Home Blog Page 13490

Duo Perusahaan Dukung PS Kwarta

MEDAN- Dua perusahaan yakni PT Mabar Feed Indonesia dan To2 mendukung PS Kwarta dalam mengikuti Kompetisi Divisi Dua Nasional yang dilaksanakan di Stadiun Pardede sekitar akhir Mei mendatang.

Hal itu disampaikan M.Ari Fadila selaku manajer tim didampingi Rudi Sekretaris PS Kwarta kepada wartawan setelah penyerahan secara simbolis bantuan dari kedua sponsor itu di Lapangan Kwarta Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (21/5).

PT Mabar Feed Indonesia adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakan ternak sedangkan PT To2 adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi di bidang farmasi.

“Kami senang dapat melakukan suatu kerjasama terhadap kedua perusahaan itu,  dan merupakan suatu motivasi bagi perkembangan PS Kwarta kedepannya,” tutur M.Ari Fadila usai penyerahan bantuan.

Selanjutnya Manajer yang biasa disapa Ari itu mengatakan adapun bantuan yang sudah diterima berupa kostum sepakbola. “Nanti menyusul bantuan dana dan kebutuhan nutrisi bagi pemain, dan rencananya kami akan memperpanjang kerjasama itu dalam jangka panjang,” katanya.

Sebelumnya di kompetisi lalu PS Kwarta juga tidak pernah lepas dari perusahaan tersohor kususnya di daerah Sumatera Utara, mengingat prestasi yang ditorehkan klub sepakbola binaan Engsin terbilang bagus.  (mag-10)

Polisi Kantongi Nama Pejabat Pakai Narkoba

MEDAN-Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto mengaku, polisi sudah mengantongi nama-nama pejabat pemerintah yang kerap mengkonsumsi narkoba.

“Kita banyak terima laporan, saat ini nama-nama pejabat tersebut sudah kita kantongi. Kita masih menunggu waktu yang tepat untuk menangkapnya,” kata Andjar, di sela-sela paparan hasil penangkapan sabu-sabu di Mapolda Sumut, Senin (21/5) siang. Menurut Andjar untuk mengungkap kasus seorang pejabat yang menyalahgunakan narkoba tidaklah mudah. Seperti saat pengungkapan kasus tertangkapnya, anggota DPRD Labuhan Batu dari  Partai Hanura, Hidayat Hasibuan di Mess Pemerintah Labuhan Batu, di Jalan HM Jhoni beberapa hari lalu.

“Kita sudah lama mengintainya. Untuk masuk ke lokasi kita juga harus mencari waktu yang pas. Kebetulan saat itu temannya,  Hermayadi Basuki Siagian alias Andi Siagian naik ke kamarnya dan kemudian turun lagi. Dan pada saat itu kita langsung masuk dan sempat terjadi rebutan narkoba dengan anggota,” jelasnya.

Ketika ditanya siapa saja nama  pejabat yang sudah dikantongi tersebut, Andjar masih enggan menyebut nama-nama pejabat tersebut.
“Kalau sudah ketangkap pasti heboh nanti. Statusnya menjabat di daerah dan juga di Kota Medan,” cetusnya.

Dikatakannya, narkoba sudah dinikmati semua lapisan masyarakat dan tidak terkecuali para pejabat. Andjar menyebutkan saat ini pihaknya masih terus memburu para pejabat yang kerap menggunakan narkoba tersebut.

“Sekarang anggota saya masih terus melakukan pengintaian. Jika pengintaian berjalan mulus dan sudah ada barang buktinya, kita akan langsung melakukan penangkapan. Kalau namanya ya masih kita rahasiakan,” katanya.

Sementara itu, tersangka Abdul Rahmad alias Asmawi (54), warga Perumahan Paya Sari Permai, Sunggal mengaku menerima upah pikul narkoba jenis sabu-sabu seberat 2.496 gram (2,49 kg) sebesar Rp25 juta.

“Uang dan barangnya (sabu-sabu, Red) sudah aku terima dari orang suruhan Darly. Uang itu untuk bayar utang dan biaya hidup. Aku hanya terima dan menunggu orang yang datang untuk menjemput barang pesanannya,” kata Abdul Rahman, saat paparan di Ditresnarkoba Poldasu, Senin (21/5).
Dikatakannya, barang bukti uang tunai Rp25 juta, sabu yang dikemas dengan kertas koran, handphone Blackberry dan mobil Kijang LGX warna biru dengan nomor plat polisi BK 1353 GI sudah disita polisi.

“Semua uangnya sudah diambil polisi, termasuk handphone. Mobil juga dibawa polisi,” ungkapnya.
Saat ditanya kedekatannya dengan Darli (DPO), Abdul mengaku kenal di warung kopi (warkop) di Medan.

“Belum kenal lama, baru aja. Kenalnya di warkop di Medan. Dari situ, saya ditawarkan untuk bekerja mengantar narkoba,” ujarnya.
Abdul mengakui mengetahui kalau barang yang dititipkan merupakan narkoba.

“Tahu. Cuma aku nggak kenal dengan yang antarkan barang  suruhan Darly. Aku cuma terima barang dari orang suruhan itu dan diserahkan ke tujuan yang nantinya akan dihubungi melalui handphone di Jalan Gatot Subroto persisnya depan Kodam,” jelasnya.

Direktur Ditresnarkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Aceh untuk menangkap bandar berinisial D (Darly). “Rencananya petugas kita juga akan dikirim ke Aceh untuk mengejar tersangka,” jelasnya.

Menurut Andjar, penangkapan tersangka berawal dari informasi yang diterima dan kemudian dilakukan penyelidikan. Jumat (18/5) malam, ciri-ciri yang disebutkan informan benar.

“Mobil yang dikendarai tersangka diikuti petugas. Saat di kediamannya, langsung dilakukan penggerebekan dan menyita barang bukti, sabu-sabu seberat 2.496 gram yang dikemas dengan kertas koran, handphone, uang Rp25 juta dan mobil Kijang LGX BK 1353 GI warna biru langsung diamankan ke Mapoldasu untuk dilakukan pengembangan,” bebernya.

Dijelaskan Andjar, tersangka hanya menerima barang hingga menunggu pemesan yang datang untuk mengambil.
“Peran tersangka diatur oleh D. Barang tersebut dibawa dari Aceh diantar oleh suruhan D. Tersangka hanya mengetahui ciri-ciri yang disebutkan D. Dari komunikasi tersangka dengan handphone, barang tersebut akan diambil oleh bandar di Medan. Barang tersebut rencananya akan diedarkan di Medan,” ungkapnya. (adl)

Polisi Koboy Kasih Uang Damai Rp2 Juta Pidananya Jalan Terus

MEDAN-Upaya damai keluarga polisi koboy, Briptu Liq Pramana dengan memberikan uang Rp2 juta kepada korban Sugiato (55) tak berarti menghentikan tindak pidana yang dilakukannya.

“Perdamaian tidak menghilangkan tindak pidana. Jadi harus tetap menjalani hukuman. Intinya pidananya jalan terus,” kata Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Muslim Muis kepada Sumut Pos, Senin (21/5).

Dikatakannya, Briptu Liq Pramana harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya secara hukum. Hal itu untuk menjaga proses peradilan pidana di Indonesia.

“Itu semua sudah diatur di dalam Kitab Undang-udang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Kita minta pihak kepolisian jangan mempetieskan masalah ini, walau ada perdamaian. Sampai ada kepastian hukum yang tetap dari pengadilan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi A DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu yang mengingatkan kalau perdamian dalam bentuk ganti rugi bukan penyelesaian tindak pidana.

“Karena itu bukan delik aduan dan merupakan peristiwa pidana murni,” ucapnya.

Menurutnya, perdamian yang dilakukan pihak pelaku terhadap korban sah-sah saja. Asal jangan mengelabui orang yang tidak mengerti hukum, kalau perdamaian bermanfaat meringankan hukuman si pelaku.

“Pemberatan terhadap pelaku, dikarenakan pelaku orang yang mengerti hukum kenapa melakukan pelanggaran hukum,” bebernya. (adl)

Jaksa Dituding Bermain

Dugaan Mark Up Proyek Pengadaan di Dispenda Sumut

MEDAN-Puluhan massa mengatasnamakan Central Monitoring Penyelidikan Kasus (Cempaka) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejatisu, di Jalan AH Nasution Medan, Senin (21/5).

Dalam orasinya massa Cempaka menuding Bidang Intelijen Kejatisu bermain dalam penanganan kasus dugaan perkara korupsi di Dinas Pendapatan Sumatera Utara.

“Dugaan korupsi, mark-up dan jual beli paket proyek di Dinas Pendapatan Sumatra Utara, telah diselidiki bahkan sejumlah oknum pejabat seperti Kabid Pengembangan dan Pengendalian, Ketua Pengadaan Barang dan Jasa, KPA UPT Pusat Informasi dan PPTK sudah dipanggil namun belum ada kepastiannya,” ujar Koordinator Bersama Cempaka, Alfian Siregar dalam aksi unjuk rasa di Kantor Kejati Sumatra Utara, Senin (21/5) siang.
Alfian juga meminta Kajatisu, Noor Rachmat agar menindaklanjuti dan oknum yang berkaitan dalam kasus untuk diperiksa kembali, agar proses penegakan hukum bisa berjalan.

Sekadar mengingatkan, Kabid Pengembangan dan Pengendalian Dispendasu sebagai panitia proyek pada tahun 2007-2010, Ketua Pengadaan Barang dan Jasa Dispendasu 2010, dimintai keterangan adanya dugaan mark up pengadaan 60 unit sepeda Motor Yamaha Zupiter MX, 13 unit Toyota Avanza dan sewa kantor pembantu Sun Plaza dan Medan Fair Plaza.

Sementara Asintel Kejatisu, Raja Nafrizal SH hanya menjawab singkat,” Main mata apa coi. Gila coy kerja ngatur proyek. Kalau ada anggota yang jual nama entahlah dan apa orang Pemda percaya,” tulis Raja, dalam pesan singkat yang dikirim ke handphone wartawan Sumut Pos.

Program Sarjana Kependidikan Dinilai Gagal

Sementara dua gelombang massa dengan tuntutan berbeda, juga menyeruduk Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (21/5). Pertama, massa yang berjumlah ratusan orang yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa program Sarjana Kependidikan bagi Guru dalam Jabatan (PSKGJ) se-Sumatera Utara (Sumut). Mereka berunjuk rasa dengan mengumandangkan soal program pemerintah untuk mensarjanakan para guru SD se-Sumut melalui program PSKGJ Universitas Negeri Medan (Unimed), tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Pasalnya, mahasiswa PSKGJ Unimed berhenti kuliah hanya karena anggaran APBD 2012 tidak terealisasi. Massa meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, untuk segera melanjutkan anggaran dana pendidikan bagi guru SD yang melanjutkan program sarjana di Universitas Negeri Medan (Unimed).
“Anggaran pendidikan itu harus segera direalisasikan. Dan Disdik Sumut harus segera mengambil sikap dan tindakan untuk itu, karena ini program pemerintah. Kalau tidak dikeluarkan kami tidak akan bisa mengikuti perkuliahan dan harus membayar Rp2 juta untuk biaya kuliah,” tegas Koordinator Aksi PSKGJ, Dirman Nahambun, dalam orasinya.

Pada kesempatan itu, Dirman juga menyatakan, selama ini secara nyata nasib guru terutama di daerah-daerah terpencil kurang terperhatikan. Maka dari itu, pemerintah juga harus memikirkan serta mencari solusi atas persoalan tersebut, seperti memberikan fasilitas perumahan dan transportasi.
“Selain meminta dilanjutakannya program PSKGJ Unimed, kami juga meminta agar guru didaerah benar-benar diperhatikan. PSKGJ Unimed ini merupakan program Pemprovsu melalui Dinas Pendidikan Sumut. Ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Unimed pada 2009. Program ini untuk meningkatkan kualitas guru di Sumut pascaterbitnya UU No 14/2005, tentang guru dan dosen serta PP No 74/2008. Dalam MoU tersebut dinyatakan PSKGJ ini berjalan untuk 10 semester dengan sumber dana adalah APBD Provinsi Sumut. Tapi saat ini, program ini tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sebab perkuliahan kami berhenti karena anggaran di APBD 2012 tidak terealisasi,” pungkasnya.

Menurutnya, dengan kondisi ini perkuliahan yang sudah mereka jalani terbengkalai. Padahal semestinya, tahun ini mereka sudah bisa menyandang gelar sarjana kependidikan. Namun karena proses pendidikan yang kebanyakan libur, sebab pencairan anggaran yang tersendat, perkuliahan mereka pun tidak selesai.

Selanjutnya massa juga menggelar aksi yang sama dengan tuntutan yang sama pula, di kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan. Terkait tuntutan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Nurdin Lubis mengatakan anggaran PSKGJ sebenarnya sudah ditampung
dalam APBD 2012 dan diberikan ke Unimed sebesar Rp6 miliar.

Hanya saja, anggaran tersebut dianggap tidak mencukupi jika dibayarkan untuk kebutuhan pendidikan S1 bagi para guru. Untuk itu dia berjanji akan mengusulkan anggaran tambahan masuk dalam APBD-P 2012.

“Bantuan S1 untuk guru ini sudah ada Rp6 miliar diberikan ke Unimed. Tapi menurut mereka itu kurang. Nanti pasti akan kami usulkan dalam APBD-P,” kata Nurdin kepada wartawan di Kantor Gubsu.

Pengusulan anggaran tersebut akan disampaikan melalui Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Sumut untuk ditampung dalam bentuk hibah.
Seperti biasa akan disalurkan melalui Biro Keuangan Pemprov Sumut langsung ke Unimed sesuai dengan MoU.

Kepala Bappeda Sumut, Riadil Akhir Lubis menegaskan anggaran yang dituntut oleh para guru tersebut sudah diberikan langsung ke Unimed. Dalam berbagai kesempatan dia sudah meminta agar sebagian anggaran hibah yang telah ada agar dialokasikan ke pembiayaan kuliah para guru.
Jika masih ada kekurangan pihaknya sudah menyiapkan usulan penambahan anggaran di APBD-P 2012. Karena itu menurutnya tidak ada alasan jika para guru tersebut tidak bisa memulai kuliahnya kembali.

“Saya sudah minta ke Unimed agar sebagian hibah tersebut didahulukan dulu untuk beasiswa guru. Ini kan untuk uang kuliah saja bukan living cost (biaya tempat tinggal),” ujar Riadil.

Dijelaskannya, bantuan tersebut awalnya sejak 2009-2010 masih ditampung oleh Dinas Pendidikan Sumut. Setelah itu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.903/2010, tidak lagi membenarkan bantuan hibah diberikan melalui Dinas Pendidikan. Maka sejak itu penyalurannya pada 2011 melalui Pemprov Sumut yang ditampung dalam APBD-P 2011.

“Jadi tetap ada ditampung tapi mungkin beda pemahaman,” katanya.

Riadil pun berharap jangan hanya Pemprov Sumut yang dituntut untuk memberikan bantuan PSKGJ. Karena sebenarnya bantuan yang sama dapat diberikan masing-masing kabupaten/kota. Apalagi yang memiliki guru secara pangsung adalah pemerintah kabupaten/kota, bukan provinsi.

“Guru itu sekarangtanggung jawab siapa? Kabupaten/kota kan, jadi apa salahnya mereka juga berikan bantuan yang sama biar cepat selesai program ini,” terangnya.

Gelombang aksi lainnya, yakni digelar oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut. Massa KAMMI lebih menyoroti persoalan 14 tahun perjalanan reformasi Indonesia, yang dinilai berjalan tanpa arah dan kesuksesan.

Dalam orasinya, Koordinator aksi KAMMI Sumut Raudin Abdullah dalam orasinya, menyatakan 14 tahun perjalanan reformasi yang pada prinsipnya menginginkan Indonesia yang makmur dan sejahtera, ternyata sampai saat ini tidak ada bukti dan realisasinya.

Raudin juga mengatakan kebijakan pangan yang dijalankan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dinilai sangat bertentangan dengan keinginan rakyat dan sangat jauh dari harapan.

“14 tahun sudah usia reformasi, tapi nyatanya rakyat semakin sengsara. SBY dan antek-anteknya hanya mementingkan diri dan partainya saja. SBY gagal memberi kesejahteraan bagi bangsa ini,” tegas Abdullah.

Kepemimpinan SBY selama ini juga, menurut massa, tidak hanya gagal dalam sisi mensejahterakan rakyat, tapi juga gagal dalam sisi penegakkan hukum, dengan banyaknya kasus-kasus besar yang tidak terungkap. Mirisnya lagi, itu disebabkan adanya sinyalemen tebang pilih dalam pengungkapan kasus-kasus besar tersebut.

Kegagalan lain pemerintahan SBY, juga terjadi pada persoalan kasus tanah di Indonesia yang tidak kunjung selesai.
Atas dasar itulah, massa meminta agar SBY dengan segenap kroni-kroninya untuk mundur. “SBY gagal. Dan tidak ada kata lain, selain harus mundur,” tegas Abdullah.

Sedangkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) juga melakukan aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Medan, Senin (21/5) siang.  Demo tersebut terkait Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei.
Dalam orasinya, Zulpian menuding Pemko Medan tidak mampu menjaga moralitas generasi muda.

“Kita seharusnya malu karena kita termasuk peringkat lima di mana banyak generasi muda yang sudah tidak perjaka dan perawan lagi. Ini merupakan satu bukti lemahnya pengawasan pemerintah Kota Medan terutama di saat Medan menjadi kota Metropolitan,” terang Zulpian.
Selain itu, massa aksi ini juga menuntut hal lainnya seperti menolak undang-undang perguruan tinggi yang dinilai mengarah kepada komersialisasi pendidikan, meminta Pemko untuk menjadikan Kota Medan bersih dari perjudian dan prostitusi, juga meminta Pemko Medan untuk menindak tegas tempat hiburan malam yang tidak menjalankan perda dan tidak memiliki izin. (adl)

Pengaduan ke DPRD Didominasi PHK

Anggota DPRD Medan meminta Pemko Medan tegas terhadap perusahaan yang tidak mematuhi UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003, khususnya soal pesangon. Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Ketua Komisi B DPRD Medan, Surianda Lubis.

Apa pengaduan terbanyak yang diterima Komisi B?

Pengaduan yang tinggi masuk ke Komisi B, terkait keluhan ketidakpatuhan perusahaan membayar pesangon kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini menunjukkan bahwa belum ada penindakan tegas dari Pemko Medan terkait masalah tersebut. Sejak awal tahun, banyak keluhan dari pekerja yang mengaku tidak mendapat haknya setelah perusahaan mem-PHK padahal rata-rata lama waktu bekerja pekerja sudah lama.

Apa saja alasan perusahaan tidak membayar?
Bermacam-macam alasan perusahaan tidak bersedia membayarkan pesangon baik secara internal maupun eksternal. Kalau internal, perusahaan beralasan tidak mampu membayar karena sedang pailit sedangkan eksternal, perusahaan menilai pemberhentian pekerja tersebut dikarenakan tidak memenuhi kontrak kerja. Belum lagi ada indikasi perusahaan memotong masa lama kerja si pekerja sehingga uang pesangon yang diperoleh lebih rendah dari seharusnya.

Bagaimana koordinasi dengan Dinsosnaker Medan?
Dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi B dengan pekerja yang telah di-PHK bersama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) dan perusahaan yang sedang bermasalah, perusahaan selalu berkelit kalau semuanya sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan perusahaan.

Berapa jumlah kasus yang masuk ke komisi B?
Adapun beberapa kasus terkait ketenagakerjaan yang dilaporkan ke Komisi B yaitu kasus 19 orang mantan pekerja Hotel Novotel Soechi, pekerja pabrik Spring Bed milik PT Power Indo Foam, di Jalan Starban Medan Polonia, yang terbakar Selasa (6/3) dan kasus perusahaan bongkar muat kapal laut PT Naga Karya Tunggal Persada baru-baru ini. Itu hanya beberapa kasus dari kasus lainnya yang diterima Komisi B. Persoalan seperti ini sudah berulang kali kami tangani tapi belum ada penindakan tegas dari Pemko Medan terhadap perusahan tersebut. Meski begitu, kami akan memprioritaskan penanganan kasus ketenagakerjaan ini.

Apa tindakan DPRD Medan?
Kita sudah berkoordiasi dengan Dinsosnaker untuk berupaya melakukan penindakan apabila ada laporan yang masuk ke dinas tersebut. Pada dasarnya kami mendukung dan siap menegakkan aturan yang berlaku sesuai UU Ketenagakerjaan tapi tentunya harus melalui laporan terlebih dahulu. Sejauh ini, kita sudah berupaya membantu seperti kasus mantan pekerja Hotel Soechi Medan. Selama ini mediasi dan fasilitasi antara pekerja dengan perusahaan sudah dilakukan.(adl)

Tabrak Lari

MEDAN- Aksi tabrak lari antara mobil dan sepeda motor kembali terjadi. Kali ini di Jalan Putri Hijau, simpang Komplek Tembakau Deli, Senin (21/5) pukul 15.00 WIB.

Mobil Toyota Rush bernomor plat polisi BK 1228 JV yang dikendarai Angelia, warga Jalan SM Raja Medan, menabrak, Yason Halawa, pengendara sepeda motor. Usai menabrak Angelina langsung tancap gas tancap gas memasuki komplek perumahan Tembakau Deli. Toyota Rush warna putih yang dikendarai Angelina pun dihentikan oleh pihak keamanan yang menjaga pintu masuk.

“Saya sudah teriak, tetapi dia tetap jalan,” ujar Yason Halawa.

Walau sudah dibujuk oleh warga dan polisi, wanita ini tetap bersikukuh tidak mau keluar dari dalam mobilnya. Bahkan, dengan arogan, Angelina mengata-ngatai korban dan sibuk berkomunikasi dengan ponselnya. Ada sekitar 30 menit warga membujuknya agar bersedia keluar dari dalam mobilnya.
Akhirnya, Angelina keluar dari dalam mobilnya setelah anggota TNI datang. Sontak, warga yang menyaksikan langsung bersorak dan menghina si pelaku dan oknum TNI itu.

“Hu, datang deking mu baru kau keluar. Sok kali kau ya,” ujar salah satu warga.

“Polisinya juga sepertinya berpihak, makanya saya tidak mau keluar,” ujar Angelina.
Oknum TNI itu kemudian masuk ke dalam mobil dan berbincang-bincang dengan Angelina. Wanita tersebut akhirnya bersedia membawa korban ke rumah sakit. (ram)

SIMB City Check In Belum Keluar

Wali Kota: Nantilah Itu Kita Jelaskan…

MEDAN- Surat izin mendirikan bangunan (SIMB) City Check In sebagai penunjang akses jalur kereta api Medan-Kualanamu belum dikeluarkan Pemko Medan. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap belum bisa memastikan kapan SIMB itu keluar.

“Nantilah itu kita jelaskan,” kata Rahudman, di sela-sela peninjauan pembongkaran taman di badan Jalan Ir Juanda, Minggu (20/5) malam.
Sebelumnya, Rahudman menjelaskan Pemko Medan sudah melakukan rapat dengan Deputi Wapres dan Dirut PT KAI terkait operasional akses jalur kereta api (KA) Medan-Kualanamu.

“Kita sudah menggelar rapat dengan Deputi Wapres bersama Dirut PT KAI, untuk pembangunan terminal stasiun serta beberapa pembangunan alternatif lainnya termasuk lahan parkir, dan sekarang pembangunan itu sedang kita persiapkan. Yang jelas pembangunan itu akan rampung sebelum opeasional Bandara Kuala Namu,” ucap Rahudman.

Seperti diketahui, proyek skala nasional itu sebagai penunjang akses jalur kereta api Medan-Kualanamu, Deliserdang dengan pembangunan City Airport Terminal (CAT) berupa Pos City Check In yang ditargetkan akan rampung November 2012.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Zulkarnaen Lubis kepada Sumut Pos, Senin (21/5) saat ditemui di gedung DPRD Medan mengatakan, suatu tempat diubah peruntukkannya dikarenakan fungsi sebelumnya berubah dari bentuk semula.

Melihat City Check In di Jalan Jawa, perubahan peruntukan untuk bangunan tersebut tidak mesti ada, karena fungsi wilayahnya tidak berubah.
“Penggunaannya tetap untuk Stasiun Kereta Api, jadi tak mesti ada perubahan. Tinggal proses surat izin mendirikan bangunan (SIMB) saja,” sebutnya.
Dia mengakui, manajemen kereta api memang ada menyurati Bappeda Medan untuk memohon petunjuk mengenai pembangunan kawasan tersebut.
“Sifatnya hanya bertanya mengenai dokumen apa saja yang harus dilengkapi, bukan dalam kaedah perubahan peruntukan,” ujarnya.
Zulkarnaen menyebutkan, surat yang dikirimkan manajemen kereta api itu Rabu (16/5). Karena ada libur bersama dan akhir pekan maka surat baru dibalas, Senin (21/5).

“Hari ini (kemarin, Red) surat baru kami kirimkan. Kami segera membalasnya, tapi untuk SIMB silahkan Dinas TRTB memprosesnya,” ucapnya. (adl/ril)

Usai Ultah, Tewas Gantung Diri

MEDAN-M Ambari (31) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di joglo belakang rumah orangtuanya di Jalan Sei Kera, Gang Pinang Medan, menggunakan tali nilon, Minggu (20/5) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun Sumut Pos, jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Surya (35), abang ipar korban. Surya bersama kakak korban dan ibu korban hendak masuk ke dalam rumah. Saat di depan gerbang, terlihat pintu gerbang terkunci dengan gembok.

Surya dan kakak korban pun memanggil-manggil korban guna membuka pintu. Hingga setengah jam di panggil, korban tak juga keluar. Curiga, Surya pun melompati gerbang. Surya membuka pintu rumah. Ketika dibuka pintu dalam keadaan tak terkunci, sedangkan korban sendiri tak didapati berada di dalam begitu juga di dalam kamarnya.

Semakin penasaran, Surya pun coba melihat ke belakang rumah. Surya mendapati korban sudah tak bernyawa dengan kondisi tubuh tergantung di joglo belakang rumah. Surya pun langsung lari dan melaporkan kepada ibu serta kakak korban Dewi Marini dan dilaporkan ke Mapolsekta Medan Timur.
Menurut pengakuan keluarga korban, bapak dua anak itu sudah beberapa bulan belakangan ini tidak mempunyai perkerjaan dan sempat betengkar dengan sang istiri Lia.

“Dia (Ambaria-red) bertengkar dengan istirinya dan sudah tidak kerja lagi dia sekarang,” ungkap Dewi Marini.

Menurutnya, korban sempat memberikan pesan singkat melalui SMS meminta kalau sudah tiada, meminta jasadnya dikebumikan dipemakaman muslim di Jalan Jamin Ginting Medan.

Masih, katanya, bahwa adiknya baru merayakan ulang tahun ke-31.
Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur, AKP Ridwan mengatakan, Ambari murni gantung diri.
“Iya, korban tewas dengan gantung diri, tanpa ada ditemukan kekerasan terhadap jasad korban,” ungkap Ridwan.
Menurutnya, pihaknya sudah melakukan identifikasi terhadap jasad korban dan lokasi penemuan jasad Ambari. (gus)

Lanjutkan Dominasi

LE MANS-Pembalap tim Yamaha Jorge Lorenzo tampil dominan untuk akhirnya menjuarai MotoGP Prancis. Sementara itu Valentino ‘The Doctor’ Rossi tampil gemilang untuk memenangi duel dengan Stoner.

Dani Pedrosa dan Casey Stoner berhasil mempertahankan posisi terdepan yang mereka miliki saat balapan dimulai. Menjalani start dengan sangat baik adalah Jorge Lorenzo yang langsung menyodok ke posisi tiga saat melewati tikungan pertama, menggusur Andrea Dovizioso.

Di baris belakang, nasib nahas menimpa pembalap tuan rumah Randy de Puniet. Baru melaju beberapa meter dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tunggangannya. Setelah mengganti motor, dia bisa kembali ke lintasan.

Perubahan posisi di urutan depan terjadi sebelum lap pertama tuntas. Lorenzo berturut-turut berhasil menyalip Pedrosa dan Stoner untuk merebut posisi pertama. Di lap kedua Stoner berhasil mengambil alih posisi kedua dari pedrosa setelah melewati pertarungan sengit.

Di lap ketiga Rossi berhasil masuk posisi tiga besar setelah mendahului Pedrosa. Posisi Pedrosa sendiri semakin terpuruk karena satu lap berikutnya dia turun ke urutan enam karena disusul oleh Dovizioso dan Cal Crutchlow.

Ducati tunggangan Rossi menunjukkan penampilan sangat baik di awal balapan karena saat race memasuki lap kelima The Doctor berhasil memberikan tekanan pada Stoner untuk bertarung memperebutkan posisi dua.

Namun Rossi gagal menyusul Stoner, karena di lap 12 dia malah didahului oleh dua pembalap di belakangnya. Berturut-turut dia disalip, Crutchlow dan Dovizioso. Dovisiozo lantas menyalip Crutchlow untuk merebut posisi tiga.

Selama beberapa lap, Dovizioso, Rossi dan Crutchlow terlibat persaingan sengit memperebutkan posisi tiga. Namun pertarungan antara ketiganya hanya bertahan sampai balapan tinggal menyisakan 10 balapan karena Crutchlow terjatuh di sebuah tikungan ke kanan. Di lap yang sama Rossi akhirnya ‘memenangi’ duel dengan dua pembalap Yamaha Monster Tech 3 setelah berhasil merebut posisi tiga dari Dovizioso.

Beberapa detik di depan, Stoner semakin menjauhkan jarak. Pun begitu dengan Lorenzo yang terus mencatatkan fastest lap dari posisi terdepan. Jarak antara Lorenzo dan Stoner di 10 lap tersisa lebih dari lima detik. (bbs/jpnn)

Button dan Hamiltom Sama-sama Optimis

WOKING – Pembalap McLaren Mercedes Jenson Button mengaku dirinya merasa optimistis mampu mengatasi masalah keseimbangan mobilnya di GP Monaco. Meski begitu, Button tetap merasa was-was dengan kondisi mobilnya yang tidak cocok dengan kondisi sirkuit di Monaco.

“Saya ingat di tahun lalu memiliki mobil yang fantastis dan merasa sangat percaya diri bisa bersaing meraih juara. Sayang, keadaan kali ini di luar kontrol dan bekerja untuk mendorong kesempatan kami untuk menjadi juara menjauh dari kami,” ungkap Button seperti dilansir Autosport, Minggu (20/5).

“Tahun ini kami akan memakai ban Pirelli berjenis Supersoft compound untuk pertama kali, jadi harusnya ini menarik. Sementara, mobil kami tidak terlalu cocok untuk lintasan yang sempit seperti Monaco. Saya tetap optimis mampu mengantisipasi masalah keseimbangan yang mendera dalam dua balapan terakhir,” tutupnya.

Button memang tampil kurang bagus, meski begitu dirinya tetap berpeluang meraih gelar juara di akhir musim nanti. Pembalap asal Inggris ini kini berada di peringkat enam klasemen sementara pembalap F1GP dengan torehan 45 poin.

Rekan Button yang juga pembalap McLaren, Lewis Hamilton pun mengungkapkan jika dirinya masih optimsi meraih hasil terbaik pada beberapa balapan ke depan.

“Penting untuk tidak kehilangan pandangan tentang fakta bahwa dibanding mendorong diri untuk mengincar kemenangan, konsistensi dan mencetak banyak poin adalah hal yang paling masuk akal untuk bisa mengejar gelar juara dunia,” ungkap Hamilton , Minggu (20/5). (bbs/jpnn).