27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 13938

Kemana Kedua Kaki Adik Kami?

Pemakaman Dua Korban Tewas Dibakar di Kutalimbaru

Kematian Ricardo Sitorus SE dan Marco Siregar munculkan kesedihan yang tak berkesudahan bagi keluarga masing-masing. Selain penuh tangis, kebingungan keluarga tentang pengusutan kasus tersebut pun begitu tampak.

“Kami sudah bingung dan tidak tahu lagi harus melapor ke mana lagi. Kami berharap agar para pelaku diperiksa sesuai kenyataan yang ada dan sesuai dengan prosedur, “ kata abangnya Marco Siregar  yang bekerja di Kemenkumhan saat disambangi Sumut Pos di rumah duka Jalan Perkutut, Lorong Gereja I, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (28/2) siang.

Marco, kemarin, dimakamkan di Pemakaman Umum Seibedera Jalan Asrama, Medan, dengan kondisi tubuh yang tewas dengan mengenaskan. “Tindakan masyarakat bermain hakim sendiri tidak bisa dibuktikan, satu bukti pun tidak ada. Akhirnya adik saya mati dengan tragis. Yang menjadi pertanyaan kami kemana kedua kaki adik saya yang sudah terpotong cantik dari pahanya,” ungkapnya.

Pihak keluarga menuding aksi dari amuk massa tersebut sudah terkoodinir yang melakukan tindakan tanpa manusiawi. “Kenapa hanya dua yang bisa menjadi korban sedangkan ketiganya dapat selamat, “ tegasnya.

Dikatakannya, pihak keluarga belum puas menerima kematian adiknya tanpa mengetahui penyebab sebenarnya. “Kami mau berbuat apalagi, karena sudah terjadi. Tapi kami belum puas dengan tanpa mengetahui penyebab pasti kematian adik saya. Karena sangat tidak logika atas kematian adik saya,” cetusnya meminta agar media memberitakan peristiwa ini sesuai dengan fakta.

Di keluarga Ricardo Sitorus, situasi tak jauh berbeda. Jenazah Ricardo dikelilingi oleh ibunya, Posmaria br Sibarani dan keluarga lainnya. Sementara, sang ayah, Sabam Sitorus, terduduk lemas di atas kursi plastik berwarna biru memandangi peti jenazah sang anak.

Usai keluarga dan sanak famili yang lainnya menyalami keluarga, peti jenazah pun diangkat. Saat peti jenazah hendak diangkat, Rikki (adik Ricardo) tak memberi peti jenazah abangnya itu untuk diangkat. “Jangan kalian angkat, dia itu abangku. Dia itu sayang sama kami. Mau dibawa kemana. Biar abangku disini,” tangis Rikki.

Tak hanya itu, Rina (adik Ricardo yang lain) terjatuh dan lemas. “Kenapa kau pergi Abang… Kok kau tinggal adik-adikmu ini Bang… Kau baik sama kami Bang…” tangis Rina sambil duduk lemas di atas kursi plastik.

Kesedihan keluarga semakin kental terasa, ketika mengenang kembali saat di mana seharusnya Ricardo telah menerima pengangkatannya sebagai karyawan PTPN III sejak beberapa hari lalu. “Seharusnya kemarin (Senin, 27/2)  Ricardo kami antarkan ke Langkat untuk pengangkatan dirinya sebagai karyawan PTPN III. Namun siapa sangka kalau ini adalah jawaban yang harus kami terima,” ungkap sang ayah Sabam Sitorus.

Sang ayah yang merupakan dosen Kopertis dan Pembantu Rektor Universitas Setia Budi Mandiri ini menuntut agar kepolisian segera mengusut tuntas kasus yang telah menghabiskan nyawa anaknya. “Kapolri, tolong tuntaskan dengan setuntas-tuntasnya dan secepatnya agar tidak terulang lagi kenakalan seperti ini. Kita mau meluruskan bagaimana sebenarnya yang lurus itu agar dapat dijalankan seyogianya,” tegas Sabam Sitorus.

Tangis haru tak hanya dirasakan keluarga saja, namun juga dari sejumlah tetangga yang ikut membahana memecah kesunyian rumah duka yang berlokasi Jalan Perkutut, Gang Setuju, Medan Helvetia, sejak kemarin pagi.

Bahkan kesedihan juga turut dirasakan Meta Simangunsong (25), seorang wanita berkulit hitam manis yang diketahui sebagai calon isteri korban. Tangis yang tak terbendung, pecah saat dirinya memasuki rumah duka sembari memeluk peti mati sang pariban yang direncanakan akan mempersunting dirinya.

Tak ada kalimat ratapan yang keluar dari mulut mungilnya, kecuali sebuah kekecewaan mendalam yang ditunjukan lewat raut wajah penuh rona kesedihan dan air matanya.

Sebagai Bidan di Dolok Sanggul, dan berdomisili di Sibolga, Meta yang mengaku telah mengenal korban sejak 2006 lalu itu sempat didatangi korban lewat mimpi, tepatnya dua hari sebelum kematian Ricardo.

“Sebelum kejadian, aku dua kali mimpi didatangi Ricardo. Ada apa sebenarnya dengan mimpiku ini, ak gak tau, tapi  ini ternyata adala jawabannya,” ujar wanita berkulit hitam manis, dan berambut lurus sebahu yang terkuncir rapi dan menggunakan kacamata putih.

Bahkan dari pengakuan adik Meta, Rosa (23), kakaknya memang telah memiliki rencana  menikah dengan korban Ricardo. Hanya saja waktunya belum ditentukan karena masih menunggu kepastian dari pihak laki-laki.

“Amangboru pernah bilang mau menjadikan kakakku (Meta) sebagai menantunya. Dan Bang Ricardo juga sudah menyukainya. Tapi apa mau dikata mungkin kejadian ini sudah menjadi kehendak tuhan,”ucap Rosa yang juga menyebutkan jika kakaknya telah melewati proses antaran. (uma/adl/rud/jon)

Angkot Tua Tetap Beroperasi

Setahun Belum Diremajakan

MEDAN- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan memastikan selama kurun waktu setahun sejak 2011 hingga saat ini, belum ada peremajaan angkutan kota (angkot) yang sudah tidak layak beroperasi alias angkot tua.

Peremajaan angkutan kota terakhir dilakukan tahun 2010, sebanyak 100 unit untuk Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM). Itupun, dalam kenyataannya angkutan yang lama masih terlihat tetap beroperasi di jalan.

“Memang belum ada peremajaan angkutan kota di Medan, terakhir itu tahun 2010 sebanyak 100 unit dari angkot KPUM. Tapi hingga sekarang yang 100 unit yang lama yakni angkot yang pintu belakang ini pun belum ditarik, sementara 100 unit angkot baru Grand Max sudah beroperasi,” kata Kepala Dinasn Perhubungan Medan, Armansyah Lubis, kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan Armansyah, Dishub Medan tidak bisa melakukan peremajaan angkutan kota, yang harus melakukannya adalah perusahaan.
“Dulu di tahun 2010 itu ada peremajaan angkot KPUM 100 unit yang pintu belakang, tapi hingga sekarang angkot yang pintu belakang itu belum juga ditarik, makanya sekarang ada taksi Kostar yang warna kuning yang meminta peremajaan di tahun ini, tapi kita minta dulu suratnya mana saja armadanya yang mau diremajakan. Nanti, kalau beroperasi lagi sementara rekomendasi untuk taksi yang baru sudah kita keluarkan dapat kita tindak langsung armada yang lama sesuai perjanjian dengan pengusahanya,” terang Armansyah.

Tapi, lanjut Armansyah armada lama yang mau ditarik sampai saat ini tidak jelas, itulah yang terjadi seperti saat ini. Seperti angkot KPUM yang sebelumnya sudah meminta diremajakan 100 unit, dan diberikan rekomendasi untuk 100 unit angkot KPUM Grand Max yang baru. Namun, di lapangan tetap saja angkot KPUM yang lama (pintu belakang) masih beroperasi. “Kalau kita tindak pun mereka masih memiliki surat beroperasi dari KPUM, kalau kita tilang SIM nya mereka juga masih berhak untuk menebusnya. Akhirnya, keluar lagi kendaraanya. Speksinya saja tidak ada itu, kita tidak pernah memperpanjangnya. Bisa dicek, kalau ada angkot KPUM pintu belakang yang ada perpanjangan speksinya laporkan ke saya biar langsung saya panggil petugas Dishub yang menandatanganinya,” tegas Armansyah.

Kondisi inilah kata Armansyah yang membuat pihaknya tidak mau sembarangan lagi mengeluarkan rekomendasi peremajaan angkutan kota.
“Kalau ada yang meminta kepada kita peremajaan angkot, kita minta buat perjanjian dulu mana armada yang akan mereka tarik, harus jelas ada laporannya, dan itu tidak lagi menjadi tanggung jawab perusahaan, sehingga kalau beroperasi langsung bisa kita tindak di tempat, makanya kalau mau mengusulkan peremajaan tapi kalau tidak jelas armada mana saja yang mau ditarik mereka, tidak akan kami berikan rekomendasinya,” kata Armansyah.
Dikatakannya, Dishub Medan tidak mau lagi mengulang kasus peremajaan angkot KPUM pintu belakang yang nyatanya hingga saat ini masih juga beroperasi. “Bayangkan saja, apa tidak bertambah banyak angkot di Medan ini, dari mulai angkot pintu belakang, angkot pintu samping di tambah lagi angkot baru Grand Max. Makanya kita minta ke pengusahanya, karena kita hanya memberikan rekomendasi, kita tidak keberatan dengan peremajaan tapi dengan catatan armada yang lama itu harus kita tarik. Padahal dulu angkot KPUM yang lama ini janjinya akan dialokasikan ke kampung-kampung, tapi kenyataannya justru masih juga beroperasi,” terang Armansyah.

Sementara itu, Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe mengatakan, sejauh ini pengusaha angkutan tidak merasa keberatan untuk melakukan peremajaan. Namun, baik PT Rahayu Medan Ceria, PT Morina, Mini Wampu juga Medan Bus masih memiliki sisa plafon angkutan. “Kita masih ada sisa plafon angkutan, seperti kami PT Rahayu Medan Ceria seperti trayek 104 dari sekian unit itu masih ada sisa plafon sekian unit lagi baru terpenuhi sekitar setengahnya, makanya kita masih bisa menambah angkot lagi, kalau plafon kita sudah habis barulah kita meremajakan angkot,” terang Mont.

Disinggung soal peremajaan 100 unit angkot KPUM yang notabene anggota Organda Medan, Mont enggan mengomentarinya. “Kalau itu masalah intern ya, saya juga kurang mengetahuinya. Tapi, kalau angkot yang lainnya itu saya pikir masih layak jalan semua. Kalau urusan layak tidaknya pasti Dishub lah yang lebih mengetahuinya,” katanya Mont.

Di sisi lain, pengamat transportasi kota Medan, Filianty Bangun mengatakan, Pemko Medan harus segera melakukan penataan kembali (rerouting) angkutan kota (angkot) yang ada di Medan. Dijelaskan Filianty, lebar jalan di Medan itu berbeda dengan lebar jalan di Jakarta, kalau di Jakarta lebar jalan bisa menampung lajur lalu lintas hingga 6-7, sedangkan lebar jalan di Medan paling banyak hanya bisa menampung 3 lajur lalu lintas. “Keterbatasan jalan di Medan ditambah lagi dengan banyaknya angkutan kota, makanya Pemko Medan sudah harus melakukan rerouting angkot,” tegas Filianty.
Pasalnya, jumlah angkutan kota di Medan khususnya di inti kota sudah sangat banyak. Dari data Satlantas Medan tahun 2009, jumlah angkutan kota sudah mencapai 8 ribu armada, dan 80 persen dari armada itu beroperasi di inti kota, sedangkan 20 persennya beroperasi di outer ring road. “Seharusnya, sebaliknya yang terjadi, di inti kota itu hanya 20 persen, dan 80 persen angkutan itu harus di outer ringroad. Rerouting inilah yang harus dilakukan Pemko Medan,” papar Filianty.(adl)

Isu Suap di KPID Sumut

Pengumuman Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut, terus tertunda. Isu yang mencuat adalah munculnya isu politik uang dalam proses pemilihan calon anggota KPID Sumut periode 2011-2014. Benarkah? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Ari Sisworo dengan Komisioner KPID Sumut, Ranggini.

Apa tanggapan anda terkait isu tersebut?
Isu itu sangat terdengar jelas oleh saya baik dari kawan-kawan di lapangan, maupun kawan-kawan para calon lainnya. Juga dari pemberitaan di media massa. Namun pengalaman saya pribadi pada periode 2008-2011, diberikan amanah sebagai salah seorang di antara tujuh Komisioner KPID Sumut, tidak ada sama sekali terlibat dengan politik uang meski sebesar atau sekecil apapun.

Apakah isu itu tidak benar?
Saya yakin isu tentang politik uang itu tidak benar. Karena pastinya, anggota DPRD Sumut, khususnya yang di Komisi A akan menilai secara objektif terhadap kompetensi, integritas, kapasitas dan komitmen moral para calon karena lembaga komisi penyiaran merupakan lembaga pengawal moral bangsa, khususnya untuk memberikan perlindungan pada masyarakat dari efek negatif isi siaran.

Apa dasar hukumnya?
Dasar hukumnya adalah Undang-Undang 32 Tahun 2002 tentang penyiaran yang mengamanatkan perlunya perlindungan terhadap khalayak, khususnya perempuan dan anak dari efek negatif penyiaran yang dapat merusak sendi-sendi moral bangsa dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bagaimana dengan keterwakilan perempuan di KPID Sumut?
Berbicara tentang isu keterwakilan gender. Saya berharap, apa yang telah dilakukan Komisi A DPRD Sumut Tahun 2008 lalu, dengan memberikan kepercayaan kepada dua orang perempuan di KPID Sumut, juga menjadi perhatian dari anggota Komisi A DPRD Sumut sekarang ini. Saya sangat berharap, kalaupun jumlah keterwakilan gender tidak dapat ditingkatkan dari periode sebelumnya, dimana pada periode lalu anggota KPID Sumut ada dua orang, yakni saya dan almarhumah Hj Sufriati Harahap, paling tidak jumlah dua orang perempuan sebagai anggota KPID Sumut periode berikut ini masih dipertahankan.(*)

Ditjen Dikti Danai Tiga Proposal PKM FH UMSU

MEDAN-Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti Kemendikbud sudah menerima tiga proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) FH UMSU. Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti, UMSU tercatat meloloskan sebanyak 9 proposal PKM, dan 3 di antaranya adalah proposal dari mahasiswa FH UMSU.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FH UMSU, Faisal SH, MHum mengatakan, sesuai dengan arahan dari Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DP2M) Ditjen Dikti meminta para mahasiswa yang proposalnya lolos seleksi untuk melaksanakan kegiatan.
“Dengan hasil seleksi itu telah dilakukan kontrak kerja pelaksanaan dengan para pembantu rektor bidang kemahasiswaan. Program dimulai Januari tahun ini dan akan dipantau pelaksanaannya pada Mei mendatang,” ungkapnya.

Adapun ketiga proroposal yang telah disetujui yakni, Pertanggungjawaban Perdata terhadap Pelaku Pencemaran Lingkungan Hidup (Studi di Badan Lingkungan Hidup Sumatera Utara (Jaka Angga Meistara, Linanda Safdillah dan Muhammad Citra Ardiansyah), Terapkan Restorative Justice Alternatif Untuk Melindungi Anak (Ryan Junianda, Marida Hutagalung dan Lisdayani), dan Kedudukan Akad Nikah Melalui Telepon: Perspektif Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Hukum Islam (M Alinapia Ritonga, Mhd. Rizki Kurniawan dan gung Baskoro Suhatsah).

Dalam kesempatan itu, Linanda Safdillah, salah seorang mahasiswa yang berhasil lolos dalam PKM mengaku sangat senang karena telah diberi kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuan dirinya.

Peluang ini, bakal digunakan sebagai cara memacu semangat diri agar lebih mengasah sikap intelektualnya. “Semoga dengan lolosnya PKM ini rekan-rekan mahasiswa lain termotivasi dalam kompetisi ilmiah berikutnya,” ucapnya.

Rektor UMSU, Drs Agussani MAP melalui Dekan Fakultas Hukum UMSU Farid Wajdi mengatakan bahwa dunia akademik harus diwarnai dengan munculnya semangat penelitian dikalangan mahasiswa dan dosen.

Di UMSU, bilangnya, jika semangat penelitian ini tengah digalakkan. Satunya melalui Program Kreativitas Mahasiswa yang melakukan berbagai penelitian baik dalam bidang eksakta, humaniora, sosial, ekonomi dan sebagainya.

Masih menurut Farid Wajdi, PKM merupakan momentum bagi mahasiswa untuk terus melakukan penelitian dalam rangka tugas intelektual.
Dan penelitian ini harus menjadi kebiasaan mahasiswa sebagai calon
intelektual.

Farid Wajdi berharap, hasil dari penelitian yang dilakukan mahasiswa dapat ditindaklanjuti dalam penelitian selanjutnya.  “Bila tahun 2012 muncul 3 proposal penelitian, maka tahun depan harus muncul 50 proposal penelitian,”ungkapnya. (uma)

5 Bulan Berobat Alternatif Baru ke Rumah Sakit

Balita Penderita Tumor Mata

Balita berusia 2 tahun Riski Alfiansa terpaksa dirawat inap di lantai III Ruang Anak, RSU dr Pirngadi Medan. Putra pasangan Ruslan (35) dan Darmayanti (28), warga Pasar IV Gang Ratem, Marelan itu menderita tumor mata (retinoblastoma) di mata sebelah kanannya.
Pengakuan sang ibu Darmayanti, Riski Alfiansa merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dijelaskannya, Riski Alfiansa lahir normal dan tak ada menderita apapun.

“Kami tak tahu kenapa mata Riski Alfiansa ada tumornya. Padahal sejak lahir Riski Alfiansa sehat-sehat saja dan dia itu lahir normal,” katanya.
Menurutnya, mereka mengetahui anaknya menderita tumor karena anaknya merasa gatal pada matanya. Diceritakannya, saat dibawa ke RSU Mitra Medika, baru mereka mengetahui anaknya menderita tumor. “Kami tahu dari hasil scan saat di RSU Mitra Medika kalau anak kami menderita tumor mata (retinoblastoma),” jelasnya.

Menurutnya, mengetahui anaknya menderita tumor, mereka disarankan untuk mengobati mata anaknya ke rumah sakit yang mempunyai peralatan lengkap. Namun, karena mereka tak mempunyai uang mereka lalu membawa anaknya berobat alternatif.
“Selama ini kami bawa berobat ke alternatif karena kami tak punya uang. Kami sendiri sudah habis Rp15 juta selama lima bulan mengobati mata anak kami,” pungkasnya.

Darmayanti menerangkan, mereka membawa anaknya ke RSU dr Pirngadi Medan ini berdasarkan saran dari Lina br Sitorus, salah satu bidan yang berada di dekat rumahnya.

“Bidan Lina br Sitorus itu yang menyuruhkan kami untuk membawa anak kami ke RSU dr Pirngadi Medan ini. Bidan itu juga menyuruh kami untuk membawanya dengan menggunakan Jamkesda,” ujarnya.

Ditambahkan Darmayanti, mereka tak membawa anak mereka berobat ke rumah sakit karena penghasilan suaminya hanya Rp1,4 juta sebulan.
“Ini saja kami tinggal ditempat ibu. Tak hanya itu, biaya Rp1,4 juta mana cukup karena belum lagi biaya anak kami yang masih sekolah. Makanya kami takut bawa ke rumah sakit dan ini saja kami bawa ke rumah sakit pakai Jamkesda,” ujarnya.

Ruslan, sang ayah mengaku, Riski merupakan anak satu-satunya laki-laki. “Ini anak yang saya harapkan karena anak pertama dan kedua saya perempuan. Ini anak laki-laki tapi justru ini yang harus saya terima,” ucapnya.

Ruslan mengharapkan anaknya bisa sehat dan normal kembali. “Harapan saya agar anak saya bisa normal dan sehat kembali seperti anak yang lain,” pungkasnya. (*)

Kandas di Awal Misi

Persela vs PSMS

MEDAN- Laga perdana Tour Jawa Timur-Papua yang dilakoni PSMS harus kandas tanpa mengoleksi satu poin pun. Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan tim tuan rumah Persela Lamongan dengan skor akhir 2-1 pada lanjutan laga kompetisi ISL di Stadion Surajaya, Selasa (28/2) sore.

Pada babak pertama, PSMS langsung melakukan tekanan dan berhasil menguasai pertandingan. Hasilnya PSMS sempat unggul lebih dulu melalui gol striker PSMS Osas Saha di menit 13. Umpan play maker PSMS Inkyun Oh  diteruskan Saha dengan tendangan lob ke arah gawang yang dijaga kiper Persela Huda. Saat itu Huda sudah lebih dulu maju mengejar bola. 1-0 untuk keunggulan PSMS.

Namun, tiga menit sebelum turun minum, play maker Persela Gustavo berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas yang tak mampu diantisipasi kiper PSMS Markus. Skor 1-1 bertahan hingga jeda babak pertama.

Di babak kedua, giliran Persela menguasai jalannya pertandingan. Praktis, gawang PSMS mendapat gempura dari anak-anak Laskar Joko Tingkir. Ngotot mempertahankan gawang dari serangan skuad asuhan Miroslav Janu, pemain PSMS membukukan lima kartu kuning untuk Wawan, Zulkarnain, Inkyun, Denny dan Anton. Sedangkan kubu Persela masing-masing membukukan satu kartu kuning untuk Gustavo dan kartu merah untuk Danu setelah mendapat dua kartu kuning.

Di menit 64, kembali tendangan bebas Gustavo berbuah gol, yang dimanfaatkan striker Persela Costas melalui heading. Skor berbalik 2-1. Sejak menit 77, sebenarnya PSMS berpeluang besar meyamakan kedudukan atau malah memenangkan pertandingan. Pasalnya gelandang Persela Danu harus keluar dari pertandingan karena mendapat kartu kuning kedua setelah menjegal keras Inkyun.

Namun, tak ada peluang matang yang bisa dihasilkan skuad besutan Suharto AD ini. Hanya di satu menit jelang laga berakhir PSMS berpeluang menambah gol melalui tendangan keras striker PSMS Dong Soo yang masih bisa ditepis Huda. Bola muntah tersebut tepat jatuh ke kaki wing back PSMS Denny,  dan  ia tak mampu memaksimalkan bola tersebut. Skor bertahan 2-1 untuk keunggulan Persela.

Pelatih PSMS Suharto AD menuturkan, perjuangan yang dilakukan pemain belum membuahkan hasil. “Padahal mereka bermain lepas. Kekalahan ini juga banyak disebabkan kondisi lapangan yang masih belum layak. Lapangan masih penuh ditimbuni pasir,” katanya.(saz)

Gaji Honorer Bisa Dibagi

MEDAN-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki tenaga honor diingatkan segera membayar upah. Karena setiap SKPD sudah mendapatkan uang persediaan (UP) dari kas Pemko Medan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kota Medan, Irwan Ritonga ketika ditemui Sumut Pos.
Menurutnya, instansi di jajaran Pemko Medan tidak dibenarkan tak membayarkan upah honorer, karena selama sudah disiapkan  anggarannya.
“Bila ada tenaga honorer ini belum dibayarkan upahnya, hal itu dimungkinkan karena ada tersangkut persoalan surat keputusan (SK) di masing-masing instansi,” katanya.

Ketika disinggung masih ada beberapa tenaga honorer di RSU Pirngadi dan sekretariat DPRD Medan yang  belum gajian, Irwan menyebutkan hal itu bisa langsung ditanyakan ke instansi terkait. Karena selama ini, dua instansi tersebut sudah mengajukan UP kepada BPKD.

Saat diminta tanggapannya menganai honor kepala lingkungan, mantan staf ahli di Pemko Medan menegaskan seluruh kepling sudah bisa menerima upahnya, karena pemerintah kecamatan sebagai SKPD sudah mendapatkan anggaran UP masing-masing senilai Rp50 juta.

Lebih lanjut, Irwan membeberkan, pelaksanaan kinerja pelayanan di instansi Pemerintahan juga tak boleh mandek, pasalnya UP sudah disiapkan untuk pembelian alat tulis kantor (ATK), upah honorer dan kegiatan tanpa tender di instansi masing-masing.

“Jadi semua instansi sudah memiliki anggarannya, tidak dibenarkan ada alasan lagi tak memiliki anggaran,” tegasnya.
Khusus untuk proses tender pelaksanaan pekerjaan, Irwan memaparkan, tentunya masih ada proses lanjutan di instansi masing-masing, tapi pada prinsipnya BPKD tetap siap menyalurkan anggarannya.

“UP dilakukan sesuai peraturan pemerintah tentang pengelolaan keuangan negara dan untuk menghindari dilakukannya anggaran pendahuluan, karena bagaimana pun penggunaan anggaran tak dibenarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” terangnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Ilhamsyah menegaskan, penggunaan anggaran ditahap awal seperti pemakaian UP, selayaknya dilakukan dengan maksimal. Bukan dikarenakan untuk melunasi pembayaran yang lalu-lalu sehingga berdampak kepada pembayaran upah tenaga honorer, khususnya jangan ada lagi kepling belum gajian. (ril)

Donny F Siregar Ngebet ke Medan

MEDAN- Harapan PSMS untuk mendapatkan gelandang PSIS Semarang Donny F Siregar sudah semakin terbuka. Namun, Ayam Kinantan bukan satu-satunya klub yang mengharapkan kehadiran Donny. Arema Indonesia ISL juga ngebet menyodorkan kontrak.

Informasi tersebut didapat dari seorang sumber dari manajemen Arema Indonesia. Dia mengatakan, klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan Malang tersebut berharap bisa mendapatkan tanda tangan pemain asal Balige Sumatera Utara itu.

Sumber menyebutkan, Donny yang bersama PSMS musim lalu berhasil membawa PSMS ke babak delapan besar membuat manajemen Arema tertarik memboyongnya. Apa lagi, Arema juga tengah berbenah menyambut putaran kedua setelah tampil cukup buruk di putaran pertama.

“Di tangan manajemen baru, kami berharap bisa mendatangkan Donny di putaran kedua. Rencananya manajemen akan langsung melobi dalam waktu dekat ini,” tutur sumber yang enggan namanya disebutkan, Selasa (28/2).

Arema Indonesia saat ini berada di posisi 16 klasemen sementara ISL dengan 11 poin, di peringkat ketiga terbawah. Kondisi ini tentu saja mengharuskan dilakukannya perubahan secepatnya.

Donny yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Arema Indonesia sudah mengontaknya untuk bergabung. “Betul. Orang Arema ada menghubungi saya. Tapi belum tahap negosiasi harga,” ujarnya.

Diakuinya, beberapa klub yang mengincarnya tetap berpeluang mendapatkannya. “Yang pasti aku cari klub yang serius sama aku, yang membutuhkan tenagaku dan mnghargaiku,” kata pemain 28 tahun itu.

Tidak hanya PSMS dan Arema, Donny juga menyebutkan beberapa klub lainnya yang mulai menjalin komunikasi dengannya. Persis Solo, Persiram Raja Ampat, serta PPSM Magelang menyatakan hal sama. “Pelatih Persis Solo Junaidi sudah menghubungiku dan meminta aku mempertimbangkan untuk pindah ke Solo. Magelang juga, begitu juga Persiram. Tapi aku masih pikir-pikir,” jelas eks pemain Persijap Jepara itu.

Saat ini, Donny mengaku, dirinya masih mempertimbangkan tawaran harga yang diberikan manajemen PSMS kepadanya. “Belum ketemu harga yang sesuai. Saya harap manajemen PSMS mempertimbangkan lagi tawaran yang saya ajukan. Saya berharap bisa ke Medan,” tandasnya. (saz)

Turnamen AMPI Masuk Babak Penyisihan

DELISERDANG- Turnamen AMPI CUP-I 2012 KU-11 dan KU-15 memasuki babak penyisihan. SSB Bulu Cina dan Kebun Bunga tampil sebagai tim pencetak gol terbanyak dengan perolehan masing-masing tiga gol.

Ketiga gol milik SSB Bulu Cina yang berada di pool A ini melawan SSB Damar dengan skor 3-1. Dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Martubung ini  Anton pencetak gol terbanyak.

Sedangkan SSB Kebun Bunga yang berada di pool B melawan SSB Patriot yang berakhir dengan skor 3-0.

Perolehan gol SSB Kebun Bunga itu diciptakan oleh Jimmi di pertengahan babak pertama. Di babak kedua diciptakan oleh Yogi dan Ansoma.
Sebelumnya di partai pertama SSB Medan Jaya RMJ berhasil keluar sebagai pemenang atas SSB Generasi Medan dengan skor 1-0. Satu-satunya gol SSB Medan Jaya RMJ itu tercipta oleh Anggi.

“Mudah-mudahan hingga berakhirnya turnamen ini  11 Maret mendatang tetap berjalan lancar,” tutur Selamat, ketua panitia usai pertandingan Selasa (28/2).(mag-10)

Pemko Desak Peletakan Batu Pertama

MEDAN-Pemko Medan menurunkan tim mendesak Ditjen Bina Marga untuk menentukan tanggal peletakan batu pertama pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Pos. Wali Kota Medan Rahudman Harahap menjelaskan sampai saat ini proses pembangunan Fly Over Simpang Pos sedang dalam proses tender.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri menambahkan pembangunan Fly Over Simpang Pos sesuai dengan tinjauan Perda Nomor 13 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Medan tahun 2011-2031. Fly Over Simpang Pos ditetapkan sebagai bagian dari sub pusat pelayanan Medan Selayang dalam RTRW Kota Medan.

Menurutnya, desain teknis pembangunan Fly Over Simpang Pos panjang keseluruhan 850 meter, panjang struktur jembatan 425 meter, lebar 17 meter, jumlah 2 jalur dan 2 jalur per arah. Lebar masing-masing lajur 3,5 meter, lebar marka 0,25 meter dari sisi median, dan 0,22 meter dari sisi barier. Lebar frontpage road 7 meter, tambah trotoar 2 meter, lebar daerah milik jalan 37 meter, kemiringan perkerasan 2 persen. Jenis pondasi bored pile dia 89 cm. Sedangkan untuk konstruksi perkerasan, concerete 27 meter, lean conceret 10 cm dan tipe kolom hexagonal 2,5 meter.

Ditambahkan Syaiful, untuk pembebasan tanah selebar 10 meter terbagi atas 5 meter kiri dan lima meter kanan jalan. Total persil yang dibebaskan dalam pembangunan sebanyak 130 persil, pembebasan persil sudah selesai dilaksanakan tinggal tiga lagi akan dikonsinyasi ke PN Medan. (adl)