Home Blog Page 13566

Asyiknya Dibimbing Guru Geli TIK

Oleh:Ananta Bangun

Zaman kini bukan ihwal lazim ramal-meramal. Namun, amat mungkin banyak menyepakati hasil akhir ramalan dari pengandaian berikut. (Seandainya) seorang guru aljabar mengajarkan dan bersikeras bahwa 1+1 = 3 kepada muridnya selama 10 tahun berturut-turut, bisa dipastikan ia bersumbangsih atas kehancuran sebuah generasi.

Bila merunut rata-rata kelas di sekolah ialah 30 siswa, maka secara keseluruhannya si guru menelikung kesepakatan dalam matematika terhadap 30 siswa x 10 tahun= 300 siswa. Ini belum menyebut kekeliruan serupa yang turut dilakukan ke-300 orang tersebut bagi masyarakat di sekitarnya.

Terlalu ekstrem dan hiperbolis. Wajar saja jika segelintir pembaca berpendapat demikian. Saya petik hikmahnya: guru memangku pengaruh besar dalam membentuk pemahaman dan sikap generasi bangsa. Tanggung jawab sebesar ini, di satu sisi, menjadi beban tersendiri.

Mereka dilema antara kesejahteraan yang kurang dan amanah moral berbagi pengetahuan. Sayangnya isu kesejahteraan inilah ‘kambing hitam’ atas minimnya pengembangan kompetensi guru dalam metode pengajaran. Bila dibiarkan akan berujung tidak jauh berbeda dengan hasil ramalan di atas.

Ihwal kesejahteraan secara bertahap akan ditanggulangi melalui program pemerintah semisal: Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan Sertifikasi Guru. Nah, permasalahan utama ialah bergegas mengejar stagnansi metode pengajaran yang menyesuaikan tren kemajuan zaman.

Mengapa? Menurut perhitungan James Canton dalam “The Extreme Future: The Top Trends That Will Reshape the World for the Next 5, 10 and 20 Years”, Indonesia bakal satu diantara beberapa negara Asia yang berpengaruh di dunia.
Musababnya, aset kekayaan alam dan jumlah sumber daya manusia penting dalam merealisasikan perhitungan Canton tersebut.

Jumlah siswa melek teknologi yang timpang dengan guru mereka ialah tantangan yang semestinya gegas ditanggulangi. Imbas buruknya siswa menyaring arus informasi dari Teknologi Komunikasi & Informasi (TIK) ini seolah tanpa pendamping.

Terlebih pemanfaatan TIK ini amat jarang diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Patut disayangkan, mengingat Kementerian Pendidikan Nasional telah menyediakan fasilitas lengkap (bahan belajar interaktif, RPP, bank soal, serta media animasi gambar, video, audio dan presentasi) di situs http://belajar.kemdiknas.go.id. Jika demikian, tentu menyenangkan bila guru Indonesia geli TIK. Sengaja saya ‘pelesetkan’ agar mengubah perspektif guru akan teknologi ini.

Faktor usia umumnya mengganjal laju pemahaman para guru untuk turut memberdayakan TIK dalam kegiatan belajar mengajar. Alasan jamak mereka, sudah terlalu tua untuk belajar lagi. Dalam kajian fasilitator senior “Pembelajaran Orang Dewasa”, dr. Yahya Wardoyo, SKM, menyebutkan bahwa orang dewasa tidak bisa begitu saja mau (dan dapat) belajar; suatu keengganan untuk belajar dari orang lain. Keengganan tersebut biasanya dikarenakan tiada motivasi merubah pendapat atau pandangan lama. Pendapat ini tentu berseberangan dengan teori Charles Darwin bahwasanya mereka yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup.

Teori Darwin tersebut bukanlah kisah horor agar para guru ciut nyalinya. Energi kekhawatiran tersebut hendaknya disalurkan untuk menciptakan kreatifitas dalam kegiatan mengajar. Saling berbagi pengalaman dan ide bersama peserta didik adalah strategi awal menjadi guru geli TIK. Jurang pemahaman akan dijembatani melalui kerjasama dan komunikasi nan menyenangkan. Suasana tersebut tentu berimbas pada pencapaian kegiatan belajar agar siswa menyerap pengetahuan dengan baik.

Perlu Perintis Beragam Latar Belakang
Harapan supaya guru geli TIK bukan impian muluk, membutuhkan perintis yang mengajari para guru tersebut. Bila gemas menanti gebrakan pemerintah, mari bentuk tindak nyata yang dapat merangkul mereka. Kunci pertama ialah menggabungkan berbagai unsur guna menemukan pendekatan cespleng terhadap peningkatan kompetensi guru mahir memberdayakan TIK.

Dalam kasus ini, pada umumnya menggunakan komputer dan Internet. Jika hanya mengandalkan (katakanlah) praktisi komputer saja pemahaman guru bakal buntu. Para pengajar di sekolah tersebut akan kesulitan bila tidak menemui kasus yang paling dekat dengan aktivitas mereka. Dengan demikian, minimalnya dibutuhkan kolaborasi praktisi komputer dan kalangan guru.

Materi pelatihan untuk gerakan ini sudah melimpah di dunia mayantara atawa Internet. Agar tidak dicap kaum “copy-paste” hendaknya sejumlah isi disunting rapi dan menjejali beberapa ide serta informasi milik tim sendiri. Akan lebih afdol, jika guru peserta pelatihan juga turut menyumbang saran yang menambah khasanah pengembangan kompetensi mereka.

Pilar akhir untuk gerakan ini ialah pendanaan. Sila dilirik lembaga filantropi yang teguh berkutat dalam penguatan kualitas pendidikan. Baik (pendekatannya) melalui guru maupun siswa. Dana dari lembaga seperti ini akan menjaga ‘asap dapur’ penggiat memajukan pendidikan Indonesia, termasuk gerakan guru geli TIK, ‘tetap ngepul’. Disamping itu, bijak juga mempertimbangkan sejumlah infrastruktur yang dapat diberdayakan secara cuma-cuma dari pemerintah dan pihak korporasi swasta.

Adanya gebrakan ini akan menunjukkan sebuah pencerahan: Tidak perlu jadi petinggi tertentu untuk membuat perubahan di negara ini. Dengan mengetahui serta memiliki talenta mumpuni dalam satu titik persoalan strategis bangsa, semisal pendidikan, bakal ada harapan baru memajukan Indonesia. Tidak harus serta merta ataupun cepat dalam menuai hasil akan generasi yang mandiri, ahlak beragama, berjiwa nasionalis dan berempati pada sesama insan. Ini seperti mengingatkan pada petuah Bung Karno: “Tetapi betapa pun panjangnya sebuah perjalanan, ia harus dimulai dengan langkah-langkah pertama., dan itu mulai kami lakukan”. (*)

Guru SMK Kesehatan Wirahusada
Medan, Trainer, Semi-Blogger

Mantan Kadis PKD Diperiksa Secara Maraton

LUBUK PAKAM- Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubukpakam melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap mantan Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (PKD) Pemkab Deliserdang, Drs Agus Sumantri terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) TA 2006-2007.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam (Kajari) Khairil Aswan Harahap SH melalui Kepala Seksi Pidsus PDE Pasaribu, Rabu (2/5) ketika ditemui di ruang kerjanya.

Pemeriksaan secara maraton ini dilakukan untuk melengkapi dokumen yang berkaitan dengan dugaan tindakan korupsi yang melibatkan Drs Agus Sumantri. Pada tahun 2006- 2007 silam, Drs Agus Sumantri menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan Umum Daerah.

Proyek pembangunan Balai Benih Ikan (BBI), berlangsung pada periode yang sama berlokasi di Dusun III Desa Lengau Seprang Tanjung Morawa. Pada proses pembangunan itu, diduga terjadi korupsi.

Ditetapkannya para mantan pejabat serta kontraktor itu menjadi tersangka pada pelaksanaan pengaspalan jalan masuk, lingkungan dan pembuatan parit beton di Desa Lau Seprang Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang diharapkan menjadi efe jera bagi pelaku korupsi. “Sementara itu dari hasil pemeriksaan BPKP ditemukan kerugian negera sebesar Rp68 juta,” bilang PDE Pasaribu.

Kemudian perkara lain yang melibatkan, Drs Agus Sumantri adanya dugaan korupsi pajak restoran. Saat itu Agus Sumantri sebagai kepala PKD Pemkab Deliserdang, dengan dugaan kerugian negara Rp1 miliar lebih.

Sedangkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Drs Agus Sumantri gencar dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Lubukpakam. Bahkan terkait pemeriksaan itu, telah dilakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi serta penyitaan terhadap puluhan dokumen yang berkaitan dengan keterlibatan Drs Agus Sumantri.

“Kita periksa secara maraton, untuk melengkapi dokumen segera dilimpahkan ke pengadilan,” ungkapnya. (btr)
Tindak Pidana Korupsi di Medan,” katanya.  Tetapi PDE Pasaribu belum dapat memastikan kapan perkara tersebut dikirim ke pengadilan. (btr)

Antisipasi Perompak, Dit Polair Patroli

MEDAN- Jajaran Direktorat Polisi Perairan Polda Sumut melakukan patroli ke beberapa wilayah di Sumut. Dalam patroli yang berlangsung selama lima hari (24 hingga 29 April) itu, bertujuan untuk menekan angka perompakan di laut yang akhir-akhir ini kerap terjadi.

Patroli ini sendiri dipimpin Dir Polair Polda Sumut Kombes Pol Ario Gatut Kristianto bersama Kasi Binmas SAR Satrolda Kompol Ir  Revolkhair SH, Kasi Patwalair Satrolda Kompol GM Sihombing beserta seluruh ABK KP II-2001.  Patroli dilakukan setelah terjadi pasang.

“Setelah air pasang, maka kami masuk dan menyusuri untuk dapat tiba di Dermaga Makosat Polaires Sergei. Kegiatan yang dilakukan yaitu kunjungan kerja, tatap muka langsung dengan personel Sat Polair serta melakukan Polmas Perairan kepada masyarakat pesisir dan nelayan di Kabupaten Sergai,” ungkap Ario Gatut Kristianto.

Setelah itu tim patroli melakukan kunjungan ke wilayah Pagurawan Kwala Tanjung. Di lokasi tersebut tim patroli melakukan kunjungan, tatap muka langsung, Polmas Perairan kepada masyarakat pesisir dan nelayan di Pagurawan Kuwala Tanjung.

Dari Pagurawan Tim Patroli menuju ke tengah laut (di atas 6 mil) secara random memeriksa beberapa kapal. Hasilnya dokumen kapal yang diperiksa semua lengkap.
“Saat patroli itu kami juga melakukan polmas perairan kepada para nakhoda/tekong beserta ABK-nya. Selesai dan air pasang tim menuju ke Tanjung Balai untuk bermalam,” lanjutnya.

Keesokan harinya tim melaksanakan patroli menuju Ledong, sambil menunggu air pasang Tim melakukan patroli ke tengah laut (di atas 6 mil ). Setelah air pasang, maka Tim menuju ke Ledong untuk bertatap muka dengan Dan Kapal beserta ABK KP. II-2004 dan Pos Polair Ledong Satpolairres Labuhan Batu.
Selanjutnya Tim menuju ke Berumbang. Hal yang sama yaitu sambil menunggu air pasang, maka dilakukan patroli ke tengah laut dahulu. Setelah air pasang baru Tim menuju Makosat Polairres Labuhan Batu di Berumbang serta Dan Kapal beserta ABK KP. II-2005.

Dalam kunjungan itu juga Direktorat Kepolisian Perairan Polda Sumut membuka jalur online, apabila ada permasalahan atau mengetahui terjadinya tindak pidana / pelanggaran di perairan, maka dapat menghubungi 0811642556 bersama Kasi Binmas SAR Kompol Ir Revolkhair SH. (dra)

Kepala Robek Disabet Bayonet

BINJAI- Aksi koboy oknum TNI tidak hanya terjadi di Jakarta, kini terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara. Bukan pistol yang diletuskan oleh pria berpakaian loreng ini, akan tetapi bayonet yang terselip di pinggang menyentuh kening salah seorang supir angkot koperasi Medan–Binjai.

Aksi naas ini menimpa Raset (25) warga Diski, Gang Setia, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (2/5) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat aksi brutal yang diduga dilakukan oknum TNI itu, supir naas ini harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dr Djoelham Binjai. Korban mengalami 25 jahitan di kening karena robek akibat sabetan benda tajam.

Informasi dihimpun POSMETRO MEDAN (grup Sumut Pos), peristiwa itu terjadi di Jalan Soekarno Hatta Km 17, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur. Saat itu, mobil angkot Koperasi BK 1024 RH, bermuatan 5 orang penumpang melaju dari arah Medan menuju Binjai.

Ketika berada di persimpangan Jalan Megawati, mobil berwarna kuning itu memperlambat lajunya karena tepat berada di persimpangan. Namun, dari arah Jalan Megawati, datang sepeda motor Yamaha Mio BK 4712 BAK, yang dikendarai pria mengenakan helm silver, berpakaian seragam loreng lengkap dan membonceng seorang wanita dan seorang bocah.

Karena berada di persimpangan, laju angkot yang dikendarai Raset pun diperlambat olehnya. Namun, tidak tahu pasti sebabnnya, tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai pria berbaju loreng itu menendang mobil angkotnnya. “Karena disimpang, aku memperlambat  laju angkotku,” terang Raset.

Tidak hanya sampai di situ, sang pria yang tidak melepas helmnya walau telah turun dari sepeda motor, lantas memalangkan sepeda motornya di depan angkot yang tengah melaju perlahan. Alhasil, merasa terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum diduga TNI ini, membuatnya menghentikan laju mobilnya tepat di pos polisi.

Raset lantas turun dan mencoba mempertanyakan apa maksud dan tujuan dari pria memakai baju loreng itu memalangkan sepeda motornya. Namun, bukannya jawaban yang diterimannya. Pria yang mengenakan baju loreng ini malah memberinya hadiah bogeman mentah ke arahnya secara bertubi-tubi. Beruntung, bogeman yang dilancarkan secara beruntun itu, tidak semua mengenainya karena ditangkis.

“Begitu aku turun dan mecoba bertanya kepadannya. Pria memakai berbaju loreng lengkap itu, lantas memukuliku bertubi-tubi. Namun, aku nggak tahu nama dan dari kesatuan mana dia, wajahnyapun nggak kelihatan karena helmnya tidak dilepas, ” kata Raset saat terbaring di rumah sakit dr Djoelham.
Diduga geram, oknum yang diduga TNI ini lantas mencabut bayonet yang terselip di pinggangnya. Lantas, oknum TNI ini melayangkan senjata tajam khas TNI ke arahnya.

Setelah istirahat selama beberapa jam, akhirnya pukul 14.30 WIB Raset melaporkan kejadian tersebut ke Polisi Militer (PM-red) yang berjarak hanya 100 meter dari rumah sakit. Selanjutnya ia memutuskan untuk istirahat ke rumahnya. “Kita nggak tau persis siapa dan dari kesatuan mana dia. Jadi kita harus melakukan lidik dulu untuk mencari tahu siapa pria yang memakai baju loreng tersebut dan apakah benar dia oknum TNI atau bukan,” tegasnya. (mag-4/smg)

Nike The Chance Jaring 15 Anak Berbakat di Surabaya

SURABAYA- Babak kualifikasi Nike “The Chance” di Surabaya telah sukses dilaksanakan di lapangan Stadion Gelora 10 November, Minggu (29/4) lalu. Dari 750 peserta yang mendaftar, terjaring 15 anak berbakat dan berpotensi masuk dalam Nike Academi yang merupakan pelatihan sepakbola berjangka panjang yang didukung oleh Liga Utama di Inggris.

Namun, ke-15 anak berbakat yang terjaring ini akan dibandingkan lagi nilainya dengan peserta yang lolos dari Medan dan Jakarta sebelum resmi menjadi semifinalis dan berangkat ke Jakarta untuk babak final.
Dalam kualifikasi yang digelar di Stadion Gelora 10 November Surabaya itu, 750 peserta menampilkan kemampuan terbaiknya di depan panel pelatih yang diketuai Widodo C Putro. Peserta diuji dengan sistem 7 lawan 7 dalam waktu 2 x 10 menit.

Peserta yang dilihat berbakat, akan lolos ke tahap 2 yaitu kemampuan secara lebih detail seperti kontrol, kecepatan, sentuhan dan akurasi, serta melalui serangkaian uji fisik SPARQ test, uji kemampuan dengan sistem teknologi pelatihan terkini dari Nike, dan terakhir kembali di pertandingan 7 lawan 7 untuk penilaian terakhir.

Ke-15 anak yang lolos yakni Andi Andika, Zaufi Subagio, Ahmad Nufiandi, Mateus Victor Yadera, Taufik Kurnia Amin, Ridwan Abdilah, Irzandi, Nurullah Ismail, Nugroho Fathurohman, Erwin Wincono Aji, Ahmad Faiz Fauzan, Ferri Agus Widodo, Johan Yudha, Dio Handoko dan Sandi Adam.

Menurut panelis pelatih, setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama dan dalam babak penyaringan akan dicari anak yang benar-benar memiliki talenta di atas rata-rata. Dari seluruh peserta yang masuk daftar, akan disaring lagi sehingga peserta diciutkan menjadi 30 semifinalis dan akan berangkat ke Jakarta pada 24 hingga 25 Mei bergabung bersama para finalis dari Jakarta dan Medan.

“Kami sangat gembira melihat antusiasme anak-anak Surabaya dan sekitarnya. Peserta tahun ini tiga kali lebih banyak dari The Chance tahun lalu. Ini membuktikan, anak-anak Indonesia masih ‘lapar’ akan prestasi. Kami sangat mengharapkan antusiasme yang sama atau bahkan lebih untuk Medan dan Jakarta” ucap Nino Priambodo, selaku Country Marketing Manager Nike Indonesia.

Kualifikasi Nike The Chance di Kota Medan bakal digelar pada 5 dan 6 Mei 2012 di Stadion Teladan. Sedangkan di Jakarta akan digelar pada 12 dan 13 Mei 2012 di Lapangan Panahan Senayan.
Menurutnya, tahun ini Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk menjadi tuan rumah bagi acara final The Chance se-Asia Tenggara yang akan diadakan di Jakarta pada 10 hingga 13 Juni 2012.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai Nike The Chance bisa mengunjungi www.nikefootball.co.id. Pendaftaran dapat dilakukan sekarang juga di Kompleks Stadion Teladan Pintu Selatan, Jalan Stadion Teladan Medan atau menghubungi hotline: 085296665554; 0878823953928. (rel)

Kasus PT MML Jangan Diabaikan

MEDAN- Penyidikan atas tewasnya dua karyawan PT Mandiri Makmur Lestari (MML) dan perusakan alat berat masih mengambang. Pasalnya, hingga kini belum jelas siapa pelaku dan tersangkanya.

Pernyataan itu disampaikan kuasa hukum PT MML, Marlon Purba kepada wartawan, Selasa (2/5). Menurut dia, hingga kini kasusnya masih mengambang di Polres Pelabuhan Belawan.

Dia memaparkan, dalam peristiwa April lalu itu, ada sekelompok orang yang menamakan dirinya Forum Perjuangan Tanah Rakyat Asli Batang Kilat (FP-TRABK) ke kawasan kantor PT MML di Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan. Di tempat itu ada empat unit beko, satu unit dozer, satu unit mobil kijang kapsul. Saat itulah, sekelompok massa benda milik PT MML.

Marlon menambahkan, dalam penyelidikannya pihak kepolisian, PT MML sudah kooperatif untuk menghadirkan saksi-saksi terkait laporan/pengaduan Nomor:179/IV/SU/2012/PLB-Belawan tertanggal 12 April 2012.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Hamam Wahyudi mengatakan, tersangka sudah ada ditetapkan, tapi belum bisa dipublikasikan karena bisa mempengaruhi proses penangkapan tersangka nantinya. (ril/mag-17)

Terdakwa Perampok Kamera Disoraki

MEDAN- Suasana Pengadilan Negeri Medan mendadak heboh. Ratusan ibu-ibu dan pria yang sejak pagi sudah menunggu sidang tiba-tiba berteriak dan menyoraki seorang terdakwa bernama Sujudi alias A Tiam (40), warga Jalan KL Yos Sudarso Km 16,5 Medan, Rabu (2/5).

Terdakwa yang mengenakan baju kaos tahanan warna merah ini pun langsung dikawal petugas Kejari Medan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Suasana Pengadilan Negeri Medan pun kian memanas, bahkan segala caci maki terus dilontarkan massa terhadap dirinya, sehingga membuat petugas kepolisian harus berjaga-jaga.

“ Terlalu kotor tangan kami untuk memukuli mu. Pak hakim sidangkan saja si perampok kamera ini, dia tidak akan kami apa-apakan. Kami minta juga pada Pak hakim untuk tidak melakukan penangguhan penahanan, karena kami akan mengawal persidangan ini hingga selesai si perampok ini,” ujar massa yang disambut dengan teriakan sehingga menggerkan seluruh persidangan.

Setelah petugas keamanan melakukan negoisasi pada massa, akhirnya terdakwa Sujadi alias Atiam diboyong ruang sidang Cakra VI. Namun karena salah kamar, maka terdakwa diboyong petugas ke ruangan kartika, Rabu (2/5). Aksi itu juga sempat membuat massa bereaksi kembali dengan meneriaki terdakwa, terdakwa yang sudah dikelilingi massa mulai gemetar.  (rud)

Mobil Mewah Dirusak Akibat Tabrak Lima Warga

MEDAN- Satu unit mobil Honda Stream warna hitam BK1113CP dirusak massa di Jalan TB Simatupang, karena berupaya lari setelah diketahui menabrak 5 orang warga secara terpisah. Akibatnya, mobil itu rusak parah.

Insiden itu bermula, Rabu (2/5) sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu, pengendara mobil tersebut, Failen (25) mengendarai mobilnya melintas Jalan TB Simatupang, Sunggal.  Sekitar 400 meter dari kantor Polsekta Sunggal, mobil tersebut menyerempet pejalan kaki hingga terpental.

Karena takut dan gugup, Failen langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi melintasi Jalan TB Simatupang. Tepatnya dpersimpangan Jalan Sunggal, pelaku menabrak tiga orang pengendara sepeda motor. Lagi-lagi, Failen langsung tancap gas, alhasil pelaku melarikan diri dan menabrak penarik becak bermotor. Karena ketakutan didatangi warga, Failen langsung melarikan diri dan masuk ke Gang Buntu, karena tidak bisa berbuat banyak Failen memutar balik mobilnya.

Tepat di depan Swalayan 88 mobilnya diberhentikan warga secara paksa, sedangkan Failen tidak berani keluar dari dalam mobilnya. Massa yang ketika itu mencurigai pelaku langsung anarkis merusak mobil Honda Stream.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Budi Hendrawan di Mapolsek Medan Sunggal, mengatakan bahwa pelaku saat ini diamankan di Polsekta Sunggal.

“Pelaku tidak mabuk.Kejadian itu berawal saat menyerempet seorang pejalan kaki. Karena gugup takut dihakimi massa lantas pelaku melarikan diri dengan kecapatan tinggi,” ujarnya.
Kapolsek menyatakan bahwa korban tabrak lari diperkirakan 5 orang. Akibat dirusak massa, mobil pelaku mengalami rusak berat dan saat ini diamankan di Polsekta Sunggal. (rud)

Polres Dalami Dugaan Malapraktik RSU Bidadari

BINJAI- Setelah beberapa hari melaporkan kejadian dugaan malapraktik yang dilakukan pihak rumah sakit Bidadari Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara ke Polres Binjai, akhirnya Hariani (29) korban malapraktik diperiksa polisi, Rabu (2/5).

Warga Stabat Langkat ini, datang ke Mapolres Binjai ditemani nenek dan pamannya Sari Baniah (62) dan Yatno (43). Wanita yang baru saja melahirkan anak pertamanya ini datang ke Polres Binjai guna diambil keterangan seputar kasus dugaan malapraktik yang dialaminya. Ia menjalani pemeriksaan di ruang unit 1 tindak pidana umum (tipidup-Red) Satreskrim Polres Binjai.

Karena kondisi yang tidak memungkinkan, petugas  akhirnya mempersilakan korban pulang setelah dimintai keterangan sekitar 2 jam.

Saat ditemui Hariani mengaku, keadaannya saat ini belum sembuh. Luka melepuh seperti terbakar, masih tampak di sekitar tubuhnya dan luka itu juga belum kering. “Lukanya seperti luka bakar, seluruh kulit melepuh dan timbul bercak putih-putih,” katanya.

Tidak banyak yang diucapkan Hariani. Ia hanya berharap segera sembuh dan dapat merawat anak dan suaminya dengan baik. “Aku ingin cepat sembuh. Makanya itu aku harus bertahan demi suami dan anakku yang baru saja lahir,” rintihnya.

Sementara Yatno, paman korban berharap, pihak rumah sakit mau bertanggungjawab penuh untuk merawat korban. Sebab, mereka merasa pihak rumah sakit Bidadari memiliki andil besar dengan keadaan yang dialami oleh keponakannya itu.

“Kami ini hanya orang kecil yang menuntut keadilan. Jadi, kami mohon kepada pihak rumah sakit bertanggungjawab dengan keadaan ini. Sebab, kejadian ini terjadi sesaat setelah pulang dari rumah sakit itu,” terang Yatno.(ndi)

Kapoldasu dan Jajarannya Berterimakasih

Direktorat Binmas Poldasu Gelar Doa Bersama, May Day Berlangsung Aman

Tepat 1 Mei kemarin, merupakan Hari Buruh (May Day). Ribuan buruh dari berbagai penjuru melakukan demonstrasi. Begitu juga aksi demo May Day di Medan dan sekitarnya. Demo itu tak anarkis dan berlangsung aman serta tertib. Hal ini patut diacungi jempol bagi buruh dan elemen masyarakat karena telah menjujung tinggi ketertiban dan keamanan.

Karenanya, Kapoldasu Irjen Pol Wisnu maupun jajarannya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para demonstran yang telah menjaga ketertiban dan keamanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara kita di Medan yang turun ke jalan dalam aksi May Day karena sudah menjaga ketertiban dan keamanan. Saya bangga karena demo May Day tanpa kerusuhan,” ujar Kapoldasu Irjen Pol Wisnu didampingi Dir Binmas Polda Sumut Kombes Pol DR H Hery Subiansauri, Sh,MH, Msi.

Kapoldasu juga mengucapkan terimakasih kepada para pemuka agama seperti ulama, pendeta dan pemuka agama lainnya serta anak yatim piatu yang ikut mendoakan May Day berlangsung  aman.

Sebab, kata Wisnu, sebelum May Day berlangsung, tepat pada Kamis malam (28/4), Direktorat Binmas Poldasu menggelar acara doa bersama, seperti mengundang anak yatim dan jajaran polisi. “Kemudian pada hari Jumat juga dilakukan doa Istiqosah dengan mengundang ulama dan jajajaran polisi.

Lalu dilanjutkan dengan doa bersama dengan pendeta di hari Minggu. Doa kita gelar semata-semata agar Allah meridhoi langkah-langkah polisi dalam melakukan pengamanan May Day dan memanjatkan doa agar demo berjalan tertib dan damai,” ujar Wisnu.

Tak lupa juga Wisnu berterimakasih kepada LSM, LBH, wartawan, TNI dan Polri maupun pendemo yang telah bekerjasama secara kompak dalam fungsi kerjanya masing-masing, termasuk dalam mendukung May Day dengan lancar dan tertib.

Sedangkan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan, Kapoldasu dan jajarannya meminta maaf sebesar-besarnya karena beberapa ruas jalan di Kota Medan sempat diblokade sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Sekadar mengingatkan, demo May Day di Medan kemarin berada di beberapa titik kumpul, di antaranya di Lapangan Merdeka dalam tema Pesta Rakyat. Lalu, di sejumlah ruas jalan protokol di Medan seperti di Jalan Imam Bonjol, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan serta ke Bandara Polonia Medan.

Barikade polisi saat itu cukup rapat untuk melakukan pengamanan dengan kawat duri. Aksi yang digelar ribuan massa itu bisa diatasi pihak kepolisian. Saat pendemo mencoba masuk ke Bandara Polonia dengan  memblokade akses masuk ke dalam bandara itu, polisi langsung sigap.

Calon penumpang yang hendak  ke bandara langsung mendapat kawalan dari polisi dan diangkut mobil truk. Aksi demo lalu berakhir bubar setelah hujan deras turun di lokasi.  Tapi di tengah guyur hujan, Kapoldasu dan anggotanya tetap bersemangat dan bersiaga hingga basah kuyup. (*)