Home Blog Page 13559

Boyong 18 Pemain ke Padang

MEDAN- PSMS IPL boyong 18 pemain untuk melakoni persiapan menghadapi Semen Padang di Stadion H Agus Salim Padang, Senin (7/5) sore. Skuad Ayam Kinantan bertolak menuju Padang Sumatera Barat pada Minggu (6/5) siang.

Usai tiba di lokasi, dijadwalkan sore atau malam harinya, PSMS langsung menggelar uji coba Stadion H Agus Salim. “Tim berangkat Minggu (6/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Jarak Medan-Padang tak terlalu jauh, jadi kami akan langsung menggelar uji coba stadion sore atau malam harinya,” ungkap sekretaris tim PSMS Heru, Jumat (4/5).

Namun Heru mengaku, pihaknya belum bisa memberikan nama-nama pemain yang berangkat lantaran daftar pemain baru akan diserahkan pelatih PSMS Fabio Lopez, besok (Hari ini) sore.

Meski demikian, PSMS yang dipastikan tidak diperkuat dua pemainnya, bek Goran Gancev dan gelandang Ahn Hyo Yeon akibat akumulasi kartu kemungkinan akan memaksimalkan peran Fadli Hariri dan Denny Wahyudi di lini belakang. Di lini tengah, pemain anyar Ronny Firmansyah akan berjibaku bersama Tri Yudha Handoko dan Heri Suwondo.

Di lini depan, Rinaldo, Julio Cesar Alcorse dan Andrea Abu Bakar akan menjadi tumpuan ujung tombak.

Itu pula yang menjadikan skuad Semen Padang sedikit bisa bernafas lega. Absennya Goran, dirasa menjadi angin segar bagi Semen Padang bisa meraih poin di kandang. “Goran Gancev tidak bisa main, itu satu hal yang kami syukuri jelang pertandingan melawan PSMS,” ungkap media officer Semen Padang Ronny Suhatril, ketika dikonfirmasi, Jumat (4/5).

Memang, Semen Padang dipastikan tidak akan diperkuat bomber andalannya Edward Junior Wilson yang terkena akumulasi kartu. Namun begitu, konsentrasi penuh PSMS diperlukan menutup sekecil apapun peluang Semen Padang menciptakan gol. (saz)

Koordinasi Buruk

PERSIBA vs PSMS

MEDAN- Buruknya koordinasi antar lini skuad PSMS berakhir skor telak 3-1 atas Persiba Balikpapan di Stadion Persiba Komplek Pertamina Parikesit, pada lanjutan ISL, Jumat (4/5) sore.

Gol PSMS satu-satunya berasal dari tendangan bebas playmaker asal Slovenia Nastja Ceh di menit 19. Sementara dua gol dari Persiba dicetak striker Persiba Kenji Adachihara menit ke-44 dan 49. Dan sebelumnya rekanan setimnya Shohei Matsunaga telah membobol gawang PSMS yang dikawal Eddy Kurnia pada menit 35.

Dengan kemenangan ini, selain sukses melakukan revans, Persiba juga berhasil merangsek ke posisi empat klasemen sementara ISL dengan torehan 36 poin dari 22 pertandingan. Sementara PSMS harus puas berada di peringkat 12 dengan koleksi 25 poin dari 23 laga.

Mengomentari hal ini, karteker pelatih PSMS Suharto AD mengaku lini pertahanan skuad besutannya sangat lemah. “Pemain sangat kurang mengcover lawan. Dua gol pertama Persiba harusnya tak terjadi. Rahmad yang kurang sigap membuat Matsunaga dan Kenji leluasa bergerak dan mencetak gol. Tapi, pemain lain juga harusnya membantu melakukan cover,” ungkapnya saat dihubungi Sumut Pos  usai laga.

Pelatih berkepala plontos ini juga menuturkan, parahnya koordinasi antar lini  PSMS menyebabkan lini tengah tim berjuluk Beruang Madu itu dengan mudah mengirimkan umpan-umpan matang. “Di babak pertama kita tampil bagus. Semangat dan kemampuan meredam serangan Persiba lebih baik dari perkiraan. Tapi, usai gol pertama sebagai penyeimbang, anak-anak kehilangan konsentrasi. Apalagi di babak kedua semangat tim juga jauh berkurang,” tutur Suharto.

Suharto juga mengeluhkan faktor lapangan yang cukup becek. Menurutnya, karena permasalahan itu, Nastja Ceh dkk memporsir tenaga. “Ini memang tak bisa dijadikan alasan kekalahan. Tapi, Persiba memang bermain luar biasa bagus kali ini.  Kami kesulitan, dan lini pertahanan membuat kesalahan ” ujarnya. (saz)

Pegawai Lapas Tanjung Gusta Kedapatan Miliki Bong dan Sisa Sabu

Ditangkap Bersama Istri Kedua

MEDAN-Direktorat Reserse Narkoba Poldasu menangkap seorang pegawai Lapas Tanjung Gusta, Agus Atmaja (45) istrinya  Bahrain Fanny (24), di rumahnya Jalan Amaliun, Gang Kampung Boyan, Medan Area, Kamis (3/5) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Dari hasil penggerebekan polisi menyita alat isap (bong), sisa sabu-sabu (bong) dan senjata soft gun serta mobil Avanza BK 1501 KF warna hitam.
Direktur Ditresnarkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto menyebutkan, penggerebekan tersebut berdasarkan informasi masyarakat.
“Dari informasi masyarakat, tersangka merupakan bandar narkoban dan bukan pengedar. Namun sayangnya petugas kita belum bisa menyita dan menemukan barang bukti di kediaman tersangka. Yang berhasil kita sita hanya bong dan ada sisa sabu-sabu,” jelas Andjar.

Disebutkannya, istri tersangka juga masih dimintai keterangan. “Suaminya mengaku masih sebatas menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Istrinya belum ditetapkan sebagai tersangka, penetapan sebagai tersangka menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) untuk pengecekan tes urine,” ungkapnya.

Dikatakannya, Bahrain Fanny merupakan istri kedua tersangka yang dinikahi pada tahun 2010. Dari istri pertama bernama Susi Yanti memiliki anak dua.
“Bahrain Fanny kenal dengan tersangka di salah satu diskotek di Medan. Tersangka pertama bertugas Lapas Klas II Banda Aceh,” jelasnya.

Dijelaskannya, petugas masih terus mengembangkan untuk mengungkap kasus peredaran narkoba yang dilakukan oleh tersangka. “Agus Atmaja kita curigai merupakan pemasok narkoba ke Lapas Tanjung Gusta Medan dan ada kaitannya dengan jaringan bandar narkoba yang di DPO berinisial IC,” paparnya.

Sementara tersangka yang ditanyai wartawan tidak banyak berkomentar. Setiap pertanyaan wartawan selalu mendapat jawaban tidak ada.
“Tidak ada itu,” ucapnya singkat.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum dan HAM Sumut, Baldwin Simatupang mengatakan, akan memecat anggotanya yang terlibat dalam kasus narkoba.

Dia juga mengatakan bahwa proses hukum pada anak buahnya diserahkan pada hukum yang berlaku.
“Saya tidak akan melindungi anggota saya yang terlibat narkoba. Biar hukum yang memprosesnya. Sangsi bagi pegawai yang terlibat narkoba akan kita ajukan untuk proses pemecatan,” ujar Baldwin Simatupang.

Baldwin Simatupang juga menyatakan, bahwa ia sudah sudah melakukan berbagai upaya penekanan agar pegawai lapas, rutan, untuk tidak tersangkut masalah narkoba. (gus/rud)

Senjata Api Itu Milik Korban…

Pengakuan Tersangka Penembak

MEDAN-Senjata api (senpi) jenis revolver yang digunakan tersangka Dedi Arianto Nasution (30) membunuh temannya Irwansyah Putra (30), berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

“Senjata api yang saya gunakan itu milik Irwansyah Putra. Kami mendapatkan senjata api itu dari Aceh. Saya saat itu (Senin 30 April 2012) mengantarkan uang Rp1.500.000 ke rumah korban yang berada di Kompleks Panggon, Pasar V Marelan. Saat itu dia berada dalam kamar sedang membersihkan senjata apinya,” tutur tersangka Dedi Arianto Nasution. Kemudian, kata Dedi, dia bertanya kepada korban, dari mana senjata itu didapat. Lalu korban menjawab senjata ini dari Aceh.

“Saya kembali bertanya kepada korban, kapan kepastian uang itu dikembalikan. Karena uang itu milik ibu angkat saya. Sambil menunggu uang itu dikembalikan korban saya pun menginap di rumahnya selama tiga hari. Tapi tidak juga dikembalikan oleh korban. Akhirnya saya mengajak korban ke rumah Ronal (teman korban) di Desa Bintang Meriah Kecamatan Batang Kuis,” terang tersangka.

Dedi Arianto Nasution menjelaskan, setelah sampai di rumah Ronal, korban pun menumpang mandi. Saat korban sedang mandi tersangka mengambil senjata api itu dari jaket korban 3 Mei 2012 sekira pukul 10.00 WIB.

Kemudian korban mencari senpinya dan dirinya langsung menuduh bahwa Dedi yang mencuri senpinya. Kemudian dengan emosi Dedi langsung mencari keberadaan pelaku bersama Ronal. Mengetahui pelaku berada di Gang Seram, korban langsung menghampiri pelaku, Melihat korban dan pelaku berjumpa, Ronal pun memilih menjauhi keduanya dengan meninggalkan lokasi kejadian.

Kemudian korban mendatangi pelaku di Jalan Letda Sujono, Gang Seram. Adu mulut pun terjadi.

“Dia (Irwansyah, Red) sempat berjanji akan membayar setelah beraksi merampok, namun aku tidak percaya, aku suruh pergi, kalau tidak aku tembak. Karena dia terus mengikutiku dia ku tembak,” kata pelaku, sambil digiring petugas masuk ke dalam sel.

Setelah melihat korban terkapar tidak berdaya pelaku langsung melarikan diri ke rumah ibu angkatnya.

“Setelah terkapar di tanah aku melarikan diri ke Jalan Kelambir V Lorong Tower, Medan Sunggal tempat tinggal ibu angkatku bernama Eti Hartati,” jelas tersangka.

Korban dan pelaku baru saja berkenalan seminggu. Sedangkan Ronal dengan tersangka sudah kenal sekitar enam bulan yang lalu.

Kasat Reskrim Kompol M Yoris Marzuki mengatakan, senjati api jenis revolver yang digunakan tersangka didapat dari Aceh milik Herman yang sudah tewas dalam penembakan.

“Tapi kami akan terus melakukan penyelidikan dan masih mengejar seorang berinisial R yang juga menyaksikan aksi penembakan itu. Untuk saksi, kita sudah memeriksa enam orang terdiri dari warga sekitar dan pihak keluarga korban,” tukas M Yoris Marzuki.

Yoris menyebutkan, pelaku sudah lima kali melakukan kejahatan Tapi, dari catatan polisi sudah empat kali ditangkap dalam kasus yang berbeda yakni, tahun 2002-2007 kasus pembunuhan, 2007-2008 kasus narkoba jenis sabu-sabu, 2008-2010 serta 2011 kasus pencurian kendaraan bermotor.
Menurut Yoris, tersangka dan rekan-rekannya satu kelompok mengaku polisi saat melumpuhkan korbannya. Sedangkan senjata api milik korban.
“Pelaku sudah merencanakan pembunuhan itu, terlihat pelaku mencuri senpi korban saat korban mandi di rumah rekannya,” ucap Yoris.
Yoris menjelaskan korban terkena tembak di bagian perut sebelah kiri mengakibatkan korban tewas. (gus)

Gaji Honorer Diskominfo Dipotong

MEDAN-Puluhan tenaga honorer di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Medan mengeluh. Pasalnya, gaji dua bulan terakhir dipotong tanpa diketahui penyebabnya.

Pemotongan bervariasi mulai Rp200 ribu-Rp300 ribu.

“Sudah dua bulan belakangan ini gaji kami setiap bulan dipotong. Kami tidak tahu apa penyebabnya, kenapa gaji yang kami terima setiap akhir bulan tidak sesuai dengan gaji pokok kami,” kata tenaga honorer Diskominfo Medan yang minta namanya tidak ditulis, Jumat (4/5)n
Dikatakannya, setiap bulan tenaga honorer di Diskominfo Medan menerima gaji sebesar Rp1.325.000. Namun, sejak bulan Maret 2012 gaji yang diterima tidak sesuai dengan yang seharusnya.

“Kalau gaji dinaikkan tidak masalah, ini malah dipotong pula. Padahal, kami bekerja sesuai dengan prosedur yang ada, tetapi kenapa pula gaji kami dipotong. Ini ada apa?” ucap pria yang sudah dua tahun bekerja di Diskominfo Medan itu.

Menurutnya, pimpinan SKPD harus bisa memberikan penjelasan apa alasan memotong gaji. “Kalau memang kami bekerja ada yang salah, tolong diberitahu. Jangan dilakukan pemotongan gaji tanpa adanya alasan yang tepat. Kalau seperti ini apa tidak menyesengsarakan kami,” ucapnya.
Kenapa tak protes? “Ah, bisa gawat nanti. Takutnya kami malah di keluarkan pula, padahal kami masih mau bekerja untuk bisa menafkahi keluarga,” bebernya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Medan, Zulkifli Sitepu yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahuinya. Dirinya berjanji akan segera melakukan penyelidikan.

“Ah, tidak benar itu. Kalau begitu saya akan menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan,” pungkasnya singkat.(adl)

Sistem IMB Keliling

Dinas TRTB Medan mempermudah pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) dengan menempatkan petugasnya di kantor Camat. Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kadis TRTB Medan, Syampurno Pohan.

Apa alasan dilakukan seperti itu?

Dengan sistem tersebut diharapkan persoalan kesulitan pengurusan perizinan bisa teratasi dengan penerapan sistem IMB keliling. Hal itu juga sebagai upaya Dinas TRTB Medan menjemput bola, sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan perizinan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Ya, dengan terobosan baru yang disebut Sistem IMB Keliling ini, masyarakat atau pengusaha tidak perlu lagi ke Kantor Dinas TRTB untuk mengurus IMB. Jadi semuanya bisa langsung melakukan pengurusan ke kantor Camat, dengan menyediakan petugas dari Dinas TRTB Medan.

Bagaimana tahapan kerjanya?
Untuk tahap pertama, Dinas TRTB Medan akan menerapkan sistem ini di Kecamatan Medan Belawan. Kecamatan ini dijadikan pilot project karena menjadi basis industri. Penerapan sistem IMB keliling pada kecamatan tersebut dikarenakan pada daerah itu belum ada unit pelaksana teknis (UPT) untuk mempermudah berbagai pengurusan.

Apakah itu akan membantu masyarakat?
Pemko sudah seharusnya memberikan fasilitas kepada masyarakat Medan Utara yang selama ini selalu kesulitan melakukan pengurusan izin. Masyarakat tidak perlu lagi repot ke kawasan pusat pemerintahan yang letaknya jauh dari daerah itu.

Bagaimana penindakan terhadap bangunan tak berizin?
Kita terus melakukan peninjuan ke lokasi dengan menurunkan tim melakukan pemantauan. Bila ada ditemukan bangunan yang tidak memiliki izin, tim terpadu akan langsung melakukan pembongkaran terhadap bangunan tersebut. Namun, bila pemilik bangunan koperatif untuk mengurus izin kita akan sangat senang. (*)

19 Anggota Dewan Dukung Perubahan Perda PBB

MEDAN-19 anggota DPRD Medan dari 8 fraksi mendukung Hak Inisiatif Perubahan Peraturan Daerah (Perda) No 3 Tahun 2011, tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Ke-19 anggota DPRD Medan tersebut di antaranya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Salman Alfarisin Juliandi Siregar, Jumadi, Zulmorado Slawat Siregar, Surianda Lubis dan Muslim Maksum. Fraksi Partai Demokrat diantaranya A Hie, Dianto MS, Khairuddin Salim, HM Faisal Nasution, Fraksi PDIP, Roma P Simaremare dan Hasyim SE, kemudian 2 anggota DPRD dari Fraksi Golongan Karya Ferdinand Lumban Tobing dan Ilhamsyah.
Sementara itu dua anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS)  Jony Nadeak dan Budiman Panjaitan, 1 dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) H Yusuf dan 1 dari Fraksi Medan Bersatu Godfried Effendi Lubis.

Budiman Panjaitan mengatakan, perda tersebut sudah memberatkan masyarakat, sehingga dewan harus memperjuangkan agar segera di revisi.
“Perda ini telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Untuk itu tidak ada kata  lain harus segera direvisi,” kata Sekretaris F-PDS DPRD Medan itu.
Budiman mengingatkan agar jangan  ada pihak-pihak yang coba menggagalkan revisi Perda ini, karena kenaikan 100 hingga 150 persen tersebut cukup membebani masyarakat.

Hal senada juga dikatakan Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Medan, Ilhamsyah. Menurutnya, hak inisiatif ini dilakukan dalam rangka menyahuti keluhan masyarakat.

Untuk itudia meminta usulan hak inisiatif ini harus menjadi acuan serius bagi Pemko Medan, khususnya terhadap pasal 5 ayat a dan b Perda No 3 tahun 2011 tersebut.

“Tidak ada persekongkolan antar DPRD Medan dan Pemko Medan, kami yakin hak inisiatif ini bisa berjalan sebagaimana mestinya dalam rangka menyahuti aspirasi rakyat,”ujarnya.

Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy dalam suratnya No 188.342/4194 tertanggal 2 Mei 2012 prihal penyampaian usul hak inisiatif anggota DPRD Kota Medan, mempersilahkan kepada anggota DPRD Medan untuk mengajukan hak inisiatif.

Masyarakat Bisa Menggugat

Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan bisa ditolak oleh masyarakat dengan menggugat pemberlakuan Perda Nomor 3 Tahun 2011ke Mahkamah Agung (MA).

“Perda PBB yang dinilai merugikan masyarakat banyak bisa saja digugat ke MA. Ini merupakan hak dan kewenangan rakyat dan tidak bisa dilarang,” kata praktisi hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU), Pedastaren Tarigan.

Dikatakannya, Indonesia adalah negara hukum dan siapa saja warga Indonesia berhak mengajukan upaya hukum.
“Gugatan tersebut diajukan ke MA, tujuannya adalah tidak lain untuk membatalkan Perda Nomor 3 Tahun 2011 yang diberlakukan Pemko Medan terhadap masyarakat,” ucap Pedastaren.

Dijelaskannya, dalam melayangkan gugatan perdata ke MA itu, tentunya masyarakat Medan melakukannya secara class action (perwakilan masyarakat).
“Jadi, gugatan perlindungan hukum tersebut dilakukan melalui perwakilan masyarakat  dan didaftarkan ke PN di daerah setempat,” jelasnya.
Menurutnya, Perda yang dianggap merugikan rakyat, sah-sah saja dilakukan upaya hukum ke MA. Hal-hal yang seperti ini sudah biasa dilakukan masyarakat dan bukan hal yang baru. Karena itu, Pemko Medan sebelum mengeluarkan suatu kebijakan baru melalui perda harus dipikirkan secara matang dan  jangan sampai menimbulkan protes atau merasa keberatan dengan lahirnya perda tersebut.

Bahkan, lanjutnya, perda yang baru dikeluarkan tersebut  membuat masyarakat tersentak dan terkejutnya. Dimana dalam ketentuan perda itu dijelaskan bahwa PBB mengalami kenaikan hingga mencapai 150 persen, sehingga masyarakat banyak yang keberatan dan tidak menerima kebijakan yang dianggap tidak membela rakyat.

“Sampai-sampai ada warga Medan melakukan unjuk rasa yang memprotes perda itu dan meminta peraturan daerah yang menyengsarakan rakyat dibatalkan dan tidak perlu diterapkan,” ucap Pedastren.

Ditambahkannya, masyarakat juga menilai kenaikan PBB  yang di atas 100 persen itu adalah sangat keterlaluan dan Pemko Medan tidak lagi memperhatikan kondisi warga yang perekonomian rakyat yang semakin sulit. Pemko Medan harus memperhatikan keadaan ekonomi masyarakatnya dan tidak seenaknya menaikkan pajak PBB tersebut.  (adl)

Digebuki Suami

Halimah Hasibuan (43), warga Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancurbatu mengadu ke Mapolsekta Pancurbatu, Kamis (3/5). Pasalnya, Halimah digebuki suaminya Suwarsino alias Kartolo (50) hingga babak belur.

Informasi yang dihimpun, Halimah sudah pisah ranjang dengan suaminya selama 8 bulan. Sebelum kejadian, Halimah menjemput anaknya, Ali Akbar  yang tinggal bersama suaminya di Dusun Kuta Lepar, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu.

Niat Halimah untuk kembali menyekolahkan Ali Akbar. Tapi tak mendapat restu dari suaminya. Akibatnya, keduanya terlibat adu mulut. Kartolo pun jadi emosi dan langsung memukuli istrinya tersebut hingga lebam-lebam. Takut jadi bulan-bulanan suaminya Halimah pun meyelamatkan diri. Setelah itu Halimah pun mendatangi Mapolsek Pancurbatu dan melaporkan perbuatan suaminya itu.

“Aku hanya mau menjemput anakku yang ada sama dia, aku mau menyekolahkan anakku itu, karena sama dia anakku itu tak sekolah lagi dibuatnya. Begitu aku sampai di sawah itu, dia (Kartolo) langsung bentak aku, katanya ngapain kau kemari, jangan kau ke sini lagi, gitu katanya. Terus aku bilang lagilah, biar aku masukkan dia kembali ke sekolah,” ujar ibu empat anak itu.

Dikatakan Halimah, pisah ranjang karena sering cekcok.

“Dia sudah tidak suka lagi samaku, dia itu ada wanita lain, perempuan itu masih muda dan cantik. Makanya aku ditinggalkannya,”ujar Halimah.
Mendapat laporan, petugas Reskrim pun langsung bergerak cepat dan menjemput Kartolo yang tengah asyik bekerja di ladang. Kartolo juga mengaku kalau istrinya saat datang ke ladang tempatnya kerja langsung marah-marah dan terus-terusan menuduhnya selingkuh.

“Aku terus-terusan dituduh selingkuh, padahal itu tidak ada,  aku saja tinggal di ladang orang dan tempat tinggalku hanya gubuk berdinding tenda koyak-koyak. Pakaian aja yang lengket di badan ini,” ujar Katolo.

Kapolsek Pancurbatu, AKP S Siagian melalui Kanit Reskrim Iptu Gunawan SH saat dikonfrimasi membenarkan laporan tersebut. (roy/smg)

Medan Belawan Gotong-Royong

MEDAN- Mewujudkan Medan yang bersih dan asri, Jumat (4/5), pukul 17.30 WIB  jajaran Kecamatan Medan Belawan melakukan aksi gotong-royong membersihkan drainase di sepanjang Jalan Yos Sudarso di Kelurahan Belawan Bahari. Aksi ini juga sekaligus dibarengi penanaman bunga dan pembuatan pot di sepanjang jalur hijau jalan tersebut.

“Aksi gotong-royong ini sebetulnya dilakukan pada Sabtu dan Minggu pagi. Kebetulan ada waktu luang, kami bersama muspika dan aparatur kelurahan Belawan Bahari sepakat melakukannya hari ini,” ungkap Camat Medan Belawanm Andi Syukur Harahap.

Andi mengatakan aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari program penataan wilayah dalam mewujudkan kota Medan yang bersih dan bebas dari sampah sesuai arahan Wali Kota Medan Rahudman Harahap.

“Kami ingin  kebersihan di Kecamatan Medan Belawan ini terjaga secara baik. Medan Belawan ini kan identik dengan kecamatan yang dikeliling laut, jadi setiap kali air pasang banyak sampah yang meluap hingga ke badan jalan,” ujarnya.

Dia menyadari mewujudkan kecamatan Medan Belawan yang asri dan nyaman tentunya tak luput dari partisipasi masyarakat untuk konsisten menjaga kebersihan lingkungan tinggal mereka.

Jika lingkungan tertata di lingkungan masing-masing pastinya warga juga akan menikmati kehidupan yang lebih nyaman. ‘’Dalam lingkungan yang bersih itu akan terbentuk masyarakat yang sehat dan bebas dari penyakit,” dia menambahkan.
Dalam menjaga konsistensi kebersihan ini, menurut Andi, dirinya senantiasa warga di wilayah  kerjanya agar membuang sampah di tempatnya dan menanam pohon di lingkungan tinggal mereka. (omi)

Masjid Al-Ikhlas Dibangun Kembali

MEDAN-Acara refleksi 1 tahun penghancuran Mesjid Al-Ikhlas Jalan Timor Medan digelar Aliansi Ormas Umat Islam Pembela Masjid, sejak Kamis (3/5) malam hingga Jumat (4/5) petang.

Acara Tabligh Akbar dimulai setelah salat Jumat dengan khatib, Rafdinal MAP, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan. Rafdinal menegaskan tiga hal yaitu konsistensi atau istiqamah perjuangan, keikhlasan dan strategi perjuangan. Setelah itu, Tabligh Akbar diisi Ketua BKM Al-Ikhlas Jalan Timor, Sudirman Timsar Zubir.

“Mesjid Al-Ikhlas Insya Allah akan dibangun kembali. Mari kita husnudzon. Kita sudah melihat titik-titik positif dalam perjuangan ini. Kita harus menjalin silaturahim dan ukhuwah dengan seluruh pihak. Sudah ada itikad baik dalam perjuangan ini,” kata Timsar disambut ucapan Alhamdulillah dan pekikan takbir oleh jamaah.

Sementara itu, Ketua Aliansi, H Leo Imsar Adnan, menambahkan, Allah merahmati perjuangan umat Islam selama ini.

“Sudah setahun kita salat Jumat di reruntuhan Masjid Al-Ikhlas Jalan Timor ini, tapi tidak satu kali pun turun hujan. Ini merupakan perlindungan dan rahmat Allah kepada kita semua. Alhamdulillah, kita akan berjuang terus. Aliansi terus membangun kekompakan, ukhuwah dan silaturahim dengan seluruh organisasi Islam,” katanya.

Acara refleksi dan tabligh akbar pada Kamis malam dan Jumat siang, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-quran dan disambung dengan laporan Ketua Panitia, Drs Anwar Bakti. Anwar menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah atas ketidakhadiran Wakil Ketua MUI Pusat yang  sudah direncanakan.
“Bagaimanapun, kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Semuanya karena Allah karena itu hanya Allah-lah yang dapat membalasnya. Refleksi ini merupakan momentum untuk memperjuangkan masjid-masjid yang lain. Ini merupakan bukti dari kekuatan jamaah,” katanya.

Sebelumnya, pada refleksi Kamis (3/5) malam, umat Islam juga telah mendengar uraian hasil diplomasi Tim Negosiasi Aliansi Umat Islam dengan pihak Kodam I Bukit Barisan. Dilaporkan oleh Prabu Alam dan drg Syahbana, tim memanjatkan rasa syukur yang mendalam karena perjuangan itu telah mendekati titik-titik akhir yang menggembirakan.

“Kita sudah mendengar langsung kabar gembira itu, dan mesjid akan dibangun kembali dalam waktu dekat ini. Allah telah membukakan pintu hidayahnya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Alhamdulillah,” kata mereka. (gus)