Home Blog Page 13921

Bong dan Sabu Disimpan dalam Anus

MEDAN- Satu lagi kurir sabu-sabu asal Malaysia ditangkap petugas P2 Bandara Polonia Medan lantaran kedapatan membawa bong dan sabu yang disembunyikan di dalam perut, Sabtu (11/2) siang. Adalah Henri Gusnaidi (39), warga Jalan G Kampong Dle Klang Malaysia/Jalan Serdang, Lorong Sentosa Lama, Medan Perjuangan, ditangkap saat tiba di bandara Polonia Medan dengan Pesawat Fire Fly dari Malaysia.

Penangkapan Henri berawal dari kecurigaan petugas P2 Bea Cukai Bandara Polonia Medan Dedy F Ginting. Dia lantas berkordinasi dengan petugas lain dan langsung memboyong Henri untuk diperiksa menggunakan X-Ray. Benar saja, di dalam perut Henri terlihat benda mencurigakan.

Untuk pembuktian labih lanjut, petugas membawa Henri menuju RS Elisabeth, Medan. Kali ini lebih parah, Henri menyimpan satu set bong dan 11 bungkus kecil sabu di dalam perutnya menggunakan kondom. Setelah ditimbang, berat sabu tersebut 28 gram.

Pada polisi, Henri mengaku sabu dan alat hisapnya dimasukkan ke dalam dubur dengan menggunakan kondom agar lebih mudah. “Biar licin masuk ke lubang pantatnya, modus biasa itu. Tapi yang luar biasa bonk pun dibawanya juga, macam nggak bisa buat bonk saja dia. Langsung saja ke Dir bos, nanti awak yang kena,” ujar salah satu sumber koran ini di Dit Reserse Narkoba Polda Sumut, saat dihubungi via HP Minggu (12/2) siang.

Semakin maraknya penyeludupan narkoba asal Malaysia, membuat petugas Bandara Polonia Medan membuat strategi baru untuk lebih mudah memantau penyeludupan. Dalam satu hari, petugas sudah mengelompokkan penerbangan dari Malaysia menuju Medan.

Ini diungkapkan seorang petugas P2 Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan yang minta identitasnya dirahasiakan. “Setiap hari setiap penerbangan yang dari Malaysia sudah kami kelompokkan, kalau penumpang yang dari Malaysia kami perhatikan khusus gerak-geriknya,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andjar Dewanto melalui Pjs Kasubdit II Kompol Donald Simanjuntak mengaku kewalahan memeriksa Henri. Sebab hingga saat ini Henri masih bungkam. “Masih bungkam dia, mungkin besok saja lah biar lebih enak menanyai dia,” tegasnya, Minggu (12/2) siang.

Tak Ada Atlet Sumut yang Terkena Diskualifikasi

Miliki Kemampuan yang Merata

MEDAN-Sebanyak 15 atlet tembak reaksi Sumatera Utara dinyatakan lulus ujian sertifikasi yang berlangsung selama dua hari di Lapangan Tembak Anugerah Perumahan Cemara Asri 10 hingga 11 Februari lalu. Sukses ini akan semakin membuka lebar peluang para petembak di daerah ini untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

Selain itu, dengan sertifikasi tersebut, maka pengurus untuk bidang tembak reaksi akan lebih mudah dibentuk. Menurut Beni Sutanandika, salah seorang pemateri ujian dari PB Perbakin, untuk membuka bidang tembak reaksi, harus memiliki setidaknya atlet tembak bersertifikasi dengan dilengkapi minimal tiga renga officer.

“Hasil dari ujian sertifikasi ini cukup bagus. Kemampuan para atlet tembak reaksi Sumatera Utara terlihat merata. Ini sangat baik karena akan menghadirkan persaingan yang sehat diantara atlet,” ujar Beni.

Menurut Beni, kelulusan para petembak ini merupakan bagian dari hasil pelatihan atlet  yang dilakukan pada November 2011 lalu. Beni mengatakan, hasil itu terlihat jelas dengan kemampuan saat ujian berlangsung. “Di Sumatera Utara terlihat lebih cepat berkembangnya. Itu artinya, Sumut memang memiliki atlet-atlet yang berpotensi. Jika dilihat dari hasil ujian, yang diperlukan hanya meningkatkan volume latihan saja,” tegas Beni.
Ketua Harian Pengprov Perbakin Sumut Musa Idishah, menyambut gembira atas lulusnya para atlet tembak Sumut dalam ujian sertifikasi. Terlebih lagi, selama penataran dan ujian berlangsung, tidak satupun atlet terkena diskualifikasi. Itu artinya, atlet Sumut memang sudah benar-benar memahami aturan dan tata cara menggunakan senjata.

“Melihat pencapaian di ujian sertifikasi ini, saya cukup bangga. Dari hasil ujian juga terlihat kalau para atlet sudah cukup memahami keamanan senjata. Berlangsung cukup tertib dan disiplin,” kata pria yang akrab disapa Doddy ini.

Doddy berharap, setelah lulus ujian sertifikasi, kemampuan para atlet semakin meningkat dan dapat dibuktikan melalui pencapaian prestasi. “Ini ujian sertifikasi yang pertama kalinya di gelar di Sumut. Tujuan utamanya adalah mendulang prestasi di pentas nasional maupun internasional,” terang Doddy.
Atlet tembak Sumut, Wilson Hariyanto mengaku, ujian sertifikasi ini jelas menjadi picuan tersendiri bagi mereka para atlet untuk mendulang prestasi demi prestasi.

“Dengan sertifikasi yang ada saat ini, kesempatan untuk bertanding di nomor tembak reaksi sudah terbuka lebar. Ini sangat baik untuk perkembangan olahraga menembak di Sumut. Terbukti, kami sebagai atlet mendapat banyak pelajaran tentang teknik menembak ,” kata Wilson.

Atlet tembak reaksi Sumut rencananya akan mengikuti kejuaraan di Bandung pada akhir Februari mendatang. Ini menjadi ujian pertama bagi atlet tembak Sumut untuk menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan, penataran, hingga ujian sertifikasi. (jun)

MFC Siapkan Beragam Even

MEDAN- Medan Futsal Community (MFC) yang dibentuk akhir Januari lalu oleh berbagai insan peduli kemajuan futsal kota Medan akan melaksanakan kompetisi antar klub di kota Medan bertajuk Medan Futsal League 2012 (MFL2012). Hal ini dikatakan Aulia Andri, Ketua MFC, didampingi Fandy Butar-Butar, Wakil Ketua Bidang Kompetisi MFC, Jumat (10/2).
“Sesuai dengan hasil rapat anggota Medan Futsal Community tanggal 8 Februari 2012, kita putuskan untuk menggelar Medan Futsal League 2012,” kata Aulia.

Sementara itu, Ingan H Pane, Sekretaris MFC menambahkan, diadakannya kompetisi futsal ini mengingat belum ada kompetisi yang digarap serius di Kota Medan.

“MFL 2012 akan diselenggarakan di bulan Maret mendatang, dengan sistem kompetisi penuh. Selain itu kita juga menerapkan sistem promosi dan degradasi di musim berikutnya. Jadi klub-klub pun harus berkomitmen dengan MFL 2012 agar kompetisi ini berjalan berkesinambungan,” kata Ingan.
Sedangkan Koordinator Bidang Pembinaan MFC Drs Syamsu Rahman juga menambahkan Medan Futsal Laegue akan sedikit mencontoh pagelaran Liga Futsal Sumut 2009 lalu yang dimainkan setiap hari Sabtu dan Minggu saja. Sehingga pembinaan pada pemain dapat berjalan dengan baik.”
“Pemain-pemain yang berkompetisi di Medan Futsal League ini akan kita saring dengan sebaik mungkin untuk direkrut dan dibina di Medan Futsal
Club yang nantinya akan diikutkan pada ajang Indonesia Futsal League 2012,” sebut Syamsu Rahman yang saat ini juga menjadi pelatih kepala klub LP3I Gajahmada, juara Liga Amatir Sumut 2011 lalu.

Syamsu  menyebutkan, untuk mempercepat  kompetisi Medan Futsal League ini MFC akan menyurati semua klub yang ada di kota Medan. Serta juga sudah berkomunikasi dengan Badan Futsal Nasional agar kompetisi ini dapat didukung dengan sebaiknya.

Selain Medan Futsal League, dalam waktu dekat ini MFC juga yang bekerjasama dengan komunitas SABROM mengadakan acara open turnamen kategori umum putra bertajuk Sabrom Futsal Championship 2012 pada tanggal 17-19 Februari 2012 di lapangan KickOff Futsal Jalan Kutilang Medan.(jun)

Try Out Sebelum ke PON

MEDAN- Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Sumut optimis atletnya akan berlaga di PON Riau, September mendatang.  Atlet yang akan dikirim itu merupakan hasil sekeksi pra PON. Kini mereka sedang menjalani pelatda.

Pelatih PBI Sumut Singgih Goenawan mengatakan atlet bowling yang akan dikirim itu adalah Imam Wiguna nomor tunggal putra, Kartika Wahyu Putri dan Aldila Indrayati Ronald Simangunsong nomor ganda putri, Taufan Adi Saputra dan Angelina.

Selain pelatda sambung Singgih untuk menambah jam terbang sekaligus pengalaman bertanding, para atlet bowling ini juga nantinya akan mengikuti try out. “Ini berguna agar para atlet terbiasa berkompetisi dengan baik dan sehat,” ujarnya.

Singgih mengharapkan, dengan berkaca pada PON sebelumnya dimana atlet bowling Sumut hanya mendapat perunggu, maka di tahun ini prestasi itu harus dapat ditingkatkan. (mag-10)

Warga Sulit Dapat Kartu Jamkesmas

MEDAN- Warga Kota Medan mengeluhkan sulitnya mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Keluhan tersebut dikemukakan sejumlah warga Medan ketika menerima kunjungan kerja atau reses anggota DPRD Sumut Brilian Moktar, di Kecamatan Medan Barat, tepatnya di Kelurahan Karang Berombak, Rabu (8/2) dan Medan Timur, tepatnya di Kelurahan  Brayan Bengkel, Sabtu (11/2).

Musfiyani, warga Kelurahan Karang Berombak mengeluhkan, sulitnya mendapatkan Jamkesmas dan layanan kesehatan lainnya seperti seperti Kartu Medan Sehat.

Menurut Musfiyani, kesulitan mendapatkan Kartu Medan Sehat itu menyebabkan dia tidak dapat mengobati penyakit anaknya mengalami pembengkakan rusuk. “Bantulah kami Pak. Bagaimana lagi saya bisa mengobati rusuk anak saya yang mengalami pembengkakan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, yakni Halimatussakdiah Harahap, yang sangat mengharapkan Kartu Medan Sehat. Sebagai warga yang kurang mampu.

Halimatusakdiyah Harahap merasa, sangat memerlukan Kartu Medan Sehat agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan jika mengalami penyakit.
Selain itu, warga juga mengeluhakn masalah kerusakan drainase yang mengakibatkan seringnya terjadi banjir, seolah tidak diperhatikan pemerintah.
Seperti yang dikemukan salah seorang warga Pulo Brayan Bengkel, bernama Supardi Lubis.
“Bagaimana tidak resah, hujan sedikit saja sudah banjir,” katanya.

Selain drainase yang rusak, rentannya banjir di Medan Barat itu disebabkan kanal penampungan air yang berlokasi di perbatasan dengan Kecamatan Medan Deli berada di dataran yang lebih tinggi.

Akibatnya, air yang ada selalu tergenang di Medan Barat karena airnya kembali lagi meski sudah mengalir menuju kanal. Salah satu lokasi yang banyak mengalami genangan air itu terlihat di lapangan bola Brayan Bengkel karena airnya tidak dapat mengalir.
Kondisi itu menyebabkan daerah sekitar lapangan bola itu menjadi langganan banjir.

“Airnya sudah tergenang karena tidak bisa mengalir, ditambah lagi hujan, banjirlah,” katanya.

Menanggapi keluhan soal Jamkesmas, Brilian Moktar menyatakan, warga harus mempersiapkan  berkas tentang data pribadi anaknya sekaligus riwayat penyakitnya. Dijelaskannya, untuk mendapatkan kartu Medan Sehat tergantung dari perubahan data kemiskinan yang dilakukan setiap tahun yang datanya diambil dari setiap lingkungan.

Sedangkan untuk masalah drainase, politisi dari PDI P Sumut ini menyatakan, agar warga untuk mebuat surat ke Pemko Medan dan ditembuskan ke DPRD Medan dan DPRD Sumut agar dapat diperjuangkan melalui konstitusi.

Brilian menyarankan warga untuk mebuat surat ke Pemko Medan dan ditembuskan ke DPRD Medan dan DPRD Sumut agar dapat diperjuangkan melalui konstitusi. Terhadap mengenai masalah tanah,  Brilian menyarankan, warga untuk membuat laporan resmi ke posko tanah dan Biro Bantuan Hukum (BBH) PDI Perjuangan yang berkantor di Jalan Hayam Wuruk Medan.

Brilian berjanji akan menyampaikan keluhan itu ke pemprovsu agar menunda upaya mengeluarkan penghuni yang telah mendiami rumah tersebut selama puluhan tahun.

“Laporkan secara resmi, nanti akan kami tindak lanjuti,” kata anggota Komisi B DPRD Sumut itu.(ari)

Gelar Razia, Incar Geng Motor

MEDAN -Polsekta Medan Baru dibantu Polresta Medan dan Polda Sumut menggelar razia di simpang Jalan Iskandar Muda, Sabtu (11/2) malam. Polisi berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat.

Kapolsekta Medan Baru, Kompol Doni Alexander SIK mengatakan, razia dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para anggota geng motor yang sudah meresahkan masyarakat.

Diterangkannya, razia sesuai instruksi Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang.

“Razia dilakukan untuk mempersempit ruang gerak geng motor karena belakangan ini sudah meresahkan masyarakatn
Tidak hanya itu, ulah mereka tergolong nekad,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi geng motor polisi dibantu personel dari Polresta Medan dan Polda Sumut tetap melakukan razia rutin tiap malam di seluruh wilayah hukum Polsekta Medan Baru.

“Kita juga melakukan razia di ruas jalan yang ada di wilayah hukum Polsekta Medan Baru. Petugas juga disiagakan di ruas jalan yang dijadikan sebagai perlintasan geng motor,” jelasnya.

Sebelumnya, Minggu (12/2) dini hari, polisi membubarkan pemuda yang kumpul-kumpul di sekitar kawasan Jalan Sekip.
“Sepeda motor mereka kita amankan dan kalau memang mereka pemiliknya, kita persilahkan mengambil sepeda motornya disertai dengan surat-surat kepemilikan,” jelas Doni Alexander.

Minggu (12/2) pagi, ratusan warga yang kesal dengan ulah kawanan geng motor melakukan sweeping sambil membawa kayu, di sepanjang Jalan Adam Malik Medan untuk mencari kawanan geng motor.

“Nampaknya mereka sudah tidak takut sama polisi. Buktinya meskipun polisi sweeping tapi  nyatanya mereka semakin menjadi-jadi. Dan semakin anarkis,” ujar Een, warga. (mag-5/jon)

Ikut Camp Internasional, Belajar dan Bertanding di Amerika

Kesempatan Langka bila Menjadi DBL Indonesia All-Star

Sejak tahun 2008, kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Development Basketball League (DBL), selalu berkomitmen mencari pemain-pemain terbaik untuk bergabung dalam DBL Indonesia All-Star. Mereka yang terpilih akan punya kesempatan langka mengikuti perjalanan internasional. Pada 2008 dan 2009, tim DBL All-Star diajak belajar dan bertanding ke Australia. Pada 2010 dan 2011, mereka yang terpilih dibawa ke Amerika Serikat.
Tahun ini, Honda DBL kembali memberikan peluang tersebut.

Untuk menjadi salah satu yang berhak mengecap kesempatan itu, tentu bukan hal mudah. Pada setiap penyelenggaraannya, Honda DBL akan mencari pemain-pemain serta pelatih-pelatih terbaik dari setiap provinsi. Sebanyak 10 pemain (lima putra, lima putri) dan dua pelatih terbaik dari setiap seri akan masuk dalam League DBL First Team. Selain itu, DBL Indonesia juga akan mencari pemain putra dan putri terbaik untuk menjadi Honda Most Valuable Player.

”Terpilihnya pemain sebagai League DBL First Team adalah langkah awal mereka untuk bisa terpilih sebagai DBL Indonesia All-Star dan pergi ke Amerika Serikat,” ujar Donny Rahardian, events senior manager PT DBL Indonesia.

Pemain-pemain terbaik dari setiap provinsi peserta Honda DBL 2012 itu akan diterbangkan ke Surabaya, mengikuti DBL Camp. Di camp basket terbesar di Indonesia itu, mereka akan mendapat pelatihan dari pelatih-pelatih kelas dunia. Tahun lalu, salah satu pelatihnya merupakan pemain legendaris dari salah satu negara dengan sejarah basket kuat, Australia. ”Kami akan mengumumkan lebih lanjut mengenai detil DBL Camp. Yang pasti, peserta camp akan mendapat banyak ilmu bertaraf internasional,” ujar Donny.

Dari seluruh peserta DBL Camp, para pelatih internasional tersebut kemudian akan memilih satu tim putra, satu tim putri, dan dua pelatih terbaik dari ratusan yang terbaik itu untuk bergabung dalam DBL Indonesia All-Star. Mereka inilah yang akan terbang ke Amerika Serikat, belajar dan bertanding di negeri asal basket tersebut.

”Pada 2011 lalu, kami sudah mengirim tim ke Seattle, Amerika Serikat. Dan, kami sangat senang karena mereka bisa bertanding dan belajar di negara asal olahraga basket. Ketika pulang, kami berharap, cerita-cerita menarik yang mereka dapat di sana bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya di Indonesia,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Salah satu pemain yang pernah merasakan kesempatan langka terpilih ke Amerika Serikat adalah Jan Misael Panagan, DBL All-Star 2011 asal SMAN 9 Bandung. Tahun sebelumnya, Jan tergabung dalam DBL Indonesia Selection, tim pilihan Honda DBL yang berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kompetisi internasional Malaysia International High School Basketball Tournament.

“Tergabung dalam DBL All-Star dan terbang ke Amerika adalah pengalaman berharga buat saya. Di sana, saya banyak mendapatkan pelajaran yang belum tentu bisa saya dapatkan di sini. Terutama pengetahuan tentang basket melalui berbagai coaching clinic,” ungkap Jan. “Tapi, pengalaman yang saya dapat nggak melulu soal teori basket. Pengalaman bertanding dengan tim-tim kuat di sana juga memberi ilmu yang berharga. Belum lagi pembelajaran budaya dan teman-teman baru yang saya dapatkan. Pokoknya, nggak terlupakan,” terangnya.

Nantinya, tidak hanya pemain-pemain terbaik yang akan dikirim ke Amerika. Empat penonton beruntung juga bakal berkesempatan terbang ke Negeri Paman Sam. Program ini terselenggara berkat dukungan PT KAO Indonesia bersama Men’s Biore dan Laurier selaku official partners Honda DBL. (*)

Gepeng dari Luar Penuhi Medan

Wali Kota Medan Rahudman Harahap menginstruksikan untuk menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Medan. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Plt Kadis Dinsosnaker Medan, Marah Husin Lubis.

Seperti apa intruksi wali kota soal gepeng?

Kita diminta wali kota untuk menertibkan gepeng dan anak punk bekerjasama dengan instansi terkait. Sebab, keberadaan mereka dinilai Pak Wali sudah meresahkan, di mana jalanan macet bertambah semakin macet, selain itu keberadaan mereka juga dinilai membuat buruk wajah Kota Medan. Setiap melakukan razia, disosnaker melibatkan 80 orang personel, yakni 40 orang personel Satpol PP, 20 personel Polresta Medan dan 20 orang personel dari Disosnaker Medan. Selain itu, kita juga mengimbau kepada warga masyarakat yang menggunakan kendaraan agar tidak memberikan uang kepada gepeng dan anak punk di setiap persimpangan jalan. Dengan begitu, maka mereka perlahan bisa berkurang dan tidak lagi meminta-minta di persimpangan jalan.

Kenapa semakin meningkat?
Meningkatnya gepeng dan anak punk di Medan ini memang merupakan satu cermin dampak Medan sebagai Kota Metropolitan. Dan gepeng yang berada di Medan rata-rata berasal dari daerah pinggiran kota Medan yakni dari Sergei, Deliserdang, Tebingtinggi juga Binjai.Ke depan, Pemko Medan juga sudah melakukan kajian untuk membangun panti di Medan sebagai tempat untuk menampung dan merehabilitasi gepeng dan anjal. Di tahun ini, kita sudah membuat DED-nya, seperti kamar dan fungsi ruangan juga sudah kita buat. Pembangunan ini akan dikonsultasikan karena pembangunannya sendiri akan diambil dari dana-dana sharing yang berasal dari pemerintah pusat sedangkan untuk operasional panti nantinya dari anggaran disosnaker.

Apa ada yang lain selain gepeng?
Ada pengemis yang membawa kotak infak. Tapi, ternayata bukan diperuntukkan bagi pembangunan masjid ataupun bantuan ke panti asuhan, namun untuk diri sendiri. Pengemis yang membawa kotak infak ini pun kita jaring, karena itu tidak dibenarkan apalagi ternyata sumbangan itu untuk dirinya sendiri. Untuk itu, Pemko Medan melakukan pembinaan terhadap anak jalanan yang ada di Medan. Maka beberapa instansi terkait harus berkoordinasi dan bekerjasama. Mulai dari dinas pendidikan, asisten kesejahteraan hingga bagian sosial dan Satpol PP.

Dimana saja titik penertiban?
Razia yang dilakukan di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jalan Sei Sikambing, Jalan Gagak Hitam, Jalan AH Nasution. Selain itu juga di Jalan Pemuda, Jalan Guru Patimpus. Selain menindak langsung mereka juga kita suruh membuat surat pernyataan supaya ke depan tidak lagi mengulangi perbuatannya mengemis dan mengamen di simpang-simpang jalan.(*)

Tanpa Perbedaan Latihan

KEHADIRAN Michels di Sevilla menggantikan Marcelino Garcia Toral diharapkan mampu mendongkrak posisi Sevilla yang kini  masih berada di luar zona Liga Champions.

Pun begitu, ternyata para pemain Sevilla harus menunda keinginannya melihat Michels melakukan perombakan teknik permainan.
Menurut kiper Sevilla Javi Varas, tak ada perbedaan mendasar antara pola latihan yang digeber Michels dengan pelatih Sevilla sebelumnya.

“Dia lebih terlihat membangkitkan semangat bertanding dari pada melatih. Begitupun, kami berharap apa yang dilakukannya itu bisa membuat kami berkompetisi di tingkat Eropa pada musim mendatang,” bilang Javi Varas. (jun)

Layani Rute Luar Kota, Senyaman Mobil Pribadi

Taksi Nice Trans 6 Bulan Beroperasi di Medan

Taksi Executive Express Nice Trans baru enam bulan beroperasi di Kota Medan. Seperti apa pelayanannya?

Jhonson P Siahaan,  Medan

Dr Haposan Siallagan SH MH, pemilik Taksi Nice Trans mengaku, meskipun baru enam bulan beroperasi, Taksi Nice Trans sudah dikenal masyarakat. Pelayanannya tergolong mewah dan penumpang serasa di dalam mobil pribadi.

“Penumpang dijemput dari rumahnya dan diantar ke daerah tujuannya.  Di dalam disediakan tiga televisi 10 inchin
pada masing-masing penumpang,” katanya.

Memang Taksi Nice Trans  mempunyai visi sebagai perusahaan taksi antar jemput yang mengutamakan pelayanan umum yang aman, nyaman, cepat dan melindungi serta memberikan kepuasan kepada penumpangnya.

“Pelayanan yang prima dengan mengupayakan SDM dan armada yang sangat berkualitas, menjunjung tinggi etika bisnis dan taat kepada peraturan yang berlaku,” sebutnya.

Ditegaskannya, sopirnya juga harus melalui beberapa seleksi.

“Supir harus berpendidikan minimal SMU sederajat, tes teori, praktek, psikologi dan narkoba,” jelasnya.
Mengenai rute antar jemput, Haposan mengaku, melayani rute luar kota tapi baru beberapa rute saja.
“Medan-Siantar, Medan-Lubuk Pakam, Medan-Tebingtinggi dan Medan-Parapat,” jelasnya.

“Kebanyakan penumpang tujuan Medan-Siantar dan Medan-Tebingtinggi. Penumpang umumnya menengah ke atas,” sambungnya.
Menurutnya, selama di dalam mobil penumpang tak diperbolehkan merokok.

Haposan menuturkan, sebelum berangkat penumpang juga diperiksa termasuk barang bawaannya. Sopir juga dilengkapi dengan asuransi kecelakaan diri (AKD) di PT Jasa Raharja.

Ke depannya akan dibuka rute Langkat, Brandan, Sibolga, Tarutung dan beberapa daerah lain di Sumut. Untuk bulan April ini akan dibuka rute Medan-Asahan dan Medan-Tanjungbalai. (*)