Home Blog Page 13464

Premium di Tebingtinggi Habis

TEBING TINGGI- Sejumlah Sentra Pengisiaan Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tebingtinggi kehabisan stok bahan bakar minyak (BMM) bensin dan solar. Delapan SPBU yang ada di Kota Tebingtinggi hanya melayani penjualan jenis Pratamax.
Amatan wartawan Sumut Pos, SPBU yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Jalan KL Yosudarso Simpang Beo, Jalan Prof HM Yamin, Jalan Setia Budi, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Sutoyo, Jalan Simpang Deblod Sundoro, Jalan Gatot Subroto Kota Tebingtingi kehabisan stok bensin, sehingga harus memasang plang di pintu masuk SPBU bertuliskan maaf bensin habis.

“Sudah dua bulan belakangan ini pasokan bensin dari Depot Pertamina Medan mulai dikurangi terutama premium. Biasanya dalam seminggu pasokan premium masuk tiga kali, sekarang hanya masuk satu kali saja. Dulu, sebelum ada pembatasan dari pihak Pertamina, jatah kami 270 kiloliter per bulan untuk jenis premium,” terang B Silaban, salah seorang pengawas SPBU di Jalan Simpang Deblod Sundoro Kota Tebingtinggi.

Pengawas SPBU di Jalan KL Yosudarso Simpang Beo Kota Tebingtinggi, Ucok Nasution mengungkapkan, bahwa pihaknya tidak mengetahui sejauh mana pemerintah melalui Pertamina membatasi kuota pembelian setiap SPBU terhadap berbagai jenis bahan bakar jenis premium dan solar.

“ Kini pasokan bensin tinggal 16 ton dalam seminggu dan solar 14 ton yang diberikan pihak pertamina dan itu waktunya hampir bersamaan masuk ke dalam 8 SPBU yang ada di Kota Tebingtinggi. Kemungkinan itulah yang menyebabkan langkanya BBM jenis premium dan solar,” ujar Ucok Nasution.(mag-3)

Ditinggal Pergi Shopping Rumah Kontrakan Ludes Terbakar

MEDAN-Satu unit rumah kontrakan yang ditempati Tambunan (45) dan istrinya Roslina boru Ginting (42), di Jalan SM Raja Medan, tepatnya di Simpang Marendal, Medan Amplas, ludes terbakar, Jumat (25/5) sore.
Tak ada korban jiwa dalam peritiwa itu, karena saat kejadian Roslina bersama dengan anaknyan Deny (5) pergi shopping ke supermarket Maju Bersama yang tidak jauh dari lokasi.

Keterangan tetangga korban, Anto mengatakan, saat melintas di depan rumah dirinya melihat asap tebal dari dalam rumah. Sesaat kemudian api  membesar dan membakar seluruh isi rumah. Dia bersama warga bersama-sama membantu memadamkan api dengan air yang diambil dari rumah-rumah warga.

“Teriak lah aku, ramai-ramai lah kami menyiram pakai air sumur,” ujarnya.

Rumah tersebut diketahui milik Hamdhan (54) dan Muti (45) yang tinggalnya tepat di belakang rumah yang terbakar. Muti mengatakan, kalau rumah tersebut disewakan kepada korban semenjak 5 tahun yang lalu.
“Aku baru saja pulang jemput anak sekolah, tiba-tiba ku lihat api sudah besar. Teriaklah aku, ku lihat api nggak padam juga, ku teleponlah pemadam kebakaran, aku takut kalau bakalan menjalar ke rumah sebelah. Untung lah cepat datang pemadamnya, kalau nggak sudah habis rumah di sini terbakar semuanya. Udah 5 tahun ku kontrak, baru ini kebakaran,” ungkapnya.

 

“Aku lagi di Maju Bersama. Belanja sebentar dengan anakku, mungkin 15 menit ajanya, pintu aja nggak ku kunci. Tahunya dapat telepon dari yang punya rumah kalau rumah udah terbakar,” tuturnya.
Menurutnya, suaminya merupakan supir bus Makmur baru saja berangkat.

“Tadi sudah ku telepon suaminku dan ku suruh balik. Habis semua barang-barang, yang tinggal cuma baju yang ku pakai inilah.,” ujar ibu 1 anak itu.
Petugas Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) menerjunkan 2 armada pemadam kebakaran. Dalam waktu sekitar 20 menit api pun berhasil dijinakkan. Polisi masih melakukan identifikasi untuk mencari penyebab api. (gus)

Siswa SLB Adu Ketangkasan

MEDAN-Dinas Pendidikan Pemprov Sumut melalui UPT SLB Negeri Pembina Tingkat Propinsi Sumut mengadakan perlombaan kepada siswa/i sekolah luar biasa (SLB) se-Sumut, yang dilakukan di Aula UPT SLBE-E Medan, Jalan Karya Ujung dan di Univesitas Negeri Medan (Unimed), Kamis (24/5) hingga Sabtu (26/5) hari ini.

Sekitar 37 orang peserta dari 13 sekolah SLB se-Sumut mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Olimpiade Sain Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumut tahun 2012n
Perlombaan ini dilakukan di tingkat Sumut, dimana pemenangnya akan dikirim ke Jakarta untuk tingkat Nasional. Ketua Panitia Pelaksana, Drs Bahrizal MPd melalui Bendahara Panitia Pelaksana, Siti Mariam mengatakan, perlombaan ini sendiri dilakukan untuk mencari bakat-bakat baru dimana pemenangnya akan dikirim ke Jakarta untuk mewakili Sumut pada acara FL2SN, O2SN dan OSN Tingkat Nasional.

“Semua pesertanya 37 orang dari semua sekolah SLB se-Sumut. Lomba ini sendiri dilaksanan selama tiga hari dan melombakan berbagai cabang lomba,” katanya di Aula UPT SLB-E, Jumat (25/4) siang.
Menurutnya, adapun cabang lomba yang digelar untuk FL2SN diantaranya lomba Desain Grafis Komputer Putra/putri, lomba Menyanyi Solo (Tunggal) Putra/putrid, lomba Pantomim putra/putri, lomba Seni Lukis perorangan putra/putri, lomba Seni Tata Rias, lomba Tari Kreasi Daerah putra/putri.

“Untuk cabang lomba O2SN diantaranya lomba Lari 100 meter putri, lomba Lompat Jauh Putra, Lomba Lempar Cakram Putri, Lomba Lempar Cakram Putra, lomba Bulu Tangkis Putra Perorangan dan Lomba
Catur Tuna Netra putra/putri,” sebutnya.

Dijelaskannya, untuk cabang lomba OSN di antaranya lomba Matematika putra/putri, lomba Fisika putra/putri, lomba Biologi putra/putri.
“Dewan jurinya sendiri berjumlah 39 orang dari semua pengajar dan pendidik yang ada di Sumut ini dimana kesemuanya diantaranya dari lembaga indipenden, perguruan tinggi, praktisi, Balai Grafika, P4TK,
Asosiasi Seni, guru dan lain-lainya yang relevan dibidangnya masing-masing,” jelasnya.

Siti Mariam menuturkan, untuk lomba ini sendiri dilakukan di dua tempat yakni UPT SLB-E Sumut dan lapangan olahraga Unimed untuk lomba O2SN.
Menurut Siti, pemenang dari masing-masing cabang lomba akan dikirim dalam bulan yang berbeda-beda. “Untuk cabang lomba seni (FL2SN) pemenangnya akan dikirimkan bulan Juni, untuk cabang lomba olahraga (O2SN) pemenangnya akan dikirim ke Jakarta bulan Juli dan untuk cabang lomba sains (OSN) akan dikirim bulan September,” ungkapnya.

Untuk tema lomba “Semangat Juang Dalam Berlomba Akan Melahirkan Minat, Bakat Serta Potensi Dari Siswa/i PK-LPK Dikmen”.
Siti mengaku, lomba ini akan ditutup Sabtu hari ini dan di situ akan diketahui pemenangnya. “Dengan begitu, maka akan terlihat bakat-bakat baru dari Sumut dan mereka yang nantinya mewakili daerah Sumut,” pungkasnya.(jon)

Tilep Uang Rp1,3 Miliar Calo Proyek Resmi Ditahan

MEDAN-Dewi S Wati (34), warga Kompleks Johor Indah calo proyek resmi menjadi tersangka.  Kanit Ekonomi Sat Reskrim Polresta Medan, AKP Bambang Ardi menuturkan, pihaknya telah melakukan penahanan, setelah ditemukannya cukup bukti melakukan penipuan berkedok keuntungan proyek.

Bambang Ardi menjelaskan, Dewi ditangkap setelah sempat melarikan diri selama setahun diburon. Dewi menawarkan proyek dengan bagi hasil keuntungan. Bambang mengatakan, korbannya diiming-imingi bagi hasil proyek setelah proyek berhasil dijalankan.

Dewi menawarkan proyek yang ada di Dinas Provinsi Sumut. Setelah diyakinkan, korban tergiur.
Ketika ditanya bentuk proyek apakah proyek infrastruktur atau pengadaan barang dan jasa, Dewi bisa merinci.
Polisi, kata Bambang, saat ini masih mendalami kasus tersebut. Saat ini polisi tengah membidik seorang yang lain yang diduga membantu Dewi menjalankan aksinya.
“Tapi jangan dulu ditulis nanti dia lari,” ujarnya.

Dewi dilaporkan para korbannya ke Polresta Medan dan Poldasu. Dewi berhasil menilep 40 miliar uang para korbannya. Namun yang baru terbongkar Rp1,3 miliar.  (gus)

Kadisdiksu: Sekolah Jangan Kutip Uang Terima Kasih

MEDAN-Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdiksu) Syaiful Syafri mengimbau pihak sekolah tidak mengutip uang kenang-kenangan atau uang terima kasih. Sehubungan seluruh proses belajar mengajar di masing-masing tingkatan baik SD, SMP dan SMA sederajat telah berakhir.

“Kita minta pihak sekolah tidak mengutip uang kenang-kenangan atau uang terima kasih untuk penebusan ijazah kepada siswa yang lulus ujian nasional,” ujar Syaiful Syafri.

Menurut Syaiful, kutipan dengan iming-iming terima kasih dan sebagainya tidak diperbolehkan dan tidak ada dalam aturan. Apalagi, sambungnya,  pembagian ijazah ataupun Surat Keputusan Hasil Ujian Nasional tidak dikenakan biaya.
“Jika ini terjadi murid ataupun wali murid bisa menolak dan melaporkannya pada dinas pendidikan setempat,”ujarnya.
Menurut Syaiful, pengadaan ijazah ataupun SKHUN berdasarkan anggaran APBN tercakup pada pelaksanaan UN.

“Terkait hal itu kita sudah pernah mengimbau kepada Kepala Dinas Pendidikan kabupaten dan kota untuk selanjutnya meneruskan kepada para kepala sekolah agar mematuhi aturan tersebut dengan tidak mengutip uang terima kasih,” sebutnya.
Pengamat pendidikan, Dr Mutsuhito Solin mengatakan tidak tertutup kemungkinan adanya kutipan sebagai uang terima kasih atau uang kenang-kenangan saat siswa mengambil ijazah atau SKHUN.

“Kita tetap tidak setuju adanya kutipan seperti itu, apalagi dengan pemaksaan dengan jumlah nilai yang telah ditentukan. Jika memang ada orangtua murid memberikan dengan ikhlas, itu tidak ada masalah,” kata Solin. Selain itu Mutsuhito juga menilai adanya kemungkinan kutipan saat penerimaan siswa baru, termasuk untuk menyogok masuk ke sekolah favorit.

“ Untuk mencegah hal tersebut kita minta pihak dinas pendidikan setempat agar lebih ketat melakukan peng awasan sistim penerimaan siswa baru agar terjadi pemerataan dan keadilan serta tidak ada praktik suap-menyuap masuk sekolah favorit,” ucapnya. (uma)

Sekda Lantik Pejabat Baru

MEDAN-Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri melantik pejabat struktural eselon III, IV dan kepala sekolah di lingkungan Pemko Medan, Jumat (25/5) siang.

Pejabat yang dilantik masing-masing Budi Utari AP sebagai Kepala Bagian Sumber Daya Alam (Kabag SDA), Muhammad Husni SE MSi sebagai Kabag Umum, Drs Syarifuddin Irsan Dongoran MSi sebagai  Kepala Bidang Bagi Hasil Pendapatan Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Medan, Betty Saragi SMHK sebagai Kepala Seksi Sertifikasi pada Bidang Pelatihan dan produktifitas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan.

Kemudian, Ali Fitri Harahap SE sebagai Kepala Seksi Penatapan pada bidang Pendataan dan Penetapan Dispenda, Edral Hasym Harahap SSos sebagai Kepala UPT Pemungutan Pajak Wilayah I Dispenda, Hardy Faisal Siregar SSos sebagai Kepala UPT Pemungutan Pajak Wilayah III Dispenda, Mohammad Hadeli Sundhana sebagai kepala UPT Pemungutan Pajak Wilayah II Dispenda, Satra Rizal sebagaio Kepala UPT Pemungutan Pajak Wilayah IV Dispenda.

Empat kepala sekolah yakni Drs Ramli MPd menjadi Kepala SMA Negeri 4,  Sutrisno MPd sebagai Kepala SMA Negeri 5, Drs Ilyas MPd sebagai Kepala SMA Negeri 13 dan Ariffuddin SPd sebagai Kepala SMP Negeri 6 Medan.
Dikatakan Syaiful, jabatan bukan untuk disandang sebagai lambang prestise melainkan sebuah amanah yang selalu membawa tanggung jawab moril yang sangat besar, untuk dipertanggungjawabkan melalui loyalitas dan prestasi kerja.
“Pelantikan ini dilakukan sebagai bagian dari bentuk rotasi, mutasi, promosi dan merupakan hal yang biasa. Namun  pelantikan ini penting dilakukan untuk pembangunan kelembagagaan yang diperlukan. Di samping itu sebagai upaya mempersiapkan sumber daya manusia apratur yang semakin professional dan berprestasi,” kata Syaiful.

Dijelaskannya, pejabat yang dilantik  harus tetap berada di gelombang yang sama, satu visi dan misi menjadi kesatuan yang utuh jangan sampai ada  keluar jalur.  Penegasan ini disampaikan karena seringkali  tujuan umum yang telah disusun dan disepakati bersama dilupakan.

“Ingat kita mengemban kepentingan umum yang sangat besar, telah terprogram  dan diselaraskan dengan berbagai agenda serta arah kebijakan pembangunan kota. Artinya, apabila saudara sesuatu yang negatif akan berdampak kepada bahagian lain dari sistem pengelolaanm pemerintahan daerah yang telah dibangun bersama-sama,” ucapnya.(adl)

Sudah 17.967 Siswa Mendaftar SNMPTN

MEDAN-Jumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tulis di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) sudah mencapai 17.967 pendaftar.
Humas Unimed, Tappil Rambe mengatakan, angka tersebut bakal terus bertambah hingga akhir pendaftaran pada 31 Mei 2012 mendatang.

Dimana untuk Unimed sendiri hingga tanggal 23 Mei, jumlah pendaftar mencapai 6.415 dengan sebaran IPA 1.453 pendaftar,  IPS 2.544 pendaftar, dan IPC 2.418 pendaftar.
“Angka ini akan terus bertambah mengingat waktu pendaftaran masih berlangsung sepekan ke depan,”ujar Tappil saat dikonfirmasi, Kamis (24/5).

Disinggung mengenai banyaknya kesulitan bagi peserta daerah dalam proses pendaftaran melalui sistem online, Tappil mengaku hal itu banyak disebabkan oleh gangguan jaringan.

Sehingga, sambungnya, banyak calon pendaftar yang telah membayar di Bank Mandiri dan telah mendapatkan nomor PIN, namun belum bisa mendaftar dengan sistem online melalui web yang disediakan panitia pusat.
“Kita khawatirkan akibat lemahnya jaringan banyak pendaftar yang telah membayar, namun tidak bisa mendaftarkan diri. Untuk itu kita minta kepada peserta yang sulit mendaftar dengan sistem online, agar langsung mendaftar ke Unimed sebelum berakhirnya masa pendaftaran,”ucapnya.(uma)

Perubahan Jalan Satu Arah jadi Dua Arah Belum Jelas, Polisi Menunggu

MEDAN-Pemko Medan akan menggelar rapat dengan forum lalulintas untuk melakukan evaluasi terhadap tujuh titik jalan yang selama ini satu arah, dalam upaya mengurangi kemacetan di Kota Medan.
“Minggu depan kita akan menggelar rapat dengan pihak kepolisian dan pihak-pihak yang tergabung dalam forum lalulintas. Dari hasil rapat itulah nanti akan kita terapkan untuk perubahan arus lalulintas di Kota Medan,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, usai salat Jumat di Masjid Al-Waqif, Jalan Sempurna, Medan Kota, Jumat (25/5).

Dikatakan Rahudman, Pemko Medan akan mengevaluasi tujuh titik jalan yang selama ini satu arah. “Nanti akan kita evaluasi bersama tujuh titik itu, kalau hasilnya efektif nanti akan kita lanjutkan tapi kalau jalan itu ternyata kurang efektif maka akan kita evaluasi. Makanya nanti kita rapatkan dulu, kita gambar dan kita bicarakan apa yang menjadi kesepakatannya itu nantilah yang akan kita laksanakan,” ucapnya.

Saat ini Pemko Medan sudah merencanakan melakukan rekayasa lalulintas seperti mengubah jalur jalan Gatot Subroto dari satu jalur menjadi dua jalur. Selain itu juga akan mengevaluasi arus lalulintas satu arah di Jalan lainnya seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Merak Jingga, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Iskandar Muda, Jalan Perdana dan Jalan Prof HM Yamin.

Kasatlantas Polresta Medan, Kompol M Risya mengatakan pihaknya belum bisa memberikan komentar apapun terkait rencana Pemko Medan untuk merubah arus lalulintas di tujuh jalan di Medan.
“Itukan idenya Wali Kota Medan hingga saat ini kita sama sekali belum ada dilibatkan untuk membicarakan hal itu jadi kita belum bisa memberikan komentar,” cetus Risya.
Menurutnya, selama ini Pemko Medan belum ada melakukan koordinasi, makanya pihaknya hanya menunggu.

“Kita sifatnya menunggu sajalah jadi pasif, hingga saat ini kita belum ada diajak bicara sepatah katapun soal itu. Bahkan undangannya pun sampai saat ini belum ada kita terima. Kita berharap sebaiknya Pemko juga dapat melibatkan kita terkait perubahan arus lalulintas, karena kalau terjadi kemacetan lalulintas dampaknya selalu sama kami,” kata Risya.

Dibongkar

Dishub Medan sudah menyiapkan konsep pembatas jalan, untuk pengganti delapan taman kota yang dibongkar untuk mengurangi kemacetan.
“Konsepnya sudah kita kaji, nanti akan tetap ada pembatas jalannya di setiap persimpangan,” kata Kadishub Medan, Armansyah Lubis.

Median jalan penggantian taman yang telah dibongkar, seperti untuk kondisi bundaran Pardede dari kondisi eksisting (sebelum dibongkar), selain median jalan ada taman seperti di Jalan Perhubungan Udara ada taman dengan panjang 17 meter dan lebar 16,6 meter dengan lengkungan 16 meter.

Kondisi taman di tengah bundaran Pardede antara Jalan Monginsidi dengan Jalan Masdulhak, Jalan Juanda dan Jalan Suryo, masing-masing ada taman seperti di simpang Jalan Masdulhak ada taman panjang 23,3 meter dengan lengkungan 21,5 dan 11 meter.  Begitu juga taman di Jalan Juanda ada taman dengan lengkungan kiri-kanan berukuran 23 meter, 23 meter dan 8 meter. Selain itu masih ada taman di simpang Juanda dan Jalan Suryo dengan panjang 11,8 meter dengan lengkungan 6,3 meter dan 11,1 meter.

Sementara kondisi usulan median jalan untuk bundaran Pardede yang diusulkan Dishub Medan jumlah susunan volume median jalan 79,8 meter, di mana untuk taman yang di Jalan Perhubungan Udara simpang Jalan Monginsidi setelah dibongkar diusulkan cukup menjadi median jalan sepanjang 9 meter.

Kondisi taman di tengah bundaran Pardede antara Jalan Monginsidi dengan Jalan Masdulhak, Jalan Juanda dan Jalan Suryo, masing-masing yang sebelumnya ada taman juga diusulkan menggantinya dengan median jalan seperti di simpang Jalan Masdulhak yang dulunya taman akan diganti median jalan sepanjang 30 meter.

Begitu juga taman di Jalan Juanda diganti dengan median jalan sepanjang 9 meter dan 11,8 meter.

Selain itu,  taman di simpang Juanda dan Jalan Suryo diganti dengan median jalan sepanjang 20 meter. Sedangkan untuk penggantian taman kota yang dibongkar di simpang Jalan Juanda-Jalan Katamso sebelumnya ada empat taman dengan ukuran taman pertama panjang 16 meter dan lebar 15,5 meter serta lengkungan 19,3 meter di simpang jalan ini juga ada taman dengan ukuran panjang 6,6 meter dan lebar 6,3 meter serta lengkungan 10 meter.

Selain itu ada taman dengan ukuran panjang 16,5 meter dan lebar 16,2 meter dengan lengkungan 19,2 meter, serta satu lagi taman dengan ukuran panjang 9,3 meter dan lebar 8,3 meter dan lengkungan 13,6 meter. Sedangkan  dari usulan Dishub Medan untuk simpang Jalan Juanda-Jalan Katamso jumlah usulan volume median jalan menjadi 68 meter dengan jumlah total usulan volume median jalan 147,8 meter. Bahkan, memungkinkan untuk dilakukan pelebaran jalan dengan lebar 2 meter.

Dari desain usulan Dishub Medan empat taman ukurannya menjadi lebih kecil seperti taman yg sebelumnya berukuran ukuran taman pertama panjang 16 meter dan lebar 15,5 meter serta lengkungan 19,3 meter menjadi berukuran panjang 6,4 meter,lebar 4,9 meter dan lengkungan 7,3 meter. Taman yang sebelumnya dengan ukuran panjang 6,6 meter dan lebar 6,3 meter serta lengkungan 10 meter menjadi panjang 3,8 meter lebar 3,1 meter dan lengkungan 5,8 meter.

Begitu juga taman  taman dengan ukuran panjang 16,5 meter dan lebar 16,2 meter dengan lengkungan 19,2 meter menjadi panjang 8,2 meter, lebar 6,4 meter dan lengkungan 9,4 meter. Terakhir taman dengan ukuran panjang 9,3 meter dan lebar 8,3 meter dan lengkungan 13,6 meter menjadi panjang 3,8 meter dan lebar 3,1 meter dengan lengkungan hanya 5,8 meter. Sedangkan taman yang berada di persimpangan Jalan Juanda-Jalan Sisingamangaraja, sebelumnya terdapat satu taman dengan ukuran panjang 22,3 lebar 21,3 meter dan lengkungan 23 meter.

Kemudian diusulkan Dishub Medan dengan media jalan menjadi 21,6 meter dan jumlah total usulan volume median jalan 169,4 meter dan nantinya taman yang ada akan berukuran panjang 7,4 meter, lebar 5,9 meter dan lengkungan hanya 8,3 meter. Tentunya dengan usulan ini kata Armansyah Lubis diharapkan dapat mengurai kemacetan di Medan yang diakibatkan oleh meningkatnya volume kendaraan di kota Medan.(adl)

Harta Dilarikan Karyawan

Pengusaha burger, M Ichsan (29) mengadu ke Mapolsekta Medan Timur, Jumat (25/5). Harta warga Jalan Sei Kera, Medan Perjuangan itu dilarikan karayawannya, Sophian Ardi (25).
Akibatnya, M Ichsan mengalami kerugian belasan juta rupiah karena sepeda motor matic BK 6043 ACI, uang tunai Rp3 juta yang berada bagasi sepeda motor serta STNK dibawa kabur pelaku.

Informasi yang dihimpun, tepat 18 Mei lalu, M Ichsan pergi liburan ke Jakarta. Karena sudah mempercayai Sophian, Ichsan memberikan segala keperluan yang akan digunakan untuk bekerja termasuk sepeda motor miliknya kepada Sophian. Bahkan di dalam jok sepeda motor dia meninggalkan uang Rp3 juta dan STNK.

“Pelaku baru saja bekerja di usaha milik saya tiga bulan lalu. Saya mengenal pelaku dari ayahnya, karena saya cukup dekat dengan ayahnya. Usaha saya juga kekurangan tenaga kerja, makanya saya mempekerjakan pelaku. Karena saya sudah mempercayakan pelaku untuk menjalankan usaha, saya berangkat ke Jakarta selama seminggu untuk urusan kerjaan,” tutur Ichsan.
Menurutnya, begitu pulang dari Jakarta, korban terkejut melihat  sepeda motor miliknya sudah tidak ada
lagi di rumah.

“Saya mencoba menghubunginya selama beberapa hari, namun tapi tidak ada jawaban sama sekali. Alhasil, saya melapor ke kantor polisi,” ujar M Ichsan.
Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan menyebutkan, korban masih dimintai keterangan.(gus)

Angkot Pintu Belakang Ditertibkan

Pemko Medan akan segera menertibkan angkutan kota (angkot) tua, seperti angkot pintu belakang, yang saat ini masih beroperasi di Kota Medan. Bagaimana realisasinya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kadis Perhubungan Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis.

Kapan pastinya akan dilakukan penertiban?
Saat ini waktu penertibannya belum bisa kita tentukan. Karena kita perlu melakukan rapat lebih dahulu dengan instansi terkait seperti Satlantas Polresta Medan dan kalangan pengusaha. Operasional angkot tua pintu belakang ini, tercatat masih beroperasi di Kota Medan meski nomor polisi dan speksi kendaraannya telah mati dan tidak diperpanjang lagi.

Bagaimana kesiapan Dishub Medan?
Dishub Medan akan mensinergikan dahulu sebelum melakukan penertiban dengan mengundang pengusaha, pemilik angkutan untuk rapat bersama agar tidak ada masalah di lapangan. Sebelum melakukan penindakan di lapangan dengan penertiban, disepakati perlunya memberitahukan pada pengusaha angkutan mengenai rencana tersebut. Sebab, dengan pemberitahuan pada pengusaha angkutan ini sekaligus menghindari aksi protes berlebihan di lapangan saat petugas menindak angkot tua yang beroperasi.

Apakah perlu dilakukan pemanggilan?
Makanya itu pentingnya pengusaha kita panggil agar ikut rapat. Karena nantinya saat aksi di lapangan karena pemilik angkutan sudah diberitahukan mengenai rencana penertiban angkot tua ini. Rata-rata angkot yang beroperasi di Kota Medan merupakan angkot tua. Sebab, untuk angkot tua yang pintu belakang saja saat ini diperkirakan mencapai 200 unit lebih masih beroperasi di Kota Medan dengan speksi dan plat mati.

Bagaimana dengan data peremajaan angkot tua?
Belum lama ini ada 100 unit angkot tua pintu belakang mengajukan peremajaan ke kita dan saya tolak dengan alasan wajib menarik angkot tua itu dan mengganti dengan baru. Namun pengusaha dan pemilik angkot keberatan. Makanya, angkot tua pintu belakang itu semua yang beroperasi di Medan, pakai plat dan speksi lama. Memang, tidak boleh diperpanjang untuk angkot tua, baik speksi dan platnya juga. Rata-rata angkota tua ini pakai plat dan speksi yang sudah mati sejak 3 sampai 5 tahun lalu.

Siapa saja pemilik angkot tua itu?
Umumnya, angkot tua ini masih banyak dimiliki oleh perusahaan angkot besar seperti Rahayu Medan Ceria (RMC) maupun Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM). Untuk itu, perlunya mengundang pemilik atau pengusaha angkot agar mengetahui adanya penertiban dan tidak protes berlebihan saat aksi di lapangan. Waktu penertiban, belum bisa dipastikan. Karena rencananya, dalam pekan ini menggelar rapat terpadu termasuk dengan pengusaha batal. Karena pengusaha angkot tidak ada yang hadir, sebagian besar pengusaha angkot sedang tidak di Medan. Mereka lagi keluar kota. Di Medan, ada sekitar 20 pengusaha. Semuanya tidak hadir.

Bagaiamana jika penghusaha tak juga hadir dalam rapat?
Penertiban tetap akan dilakukan jika pengusaha tidak juga datang untuk rapat bersama mensosialisasikan aksi penertiban. Angkot tua akan ditindak. Jika pengusaha tidak juga datang, tetap akan kita lanjutkan penindakan. Penindakan akan dilakukan setelah pertemuan dengan pengusaha. Kapan saja, kita siap turun untuk menertibkannya. Ya kita kasih waktu dulu la pada pengusaha nanti biar datang ikut rapat.(*)