29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 13839

Bebas Galau 30 Jam

Bonus Layanan Data dari Kartu As

MEDAN- Kartu As kini menghadirkan promo terbaru “Bebas Galau 30 Jam”, promo khusus yang diperuntukkan bagi pengguna Kartu As untuk mendapatkan gratis nelpon 300 menit yang berlaku hingga 30 jam dan bonus ribuan SMS dan gratis data hingga 3Mb.

Promo ini berlaku mulai 1 Maret 2012 dan dapat diperoleh cukup dengan mengakses menu *100# dan pilih “GRATIS Nelpon 30 Jam”, atau langsung mengakses menu *100*30#.

Promo ini dapat dinikmati setelah pelanggan Kartu As melakukan panggilan ke sesama pelanggan TELKOMSEL mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 23.59 WIB dengan akumulasi pemakaian pulsa antara Rp500 hingga Rp2.000 diwilayah Sumatera atau sesuai zona lokasi pelanggan.

Setelah melewati batas pemakaian pulsa, pelanggan akan mendapatkan total gratis 300 menit nelpon yang berlaku selama 30 jam, dengan pembagian 200 menit untuk pukul 00.00 WIb hingga 23.59 WIB dan 100 menit untuk pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB di keesokan harinya.

Selain gratis nelpon, pelanggan juga dapat menikmati gratis SMS ke semua operator dengan mengirimkan 1 hingga 10 SMS sesuai zona lokasi pelanggan.
Setelah melewati batas pengiriman SMS, pelanggan akan mendapatkan gratis ribuan SMS untuk pukul 00.00 WIB hingga 16.59 WIB dan gratis ratusan SMS mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.59 WIB.

Pelanggan juga dapat menikmati gratis 100kb tiap hari, dan akan mendapatkan  bonus data (sosial networking) sebesar 3Mb setelah menggunakan akses data sebesar Rp2.000 atau 400 kB dengan tarif Rp5/kB hingga pukul 17.00 WIB.

Head of Telkomsel Area Sumatera, Gilang Prasetya, mengatakan, kartu As selalu memberikan solusi komunikasi murah bagi pengguna seluler, sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan kartu As dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan dalam berkomunikasi dan berinteraksi menggunakan layanan data.

Paket kartu As terbaru ini, kata Gilang, dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sebagai pengguna kartu As agar dapat menikmati berbagai pilihan paket murah untuk komunikasi sehari-hari. Paket  ini juga semakin melengkapi berbagai paket yang kini sudah ada dan tetap dapat dinikmati oleh pelanggan kartu As sesuai dengan kebutuhannya.

Selain gratis nelpon 30 jam, gratis ribuan SMS dan gratis data, pelanggan kartu As juga tetap bisa menikmati promo paket murah kartu As lainnya melalui akses *100#. Ragam bonus terus diberikan kartu As kepada pelanggan setianya, tidak sebatas pada layanan tapi juga apresiasi lainnya. (sih)

Mendagri Datang, Dana Pemilu Aceh Dikeluhkan

BANDA ACEH- Pemilukada serentak di 17 kabupaten/kota di Aceh akan digelar 9 April mendatang. Secara umum, persiapan sudah cukup matang. Hanya saja, untuk Pemilukada di Kabupaten Aceh Besar, masih ada keluhan soal dana.

Asisten I Pemkab Aceh Besar Abubakar HS, di hadapan Mendagri Gamawan Fauzi yang mengunjungi Pos Pemilukada Damai Aceh Besar, Selasa (13/3), menyebutkan, dari Rp34 miliar dana yang dibutuhkan, baru bisa cair Rp26 miliar dari APBD. “Kekurangannya belum tertampung,” ujar Abubakar HS.
Menanggapi hal itu, Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek kepada wartawan menjelaskan, sebenarnya sudah ada Permendagri Nomor 57 Tahun 2010 yang bisa menjadi landasan hukum bagi pengeluaran dana daerah untuk Pemilukada. “Tidak ada alasan bagi pemda untuk tidak menganggarkan dana Pemilukada. Pengeluaran untuk Pemilukada boleh dilakukan sebelum pengesahan Perda APBD. Yang penting nanti dimunculkan di Perubahan APBD,” ujar Reydonnyzar Moenek .

Gamawan datang ke Pos Pemilukada Damai Aceh Besar, disambut antusias warga. Bahkan, sejumlah aktivis mahasiswa menyerahkan kaos bertuliskan “Pemilukada Damai”, kepada Gamawan. “Saya merasa bahagia. Harapan saya, pemilukada berlangsung damai, jujur, dan adil,” ujarnya.
Usai di Aceh Besar, Gamawan ke Pos Pemilukada Damai Kota Banda Aceh. Di sana Gamawan ikut membutuhkan tanda tangan di spanduk untuk komitmen pemilukada damai. Rencananya, Rabu (14/3), deklarasi pemilukada damai digelar di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.

Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan menyebutkan, untuk pengamanan akan didatangkan 750 personil Brimob dari Kelapa Dua.(sam)

Abraham Dianggap Arogan

Belasan Penyidik Protes Ketua KPK

JAKARTA- Internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergolak. Sekitar 15 penyidik berlatar perwira menengah kepolisian memprotes kepemimpinan Ketua KPK Abraham Samad yang dianggap arogan dalam penanganan kasus korupsi.

Hal tersebut terungkap saat belasan penyidik mendatangi ruang pimpinan KPK di lantai III gedung KPK, Senin (12/3). Mereka mempertanyakan alasan pimpinan KPK mengembalikan secara mendadak dua rekannya sesama penyidik ke Mabes Polri. “Para penyidik itu memang sudah lama tidak cocok dengan ketua (KPK),” kata seorang sumber di KPK kepada Jawa Pos kemarin (13/2).

Sumber yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan itu, kegelisahan para penyidik terhadap Abraham sudah terjadi sejak sekitar sebulan lalu.
Dia lantas menceritakan awal dari perseteruan antara penyidik dengan orang nomor satu di KPK itu berawal dari keputusan Abraham yang mengumumkan status Angelina Sondakh sebagai tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games, awal Februari 2012. “Dia (Abraham) menetapkan itu (Angie sebagai tersangka) tanpa melalui proses ekspos penetapan tersangka terlebih dulu,” katanya.

Nah, saat Abraham mengumumkan Angie tersangka itulah beberapa penyidik yang menangani kasus wisma atlet pun dibikin geger.
Mereka lantas ramai-ramai mendatangi Abraham dan meminta penjelasannya. Terjadilah diskusi sengit antara penyidik dengan Abraham. Ternyata bos komisi antikorupsi itu tersinggung dan marah besar dengan tingkah laku anak buahnya yang dianggap membangkang.

Diam-diam Abraham tercium melakukan upaya untuk mengembalikan beberapa penyidik yang dianggap membangkang itu ke instansi asalnya. Mabes Polri. Bahkan yang menjadi incaran Abraham, bukan hanya penyidik kasus wisma atlet, tapi penyidik yang menangani kasus suap cek perjalanan untuk pemenangan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI).

Saat mengumumkan Miranda tersangka, Abraham memang tanpa didampingi pimpinan KPK yang lain. Abraham juga disebut-sebut pihak yang paling ngotot menetapkan Miranda sebagai tersangka.

Sementara itu, sumber lain di KPK juga menerangkan, Bambang dan Busyro sebenarnya juga merasa tersinggung penetapan Angie sebagai tersangka yang dianggap dilakukan Abraham secara sepihak. “Waktu penetapan (tersangka), Pak Bambang ada di Rusia. Padahal, sebelum berangkat ke Rusia, tidak ada keputusan antara untuk menetapkan tersangka baru,” kata sumber itu.

Sedangkan Busyro yang saat itu berada di Jakarta dengan tegas mengatakan dirinya tidak setuju dengan penetapan Angie sebagai tersangka. Hal itu karena perkara tersebut butuh gelar perkara lanjutan. Karenanya, Busyro tidak ikut bersama Abraham dalam konferensi pers mengumumkan Angie sebagai tersangka.

Juru bicara KPK Johan Budi membantah adanya perselisihan yang sengit antara penyidik dengan Ketua KPK. Namun, kata dia, kunjungan penyidik ke ruang pimpinan KPK merupakan hal yang lumrah. “Tapi, kalau keperluannya untuk protes saya tidak tahu,” kata dia.
Meski begitu, Johan mengakui, ada dua penyidik yang ditarik dari KPK ke institusi awal. Lebih lanjut dia menerangkan, ada beberapa hal yang mengapa seorang penyidik harus kembali ke Mabes Polri.

Pertama, karena kontrak selama empat tahun antara penyidik dengan KPK sudah habis dan tidak diperpanjang lagi. Selanjutnya, KPK sengaja mengembalikan penyidik ke Mabes Polri dengan beberapa alasan. Dan yang terakhir, Mabes Polri sebagai institusi awal menarik personilnya yang bertugas di KPK.(kuh/agm/jpnn)

Kapal Feri Tabrakan, 31 Tewas dan 100 Hilang

DHAKA- Musibah kecelakaan kapal penyeberangan sungai (feri) di wilayah Bangladesh merenggut sedikitnya 31 jiwa, Selasa pagi (13/3) waktu setempat. Korban jiwa diperkirakan terus bertambah. Pasalnya, bersamaan dengan tenggelamnya feri tersebut, lebih dari 100 penumpang juga dinyatakan hilang.
Sebelum tenggelam, kapal MV Shariatpur-1 yang sedang melintas di Sungai Meghna, 40 kilometer sebelah tenggara Dhaka, ibu kota Bangladesh, itu ditabrak kapal lain yang membawa kargo. Saat insiden terjadi, feri itu ditumpangi sekitar 200 orang.

Kepala polisi setempat Mohammad Shahabuddin Khan menyatakan, sekitar 35 orang berhasil diselamatkan. Sementara itu, tim penyelamat menemukan 31 jenazah dari feri yang tenggelam. Di antara para korban tewas, terdapat seorang ibu muda yang sedang memeluk bayinya.
“Jumlah korban tewas sepertinya bisa bertambah karena dikhawatirkan banyak penumpang terjebak dalam kapal,” ungkap Khan. “Kita akan mendapat gambaran yang lebih baik tentang para korban ketika kapal tersebut dievakuasi dari dalam air,” lanjutnya.

Ratusan orang, termasuk keluarga para korban, agak putus asa saat berupaya mengetahui nasib kerabat mereka.  Mereka pun berkerumun di pinggir Sungai Meghna selama operasi penyelamatan dan evakuasi jenazah berlangsung.(ap/cak/dwi/jpnn)

PP Karo Targetkan Bentuk 50 Persen PR

KARO-Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC-PP) Tanahkaro menargetkan akan membentuk 50 persen kepengurusan di tingkat ranting di Kabupaten Tanahkaro. Hal ini merupakan prioritas utama dalam konsolidasi organisasi yang kini gencar digelorakan.

Pernyataan ini dikemukakan Ketua MPC PP Tanahkaro, Drs Joy Harlim Sinuhaji (Nonink) dalam sambutannya saat pelantikan Pengurus Ranting (PR) II Pemuda Pancasila, Kelurahan Tambaklau Mulgab I, Sabtu (10/3) di Jalan Trimurti, Berastagi.

Dalam upaya itu   lanjut Nonink, pihaknya sudah menerbitkan surat kepada seluruh pimpinan anak cabang PP yang ada, agar sesegera mungkin menggelar konsolidasi ke bawah demi penataan kepengurusan di tingkat ranting.

“Tidak ada tolelir bagi pengurus PAC yang dalam waktu enam bulan setelah keluarnya surat, tidak mampu melakukan upaya pembentukan dan penataan 50 persen  kepengurusan ranting di wilayahnya. Jika itu terjadi MPC Pemuda Pancasila akan melakukan langkah langkah organisasi “ kata Nonink tegas.
Sementara itu menyahuti tuntutan dan amanat organisasi, PAC Pemuda Pancasila Berastagi, menindaklanjuti dengan secara berkelanjutan menggelar pendirian dan pelantikan pengurus ranting, baik di desa maupun kelurahan yang ada di kota Berastagi.

Ketua PAC PP Berastagi, Edward Nala Bangun, ST  dalam kesempatan yang sama pada pelantikan Pengurus Ran ting II Pemuda Pancasila Kelurahan Tambaklau Mulgab I  mengatakan, ke depannya akan  senantiasa merespon secara bijak kebijakan pimpinanan.

Apalagi sebagai wajah Pemuda Pancasila di Karo, PAC Berastagi memandang kebijakan yang dikeluarkan MPC PP Karo sangatlah tepat demi terciptanya organisasi yang sehat dan mantap.

Dalam pelantikan kemarin, PAC PP Berastagi resmi menyerahkan pataka organisasi kepada ketua Ranting II Pemuda Pancasila Tambaklau Mulgab I Basita Ginting, didampingi Sekretaris Budianto Ginting dan Bendahara Jony/A Dau dan jajaran pengurus lainnya yang akan bekerja untuk 5 tahun kedepan. (wan)

Sebulan Dibunuh, Mayat Disimpan di Tabung Besi

SURABAYA- Polrestabes Surabaya kemarin mengungkap kasus pembunuhan yang menggegerkan. Mayat seorang perempuan bernama Eka Indah Jayanti (27), dimasukan ke dalam tabung besi bekas potongan tiang reklame. Tabung besi itu selama sebulan lebih disimpan di rumah pelaku pembunuhnya, Emil Bayu Santoso (37).

Kejadian keji ini terjadi di rumah Emil di Jalan Kapas Krampung Nomor 210 Surabaya. Diketahui Eka, yang berasal dari Dusun Krajan, RT 01/RW01, Kelurahan Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah, merupakan kekasih gelap Emil. Perempuan itu dibunuh Emil pada 11 Februari lalu.
Saat ditemukan kemarin, kondisi mayat Eka sudah membusuk di dalam tabung yang disimpan Emil di garasi rumahnya yang selalu tertutup. Motif pembunuhan ini dilatarbelakangi kecemburuan pelaku kepada korban.

Antara korban dan pelaku sejak 2007 silam memang memiliki hubungan gelap. Eka sendiri masih berstatus lajang, sementara Emil sudah memiliki istri dan tiga orang anak. Pada November 2011 lalu, Eka yang selama ini bekerja di toko obat di Yogyakarta mendatangi Emil yang tinggal bersama keluarganya di Kapas Krampung.

Dari hasil pemeriksaaan polisi, kasus pembunuhan ini bermula dari cekcok antara korban dan pelaku pada 11 Februari sekitar pukul 15.30 WIB. Cekcek itu dilatarbelakangi kecemburuan pelaku pada korban.

“Lantaran emosi, pelaku memukul korban dengan menggunakan pipa besi bekas meja sebanyak sembilan kali,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Tri Maryanto. Kejadian tersebut berlangsung di lantai dua rumah Emil.

Pukulan yang mendarat di kepala itu membuat Eka tak berdaya dan meninggal di lokasi kejadian. Lantaran panik, Emil mencari cara untuk menyembunyikan kematian Eka. Dia sempat memandikan jenasah Eka dan memakaikan baju putih. Jenasah itu ditaruhlah di sebuah kamar yang ada di rumah berlantai tiga tersebut.

Selang enam hari kemudian, Emil kembali kalut karena mayat Eka sudah mulai mengeluarkan bau busuk. Emil sempat terpikirkan untuk mengubur jenasah pacarnya itu di lantai tiga rumahnya. Namun hal itu urung dilakukan, karena taman yang ada di lantai tiga tidak mungkin digunakan untuk makam.

“Dari situ akhirnya pelaku terpikirkan untuk meletakkan jenasah korban dalam tabung besi,” ujar Tri Maryanto. Dia kemudian membeli sebuah tabung besi bekas tiang reklame. Tabung warna hijau dengan diameter 43 cm dan panjang 173 cm itu dibeli seharga Rp80 ribu dari sebuah workshop pengerjaan reklame.

Selain membeli tabung besi, Emil juga membeli las listrik merk Force Inverter dari swalayan alat berat. Setelah tabung besi itu dikirim ke rumahnya, Emil mulai memasukan jenasah Eka. Sebelumnya, dia melapisi jenasah Eka dengan plastik bening sebanyak 14 lapis dan plastik pembungkus mobil. Dan jenasah itu pun tersimpan di tabung besi hingga Selasa (13/3) kemarin. Emil meletakan tabung itu di garasi rumahnya dan ditutupi dengan sejumlah kardus.

Kasus ini sendiri tercium anggota unit reserse mobile (resmob) Satreskrim Polrestabes Surabaya sejak Sabtu. “Kami mendapatkan informasi jika di rumah korban tersimpan jenasah korban pembunuhan. Dari situ anggota mulai lidik,” ujar alumnus Akpol 1986 itu. Setelah dua hari melakukan penyelidikan, akhirnya anggota resmob memastikan jenasah yang ada di rumah tersebut merupakan Eka.

Pada Selasa (13/3) sekitar pukul 09.00 WIB, anggota resmob yang dipimpin AKP Agung Pribadi mendatangi lokasi. Awalnya, Emil menolak kedatangan polisi. Dia juga tidak mau menyebut apa isi tabung besi yang berusaha dia halangi dengan mobilnya. “Akhrinya setelah kami desak dia mengakui ada jenasah di dalam tabung itu,” ujar Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Sudamiran.(mar/gun/jpnn)

Antisipasi Kenaikan Harga, Bulog Gelar OP

MEDAN- Badan Logistik (Bulog) Sumatera Utara akan tetap melakukan Operasi Pasar (OP), walaupun disebagian daerah harga bahan pokok menurun, karena panen terjadi panen raya beberapa bulan lalu. Pelaksanaan OP itu dimaksudkan untuk menghindari kenaikan harga beras, mengingat adanya rencana kenaikan harga BBM.

“Kita masih melalukan OP diberbagai daerah di Sumut, ini untuk mencegah kenaikan harga beras ditengah rencana kenaikan harga BBM. Dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp6.700 per kilo pada posisi 29 Februari kemarin,” ujar Humas Bulog Divre I Sumut, Rusli.

Dampak recana kenaikan BBM tersebut membuat peraturan dalam pelaksanaan OP juga lebih fleksibel, di mana pemerintah Kabupaten/Kota dapat meminta langsung ke Bulog, bila dirasakan harga sudah meresahkan atau pengadaan kurang. Atau harga dipasaran sudah mengalami kenaikan sebesar 10 persen, padahal sebelumnya, OP dilaksanakan bila beras mengalami kenaikan harga sudah mencapai 25 persen. “Untuk stabilitas harga, peraturan pelaksanaan OP lebih fleksibel, sekarang beras sudah mengalami kenaikan 10 persen bisa langsung OP, sebelumnya kan harus 25 persen,” tambahnya.
Hingga saat ini, OP yang sedang berlangsung di Medan, Tebing Tinggi, Asahan, Karo, Batubara, Tanjung Balai, Tapanuli Selatan, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Padang Lawas. “Kita juga masih membuka kesempatan bagi Kabupaten/Kota yang ingin menyalurkan OP, karena stok masih memadai, sebanyak 106 ribu ton,” ungkapnya.

Dirinya menambhakan, stok tersebut sebagian merupakan hasil pembelian beras dari petani yang masuk musim panen pada akhir Januari hingga awal Februari. Sebanyak 378 ton beras berhasil di beli Bulog Divre Medan, Padang Sidempuan, dan Kisaran. “Ini merupakan yang pertama kali kita lakukan membeli beras petani sebanyak 378 ton, Divre Medan sebesar 295 ton, Padangsidimpuan 57 ton, dan Kisaran 25 ton,” tambah Rusli.
Sementara itu, Kepala Dinas Petanian Sumut, M Roem mengatakan, tahun ini ada penambahan target produksi beras mencapai 4,207 juta ton gabah kering panen (GKP). (ram)

Mahasiswa Binjai Tolak Kenaikan Harga

RATUSAN mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Binjai menggelar aksi di Balaikota dan Gedung DPRD Kota Binjai, Selasa (13/3) pagi pukul 10.00 WIB. Dalam aksinya, puluhan mahasiswa itu membawa poster bertuliskan penolakan kenaikan harga BBM.

Tak hanya itu, mereka juga membawa replika keranda yang terbuat dari karton, sebagai simbol matinya hati nurani pemerintah. Setelah beberapa puluh menit melakukan orasi di depan Kantor Wali Kota Binjai, pengunjuk rasa lantas menyerbu gedung DPRD Binjai di Jalan Veteran. Pasalnya, Wali Kota Binjai Idaham sedang berada di gedung dewan mengikuti paripurna LKPJ.

Sesampainya di gedung dewan, puluhan aliansi mahasiswa ini mengeluarkan sejumlah yel-yelnya. Setelah lelah berorasi, tak satupun pejabat Pemko Binjai menemui mereka. Akibatnya, mahasiwa berang dan membakar replika keranda yang mereka bawa tepat di depan pintu gerbang gedung dewan.
Akhirnya perwakilan mahasiswa diperkenankan masuk ke gedung dewan guna melakukan dialog membahas soal kenaikan harga BBM tersebut. Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Binjai HM Idaham, Kejari Binjai Bachruddin SH, Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon, Ketua DPRD Binjai Zainuddin Purba dan Muspida Kota Binjai lainnya.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan aspirasinya, diantaranya menolak kenaikan harga BBM secara menyeluruh. Pemko Binjai juga diminta untuk tidak menggunakan minyak bersubsidi untuk kendaraan Dinas Pemko Binjai. Bahkan, mereka meminta kepada kepolisian untuk menangkap mafia penimbunan minyak di Binjai.

Menyikapi tuntutan mahasiswa itu, Wali Kota Binjai HM Idaham berjanji akan melayangkan surat ke Gubsu, guna memberitahukan penolakan kenaikan harga BBM di Kota Binjai. “Dalam waktu dekat saya akan layangkan surat resmi ke Gubsu. Saya akan sarankan kepada setiap SKPD, untuk tidak membawa mobil dinas di luar jam kerja,” ujar Wali Kota Binjai.

Sementara di Medan, Mendagri Gamawan Fauzi berharap agar kenaikan harga BBM tak berdampak negatif. “Saya berharap masyarakat paham, memang tak ada alternatif selain menaikkan harga BBM demi menyelamatkan keuangan negara,” kata Gamawan pada acara temu ramah dengan warga Minang di Hotel JW Marriott Medan.(dan/ari)

Laga Bergengsi

MEDAN- Duel klasik bakal tersaji di Stadion Teladan, Minggu (18/3) mendatang, yang mempertemukan PSMS bentrok Semen Padang. Laga yang disebut-sebut menjadi laga paling bergengsi bagi PSMS ini menuntut keseriusan skuad berjuluk Ayam Kinantan itu agar tak malu di hadapan publik pendukung.

Pasalnya, Semen Padang merupakan satu klub Indonesian Premier League (IPL) yang saat ini berada di posisi tiga klasemen sementara. Sedangkan PSMS masih tertahan di posisi juru kunci dengan koleksi lima poin.

Adaptasi di Stadion Teladan menjadi satu hal wajib dilakukan untuk memaksimalkan persiapan. Apa lagi, pelatih PSMS Fabio Lopez juga mengatakan, meski tak berturut-turut, minimal dua hari PSMS harus menggelar latihan di Stadion Teladan.

“Untuk Jumat (16/3) ini, kita belum bisa berlatih di sana. Karena PSSI Sumut melakukan seleksi untuk pesepakbola kelompok umur dari pagi sampai sore,” ujar ketua panpel pertandingan PSMS Saryono, Selasa (13/3).

Sebagai ganti, latihan di Stadion Teladan bakal digelar Kamis (15/3) dan uji coba lapangan pada Sabtu (17/3) mendatang. “Pelatih (Fabio Lopez) meminta dua hari. Dan dia setuju latihan pada dua hari tersebut,” tambah Saryono.

Namun, kendati lapangan stadion diperlukan untuk adaptasi, menurut Fabio, pihaknya tidak harus berlatih tiap hari di Stadion Teladan. Diperkirakan, kondisi lapangan stadion yang kurang baik membuat PSMS harus menggunakan lapangan yang lebih layak.
“Kita tak perlu latihan tiap hari di sana. Dua hari sudah cukup,” katanya.

Sementara beberapa pemain PSMS mengaku sudah merindukan bermain di Stadion Teladan. Rinaldo, pencetak tiga gol bagi PSMS belum pernah lagi merumput di sana. Ia mengaku sudah lupa seperti apa rumput Stadion Teladan.

“Syukur bisa latihan di sana. Beberapa pemain dan saya mungkin sudah lupa seperti apa rasanya main di sana,” tuturnya. (saz)
Sementara itu, dari dua pertemuan terakhir dengan Semen Padang di Stadion Teladan, PSMS tak pernah menang, hanya dua kali seri. Pada 12 Januari 2010 lalu dengan skor 0-0 dan pada 14 Juni 2007 lalu, skor akhir 1-1.

Untuk itu, kondisi ini merupakan tugas Fabio Lopez untuk kembali menjadikan Stadion Teladan menjadi angker bagi tim lawan. Kendati kalah di dua pertandingan awal, semenjak ditangani pelatih asal Italia tersebut, PSMS menang 1-0 saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Teladan. “Dengan Semen Padang, belum ada rekor buruk bagi PSMS, misalnya kalah di 10 pertandingan sebelumnya,” ujarnya. Laga PSMS kontra Semen Padang dijadwalkan disiarkan langsung televisi nasional RCTI. Pertandingan tersebut merupakan laga pertama bagi PSMS yang disiarkan. (saz)

SNMPTN 2013 Tanpa Ujian Tertulis

Gamang di Jalur Undangan

Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan menghapus ujian tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, mulai menuai polemik. Menurut Sekretaris Panitia SNMPTN, Rochmat Wahab, jika kebijakan itu dilakukan, maka akan memicu makin maraknya manipulasi nilai sekolah siswa SLTA.

Menurutnya, selama ini saja, jalur undangan masuk PTN masih diwarnai dengan aksi manipulasi nilai siswa oleh pihak sekolah, seperti terjadi di SMAN 5 Medan.  Maka, jika seleksi SNMPTN tahun depan memberikan jatah lebih besar lagi lewat jalur undangan, maka semakin banyak sekolah yang melakukan kecurangan, dengan harapan siswanya bisa diterima di PTN lewat jalur undangan itu.

“Sekolah bisa saja memberi nilai 9 atau 10 semua kepada siswanya, toh guru sekolah yang memberikan nilai itu. Bagaimana kami bisa menjamin kualitas siswa itu,” ujar Rochmat Wahab, yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin (12/3).

Seperti diberitakan, kebijakan menetapkan menghapus SNMPTN jalur ujian tulis merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 34 Tahun 2010. Dalam Peraturan Menteri tersebut dinyatakan penerimaan mahasiswa baru di PTN melalui dua skema, yaitu SNMPTN dan/atau jalur mandiri.

Sebelumnya Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso menuturkan, pihaknya memang akan menghapus SNMPTN jalur tulis untuk tahun depan. Dia menerangkan sesuai dengan peraturan meteri, tahun depan seleksi masuk PTN dibagi menjadi dua. Yaitu SNMPTN dengan pagu 60 persen dari total kuota nasional, dan seleksi jalur mandiri dengan pagu 40 persen.

Rochmat menjelaskan, selama kejujuran masih sulit dilakukan pihak sekolah, maka Panitia SNMPTN yang mengurusi jalur undangan akan pusing. Ini lantaran belum ada patokan baku untuk mengukur standar nilai antar sekolah yang berbeda.

Maksudnya, nilai 8 di sebuah sekolah, belum tentu punya bobot yang sama dengan nilai 8 di sekolah yang lain. Karena ada sekolah yang mengobral nilai, ada juga sekolah yang pelit memberikan nilai kepada siswanya. “Kami akan repot. Bagaimana kami bisa adil,” ujar Rochmat.
Rochmat lebih setuju ujian tertulis SNMPTN tetap diberlakukan. Karena jalur tertulis ini bisa untuk mengukur peringkat kemampuan peserta seleksi.  “Kalau jalur undangan, kalau gurunya tak jujur, bagaimana?” imbuhnya.

Penghapusan ujian tulis SNMPTN, lanjutnya, baru bisa dilaksanakan jika tingkat kejujuran seluruh sekolah di Indonesia sudah sama, sehingga bisa menjamin fair, siswa yang diterima PTN benar-benar punya kemampuan akademik yang terukur berdasarkan nilai yang diberikan sekolahnya.

Hal senada disampaikan Pembantu Rektor I Unimed Prof Khairil Anshari. Dia menegaskan, kasus mark up nilai oleh pihak sekolah akan semakin tinggi. Khairil yang juga Ketua Panitia Lokal SNMPTN Unimed 2012 ini menuturkan, panitia pusat akan memberlakukan sistem baru ini tujuannya untuk memperbesar kuota jalur undangan. “Ini sebenarnya mengarah kepada pemberian kepercayaan kepada pihak sekolah untuk memilih dan memilah siswa yang pantas masuk ke PTN favorit. Namun, sebelum sistem baru tersebut diberlakukan, malah sudah dicederai,” jelasnya, Senin (12/3).

Menurutnya, apa pun instrumen yang disiapkan panitia pusat semua bergantung pada individu pihak sekolahnya. “Kesuksesan sistem tergantung individu yang menjalankannya. Jadi sesempurna apapun instrumen yang disiapkan Kemendikbud, jika tak diawasi dengan ketat akan percuma,” tutur Khairil.

“Namun, menurut saya, sistem baru dengan menerima minimal 60 persen calon mahasiswa dari jalur undangan dan 40 persen maksimal dari jalur mandiri merupakan wujud meng-NKRI-kan masyarakat. Karena, semua masyarakat memiliki kesempatan berkuliah di PTN mana pun di Indonesia,” tambahnya.

Khairil berharap sistem ini memiliki acuan ketegasan sanksi. “Ini untuk memberikan efek jera kepada pihak sekolah,” tegasnya.
Sementara, Kabag Humas USU Bisru Hafi mengaku belum bisa bicara banyak mengenai sistem baru tersebut. “Saya sudah mendapat kabar mengenai hal itu. Tapi setahu saya itu masih wacana. Namun, jika keputusan itu memang sudah ditetapkan nanti, maka kita (USU) akan memberlakukan sistem itu,” tambah Bisru.

Menurutnya, kuota siswa yang bisa mengikuti jalur undangan jumlahnya mengikuti akreditasi sekolah. “Semakin baik akreditasinya, maka semakin banyak kuota siswa yang boleh mengikuti jalur undangan,” terang Bisru.

Penghapusan ujian tulis juga ditanggapai  kalangan penawar jasa bimbingan belajar. Adzkia misalnya, bimbingan belajar intensif spesialis untuk memasuki sekolah tinggi administrasi negara (STAN) ini mengaku hal tersebut tak mendasar. “Bukankah hasil yang lebih objektif bisa didapat melalui ujian tulis? Sedangkan melalui jalur undangan kental kontaminasi mark up nilai,” ujar Manajer Adzkia Azmi Syahputra Hasibuan. (sam/saz/uma)

USU Janji Kurangi Kuota Mahasiswa Asing

Ada kesan ketidakadilan dalam sisi penerimaan mahasiswa di USU, khususnya di beberapa fakultas favorit seperti Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Hal itu diakui oleh pihak USU, melalui Pembantu Rektor 1 USU, Zulkifli Nasution saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi E DPRD Sumut dengan USU dan Universitas Negeri Medan (Unimed), di Ruang Rapat Komisi E DPRD Sumut, Lantai II Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol No.5, Senin (12/3).

Letak ketidakadilan tersebut adalah bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) yang ingin masuk ke fakultas tersebut, harus bersaing dengan 1000-an orang lainnya, untuk mendapatkan kursi. Sedangkan untuk mahasiswa dari luar negeri melalui jalur khusus, terlebih dari Malaysia hanya bersaing dengan empat orang lainnya yang juga dari luar negeri.

“Apa USU sudah terwakili dalam penerimaan mahasiswa dari 33 kabupaten/kota? Kita menarik anggaran rumah sakit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selama ini kan keterwakilan tersebut tidak terlihat, apalagi melihat banyaknya mahasiswa asing melalui jalur internasional. Saya kira akan lebih adil jika kuota yang ada diberikan lebih banyak kepada warga Sumut,” tegas Zulkifli Husein dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumut.

Lebih lanjut Zulkifli Husein mengatakan, jika USU memiliki tekad dan niat itu, maka Komisi E DPRD Sumut akan berupaya agar pengaloksian dana APBD. “Kita menerima subsidi dari Pemprovsu. Sementara kita tidak menerima subsidi dari Malaysia. Selama ini jumlah mahasiswa asing sebanyak 15 persen dari sekitar 500-an orang mahasiswa di FK USU. Lebih baik, dipangkas 3 persen saja. Beri kelebihan peluang bagi warga Sumut,” tegasnya lagi.
PR I USU, Zulkifli Nasution mengatakan jumlah 15 persen tersebut berkisar antara 100 sampai 130 mahasiswa di FK USU.  “Kalau memang seperti itu, kami sangat senang bila Komisi E DPRD Sumut bisa membantu. Untuk biaya. Tahun lalu masuk 600 orang, kita terima 150 orang,” jawabnya sembari tersenyum.

Ditambahkannya, untuk jalur internasional untuk mahasiswa asing dengan biaya yang lebih tinggi dibandingkan program reguler. “Kalau memang ada dukungan APBD untuk bisa mengurangi kuota jalur internasional tersebut tentu menjadi hal yang bagus. Namun, perlu komitmen dan konsistensi untuk itu, sebab jika dananya tersendat program subsidi silang yang terjadi antara jalur internasional dan reguler selama ini bisa terganggu,” tambahnya. (ari)

Daya Tampung tak Berubah

Perguruan tinggi Negeri di Sumatera Utara (USU dan Unimed) menganggap formula baru SNMPTN 2013 tidak akan mengubah daya tampung. Formula itu hanya berbeda pada sisi cara dan bukan kuota calon mahasiswa.

“Pemerintah khususnya Kemendikbud, dalam hal ini tetap memberikan porsi pagu untuk seleksi Nasional sebesar 60 persen, dan untuk seleksi lokal yakni jalur mandiri atau ekstension sebesar 40 persen. Sehingga meskipun menggunakan formula baru namun tidak mengubah kuota sebelumnya,” ucap Humas SNMPTN Unimed, dr Budi Valianto, saat ditemui, Senin (12/3).

Unimed untuk 2012 menyediakan kuota SNMPTN jalur undangan sebanyak 546 kursi dari 9 ribu calon mahasiwa yang telah mendaftar. Sedangkan untuk kuota jalur tulis, Unimed menyediakan kuota sebanyak 1950 kursi bagi calon mahasiswa dan untuk bidik misi sebanyak 503 kursi bagi calon mahasiswa. Sehingga, seluruh total kuota untuk Seleksi Nasional di Unimed, sebanyak 2999 kursi bagi calon mahasiswa.

“Untuk seleksi lokal yakni ekstension, sesuai ketentuan yang berlaku, Unimed menyediakan kuota sebanyak 1200 kursi bagi calon mahasiswa atau sebesar 40 persen dari pagu yang telah ditetapkan,” terangnya.

Disinggung mengenai biaya ekstension yang dinilai jauh lebih besar dibanding jalur seleksi Nasional, Budi menepis hal tersebut. Menurutnya, biaya kuliah lewat jalur ekstension di kampus Unimed tidak jauh berbeda dibandingkan jalur reguler.

“Misalnya pada 2012 untuk kelas reguler biaya kuliah  setahun Rp1,1 juta , untuk kelas ekstension biayanya yang dibebankan Rp 1,7 juta atau selisih Rp 600 ribu. Selisih itu untuk pembiayaan praktik yang lebih banyak dilakukan di kelas ekstension,” terang Budi.

Tidak berbeda dengan Unimed, juga mengaku tidak mengalami perubahan untuk jumlah kuota yang disediakan kampus tersebut. “Masih sama seperti tahun sebelumnya. Karena kita tidak melakukan penambahan sarana dan fasilitas seperti gedung maupun kelas,”sebut Humas USU, Bisru Hafi.
Namun saat disinggung mengenai jumlah kuota yang disediakan USU, Bisru hanya mengingat kuota untuk jalur undangan yakni sebanyak 1159 kursi bagi calon mahasiswa.

Sedangkan untuk jalur tulis dan jalur mandiri, Bisru tidak memiliki jumlah pasti dan untuk data hanya diketahui oleh Pembantu Rektor I sekaligus ketua panitia SNMPTN, Zulkifli Nasution.

Soal rencana penghapusan jalur ujian tulis juga sempat disuarakan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi E DPRD Sumut dengan USU dan Unimed, Senin lalu. “Pemerintah meminta SNMPTN dihapuskan. Apa yang akan dilakukan oleh pihak USU dan Unimed?” tanya oleh anggota Komisi E DPRD Sumut Richard Eddy M Lingga.

PR I USU, Zulkifli Nasution, mengaku meski bingung karena ketetapan soal SNMPTN terus berbuah-ubah, pihaknya menyatakan siap. “Ini kerja menjadi lebih berat. Kalau hanya jalur undangan, syaratnya tiga semester terakhir harus baik. Bagaimana kalau salah satu nilai semesternya jeblok, apa tidak membuat bingung. Makanya, kita meminta anggota dewan untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berubah-ubah,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Unimed melalui rektornya Prof Ibnu Hajar Damanik, mengkritik rencana itu.  “Ini statement Pak Joko (Dirjen Dikti Djoko Santoso, Red). Agar jangan salah atau asal ngomong saja. Untuk jalur undangan, nilai bisa dijadikan parameter. Jika sama, maka akan dideteksi apa kelebihan dari siswa itu. Jika siswa baik di mata pelajaran ini, maka akan ditarik kejurusan tersebut,” tuturnya.(uma/ari)

Motivasi Belajar Bisa Turun

Buntut bakal dihapusnya ujian tulis pada SNMPTN 2013 mendatang banyak disayangkan beberapa pihak. Bahkan, kebijakan tersebut bisa membuat motivasi belajar siswa menjadi menurun.

Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Medan Rebekka Girsang. Pasalnya, siswa tidak lagi beraing terbuka dengan siswa di seluruh Indonesia. “Mereka jadi anggap enteng karena hanya perlu mempersiapkan diri untuk bersaing di tingkatan sekolah saja,” katanya.

Namun, Rebekka juga tak memungkiri Kemendikbud pasti juga sudah melakukan penelitian sebelum akan menerapkan sistem baru itu. “Tentunya mereka (Kemendikbud) sudah melakukan observasi. Dan mereka sudah punya pertimbangan,” ujarnya lagi.

Senada, Pembantu Kepala Sekolah I Bidang Kurikulum SMA Negeri 4 Medan Nurbaina juga menyesalkan sistem tersebut. “Tapi, jika ditetapkan dari semester satu, hal ini cukup positif. Karena dari awal, anak-anak sudah berpacu belajar untuk mempertahankan nilai bagus dari semester satu hingga akhir,” jelasnya.

Tanggapan berbeda muncul dari Humas SMA Negeri 3 Medan M Rais. Pihaknya mengaku mendukung sistem baru tersebut. Begitupun dengan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Jalan Letda Sujono Tebingtinggi, Gundur Pulungan dan Kasek SMA Negeri 3 Jalan Gunung Lauser, Tebingtinggi, Parlindungan Nainggolan.  (saz/mag-4/mag-3)

TATA CARA PENDAFTARAN SNMPTN 2012

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 dilaksanakan melalui 2 jalur:

  1. Pendaftaran Jalur Undangan : 1 Februari–10 Maret 2012
  2. Pendaftaran Jalur Ujian Tertulis dan/atau Keterampilan: 10–31 Mei 2012

TAHAPAN PENDAFTARAN SNMPTN JALUR UNDANGAN

  1.    Kepala Sekolah merekomendasikan siswa ke Portal SNMPTN Jalur Undangan melalui laman http://undangan.snmptn.ac.id
  2.    Siswa akan mendapatkan nomor pendaftaran melalui Kepala Sekolah
  3.    Siswa membayar biaya pendaftaran melalui Bank Mandiri atau kantor pos dengan menggunakan nomor pendaftaran
  4.    Siswa login ke laman http://undangan.snmptn.ac.id untuk mengisi BORANG, selanjutnya mencetak kartu peserta SNMPTN

TAHAPAN PENDAFTARAN SNMPTN JALUR UJIAN TERTULIS

  1. Siswa melakukan pembayaran di Bank Mandiri atau kantor pos*) dengan menggunakan tanggal lahir**) sebagai identitas
  2. Setelah melakukan pembayaran, siswa akan mendapatkan PIN dan KAP ( Kode Akses Pendaftaran)
  3. Siswa logi ke laman http://ujian.snmptn.ac.id dengan menggunakan PIN dan KAP untuk mengisi BORANG
  4. Siswa mencetak kartu ujian dengan menikuti seleksi ujian tertulis sesuai jadwal

BIAYA PENDAFTARAN

1. Jalur Undangan  : Rp. 175.000,- per peserta
2. Jalur Ujian Tertulis

* IPA/IPS                : Rp. 150.000,- per peserta
* IPC                : Rp. 175.000,- per peserta
* Ujian Keterampilan        : Rp. 150.000,- per ujian keterampilan
* (bagi yang memilih program studi  yang mempersyaratkan ujian keterampilan)

Sumber: www.usu.ac.id

Tentang Jalur Undangan Sekolah yang berhak mengikuti Jalur Undangan

  1. SMA/SMK/MA/MAK Negeri maupun Swasta yang terakreditasi oleh BAN-SM atau lainnya dan/atau terdaftar pada basis data SNMPTN 2011, termasuk sekolah RI di luar negeri.
  2. Sekolah yang menyelenggarakan dan/atau mengikuti Ujian Nasional.

Syarat Siswa Pelamar

a.    Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang akan mengikuti UN pada tahun 2012.
b.    Memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu: siswa yang masuk dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama (bukan siswa pindahan) pada semester 3, 4, dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MAK), dengan rincian sebagai berikut:

  1. Akreditasi A    : 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
  2. Akreditasi B    : 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
  3. Akreditasi C    : 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
  4. Lainnya        :5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5

Pemeringkatan dilakukan sesuai dengan jurusan IPA, IPS, atau Bahasa berdasarkan nilai mata pelajaran yang diujikan dalam UN tahun 2012. Persentase terbaik tersebut di atas dihitung berdasarkan jumlah siswa kelas XII di masing-masing sekolah
c.    Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
d.    Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.
e.    Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

Penerimaan

Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus seleksi Jalur Undangan SNMPTN 2012, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.

Sumber: www.snmptn.ac.id