Home Blog Page 13542

Satu Tewas, Dua Luka-luka

Pohon Tumbang Hantam Pengendara Sepeda Motor

MEDAN-Hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah pohon dan papan reklame, di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Medan tumbang. Akibatnya, seorang pelajar yang melintas, Abdul Hasan (17), tewas tertimpa pohon sepanjang 15 meter yang tumbang di Jalan Kapten Sumarsono, Helvetia, Sunggal, tepatnya di depan Showroom Yamaha, Rabu (9/5) malam.

Keterangan yang dihimpun, Abdul Hasan bersama dua rekannya Denny Wijaya (17)n dan Ahmad Alfarizi (17)  berboncengan mengendari sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi BK 5579 OO.

Ketiganya berniat hendak membeli Mie Aceh di warung. Saat kenderaan yang dikenderai oleh Abdul melintas di Jalan Kapten Sumarsono, tiba-tiba pohon tumbang dan menimpa ketiganya.

“Abdul meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan dua temannya dibawa ke rumah sakit terdekat,” ujar Iman Suheri, kerabat korban, di rumah duka.
Menurut Iman, sepupunya itu mengalami luka serius di bagian kepala, wajah dan kaki. Sementara, kedua rekannya Denny Wijaya yang duduk di tengah mengalami patah tulang di bagian leher dan belum sadarkan diri.

Sementara, Faris yang duduk paling belakang mengalami patah tulang di kaki kanan akibat terjepit sepeda motor dan kayu.

Ibu Abdul Hasan, Aminah histeria begitu jenazah Abdul Hasan tiba dirumah duka. Aminah tak menyangka anak keduanya ini harus meregang nyawa dengan tertimpa pohon. Menurutnya, Abdul baru saja pamit dari rumah untuk bertemu temannya sebelum hujan deras mengguyur Kota Medan.
Sementara dilokasi kejadian, terlihat petugas Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan mengevakuasi pohon tumbang yang sempat menutupi arus lalulintas di Jalan Kapten Sumarsono

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Budi Hendrawan membenarkan peristiwa tersebut. Ketiganya menggunakan sepeda motor bebek BK 5579 OO melintas dari arah Sunggal. Tiba-tiba saja pohon dengan  panjang 15 meter tumbang dan langsung menimpa mereka. (gus/jon)

Alat Berat Mau Dibakar, Satpol PP Diusir

Warga Ngumban Surbakti Timbun Jalan dengan Tanah

MEDAN-Upaya yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan membongkar tanah timbun di badan Jalan Ngumban Surbakti tak membuahkan hasil. Pasalnya, warga melakukan perlawanan dan mengusir petugas Satpol PP yang datang membawa satu unit alat berat jenis eskavator dan satu unit truk, Kamis (10/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Mau apa kalian kemari, jangan coba-coba kalian bongkar tanah ini. Ini tanah kami, bukan milik Pemko. Tak ada hak kalian membongkar tanah timbun ini, sebelum ada ganti rugi yang kami terima,” jerit S Sembiring kepada petugas Satpol PP.

Petugas yang mencoba menahan amukan S Sembiring, tidak dapat berbuat banyak. Bapak tua tersebut semakin melakukan perlawanan dan mengancam akan membakar alat berat yang sudah berada di lokasi tersebut.

“Kalau memang berani kalian, bongkarlah. Kalau tidak kalian akan menanggungn akibatnya. Karena kalau kalian masih nekat juga, kami akan melakukan perlawan dengan jumlah besar dan akan membakar alat berat kalian,” ucapnya.

Akibatnya, petugas Satpol PP membatalkan niatnya membongkar tanah timbun yang sudah diletakkan warga dengan pohon pisang sejak, Rabu (9/5) siang lalu. “Kami yang benar, Tuhan pasti melindungi kami. Karena kami punya alasan melakukan semua ini. Lagi pula ini kan tanah kami, bukan tanah milik umum yang sesuka hatinya bisa digunakan,” cetusnya.

Menurut Sembiring, alasan warga memblokir jalan dengan tanah timbun, karena Pemko Medan belum menuntaskan ganti rugi atas tanah mereka yang dipergunakan untuk jalan raya. Dengan begitu, warga akan terus melakukan pemblokiran terhadap sebagian ruas jalan lingkar luar tersebut.
“Intinya mendesak Pemko Medan menuntaskan ganti rugi atas lahan kami yang terkena pelebaran Jalan Ngumban Surbakti. Sejak tahun 2001 hingga 2012 Pemko Medan belum juga merealisasikan ganti rugi sesuai nilai jual objek pajak (NJOP).Kami minta Pemko Medan melaksanakan ganti rugi sesuai dengan NJOP yang berlaku saat ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Medan, Hasyim yang langsung turun ke lokasi menjelaskan tanah yang dijadikan fasilitas umum oleh Pemko Medan masih merupakan hak warga.

“Tanah tersebut merupakan hak warga dan belum menerima ganti rugi. Kesungguhan Pemko belum dilakukan, ini ada indikasi pembiaran sehingga masyrakat terkatung-katung,” jelas Hasyim.

Dijelaskannya, anggota DPRD Medan sangat kecewa dengan Pemko Medan yang tidak cepat tanggap. “Tuntutan masyarakat hanya ganti rugi sesuai dengan NJOP. Namun, sampai saat ini Wali Kota Medan belum melakukan dialog langsung dan menemui warga untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ucapnya.

Dikatakannya, DPRD Medan sudah berkali-kali melakukan mediasi melalui Komisi A DPRD Medan dan Pemko Medan.

“Tapi penyelesaian tidak ada titik temu. Ini menjadi persoalan. Pemko harus memberikan solusi sesuai dengan tuntutan warga,” tegasnya.
Wali Kota Medan, Rahudman Harahap berjanji akan menyelesaikan permasalahan ganti rugi tanah warga Ngumban Surbakti.
“Sedang kita tangani, nanti akan selesai,” ucapnya singkat.(adl)

Kliring jadi 4 Kali Sehari

Sejak awal April Bank Indonesia menetapkan peraturan baru, dimana kliring dilakukan sebanyak 4 kali dalam sehari. Padahal, sebelumnya kliring ini dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan Deputi Direktur Sitem Pembayaran Kantor Pembayaran BI Sumut-Aceh, Kahfi Zulkarnaen.

Kenapa ada penambahan kliring?
Iya, selama ini kegiatan kliring kita lakukan 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Tetapi saat ini kita tambah karena adanya peningkatan transaksi. Yang artinya, pertumbuhan ekonomi sangat tinggi. Bahkan, untuk Medan sudah mengalami kenaikan sekitar 25 persen. Dari 12 ribu warkat atau nominal Rp400 miliar pada April 2011 menjadi 16 ribu warkat atau nominal Rp500 miliar pada April 2012 ini. Nah, ini yang membuktikan bahwa kegiatan kliring harus ditambah. Selain itu, penambahan ini akan memberikan keuntungan pada masyarakat dan perbankan itu sendiri.

Apa keuntungan bagi masyarakat?
Perbankan dan masyarakat atau nasabah yang akan di untungkan. Begini, kliring kan ada 2 jenis, yaitu kliring debet dan kliring kredit. Nah, kliring kredit ini akan mengguntungkan bank. Karena bertambahnya frekwensi, sehingga jelas menambah dana untuk perbankan, juga memudahkan mereka untuk mengelola likuiditas harian perbankan. Sedangkan untuk masyarakat atau nasabah, akan memudahkan mereka untuk mendapatkan dana.

Ada berapa bank yang menyelenggarakan kliring 4 kali sehari di Sumut?
Di Sumut ada 3 tempat penyelenggaraan kliring, yang di Medan diselenggarakan oleh Bank Indonesia Medan dengan peserta bank sebanyak 74 bank. Di Kabanjahe penyelenggaranya BRI dengan bank peserta sebanyak 6 bank dan terakhir di Tebing Tinggi yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri, dengan peserta bank sebanyak 15 bank.

Bagaimana transaksi kliring di Kabanjahe dan Tebing Tinggi?
Dua daerah tersebut juga mengalami kenaikan. Walaupun bank peserta tidak sebanyak bank peserta di Medan. Tebing Tinggi misalnya, perputarannya dari 130 warkat atau nominal Rp4 miliar, meningkat menjadi 150 warkat dengan nominal Rp4,7 miliar pada April 2012, atau ada peningkatan sekitar 20 persen. Sedangkan di Kabanjahe April 2011 perputarannya dari 55 lembar warkat dengan nominal Rp1 miliar, naik menjadi 65 lembar warkat atau Rp1,70 miliar.

Apakah ada kemungkinan kliring ini akan mengalami penurunan?
Begini, kegiatan perbankan selalu disesuaikan dengan perkembangan ekonomi. Nah, perkembangan ekonomi kan tergantung dari beberapa variable, seperti inflasi, keamanan, dan lainnya. Kalau inflasi naik, maka ada kemungkinan daya beli menurun, yang ada kemungkinan dana akan lebih disimpan. Jadi, kita lihat saja perkembangan apakah ini akan meningkat atau menurun.(*)

Digebuki Suami

Vina boru Sembiring (37) melapor ke Mapolresta Medan, Rabu (9/5) siang. Warga Jalan Sei Beras Sekata, Pasar VII, Medan Sunggal itu melaporkan suaminya Efeneser Tarigan ke polisi karena menggebukinya hingga mengalami luka memar di wajahnya.

Keterangan yang dihimpun peristiwa yang menimpa wanita beranak tiga itu berawal saat Vina menelepon suaminya Efeneser Tarigan (37)n
Saat itu, Vina menyuruh suaminya yang pengangguran itu pulang dan menjaga anaknya sebentar, karena dia ingin belanja.

“Saya keluar ingin membeli keperluan, karean tidak ada yang menjaga anak saya, maka saya telepon suami saya,” Vina.
Saat ditelepon suaminya langsung marah-marah, sehingga terjadi pertengkaran. Efeneser Tarigan pun pulang ke rumah dan langsung menghajar istrinya disaksikan ketiga anaknya.

Vina tak sanggup melawan hanya bisa menangis meronta sembari berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar warga dan menyelamatkannya.
“Udah mau diberotinya aku kalau nggak ada tetangga udah habis aku,” kata Vina.
Merasa tak senang, Vina melaporkan kejadian itu ke Mapolresta Medan.

“Saya mau suaminya ditangkap, biar diberi ganjaran setimpal,” ujarnya. (gus)

Gus Irawan Lepas Jamaah Umroh Nasabah Bank Sumut

MEDAN-Dirut Bank Sumut Gus Irawan melepas keberangkatan 41 jamaah umroh di peron Bandara Polonia Medan, Rabu (9/5) pagi. Belasan jamaah di antaranya nasabah Bank Sumut Syariah yang meraih hadiah paket perjalanan umroh gratis pada penarikan undian tabungan iB Martabe Maret lalu.
Kehadian Gus Irawan melepas langsung keberangkatan tamu Allah itu menambah spirit para jamaah umroh.

“Saya doakan agar bapak dan ibu-ibu sekalian dapat menjalankan ibadah umroh dengan lancar dan penuh kekhusukan. Tiba di Makkah Al Mukarromah nanti, mohon kiranya bapak ibu-ibu sekalian mendoakan agar Bank Sumut tetap diberikan kemudahan dalam urusannya dan dipermudah rezekinya, sehingga Bank Sumut bisa terus berkembang dan berjaya serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah,” ungkap Gus Irawan yang spontan diamini oleh para jamaah.

Pada kesempatan itu, Gus Irawan didampingi Pemimpin Divisi Syariah Didi Duharsa dan Direktur PT Gadika Travel & Tour M Nasir, yang memfasilitasi perjalanan umroh.

Kepada wartawan Gus Irawan men jelaskan, dari penarikan undian Tabungan iB Martabe di Merdeka Walk yang dilaksanakan pada 30 Maret lalu, 15 nasabah beruntung memperoleh hadiah utama perjalanan umroh gratis ke Tanah Suci Makkah. Seluruh nasabah yang men dapatkan paket umroh tersebut berasal dari 4 cabang Bank Sumut Syariah meliputi Medan, Tebingtinggi, Padangsidimpuan dan Sibolga. Penyerahan hadiah umroh gratis selanjutnya diserahkan langsung kepada nasabah pada 17 April 2012 di kantor Bank Sumut.

Menurut Gus Irawan, undian paket umroh merupakan apresiasi dari Bank Sumut Syariah kepada nasabah yang memiliki produk simpanan berupa Tabungan iB Martabe (Marwah) dan iB Martabe Bagi Hasil (Marhamah).(saz)

Tewas dalam Mobil Rental

MEDAN-Irianto (49), warga Jalan Garuda, Sei Sekambing ditemukan tewas di dalam mobil Kijang Kapsul warna silver dengan nomor polisi BK 1051 GG, di Jalan Setia Budi, Tanjung Sari, Kamis (10/5) dini hari.

Informasi yang dihimpun, mobil yang dikendarai Irianto merupakan mobil rental, yang direntalnya sejak, Rabu (9/5) sekira pukul 20.00 WIB. Irianto baru saja mengantarkan penumpang  di Jalan Setia Budi Pasar II Medan.

Setelah menurunkan penumpang, Irianto mengalami sesak nafas. Karena mengalami asma, Irianto pun beristirahat di dalam mobil rentalnya dan berpindah duduk ke sebelah kiri

obil.
Pengakuan saksi mata, Froston (27), warga Jalan Setia Budi Pasar II, dia mencurigai mobil yang sedang parkir tepatnya di depan TK Happy Holly Kid dengan keadaan lampu mobil hidup.

“Mulai dari pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB mobil itu parkir di depan TK Happy Holly Kid. Saya curiga dengan mobil itu karena sudah tiga jam tidak beranjak, lagi pula lampu depan mobil terus menyala,” katanya. “Saya pun langsung mendekati mobil itu dan ada seorang pria di dalamnya duduk di bangku sebelah kiri sedang tertidur. Warga sekitar pun turut menyaksikan mobil itu. Saya dan warga pun tidak berani untuk membuka pintu mobil dan akhirnya saya memanggil pihak kepolisian,” tutur Froston.

Menurut Froston, pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian membuka pintu mobil. Namun, setelah pintu mobil dibuka korban sudah tidak bernyawa lagi.  “Bagian wajahnya sudah pucat,” ujarnya.

Kapolsekta Medan Sunggal, Kompol Budi Hendrawan mengatakan, sebelumnya korban memang mengalami penyakit asma. Usai mengantar penumpang, penyakit asma Irianto kambuh. Namun Irianto berpindah posisi duduk di sebelah kiri supir. “Saat dibuka pintu, kaca mobil juga dalam keadaan tertutup. Mungkin Irianto kehabisan oksigen dan sulit bernafas,” imbuh Budi. (gus)

Dipiloti Bekas Kosmonot Rusia

Penerbangan demo pesawat Sukhoi Superjet kemarin sebenarnya telah dipersiapkan dengan baik. Untuk menerbangkan pesawat yang dimuati calon-calon pembeli potensial di Indonesia, Sukhoi menunjuk Aleksandr Nikolaevich Yablontsev untuk memimpin penerbangan sebagai kapten pilot.

Tablontsev adalah seorang penerbang berpengalaman. Pensiunan letnan kolonel Angkatan Udara Rusia ini adalah mantan kosmonot (penerbang pesawat ulang-alik) Buran milik Rusia. Meski telah bergabung ke korps kosmonot sebagai pilot tes selama tujuh tahun (1989-1996), Yablontsev belum pernah sekali pun terbang ke luar angkasa.

Usai berdinas sebagai pelatih tes pilot Angkatan Udara Rusia di Akhtubinsk, pilot kelahiran Polandia ini lantas bergabung sebagai pilot di Transaero-Airline dan Transevropskiye Aviliniy Airline. Pria 57 tahun ini lantas bergabung ke Sukhoi sebagai pilot tes pesawat komersial.
Selama karirnya, Yablontsev telah mengoperasikan 221 jenis pesawat dan mengantungi lebih dari 14 ribu jam terbang.

Sukhoi Superjet 100 Bermasalah
Terlepas dari itu, Aeroflot, maskapai pelat merah Rusia, adalah konsumen terbesar Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100). Mereka memesan 30 unit pesawat meski belum seluruhnya selesai digarap.

Tetapi, tak salah juga kalau dibilang, Aeroflot adalah konsumen yang paling besar kekecewaannya kepada produk joint venture antara Sukhoi ‘pabrikan pesawat milik Rusia’ dan sejumlah partner dari berbagai negara itu. Sebab, beberapa masalah ternyata menghinggapi SSJ 100 yang telah mereka operasikan.

Seperti dilansir situs berita RIA Novosti, pada 19 Maret lalu, misalnya, SSJ 100 yang baru lepas landas dari Moskow menuju Astrakhan balik ke Moskow untuk mendarat darurat karena ada gangguan pada bagian bawah pesawat yang ketika itu mengangkut 65 penumpang.

Gangguan yang sama juga ditemukan pada pesawat SSJ 100 lainnya milik Aeroflot yang dioperasikan di Minsk, Belarusia, pada Desember. Sedangkan penerbangan komersial pertama Aeroflot dengan SSJ 100 terjadi pada 21 April 2011 dari Yerevan, Armenia, ke Moskow, Rusia.

“Gangguan itu tak sampai mengancam keamanan penumpang. Kami akan membereskan gangguan pada semua pesawat kami dalam waktu sepekan ke depan”. Demikian bunyi rilis resmi dari United Aircraft Corporation, asosiasi pabrikan pesawat di Rusia, seperti dikutip RIA Novosti.

Sebelumnya, dalam pertemuan Biro Transportasi Udara Rusia yang mempertemukan wakil pabrikan dan maskapai yang dihelat awal Maret lalu, Aeroflot juga mengeluhkan daya operasi SSJ 100. Contohnya dalam hal kemampuan terbang per hari.

Harian bisnis Vedomosti melaporkan, pihak produsen menjanjikan bahwa per hari SSJ 100 kuat terbang selama 8-9 jam. Namun, kenyataan di lapangan yang ditemukan Aeroflot, SSJ 100 rata-rata hanya mampu mengudara tak sampai separonya, sekitar 3,9 jam terbang.

Atas keluhan yang tergolong fundamental itu, Sukhoi yang menguasai saham mayoritas joint venture yang memproduksi SSJ 100 pun sampai harus membayar kompensasi kepada Aeroflot. Namun, besarnya dirahasiakan.  (dim/nw/c10/ttg/jpnn)

Alumni SMAN 1 Medan Hilang Bersama Sukhoi

Pesawat 50 Penumpang Lenyap di Gunung Salak

MEDAN-Alumni SMAN 1 Medan, Kornel M Sihombing, dinyatakan menjadi penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang dinyatakan hilang tadi malam. Tamatan 1983 dari SMA yang berada di Jalan Cik Di Tiro itu hingga tadi malam belum diketahui nasibnya.

Kepastian Kornel ikut rombongan pesawat yang naas disampaikan Direktur Teknik PT Dirgantara
Indonesia (DI) Dita Ardoni. Dita membenarkan salah satu penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang hilang adalah karyawan PT DI.”Iya benar ada satu orang kita di pesawat itu, Ir Kornel,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (9/5).

Dita menjelaskan Kornel adalah Kepala Divisi Pemasaran Dan Penjualan Direktorat Aerostructure PT DI Soal keikutsertaan Kornel tak lain karena undangan promosi pesawat Sukhoi Super Jet 100 tersebut. “Hingga kini kita belum mengetahui bagaimana nasib Kornel dan juga pesawat Sukhoi itu. Tapi ada divisi kita yang ke sana,” jelasnya.

Sementara itu, Humas PT DI Rokhendi juga membenarkan kalau Kornel memang Kepala Divisi Pemasaran Dan Penjualan Direktorat Aerostructure. “Tapi untuk informasi perkembangan saat ini saya belum mengetahuinya,” ungkapnya

Ketua Alumni SMAN 1 Medan, Gus Irawan Pasaribu, kepada Sumut Pos menerangkan kalau Kornel adalah sosok yang menyenangkan. Soal Kornel yang menjadi penumpang Sukhoi, Gus menerangkan sudah ramai dibincangkan di grup BBM alumni. “Pesawat itu hilang. Kepastiannya soal itu masih simpang-siur. Kita berharap tak terjadi apa-apa. Semoga kabar baik yang akan kita terima nanti,” kata Gus Irawan, tadi malam.

Kornel dan Gus Irawan merupakan teman satu angkatan. Keduanya pun sama-sama duduk di jurusan IPA di sekolah tersebut. “Dia di kelas IPA 1, panggilannya Onyek,” kata Gus.

Gus menambahkan, usai tamat dari SMAN 1, Kornel memang langsung meninggalkan Medan dan kuliah di ITB. “Setelah sekian lama, kami baru bertemu lagi pada reuni yang digelar di Bandung pada 2010 lalu. Setelah itu, reuni di Medan pada November 2011, Onyek juga hadir,” jelas Gus.

Hanggar Jenazah Sudah Disiapkan

Kornel adalah penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia yang sedang melakukan demo flight. Penerbangan itu dengan tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma ke Pelabuhan Ratu, namun hilang kontak di lereng Gunung Salak.

Camat Cidahu Ateng Sudjana yang berada di lokasi pencarian Taman Nasional Halimun Salak (TNGHS) belum mengatakan pesawat belum ditemukan. “Ini semua masih menyiapkan helipad,” ujarnya melalui telepon jam 23.30 tadi malam.

Menurut Ateng, memang ada informasi warga mengetahui pesawat berada di sekitar Cidahu. “Tapi, wujudnya belum ditemukan, karena kabut dan hujan terus menerus,” katanya.
Ateng menjelaskan, pencarian akan dimulai pagi ini. “Malam ini kami persiapan dulu, kita buat jalur vekauasi. Saya berada di titik terakhir koordinat yang disebutkan,” katanya.

Prediksi sementara terdapat dua titik lokasi pesawat jatuh, yakni di kawasan kawah ratu Gunung salak. Jika demikian, maka yang diambil adalah jalur pendakian menuju kawah ratu dimulai dari titik pemberangkatan di resort kawah ratu Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. “Jarak tempuh antara resort menuju kawah ratu sekitar 6 km,” katanya.

Titik kedua jika pesawat jatuh berada di puncak gunung salak, jaraknya sekitar 9 kilometer dari resort kawah ratu. “Keduanya menggunakan jalur pendakian dan hanya bisa dilalui jalan  kaki saja. Akan tetapi keduanya dianggap jarak terdekat waktu yang dibutuhkan 6-7 jam,” jelasnya.

Menurutnya, di kawasan selatan TNGHS ini merupakan kawasan Kabupaten Bogor, tepatnya gunung bunder kawasan wisata Curug Nangka. Menurut pengalamannya beberapa kali terjadi evakuasi korban gunung salak, maka jalur inilah yang digunakan.

Di Jakarta, Komandan Lanud Halim Perdanakusumah Marsekal Pertama Adang Supriyadi menjelaskan, hangar untuk penyambutan jenazah sudah disiapkan. “Nanti akan di dalam Pangkalan,” katanya.

Adang menjelaskan, meski ada harapan, TNI AU menduga pesawat itu jatuh. “Karena hilang kontak sudah lebih dari empat jam, sementara daya tahan pesawat itu terbatas,tapi kita berdoa semoga semua selamat,” katanya.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul menjelaskan, dalam standar rescue militer, jika pesawat hilang kontak tentu harus dipersiapkan skenario terburuk. “Yang paling buruk tentu jatuh, kita siapkan evakuasi,” katanya.

Tadi malam di Bandara Halim Perdanakusumah,  Consultant and Business development PT Tri Marga Rekatama Sunaryo menerangkan  kronologis kecelakaan itu. Sukhoi Superjet 100 tiba di Bandara Halim Perdanakusumah Selasa (8/5) pukul 14.00.  Misinya kedatangan pesawat tersebut adalah melalukan demo flight untuk memperkenalkan produk pesawat anyar itu ke Indonesia.

“PT Tri Marga Rekatama adalah representative atau agen Sukhoi Company di Indonesia. Kami memperkenalkan pesawat tersebut kepada pebisnis di Indonesia,” kata Sunaryo. Nah, dalam demo penerbangan untuk kepentingan promosi itu pihaknya menyebar 100 undangan untuk mengikuti joy flight di bandara Halim Perdana Kusuma.

Yang diundang di antaranya adalah pebisnis tanah air yang bergerak di bidang penerbangan, wartawan dan pihak-pihak lainnya. Undangan tersebut laku. Menurut pria yang sudah menekuni dunia penerbangan selama 35 tahun itu mengatakan bahwa semua awak Superjet 100 adalah orang-orang Rusia.

Joy flight dibagi dalam beberapa kloter dengan tujuan Bandara Halim-Pelabuhan Ratu-Bandara Halim. Kloter pertama berlangsung lancar dan selamat. Setelah melakukan penerbangan sekitar 30-35 menit, pesawat tersebut mendarat sempurna di Bandara Halim.

Pukul 14.12, giliran kloter kedua take off. Kata Sunaryo, di kloter kedua Superjet 100 diisi 50 orang. 42 orang merupakan para undangan, sedangkan 8 orang lainnya adalah awak pesawat yang diantaran merupakan warga negara Rusia. Nah, penerbangan kedua inilah yang bermasalah.

Sekitar pukul 14.33, ketika pesawat berada di koordinat 06.43.08 S dan 106.43.15 E tower bandara Halim kehilangan kontak dengan Superjet 100. Posisi koordinat tersebut berada di sekitar kawasan Gunung Salak Desa Cidahu Sukabumi. Petugas bandara tidak lagi bisa berkomunikasi dengan para awak, begitu juga dengan para penumpang. “Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas (Badan Sar Nasional),” imbuh Sunaryo.

Sunaryo masih positive thinking. Dia belum menyimpulkan bahwa pesawat yang dipromosikannya jatuh. Dia berkali-kali mengatakan bahwa pesawat itu lost contact. Dia pun menyerahkan penanganan peristiwa ini pada Basarnas. Perusahaan tersebut juga akan terus berkoordinasi dengan pihak lanud. “Kami terus koordinasi dan menyiapkan segala sesuatu untuk besok (pencarian akan dilakukan hari ini),” imbuhnya.

Tapi meski begitu Sunaryo menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada para penumpang undangan. Kata dia, semua penumpang sudah dicover asuransi.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Daryatmo menambahkan, setelah mendapatkan informasi soal hilangnya kontak dengan Superjet 100, pihaknya langsung bergerak ke lokasi koordinat terakhir untuk mencari keberadaan pesawat tersebut. “Saat ini (kemarin malam) kami sudah mendirikan posko pencarian di Desa Cidahu,” kata Daryatmo.

Selain mengirim tenaga pencari yang menyusuri jalur darat, Basarnas juga mengirim dua helikopter untuk yang diterbangkan dari bandara Halim dan Bogor. Ternyata cuaca dikawasan tersebut buruk. Awan pekatan turun hujan membuat dua helikopter itu balik kucing. Kata Daryatmo, pihaknya tidak mau mengambil resiko.

“Malam ini (tadi malam, Red) kami hanya mengandalkan rescuer Basarnas, TNI AD, TNI AU dan Polisi (menyusur jalur darat). Tapi ini tidak mudah,” ujarnya pasrah.  Kata jenderal TNI AU dengan tiga bintang di pundaknya itu menuturkan, pagi ini pihaknya akan mengerahkan segala tenaga dan upaya untuk mencari pesawat tersebut.

Rencananya, sejak pukul 07.00 pagi ini, pihaknya akan mengerahkan tiga helikopter untuk menyisir lokasi yang dicurigai hilangnya pesawat. “Tapi sekali lagi, sampai malam ini kami belum menyatakan pesawat jatuh karena belum menemukan badannya,” imbuh Daryatmo.

Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengaku, begitu mendengar kabar tersebut, pihaknya langsung menghubungi pihak Rusia untuk mengkoordinasikan masalah tersebut. Apabila nantinya Superjet 100 benar-benar mengalami kecelakaan, maka KNKT akan memimpin investigasi kecelakaan tersebut. Nanti, kata Tatang, pihak Rusia juga akan mengikuti investigasi tersebut lantaran pesawat dan awak merupakan warga negara Rusia.

“Kami sudah mengamankan rekaman percakapan awak dengan tower (bandara Halim). Tentu saja ini tidak boleh bocor ke publik karena untuk keperluan investigasi,” katanya. (dra/dim/kuh/rdl/fal/aga/jpnn)

Makelar Bansos Ditahan

Kasus Penyelewengan APBD Sumut Senilai Rp1,2 T

MEDAN-Pihak Kejatisu akhirnya menangkap Adi Sucipto (53) terkait kasus penyelewengan APBD Sumut Senilai Rp1,2 triliun. Adi Sucipto dianggap sebagai makelar dana Bantuan Sosial (Bansos) yang berhubungan dengan beberapa yayasan.

Plh  Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejatisu, Ronald Bakkara, mengatakan Adi Sucipto diketahui memiliki 9 yayasan antara lain Yayasan Nur Adia, Panti Asuhan Hamdani, SD Nur Aida, MDA Nur Aida, Ikatan DAI Muda, Masjid Nurhadi, Mushalla Hafazaniyah, dan SMP Nur Aida.  Dalam aksinya, Adi Sucipto telah menjadi makelar pada 12 yayasan lainnya. “Modusnya, para oknum pegawai di Pemprovsu diberikan bayaran, sehingga bisa segera dicairkan dana Bansos,” katanya, Rabu (9/5).

Menurut Ronald, tersangka telah mengaku menerima dana senilai Rp2,1 miliar dari sembilan yayasan miliknya dan diduga telah  membagikan uang sebesar Rp210 juta kepada beberapa oknum di Pemprovsu sebagai uang pelancar proposal. Sedangkan dari 12 yayasan lainnya, AS telah meloloskan proposal dalam dana hibah Bansos 2009 senilai Rp2,7 miliar dan dipotong sebesar Rp1,1 miliar.

Terpisah, Ketua Tim Penyidik Pidana Khusus yang menangani perkara korupsi Bansos 2009, Rehulina Purba saat dikonfirmasi mengatakan Adi Sucipto diamankan karena diduga telah melakukan pemotongan sebanyak 65 persen yang dibagi-bagi tersangka ke pegawai di Pemprovsu.

Dengan adanya pemotongan itu, Rehulina menyebutkan, tersangka Adi Sucipto dijerat dalam pasal 2, 3 dan pasal 15 UU No. 31/1999 jo UU No.20/2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Sementara Adi Sucipto yang diperiksa sejak siang kemarin mengenakan kemeja batik lengan panjang hitam putih dan memakai lobe, tidak mau memberikan keterangan. Setelah menjalani pemeriksaan dan diputuskan hendak ditahan ke rumah tahanan (Rutan) Tanjung Gusta, Adi Sucipto juga tetap enggan buka mulut.

Sebelumnya, Kepala Biro Bina Sosial (Binsos) Shakira Zandi dan Kepala Biro Perekonomian Bangun Oloan Harahap juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejatisu. Mereka ditetapkan sebagai tersanka atas sangkaan melanggar pasal 2, pasal 3 Undang -undang No 31/1999 jo Undang-undang No 20/2001 tentang tindak pidana korupsi.

Ronald Bakkara menyatakan, dua pejabat yang ditetapkan tersangka itu karena terlibat dalam penyalahgunaan dana bantuan social (Bansos) dan hibah tahun anggaran 2011 yang bersumber dari APBD Sumut senilai Rp459 miliar.

“Tapi kami belum mengetahui kerugian negara dalam perkara tersebut. Kejatisu sudah meminta tim auditor untuk menghitung nilai kerugian negara,” ujarnya.
Dia membeberkan, keterlibatan kedua pejabat yang menyalurkan anggaran Rp459 miliar tidak sesuai dengan prosedur penyaluran anggaran. Dibuktikan, ada organisasi yang seharusnya tidak layak menerima karena tidak memenuhi persyaratan bantuan, tapi tetap diberikan bantuannya.

“Terbukti ada proposal fiktif, ada juga orang-orang yang terlibat dalam berbagai organisasi tapi satu nama. Misalnya dalam beberapa proposal organisasi, tapi pengurusnya itu-itu saja alias satu nama. Disini kedua tersangka tidak tidak melakukan pengecekan di lapangan,” sebutnya, kemarin.

Terpisah, Bangun Oloan Harahap dan Shakira Zandi, mengaku terkejut atas penetapannya sebagai tersangka oleh Kejatisu. “Saya tidak ada melakukan penyelewengan. Saya pun tahu dari teman-teman wartawan, karena dari tadi saya ditelepon wartawan yang mempertanyakan soal itu. Saya belum ada diberi penjelasan langsung dari Kejatisu,” kata Shakira.

Shakira membeberkan, masa jabatannya di Biro Binsos hingga kini belum genap satu tahun. Terhitung per 1 Agustus 2011 dirinya baru menerima SK pengangkatan sebagai Kepala Biro Binsos menggantikan pejabat lama, Hasbullah Lubis.

“Juli tahun lalu saya jadi Kabiro. Terhitung 1 Agustusnya baru bekerja. Ya, saya tidak ada ikut-ikutan penyelewengan,” tuturnya.

Shakira menyatakan, dirinya akan mempertanyakan persoalan itu kepada Kejatisu. Karena dirinya tidak diberi penjelasan langsung terkait penetapan sebagai tersangka.
“Begitupun, sebagai warga negara yang baik, saya akan mengikuti semua proses hukum ini,” cetusnya.

Terkait prihal Bansos yang diusut Kejatisu, Praktisi Hukum Julheri Sinaga SH, menegaskan Kejatisu harus mengusut para pejabat Pemprovsu yang terlibat dana Bansos anggaran tahun 2009 dan 2010. “Jangan hanya anggaran 2011 saja yang diungkap. Tapi anggaran 2009 dan 2010 harus diungkap, siapa saja pejabat yang terlibat dalam perkara itu,” sebutnya.

Dia menyarankan, bila Kejatisu tidak mau dituding ada bermain dalam perkara itu oleh masyarakat, maka kasus itu harus segera dituntaskan. “Dana Bansos 2010 dan 2009 harus dituntaskan,” katanya. (ari/rud)

Enam Kader Bertarung di Konvensi Internal PAN

Geliat Partai Jelang Pilgubsu 2013

Medan-Partai Amanat Nasional berulang kali mengatakan akan mengusung Syah Afandin (Ondim) untuk agenda Pilgubsu 2013 mendatang. Namun, hal itu ternyata belum final. Setidaknya, selain
Ondim, ada lima nama lagi yang akan bertarung dalam konvensi internal partai akhir Mei ini.

Lima tokoh lain yang dimaksud adalah Ibrahim Sakti Batubara, Nasril Bahar, Kamaluddin Harahap, Wildan Aswan Tanjung, dan Soekirman. Hal ini terungkap dalam diskusi terbatas pengurus DPW PAN Sumut, dan pengurus DPP PAN, di Hotel Asean Internasional usai mengikuti pembukaan acara Wirausaha MAPAN (Maju Bersama PAN), Minggu (6/5) lalu Rencananya, konvensi akan digelar sebelum Rakerwil PAN, akhir Mei 2012 nanti. Hadir pada diskusi terbatas itu Yusaldi (Wakil Ketua DPW PAN Sumut), Irwansyah Damanik (Wakil Ketua DPW PAN Sumut), Usman Hasibuan (Bendahara), HT Bahrum (Wakil Ketua DPD PAN Medan), Tarmizi Hutasuhut dan unsur DPP seperti H Nasril Bahar, Kamaluddin Harahap, dan Said Jamal.

Yusaldi yang akrab disapa Boy ini, mengaku bangga atas ramainya bursa tersebut. “Keenam nama ini, merupakan figur terbaik kader di internal PAN. Kita tinggal menanti, siapa yang terbaik di antara enam kader pilihan ini,” kata Yusaldi.

Yusaldi menyebutkan, digelarnya konvensi internal di DPW PAN Sumut dimaksudkan untuk menjaring kader terbaik untuk dijagokan pada Pilgubsu 2013. Dia mengaku, DPW PAN Sumut tidak ingin terulang lagi pada Pilgubsu sebelumnya.”Dua kali Pilgubsu yakni 2003 dan 2008, DPW PAN Sumut hanya jadi penonton saja. Kita ingin figur Cagubsu dari PAN benar-benar diterima di hati rakyat, dan kita mulai dahulu dari internal PAN, apakah figurnya diterima atau tidak,” kata Yusaldi.

Bendahara DPW PAN Sumut, Usman Hasibuan mengatakan, keenam kader terbaik PAN di Sumut ini, merupakan kader pilihan yang sudah terseleksi dari bawah. Mereka dianggap cakap dan mampu untuk membesarkan PAN di Sumut, terlebih lagi untuk ikut bertarung pada Pilgubsu 2013 nanti.”Persoalan siapa yang terpilih di konvensi internal nanti, kita harus menerima sepenuhnya. Dan, jalan inilah yang terbaik untuk mengukur keberterimaaan kader PAN di tengah-tengah masyakarat,” kata Usman Hasibuan.

Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PAN Ir H Kamaluddin Harahap MSI menyatakan siap bertarung pada Pilgubsu 2013 mendatang, berkompetisi menjadi orang nomor satu di Sumut ini, dimulai dari proses penjaringan Balon Gubernur Sumut (Balgubsu) di internal DPW PAN Sumut. “Jadi, proses finalisasi Cagubsu yang diusung PAN, masih di tangan Hatta Rajasa. DPW PAN Sumut, hanya melakukan proses penjaringan saja,” kata Kamaluddin Harahap, Ketua DPW PAN Sumut periode 2005-2011 lalu itu.

Sutan Bathoegana Klaim Dapat 30 Persen Suara

Di sisi lain, Sutan Bhatoegana yang mengaku sudah mendapat restu dari Ketua Umum (Ketum) DPP PD, Anas Urbaningrum, mengklaim sudah memiliki suara atau dukungan sebesar 30 persen dari masyarakat Sumut.
Pengakuan itu, dikatakannya kepada wartawan, di Hotel JW Marriot, Jalan Puteri Hijau Medan, Selasa (8/5). “Sudah dapat restu dari Ketum DPP, Anas Urbaningrum. Saya sudah punya suara sekitar 30 persen, dari keluarga, rekan-rekan dan masyarakat,” katanya.

Pencalonannya dalam Pilgubsu 2013, bisa disebut dirinya sebagai calon impor. Karena peran serta Sutan Bhatoegana lebih terlihat di pusat ketimbang di Sumut. Terkait hal itu, Sutan menyatakan, tidak ada aturan yang membatasi seseorang untuk mencalonkan diri di seluruh wilayah Indonesia, meskipun calon tersebut tidak berkiprah di daerah yang melangsungkan pilkada tersebut.

“Saya bukan cagub impor. Saya hanya sekolah di Jogja. Saya mulai kecil di Sumut. TK dan SD di Sidimpuan. SMP di STN 1 Siantar (SMP 8, red). SMA di STM Kampung Baru. Dari seluruh Indonesia, tidak ada yang melarang untuk mencalonkan diri. Yang terpenting Warga Negara Indonesia (WNI),” tegasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PD Sumut, Tahan Manahan Panggabean menyatakan per Selasa (8/5), sudah ada sebanyak 10 orang tokoh yang mendaftar atau mengambil formulir pendaftaran cagubsu/cawagubsu di Demokrat Sumut. Termasuk pula, Sutan Bhatoegana, Letjend TNI Cornel Simbolon (Mantan Wakasad), dan anggota DPR RI, Syahrianta Tarigan. “Tidak etis kalau diberitahukan, karena belum ada yang mengembalikan formulir. Ya, termasuk Pak Sutan, Syahrianta Tarigan dan Letjend TNI Cornel Simbolon,” ungkapnya.

Effendi Simbolon Bantah Maju Pilgubsu 2013
Menariknya, ketika ramai tokoh yang menyatakan siap maju, ada tokoh yang membantah akan ikut dalam Pilgubsu mendatang. Adalah Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon tokoh yang dimaksud. Dia dengan tegas membantah rumor dirinya akan maju dalam Pilgubsu; meski nantinya itu atas atas perintah partai.

Itu nggak benar. Bahwa sekarang saatnya pilgub banyak yang mencalonkan diri, banyak yang berminat dan tengah mempersiapkan diri, itu sah,”ungkap kepada Sumut Pos di sela-sela konferensi pers penyelenggaraan pesta bolon Simbolon Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PBSI) 1-7 Juli mendatang.

Menariknya ketika ditanya alasan ketidakbersediaannya, Effendi tersenyum dan menyatakan, “Saya merasa masih banyak kawan-kawan lain yang punya keinginan untuk maju. Jadi harus kita hargai juga itu. Saya nggak ge-er, kita juga kan mengukur. Mungkin banyak yang lebih berkompeten dan lebih punya keinginan.”

Jawaban ini tentu cukup menggelitik. Pasalnya sebagai salah seorang putra terbaik asal Sumut, Effendi dinilai sangat berpotensi. Apalagi dalam penjelasannya, pria ini juga diketahui benar-benar memahami penyebab lambannya pembangunan di Sumut. “Pertumbuhan ekonomi di Sumut selama ini bahkan sejak Orde Baru, itu tidak terlalu signifikan peningkatannya. Sumut termasuk kategori lamban. Sebab Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya saja hanya berkisar Rp400 miliar. Artinya daerah tidak berkambang. Padahal ada sejumlah potensi. Baik itu alam, sumber daya manuia maupun pariwisata,” jelasnya.

Untuk itu ia berharap siapapun tokoh yang nantinya terpilih sebagai gubernur Sumut akan berusaha maksimal. “Saya berharap ke depan harus punya sebuah visi-misi yang difokuskan untuk mendobrak pembangunan Sumut. Karena provinsi kita itu kan dikaruniai potensi alam yang begitu luarbiasa. Potensi-potensi ini kan sebenarnya modal untuk wujudkan Sumut yang bersinar,” pungkasnya. (ade/ari/gir)