Home Blog Page 1399

Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Adha, Pemko Sibolga Gelar Pangan Murah

DIALOG: Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing berdialog dengan warga yang berbelanja di Gerakan Pangan Murah di depan Kantor Lurah Pancuran Bambu

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Pemko Sibolga melalui Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di depan Kantor Lurah Pancuran Bambu, Senin (26/6/2023).

Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumbantobing menjelaskan, kegiatan yang diinisiasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini digelar serentak di 342 titik di Indonesia.

Menurut Pantas Maruba Lumbantobing, gerakan pangan murah serentak nasional ini sebagai upaya pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang perayaan hari Iduladha 1444 H.

“Kegiatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini juga mendapatkan rekor MURI,” kata Pantas Maruba Lumbantobing.

Bahan pokok yang dijual ke masyarakat dalam GPM serentak ini seluruhnya didistribusikan oleh Bulog Sibolga, ada beras premium, beras medium, cabai merah, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan telur.

“Kita melihat, harganya lebih murah sedikit dari harga pasaran dan grosir, sehingga masyarakat mampu untuk membelinya,” kata Pantas.

Kepala Kantor Bulog Sibolga, M Khoiruddin menjelaskan, bahan pokok yang didistribusikan pada gerakan pangan murah serentak di Kota Sibolga di antaranya, beras medium 10 ton, gula pasir 500 kg, beras premium 500 kg, minyak goreng 500 liter dan lainnya.

Untuk beras premium harganya Rp62.000/5 kg, beras medium Rp45.000/5 kg, minyak goreng premium Rp17.500/kg, gula pasir Rp13.500/kg, cabai merah Rp20.000/kg, bawang merah Rp10.000-30.000/kg dan telur ayam Rp50.000-55.000/papan.

Sebelumnya, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi dalam sambutannya secara virtual menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Iduladha tahun 2023.

“Launching Gerakan Pangan Murah serentak nasional pada hari ini menjadi aksi nyata bagi kita semua dalam menjaga inflasi pangan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi pelaku usaha pangan, petani, dan peternak,” ujar Arief secara virtual.(mag-5/ram)

The Clinic Beautylosophy Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis dengan Pelayanan Terbaik

The Clinic Beautylosophy gelar bakti sosial bibir sumbing.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – The Clinic Beautylosophy menggelar bakti sosial bibir sumbing. Karena, setiap berhak memiliki hak dalam organ tubuh yang normal. Sehingga memberikan motivasi, untuk terus menunjukkan kelebihan dalam diri.

Hal itu, diungkapkan oleh dr Arya Tjipta Sp.BP-RE saat memberikan keterangan pada kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing gratis di The Clinic Beautylosophy, Jalan Sekip, Kota Medan, Sabtu (24/6) kemarin.

“Jadi yakinlah, bahwa mereka itu perlu diberikan motivasi agar potensi atau kelebihan mereka itu bisa muncul. Jangan justru kelainannya karena bibir sumbing membuatnya tertekan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (26/6).

Dr Arya mengatakan, bakti sosial operasi bibir sumbing gratis merupakan yang kesekian kalinya mereka gelar di klinik miliknya tersebut. Meski kegiatan ini dilakukan dengan gratis, namun peralatan dan obat-obatan yang dipakai dipastikan berkualitas premium. Bahkan, ia sendiri yang langsung turun tangan untuk melakukan tindakan operasi tersebut.

“Meskipun ini gratis namun kita pastikan benang yang digunakan, bius dan peralatan lainnya adalah yang premium. Saya sendiri yang langsung turun melakukan tindakan operasi, karena untuk bibir sumbing ini harus dilakukan oleh dokter spesialis,” ujarnya.

Arya mengatakan, dirinya selalu terpanggil untuk melakukan bakti sosial terhadap para penderita bibir sumbing karena ingin keilmuannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Menurutnya, sebagai seorang dokter spesialis, kemampuannya itu harus digunakan sebesarnya untuk membantu orang yang membutuhkan.

“Saya selalu merasa puas melihat mereka senang usai tindakan operasi. Karena tindakan ini kan langsung bisa terlihat hasilnya. Itu menjadi kepuasan tersendiri,” ungkapnya.

Arya bahkan sempat bercerita saat seorang peserta bakti sosial operasi bibir sumbing yang mereka lakukan beberapa tahun lalu datang kepadanya hanya untuk mengucapkan terima kasih.

“Namanya Ilham, dia datang hanya untuk mengucapkan terima kasih sudah saya bantu operasi. Dan dia pada akhirnya menjadi juara Qori Internasional. Kan, itu suatu hal yang memberikan rasa syukur tersendiri bagi saya. Artinya kehadiran saya bisa bermanfaat bagi mereka,” sebutnya.

The Clinic Beautylosophy menjadi salah satu klinik yang kerap melakukan kegiatan bakti sosial. Selain operasi bibir sumbing gratis, dalam kurun waktu lebih dari 2 tahun terakhir mereka juga kerap menggelar bakti sosial sunatan massal gratis.

“Untuk operasi bibir sumbing selama ini lebih sering kita targetkan kepada anak-anak. Dan inilah perdana untuk orang yang sudah dewasa. Kalau ditotal yang sudah kita lakukan tindakan untuk bibir sumbing dalam kurun 2 tahun sudah sektiar 150 orang sampai 200 gitu,” pungkasnya.(gus)

Disnaker Medan Segera Diskusikan Wacana Pembentukan Satgas Perlindungan Buruh ke Serikat Pekerja

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon, angkat bicara atas usulan Komisi II DPRD Medan yang meminta pihaknya untuk segera membentuk Satgas Perlindungan Buruh Kota Medan.

Chandra mengatakan, Disnaker Kota Medan akan segera berkoordinasi dengan serikat pekerja ataupun serikat buruh tingkat Kota Medan atas rencana tersebut.

“Sesuai petunjuk dari pimpinan (Wali Kota Medan), kami akan rapatkan dengan serikat pekerja/buruh terlebih dahulu. Dalam waktu dekat akan kita bicarakan,” ucap Chandra kepada Sumut Pos, Senin (26/6/2023).

Dikatakan Chandra, pihaknya perlu membicarakan hal itu dengan serikat buruh untuk mendengarkan langsung keinginan mereka. Terkhusus, soal apakah memang Satgas Perlindungan Buruh tersebut memang dibutuhkan atau tidak.

“Jangan nanti justru mereka (serikat buruh) yang menolak dibentuknya Satgas (Perlindungan Buruh) itu. Sebab yang kita tahu, fungsi serikat buruh itu kan sebagai wadah memperjuangkan hak-hak mereka yang tidak terakomodir. Jadi jangan nanti mereka menilai Satgas ini punya fungsi yang tumpang tindih dengan serikat buruh,” ujarnya.

Namun, sambung Chandra, apabila serikat buruh mendukung dibentuknya Satgas Perlindungan Buruh guna mendukung serikat buruh dalam melindungi hak-haknya, maka Disnaker Kota Medan akan mempertimbangkan dibentuknya satgas tersebut.

“Kalau nanti hasil diskusi kita menyatakan memang perlu dibentuknya Satgas Perlindungan Buruh tersebut, maka akan kita sampaikan kepada pimpinan,” katanya.

Pun begitu, selama Satgas Perlindungan Buruh belum terbentuk Ilyan Chandra meminta buruh untuk tidak khawatir. Sebab untuk masalah pengaduan, Disnaker telah memfasilitasinya lewat aplikasi SiDuta.

Sebab, aplikasi SiDuta tidak hanya dibuat untuk memudahkan para pencari kerja dalam mendapatkan pekerjaan ataupun memudahkan perusahaan dalam mencari tenaga kerja. Akan tetapi, Aplikasi SiDuta juga dapat dimanfaatkan sebagai layanan pengaduan terkait perusahaan yang tidak memberikan hak-hak normatif karyawannya.

“Masalah layanan pengaduan terkait perusahaan yang tidak memberikan hak-hak normatif karyawannya, itu sudah tersedia di aplikasi SiDuta,” tuturnya.

Sementara, lanjut Chandra, terkait fungsi pengawasan terhadap perusahaan yang tidak memenuhi hak-hal normatif karyawannya, kewenangannya tidak berada di Disnaker Kota Medan. Melainkan, berada di Disnaker Provinsi Sumut.

“Tapi kalau ada aduan terkait perusahaan nakal yang tidak memenuhi hak-hak normatif karyawannya, tetap akan kita akomodir. Untuk masalah yang bisa diselesaikan di tingkat kota, maka akan kita selesaikan. Selebihnya tentu akan kita teruskan ke Disnaker Provinsi (Sumut),” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST meminta Pemko) Medan melalui Disnaker untuk segera membentuk Satgas Perlindungan Buruh Kota Medan. Pasalnya hingga saat ini, masih sangat banyak buruh ataupun pekerja di Kota Medan yang tidak mendapatkan hak-hak normatifnya dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Masih banyak pekerja di Kota Medan yang tidak mendapatkan hak normatifnya. Untuk itu, kita meminta Pemko Medan agar segera membentuk Satgas Perlindungan Buruh,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Kamis (22/6/2023).

Dijelaskan politisi PAN itu, adapun contoh-contoh hak normatif yang dimaksud, diantaranya upah minimal setara UMK, upah lembur, terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan sejumlah hak-hak lainnya.

“Faktanya masih sangat banyak pekerja yang dibayar di bawah UMK, lembur tidak dibayar, tidak punya BPJS Kesehatan, apalagi BPJS Ketenagakerjaan. Tentu ini telah melanggar aturan dan tidak boleh dibiarkan oleh Pemko Medan. Untuk itulah, Satgas Perlindungan Buruh harus segera dibentuk,” ujarnya.

Nantinya, sambung Sudari, Satgas Perlindungan Buruh harus membuat nomor layanan pengaduan atau call centre sebagai wadah yang memudahkan pekerja untuk mengadukan adanya hak pekerja yang tidak diberikan oleh perusahaan.

“Selama ini kan banyak pekerja yang takut melapor, karena mereka takut dipecat. Untuk itu lah harus ada call centre. Selain memudahkan untuk mengadu, pekerja juga dapat lebih berani dalam melaporkan adanya pelanggaran. Dan yang pasti, Disnaker harus segera menindaklanjuti setiap aduan yang masuk,” katanya.

Kemudian, lanjut Sudari, setiap perusahaan di Kota Medan juga tidak boleh menyalahartikan program Universal Health Coverage (UHC) yang diterapkan Pemko Medan.

Sebab sejak adanya program UHC, terdapat beberapa perusahaan yang tidak mendaftarkan ataupun membayarkan iuran BPJS Kesehatan pekerjanya, khususnya pekerja yang memiliki KTP Kota Medan. Dengan dalih, pekerja tersebut telah memiliki jaminan kesehatan berupa UHC.

“Padahal UHC diterapkan Pemko Medan untuk memberikan jaminan kesehatan kepada warga yang belum atau tidak memiliki jaminan kesehatan. Sementara yang berstatus sebagai tenaga kerja, wajib memiliki jaminan kesehatan yang ditanggung oleh perusahaan. Jadi, UHC ini jangan disalahartikan oleh perusahaan,” tutupnya. (map/ram)

Rizky Billar Bikin 6 Lagu

SUMUTPOS.CO – Artis yang sekaligus suami Lesti Kejora, Rizky Billar menciptakan 6 lagu. Dirinya menyadari, dirinya masih kurang dalam dunia tarik suara, tetapi dengan karya yang dibuatkan dirinya dapat menghasilkan uang.

Hal itu dikarenakan Rizky Billar sudah bosan disebut hanya menumpang hidup kepada Lesti Kejora karena tidak memiliki karya apapun sejauh ini.
Adapun lagu yang berjudul ‘jauh dari Sempurna’ ini yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Rizky Billar percaya dapat mengumpulkan uang tanpa harus menghasilkan sebuah karya. Namun, tahun ini ia memilih membuat karya dan telah menulis banyak lagu.

“Tahun lalu itu, orientasi saya adalah bagaimana bisa mengumpulkan pundi-pundi sebanyaknya. Dalam pikiran saya waktu itu yang penting gua bisa menghasilkan, nggak harus melahirkan sebuah karya gitu,” kata Rizky Billar saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

“Tapi tahun ini gue fokus ke karyanya nih. Terbukti di mana saya telah memiliki, sudah menulis 5-6 lagu sebenernya,” sambungnya

Rizky Billar mengaku masih banyak belajar untuk terjun ke dunia tarik suara. Meski demikian, ia berusaha belajar dan melatih kemampuan bernyanyinya.

“Saya menikmati, dan mulai, ini bagian dari proses ya, mungkin saya tidak memiliki suara seindah istri saya. Tapi pelan-pelan saya belajar improve skill saya,” ujar Rizky Billar.

Dalam waktu dekat, Rizky Billar berharap dapat merilis lagu-lagu yang telah ditulisnya itu.

“Mudah-mudahan bisa segera rilis tahun ini lagu lagu yang saya bikin. Mudah-mudahan tahun ini segala impian kita, segala wacana yang kita inginkan bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita,” harap Rizky Billar. (bbs/ram)

Jeje Govinda Tetap Hadir di Keluarga Besar Syahnaz

Syahnaz sempat menghilang sejak isu selingkuhnya tersebar. Bahkan, adik Raffi Ahmad ini sempat menkosongkan kolom komentar di media sosialnya. Bukan hanya Syahnaz, sang suami, Jeje Govinda juga dicari untuk meminta keterangan.

Jeje Govinda disebutkan Lady Nayoan, istri Rendy Kjaernett mengetahui adanya dugaan perselingkuhan itu. Bahkan saat hubungan Syahnaz dan Rendy ketahuan, Gege yang membuat surat perjanjian kepada Lady Nayoan.

Hal itu terungkap dari bukti chat Jeje kepada Lady dan pengakuan Syahnaz dalam WhatsApp kepada istri Rendy Kjaernett itu.

Jeje dan Syahnaz Sadiqah terlihat muncul saat menonton pertandingan tenis yang diadakan Raffi Ahmad. Jeje Govinda duduk di samping Syahnaz.

Kehadiran Jeje Govinda juga tetap terlihat di tengah keakraban keluarga besar Syahnaz. Seperti yang terekam dalam unggahan Instagram Rieta Amilia yang diunggah kemarin.

Terlihat Jeje duduk pada satu meja bundar dengan Rieta Amilia, Amy Qanita, Gya P Sadiqah, Nissya Ahmad, Nagita Slavina, dan Syahnaz. Jeje asyik menyantap salah satu hidangan dan duduk di antara Nissya Ahmad serta Gya P Sadiqah.

Sedangkan Syahnaz duduk di samping Nagita Slavina yang berseberangan dengan Jeje.
Pada momen tersebut, Rieta Amilia memajang foto bersama. Lagi-lagi Syahnaz Sadiqah tak berdampingan. Susunan foto yang diunggah, yakni Nissya Ahmad, Amy Qanita, Syahnaz Sadiqah, Rieta Amilia, Jeje, Nagita Slavina, Raffi Ahmad, Caca Tengker, dan suaminya, Barry Tamin.

“Indahnya kebersamaan,” tulis Rieta Amilia dengan tiga emoji love berwarna merah.

Jeje Govinda memberikan balasan pada kolom komentar dengan kembali memberikan tiga emoji love berwarna merah.

Ditemui di kediaman Syahnaz, Nissya Ahmad bungkam soal kabar yang tengah merundung rumah tangga adiknya itu. Bahkan Raffi Ahmad juga memilih menghindar dan tidak bersuara ketika muncul dugaan Syahnaz selingkuh dengan Rendy Kjaernett. (bbs/ram)

Irjen Agung Setya jadi Kapolda Sumut

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi tiga jabatan untuk posisi kepala polisi daerah (Kapolda). Hal itu tertuang dalam Surat Telegram nomor ST/1394/VI/KEP./2023.

Diketahui, tiga Polda yang diisi pucuk baru kepemimpinannya adalah Polda Sumatera Utara, Polda Sulawesi Barat dan Polda Bali.

Mengutip surat tersebut, untuk Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Kapolri menunjuk Irjen Agung Setya yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Kapolri. Agung diketahui menggantikan posisi Irjen Panca Putra Simanjuntak.

Selanjutnya pada pucuk kepemimpinan Polda Sulawesi Barat (Sulbar), Kapolri memilih Irjen Adang Ginanjar dan ketiga, pucuk kepemimpinan Polda Bali akan diisi oleh Brigjen Ida Bagus KD Putra Narendra.

Irjen Agung Setya tercatat memiliki total harta kekayaan Rp 1,6 miliar. Hal itu berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 31 Desember 2022.

Dilihat dari situs e-LHKPN KPK, Senin (26/6/2023), Agung memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 311.769.000. Tanah dan bangunan itu berada di Kota Salatiga dan Kota Bengkulu.

Agung juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 271.000.000. Rinciannya, satu unit mobil Honda Freed tahun 2015 Rp 140 juta, mobil VL Micro/Minibus tahun 2015 Rp 50 juta.

Kemudian motor Piaggio Scooter tahun 2015 Rp 5 juta, Honda Revo Rp 6 juta dan sepeda S Works tahun 2022 Rp 70 juta. Dirinya juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 263.500.000 dan kas dan setara kas senilai Rp 783.751.935.

Sementara itu, Agung tercatat tidak memiliki utang. Dengan demikian, total harta kekayaan Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi senilai Rp 1.630.020.935.

Dibandingkan dengan LHKPN yang dilaporkan setahun sebelumnya, harta kekayaan Agung naik sekitar Rp 200 juta. Saat itu Agung mencatatkan LHKPN Rp 1.431.000.935.

Diketahui, Agung lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Pria kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, pada 8 Maret 1967, ini tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan strategis.

Agung tercatat pernah menjabat Dirtipideksus Bareskrim Polri, Deputi VI Bidang Intelijen Siber BIN, Kapolda Riau. Pada tahun 2021, Agung dimutasi menjadi Asisten Operasi (Asops) Kapolri. (bbs/ram)

Danau Toba Rally 2023, TPL Ucapkan Selamat kepada Seluruh Peserta

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Danau Toba Rally 2023 yang berlangsung di Hutan Tanaman Industri (HTI) Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Aek Nauli, resmi dengan kegembiraan para pemenang, Minggu, (25/6/2023)

Kejuaraan nasional Danau Toba Rally 2023 kali ini dimenangkan oleh Musa Rajekshah, atau yang akrab dipanggil Ijeck, Wakil Gubernur Sumatera Utara yang menyelesaikan pertandingan keseluruhan dengan waktu tercepat dari total 39 pereli yang bertanding dalam kejuaraan kali ini.

Ucapan selamat disampaikan oleh Sandeep Bala, mewakili management TPL yang di dampingi Linggom Dongoran, Deputy Social Capital Head TPL kepada para pemenang reli. Ia berharap di masa mendatang prestasi dapat terus diraih oleh para pereli dan efek berkelanjutan dari event ini dapat berdampak lebih baik lagi terhadap pariwisata Sumatera Utara, khususnya Danau Toba.

“Danau Toba Rally 2023 telah selesai dilaksanakan dan saya bersyukur kejuaraan ini berjalan dengan baik dengan cuaca yang mendukung. Izinkan saya menyampaikan selamat kepada para pemenang saya ucapkan selamat atas keberhasilannya menaklukkan rute di TPL Sektor Aek Nauli. Setelah kejuaraan nasional ini, kita dapat kembali optimis untuk menapaki kejuaraan tingkat Asia Pasifik pada bulan September dan November 2023 mendatang,” ujar Sandeep.

Ijeck dengan mobil Skoda Fabia R5 dan navigatornya, Hervian Soejono, menyelesaikan pertandingan dengan waktu 1:43:18,5, disusul pasangan H. Rahmat-Hade Mboi dengan total waktu 1:46:25,6 dan peringkat ketiga Bintang Barlean-Anondo Eko dengan total waktu 1:47:09,7.

“Kejurnas ini tidak mungkin bisa berhasil tanpa dukungan dari sponsor dan tim pendukung, khususnya saya ucapkan terimakasih banyak kepada TPL yang sudah dengan menyediakan lahan konsesi yang menjadi rute reli ini. Selanjutnya kita akan mempersiapkan diri untuk ajang Asia Pasifik Rally mendatang dan TPL tetap mendukung kegiatan ini untuk promosi wisata kawasan Danau Toba melalui sport tourism,” tutur Ijeck.

Selain memanjakan mata dengan keindahan alamnya, event Danau Toba Rally yang sudah berlangsung beberapa kali dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, memang sangat diharapkan oleh berbagai pihak dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Sumatera Utara.

Masyarakat, pelaku UMKM di sektor kuliner, souvenir, cenderamata, penginapan, hingga transportasi dan pengelola wisata di sekitar wilayah kawasan Danau Toba akan turut merasakan dampak ekonominya secara langsung. (rel/ram)

Bandar Narkoba Belawan 1 Diringkus Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan

RINGKUS: Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan meringkus seorang bandar narkoba di Jalan Lorong Supir, Lingkungan 29 Kelurahan Belawan 1 Kecamatan Medan Belawan, Rabu (21/6/2023).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan meringkus seorang bandar narkoba di Jalan Lorong Supir, Lingkungan 29 Kelurahan Belawan 1 Kecamatan Medan Belawan, Rabu (21/6/2023).

Heriyanto (32) seorang bandar sabu warga Gudang Arang Lorong Sopir Lk 29 Kelurahan Belawan I, berhasil diamankan bersama barang bukti berupa 11 buah plastik klip kecil berisi sabu- sabu, 4 buah alat hisap sabu-sabu/bong, 7 buah kaca pin, 3 buah pipet runcing ( sekop), 1 buah timbangan elektrik, 4 buah mancis dan beberapa plastik klip kecil kosong dengan berat sabu keseluruhan 1.67gram.

Selain Heriyanto, Mangihut Tua Manulang alias Ucok (46) warga Jalan Tuar Indah 2 Martubung Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan turut diamankan dan hasil test urinenya positif mengandung methapetamin.

“Menindak lanjuti informasi dari masyarakat dan berita viral dari TKP, lalu Personel Satgas Tindak Ops. Antik Toba 2023 Polres Pelabuhan Belawan melakukan pengrebekan di lokasi dan berhasil mengamankan 1 orang bandar narkoba jenis sabu- sabu bernama Heri Yanto alias Heri Baba dan 1 orang lagi turut di amankan karena mendatangi TKP saat dilakukan pengerebekan bernama Mangihut Tua Manullang alias Ucok,” ucap Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Herison Manulang, Sabtu (24/6/2023).

Herison menambahkan, Sebelum melakukan penangkapan petugas terlebih dahulu melakukan under cover buy dan melakukan transaksi narkoba dengan tersangka (Heri Yanto). Lalu, saat tersangka hendak memberikan 1 paket sabu, petugas yang melakukan under cover buy langsung mengamankan tersangka sambil berkata “POLISI”.

“Saat polisi sedang bergumul dengan tersangka lalu dari arah luar datang seorang laki-laki yang diketahui bernama Mangihut Tua Manullang dan spontan menanyakan ‘ada apa ini dengan nada tinggi kepada petugas. Lalu, petugas menjawab “Polisi Ini” dan Mangihut Tua Alias Ucok turut di amankan petugas,” ungkapnya.

Hasil introgasi tersangka Heriyanto alias Heri Baba, tersangka mengaku Sabu- sabu miliknya di dapat dari A dengan cara sistem kerja dan diberi upah. (mag-1/ram)

Kejatisu Pelajari Putusan MA sebelum Eksekusi Mujianto

KORUPSI: Direktur PT ACR, Mujianto saat menjalani sidang korupsi di Pengadilan Tipikor Medan, beberapa waktu lalu. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) akan mempelajari putusan Mahkamah Agung (MA), sebelum mengeksekusi Mujianto. Direktur PT Agung Cemara Realty (ACR) itu, sebelumnya divonis 9 tahun penjara oleh MA.

Kasi Penkum Kejatisu, Yos A Tarigan mengatakan, eksekusi terhadap Mujianto tidak bisa langsung dilaksanakan. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih harus mempelajari putusan kasasi tersebut secara utuh.

“Tim JPU mempelajari putusan kasasi, sebelum eksekusi Putusan Mahkamah Agung dilakukan. Putusan resmi tentu dasar eksekusi,” ujarnya, Sabtu (24/6).

Lebih lanjut kata Yos, nantinya setelah dipelajari maka tim JPU akan melaksanakan putusan MA tersebut. “Dan segera akan di informasikan ke teman teman media untuk dapat tersampaikan ke msyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, MA membatalkan vonis bebas Mujianto di Pengadilan Tipikor Medan. Mujianto dihukum 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Mujianto juga dijatuhi hukuman untuk membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp13.400.000.000, dengan subsider 4 tahun penjara, sebagaimana terbukti Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 5 ayat 1 UU TPPU.

Sementara dalam kasus ini sendiri berawal dari, Mujianto melakukan pengikatan perjanjian jual beli tanah kepada Canakya Suman seluas 13.680 m2 yang terletak di Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Seiring waktu berjalan, PT KAYA dengan Direkturnya Canakya Suman mengajukan kredit Modal Kerja Kredit Konstruksi Kredit Yasa Griya di bank plat merah tersebut dengan plafon Rp39,5 milyar guna pengembangan perumahan Takapuna Residence di Jalan Kapten Sumarsono dan menjadi kredit macet serta diduga terdapat Peristiwa Pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Kemudian, dalam proses pencairan kredit tersebut tidak sesuai dengan proses dan aturan yang berlaku dalam penyetujuan kredit di perbankan, akibatnya ditemukan peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp39,5 M. (man/ram)

Video Viral Pengunjung PRSU Protes Parkir Liar Tarif Rp25 Ribu per Mobil

VIRAL: Video yang viral di media sosial terkait pengunjung PRSU protes tarif parkir capai Rp25 ribu per mobil.(screen shot)

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan seorang pengunjung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), yang protes keras dengan tarif tidak wajar di kawasan PRSU di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan yang mematok tarif parkir Rp25.000 per mobil.

“Parkir liar di depan PRSU dikutip Rp25.000 per mobil tanpa tiket/karcis, sangat meresahkan,” tulis dalam video viral tersebut, dikutip @medantau.id, dikutip Sumut Pos, Senin (26/6/2023).

Dalam video terdengar suara wanita, yang komplen dengan tarif parkir yang tidak wajar dan memberatkan tersebut. Sehingga, meminta Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menindak parkir liar tersebut.

“Halo pak Bobby Nasution, Wali Kota Medan. Parkir mahal satu mobil Rp25 ribu. Kek mana, anggota mu pak Bobby. Tolong ditindak, banyak parkir-parkir liar ini,” ucap wanita tersebut, di dalam video viral dengan bertuliskan ‘Medan Surga Bisnis Parkiran Liar’.

Menyikapi keluhan masyarakat dan video viral tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Agustinus mengungkapkan akan melakukan kordinasi dengan Dishub Kota Medan, melakukan penindakan parkir-parkir liar di kawasan PRSU ke-49.

“Dishub sudah jelas menertibkan itu, kita backup dan kita support. Jangan memberatkan (tarif tersebut), seperti itu orang jerah lah parkir,” ucap Agustinus saat dikonfirmasi Sumut Pos.

Agustinus menjelaskan bahwa penataan parkir di kawasan PRSU tersebut, Dishub Sumut, bekerja sama dengan Dishub Kota Medan. Termasuk, sirkulasi kenderaan bermotor keluar masuk di kawasan PRSU.

“Kalau parkir resmi, pengelolaan ada di Pemko Medan. Nanti, kroscek dan kordinasikan ke Dishub Medan. Kami tidak di konteks pengutipan. Tapi, penataannya lahan parkir dan sirkulasi keluar masuk kenderaan,” jelas Agustinus.

Agustinus mengungkapkan pihak-pihak melakukan pengutipan parkir, harus mengikuti Perda tentang retribusi parkir. Tidak dibenarkan memasang tarif parkir diluar Perda dan mematok tarif yang tidak wajar capai Rp25 ribu per mobil.

“Kalau ada aturannya, itu lah diikuti. Kalau Dishub provinsi ikut terlibat dalam pengaturannya,” ucap Agustinus.

Agustinus menambahkan harus ditindak tegas terhadap parkir liar dengan memasang tarif tidak wajar. Kalau begitu terus, akan merugikan masyarakat dan berdampak dengan masyarakat tidak mau hadir.

“Kalau masyarakat tidak mau hadir, kita juga yang rugi. Kita pasti support itu,” tandas Agustinus.(gus/ram)