Home Blog Page 13859

Isu Suap di KPID Sumut

Pengumuman Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut, terus tertunda. Isu yang mencuat adalah munculnya isu politik uang dalam proses pemilihan calon anggota KPID Sumut periode 2011-2014. Benarkah? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Ari Sisworo dengan Komisioner KPID Sumut, Ranggini.

Apa tanggapan anda terkait isu tersebut?
Isu itu sangat terdengar jelas oleh saya baik dari kawan-kawan di lapangan, maupun kawan-kawan para calon lainnya. Juga dari pemberitaan di media massa. Namun pengalaman saya pribadi pada periode 2008-2011, diberikan amanah sebagai salah seorang di antara tujuh Komisioner KPID Sumut, tidak ada sama sekali terlibat dengan politik uang meski sebesar atau sekecil apapun.

Apakah isu itu tidak benar?
Saya yakin isu tentang politik uang itu tidak benar. Karena pastinya, anggota DPRD Sumut, khususnya yang di Komisi A akan menilai secara objektif terhadap kompetensi, integritas, kapasitas dan komitmen moral para calon karena lembaga komisi penyiaran merupakan lembaga pengawal moral bangsa, khususnya untuk memberikan perlindungan pada masyarakat dari efek negatif isi siaran.

Apa dasar hukumnya?
Dasar hukumnya adalah Undang-Undang 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang mengamanatkan perlunya perlindungan terhadap khalayak, khususnya perempuan dan anak dari efek negatif penyiaran yang dapat merusak sendi-sendi moral bangsa dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bagaimana dengan keterwakilan perempuan di KPID Sumut?
Berbicara tentang isu keterwakilan gender. Saya berharap, apa yang telah dilakukan Komisi A DPRD Sumut Tahun 2008 lalu, dengan memberikan kepercayaan kepada dua orang perempuan di KPID Sumut, juga menjadi perhatian dari anggota Komisi A DPRD Sumut sekarang ini. Saya sangat berharap, kalaupun jumlah keterwakilan gender tidak dapat ditingkatkan dari periode sebelumnya, dimana pada periode lalu anggota KPID Sumut ada dua orang, yakni saya dan almarhumah Hj Sufriati Harahap, paling tidak jumlah dua orang perempuan sebagai anggota KPID Sumut periode berikut ini masih dipertahankan.(*)

Ditjen Dikti Danai Tiga Proposal PKM FH UMSU

MEDAN-Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti Kemendikbud sudah menerima tiga proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) FH UMSU. Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti, UMSU tercatat meloloskan sebanyak 9 proposal PKM, dan 3 di antaranya adalah proposal dari mahasiswa FH UMSU.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FH UMSU, Faisal SH, MHum mengatakan, sesuai dengan arahan dari Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti meminta para mahasiswa yang proposalnya lolos seleksi untuk melaksanakan kegiatan.
“Dengan hasil seleksi itu telah dilakukan kontrak kerja pelaksanaan dengan para pembantu rektor bidang kemahasiswaan. Program dimulai Januari tahun ini dan akan dipantau pelaksanaannya pada Mei mendatang,” ungkapnya.

Adapun ketiga proroposal yang telah disetujui yakni, Pertanggungjawaban Perdata terhadap Pelaku Pencemaran Lingkungan Hidup (Studi di Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Jaka Angga Meistara, Linanda Safdillah dan Muhammad Citra Ardiansyah), Terapkan Restorative Justice Alternatif Untuk Melindungi Anak (Ryan Junianda, Marida Hutagalung dan Lisdayani), dan Kedudukan Akad Nikah Melalui Telepon: Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Hukum Islam (M Alinapia Ritonga, Mhd. Rizki Kurniawan dan gung Baskoro Suhatsah).

Dalam kesempatan itu, Linanda Safdillah, salah seorang mahasiswa yang berhasil lolos dalam PKM mengaku sangat senang karena telah diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuan dirinya.

Peluang ini, bakal digunakan sebagai cara memacu semangat diri agar lebih mengasah sikap intelektualnya. “Semoga dengan lolosnya PKM ini rekan-rekan mahasiswa lain termotivasi dalam kompetisi ilmiah berikutnya,” ucapnya.

Rektor UMSU, Drs Agussani MAP melalui Dekan Fakultas Hukum UMSU Farid Wajdi mengatakan bahwa dunia akademik harus diwarnai dengan munculnya semangat penelitian dikalangan mahasiswa dan dosen.

Di UMSU, bilangnya, jika semangat penelitian ini tengah digalakkan. Satunya melalui Program Kreativitas Mahasiswa yang melakukan berbagai penelitian baik dalam bidang eksakta, humaniora, sosial, ekonomi dan sebagainya.

Masih menurut Farid Wajdi, PKM merupakan momentum bagi mahasiswa untuk terus melakukan penelitian dalam rangka tugas intelektual.
Dan penelitian ini harus menjadi kebiasaan mahasiswa sebagai calon
intelektual.

Farid Wajdi berharap, hasil dari penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat ditindaklanjuti dalam penelitian selanjutnya.  “Bila tahun 2012 muncul 3 proposal penelitian, maka tahun depan harus muncul 50 proposal penelitian,”ungkapnya. (uma)

5 Bulan Berobat Alternatif Baru ke Rumah Sakit

Balita Penderita Tumor Mata

Balita berusia 2 tahun Riski Alfiansa terpaksa dirawat inap di lantai III Ruang Anak, RSU dr Pirngadi Medan. Putra pasangan Ruslan (35) dan Darmayanti (28), warga Pasar IV Gang Ratem, Marelan itu menderita tumor mata (retinoblastoma) di mata sebelah kanannya.
Pengakuan sang ibu Darmayanti, Riski Alfiansa merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dijelaskannya, Riski Alfiansa lahir normal dan tak ada menderita apapun.

“Kami tak tahu kenapa mata Riski Alfiansa ada tumornya. Padahal sejak lahir Riski Alfiansa sehat-sehat saja dan dia itu lahir normal,” katanya.
Menurutnya, mereka mengetahui anaknya menderita tumor karena anaknya merasa gatal pada matanya. Diceritakannya, saat dibawa ke RSU Mitra Medika, baru mereka mengetahui anaknya menderita tumor. “Kami tahu dari hasil scan saat di RSU Mitra Medika kalau anak kami menderita tumor mata (retinoblastoma),” jelasnya.

Menurutnya, mengetahui anaknya menderita tumor, mereka disarankan untuk mengobati mata anaknya ke rumah sakit yang mempunyai peralatan lengkap. Namun, karena mereka tak mempunyai uang mereka lalu membawa anaknya berobat alternatif.
“Selama ini kami bawa berobat ke alternatif karena kami tak punya uang. Kami sendiri sudah habis Rp15 juta selama lima bulan mengobati mata anak kami,” pungkasnya.

Darmayanti menerangkan, mereka membawa anaknya ke RSU dr Pirngadi Medan ini berdasarkan saran dari Lina br Sitorus, salah satu bidan yang berada di dekat rumahnya.

“Bidan Lina br Sitorus itu yang menyuruhkan kami untuk membawa anak kami ke RSU dr Pirngadi Medan ini. Bidan itu juga menyuruh kami untuk membawanya dengan menggunakan Jamkesda,” ujarnya.

Ditambahkan Darmayanti, mereka tak membawa anak mereka berobat ke rumah sakit karena penghasilan suaminya hanya Rp1,4 juta sebulan.
“Ini saja kami tinggal ditempat ibu. Tak hanya itu, biaya Rp1,4 juta mana cukup karena belum lagi biaya anak kami yang masih sekolah. Makanya kami takut bawa ke rumah sakit dan ini saja kami bawa ke rumah sakit pakai Jamkesda,” ujarnya.

Ruslan, sang ayah mengaku, Riski merupakan anak satu-satunya laki-laki. “Ini anak yang saya harapkan karena anak pertama dan kedua saya perempuan. Ini anak laki-laki tapi justru ini yang harus saya terima,” ucapnya.

Ruslan mengharapkan anaknya bisa sehat dan normal kembali. “Harapan saya agar anak saya bisa normal dan sehat kembali seperti anak yang lain,” pungkasnya. (*)

Kandas di Awal Misi

Persela vs PSMS

MEDAN- Laga perdana Tour Jawa Timur-Papua yang dilakoni PSMS harus kandas tanpa mengoleksi satu poin pun. Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persela Lamongan dengan skor akhir 2-1 pada lanjutan laga kompetisi ISL di Stadion Surajaya, Selasa (28/2) sore.

Pada babak pertama, PSMS langsung melakukan tekanan dan berhasil menguasai pertandingan. Hasilnya PSMS sempat unggul lebih dulu melalui gol striker PSMS Osas Saha di menit 13. Umpan play maker PSMS Inkyun Oh  diteruskan Saha dengan tendangan lob ke arah gawang yang dijaga kiper Persela Huda. Saat itu Huda sudah lebih dulu maju mengejar bola. 1-0 untuk keunggulan PSMS.

Namun, tiga menit sebelum turun minum, play maker Persela Gustavo berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas yang tak mampu diantisipasi kiper PSMS Markus. Skor 1-1 bertahan hingga jeda babak pertama.

Di babak kedua, giliran Persela menguasai jalannya pertandingan. Praktis, gawang PSMS mendapat gempura dari anak-anak Laskar Joko Tingkir. Ngotot mempertahankan gawang dari serangan skuad asuhan Miroslav Janu, pemain PSMS membukukan lima kartu kuning untuk Wawan, Zulkarnain, Inkyun, Denny dan Anton. Sedangkan kubu Persela masing-masing membukukan satu kartu kuning untuk Gustavo dan kartu merah untuk Danu setelah mendapat dua kartu kuning.

Di menit 64, kembali tendangan bebas Gustavo berbuah gol, yang dimanfaatkan striker Persela Costas melalui heading. Skor berbalik 2-1. Sejak menit 77, sebenarnya PSMS berpeluang besar meyamakan kedudukan atau malah memenangkan pertandingan. Pasalnya gelandang Persela Danu harus keluar dari pertandingan karena mendapat kartu kuning kedua setelah menjegal keras Inkyun.

Namun, tak ada peluang matang yang bisa dihasilkan skuad besutan Suharto AD ini. Hanya di satu menit jelang laga berakhir PSMS berpeluang menambah gol melalui tendangan keras striker PSMS Dong Soo yang masih bisa ditepis Huda. Bola muntah tersebut tepat jatuh ke kaki wing back PSMS Denny,  dan  ia tak mampu memaksimalkan bola tersebut. Skor bertahan 2-1 untuk keunggulan Persela.

Pelatih PSMS Suharto AD menuturkan, perjuangan yang dilakukan pemain belum membuahkan hasil. “Padahal mereka bermain lepas. Kekalahan ini juga banyak disebabkan kondisi lapangan yang masih belum layak. Lapangan masih penuh ditimbuni pasir,” katanya.(saz)

Gaji Honorer Bisa Dibagi

MEDAN-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki tenaga honor diingatkan segera membayar upah. Karena setiap SKPD sudah mendapatkan uang persediaan (UP) dari kas Pemko Medan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan, Irwan Ritonga ketika ditemui Sumut Pos.
Menurutnya, instansi di jajaran Pemko Medan tidak dibenarkan tak membayarkan upah honorer, karena selama sudah disiapkan  anggarannya.
“Bila ada tenaga honorer ini belum dibayarkan upahnya, hal itu dimungkinkan karena ada tersangkut persoalan surat keputusan (SK) di masing-masing instansi,” katanya.

Ketika disinggung masih ada beberapa tenaga honorer di RSU Pirngadi dan sekretariat DPRD Medan yang  belum gajian, Irwan menyebutkan hal itu bisa langsung ditanyakan ke instansi terkait. Karena selama ini, dua instansi tersebut sudah mengajukan UP kepada BPKD.

Saat diminta tanggapannya menganai honor kepala lingkungan, mantan staf ahli di Pemko Medan menegaskan seluruh kepling sudah bisa menerima upahnya, karena pemerintah kecamatan sebagai SKPD sudah mendapatkan anggaran UP masing-masing senilai Rp50 juta.

Lebih lanjut, Irwan membeberkan, pelaksanaan kinerja pelayanan di instansi Pemerintahan juga tak boleh mandek, pasalnya UP sudah disiapkan untuk pembelian alat tulis kantor (ATK), upah honorer dan kegiatan tanpa tender di instansi masing-masing.

“Jadi semua instansi sudah memiliki anggarannya, tidak dibenarkan ada alasan lagi tak memiliki anggaran,” tegasnya.
Khusus untuk proses tender pelaksanaan pekerjaan, Irwan memaparkan, tentunya masih ada proses lanjutan di instansi masing-masing, tapi pada prinsipnya BPKD tetap siap menyalurkan anggarannya.

“UP dilakukan sesuai peraturan pemerintah tentang pengelolaan keuangan negara dan untuk menghindari dilakukannya anggaran pendahuluan, karena bagaimana pun penggunaan anggaran tak dibenarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” terangnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah menegaskan, penggunaan anggaran ditahap awal seperti pemakaian UP, selayaknya dilakukan dengan maksimal. Bukan dikarenakan untuk melunasi pembayaran yang lalu-lalu sehingga berdampak kepada pembayaran upah tenaga honorer, khususnya jangan ada lagi kepling belum gajian. (ril)

Donny F Siregar Ngebet ke Medan

MEDAN- Harapan PSMS untuk mendapatkan gelandang PSIS Semarang Donny F Siregar sudah semakin terbuka. Namun, Ayam Kinantan bukan satu-satunya klub yang mengharapkan kehadiran Donny. Arema Indonesia ISL juga ngebet menyodorkan kontrak.

Informasi tersebut didapat dari seorang sumber dari manajemen Arema Indonesia. Dia mengatakan, klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut berharap bisa mendapatkan tanda tangan pemain asal Balige Sumatera Utara itu.

Sumber menyebutkan, Donny yang bersama PSMS musim lalu berhasil membawa PSMS ke babak delapan besar membuat manajemen Arema tertarik memboyongnya. Apa lagi, Arema juga tengah berbenah menyambut putaran kedua setelah tampil cukup buruk di putaran pertama.

“Di tangan manajemen baru, kami berharap bisa mendatangkan Donny di putaran kedua. Rencananya manajemen akan langsung melobi dalam waktu dekat ini,” tutur sumber yang enggan namanya disebutkan, Selasa (28/2).

Arema Indonesia saat ini berada di posisi 16 klasemen sementara ISL dengan 11 poin, di peringkat ketiga terbawah. Kondisi ini tentu saja mengharuskan dilakukannya perubahan secepatnya.

Donny yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Arema Indonesia sudah mengontaknya untuk bergabung. “Betul. Orang Arema ada menghubungi saya. Tapi belum tahap negosiasi harga,” ujarnya.

Diakuinya, beberapa klub yang mengincarnya tetap berpeluang mendapatkannya. “Yang pasti aku cari klub yang serius sama aku, yang membutuhkan tenagaku dan mnghargaiku,” kata pemain 28 tahun itu.

Tidak hanya PSMS dan Arema, Donny juga menyebutkan beberapa klub lainnya yang mulai menjalin komunikasi dengannya. Persis Solo, Persiram Raja Ampat, serta PPSM Magelang menyatakan hal sama. “Pelatih Persis Solo Junaidi sudah menghubungiku dan meminta aku mempertimbangkan untuk pindah ke Solo. Magelang juga, begitu juga Persiram. Tapi aku masih pikir-pikir,” jelas eks pemain Persijap Jepara itu.

Saat ini, Donny mengaku, dirinya masih mempertimbangkan tawaran harga yang diberikan manajemen PSMS kepadanya. “Belum ketemu harga yang sesuai. Saya harap manajemen PSMS mempertimbangkan lagi tawaran yang saya ajukan. Saya berharap bisa ke Medan,” tandasnya. (saz)

Turnamen AMPI Masuk Babak Penyisihan

DELISERDANG- Turnamen AMPI CUP-I 2012 KU-11 dan KU-15 memasuki babak penyisihan. SSB Bulu Cina dan Kebun Bunga tampil sebagai tim pencetak gol terbanyak dengan perolehan masing-masing tiga gol.

Ketiga gol milik SSB Bulu Cina yang berada di pool A ini melawan SSB Damar dengan skor 3-1. Dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Martubung ini  Anton pencetak gol terbanyak.

Sedangkan SSB Kebun Bunga yang berada di pool B melawan SSB Patriot yang berakhir dengan skor 3-0.

Perolehan gol SSB Kebun Bunga itu diciptakan oleh Jimmi di pertengahan babak pertama. Di babak kedua diciptakan oleh Yogi dan Ansoma.
Sebelumnya di partai pertama SSB Medan Jaya RMJ berhasil keluar sebagai pemenang atas SSB Generasi Medan dengan skor 1-0. Satu-satunya gol SSB Medan Jaya RMJ itu tercipta oleh Anggi.

“Mudah-mudahan hingga berakhirnya turnamen ini  11 Maret mendatang tetap berjalan lancar,” tutur Selamat, ketua panitia usai pertandingan Selasa (28/2).(mag-10)

Pemko Desak Peletakan Batu Pertama

MEDAN-Pemko Medan menurunkan tim mendesak Ditjen Bina Marga untuk menentukan tanggal peletakan batu pertama pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Pos. Wali Kota Medan Rahudman Harahap menjelaskan sampai saat ini proses pembangunan Fly Over Simpang Pos sedang dalam proses tender.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri menambahkan pembangunan Fly Over Simpang Pos sesuai dengan tinjauan Perda Nomor 13 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Medan tahun 2011-2031. Fly Over Simpang Pos ditetapkan sebagai bagian dari sub pusat pelayanan Medan Selayang dalam RTRW Kota Medan.

Menurutnya, desain teknis pembangunan Fly Over Simpang Pos panjang keseluruhan 850 meter, panjang struktur jembatan 425 meter, lebar 17 meter, jumlah 2 jalur dan 2 jalur per arah. Lebar masing-masing lajur 3,5 meter, lebar marka 0,25 meter dari sisi median, dan 0,22 meter dari sisi barier. Lebar frontpage road 7 meter, tambah trotoar 2 meter, lebar daerah milik jalan 37 meter, kemiringan perkerasan 2 persen. Jenis pondasi bored pile dia 89 cm. Sedangkan untuk konstruksi perkerasan, concerete 27 meter, lean conceret 10 cm dan tipe kolom hexagonal 2,5 meter.

Ditambahkan Syaiful, untuk pembebasan tanah selebar 10 meter terbagi atas 5 meter kiri dan lima meter kanan jalan. Total persil yang dibebaskan dalam pembangunan sebanyak 130 persil, pembebasan persil sudah selesai dilaksanakan tinggal tiga lagi akan dikonsinyasi ke PN Medan. (adl)

Atlet Catur Sumut ke Luar Negeri

MEDAN- Upaya memperbaiki kualitas pecatur tanah air terus dilakukan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). Salah satunya program pengiriman atlet ke luar negeri untuk menimba ilmu. Belanda dan Hongaria kemungkinan menjadi alternatif  tujuan.

Hal itu disampaikan Ketua PB Percasi, Hasim Djojohadikusumo di Gedung PWI Sumut Parada Harahap, Selasa (28/2) kemarin. “Kita akan mempersiapkan program pengiriman atlet ke luar negeri. Mungkin ke Amsterdam (Belanda-red) atau Hongaria. Kuotanya 10 atlet,” ujarnya.

Kesepuluh atlet tersebut disaring lewat program seleksi nasional. Karena itu pecatur dari berbagai daerah berkesempatan untuk ikut serta menimba ilmu di luar negeri. “Kita saring dari seleksi nasional. Jadi semua daerah punya kesempatan untuk ikut. Nama-namanya juga sudah  ada gambaran. Termasuk Sumut dan Aceh yang punya potensi,” ujarnya.

Seleknas pecatur junior dibagi dalam dua tahap. Diikuti seluruh pecatur muda usia potensial 10-16 tahun dari berbagai daerah. Tahap awal telah digelar pada 15-21 Februari lalu. Tahap selanjutnya akan digelar pada pertengahan Maret mendatang.

Soal pembinaan catur di Sumut sendiri, Hasim melihat mulai dikembangkannya pembinaan sejak usia dini. Sumut punya pecatur potensial seperti Arif Rahman Saragih dan lainnya. “Pembinaan usia dini itu sangat penting. Saya lihat itu mulai ada di sini (Sumut-red) terbukti dari peserta turnamen yang berasal sekolah-sekolah dan atlet-atlet catur junior,” ujarnya.

Dari hasil pantauan Hasim mengatakan dari segi prestasi pecatur putri lebih menonjol. “Kemungkinan putri yang akan lebih banyak kita kirim karena lebih menonjol daripada putra,” ujarnya.

Selain itu peningkatan kualitas para pecatur di daerah juga tengah diperhatikan dengan program pengiriman pelatih ke daerah-daerah. “Kita akan mengirim pelatih ke daerah-daerah. Yang pastinya pelatih asing. Tapi kita belum tentukan ke daerah mana saja. Pelatih dari Eropa Timur masih menjadi prioritas,” ujarnya.

Kehadiran Hasim di Medan dalam rangka pembukaan turnamen catur terbuka perorangan Waspada Cup yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus Pengcab Percasi Medan periode 2012-2015. Turnamen ini diikuti 218 pecatur termasuk dari provinsi lain di Sumatera.(mag-18)

Perusahaan dan Karyawan Harus Kompak

Wali Kota Medan Peringati Bulan K3N

Hubungan antara perusahaan dengan para karyawan yang telah terbina harus dipertahankan dan ditingkatkan. Kemudian, hidupkan komunikasi antara karyawan dengan perusahaan termasuk pemerintah.

Permintaan peningkatan hubungan perusahaan dengan karyawan terbina dengan baik disampaikan Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM saat memimpin upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (K3N) tahun 2012, yang digelar di halaman perusahaan PT Industri Karet Deli Jalan Yos Sudarso, Medan.

Hadir pada kesempatan itu, para perwakilan karyawan perusahaan tersebut, pimpinan perusahaan, dan unsur Kordinasi Pim pinan Daerah Kota Medan serta sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Menurut Rahudman, semakin kondusifnya suatu perusahaan, bergantung kepada hubungan karyawan dengan perusahaan, mulai dari peningkatakan kesejahateraan para karyawan dan bisa ditingkatkan lagi.

“Inilah harapan kita, harapan tersebut semoga bisa diwujudkan agar Kota Medan tetap kondusif dan terjaga dengan baik sam pai hari ini dan hari mendatang,” katanya.

Dia membeberkan, hal-hal yang timbul bisa diselesaikan dengan baik. Kemudian, organisasi karyawan yang ada dibutuhkan untuk saling bahu membahu agar tumbuhnya hubungan kerja antara perusahaan dengan tenaga kerja terjalin dengan baik.

Rahudman mengatakan, terima kasih dan penghargaan yang setingginya kepada seluruh karyawan, atas kekompakan dan kebersamaannya sehingga Kota Medan sampai tetap dalam kondisi aman dan terkendali dan kondusif. Hal ini membuktikan bahwa hubungan antara perusahaan dengan pekerja telah terbina dengan baik.

“Berkat kerja sama Pemko Medan, yang senantiasa memberikan fasilitas dalam rangka mewujudkan hak-hak kepada buruh dan karyawan. Hal ini tak terlepas dari perusahaan yang juga bertanggung jawab dalam rangka berbagi kegiatan keselamatan kerja di kawasan industri,” jelasnya.
Dia mengajak perusahaan yang sudah memiliki organisasi buruh agar senantiasa menyelasaikan persoalan buruh dengan satu kebersamaan, satu koordinasi, satu musyawarah yang dapat menghasilkan dan diterima oleh semua pihak.

Tak lupa, Rahudman membacakan sambutan tertulis Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yang menjelaskan kalau peringatan K3N ini merupakan tahun ketiga bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dalam mendukung cita-cita besar kita yakni Indonesia berbudaya K3 tahun 2015 sebagai mana telah ditetapkan dalam keputusan.

“Hal ini sejalan dengan perkembangan K3 di tingkat internasional, bahwa isu untuk menjadikan K3 dunia ke-18 tahun 2008 di Seoul,” tagasnya.
Lebih lanjut, dalam sambutan menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tersebut dikatakan, berdasarkan laporan ILO setiap hari terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal kurang lebih 6.000 kasus, tingkat keparahan dan kecelakaan kerja di seluruh dunia pada umumnya. Di Indonesia pada khususnya masih cukup tinggi, kerugian akibat kecelakaan kerja di negara berkembang mencapai 4 persen dari Gross National Product (GNP) .
“Untuk itulah K3 di tempat bekerja harus mendapat perhatian serius,” jelasnya.

Acara peringatan bulan K3N ini dirangkai dengan penyerahan bea siswa kepada siswa-siswi SD.SMP dan SMA. Kemudian menyerahkan bantuan kepada karyawan yang berprestasi dan pemberian penghargaan kepada 14 perusahaan yang nihil kecelakan kerja anataranya, PT Coca cola, PT Industri Karet Deli, PDAM Tirtanadi, PT Ekogreen, PT Socfindo, Smart TBK, juga bakti sosial pengobatan gratis kepada karyawan. (adl)

Rutin Gelar Pengawasan

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Medan, Marah Husin Lubis mengatakan, dalam pelaksanaan K3 pihak Dinsosnaker secara rutin melakukan pengawasan ke perusahaan yang ada di Kota Medan.

Dalam pengawasan itu, Husin menegaskan, pegawainya turun ke perusahaan-perusahaan agar kondusifnya Kota Medan. Tujuannya, hanya untuk melakukan pembinaan kepada perusahaan dan para karyawan.

“Harapannya semua buruh di Kota Medan dapat menerima upah minimum kota (UMK) yang telah ditetapkan sebesar Rp1.255.000,” katanya.
Husin diingatkan, seluruh perusahaan diminta untuk melaksanakan keputusan tersebut. Di mana, ketentuannya harus dijalankan perusahaan dengan memberikan upah sesuai ketentuan kepada karyawan tanpa terkecuali. Tapi, apabila ada yang membayar melebihi ketentuan, tidak masalah karena sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ada ketentuan membayar uang transportasi, makan dan tunjangan lainnya.

“Kalau perusahaan membayar lebih dari ketentuan, tentu tidak ada masalah. Tapi kalau di bawah ketentuan baru tidak boleh karena sudah ada aturannya. Apabila menyalahi, akan dikenakan sanksi,” ujarnya.

Sedangkan untuk perusahan, lanjut Husin, yang tidak menyesuaikan dengan UMK akan disidik oleh Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Kemudian, bila perusahaan yang tidak membayar sesuai dengan UMK dan menyebutkan perusahaan yang sedang mengalami pailit.
Husin menambahkan, pihaknya selalu memberikan pembinaan kepada perusahaan untuk melaksanakan seluruh ketentuan ketenagakerjaan. (adl)

Tindak Tegas Perusahaan Bandel

Komisi B DPRD Medan meminta Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Medan lebih aktif menyelesaikan berbagai permasalahan terkait dengan tenaga kerja serta meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang membandel.

Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD Medan Roma P Simaremare berbagai penyelesaian permasalahan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), perusahaan yang tidak membayar kewajibannya kepada karyawan dan lainnya, seringkali tidak tuntas.

“Seperti masalah yang terjadi di beberapa perusahaan sering melakukan PHK sepihak kepada karyawannya. Kasus-kasus seperti itu harus menjadi perhatian bagi Dinsosnaker,” katanya.

Persoalan ketenagakerjaan, lanjut dia, bukan baru kali ini saja terjadi melainkan sudah sangat sering kali penyelesaian persoalan PHK dan pembayaran pesangon tidak tuntas. Dinsosnaker dinilai tidak tegas karena perusahaan tidak mengindahkan surat teguran.
“Memang ada surat teguran yang disampaikan tapi kadang tidak diindahkan perusahaan. Jadi sampai sejauh mana kinerja Dinsosnaker ini, tentu jadi pertanyaan bagi kami,” ucapnya.

Dia memaparkan, perusahaan-perusahaan yang membandel tersebut, Dinsosnaker harus lebih meningkatkan pengawasannya. Apabila perusahaan tidak memperdulikan teguran, tentu harus diberikan sanksi tegas.

Dengan begitu maka berbagai aturan terkait ketenagakerjaan di kota ini bisa diterapkan, berarti hak-hak karyawan yang bekerja di seluruh perusahaan di sini terjamin.

“Tidak cukup hanya surat teguran saja, tetapi harus ada pengawasan lebih intens lagi kepada perusahaan-perusahaan tersebut,” ujarnya. (adl)