Home Blog Page 13928

Dana Rapat Gatot Rp9,8 Miliar

JAKARTA-Selama 2012 ini, dana rapat yang tersedia untuk Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho besarnya mencapai Rp9,83 miliar. Hanya saja, dana ini tidak diambilkan dari APBD Pemprov Sumut, melainkan gelontoran dari pusat yang diambilkan dari APBN.

Direktur Dekonsentrasi dan Kerja Sama Kemendagri, Sirajudin Nonci, menjelaskan, dana itu sengaja diberikan ke gubernur dalam kapasitasnya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Payung hukumnya adalah PP Nomor 19 Tahun 2010 jo PP Nomor 23 Tahun 2011 tentang tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pusat di daerah.

“Jadi ini merupakan dana dekonsentrasi, karena gubernur menjalankan tugas pusat di daerah. Ini untuk rapat-rapat koordinasi dengan jajaran Forkominda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah),” ujar Sirajudin dalam keterangan persnya di gedung Kemendagri, Jumat (10/2).

Rapat digelar biasanya dalam menyikapi isu-isu dan permasalahan yang muncul di daerah. “Rapat kan mengundang pejabat-pejabat dari instansi vertikal, atau saat gubernur mengundang bupati/walikota, dalam kapasitasnya sebagai wakil pusat di daerah,” terang Sirajudin.

Pria asal Makassar itu menjelaskan, seluruh gubernur uga mendapatkan dana tersebut, yang besarnya variatif, tergantung dari jumlah kabupaten/kota yang ada, standar biaya umum, dan aksesabilitas kewilayahan. “Untuk membayar honor rapat, tak boleh seenaknya karena sudah diatur Peraturan Menkeu,” ujarnya mewanti-wanti.

Total seluruh gubernur nilainya mencapai Rp238,585 miliar. Terbesar Papua, yakni Rp12,8 miliar. Yang kecil seperti Jambi (Rp5,05 miliar), DI Yogyakarta (Rp4,485 miliar). Tahun sebelumnya, 2011, dana rapat Gatot dari pusat Rp8,11 miliar. (sam)

Tim Kemendagri Takut Dibacok

Penentuan Tapal Batas Sumut-Riau tanpa Data Lapangan

JAKARTA-Situasi panas di perbatasan Padang Lawas (Sumut) dengan Rokan Hulu (Riau) yang beberapa waktu lalu sempat bentrok ternyata membuat ciut nyali Tim Penegasan Batas yang dikoordinir Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Tim dari pusat ini tidak berani turun ke lapangan untuk memastikan titik-titik perbatasan karena takut dibacok.

Alasannya, situasi di lapangan sangat membahayakan.  “Pemda masuk saja mau dibacok,” ujar Direktur Administrasi Wilayah dan Perbatasan Kemendagri, Eko Subowo, kepada Sumut Pos di Jakarta, Jumat (10/2).

Lantas, bagaimana bisa mendapatkan data akurat batas di dua kabupaten beda provinsi itu? Eko menjelaskan, nantinya digunakan mekanisme kartografi. Yakni, memastikan data cukup dengan melihat peta yang tingkat akurasinya sudah terjamin dan sudah disepakati kedua pihak.  “Cukup di atas peta, di meja,” ujarnya.

Dia juga meyakinkan, tahun ini masalah sengketa batas Rokan Hulu (Rohul)-Padanglawas (Palas) itu ditargetkan bisa diselesaikan. Tahapan penyelesaikan saat ini sedang berjalan.  Pekan ini, beberapa hari lalu, Kemendagri sudah mengundang Asisten Pemprov Sumut dan Kabiro Pemerintahan Pemprov Riau.

Pada Maret mendatang, pembicaraan diperluas lagi, yakni dengan mengundang empat bupati, yakni bupati Palas, Labuhan Batu Selatan, Rohul, dan Rokan Hilir (Rohil). Pasalnya, ada juga sengketa batas antara Rohil dengan Labuhan Batu Selatan.

Eko yakin, penyelesaian bisa cepat dilakukan. “Karena hanya menyelesaikan yang bolong, yang lain sudah ada pilar batasnya. Jadi ini untuk yang krusial saja,” ungkapnya.

Menurutnya, meletusnya bentrok panas beberapa hari lalu itu, lebih dipicu masalah perizinan usaha. Konfliknya terjadi antara warga penggarap dengan pihak perusahaan. Ini terjadi, menurut Eko, ada izin usaha yang dikeluarkan oleh bupati, tapi lahannya masuk dalam area yang disengketakan.

“Jadi ini karena di saat batas belum jelas, bupati mengeluarkan izin usaha, tapi lahannya sampai di sana,” katanya tanpa mau menyebut siapa bupati yang mengeluarkan izin tanpa memastikan lahan siapa yang akan digunakan untuk usaha itu.

Sumber koran ini menyebutkan, izin yang dikeluarkan bupati itu adalah bagian dari permainan mafia tanah. Para mafia ini yang berusaha dan mendapatkan izin bupati, yang lantas dijual ke perusahaan.

Kembali ke soal upaya penyelesaian konflik batas itu. Eko menjelaskan, tahapannya diawali dengan penelitian dokumen, termasuk yang berupa peta-peta historis. Setelah itu, tim akan berupaya mendapatkan kesepakatan kedua belah pihak, peta mana yang akan disepakati sebagai acuan perundingan.
Setelah itu, mestinya, tim lantas turun ke lapangan untuk melacak batas wilayah. Hanya saja, karena situasi panas, cukup dengan peta yang sudah disepakati, dengan mekanisme kartografi.

Disusul pengukuran pilar batas.  Tim pusat selanjutnya melakukan verifikasi lagi. Jika sudah klir, barulah dibuat peta batas, yang akan menjadi dasar keluarnya Permendagri mengenai penetapan batas.

Soal tapal batas ini memang menjadi masalah pelik. Setidaknya, sejak dibuka kran pemekaran daerah, hingga saat ini tercatat ada 946 konflik sengketa perbatasan, baik antarkabupaten/kota dalam satu provinsi, maupun kabupaten/kota dalam satu provinsi dengan kabupaten/kota di provinsi tetangga.

Eko menyebutkan, dari jumlah itu sebanyak 131 segmen batas telah terselesaikan, dengan telah dikeluarkannya Permendagri yang menetapkan batas.

Sedang yang masih dalam proses penyelesaian, sebanyak 206. “Yang belum dilakukan penegasan sebanyak 609 segmen atau sekitar 64 persen. Ini yang sama sekali belum tersentuh,”  ujarnya.

Ditargetkan, pada 2012 bisa terselesaikan lagi 50 segmen batas wilayah yang disengketakan. Hingga 2014, ditargetkan semua sudah beres.
Eko menjelaskan, kondisi geografif, misal batas yang disengketakan adalah daerah pegunungan dan berawa, sulit untuk cepat diselesaikan.

Sulitnya akses juga jadi hambatan. Di seluruh Sumatera misalnya, hingga saat ini masih 261 segmen yang konfliknya belum diselesaikan, dari 311 kasus yang ada. Di Jawa, yang relatif kondisi geografisnya mendukung, dari 260 kasus, sudah selesai 102. Yang belum ditangani hanya 70. (sam)

Doktor Peleburan Aluminium yang Menulis Sejarah Batak

DR Ir Bisuk Siahaan, Penggagas Proyek Inalum

Bagi sebagian sebagian orang, terutama golongan muda, pasti banyak yang tidak kenal sosok DR Ir Bisuk Siahaan. Pria kelahiran Balige, 18 November 1935 lalu. Tapi karyanya, begitu fenomenal. Kini, dia menyiapkan buku perjalanan suku Batak selama satu abad.

Ya, lewat  kerja keras mantan diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat ini akhirnya salah satu mega proyek raksasa dengan investasi asing terbesar pertama di Indonesia, Proyek Inalum, dapat dibangun. Tapi itu satu cerita sejarah.

Yang menarik justru jika melihat di usianya kini, si ompung masih terlihat begitu bugar. Senyum mengembang, seakan tidak pernah lekang. Belum lagi ditambah penampilan yang bersahaja dan santunn

dalam setiap tutur kata. Membuat seakan tidak berbeda dengan penampilannya 10 tahun yang lalu.

Tidak hanya itu, satu yang paling luar biasa, ingatannya juga masih begitu kuat. Hingga tidak jarang, doktor yang ahli di bidang peleburan aluminium ini kerap dimintai sejumlah tanggapan, masukan dan pemikiran bagi sejumlah permasalahan.

Ternyata rahasia dibalik kebugaran tubuh maupun pemikirannya sangat sederhana. Bahkan dipastikan dengan mudah dapat diikuti oleh banyak kalangan. Yang paling utama menurut pria yang senang berbagi pengalaman ini, berawal dari hati. “Artinya berusahalah setiap hari memenuhi hati dengan pemikiran-pemikiran positif. Dan mulailah berpikir untuk melakukan sesuatu bukan hanya demi keuntungan pribadi, tapi juga berguna bagi orang banyak,” katanya.

Selain itu tentunya memang masih ada beberapa langkah lain. Di antaranya seperti yang tengah dilakukannya saat ini. Ia tengah merampungkan sebuah buku sejarah perjalanan suku Batak selama satu abad. Menariknya tidak kebanyakan buku yang merangkai kata-kata, di sini ia terpanggil merangkai cerita sejarah lewat sejumlah foto-foto sejarah yang mampu bercerita tanpa kalimat yang panjang. Untuk itu, ia rela mencari bahan hingga ke sejumlah negara yang dirasa masih menyimpan banyak sejarah bangsa Indonesia.

Tujuannya hanya satu, agar orang-orang muda di Indonesia terutama orang Batak, tidak lupa akan sejarah dan asal mula keberadaannya. Tidak hanya buku berbau budaya, jauh sebelumnya Bisuk juga ternyata telah melahirkan segudang buku lainnya. Baik di bidang tehnik, maupun sejarah industrialisasi di Indonesia.

Dengan aktif menulis, Bisuk seakan menemukan dunia baru. Pikirannya terus bekerja mengisi hari-hari. Apalagi yang lebih utama, ia memiliki tujuan mulia. Sehingga tiada hari dijalani tanpa semangat yang begitu besar. Tanpa disadari, ternyata ini sangat bermanfaat luar biasa bagi kesehatan mantan Chairman of Asean Non-Ferrous Industry ini.

Karena pada hakekatnya, tubuh diperintah oleh pikiran. Selain bagi tubuh, tetap aktif ini juga sangat bermanfaat bagi daya ingat Bisuk. Jadi jangan heran ketika berbincang dengannya, sangat terasa ingatannya mengalir begitu kuat.

Selain itu, sejumlah kebiasaan lain juga sepertinya membuat Bisuk tetap terlihat bugar. Di antaranya berusaha menghindari rasa stress dan tidak mau terbawa emosi yang meluap. Bagi sebagian orang mungkin ini akan terasa berat, apalagi yang memiliki darah tinggi.

Namun ketika hati selalu diingatkan dan berusaha melawan amarah, menurut Bisuk hal tersebut dapat dilakukan. Sementara bicara pola makan dan pola istirahat, tidak ada yang berlebih dari suami Riste Tambunan ini.

Semuanya berjalan normal, di antaranya bangun pagi, mengatur jam istirahat siang dan mengkonsumsi makanan-makanan yang menyehatkan seperti buah, sayuran, air putih dan suplemen vitamin pada umumnya.(*)

Toke Ikan Bawa Sabu di Acara SBY

JAMBI- Ulah Sabda Jonata (26) benar-benar nekat. Warga RT 10, Pal 8, Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi itu membawa enam paket narkoba jenis sabu-sabu, saat menghadiri acara kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Pangan Terpadu, Lorong Ikan Patin RT 10 Pal 8 Desa Pudak, Kumpeh Muarojambi, Provinisi Jambi.

Toke ikan Patin ini ditangkap saat melewati pemeriksaan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dipintu masuk menuju lokasi acara, Jumat pagi (10/2), sekitar pukul 07.50 WIB. Sebelumnya, gerak-geriknya memang sudah dicurigai oleh Paspampres.

Menurut Kapolres Muaro Jambi, AKBP Badaruddin yang berada di lokasi, sebenarnya Sabda berniat akan mengikuti acara kunjungan Presiden SBY bersama rombongan. Dia akan masuk langsung ke lokasi acara melewati pemeriksaan Paspampres. Saat melewati pemeriksaan itu lah dia digeledah anggota Panpanpres, karena peralatan yang bisa mengetahui benda-benda dilarang berbunyi.

“Sebelumnya sudah dicurigai. Waktu melewati pemeriksan peralatan itu sudah berbunyi. Ketika digeledah, petugas menemukan enam paket kecil sabu-sabu dari tersangka,” jelasnya.

Barang bukti tersebut, menurut Badaruddin, disimpan didalam bungkus rokok. ‘’ Selanjutnya pemuda tersebut langsung diamankan Paspanpres. Dia diserahkan ke Kepolisian dan dibawa ke Polsek Kumpeh Ulu untuk diamankan.

Menurut Badaruddin, penangkapan itu hanya insidentil saat melewati pemeriksaan yang ketat. Memang saat itu kejadian berlangsung cukup cepat dan luput dari kamera wartawan. Para wartawan dan pengunjung lain sebagian besar memang sudah berada di dalam lokasi acara.

Sebagian wartawan yang melihat itu mengatakan kejadiannya berlangsung cepat. “Kejadiannya cepat. Orang itu tadi masuk dan sudah langsung dikurung oleh Paspampres dan dibawa,” kata salah seorang kameramen TV lokal Jambi. Penangkapan itu diperkirakan sekitar 30 menit menjelang kedatang preisden bersama rombongan.

Badaruddin mengatakan, Sabda memang memiliki undangan untuk hadir dalam acara kunjungan presiden tersebut. Begitu juga dengan para penduduk desa, hampir seluruhnya mendapat undangan untuk hadir dalam kunjungan presiden panen ikan dan padi.

“Dia bukan petani, tetapi warga biasa di sini. Dia datang untuk melihat-lihat dan memiliki undangan. Karena pemeriksaan ketat dan terhadap seluruh barang bawaan yang dilarang, maka ditemukan itu (sabu-sabu),” katanya.
Memang, pengamanan di lokasi acara kunjungan presiden tersebut cukup ketat.

Setidaknya pengujung harus melewati tiga pos pemeriksaan sebelum masuk ke lokasi. Pintu pertama, pengunjung diperiksa oleh Panpres. Selanjutnya harus melewati pintu yang dipasang alat metal detektor. Kemudian diperiska kembali oleh petugas. Korek api, dan berbagai peralatan lainnya langsung disita oleh petugas.(pia/jpnn)

Rp30 M Mengalir ke Jakarta

Dugaan Korupsi Bansos Rp460 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) makin intensif melakukan penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) 2010-2011 sebesar Rp460 miliar. Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH, Jumat (10/2) mengatakan, pihaknya saat ini sedang menelusuri siapa saja yang menerima aliran dana Bansos tersebut.

Jufri mengatakan, sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprovsu sejauh ini masih terus diperiksa. Dari keterangan para saksi ini pihaknya mulai bisa mengendus kemana saja uang rakyat tersebut dialirkan. Penyidik juga menemukan banyak anggaran Bansos yang disalurkan tidak sesuai peruntukkannyan

“Perkara Bansos ini menjadi prioritas untuk dituntaskan hingga pengadilan. Dalam waktu dekat akan dilakukan ekspos kasus (gelar perkara, Red),” katanya.

Di tempat lain, seorang sumber di Pemrovsu memberikan informasi kepada wartawan koran ini. Sumber tersebut mengatakan, jika Kejatisu memanggil dan memeriksa DN, maka aliran dana Bansos akan terang benderang. DN merupakan staf di Biro Keuangan Pemprovsu yang beberapa kali mengantar uang ke seorang pejabat Pemprovsu di Jakarta yang berinisial SA. Disebutkan, total uang cash yang diantarkan bekas anak buah mantan Kepala Biro Keuangan, M Syafii, tersebut ke Jakarta mencapai Rp30 miliar.

“Itu total uang Bansos yang mengalir ke SA. Kalau Kejatisu bisa memeriksa DN sebagai saksi kunci, akan diketahui siapa saja pejabat di Pemprov yang terlibat dan siapa saja yang menerima aliran uang haram itu,” ujar sumber.
Untuk megetahui siapa sebenarnya DN dan sejauh apa perannya, wartawan koran ini mengkonfirmasinya ke mantan bosnya, M Syafii. Sayang upaya konfirmasi selama dua hari hingga kemarin (10/2), M Syafii tak pernah berhasil dikonfirmasi. Ponselnya aktif, namun tak diangkat meski berkali-kali dihubungi. SMS yang dikirimkan wartawan koran inipun tak dibalasnya.

Sejak menjalani pemeriksaan intensif di Kejatisu, pekan lalu, M Syafii memang semakin susah dihubungi. Dalam kasus ini, M Syafii merupakan mantan pejabat Pemprovsu yang paling lama menjalani pemeriksaan. Pekan lalu dia pernah diperiksa dari pagi hingga larut malam.

Terkait staf Biro Keuangan Pemprovsu berinisial DN yang disebut-sebut sebagai saksi kunci, Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH mengucapkan terimakasih kepada wartawan koran ini terkait informasi tersebut. Dia mengaku DN sebenarnya termasuk satu dari beberapa orang yang sedang menjalani pemeriksaan. Menurutnya, penyidik akan fokus memeriksa DN, kemana saja dana Bansos telah diantarnya. “Kalau memang ada info itu kita akan selidiki lebih lanut,” pungkasnya. (rud/ari)

Kemeriahan Dimulai

MEDAN- Honda Development Basketball League (DBL) North Sumatera Series 2012, segera dipentaskan di Samudra Sport Centre Jalan Pancing Medan, 18-25 Februari. Kemeriahan ajang tahunan bergengsi turnamen bola basket antar pelajar ini mulai terasa.

Hal itu terlihat ketika panitia dan sejumlah sponsor menggelar Technical Meeting (TM) di Hotel Antares Medan, Jumat (10/2) kemarin.

Pada agenda TM tersebut, sejumlah peraturan dan konsep dibicarakan kepada peserta. Perwakilan dari sponsor seperti Honda, Telkomsel, dan sponsor lainnya hadir pada even tersebut. Tentu saja semua menyambut baik even ini.
Gerry Antonio Koman, koordinator salah satu tim dancer SMA Sutomo Medan salah satu yang gembira even ini kembali menyambangi Kota Medan dan sekitarnya.

“ Honda DBL dapat menuangkan bakat yang selama ini dilatih setiap hari di Sekolahan,” bilang Gerry.  Berita terkait baca halaman 16. (omi/ful)

URC

Oleh: Ramadhan Batubara
Redaktur Pelaksana Sumut Pos

Syahdan, era pertengahan tahun 90-an, masyarakat Indonesia terbiasa dengan mobil sedan berwana hitam yang lajunya tak tertandingi; mobil hitam dengan tulisan mencolok: URC. Ini bukan soal genk motor, melainkan aksi pihak keamanan dalam memberantas kejahatan. URC tak lain adalah akronim dari Unit Reaksi Cepat.

Ceritanya, ketika Jenderal Polisi Drs Dibyo Widodo menjadi Kapolri, URC ini begitu muncul. Sebenarnya, bukan ketika dia sudah menjadi Kapolri ide memunculkan satuan URC ini lahir saat mantan Kapolres Deliserdang (1986) menjadi Kapolda Metro Jaya.

Di ibu kota yang terkenal dengan angka kriminal tinggi tersebut, Dibyo Widodo, mencari pemecahan agar keluhan dan laporan masyarakat cepat terlayani; terlayani berarti satuan Polri tiba di tempat perkara dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Maka, dibentuklah satuan baru tadi.

Untuk menunjang kerja satuan ini, fasilitas yang digunakan pun tak tanggung-tanggung. Satuan khusus ini didukung oleh kendaraan roda empat dan roda dua dengan anggota yang terlatih dan andal sehingga mampu menjadi tulang punggung kesatuan Polri dalam mengantisipasi setiap gangguan Kamtibmas. Ujung-ujungnya, masyarakat benar-benar merasa aman dan tenteram.

URC ini serta-merta memberi keyakinan pada masyarakat kalau polisi berada di pihak mereka. Setiap ada laporan, URC benar-benar cepat sampai di lokasi. URC pun menjelma menjadi satuan yang begitu populer. Saking populernya, di Surabaya malah sempat ada taksi yang memiliki armada sangat mirip dengan URC; berwarna hitam dengan tulisan mencolok warna kuning. Kenapa? Ya, mereka ingin seperti URC dalam melayani pelanggan.

Terus terang kenangan soal URC ini dipacu oleh kejadian tengah pekan ini. Bagaimana tidak, apa yang ditunjukan oleh Polresta Medan bak URC tadi. Dengan komandan barunya, Kombes Pol Monang Situmorang, pihak kepolisian mampu mengungkap kasus perampokan dan pemerkosaan yang dialami seorang pengusaha butik di Plaza Medan Fair. Hebat. Tambah hebat lagi, kasus itu terbongkar dalam hitungan jam saja. Dan, informasi untuk menangkap pelaku hanya berdasarkan SMS.

Jadi, seiring waktu, apa yang dilakukan Dibyo Widodo dengan URC-nya langsung diterjemahkan Polresta Medan lebih baik lagi. Bayangkan saja, aparat Polresta Medan bukanlah satuan khusus yang sengaja dibentuk untuk melaju cepat. Mereka juga tidak dibekali dengan fasilitas mobil dan sepeda motor dengan kemampuan yang yahud.

Tapi, terbukti mampu. Ya, semoga hal ini merupakan sinyal bagus pelayanan yang diberikan Polri kepada masyarakat Medan dalam waktu ke depan. Mengingat, masih banyak kasus yang belum juga tuntas seperti penanganan gank motor dan sebagainya.

Sayangnya, keberhasilan Polresta sempat disangsikan. Kecurigaan muncul ketika pihak polisi terkesan begitu gampang memecahkan masalah; sebelumnya untuk kasus semacam itu sulit dipecahkan. Apalagi, dengan modal SMS korban, polisi bisa langsung mengendus lokasi dan menangkap pelaku. Pertanyaannya, cukupkah pengaduan ke polisi hanya bermodalkah SMS yang berbunyi: Tolong ….
Coba bayangkan ketika Anda mendapat SMS seperti itu dari pasangan. Lalu, Anda curiga kalau pasangan Anda itu diculik. Maka, Anda pun tergopoh-gopoh ke kantor polisi, melaporkan kecurigaan tersebut. Nah, apa yang akan Anda dapatkan? Apakah, polisi akan langsung bertindak?

Tapi, apapun itu Polresta Medan telah berbuat. Bukti sudah dipaparkan, pelaku juga sudah ditangkap. Satuan Reskrim Polresta Medan melalui Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jahtanras) pun sudah bertindak bak URC ala Dibyo Widodo.

Kini tinggal bagaimana pihak Polresta mampu mempertanggungjawabkan keberhasilan itu. Maksudnya, ketika mendapat laporan di masa mendatang, perlakuan atau pemecahan kasus juga bisa cepat. Seperti URC, meski sempat diandalkan, seiring waktu tim khusus ini malah sering terlambat. Ujung-ujungnya, di beberapa tempat URC malah dipelesetkan menjadi Unit Rada Cepat. (*)

Matangkan Penguasaan Bola

PSAP vs PSMS

MEDAN- Hari ini (11/2), PSMS harus bertandang ke Stadion Kuta Asan kandang PSAP Sigli dalam lanjutan kompetisi ISL. Menghadapi hal ini, pelatih PSMS Suharto AD mematangkan taktik penguasaan bola.

Menurutnya, taktik penguasaan bola ini bukan sekadar menambah rasa percaya diri dan ketenangan pemain dalam memanfaatkan bola, tapi juga untuk memperdaya lawan.

“Dengan selama mungkin kita menguasai bola, bukan tak mungkin hal itu membuat pemain lawan jadi frustasi. Alhasil, itu akan merusak konsentrasi juga permainan lawan,” ungkapnya, Jumat (10/2).

“Di saat lawan lengah, di situ kita melancarkan strategi penyerangan. Untuk itu, hari ini (Kemarin, Red) kita juga mematangkan taktik serangan melalui celah sisi samping lapangan, penyerangan langsung dari tengah serta counter attack,” tambah Suharto.

Menurut Suharto, permainan taktik dan strategi PSAP patut diwaspadai, meski di atas kertas mereka masih berada dua tingkat di bawah PSMS yang berada di posisi 14 klasemen sementara ISL, dengan mengoleksi 10 poin.

“Belakangan PSAP memperlihatkan kemajuan, walau perlahan tapi pasti. Dan ini patut diwaspadai,” kata Suharto lagi.

Performa penampilan PSAP yang meningkat dibuktikan saat meladeni Persegres Gresik di Stadion Kuta Asan. Mereka berhasil menekuk Laskar Joko Samudro dengan skor 1-0.

Jika dibandingkan saat PSMS menjamu Persegres, sudah menjadi satu keharusan PSMS mewaspadai penampilan tim berjuluk Laskar Aneuk Nangroe itu.
Tapi jika diulas lagi, saat itu PSMS memang masih ditangani mantan pelatih PSMS Raja Isa. Sudah pasti pertandingan yang bakal disuguhkan skuad berjuluk Ayam Kinantan ini berbeda dari sebelumnya. Di tangan Suharto, PSMS siap membuat kejutan.
“Partai tandang ini, kita tetap memiliki target untuk mencuri minimal satu poin,” tegas pelatih berkepala plontos itu.

Sementara striker PSMS Osas Saha yang sempat memperkuat PSAP saat berlaga di Divisi Utama tahun lalu, mengaku siap ciptakan gol ke gawang lawan. “Gak masalah fren, besok (Hari ini, Red) saya akan main seperti biasa dan siap bobol gawang PSAP. Meski menghadapi tim yang sempat saya bela dulu, saya tau orang disini sportif. Paling hanya bilang ‘huuu…’, itu biasalah,” tuturnya.

Sementara, manajer PSAP Yasir menuturkan, anak-anak PSAP diinstruksikan tak boleh lengah atau mengalah atas PSMS, meski diakui kali ini tim PSMS merupakan tim tangguh dan posisi klasemennya berada di atas PSAP.

“Kita sudah instruksikan mereka tidak boleh lengah di kandang, jangan sampai PSMS curi poin di kandang kami. Tak ada istilah, lawan bisa menang di sini dan nanti dibalas curi poin di kandang mereka,” ujar Yasir yang juga merupakan Ketum PSAP.

Yasir juga mengaku, menghadapi PSMS tim tuan rumah akan mempercayakan pelatih barunya Jhoni Effendi yang sebelumnya membesut tim PSP Padang. (saz)

Laurenzho Siap Tampil di Popdasu

MEDAN- Atlet atletik pelajar Asal Medan, Laurenzho Sinaga siap tampil maksimal dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah Sumatera Utara (Popdasu) di Madina, Juni 2012 nanti.

Rencananya Laurenzho akan turun di nomor kategori 1500 meter dan 500 meter. Karenanya, saat ini dia terus melakukan latihan di setiap Senin hingga Sabtu. Laurenzho kini dilatih oleh Bulan Sinaga.

Dia menuturkan, latihan yang diajarkan meliputi latihan interval training kecepatan rata-rata dalam jangka waktu tertentu dan jarak yang telah ditentukkan.

Kemudian ada latihan variasi seperti lintas alam, lari di jalan raya, dan lari di lintasan atletik.
“Dalam latihan variasi tak semua alet bisa melakukannya. Pasalnya, latihan ini sulit,” terangnya.

Selain itu pria yang meraih hasil maksimal di Porkot tahun 2011 lalu ini menambahkan untuk latihan lintas alam dilakukan sekali seminggu dengan rute Sembahe menuju Gunung Sibayak. Lawan yang paling berat nanti  adalah Laurenzho.(omi)

Ingin Berprestasi di PON Riau

Lionnie Watinewa

MEDAN- Lionnie Watinewa merupakan satu dari delapan atlet billiar Sumut yang lolos untuk mengikuti PON di Riau. Ini merupakan kesempatan pertama bagi atlet yang mulai berkarir tahun 2009 ini untuk menunjukkan prestasi.

Ditemui di pusat pelatihan biliar Sumut, Rabu (8/2) Oni sapaan akrab Lionnie Watinewa menuturkan, dia menyukai olahraga biliar sekitar tahun 2008  lalu. Awalnya, Oni bermain biliar hanya untuk melepaskan hobi saja.
“Meskipun saya seorang wanita, saya tidak canggung untuk bermain billiar. Karena saya yakin olahraga bisa membuat saya berprestasi,” katanya.

Sejauh ini, Oni sudah banyak mengumpulkan prestasi. Diantaranya juara dua nomor bola sembilan tunggal putri turnamen Handycap di Barcelona Billiard Medan, peringkar delapan kejurnas biliard 2009 di Jakarta dan Kejurnas bola sembilan tahun 2010 di Semarang.
Tak hanya itu, tahun 2010 Oni kembali masuk delapan besar ajang Kartini-Cup di Jakarta.

Selain itu Oni juga pernah masuk ke babak semifinal pada seleknas Sea Games musim lalu. Ke depan, target Oni dia akan menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan, tak terkeculi saat PON di Riau nanti.(mag-10)