Home Blog Page 14038

Kesaksian Anggie T, Waria Sekaligus Pecandu Narkotika

Saya Bertobat, Menikah dan Punya Anak

Ini dia sisi lain dari seorang pria yang memiliki sisi gelap dan sebuah keinginan untuk mengubah jati dirinya.

“Waktu saya kerja salon, kan saya udah mulai pegang uang. Saya mulai bebas mengekspresikan diri , banyak beli baju wanita, pengen tampil cantik gitu. Pake baju perempuan,” kata Anggie membuka kesaksiannya.

“Sayatidakpernahberpikirmerasasalah waktu berdandan. Saya berpikir inilah saya, inilah jiwa saya, bebas berekspresi.

Setiap hari rasanya saya pengen keluar pake baju wanita. Rambut saya biarkan panjang,” tambahnya.

Anggie mulai mejeng di jalanan dan menggoda para lelaki. “Akhirnya saya jual diri. Saya godain orang lewat, tapi saya juga selektif. Tidak sembarangan orang yang saya mau. Kalau saya suka, dia mau bayar saya, kita jalan. Uang itu untuk pengganti uang lipstik lah.” Ada yang berbeda saat dia menjalani hubungan dengan seorang pengusaha kaya. “Cowok ini termasuk kriteria saya.

Di samping dia cakep, kaya, dia adalah seorang gay juga. Dia tidak suka saya kalau berdandan dia meminta saya untuk memotong rambut saya,” ujarnya.

Akhirnya Anggie memotong rambut dan bersama pasangannya pindah ke Bali. “Cowok ini mengenalkan saya dengan klub malam. Cowok ini juga yang mengenalkan saya dengan minuman keras,” kilasnya.

Berjalan waktu, kisah cinta Anggie dengan pasangannya itu harus berakhir.

Namun begitu, fakta tersebut tidak lantas mengubah kehidupannya, malahan semakin liar. Ia semakin ketagihan mengonsumsi berbagai jenis narkotika seperti ekstasi dan shabu-shabu. Dengan barang-barang tersebut, Anggie dapat melupakan sejenak tentang kehidupannya.

Persoalan mulai timbul ketika Anggie tak memiliki uang lagi. Ia tak punya pegangan apa-apa lagi untuk memenuhi hasratnya menikmati barang-barang haram tersebut. Dengan sangat terpaksa, ia pun kembali lagi bekerja di salon.

Akan tetapi, ternyata penghasilan yang ia dapatkan dari sana tak mencukupi.

Stres mulai melanda Anggie. Berulang kali ia pun mencoba bunuh diri, tetapi ada saja hal yang membatalkan niatnya tersebut. Sampai suatu waktu, seorang teman mengajaknya ke sebuah ibadah.

Di sana, ia mendapatkan sebuah kedamaian yang selama ini dicari. Ketika firman Tuhan dibagikan, air matanya turun tanpa henti membasahi pipinya.

Sebuah komitmen untuk berubah pun ia sampaikan kepada Tuhan.

Tidak sampai mengikuti kebaktian saja, Anggie bergabung dengan komunitas sel yang ada di gereja tersebut. Imannya kepada Tuhan kian hari kian kuat.

Tantangan dan Berkat Pertobatan Walau sudah setia dalam ibadah dan berada di dalam komunitas sel, keinginan untuk mencobai narkotika dan menjalin kasih dengan pria tetap tidak hilang. Saat sedang sendiri, ia teringat romantika yang pernah ia bangun dengan sesama jenisnya. Dengan penuh perjuangan dan bantuan dari temanteman seiman, ia menolak segala cobaan tersebut. Pada akhirnya, ia berhasil melewati semua itu.

Tak pernah disangka di dalam kehidupan Anggie bahwa suatu hari nanti ia dapat menyukai seorang wanita. Namun, di saat ia sedang mengikuti sekolah di Shanghai, hatinya terpincut dengan seorang gadis yang bernama Marta. Gayung bersambut. Wanita yang diincar Anggie ini bersedia menjalin hubungan dengannya.

Seperti yang telah diduga, berbagai tentangan mewarnai kehidupan percintaan kedua anak manusia ini, khususnya dari teman-teman dan kerabat Marta. Marta yang sudah mengetahui masa lalu dari Anggie seperti tak menghiraukan perkataan dari temantemannya.

Ia tetap melangkah dengan keputusannya itu.

“Karena teman-teman saya mendengar dan melihat di sekeliling salon ya, mereka mengajurkan kepada saya agar lebih baik saya tidak menikah dengan seorang gay,” ujarnya.

Setelah cukup lama pacaran, Anggie dan Marta melanjutkan hubungan ke tahap serius. Oleh anugerah Tuhan, mereka dipersatukan dalam pernikahan kudus. Sekarang, Anggie dan Marta memiliki seorang putri yang cantik dan hidup bahagia sebagai sebuah keluarga yang takut akan Tuhan.(jc)

Ulat Laut Lezat dan Bergizi

Bagi penikmat kuliner oriental ala Hongkong , dapat mencicipinya di Asia Sea Food Restoran yang terletak di Jalan Gatot Subroto. Restoran ini menyuguhkan menu spesial seperti, hai pawang dan ikan tulang garing. Hai Pawang merupakan makanan dimana isinya merupakan haisom (ulat laut), ayam, dan udang cincang. Sebelum dimasak, ulat direndam air 3 hingga 4 hari. “Ulat laut harus direndam selama beberapa hari, untuk menghilangkan amisnya,” ujar Chandra Wibowo, sebagai salah satu penanam saham di Asia Sea Food.

Setelah itu, direndam dalam bumbu untuk menambah dan mempertegas rasa. “Direndam dengan cukup beberapa menit sebelum dimasak,” tambah Chandra. Nah, saat dimasak, beberapa bumbu seperti cabai, bawang merah, bawang putih.

Untuk proses masak, semua pelengkap makanan, seperti brokoli, ayam, udang, dan bumbu dapur ditumis secara terpisah dengan ulat laut. “Tumisnya dipisah, agar tidak ada amis nya tidak dicampur,” tambah Chandra.

Salah satu bahan yang istimewa dari makanan ini adalah saus abalon dengan campuran kerang laut. Saus ini mempertegas rasa asin pada makanan. Apalagi ditambah dengan scallop kering, sehingga lemak makanan lebih terasa di lidah.

Makanan ini juga mengandung kandungan yang sangat bagus untuk tubuh. seperti zat besi dan vitamin esensial.

“Kandungannya sama dengan lobster, hanya saja makanan ini lebih murah,” tambah Chandra. Untuk harga direstoran ini dipatok dengan harga Rp120 ribu, dan dapat disantap hingga 5 orang. “Untuk Hongkong, makanan ini sangat sehat dan bergizi,” tambah Chandra.

Menu andalan lain adalah ikan tulang garing. Nah, biasanya kita takut untuk memakan tulang ikan, yang dapat nyangkut di mulut, tetapi di restoran Asia Sea Food, tulang ikan dapat disantap seperti layaknya kerupuk.

Menyantap makanan di restoran ini juga nyaman, selain menyediakan bangku dengan meja bulat, juga disediakan pondok-pondok yang terbuat dari bambu.

“Konsep kita untuk membuat pengunjung lebih nyaman saat berkumpul dengan keluarga dan makan,” tambah Chandra.

Walau menjual makanan oriental, semua orang dari berbagai golongan dapat menyantap makanan disini. Selain halal, harganya terjangkau untuk keluarga. “Everyone can eat, ini tema kita, keluarga, saudar, agama, dan kalangan dapat menyantap makanan disini,” tutup Chandra. (ram)

Lahir Seringan Kaleng Soda, Kini Jadi 2 Kilogram

Lulus Tes, Bayi Termungil Diizinkan Pulang dari Rumah Sakit

HAYDEE Ibarra, 22, bisa bernapas lega. Bayi putrinya yang berukuran mungil, Melinda Star Guido, akhirnya boleh meninggalkan rumah sakit di Los Angeles, AS, Jumat waktu setempat (20/1) atau kemarin WIB (21/1).

Guido merupakan bayi terkecil ketiga di dunia yang pernah lahir dan mampu bertahan hidup.

Bayi Ibarra itu lahir dengan berat hanya 9,5 ounces (sekitar 270 gram atau 0,27 kilogram) pada akhir Agustus tahun lalu. Dengan kata lain, bobot Guido saat itu lebih ringan dari berat sebuah kaleng soda atau setara dengan dua buah iPhone. Itu sebabnya bayi perempuan tersebut harus dirawat intensif dalam inkubator di unit perawatan intensif (ICU) ruang neonatal Los Angeles County-USC Medical Center selama lima bulan.

Mengenakan topi rajut pink dan selimut dengan warna sama, Guido terlihat lebih berisi saat meninggalkan ruang perawatan.

Setelah lima bulan dirawat, beratnya kini telah mencapai sekitar 2 kilogram. Padahal, berat badan normal bayi yang baru lahir seharusnya sekitar 2,5 kilogram.

“Saya sangat senang melihat kondisi dia baik-baik saja. Saya juga bersyukur karena akhirnya boleh membawa dia pulang ke rumah,” kataIbarra dalamjumpapers.

Perempuan 22 tahun itu tak menyangka putrinya yang lahir pada 30 Agustus lalu itu bisa bertahan. Sebab, Guido lahir 16 pekan lebih cepat.

Karena lahir prematur dengan berat sangat ringan, Guido harus menjalani berbagai tes untuk memastikan organ vitalnya bekerja secara normal. Tim dokter USC Medical Center pun terus memantau perkembangan putri pasangan Ibarra dan Yovani Guido, 25, tersebut. Selain harus terus berbaring dalam inkubator, dia terpaksa bernapas dengan bantuan oksigen.

“Saat baru lahir, ukuran Guido hanya sebesar tangan saya. Tetapi, sekarang dia sudah seperti bayi normal, meski berat badannya masih sangat kurang untuk ukuran bayi lima bulan,” kata Rangasamy Ramanathan, kepala neonatal USC Medical Center.

Meskipun telah boleh dibawa pulang, Guido tetap harus bernapas dengan bantuan oksigen.

Perkembangan bayi itu pun masih harus dipantau tim dokter.

Ramanathan yang biasa menangani bayi prematur itu cukup optimistis dengan perkembangan Guido. Dia yakin Guido yang tercatat sebagai bayi paling mungil (terkecil) kedua di Amerika Serikat (AS) itu bakal tumbuh sehat seperti bayi lain. Jumat lalu, hasil scanning atas otaknya menunjukkan hasil yang normal.

Indera pendengaran dan penglihatannya pun berfungsi dengan baik.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, sesuai prosedur, Guido harus menjalani tes car seat. Tes car seat merupakan prosedur wajib yang harus dilewati setiap bayi prematur. Jika bisa berbaring nyaman di car seat seperti bayi normal, dia dinyatakan lulus.

Tetapi, jika bayi prematur itu tidak cukup besar untuk dibaringkan di car seat yang dilengkapi tali pengaman, dokter tak akan mengizinkan dia pulang.

“Saya sangat yakin, dia akan tumbuh sebagai anak-anak normal.

Tetapi, tak pernah ada jaminan 100 persen untuk bayi prematur,” terang Ramanathan.

Dia menambahkan, pihak rumah sakit akan mengawasi perkembangan Guido selama enam tahun ke depan. Tim dokter akan memastikan seluruh organ vital bayi mungil itu bisa berfungsi normal untuk jangka waktu lama.

Biasanya, bayi prematur akan tumbuh sebagai ana-ana yang rentan terinfeksi. Infeksi sekecil apapun berpotensi membawa mereka kembali dirawat di rumah sakit.

Tetapi, ancaman paling besar adalah kelainan paru-paru. Pasalnya, pada bayi prematur, organ pernapasan itulah yang belum berkembang sempurna. Salah makan pada bayi prematur bisa memicu masalah serius.

“Orangtua harus memberikan pengawasan ekstra dan banyak bersabar saat bayi prematur belajar makan,” ujar Edward Bell, dokter spesialis anak pada University of Iowa. Pakar yang mengelola bank data bayi terkecil di dunia itu mengatakan bahwa sebagian besar bayi prematur dengan berat badan rendah terjangkit masalah saat mulai belajar makan. (hep/dwi/jpnn)

Perlakukan Wanita dengan Hati

MEUTIA HATTA

Wanita itu makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki semua sifat yang mampu membuatnya bertahan untuk hidup. Rasa sabar dan kasih yang dituangkan oleh seorang wanita membuat dirinya mampu menghadapi berbagai cobaan. Salah satunya kekerasan yang kerap yang selalu diterima.

“SAYA lihat, tingkat kekerasan pada wanita saat ini masih tinggi ya. Karena itu kita harapkan tidak menjadi semakin tinggi,” ungkap tokoh wanita Meutia Hatta di Medan dalam acara ‘Ulos, Identitas Dalam Sebuah Kain’ yang diselenggarakan Torang Sitorus (20/1).

Salah satu yang harus dilakukan adalah pemahaman yang harus dimilikiwanita.“Yangpentingbagiwanitaadalahpengetahun, ilmu pengetahuan sangat penting, untuk kewaspadaan sendiri,” tambah Meutia.

Menurut wanita kelahiran Yogyakarta ini, kekerasan pada kaum hawa bukan dikarenakan cara berpakaian mereka, melainkan cara pandang lelaki. Caraberpakaiantidakdapatdisalahkan, karenawanitaakanmengikuti trend. Dan pada dasarnya, wanita ingin dipandang cantik, jadi jangan salahkan apa yang digunakan wanita.

“Jangan lihat dengan pikiran yang tidak baik, tapi perlakukan wanita sebagaimana seharusnya,” tambah Meutia.

Wanita tidak perlu merasa rendah diri, karena semua wanita cantik.

“Cantik relatif, jadi jangan takut,” tambahnya.

Meutia menjelaskan,wanita adalah makhluk yang lembut yang selalu bertindak dengan hati, jadi sangat mengherankan bila diperlakukan kasar. Tapi, dirinya juga menyadarai, saat ini ada juga wanita yang melakukan kekerasan, bahkan pada kaumnya sendiri.

“Saya tidak paham apa penyebabnya, yang saya yakini semua wanita lembut, karena menggunakan hati,” ungkapnya. Hal lain yang harus diperhatikan wanita saat ini adalah pergaulan, kualitas pergaulan akan membawa ke arah yang baik.

“Ini yang harus diperhatikan, pergaulan, wanita harus pahami dan perhatikan siapa yang akan menjadi temannya,” ungkapnya.

Menurutnya, pergaulan wanita sering terlalu dekat dengan teman, terutama dalam hal curhat (curahan hati) padahal ini yang menjadi boomerang bagi wanita itu sendiri. “Curhat boleh, tapi lihat dengan siapa, kualitas pergaulan itu yang penting,” ungkapnya. “Sebagai wanita, jangan takut, tetap waspada dalam pergaulan, dan menambah ilmu, ini akan menjadi modal,” tutupnya. (ram)

Rusuh Berlanjut, Sudah 24 Tewas

KANO- Rentetan pengeboman dan penembakan di Nigeria sedikitnya menewaskan 24 orang. Peristiwa berdarah itu terjadi di Kano, kota terbesar kedua di Nigeria.

Menurut saksi mata menuturkan seperti dilansir AFP, Sabtu (21/1), mayat-mayat bergelimpangan di jalanan kota itu. “Di antara rumah saya dan markas kepolisian sepanjang jalan ini, saya telah menghitung 16 jenazah yang berserakan di jalanan, enam di antaranya polisi,” kata Naziru Muhammad, yang tinggal di Kano dekat markas kepolisian, salah satu target serangan.

Kekacauan terjadi di Kano pada Jumat, 20 Januari malam waktu setempat. Sekitar 20 ledakan terdengar dan suara-suara tembakan terdengar beberapa kali. Serangan-serangan itu menargetkan polisi dan petugas imigrasi atau warga setempat.

Sejauh ini belum jelas siapa yang berada di belakang serangan-serangan itu. Namun pada serangan-serangan sebelumnya, kelompok Boko Haram dituding sebagai pelakunya.

Sebanyak delapan orang lainnya tewas dalam insiden- insiden terpisah. Kepolisian setempat menyatakan belum bisa memberikan jumlah korban tewas secara spesifik. Namun dikatakannya jumlah yang tewas mencapai puluhan.(net/jpnn)

Warga Dua Desa dan PT Tanjung Siram Berdamai

8 Tersangka Dibebaskan

TAPSEL- Warga Aek Kanan dan Padangmatinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara dan PT Tanjung Siram, sepakat berdamai, Sabtu (21/1). Delapan tersangka yang sempat ditahan atas tuduhan membakar belasan rumah karyawan juga dibebaskan. Perusahaan juga menuruti sejumlah permintaan warga.

Proses kesepakatan berlangsung di aula Mapolres Tapsel. Dan, isi perdamaian ditandatangani Direktur Utama PT Tanjung Siram Memet Siregar, General Manager M Syafeii sebagai pihak pertama. Lalu, H Sati Rambe, H Abdul Hakim, Ahmad Harahap dari Aek Kanan dan H Samsir Rambe, Bahrum Hasibuan, dan Suroso dari Padangmatinggi sebagai pihak kedua.

Kedua belah pihak sebagai tetangga sepakat untuk menjalin hubungan baik. Pihak kedua telah menyadari sepenuhnya kesalahan dan kekeliruan atas aksi pembakaran dan pengerusakan aset milik PT Tanjung Siram. Mereka menyatakan permohonan maaf atas tindakan tersebut dan permohonan maaf diterima pihak pertama.

Selanjutnya, pihak kedua menyatakan sungguh-sungguh dengan perjanjian ini dan tidak akan mengulang perbuatan yang sama ke depannya. Pihak pertama menyatakan kesediaan mencabut laporan dan tidak akan dilanjutkan penyidikannya jika tidak melanggar perjanjian dan jika dilanggar maka proses hukum akan kembali berlanjut.

Pihak pertama juga bersedia memberikan kontribusi sebesar Rp12 juta setiap bulannya kepada koperasi atau badan usaha yang dibentuk bersama oleh kedua desa selama perusahaan beroperasi di desa tersebut. Dan, mulai disalurkan Februari ini.

Kemudian, pihak pertama atau perusahaan tidak akan menghapuskan atau menghalangi tanah kuburan seluas setengah hektare di dalam areal perusahaan. Dan, mulai Senin (23/1), pihak pertama sudah bisa melaksanakan aktivitas operasional perusahaan. Lalu, pihak kedua atau masyarakat akan membersihkan semua aktivitas penduduk di areal perusahaan dan ke depannya akan menjalin hubungan yang lebih baik.

Kapolres Tapsel AKBP Subandriya dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada unsur muspida yang sudah ikut memediasi persoalan antara PT Tanjung Siram dengan warga Aek Kanan dan Padangmatinggi.

Kapolres menegaskan, atas permintaan warga dan perdamaian antara kedua belah pihak, maka delapan tersangka yang ditahan, dibebaskan dan proses hukumnya ditangguhkan, sepanjang isi perjanjian tidak dilanggar. Namun, jika dilanggar maka proses hukumnya akan tetap dilanjutkan sesuai dengan ketentuan aturan hukum yang berlaku.

“Delapan tersangka yang ditahan kita bebaskan dan diizinkan pulang ke rumah. Tapi jika perjanjian perdamaian ini dilanggar maka proses hukumnya akan kembali dilanjutkan.

Jika ada yang mempertanyakan mengenai pembebasan kalian semua, biar saya yang menjawabnya.

Dan, saya minta kepada warga begitu sampai tidak usah woro-woro dan menggemborkannya ke manamana.

Saya berpesan kepada kita semua untuk menjaga suasana kondusif di kedua desa. Jika ada kesempatan saya akandatanguntukmelakukansyukurandikeduadesaataskeberhasilan perdamaian ini,” tuturnya.

Tokoh Masyarakat Desa Aek Kanan H Sati Rambe mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tapsel dan muspida plus yang sudah bersusah payah melakukan mediasi antara dua desa dengan PT Tanjung Siram.

Pantauan wartawan, warga tampak senang setelah kembali ke kampung halamannya. Begitu juga dengan delapan tersangka yang sempat ditahan selama empat hari Mapolres Tapsel. Sebelumnya, ratusan warga dari Desa Aek Kanan dan Desa Padang Matinggi, Kecamatan Sigompulon, Padang Lawas Utara (Paluta) membakar 24 rumah karyawan dan truk milik PT Tanjung Siram, di Sei Kanan Labuhanbatu yang berbatasan dengan Desa Padang Matinggi Paluta, Selasa (17/1) sekira pukul 10.00 WIB.

Aksi tersebut dipicu sengketa lahan antara warga dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut. Informasi dirangkum, Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Tanjung Siram telah habis tahun 2010 lalu. Sementara ratusan warga di dua desa mengaku mereka sebagai pemilik awal lahan yang dijadikan areal perkebunan kelapa sawit tersebut.

Berbeda dengan kondisi di Padang Lawas. Dalam tiga hari ini, warga di 21 desa yang tersebar di Kecamatan Luat Huristak, Kabupaten Padang Lawas, akan menduduki lahan yang jadi permasalahan antara masyarakat dengan PT Barapala.

Ancaman ini bentuk kekecewaan warga dengan Pemkab Palas yang kurang pro aktif dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Padahal, warga sudah berulang-ulang melakukan aksi sejak tahun 2010.

Demikian ditegaskan Kepala Desa Ganal, Parlaungan Siregar didampingi Kepala Desa Pasir Lancat Lama, Abdul Azis Hasibuan dan beberapa tokoh masyarakat kepada wartawan.

(amr/jpnn)

Stres, Terjunkan Mobil ke Dam

BATAM – Sebuah mobil Toyota Avanza BP 1781 yang dikemudikan oleh M Fadli Hakim alias Anggimenabrak pagar besi pembatas jembatan sebelah kanan jalan dan terjun bebas ke dalam Dam di Sei Ladi Baloi Sabtu (21/1) sekitar pukul 06.00 WIB. Untungnya tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu.

Kecelakaan ini cukup mengundang perhatian warga yang kebetulan melintas dengan kendaraan mereka. Bahkan mereka rela berhenti untuk mengetahui apa yang sedang terjadi sehingga menyebabkan macet panjang disekitar jembatan tersebut. Pagar pembatas jembatan sekitar 4 meter rusak dihantam mobil itu.

Menurut saksi mata bernama Eko, Anggi saat itu tak sendirian berada didalam mobil yang di kemudikan pagi itu. Pria berbadan berisi ini berangkat berdua dengan orang yang disebut-sebut sebagai ayahnya dan melaju dari arah Simpang jam Baloi menuju arah Tiban. Sempat terjadi pertengkaran diantara mereka berdua. Karena emosi Anggimembanting stir mobilnya ke arah dam dengan kecepatan tinggi.

“Kata orang dia lagi bertengkar dengan bapaknya lalu menabrak mobil ke pembatas jembatan,” ungkapnya.

Sekitar pukul 07.30 WIB anggota Satpol Polresta Barelang datang untuk mengevakuasi korban yang didalam air. Tapi saat itu Anggi tetap tak mau untuk naik ke atas jembatan dan meminta petugas untuk memangil orang tuanya yang sedang berada diatas jembatan tersebut.

“Suruh bapak turun kebawah, biar dia tahu. Saya tetap tak mau naik keatas sebelum dia ke sini,” ujar anggi sambil berteriak.

Dari atas jembatan, terlihat petugas membujuk Anggi, tapi pria berkulit kuning tersebut tetap tak mau untuk naik ke atas dan tetap meminta ayahnya untuk turun. Setelah kehabisan akal untuk membujuk, petugas pun akhirnya memaksa Anggi untuk naik dengan cara tangan diborgol terlebih dahulu.

Anggota polisi yang enggan namanya disebut mengatakan kalau Anggi sempat melapor ke Polresta Barelang karena diikuti orang tak dikenal. “Dalam laporannya dia diikuti orang. Padahal setelah kami cek tak ada. Diduga dia stress dengan pekerjaannya,” katanya. (jpnn)

AY Nasution Cagubsu, Gatot Jadi Wakil

Prediksi Kiprah Partai Demokrat di Pilgubsu 2013

MEDAN-Secara tersembunyi, Panglima Kostrad Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution masuk dalam posisi teratas untuk diusung menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) periode 2013-2018 dari Partai Demokrat. Sementara untuk posisi wagub, partai berlambang segitiga biru itu disebut-sebut akan meminang incumbent, Gatot Pujo Nugroho.

Pada posisi yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, HT Milwan semula digadang-gadang menjadi Cagubsu harus menelan ludah. Pasalnya, DPP Partai Demokrat menganggap mantan Bupati Labuhan Batu tersebut memiliki pandangan lain pada Musyawarah Nasional (Munas) lalu.

Pengamat politik, Drs Nuzirwan Lubis MSP membeberkan, benar nama AY Nasution masuk dalam bursa, bahkan posisinya teratas dibandingkan sejumlah tokoh lainnya di Sumut Hal itu dikarenakan AY Nasution memiliki hubungan langsung dengan pengurus Partai Demokrat di pusat.

Dia menyebutkan, restu AY Nasution untuk maju sebagai Cagubsu dari Partai Demokrat berasal dari sosok penentu Partai Demokrat. Dengan mengantongi tiket itu, AY Nasution, tinggal memantapkan pencitraan ke seluruh masyarakat.

“Restunya sudah lebih 50 persen AY Nasution maju ke Cagubsu, bahkan sekarang sudah ada beberapa tim-nya bekerja di Sumut,” kata dosen USU, Jumat (20/1).

Nuzirwan membeberkan, HT Milwan yang sebelumnya disiapkan untuk maju menjadi Cagubsu, kini hanya sebatas menunggu kebijakan baru di partai berkuasa itu. HT Milwan disebut tak akan dicalonkan pada Pilgubsu, bahkan untuk posisi wakil pun tidak. “Itu karena track record dan hubungannya secara pribadi dengan DPP Partai Demokrat,” sebutnya.

Ketika ditanya mengenai siapa Cawagubsu yang dipaketkan dengan AY Nasution, Nuzirwan menyebutkan, kemungkinan besar tokoh dari suku Jawa. Paket itu seperti pembahasan yang dihitung berdasarkan jumlah masyarakat dari sisi etnis. “Jadi pasangannya tetap dari suku Jawa,” tegas.

Beberapa waktu lalu, paparnya AY Nastion sempat melamar T Erry Nuradi sebagai wakilnya, namun itu kembali dimentahkan karena ada pembicaraan lain yang tidak klop. Sedangkan dengan Gatot Pujo Nugroho ada kemungkinan, tapi masih relatif kecil persentasenya. “Biasanya untuk posisi wakil akan diputuskan langsung oleh ketetapan partai pengusung,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan sekarang ini sudah ada gerakan untuk persiapannya. Selain tim sudah mulai dibentuk dan bergerak, tokoh lainnya juga sudah menebar pesona melalui sejumlah posternya. Lihat saja, Gatot Pujo Nugroho sudah memajang wajahnya melalui spanduk dan baliho mulai Langkat hingga Labuhan Batu Selatan. “Jadi sekarang ini sudah mulai muncul sejumlah tokoh untuk maju, tapi secara kekuatan angkanya masih relatif sama.

Termasuk Gatot yang sudah menjadi Plt Gubsu,” sebutnya
Ketika disinggung nama Rahmat Shah, Nuzirwan menyatakan, justru sangat kecil kemungkinannya. Walaupun dianggap pernah membuktikan membawa SBY menang di Sumut.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana mengatakan, belum ada keputusan AY Nasution menjadi Cagubsu dari Partai Demokrat. Silahkan menyebut dan isu bersebaran, tapi Partai Demokrat tetap melalui poling dan survey dalam memutuskan siapa yang akan dicalonkan.

“Bisa incumbent, pihak eksternal ataupun kader sendiri. Tapi untuk kader belum ada sampai sekarang ini karena belum mampu,” katanya.
Dia menambahkan, bila AY Nasution dari poling menonjol populeritasnya, maka ditunjuk. Tapi, bisa jadi incumbent yang akan diusung. “Itu tergantung hasil poling,” tegasnya.

Sutan menegaskan, Partai Demokrat tetap menginginkan Gubsu periode 2013-2018 merupakan Gubsu bersih, berani dan merakyat (BBM). “Karena kita sudah punya presiden yang BBM, jadi Gubsu mendatang harus BBM,” sebutnya.

Di antara sejumlah nama yang muncul tersebut, ada beberapa nama yang dianggap berjasa kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seperti anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Rahmat Shah. Pengusaha yang belakangan jadi politisi, dianggap bisa menggeser AY Nasution.

“Belum, nanti di bulan Maret kami buat survey terlebih dahulu baru dilakukan penerimaan,” kata Sutan. (ril)

PDI P Sumut: Jangan Lantam!

Sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjua ngan (PDI P) DPRD Sumut, jengah dengan pernyataan Ketua Fraksi PDI P DPRD Sumut Budiman Nadapdap di media. Letak persoalannya adalah keberadan Budiman Nadapdap, yang memberi pernyataan mengatasnamakan dirinya sebagai Pelakasana Tugas (Plt) Ke tua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P Sumut.

“Ini nggak beres. Ada apa-apa ini. Jangan lantam-lantam, mengaku jadi Plt. Belum ada yang jadi Plt. Semua ada mekanismenya Jangan karena saya anggota, tidak bisa melaporkan ini ke pusat. Sini kalau ada rekamannya, biar saya laporkan ke pusat. Saya juga punya link ke pusat,” tegas anggota Fraksi PDI P DPRD Sumut Effendi S Napitupulu, ketika berbincang dengan Sumut Pos di ruang anggota Fraksi PDI P lainnya, Brillian Moktar.

Mengenai sosok yang akan diusung PDI P, Effendi menegaskan, belum ada keputusan siapa yang akan diusung. Karena sejauh ini, PDI P masih akan membuat penjaringan.

“Belum ada siapa orangnya. Belum ada keputusan DPD,” ungkapnya.
Mengenai hal itu, politisi senior PDI P Syamsul Hilal juga menilai, jika Budiman Nadapdap menyatakan, dirinya Plt Ketua DPD adalah hal yang keliru.
“Belum, belum. Dia (Budiman Nadapdap, red) masih wakil ketua. Ketua masih Panda Nababan, dan saya Ketua Dewan Pertimbangan Sumut. Keliru itu. Budiman masih wakil ketua,” tegas Syamsul.

Jadi siapa yang nantinya akan diusung PDI P? Mengenai hal itu, Syamsul Hilal juga menegaskan, belum ada sosok yang diusung karena PDI P belum membuka pendaftaran calon untuk Pilgubsu. “Belum dibuka pendaftaran.

Kita punya harga diri, begitu juga dengan partai-partai lain. Tidak begitu saja melirik atau meminang. Calon-calon itu yang datang ke kita, bukan kita yang meminang,” katanya.
Sosok yang seperti apa yang menurutnya layak maju dan didukung?

Berdasarkan pandangannya, sosok yang layak maju menjadi Gubsu adalah sosok yang memiliki concern penuh terhadap masalah-masalah yang dihadapi rakyat Sumatera Utara, misalnya masalah tanah dan petani.
Bagaimana dengan Rahmat Shah yang relatif memiliki perhatian dengan masalah tanah?

Menurutnya, Rahmat Shah sejauh ini masih lebih terkesan formalisme. Tapi, jika memang benar Rahmat Shah concern untuk menyelesaikan masalah tanah di Sumut, maka Rahmat Shah layak untuk menjadi Gubsu.

Gatot? Untuk sosok yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, menurutnya, juga tidak layak untuk menjadi Gubsu. “Dari kebutuhan Sumatera Utara, Gatot nggak layak. Dia hanya menyelesaikan masalah tanah, dari sisi adminitrasi. Ini kan persoalan besar,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Fraksi PDI P Sumut Budiman Nadapdap yang dikonfirmasi Sumut Pos via telepon menyatakan, pernyataannya mengenai sosok yang “katanya” dilirik PDI P mengatakan, apa yang dikemukakannya adalah sebatas membaca peta kekuatan calon-calon yang ada. “Itu sebatas membaca peta politik calon-calon yang akan maju. Karena memang belum ada keputusan DPD,” jawabnya.

Bagaimana dengan jabatannya, yang juga “katanya” sudah menjadi Plt Ketua DPD PDI P? Terkait hal itu, Budiman tetap menyatakan, dirinya telah menjabat Plt Ketua PDI P. “Saya yang melaksanakan tugas. Kalau Plt di partai ini, tidak seperti pejabat pemerintahan yang pakai surat dan sebagainya,” tambahnya.
Sementara itu, untuk mengajukan satu pasangan calon, maka satu partai mesti memiliki 15 persen suara atau dengan kata lain memiliki 15 kursi di legislatif.

Nah, dengan aturan itu berapakah jumlah uang untuk membeli satu kursi, bila ingin mengajukan satu pasangan calon yang diusung pada Pilgubsu 2013 mendatang, khususnya bagi partai yang harus berkoalisi dengan partai lain.
Menyikapi hal itu, berdasarkan penuturan Ketua Dewan Pertimbangan DPD PDI P Sumut Syamsul Hilal, pada tahun 1998 dan 2003, berdasarkan informasi yang diperoleh untuk satu kursi dihargai Rp500 juta.

Apakah di Pilgubsu 2008 lalu, harga satu kursi dibanderol antara Rp500 juta hingga Rp2 miliar? “Kalau di tahun 2009 lalu, pemilihan secara langsung. Pemilihan melalui dewan tahun 1998 dan 2003, isunya satu kursi setiap DPRD itu dapat Rp500 juta. Kalau tahun 2008 lalu, secara langsung. Ya mungkin-mungkin saja,” jawabnya.(ari)

Mengaku Atheis, PNS Sumatera Barat Ditahan

DHARMASRAYA-Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dharmasraya, Alexander Aan (30) resmi ditahan, Jumat (20/1). Sebelumnya, Alexander mengaku sebagai atheis dalam sebuah akun Facebook yang ternyata meresahkan masyarakat.

Kapolres Dharmasraya, Komisaris Besar Polisi Chairul Aziz mengatakan bahwa Alexander ditahan atas tuduhan penistaan agama. Jika terbukti dia bisa menerima hukuman penjara selama lima tahun Sebelumnya, Kamis (19/1), Chairul berpendapat bahwa setelah menginterogasi Alexander, dia tidak melakukan pelanggaran apapun dengan menjadi atheis. “Tapi  dia salah tempat, dia tidak bisa bebas untuk menganut kepercayaan karena Indonesia ini negara ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujar Chairul.

Alexander, yang berdinas di Bappeda kabupaten Dharmasraya, pada Rabu (18/1) didatangi oleh sekelompok masa yang diduga kesal karena pengakuannya sebagai atheis. Dia diketahui mengelola laman Facebook yang dinamai Atheis Minang. Laman itu kini telah dihapus.

“Dia awalnya buka akun Facebook perorangan atas nama Alexan. Lalu membuat grup Atheis Minang. Di grup itu dia adminnya,” ujar Chairul Aziz, Jumat (20/1).

Grup itu menulis identitas sebagai Urang Minang nan indak picayo ka tuhan, malaikat, setan, jin, antu balau, sarugo jo narako, sarato mitos-mitos apapun juga.

Kepada polisi, Alexander hanya mengatakan bahwa dia tidak mempercayai Tuhan karena banyak hal buruk yang terjadi di mana-mana. Menurutnya, bila Tuhan memang benar ada, pengasih, dan penyayang maka hanya hal-hal baik yang terjadi.

Alexander lahir sebagai penganut Islam. Namun ketika dia  memasuki bangku sekolah dasar, dia mulai meninggalkan kepercayaan dan ibadahnya lalu memutuskan untuk menjadi seorang atheis.

Chairul Aziz menambahkan, akan menyelesaikan kasus ini dan menyerahkan berkasnya kepada kejaksaan dalam waktu sekitar dua minggu. “Kira-kira dalam waktu seminggu lebih sedikitlah kami akan serahkan kepada kejaksaan,” katanya.

Meski resmi ditahan, Pemkab Dharmasraya belum mengambil sikap. “Kita saat ini menunggu proses hukum dan menghormati proses hukum, setelah itu baru diproses sesuai aturan yang ada untuk PNS. Jika ia dinyatakan bersalah atau melanggar hukum tersebut, maka Pemkab Dharmasraya akan mengambil sikap,” ungkap Bupati Dharmasraya H Adi Gunawan, ketika membesuk Aleksander Aan di Mapolsek Pulaupunjung, Kamis (19/1).

Adi Gunawan mengatakan, kasus seperti baru pertama kali terjadi di Kabupaten Dharmasraya. Maka masalah ini dijadikan introspeksi diri: kenapa ini bisa terjadi pada CPNS.

“Apakah sistem rekrutmen terhadap CPNS selama ini yang salah atau bagaimana? Secara kasat mata, saya melihat,  psikologis oknum tersebut sudah terganggu,” kata Adi Gunawan.
Sebelumnya, Alexander diamankan Polsek Pulaupunjung. Dia diamankan dari amuk massa yang tidak menyukai keyakinannya sebagai seorang atheis.

Menurut Kapolsek Pulaupunjung AKP Nofrial SE, pengamanan diawali laporan masyarakat bahwa ada kericuhan di dekat kantor Bappeda Dharmasraya. “Saat anggota kami ke lokasi, dia sudah dikerumuni orang-orang. Makanya kami mengamankannya ke Mapolsek,” ujarnya, Kamis (19/1).

Saat ini Alexander, menurut Nofrial, sudah dijadikan tersangka, sesuai dengan laporan Majelis Ulama Indonesia setempat. “Facebook yang dikelolanya itu sudah lama meresahkan warga,” ujarnya.

Alexander diduga melakukan penistaan agama. Dia bisa dituntut Pasal 156 KUHP dengan pidana penjara maksimal 5 tahun.
“Pada handphone Aleksander juga ditemukan hasil komunikasi dengan temannya sesama atheis di Timur Leste dan saat ini HP yang bersangkutan sudah disita,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pandham Mulyadi.

Aleksander merupakan putra pertama dari empat bersaudara pasangan Armas dan Nuraina. Armas adalah PNS yang tercatat di Pemkab Solok Selatan dan Nuraina berdagang. Memang, kata Armas, anaknya tersebut semenjak kuliah di Bandung sedikit pendiam dan tidak terbuka. “Namun hal itu tidak menjadi perhatian khusus darinya dan ia beranggapan positif saja,” kata Armas.

Keputusan polisi yang cepat menetapkan Alexander sebagai tersangka disayangkan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. “Kami ingin mengingatkan kepada polisi untuk berhati-hati dalam kasus ini,” kata anggota Komnas HAM, Johny Nelson Simanjuntak. “Dari segi HAM sebenarnya menentang orang yang tidak percaya Tuhan itu tidak dibenarkan juga,” tambahnya.

Dia menambahkan, lembaganya akan mengkaji kasus ini dan berencana untuk bertemu dengan polisi yang menangani kasus tersebut.
“Kita akan melakukan penyelidikan soal itu agar lebih jelas. Saya akan minta klarifikasi kepada polisi apakah dia memang memprovokasi orang supaya tidak bertuhan ataukah apakah kegiatannya sehingga dia ditangkap,” tegasnya. (bbs)