Home Blog Page 13555

Pirlo Buktikan Masih yang Terbaik

SELAIN sang pelatih Antonio Conte, gelandang kreatif Andrea Pirlo disebut sebagai sosok paling berpengaruh atas sukses Juventus musim ini. Saking tergantungnya pada Pirlo, beberapa media di Italia sempat menyebut Pirlo-dependensi.

Conte boleh menolak anggapan itu, tetapi kenyataannya, Pirlo memang dijadikan sebagai otak permainan Bianconeri, julukan Juve. Dia merupakan sosok tak tergantikan. Ketergantungan lapangan tengah Juve kepadanya sangat kentara.

Dari 37 pertandingan musim ini, hanya dua kali dia tidak bermain karena cedera dan akumulasi kartu kuning. Pirlo menjadi pengirim assist terbanyak di timnya. Bahkan, dengan 12 assistnya menjadikan Pirlo sebagai pengirim assist terbanyak di Serie A bersama Fabrizio Miccoli.

Pengaruh besar Pirlo juga bisa dilihat dari statistik yang dibawanya sejak masih membela AC Milan musim lalu. Pirlo telah melewati 40 pertandingan tanpa kalah mulai dari 18 Desember 2010 saat Milan kalah dari AS Roma 0-1.

Performanya bertolak belakang dengan musim lalu di mana dia jarang sekali diturunkan pelatih AC Milan Massimiliano Allegri. Namun, dia tidak dendam. “Saya pindah dari Milan karena butuh motivasi baru,” kata Pirlo, seperti dikutip Football Italia.

“Saya ingin meyakinkan diri saya bahwa saya masih nomor satu dan saya telah menunjukkannya musim ini,” katanya. (ham/jpnn)

Scudetto Pasca Calciopoli

Turin- Juventus memastikan gelar Serie A alias Scudetto untuk ke-28 kalinya, usai menang di kandang Cagliari dengan skor 0-2. Di saat bersamaan pesaing utamanya AC Milan kandas dari tetangganya Inter Milan dengan skor 4-2.

Dengan hasil itu Juventus kini mengumpulkan 81 poin dari 37 main, sedangkan Milan baru mengumpulkan 77 angka dari 37 laga. Dengan demikian, Milan tak bisa lagi mengejar Juventus di satu laga sisa.

Meski begitu, kemenangan Juventus atas AC Milan dalam perburuan scudetto musim ini mengungkit kembali memori skandal pengaturan skor alias Calciopoli Scandal 2006 lalu. Saat itu fedrasi sepak bola Italia memaksa Juventus turun kasta ke Serie B untuk kali pertama dalam sejarah tahun 2007.
Tak berhenti sampai disitu, Juventus harus kehilangan sejumlah pemain pilar karena tidak mau bermain di klub yang sedang terpuruk. Sejumlah pemin yang hengkang itu termasuk duo bintang yang kini merumput di Milan, Zlatan Ibrahimovic dan Gianluca Zambrotta.

Namun demikian gelar Scudetto tahun ini menjadi obat luka masa-masa sulit tersebut bagi sang kapten Alessandro Del Piero yang memilih tetap bertahan di Juventus sejak kasus tersebut mencuat.

“Apa yang terjadi malam ini membayar lunas tahun-tahun sulit  itu. Khususnya tahun 2006. Saya ingat segala sesuatu dari tahun itu. Dan itu juga mengapa Scudetto saat ini memiliki rasa yang spesial. Ini adalah cerita yang hebat dan saya senang telah menjadi bagian dari itu,” ujar Del Piero sebagaimana dikutip situs resmi Juve, Senin (7/5).

Selain harus turun kasta, tahun itu dua dari 29 gelar scudetto yang diraih klub berjuluk La Vecchia Signora ini dicopot. Yakni gelar juara yang diengkuh tahun  tahun 2005 dan 2006 . Alhasil gelar yang diraih Juventus di kandang Cagliari, dini hari tadi tercatat sebagai gelar scudetto ke 28.
“Sejauh ini, ini adalah gelar ke  30 kami dan merupakan hadiah atas semua usaha yang dilakukan seluruh anggota klub mulai Andrea Agnelli (pemilik Juventus),” ujarnya dalam situs yang sama. “Ini adalah gelar untuk semua orang, dari apa yang telah dilakukan Antonio Conte,” imbuhnya.  (zul/jpnn/ful)

Kaum Muda sebagai Agen Perubahan

Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia

Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Mei selalu menjadi momentum penting untuk napak tilas sepak terjang dan pencapaian kerja kemanusiaan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Gerakan). Banyak hal yang sudah dilakukan Gerakan, meski dalam perjalanannya masih mengalami rintangan dan kendala.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pelayanan kemanusiaan sangat dibutuhkan masyarakat. Namun di tengah pelayanan ini, kerja kemanusiaan masih saja terbentur kendala. Kasus ambulans PMI yang diduga menyuplai batu saat membawa pasien ketika demo kenaikan harga BBM di Jakarta Maret lalu adalah salah satu bukti masih sulitnya akses Gerakan untuk memberikan pertolongan ke masyarakat.

Hal ini dikarenakan masih banyak pihak yang belum paham bahwa Gerakan mengedepankan prinsip Netralitas saat memberikan bantuan, sesuai Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan).

Oleh karena itu, prinsip netralitas, terutama saat memberikan bantuan, perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda supaya kelak mereka dapat berperan sebagai agen atau pelopor untuk mensosialisasikan sekaligus memberikan pemahaman kepada sebayanya maupun masyarakat bahwa bantuan-bantuan kemanusian yang dilakukan oleh Gerakan di manapun bersifat netral.

Selama ini PMR dan generasi muda Gerakan telah berkontribusi nyata sebagai agen untuk membawa perubahan ke arah perbaikan di banyak hal, seperti di bidang kesiapsiagaan bencana, kesehatan, dalam upaya pencegahan HIV dan AIDS, dan pelestarian lingkungan.

Sungguhlah tepat jika Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia kali ini, Gerakan mengusung tema besar yaitu “Youth on The Move” dan sub tema di Indonesia adalah “Kaum Muda sebagai Agen Perubahan”. Melalui tema ini, generasi muda dimotivasi untuk terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan dengan semangat netralitas. (ila)

100 untuk Pedrosa

ESTORIL-Dani Pedrosa menorehkan catatan khusus dalam balapan MotoGP Portugal. Keberhasilan Pedrosa finis ketiga membuatnya meraih podium ke-100 dalam kariernya.

Pedrosa kembali naik podium seusai balapan di Sirkuit Estoril, Minggu (6/5). Pebalap Repsol Honda ini menyelesaikan lomba di belakang Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.

“Ini adalah balapan yang benar-benar sulit dari awal, kecepatannya sangat tinggi dari lap pertama sampai lap terakhir. Casey menjalani balapan yang bagus dan sangat kuat,” ungkap Pedrosa di situs resmi MotoGP.

“Tiga balapan selalu di podium secara umum sangat bagus. Namun, dalam tiga balapan kami kehilangan sesuatu. Jadi, mari coba lagi di balapan berikutnya,” katanya.

Podium di Estoril ini adalah yang ke-100 dalam karier Pedrosa di ajang balap motor grand prix. Rinciannya adalah 17 podium di kelas 125cc, 24 di kelas 250cc, dan 59 di kelas MotoGP. Di antara 100 podium itu, Pedrosa 38 kali tampil sebagai pemenang.

“Bisa mencapai podium ke-100 sangat mengagumkan dan itu menunjukkan seberapa cepat waktu berjalan. Saya sangat senang untuk itu dan saya ingin berterima kasih kepada semua tim saya dan sponsor selama waktu itu dan khususnya Honda karena saya bersama mereka di sepanjang karier saya,” tutur rider berusia 26 tahun ini.

Sementara itu mantan juara dunia Valentino Rossi mengungkapkan bahwa hasil di Estoril membuktikan jika Ducati mampu melakukan sesuatu yang istimewa pada balapan berikutnnya.

Finis ketujuh di Estoril menjadi capaian terbaik Rossi musim ini. Dari dua seri sebelumnya, ia cuma finis di posisi 10 dan 9. “Ini sudah pasti menjadi balapan yang lebih baik dari sebelumnya. Di dalam balapan aku bisa menerapkan performa bagus di sesi latihan bebas karena pada hari Jumat lalu kami memulai dari titik awal yang lebih baik dan aku bisa bersiap dengan cara yang normal,” papar Rossi di Autosport.

Rossi kali ini memulai balapan dari posisi 9. Ia kemudian berhasil menuntaskan balapan lebih baik dan finis di peringkat 7. Hasil itu membuat Rossi kini mengoleksi 22 poin untuk duduk di posisi sembilan.

“Kali ini aku lebih cepat dari awal, aku bisa mengambil posisi (untuk naik peringkat) dan secara konstan berada dalam kisaran waktu yang kami harapkan. Sekarang inilah potensi kami,” ungkapnya.

“Balapan ini juga memberi kami perasaan yang lebih menyenangkan, juga informasi dan optimisme untuk lebih meningkatkan performa di Le Mans,” simpul Rossi. (bbs/jpnn)

Kalah, tapi Lorenzo Ukir Rekor

Dua rekor sirkuit baru lahir di MotoGP Portugal. Catatan itu ditorehkan dua orang pebalap berbeda, meski keduanya bukan pemenang dalam balapan.
Balapan di Estoril, Minggu (6/5/2012) malam WIB, berhasil dimenangi oleh Casey Stoner. Ini adalah kali pertama pebalap Repsol Honda itu meraih kemenangan MotoGP di Estoril.

Kalau Stoner meraih kemenangan pertama di Estoril, Hector Barbera berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal top speed. Melaju dengan kecepatan 335,9 km/jam, pebalap Pramac Ducati itu dicatat situs MotoGP sudah mengukir rekor top speed di Estoril.

Untuk urusan mematahkan rekor kecepatan maksimal, Barbera sebenarnya juga sudah melakukan itu pada seri pembuka di MotoGP Qatar. Kecepatan 342,3 km/jam yang ia buat di atas Ducati Desmosedici GP12 pun sudah tercatat sebagai top speed di Losail.

Sial untuk Barbera, meski sudah dua kali mengukir rekor baru di lintasan MotoGP era 1.000cc ia bahkan belum bisa finis di posisi lima besar. Setelah finis di posisi 9 di Losail, ia kemudian finis di posisi 10 di Jerez dan Estoril. (bbs/jpnn)

Pencari Kenyon Hentikan Pertandingan

PERTANDINGAN playoff NBA antara Los Angeles Lakers dan Denver Nuggets terganggu dengan masuknya seorang penonton wanita ke dalam lapangan.
Wanita tersebut masuk lapangan saat point guard Nuggets, Ty Lawson, tengah menggiring bola. Wasit langsung menghentikan pertandingan dan petugas menggiring si wanita keluar.

Wanita itu kemudian ditahan karena menerobos masuk dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan.  Hal ini diungkap oleh anggota kepolisian Denver, Todd Erickson, yang bertugas sebagai keamanan di Pepsi Center, tempat pertandingan berlangsung.

Menurut Erickson, ia tengah berada di sekitar bangku pemain Denver saat si wanita menerobos masuk. “Saya melihat ia masuk lapangan dan berpikir buruk,” kata Erickson.

Ia langsung mengejar si wanita dan memintanya kembali ke tempat duduknya. Si wanita malah bertanya kepada Erickson, “Mana Si Kenyon?”
Kenyon yang dimaksud adalah mantan pemain Denver Nuggets, Kenyon Martin yang kini bermain untuk LA Clippers. (bbs/jpnn)

Tak Ada Klarifikasi PSMS Pilih WO

MEDAN-PT LPIS belum juga menjawab permohonan PSMS untuk menggelar laga kontra Persiraja Banda Aceh di stadion netral, Rabu (9/5) mendatang. Jika tak ada jawaban, skuad berjuluk Ayam Kinantan pilih Walk Out (WO).

Manajer tim PSMS Doli Siregar mengaku, belum ada klarifikasi lanjutan dari PT LPIS terkait pemindahan venue laga Persiraja kontra PSMS di ajang Piala Indonesia.

“Saya intens berkomunikasi dengan PT LPIS lewat telepon. Saat ini mereka sedang menggelar rapat khusus membahas itu. Jadi belum ada klarifikasi resmi boleh atau tidak. Padahal deadlinenya hari ini (Kemarin). Tidak mungkin kami menunggu sampai besok (Hari ini), tidak ada sisa waktu untuk persiapan,” ungkapnya, Senin (7/5).

Doli menegaskan, tempat netral menjadi satu-satunya opsi pertandingan tersebut. “Solusinya memang venue harus di tempat netral. Ya, minimal di Stadion Harapan Bangsa, bukan Lampineung. Karena kalau di Dhirmutala jarak antara tribun penonton dengan lapangan masih jauh. Jika PT LPIS memutuskan harus di kandang Persiraja, kami tidak mau,” tegasnya.

Keengganan PSMS menggelar pertandingan di tempat tidak netral mengisyaratkan PSMS memilih WO. “Bukan WO, tapi tidak mau bertanding dan lebih baik dilakukan penjadwalan ulang. Soalnya masih rentan terjadi hal serupa kan? Kami masih terus menunggu hingga malam nanti (Kemarin),” kata Doli.
Jika PT LPIS memberi keputusan untuk menggelar laga di tempat netral, lanjut Doli, maka PSMS akan langsung bertolak ke Banda Aceh usai duel kontra Semen Padang, kemarin (7/5) malam. “Pertandingan menghadapi Persiraja kan 9 Mei. Kalau sudah diputuskan dipindah ke Dhirmutala misalnya, usai transit di Medan, tim akan langsung ke Aceh,” ujarnya.

Sementara, pelatih PSMS Fabio Lopez yang dikonfirmasi tetap berpendapat, pihaknya lebih baik menunggu Persiraja di leg kedua, Rabu (23/5) mendatang, di stadion Teladan.

Jika tak diizinkan PT LPIS, PSMS bakal fokus menggelar persiapan menghadapi Persija Jakarta di Madiun, Minggu (13/5) mendatang. Persija merupakan lawan PSMS terakhir di partai tandang, dan lima pertandingan berikutnya PSMS bakal menggelar pertandingan di Stadion Teladan. (saz)

Pendidikan Modal Utama Kemajuan Bangsa

Wali Kota Medan Apel Pagi di SMA Negeri 21 Medan

Di era globalisasi pendidikan memegang peranan penting, khususnya dalam meningkatkan kemampuan kompetitif bangsa. Pemerintah Kota (Pemko) Medan selalu menempatkan pembangunan pendidikan menjadi bagian prioritas pokok dalam rencana pembangunan Kota Medan, baik melalui kebijakan strategis maupun dari sisi anggaran, dan belanja anggaran pendidikan.

Dalam apel pagi di SMA Negeri 21 Medan, di Jalan Selambo, Medan Amplas, Senin (7/5). Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM menegaskan, anggaran pendidikan di Kota Medan rata-rata sudah diangka 30 persen sejak diberlakukan aturan perundang-undangan tentang pendidikan.
Hadir dalam acara apel pagi itu, Kepala Dinas Pendidikan DR Rajab Lubis MSc, kepala Sekolah SMAN-21 Drs Salon Sinaga MSi dan para guru serta sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Rahudman menyebutkan, pendidikan merupakan modal utama dalam mewujudkan kemandirian serta kematangan mental untuk dapat berkompetisi seiring dengan derasnya arus globalisasi. Untuk itu, para anak didik agar terus belajar dan belajar, sehingga mampu meningkatkan kualitas anak didik yang kompetitif dan berdaya saing.

Di kesempatan itu, Rahudman meminta kepada para anak didik untuk menjauhi semua aspek-aspek yang berkaitan dengan kenakalan remaja, khususnya kenakalan Gang Motor. Selanjutnya, diusia pelajar sebaiknya bersungguh-sungguh sehingga menjadi anak yang berguna bagi diri sendiri, orang tua, masyarakat serta bangsa dan negara. Pemko Medan bekerja sama dengan Polresta Medan menyediakan sarana penyaluran bakat bagi masyarakat yang memiliki minat dalam berkenderaan.

“Saya sangat memahami guru merupakan subsistem mutu utama pendidikan, keberhasilan proses pembelajaran yang bermutu, baik sebagai pemberdayaan kemampuan, maupun dari sisi kesanggupan sebagai indikator keberhasilan lebih banyak ditentukan oleh guru,” ujarnya.  Lebih lanjut, Rahud man , sangat mengharapkan agar guru selalu menjalankan fungsinya dengan lebih professional, baik dalam peningkatan kemampuan in telektual secara akademis, pengetahuan spesialisasi, pengetahuan praktis yang secara keseluruhannya bermanfaat bagi anak didik. Selain itu, para guru lebih kreatif dalam melakukan pendekatan metode pengajaran kepada siswa, sehingga siswa dalam proses pembelajaran tidak merasa terintimidasi oleh sekolah atau dalam suasana belajar yang selalu tidak menyenangkan.

“Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan akan membenahi infrastruktur SMAN-21, seperti masalah banjir yang terjadi di halaman sekolah, perlu dicarikan solusinya, bagaimana agar air tidak menggenang, serta mengakomodir apa yang kurang, ini semua agar anak didik bisa belajar dengan tenang dan nyaman,” cetusnya.

Di akhir sambutannya, Rahudman memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang telah melaksanakan tugas mulia memberikan pendidikan kepada anak didik, meningkatkan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan para guru masih jauh yang diharapkan, tapi pemerintah Kota Medan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru. (adl)

Serapan Anggaran di Disdik Medan Rendah

Dalam rapat evaluasi realisasi anggaran per tri wulan di Gedung DPRD Medan beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan dalam periode Januari sampai Maret hanya mampu menggunakan 0,65 persen APBD.

Ketua Komisi B DPRD Medan Surianda Lubis SAg menilai penggunaan anggaran itu sangat minim. Mengingat total anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan Kota Medan mencapai 26 persen dari total APBD per tahun.

“Bila dibandingkan dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Medan yang mampu menggunakan anggaran pertriwulan mencapai 15 persen, anggaran yang digunakan Disdik Medan masih sangat kecil,” katanya.

Menurut politisi PKS itu, pelaksanaan program-program yang telah disetujui untuk dijalankan tidak akan efektif, serta dikhawatirkan akan terjadi penumpukan program di akhir tahun.

“Seperti yang sudah-sudah, saya khawatir untuk mencapai target anggaran dinas tersebut, pada akhir tahun membuat program-program yang tidak berkualitas. Sehingga mengurangi mutu pendidikan Kota Medan,” cetusnya.

Surianda berharap, Disdik Kota Medan mampu meningkatkan penggunaan dana APBD yang telah disetujui Desember 2011, untuk dialokasikan ke program yang mampu menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan.

Dia mencontohkan, pemerataan standarisasi pendidikan dalam setiap level jenjang pendidikan dari SD sampai SMA. Sarana dan prasana serta SDM tenaga pendidik diratakan kualitasnya.

“Dengan adanya pemerataan, maka tidak ada lagi sekolah yang perlu dibangun berulang-ulang, sementara masih ada sekolah yang belum tersentuh pembangunan, juga tidak akan ada lagi sekolah yang diunggulkan karena tenaga didik dan fasilitasnya lebih baik,” katanya.
Contohnya lagi, dia menambahkan, menjalankan program yang mampu memberi bekal pada anak didik agar mampu bersaing dalam dunia kerja yang tersedia di pemerintah daerah.

Berdasarkan data buku APBD 2012, anggaran yang dialokasikan untuk Disdik Kota Medan sendiri mencapai Rp1,077 triliun. Anggaran tersebut kemudian dibagi ke dalam dua alokasi, anggaran belanja langsung Rp 817 miliar dan anggaran belanja tidak langsung Rp260 miliar. (adl)

Revans Tak Sepadan

Liverpool vs Chelsea

MUSIM ini The Reds  (julukan Liverpool) memiliki kesempatan memboyong dua tropi, jika tiga hari lalu tak kalah dari Chelsea pada partai final FA Cup yang berlangsung di Stadion Wembley.

Sayangnya, menghadapi finalis Liga Champios itu The Reds kebobolan dua gol lewat aksi Ramires (11’) dan Didier Drogba (52’) hanya mampu membalas lewat satu gol yang dilesakkan Andy Carrol (64’). Dengan hasil itu maka The Blues (julukan  Chelsea) sukses menyamai pencapaian The Reds yang telah tujuh kali merengkuh tropi FA Cup.

Nah, tak perlu menunggu waktu yang terlalu lama bagi The Reds untuk melakukan revans atas kekalahan di partai final FA Cup tadi. Apalagi, kekalahan di partai final itu terasa  kian menyakitkan jika melihat pencapaian The Reds yang dalam dua pertemuan di musim ini selalu menang di kandang  The Blues, yakni ketika keduanya berlaga di ajang Premier League (1-2) dan pentas Carling Cup (0-2).

“Sebelum pertandingan itu (final FA Cup) kami begitu optimis dapat memenanginya. Dua kemenangan di ajang Premier League dan Carling Cup membuat kami sangat yakin dapat mengulanginya (meraih kemenangan, Red). Tapi, kini kami kecewa,” bilang Kenny Dalglish, tactician Liverpool.
King Kenny (panggilan akrab Kenny Dalglish) pantas kecewa sebab jikapun pada pertandingan dini hari nanti mampu mengalahkan Chelsea tetap saja kemenangan itu tak mampu mengembalikan tropi FA Cup yang telah terlepas. Di sisi lain, posisi The Reds yang kini menempati peringkat kesembilan dengan poin 49 sangat tak memungkinkan untuk didongkrak hingga bisa menembus kelompok empat besar agar bisa berlaga di ajang Liga Champions musim depan. Sungguh ironis untuk sebuah tim sebesar dan setenar Liverpool.

“Kami tahu ini tak berarti apa-apa lagi.  Tapi kami harus mengalahkan mereka,” tandas Dalglish.
Apa yang diungkapkan Dalglish ini diamini     sang kapten. Bahkan secara tegas Steven Gerrard mengatakan bahwa raihan tiga angka di Stadion Anfield wajib hukumnya bagi The Anfield Gank.

“Kami mampu mengalahkan mereka di (Stamford) Bridge. Karenanya meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri bukanlah sesuatu yang mustahil. Kami akan membuat mereka kembali terluka (kalah, Red) seperti saat kami dua kali mengalahkan mereka di (Stamfiord) Bridge akhir tahun lalu,” tegas pemain berjuluk Stevie G itu.

Sikap tak  kalah optimis juga dimiliki kubu Chelsea. Apalagi kini The Blues menempati peringkat keenam dengan poin 61, atau tertinggal lima angka dari Tottenham yang menempatiperingkat keempat dan terpaut empat angka  atas Newcastle yang menduduki peringkat kelima. Artinya, jika Chelsea memenangkan dua laga tersisa, maka Chelsea berpeluang menempati peringkat keempat dan berlaga di ajang Liga Champions musim depan.
“Kemenangan itu (final FA Cup) tak membuat pemain lupa diri. Itu penting karena kami masih memiliki pertandingan yang harus dimenangkan,” bilang Roberto Di Matteo, tactician Chelsea.

Sayangnya, meski Di Matteo memiliki ambisi yang membubung  namun pria berkebangsan Italia ini tak dapat menampik fakta jika The Blues kerap pulang sebagai pecundang  jika tanding di Anfield.

Lihatlah, dari 74 pertemuan yang terjadi di Anfield, tuan rumah menang 47 kali dan hanya kalah 11 kali, dengan 16 pertandingan lainnya berakhir imbang. (*)

Hardy Mulyono Jenguk Syamsul

Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar PG Sumatera Utara (Sumut), Hardy Mulyono mengaku sedang menjenguk mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Hal ini diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut saat dikonfirmasi Sumut Pos terkait ancaman Pengganti Antar Waktu (PAW) oleh DPP Golkar terhadapnyan

Saat pertama dikonfirmasi, Hardy enggan mengangkat telepon. Alasannya, dia tengah menjenguk Syamsul Arifin yang tengah sakit di Jakarta. “Saya lagi menjenguk Pak Syamsul sakit di Jakarta,” kata Hardy melalui layanan pesan pendek ke ponsel Sumut Pos.

Namun, ketika wawancara melalui pesan pendek, Hardy tak menjelaskan alasan kehadirannya di Jakarta selain menjenguk Syamsul yang sakit. Dia hanya menjawab terkait ancaman PAW tersebut. “”Terserah mereka-mereka yang sedang berkuasa saja. Tidak Ada masalah itu,” jawabnya ketika diberi pertanyaan tentang ancaman PAW dan apakah ancaman itu, menurutnya, cocok dialamatkan Partai Golkar?

Jika benar jabatan anggota dewannya dicopot oleh Golkar, Apa rencana ke depan yang akan dilakukannya? Apakah akan pindah ke partai lain atau masih akan bergelut di bidang politik atau bidang lain, atau jangan-jangan memang dirinya sudah berniat hendak keluar dari Golkar?

Untuk beberapa pertanyaan itu, Hardy kembali menunjukkan kepasrahannya. Pria yang biasa berpenampilan plontos ini, mengatakan perjalanan hidupnya ke depan mutlak diserahkannya kepada Tuhan, dan dia tidak ingin berandai-andai.
“Biar saja Tuhan yang mengatur perjalanan hidup kita. Kita jalani saja,” tuturnya.

Namun, saat ditanya apakah benar dirinya akan melakukan gugatan atas reposisi jabatannya di DPD Golkar Sumut oleh DPD dan DPP PG, Hardy tidak menjawabnya. Begitu juga dengan keberadaannya di Jakarta. (ari)