Home Blog Page 13557

30 Persen Pelajar Tebingtingggi Terlibat Prostitusi Terselubung

TEBING TINGGI- Sebanyak 30 persen pelajar setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Tebingtinggi terlibat prostitusi terselubung. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Pemantau Aids dan Narkoba (Lapan) Kota Tebingtinggi Aliyustono didampingi oleh Prayudi Syahputera, Senin (7/5) kepada Sumut Pos.

Protitusi terselubung dikalangan pelajar ini terkesan rapi dan tidak diketahui oleh teman-teman kelasnya. Kendati begitu ada yang membedakan antara pelajar pelaku prostitusi dengan pelajar biasa. Itu bisa dilihat dari penampilan serta gaya hidupnya yang gelamor. “Sepintas tidak bisa dibedakan, tetapi untuk kebutuhan hidupnya lebih dari cukup, seperti memilik HP mahal dan memakai pakain mengikuti model terbaru,” jelas Prayudi Syahputera.

Di Tebingtinggi kata Prayudi, pelajar yang terlibat prostitusi itu berasal dari luar yang tinggal kos di Kota Tebingtinggi. Ada juga yang asli penduduk  Tebingtinggi asli. “ Mereka (pelajar) awalnya tergoda dengan gaya dan penampilan temannya tergolong hidup dalam kemampuan membeli semua barang keperluan dengan mudah, itu yang membuat penarik temannya menjadi ikut masuk prostitusi ini,” ungkapnya.

Untuk mengetahui ciri-ciri pelajar yang sudah masuk kedalam jaringan prostitusi pelajar menurut Lapan dikatakan penampilan mereka menarik, wajah berkmekap dan menggunakan teleoon seluler yang mahal, kebanyakan mereka dari kalangan keluarga pra sejahtera (kurang mampu), karena tidak mendapat kebutuhan ari orang taunya untuk memenuhi kebutuhan itu, mereka palajar banyak terjerat ke lembah hitam.

“Di sekolah, biasanya pelajar perempuan yang masuk kedalam jaringan prostitusi itu tidak masuk pada hari Sabtu dan ada juga pada hari Seninya mereka juga tidak masuk sekolah. Itu dikarenakan anak ayam diboking oleh om-om untuk waktu yang panjang,” ungkapnya.

Bahkan dari mereka akan menipu keluarga serta orang taunya dengan alasan menginap dirumah teman untuk melakukan tugas sekolah, ada juga mereka setiap hari Sabtu membawa perlengkapan pakain rumah untuk ganti baju usai pulang sekolah. “30 persen pelajar setingkat SMA dan SMK yang ada di Kota Tebingtinggi terlibat didalam jaringan prostitusi dikalangan pelajar untuk memuaskan om-om lelaki hidung belang,” kata Lapan.

Kedepan untuk mengatasi permasalahan sosial tentang prostitusi di kalangan pelajar itu Lapan akan membuat sosialisai disekolah-sekolah untuk menghindarkan agar jangan banyak lagi pelajar yang terjerumus kedalam jaringan prostitusi terselubung dan bahaya penyakit Aids yang datang selalu mengintai generasi muda karena bahaya melakukan hubungan sex dengan lawan jenis tanpa hubungan yang resmi.

Hasil penelusuran Sumut Pos yang dilakukan, malam Minggu lalu (5/5) sekira pukul 12.30 WIB disebuah tempat mangkal minum di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi yang berhasil menemui agen (germo) dari para mucikari, IR (25) warga Tebingtinggi seorang Waria mengatakan bahwa untuk memesan cewek masih pelajar harus merogoh kocek banyak, untuk pelajar sekolah berumur 16 tahun atau kelas II SMA harus mengeluarkan uang sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta.

“Itupun hanya untuk kelas short time,” kata IR.

Masih menurut IR, katanya kalau untuk kelas hingga boking satu malam bisa mencapai Rp2,5 juta, itupun dengan garansi pihak germo harus ikut mengawal agar tidak terjadi apa-apa dengan pelajar tersebut. Peraturan dan perjanjian yang dibuat pelaku prostitusi ini kepada pelanggan sex itu harus memakai alat pelindung seperti kondom.

“Itu untuk menghindari supaya tidak terjadi kehamilan pada sang pelajar, kami tetap selalu memberitahunya agar jangan keblabasan,” ungkap IR.
IR kembali menceritakan bahwa untuk pelajar yang masih perawan juga disediakannya, pemesan atau laki-laki hidung belang harus membayar hingga mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta sekali pakai.Itupun tidak gampang untuk mendapatkannya harus butuh waktu sekira 2 bulan untuk dapat yang masih perawan. “ Kebanyakan om-om yang pesan perawan dan masih pelajar dari Kota Medan, mereka menelpon dan meminta pesanan dengan istilah ‘Anak Ayam’, apabila stok ada kami menelpon balik agar menunggu disebuah tempat untuk menjemputnya,” ujar IR.

Masalah komisi yang didapat para Germo ini berkisar Rp1 juta untuk sekali pemesanan anak ayam, itupun kebanyakan yang memesan adalah om-om mata sipit yang berdomisili di Kota Medan.

“Kebanyakan om-om mata sipit itu adalah pengusaha, setelah terjadi tawar menawar diel, langsung masuk kedalam mobil. Hotel yang dipergunakan biasanya tidak di Kota Tebingtinggi melainkan di Kota Pematang Siantar,” bebernya.

Untuk menjerat para pelajar baru agar mau masuk kedalam jaringan prostitusi pelajar ini, IR mengaku harus merayunya dengan berbagai cara untuk bisa menarik hatinya, modusnya berawal dari mengajak untuk makan minum bersama teman-teman anak ayam lainnya hingga beberapa bulan, begitupun juga dengan memberi baju baru dan telephon seluler model terbaru secara cuma-cuma, setelah tertarik dan korban mulai bertanya kepada teman-teman anak ayam, baru ajakan dan bisikan untuk menjual diri di perkenalkan.

“Awalnya sih, mereka pertama menolak, tetapi setelah kita beri pengertian dan  bujukan mereka akan mengikut dan menurut. Apalagi kita memberi doktrin dengan kehidupan yang gelamor serta berkecukupan, pasti mereka akan tertarik dan masuk kedalam prostitusi kalangan pelajar,” ujar IR.
Untuk pengahsilan anak ayam ini biasanya tergantung pesanan dari para lelaki hidung belang, terkadang mereka dalam seminggu bisa mengumpulkan uang mencapai Rp4 juta, tetapi masalah kemana uang dipergunakan oleh anak ayam kita tidak bisa melarang, tetapi menurut IR kebanyakan kehidupan anak ayam ini selalu berpoya-poya dengan membeli berbagai keperluan mereka. “ Kita tidak bisa melarangnya, selalu kita peringatkan agar uang tersebut ditabung,” katanya.

Anak ayam (penyedia sex)  dikalangan pelajar tingkat SMA ini mengaku terpaksa masuk dalam jaringang protitusi terselubung dikarekan oleh berbagai sebab, seperti karena merasa kecewa setelah putus dengan pacarnya melakukan hubungan intim, karena brokem home di keluarga dan karena terpengaruh kehidupan gelamor serba kecukupan.

Salah seorang pelajar SMA Negeri di Kota Tebingtinggi sebagai anak ayam, RS (16) warga Kota Tebingtinggi mengatakan dirinya masuk kedalam jaringan prostitusi terselubung ini dikarenakan bujuk rayu dari teman-temannya yang sudah jadi anak ayam, mereka berpenampilan menarik, hidup gelamor, pakaiannya trend terbaru, handphon terbaru serta bisa memenuhi kebutuhan lainnya. “ Tertarik aja om, awalnya coba-coba terakhir jadi ketagihan,” aku RS dengan polos kepada Sumut Pos malam itu.

Sementara itu Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tebingtinggi Ir OKi Doni Siregar ketika dikonfirmasi mengatakan sangat menyangkan para pelajar setingkat SMA banyak terjerebak masuk kedalam prostitusi di kalangan pelajar, mereka adalah generasi penerus bangsa, bagaimana nasib bangasa ini kedepan kalau generasi muda wanitanya telah hancur? apalagi perbuatan itu sangat dilarang agama dan menjadi dosa besar yang tak terampuni.
“Kita minta kepada para orang tua untuk lebih sering berkomunikasi dengan anaknya, lihatlah anaknya tanya apabila ada perubahan dratis pada diri anak. Kepada Pemerintah setempat dan pihak Kepolisian untuk terus memberikan penyuluhan kepada para pelajar tanpa dengan rasa bosan atas bahayanya berhubungan badan tanpa hubungan resmi (nikah), Begitu juga dengan NU akan memberikan penyuluhan agama kepada orang tua dan para pelajar,” Oki Doni.  (mag-3)

Pengrajin Oles Tenun Pakpak Bharat Hadirkan Desainer Internasional

PAKPAK BHARAT-Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bekerja sama dengan Dinas Peridustrian, Perdagangan dan Koprasi (Disperinagkop) Kabupaten Pakpak Bharat melaksanakan pelatihan tenun lanjutan dengan menghadirkan desainer professional, Merdi Sihombing.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan kapasitas para penenun khususnya menyangkut motif, kwalitas dan kwantitas bahan tenunan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Pakpak Bharat Made Tirta Kusuma Dewi SSos, di depan puluhan peserta penenun yang akan mengikuti pelatihan selama 14 hari yang ditempatkan di Workshop Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) tepatnya di Desa Teraju Kecamatan Siempat Rube, Senin (7/5).

Dengan melibatkan penenun remaja putus sekolah dan kaum ibu yang belum memiliki pekerjaan tetap, kedepan Dekreanasda dapat membuka ruang pendapatan bagi keluarga dan pengurangan pengangguran, sehingga target memunculkan Kabupaten Pakpak Bharat dari brand oles bermotif seni budaya Pakpak dapat lebih realistis.

“Apalagi kita sudah buktikan pada saat Pameran HUT Aceh Singkil beberapa waktu yang lalu, oles Pakpak habis terjual bahkan kurang” terang Dewi.
Selanjutnya menurut Ketua Dekranasda yang juga merupakan Ketua PKK Pakpak Bharat itu dengan menggunakan zat pewarna dari bahan gambir yang merupakan salah satu target produk unggulan kabupaten (Prukab) dapat bersinergi. “Waktu dekat ini hasil tenun binaan kita akan kita pasarkan,” katanya. (mag-14)

Serampang Duabelas, Tarian Daerah yang Mendunia

Patota Putra Tambunan

Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang berbudaya lisan. Itulah salah satu penyebab banyaknya muncul jenis–jenis perayaan, ritual, pemujaan, maupun tarian yang menggambarkan situasi masyarakat pada masa yang bersangkutan maupun perayaan atau ritual untuk tujuan tertentu.
Seperti yang dilakukan di daerah Serdang Bedagai, Sumatera Utara, tempat asal tarian Serampang Duabelas, tarian daerah tersebut yang telah terkenal ke berbagai negara di seluruh dunia.

Tarian yang merupakan penggambaran kisah perjalanan sepasang cinta kasih ini lahir dan berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian yang diciptakan pada tahun 1940-an ini oleh Sauti ini kembali digubah oleh penciptanya pada tahun 1950 – 1960. Tarian ini awalnya bernama Tari Pulau Sari, sesuai dengan judul lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu lagu Pulau Sari.

Menurut Tengku Mira Sinar yang merupakan Pimpinan Sanggar Sinar Budaya Group dan adalah Putri Kesultanan Serdang, sedikitnya terdapat dua alasan mengapa nama tarian ini diganti. Pertama adalah karena tarian ini bertempo cepat, sedangkan untuk tarian dengan nama awalan ‘pulau’ biasanya bertempo rumba. Kedua, penamaan tari merujuk pada tahap tariannya yang menggambarkan 12 tahap hubungan kasih antara sepasang pemuda Melayu.
Tarian ini menggambarkan sejak pertemuan pertama kedua pemuda Melayu. Tahap selanjutnya dari tarian kemudian menggambarkan awal dari meresapnya cinta dari kedua belah pihak, namun keduanya masih memendam rasa cinta itu dalam dirinya masing– masing.

Setelah memendam rasa itu, kemudian mereka berdua mulai mabuk kepayang oleh cinta yang mereka pendam sendiri. Untuk mengakhiri hal itu, kemudian kedua sejoli mulai memberikan isyarat tanda cinta kepada lawan jenisnya, dan menerima balasan isyarat sesuai yang diharapkan.
Walau demikian setelah menerima isyarat balasan, sang biduan masih sedikit menduga – duga apa maksud sebenarnya dari isyarat yang bersangkutan dan masih belum percaya terhadap kesungguhan si pemuda.

Kepastian hubungan keduanya datang saat si pemudi memberikan jawaban terhadap isyarat yang diberikan dan sang pemuda mengajukan lamaran. Tahap selanjutnya adalah pemuda mengantar mempelai pengantinnya menuju pelaminan dan diakhiri dengan pertemuan cinta kasih antara kedua sejoli yang dilambangkan dengan selendang yang saling bertautan.

Kiprah di Luar Kesultanan Serdang

Walaupun Tari Serampang Duabelas diciptakan dan berkembang pertama kali di daerah Sumatera Utara, tepatnya Kesultanan Serdang di daerah Serdang Bedagai, namun kini tarian tersebut telah dapat dikatakan terkenal di berbagai kota di Indonesia bahkan di dunia. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya pertunjukkan Tari Serampang Duabelas yang telah dilaksanakan di luar daerah Sumatra Utara.

Salah satu pementasan Tari Serampang Duabelas yang baru – baru ini dilaksanakan adalah yang dibawakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat (Permias) di negara bagian Ohio, Amerika Serikat. Tarian Serampang Duabelas dibawakan sebagai salah satu tarian asal Sumatera dalam suatu perhelatan yang bertajuk “Indonesian Night”.

Selain di luar negeri, baru – baru ini Tarian Serampang Duabelas juga sempat 3 kali dibawakan oleh sekelompok mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung yang tergabung dalam Unit Kesenian Sumatera Utara Institut Teknologi Bandung (UKSU ITB). Penampilan Tarian Serampang Duabelas yang pertama kali ditampilkan oleh UKSU ITB adalah pada pagelaran peringatan ulang tahun UKSU ITB yang ke 30 pada akhir tahun 2009 yang lalu yang dihadiri oleh Rektor ITB, Ketua Umum UKSU ITB, serta beberapa orang pendiri UKSU ITB.

Selain penampilan di Bandung, UKSU ITB juga sempat membawakan Tarian Serampang Duabelas sebanyak 2 kali pada gelaran Sumut Expo yang diadakan di Balai Kartini, Jakarta. Penampilan di Sumut Expo ini dihadiri oleh beberapa orang alumni dari UKSU ITB itu sendiri, Wakil Gubernur Sumatra Utara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara, serta Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara turut memuji penampilan para mahasiswa asal Bandung yang telah peduli terhadap tarian daerah Sumatra Utara dan turut melestarikannya dengan cara membawakannya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumut yang juga merupakan alumni UKSU ITB dan juga merupakan salah satu penari saat masih berkuliah di ITB, berharap agar semakin banyak mahasiswa yang peduli terhadap seni dan kebudayaan tradisional Indonesia. Selain dengan menampilkannya secara langsung, beliau juga berharap agar dokumentasi sejarah dan penampilan juga disimpan dengan baik agar dapat menjadi arsip mengenai kesenian dan kebudayaan tradisional Indonesia.

Tarian Serampang Duabelas ini kini hendak dipatenkan sebagai tarian asli dari daerah Serdang Bedagai. Hal ini ditujukan untuk menghindari kemungkinan klaim dari pihak lain di kemudian hari. (*)

Penulis adalah Anggota Unit Kesenian Sumatra Utara Institut Teknologi Bandung.

Cekal Spanduk dan Bendera Besar

KIEV – Senjata tajam, alkohol, narkoba, petasan, hand flare atau suar, dan kembang api memang benda-benda yang secara umum tidak boleh dibawa masuk penonton ke dalam stadion. Tapi, selain itu, Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) juga mencekal sederet item lainnya selama Euro 2012 mengacu rilis kemarin.
Yang menarik perhatian adalah banner atau spanduk maupun bendera. UEFA membuat aturan mengenai ukuran dua item yang boleh dibawa penonton. Yakni, panjangnya tidak boleh melebihi 2 meter dan lebarnya maksimal hanya 1,5 meter.

“Spanduk maupun bendera kecil pun juga tidak bisa sembarangan karena harus terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar. Tiang bendera yang diperbolehkan juga harus memiliki panjang maksimal satu meter dan diameter satu sentimeter”. Demikian rilis UEFA seperti dilansir Kyiv Post.
Regulasi itu memang sempat menuai kritik dari beberapa organisasi suporter kontestan Euro yang terbiasa membawa spanduk besar. Tapi, UEFA tidak bersikap kaku. Bagi fans atau penonton yang ngotot ingin membawa spanduk atau bendera besar masih memiliki kesempatan asalkan mampu melobi UEFA lewat permohonan izin sehari sebelum laga.

Selain spanduk dan bendera, ada pula beberapa benda yang dibatasi ukurannya. Helm, tangga, bangku, kursi lipat, kotak, tas, ransel boleh dibawa masuk ke dalam stadion asalkan dimensinya tidak melebihi 25 sentimeter x 25 sentimeter x 25 sentimeter.
Piranti suara seperti megaphone, klakson, sampai vuvuzela juga dicekal selama Euro. Begitu pula piranti elektronik seperti kamera profesional, kamera video, dan sejenisnya. (dns/jpnn)

Perubahan Manajemen Kuatkan BUMD PD Pembangunan

MEDAN- Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan menggelar diskusi sehari bertajuk “Strategi Managemen Perubahan” dalam rangka kemandirian dan penguatan BUMD PD Pembangunan, di Hotel Royal Perintis, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Senin (7/5).

Direktur Umum/Keuangan/SDM PD Pembangunan Medan, Besri Nazir, yang juga ketua panitia pelaksana, mengatakan, kunci utama peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM) adalah kinerja. ”Diskusi ini bisa menambah nilai SDM staf dan jajaran direksi PD Pembangunan Medan,” ungkapnya.

Besri mengharapkan diskusi ini dapat meningkatkan disiplin dan potensi SDM sehingga memiliki wawasan berpikir dan bekerja lebih baik, dan ini menjadi faktor  utama peningkatan kinerja PD Pembangunan Medan. Diskusi yang dikuti 80 peserta dari jajaran PD Pembangunan Kota Medan dihadir mewakili Pemko Medan, Irwansyah, dengan menampilkan tiga narasumber, yakni Dr Indra Jaya, Drs Jhon Tafbu Ritonga, Direktur PD Pembangunan Kota Medan, HM Harmen Ginting SSos, dan moderator Direktur Operasional Ir M Ichwan Husein Siregar, dan Direktur Pengembangan Rafriandi Nasution MT.

John Tafbu Ritonga memaparkan untuk mencapai hasil kinerja yang baik, jangan protektif dan posesif. Tidak boleh bekerja untuk diri sendiri dan harus didasari kemauan.

“Kuncinya adalah kemauan, dan bekerja tidak boleh untuk diri sendiri. Bekerjalah untuk institusi. Bila ini dilakukan, BUMD mempunyai image yang baik di tengah masyarakat,” pesan Jhon.

Dr Indra Jaya mengatakan PD Pembangunan Kota Medan harus menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menjadi motor penggerak dunia usaha di daerah. Fenomena pembentukan BUMD pada pemerintahan model otonomi daerah dimaksudkan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil deviden BUMD yang disetorkan kepada kas daerah.

“Untuk itu diperlukan komitmen semua pihak untuk melakukan perubahan. Perubahan paling mendasar adalah jiwa kepemimpinan setiap individu yang ingin melakukan perubahan bukan didasarkan intervensi pihak luar melainkan kesadaran melakukan perubahan,” katanya. (azw)

Pusat Pemerintahan Bakal Dipindah

Sukseskan Program Mebidangro

BINJAI- Penyatuan wilayah Mebidangro (Medan-Binjai Deliserdang-Karo) terus digagas Pemko Binjai. Guna mendekatkan diri ke wilayah tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai bakal memindahkan pusat pemerintahannya ke Kecamatan Binjai Timur yang berbatasan langsung dengan Deliserdang dan Kota Medan. Wilayah yang bakal digunakan yaitu lahan eks PTPN2 Sei Semayang seluas 120 hektar.

Lahan tersebut dirancang sebagai pusat pemerintah yang baru menggantikan sejumlah kantor pemerintah lama yang tersebar di Kecamatan Binjai Kota, Binjai Utara, dan Binjai Barat.

Dalam draf rancangan pembangunan komplek kantor pemerintah di Binjai Timur itu, juga bakal dibangun terminal angkutan kota, hutan kota, taman dan berbagai fasilitas umum lainnya.

Saat ini, Pemko Binjai sudah melakukan studi dan pemetaan wilayah terkait lahan yang bakal dijadikan komplek pemerintahan tersebut.
“Kita sudah lakukan studi kelayakan dan pemetaan di lokasi eks PTPN2 yang bakal dijadikan komplek pemerintahan itu,” ujar Kepala Bappeda Binjai melalui Kasi Perencanaan dan Tata Ruang Zulfan, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/5).

Lebih jauh Zulfan menjelaskan, rencana pemindahan kantor pusat pemerintah dari Binjai Kota ke Binjai Timur, sudah sejak lama dicanangkan. Namun, masih terkendala pelepasan lahan karena masih dalam HGU. “Rencana ini sudah mulai dirancang sejak 1995, tapi belum bias terealisasi karena lahan masih berstatus HGU,” ujarnya.

Dan sekarang, lanjutnya, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian BUMN, belum melepaskan wilayah eks HGU PTPN2 Sei Semayang itu, sehingga pembangunannya belum bisa di anggarkan. “Kita masih mengharapkan pemerintah pusat segera melepaskan areal yang kita mintakan itu, sehingga bisa langsung kita rancanganggaran yang bakal dikucurkan untuk pembangunan komplek pemerintahan itu,” bebernya. Tapi sejauh ini, sambungnya, belum ada keputusan pemerintah pusat terkait pelepasan wilayah eks PTPN2 itu ke Pemko Binjai.

Pun begitu, semua rancangan atau gagasan yang bakal dibuat sudah disiapkan. “Rancangan pembangunnya sudah kita siapkan, tinggal menunggu pelepasan lahan saja,” urai Zulfan.

Menurutnya, pemindahan kantor pemerintahan ke Binjai Timur itu, merupakan bentuk penghematan dan evisiensi waktu bagi masyarakat yang ingin berurusan ke Pemko Binjai. Karena, dengan disatukannya sejumlah kantor pemerintahan di suatu lokasi, lebih memudahkan masyarakat untuk menjangkaunya. “Tidak seperti saat ini, kantor-kantor SKPD terpisah di lima kecamatan di Kota Binjai, sehingga menyulitkan dan memperlambat segala pengurusan,” jelasnya.

Jadi, sambungnya, dengan pindahnya pusat pemerintahan di suatu wilayah, masyarakat bisa dengan mudah mendatangi kantor yang ingin disambanginya plus kemudahan pula bagi pegawai pemerintah Kota Binjai untuk berurusan ke Kota Medan dan Deliserdang, karena berbatasan langsung dengan kedua wilayah tersebut. “Jadi dua kemudahan yang bisa dicapai dari perencanaan pemindahan pusat pemerintahan ini,” tuturnya.
Sejauh ini, Pemko Binjai sudah mengajukan rancanangan pembangunan pusat pemerintahan itu ke Mendagri sebagai syarat pelepasan areal eks PTPN2. “Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan Kemendagri terkait usulan itu,” sebutnya.

Dikatakannya pula, dengan adanya perluasan wilayah ini, diharapkan dapat mengurai kepadatan Kota Binjai. “Tujuan utamanya untuk memudahkan masyarakat dan mengurai kepadatan wilayah, karena saat ini jalan-jalan utama di pusat Kota Binjai cukup padat dan menyulit pengendara,” tegasnya.
Terkait kabar bakal dijualnya eks kantor Pemko Binjai dan sejumlah kantor lainnya, Zulfan tak menampik kabar tersebut. “Memang kabarnya ada, tapi saya rasa tidak seperti kabar yang merebak itu, karena itukan asset pemerintah,” katanya. (ndi)

Urus SIM Pakai Simulator Kendaraan

BINJAI- Satuan polisi  lalulintas (satlantas) Polresta Binjai, meluncurkan alat simulator kendaraan roda dua dan roda empat yang dilengkapi layar monitor untuk memahami dan mematuhi rambu-rambu lalulintas sebelum terjun langsung ke lapangan dalam berkendaraan.

Selain itu, alat ini mempermudah masyarakat untuk melakukan uji kendaraan sebelum mengikuti ujian pembuatan SIM. Alat ini juga dilengkapi dengan panduan petunjuk bagi pemula untuk menaiki kedaraan dengan cara yang baik dan benar.

Kasat Lansat Polres Binjai AKP Agus didampingin Kanit Rek Iden Ipda Ali Umar, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (7/5) menerangkan, peluncuran alat simulator kendaraan roda dua dan roda empat ini merupakan bantuan Dir Lantas Poldasu.

“Alat ini  untuk menunjang  kinerja kita dalam menjalankan Undang-Undang No 2 tahun 2002 dan Undang-Undang 22 tahun 2009 tentang keterampilan mengemudi,” tegas AKP Agus.

Menurutnya, hal ini dilakukan guna mempermuda masyarakat sebelum melakukan uji tes draiver untuk mengurus SIM. “Alat ini akan diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mengurus SIM,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, bagi pemohon SIM, tidak lagi diuji di lapangan terbuka, cukup dengan mengendarai alat simulator ini, pemohon sudah bisa mengurus SIM baru, disamping  masyarakat melengkapi persyaratan lainnya.

Bagi pemohon yang tidak lulus dalam ujian menggunkan alat simulator ini, diterangkannya, pemohon SIM diberikan kesempatan mengulang tanpa mengajukan permohonan baru. Dan kesempatan pertama itu dilakukan empat belas hari setelah pemohon dinyatakan tidak lulus. “Ujian menggunkan alat simulator ini dinyatakan lulus, jika nilai minimal setiap pemohon SIM minimal 60 disetiap jenis materi yang diujikan,” tegas AKP Agus. (ndi)

Khawatir Mantan

Persegres vs PSMS

GRESIK – Persegres Gresik membutuhkan kemenangan untuk menjawab kepercayaan manajemen. Persegres pun harus bisa membuktikannya saat menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di stadion Petrokimia Gresik, sore ini.

Kemenangan atas PSMS nanti bias bermakna ganda bagi Persegres. Tiga poin tambahan dari laga tersebut bisa menjaga peluang Persegres masuk ke posisi sepuluh besar. Selain itu, kemenangan dipercaya bisa mengembalikan kepercayaan publik Gresik kepada klub berjuluk Laskar Joko Samudro itu.
Menghadapi PSMS, Uston Nawawi dkk memiliki bekal bagus untuk mengamankan tiga poinnya. Sebab, di putaran pertama lalu mereka mampu mempermalukan PSMS di Medan dengan skor tipis 1-0. Namun, pelatih Persegres Abdurrahman Gurning tidak mau terlalu sesumbar dengan target tersebut.

“Walaupun dulu kami bisa menang, belum tentu untuk besok (hari ini, Red) kami bisa mengulanginya. Mereka sekarang secara komposisi sudah berbeda dari yang dulu. Pasti mereka juga sudah tahu kekuatan kami,” ujar Gurning usai sesi coba lapangan, pagi kemarin (7/8).
Selain berbekal rekor bagus, Gurning juga dipastikan bisa menurunkan skuad full team. Beberapa pemain seperti Anang Ma’ruf, Rachmat “Poci” Rivai dan Claudio Pronetto yang sebelumnya absen kemungkinan besar sudah bisa dimainkan. Hanya, persiapan mereka relatif pendek pasca melakoni laga tandang di Papua.

Gurning mengakui, timnya tidak memiliki banyak waktu latihan persiapan di Gresik. Mereka baru tiba di Gresik pada Sabtu malam lalu (5/5). “Praktis kami hanya memiliki waktu sehari saja. Komposisi tim saja baru kami siapkan dalam latihan sore kemarin (Minggu sore, Red),” ungkap Gurning.
Menurut Gurning, timnya sudah siap meladeni perlawanan PSMS. Dua pemain langsung menjadi perhatiannya. Yaitu penyerang asing Osas Marvelous Ikpefua dan gelandang eks timnas Slovenia Nastja Ceh. “Keduanya motor tim. Kami siap mematikan pergerakan kedua pemain itu,” pelatih yang pernah menjadi pemain pilar PSMS itu.

Persegres sah-sah saja berambisi mempertahankan tiga poin demi memperbaiki rekor kandangnya. Tapi, PSMS tentu memiliki ambisi besar untuk mengalahkan Persegres. Sekalipun Persegres nantinya bakal didukung puluhan ribu Ultras, sebutan pendukung Persegres.

“Kami kesini tidak untuk kalah. Kami bertekad untuk revans dari kekalahan putaran pertama lalu. Minimal kami akan berusaha mencuri poin di sini,” tutur caretaker pelatih PSMS Suharto. Duo mantan penggawa PSMS Gustavo Chena dan Gaston Castano pun menjadi perhatiannya.

Sayang, untuk memuluskan ambisi tersebut amunisi Suharto gembos di  lini pertahanan dan tengahnya. Klub berjuluk Ayam Kinantan itu tidak akan diperkuat Zulkarnain dan Denny Rumba yang masih dalam pemulihan cedera. Sedangkan Anton Samba dan Alamsyah Nasution terkena akumulasi kartu kuning. (ren/jpnn)

Dihantam Ombak, Nelayan Hilang

BELAWAN- Badai di laut kembali menelan korban. Setelah dihantam ombak besar, seorang nelayan, Abdul Halid (22) warga Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan dikabarkan hilang, setelah kapal ikan yang ditumpanginya tenggelam dihantam ombak di Perairan Selotong Jaring Halus Kabupaten Langkat Senin (7/5) kemarin.

Informasi diperoleh menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika kapal ikan dengan alat tangkap pukat (jaring) langgai ditumpangi sekitar 4 orang nelayan berlayar dari Perairan Belawan menuju ke arah perairan Langkat untuk menangkap ikan dan udang, meski kondisi cuaca saat itu kurang bagus.
Setibanya di Perairan Selotong Jaring Halus Kabupaten Langkat, sekira pukul 03.00 WIB para korban kemudian menurunkan pukat ke laut. Tak berapa lama, ombak diperkirakan setinggi dua meter datang dan langsung menghantam kapal ikan yang mereka tumpangi. Akibat hempasan ombak tersebut, para nelayan terlempar ke laut.

Setelah beberapa jam berang di laut, tiga orang nelayan diselamatkan oleh kapal ikan milik nelayan lainnya yang kebetulan melintas disekitar perairan tersebut. Sedangkan, Abdul Halid dinyatakan hilang setelah upaya pencarian telah dilakukan oleh para nelayan, namun tak kunjung ditemukan.
Kasubdit Penegak Hukum (Gakkum) Direktorat Polair Polda Sumut, AKBP Burhanuddin Desky ketika dikonfirmasi Sumut Pos mengaku belum ada menerima laporan terkait hilangnya seorang nelayan akibat kapal ikan yang ditumpanginya tenggelam dihantam ombak. “Saya belum ada menerima laporan soal nelayan hilang dihantam ombak di laut,” tandas Desky.

Terpisah, Irwansyah salah seorang petugas Basarnas Belawan saat ditanyai seputar tragedi yang menenggelamkan kapal ikan nelayan usai dihantam gelombang laut dimaksud membenarkan. Dikatakannya, petugas kapal patroli Basarnas saat ini masih melakukan upaya pencarian terkait hilangnya seorang nelayan.”Upaya pencaharian masih dilakukan terhadap seorang nelayan yang dinyatakan hilang,” kata Iwan saat dihubungi. (mag-17)

Seleksi Timnas U-22 tak Maksimal

MEDAN- Seleksi timnas U-22 masih belum juga berjalan maksimal. Padahal tim U-22 akan dipersiapkan menghadapi Piala AFF U-22 Zona Asia Grup E pada 23 Juni-3 Juli mendatang di Riau. Banyak pemain yang dipanggil mengikuti seleksi belum hadir karena tidak mendapat izin klub.

Kondisi ini diakui Asisten pelatih Timnas U-22, Widodo C Putro sangat menghambat persiapan timnas. Seleksi yang sudah berjalan seminggu baru dihadiri 17 pemain dari target 30 pemain. Para pemain yang bersedia hadir masih dari kompetisi IPL maupun Divisi Utama. Sementara para pemain ISL belum bergabung.

“Seleksi susah berjalan satu minggu. Masih  17 orang yang gabung sambil seleksi berjalan, karena kompetisi masih cukup padat. Sebenarnya target 30 orang dengan para pemain dari ISL. Tapi mereka belum bergabung ke Yogya,”  ujar Widodo C Putra, Asisten Pelatih Timnas U-22 di Stadion Teladan, Medan, Minggu (6/5) kemarin.

Namun Widodo tidak mau ambil pusing dengan para pemain yang enggan bergabung. Ia memilih memaksimalkan pemain yang ada karena cedera. “Yang jelas kami mengundang. Itu yang penting. Mau datang atau enggak, seleksi jalan terus,” ungkapnya.

Meskipun AFF Cup U-22 bukanlah target utama pembentukan tim ini namun Widodo tak ingin sekadar numpang lewat tanpa prestasi. “Target kami bukan di AFF, melainkan Sea Games tahun depan. Tapi, tentu saja kami enggak mau berusaha di ajang AFF. Dan, bukan hanya sekadar ikut di AFF,” jelasnya.
Tidak hanya pemain ISL, klub Divisi Utama seperti Pro Duta sempat enggan memberikan pemainnya karena tidak mendapat izin pelatih. Alasannya Kuda Pegasus masih membutuhkan dua pilarnya itu di kompetisi.

Namun Ghozali dan Rahmat Hidayat akhirnya bergabung pasca menjalani pertarungan Divisi Utama PSSI kontra Persitara kemarin. Mereka tidak ikut rombongan ke Medan namun langsung ke Yogyakarta. “Saya sudah ke Yogyakarta untuk seleksi timnas. Jadi tidak ikut rombongan ke Medan,” ujar Ghozali kemarin. (mag-18)