkapnya.
Karena itu pelatih yang menggantikan Joko Susilo ini meyakini perjuangannya tidak akan mudah. Seperti halnya saat menahan imbang PSAP 1-1 di. Sigli pekan lalu. Ketika itu Sunarto menjadi penyelamat lewat golnya setelah Arema sempat tertinggal. “Di Sigli kami juga meraih satu angka tidak mudah. Tapi anak-anak berjuang dengan motivasi tinggi. Dan modal ini yang kita bawa kesini,” lanjutnya.

Mewanti-wanti laga yang diprediksi bakal berlangsung dalam tensi tinggi, Suharno berharap tak terjadi insiden di lapangan yang bisa merusak hubungan kedua tim. “Yang terpenting kedua tim yang bertanding baik Arema maupun PSMS dapat menerima hasil akhir. Saya berharap semua berjalan lancar,” pungkasnya. (mag-18)

Avanza Hantam Truk, Satu Orang Tewas

MEDAN-Mobil Avanza hitam bernomor plat polisi BK 1470 MR menghantam truk di Jalan Tol Belmera, Kamis (25/5) malam.

Akibatnya, sopir mobil Avanza, Surianto (30), warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Tanjungmorawa tewas, setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Surianto menderita luka di pelipis mata kiri, luka lecet di dada. Informasi yang dihimpun, malam itu Surianto meluncur dari arah Belawan dan hendak pulang ke rumahnya di Tanjungmorawa.

Setibanya di km 20 menjelang pintu keluar Tanjungmorawa, mobil yang dikendarainya menabrak truk yang berada di depannya. Akibatnya, bagian depan mobil korban ringsek dan korban dalam posisi terjepit, sedangkan supir truk langsung melarikan diri.

Petugas Unit Laka Lantas Polsek Percut Seituan, Brigadir Iwan Simarmata yang turun ke lokasi kejadian menyebutkan, kecelakaan tersebut terjadi karena korban mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tidak melihat dengan jelas ada truk yang berada di depannya.

“Apalagi malam itu cuaca gelap dan hujan deras, sehingga pandangan korban terganggu dan menabrak bagian belakang truk,” jelas Brigadir Iwan Simarmata.
Dijelaskan Iwan, begitu mengetahui ada mobil yang menabrak dari belakang, supir truk langsung melarikan diri sedangkan jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit sebelum dibawa keluarganya ke tempat persemayaman di Yayasan Angsapura.(gus)

25 Rumah Rusak Dihantam Puting Beliung

ASAHAN-Sedikitnya 25 rumah milik warga Desa Rawang Pasar V, Rawang Pasar 6 dan Rawang Baru Kecamatan Panca Arga Kabupaten Asahan porak poranda dihantam puting beliung. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta, Jumat dini hari ( 25/5 ) sekitar pukul 00.00 WIB.

Informasi dihimpun Metro Asahan (grup Sumut Pos), warga pada malam itu sudah banyak yang tertidur sebab malam itu hujan lebat disertai angin dan petir, tidak tahu bagaiman tiba-tiba terdengar suara seperti ada yang rubuh. “Saya terbagun, lampu listrik milik PLN padam dan air hujan sudah masuk, ketika saya pastikan dengan menyuluhkan senter ternyata bagian depan rumah permanennya sudah rubuh dan seng bagian dapur sudah tidak ada,” ungkap Mariaman Simatupang ( 56 ) salah satu pemilik rumah yang roboh akibat diterjang angin puting beliung.

“Saya langsung membangunan anak serta istri agar keluar menyelamatkan diri, ternyata diluar warga lain sudah menjerit-jerit minta tolong, “ kata Mariaman sembari menuturkan situasi pada malam itu cukup mencekan, hujan masih deras, begitu juga petir diserta angin dimana lampu milik PLN padam. “Kami berharap pemerintah secepat mungkin memberikan bantuan, agar kami bisa kembali mendiami rumah kami, untuk sementara saya pribadi akan menumpang di rumah keluarga yang juga tinggal di desa ini,” tambahnya.

Bupati Asahan dikonfirmasi melalui Kabag Humas Zainal Ariffin mengatakan telah memberikan imbauan kepada para camat untuk mewaspadai cuaca ekstrem. “Masalah ini akan segera ditindak lanjuti, sehingga korban bencana dapat perhatian,” ujarnya.

Data yang dihimpun, untuk lima bulan berjalan selama 2012 Asahan telah terjadi dua kali angin puting beliung, seperti yang melanda dua desa di Kecamatan Pulaurakyat, Kabupaten Asahan, Rabu (18/4) sore dan kini melanda Kecamatan Rawangpancaraga. Sedangkan menurut WWF Indonesia Fitrian Ardiansyah, cuaca ekstrem terjadi karena ada yang salah pada lingkungan. “Ini berkaitan dengan penjagaan lingkungan, karena Asahan yang memiliki dua hutan lindung Nantalu dan Tormatutung, kondisinya sudah banyak dirambah dan beralih fungsi menjadi perkebunan, sehingga memicu pemanasan global,” ungkapnya belum lama ini. (sus/smg)

7 Juni, Nissan Evalia Mengaspal

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) siap menggebrak segmen mobil serbaguna (multi purpose vehicle) dengan melansir Nissan Evalia di Tanah Air. Rencananya Evalia resmi diluncurkan bulan depan.

Nissan Evalia dihadirkan pabrikan asal Jepang tersebut, buat melawan duet si kembar Avanza-Xenia. Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih mendominasi segmen low MPV di Indonesia. Nissan menyusul Suzuki yang sudah lebih dulu menghadirkan varian Suzuki Ertiga.
“7 Juni 2012 Nissan Evalia akan diluncurkan. Tunggu dua pekan lagi,” ungkap Presiden Direktur NMI, Kintaro Izumida di Kalyana Resort, Yogyakarta, Kamis (24/5).

“Nissan Evalia memiliki sejumlah keunggulan seperti desain yang elegan, nyaman dikendarai, hemat bahan bakar, ruang kabin yang luas dan harga yang pasti bersahabat,” tambahnya.

Menurut Toshinori Tamura, Chief Product Specialist Nissan Motors Company, mobil tujuh penumpang ini memiliki desain yang futuristik, lampu tajam dan dua pintu samping model sliding (geser). Selain itu Nissan mengklaim, Evalia memiliki konsumsi bahan bakar 20 persen lebih efisien dari kompetitornya.
Menanggapi persaingan di segmen yang saat ketat ini, NMI tetap yakin produknya akan mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia.
“Pasar low MPV di Indonesia memang gemuk, semua produsen main di level ini. Tapi peluang Evalia cukup terbuka,” jelas Teddy Irawan, Vice President Director Sales & Marketing NMI.

Evalia akan diproduksi di Indonesia dengan 75 persen komponen lokal, oleh karenanya harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Rencananya Nissan akan dilepas dengan kisaran harga Rp160-180 jutaan. Evalia datang dengan dua pilihan tipe yakni SV dan XV. Kedua tipe tersebut diperkuat dengan sistem transmisi manual dan otomatis. Evalia tersedia dalam enam pilihan warna diantaranya Dark Red Metallic, Black Solid, Silver Metallic, White Solid, Blue Green Metallic dan Grey Metallic. (net/jpnn)

Lion Air Pindah ke Terminal III

JAKARTA- Padatnya jumlah penumpang pesawat udara yang datang dan pergi dari Terminal I Bandara Soekarno-Hatta akan sedikit berkurang. Sebab, maskapai penerbangan Lion Air akan memindahkan operasional penerbangan ke terminal III bandara dari sebelumnya terminal 1A mulai minggu depan.
“Dengan pindahnya terminal sebagian rute itu, kami perkirakan kepadatan penumpang di terminal 1A berkurang 1,8 juta penumpang per tahun atau 2.600 orang per hari yang akan bergeser ke terminal III,” ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait kemarin. Pihaknya memilih hanya memindahkan terminal keberangkatan-kedatangan rute Jakarta”Denpasar dari terminal 1A ke Terminal III Bandara Soekarno-Hatta karena belum cukupnya kapasitas di terminal baru itu.

Menurut Edward, alasan pemindahan tersebut lebih disebabkan pertumbuhan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang semakin meningkat setiap harinya. Bersama dengan operator Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura (AP) II, kapasitas tampung di bandara akan diurai untuk lebih meningkatkan kenyamanan penumpang. “Karena di terminal I sudah terlalu padat, kami pindahkan ke terminal yang lebih longgar,” ungkapnya.

Edward menerangkan, Lion Air melakukan penerbangan Jakarta”Denpasar sebanyak 13 kali setiap hari sehingga kalau pergi-pulang menjadi 26 kali dengan jumlah penumpang 2.600 orang per hari atau 1,8 juta per tahun. Dengan begitu, pemindahan terminal keberangkatan maupun kedatangan rute Bali tersebut akan sanggup mengurai kepadatan dan kesibukan di terminal I.

“Harapannya, terminal I lebih nyaman, lebih tertib, sehingga tidak mengganggu penumpang. Demikian juga, di terminal III menjadi lebih ramai daripada sebelumnya,” lanjutnya.

Pemindahan itu juga bertujuan meningkatkan konektivitas penumpang rute internasional yang berasal dari Singapura menuju Denpasar. Begitu juga halnya dengan penumpang rute internasional dari terminal 2D dan 2E. (wir/c4/kim/jpnn)

Pasokan Sedan Honda Pulih

JAKARTA-PT Honda Prospect Motor (HPM) menjual sedan lagi. Setelah pasokan terhenti sampai memasuki kuartal kedua, produsen mobil asal Jepang itu meluncurkan New Honda City dengan beberapa pembaruan.

Presiden Director PT HPM Tomoki Uchida mengatakan, Honda City merupakan sedan populer di Indonesia karena sudah dirilis sejak 1996. Penjualan total hingga saat ini sudah mencapai 58.932 unit dan diklaim sebagai pemimpin pasar di kelas sedan kecil domestik.
Menurut Uchida,  sudah saatnya City mengupgrade diri dengan beberapa peningkatan di antaranya fabric seat yang didesain lebih elegan dan new audio double dari sisi interior.

“Dari sisi eksterior dilakukan perubahan desain dengan mengedepankan kesan sporty sekaligus mewah. New front grill semakin stylish dengan desain full chrome,” ungkapnya saat peluncuran New Honda City di Jakarta kemarin.

Dengan berbagai peningkatan itu HPM menaikkan harga Rp1 juta lebih mahal dibandingkan versi sebelumnya. New City juga diklaim lebih ramah lingkungan karena dibekali Eco Lamp yang didesain bisa hemat BBM. “Komponen mobil ini juga bisa didaur ulang sehingga lebih ramah lingkungan,” ucapnya.
Marketing and After Sales Services Director HPM Jonfis Fandy menambahkan, mulai bulan ini pihaknya sudah mendapatkan pasokan dari pabriknya di Thailand. “Kami percaya bahwa New City akan diterima dengan baik oleh konsumen di Indonesia sehingga kami menargetkan penjualan 2.400 unit untuk tahun ini,” yakinnya. (gen/kim/jpnn)