Home Blog Page 14090

Gaji Gaston Belum Beres

STRIKER PSMS musim lalu, Gaston Castano yang menyumbang banyak gol untuk PSMS, masih belum dituntaskan gajinya oleh manajemen di bawah komando Idris SE musim lalu.

Manajemen terdahulu masih menahan gajinya selama tiga bulan yang sesuai perjanjian kontrak dengan tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Gaston menjadi satu-satunya pemain yang belum beres soal gaji di PSMS.

Ini terjadi, karena Gaston yang kini berseragam Persegres Gresik, ngotot manajemen harus membayar tiga bulan gaji walau kompetisi sudah berakhir pada Mei 2011. Pemain-pemain lainnya, mengambil jalan tengah dengan sepakat mengurangi satu bulan gaji tersisa. Jadi ada yang tiga bulan hanya dibayar dua bulan, dan yang dua bulan setuju hanya dibayar satu bulan.

Gara-gara ini, Gaston menyerahkan persoalan tunggakan gajinya ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). “Ya sampai sekarang belum dibayar. Saya sudah serahkan ke APPI, masih dalam proses,” ungkap Gaston, Senin (30/1).

CEO PSMS, Idris SE membantah tudingan ini sembari bilang Gaston yang masih berhutang.  (saz)

Asa si Pembunuh Raksasa

MIRANDA DE EBRO- Copa del Rey musim ini menyita perhatian publik Spanyol, bahkan mungkin di Eropa dan dunia. Bukan tentang tersingkirnya juara bertahan Real Madrid dari musuh abadinya, Barcelona.  Melainkan sepak terjang sensasional klub giant killer (pembunuh raksasa) bernama CD Mirandes.
Klub dari Segunda Division B (kasta ketiga kompetisi di Spanyol) tersebut, secara mengejutkan menembus semifinal. Sebelum Mirandes, hanya ada dua klub Segunda Division B yang mampu melakukannya. Yakni, Deportivo Logrono pada 1931 dan Figueres sepuluh tahun lalu.

Dalam perjalanan ke semifinal, Mirandes yang sebagian pemainnya berstatus amatir itu mengeliminasi tiga klub Liga Primera. Yakni Villarreal, Racing Santander, dan Espanyol. Kini, di empat besar, Mirandes akan kembali berhadapan dengan wakil kasta teratas(Liga Primera), Athletic Bilbao. Leg pertama dimainkan di Estadio Anduva, kandang Mirandes, dini hari nanti WIB.

Bilbao saat ini menempati peringkat keenam di Liga Primera atau masih satu setrip dibawah Espanyol yang disingkirkan Mirandes di perempat final. Tapi, Los Leones “ sebutan Bilbao “ punya sejarah bagus di Copa del Rey. Bilbao telah mengoleksi 23 gelar atau hanya kalah dua gelar dari Barcelona.
Bilbao juga klub yang punya kebijakan unik, yakni hanya merekrut pemain asal kawasan Basque. Tapi, itu bukan berarti materi pemain Bilbao tidak tangguh. Klub yang musim ini lolos ke babak 32 besar Europa League tersebut memiliki dua penggawa timnas Spanyol kala memenangi Piala Dunia 2010, masing-masing Fernando Llorete dan Javi Martinez, serta kapten Spanyol kala memenangi Euro U-21 tahun lalu, Ander Herrera.

Jangan lupakan pula, Bilbao kini ditangani Marcelo Bielsa, pelatih asal Argentina yang pernah membawa negerinya memenangi medali emas Olimpiade 2004. Di Piala Dunia 2010, Bielsa yang pernah menangani Espanyol pada 1998 tersebut meloloskan Cile ke babak 16 besar.
“Sebuah tim yang mencapai semi final di ajang ini bukan klub sembarangan,” kata Bielsa kepada AS.

Salah satu pemain Mirandes yang berbahaya adalah Pablo Infante. Penyerang sayap 31 tahun itu merupakan top scorer Copa del Rey dengan tujuh gol. Infante sekaligus top scorer sepanjang masa klub dengan 120 gol. “Kami tahu Bilbao lebih favorit. Boleh dibilang, peluang untuk kedua tim adalah 99 persen milik mereka dan satu persen milik kami,” kata Infante merendah kepada harian lokal Deia.
“Namun, kami memiliki asa dan antusiasme,” imbuhnya. (dns/bas/jpnn)

Off White Tetap Digemari

Tren Gaun Pengantin 2012

Meski pilihan warna pada gaun pengantin saat ini kian beragam, tetapi agaknya, gaun pengantin berwarna putih atau off white tetap digemari, termasuk gaun berekor panjang. Gaun pengantin model ini  sepertinya tak lekang dimakan zaman.

MEDAN- Seperti koleksi yang dipamerkan Monica Bridal House dan Photo Studio pada Wedding Fashion Show di Atrium Thamrin Plaza (29/1).  Ada 24 busana pengantin yang ditampilkan oleh 7 model.  Selain menampilkan gaun dengan warna – warga terang, Monica Bridal House dan Photo Studio juga menawarkan rancangan dengan warna putih.

“Bagi banyak orang pernikahan merupakan salah satu fase terpenting dalam kehidupan. Karena itulah memilih gaun pengantin yang tepat adalah hal yang wajib dilakukan untuk melengkapi moment penting tersebut,” ujar Monica pemilik Monica Bridal House dan Photo Studio.

Disebutkannya, kalau tadinya kita hanya mengenal gaun pengantin dengan warna putih dan mengembang di bagian bawah, tapi kini, gaun pengantin menghadirkan aneka warna. Mulai dari pink, krem, soft blue, hingga hijau. Busana pengantin modern pun tak melulu mengembang. Ada beberapa model yang menyesuaikan lekuk tubuh. Tidak bisa dipungkiri keindahan gaun pengantin yang tepat akan meninggalkan kesan yang tak terlupakan.

“Untuk itulah pelaku fashion hadir, dengan memberikan pencerahan tren dan model terbaru agar calon pengantin dimudahkan memilih baju terbaik saat akan melangsungkan hajatan mereka,” terang Monica pada wartawan koran ini. ( mag- 11)

Tersangka Memiliki Niat Membunuh 10 Orang Lagi

Puas Membunuh Kakak Ipar

Masih ingat tersangka Adi (35), pria  yang mengaku oknum TNI AU tega membunuh kakak iparnya sendiri, Ellida Hasibuan di Hotel Bukit Hijau pada 27 Desember 2011 lalu. Uniknya, setelah ditangkap tersangka berniat membunuh 10 orang lagi.

Rusdi NasUtion, Medan

Pasca ditangkapnya, Adi oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut pada 19 Januari 2012 lalu. Tak ada rasa penyesalan sedikit pun. Bahkan, pembunuhan tersebut dilakukan untuk melampiaskan rasa sakit hatinya.

Dalam aksinya, tersangka tidak hanya melakukan pembunuhan terhadap kakak iparnya. Melainkan, saat pelariannya masih ada seorang janda yang dirampok dengan cara menganiayanya hingga pingsan dan melucuti seluruh perhiasannya serta membawa kabur sepeda motornya.

Aksi kejahatan tersangka kepada sang janda beranak enam dan memiliki tujuh cucu itu terbongkar setelah petugas Reserse Polres Padang Sidimpuan mendatangi Mapolda Sumut, Kemarin (30/1). Petugas Reserse Polres Padang Sidimpuan datang bersama pelapor (korban) Misniati (50), warga Jalan Imam Bonjol Gang Mesjid, Kecamatan AEK Tampang, Padang Sidempuan.

Pada saat kedatangan itu, kejahatan tersangka terungkap. Dari keterangan, Misniati di Mapolda Sumut, korban dan tersangka dikenalkan oleh tetangganya yang sudah dianggap sebagai adik. Perkenalan itu terjadi pada 16 Januari 2012. Misniati yang berprofesi sebagai tukang kredit,  pada 16 Januari 2011 lalu mendatangi rumah Rostini di Jalan Tuan Syek Gang Swadaya, Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua,.
“Saya ditelepon Rostini, tetangga saya. Dibilangnya ada anggota TNI AU yang ingin berkenalan dengan saya. Kata Rostini, tersangka penasaran dengan saya karena tetangga saya menyimpan nama saya di handphone dengan nama Mamak Cantik,” ujarnya.

Di rumah Rostini yang telah dianggap adik kandungnya, Misniati dan tersangka akhirnya berkenalan. Tapi, Misniati merasa heran dan aneh karena ada seorang TNI yang mau berkenalan dengannya yang hanya sebagai tukang kredit.

Setelah berkenalan, tersangka meminta kepada korban untuk menunjukkan rumahnya. Pada saat itu Misniati hanya bisa menurut.

Sesampainya di rumah tersebut, Adi langsung beraksi. Dengan memukul pundak Misniati, Adi meminta kunci sepeda motor Yamaha Vision milik korban. Setelah mendapatkan kunci motor,  Misniati mengaku seperti kena hipnotis, tak bisa berbuat apa-apa. Begitu juga saat tersangka menyuruhnya melepaskan dua cicin berlian dan gelang emas yang dikenakannya. Selain perhiasan, sebelum pergi tersangka juga meminta Hp Nokia 73 milik Misniati.
Bagaimana pengakuan tersangka? Saat disinggung kebenaran atas laporan Misniati, Adi mengakuinya. Tapi dia membantah mengaku oknum TNI saat berkenalan, apalagi menggunakan hipnotis dalam aksi kejahatannya. “Tidak ada saya ngaku TNI. Hipnotis juga tidak,” kata Adi sambil matanya menatap Misniati. “Jangan bohong kau,” sahut Misniati kepada Adi.

Setelah membawa harta korban, dia langsung kabur dan menjual perhiasan tersebu. Uang hasil kejahatannya dipergunakan untuk bekal pergi ke Medan dengan mengendarai sepeda motor milik Misniati. Saat tiba di Medan pada 19 Januari 2012, tersangka ditangkap polisi.
Di tengah wawancara itu, tersangka mengaku ada niata bakal membunuh 10 orang lagi. Bahkan, orang-orang yang akan dibunuhnya merupakan orang-orang yang tidak dikenal sama sekali.

“Saya mau bunuh 10 orang lagi. Ya, korbannya nanti mungkin teman sesama tahanan atau korban lain yang saya cari setelah saya keluar dari penjara,” kata Adi di hadapan polisi.

Saat ditanya kembali siapa saja yang menjadi target korban pembunuhannya , Adi tidak mau merinci, targetnya adalah orang yang membuatnya sakit hati.  “Dendam itu harus dilampiaskan. Bila tidak batin saya tak puas. Waktu saya bunuh ipar saya, rasanya plong. Saya puas, saya tak menyesal,” ungkapnya.

Kenapa harus bunuh 10 orang? Adi menjabab, “Saya hanya bunuh 10 orang, tidak mau lebih,” tegasnya.

Kasubdit II Ditreskrimum Poldasu AKBP Andre Stiawan yang melihat temuan baru kejahatan tersangka berencana akan melakukan bebas tampung (Bestam). “Setelah menyelesaikan hukuman atas kasus pembunuhannya, tersangka menjalani hukuman kasus di Padang Sidempuan,” ujarnya.(*)

Kendalikan Perilaku Shopaholic

MEDAN – Perilaku konsumtif wanita lebih tinggi dari pada kaum pria. Konsumtif merupakan keinginan seseorang untuk mengkonsumsi barang- barang yang kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal. Pada umumnya, kebiasaan konsumtif ini didasari oleh faktor gengsi.
Direktur Biro Psikologi PERSONA, Irna Minauli mengatakan pengendalian diri sangat penting. Banyak orang merasa tidak puas, iri, dan ingin mendapat sesuatu dengan cara yang mudah. Jika dilihat secara psikologi, perilaku shopaholic ini dianggap tidak wajar. Karena seorang wanita yang tidak dapat mengendalikan perilaku konsumtifnya adalah ciri orang yang merasa tidak bahagia.

“Memang perilaku shopaholic ini lebih rentan pada wanita. Namun wanita yang memiliki pola perilaku konsumtif ini karena merasa tidak bahagia dalam hidupnya dan dirinya sendiri. Sehingga untuk mencari pelarian, mereka membeli barang-barang yang sebenarnya tidak begitu penting untuk mendapat kepuasan tersendiri,” kata Irna, Senin (30/1).

Menurutnya, perilaku itu merupakan kompensasi dari rasa tidak bahagia tersebut. Seorang wanita yang memiliki sifat shopaholic ini ingin terlihat menonjol dan mendapat perhatian lebih dari orang lain. Mereka tidak mampu membedakan mana yang merupakan kebutuhan dan yang mana keinginan.
Ditambahkannya, meskipun seseorang memiliki materi yang lebih, namun kebahagiaan bukanlah bersumber dari materi tersebut. “Seorang wanita kelas atas atau memiliki uang yang banyak belum tentu merasa bahagia. Karena mungkin saja hubungan dalam keluarga atau pasangannya kurang harmonis sehingga mengakibatkan dia berperilaku shopaholic,” jelasnya.

Selain itu, katanya, kelompok usia remaja sangat potensial berperilaku shopaholic. Alasannya antara lain karena pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja. “Remaja biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut -ikutan teman, tidak realistis,dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya. Dikalangan remaja yang memiliki orang tua dengan kelas ekonomi yang cukup berada, terutama di kota-kota besar, mall sudah menjadi rumah kedua. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti mode yang beredar,” ucapnya.

Padahal mode itu sendiri selalu berubah sehingga membuat para remaja merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya. “Wanita senang berbelanja produk fashion untuk menunjang penampilannya sehingga tanpa disadari cenderung konsumtif. Apalagi bagi wanita karier yang dituntut untuk tampil lebih menarik dengan penampilannya karena akan lebih dihargai, popular dan menunjang kariernya,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya, orangtua harus mengajarkan kecerdasan finansial pada anaknya sejak kecil. “Perilaku konsumtif ini juga berhubungan dengan pola asuh keluarganya. Solusinya, anak-anak harus diajarkan untuk menggunakan uangnya secara cermat dan mampu memanajemen keuangannya dari kecil. Ini sangat penting dilakukan, agar anak-anak tau untuk mengelola keuangannya dan tidak terpengaruh untuk berperilaku konsumtif,” bebernya. (mag-11)

Efek Psikologi Pembatasan Subsidi

Program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi rencananya akan dilakukan pemerintah mulai 2013. Kebijakan itu dikhawatirkan berpotensi menyebabkan kelangkaan. Apa tanggapan warga? Berikut wawancara wartawan Harian Sumut Pos, Ari Sisworo dengann
Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen, Farid Wajdi.

Apa dampak yang akan terjadi?
Kebijakan pemerintah yang baru akan dimulai 2012 ini, dikhawatirkan berpotensi menyebabkan kelangkaan. Di berbagai daerah baik di Sumut dan Medan. walaupun pemberlakuannya masih di beberapa daerah di luar Sumut dan Medan. Kelangkaan itu terjadi, disebabkan aksi borong BBM bersubsidi itu.

Apa yang harus dilakukan pemerintah?
Pemerintah harus membuat langkah antisipasi dengan perencanaan yang matang. Termasuk kampanye dan edukasi jangan sampai pembatasan subsidi justru membuat masyarakat memborong premium seperti yang terjadi penaikan harga BBM.

Apa latar belakang terjadinya kelangkaan?
Potensi kelangkaan BBM dimulai dari aksi masyarakat ramai-ramai membeli BBM sebanyak-banyaknya sehingga stok BBM di SPBU menjadi langka. Tetapi penjual eceran di sebelah SPBU malah punya stok BBM yang dijual dengan harga lebih mahal. Dengan kata lain, pembatasan subsidi potensial dan rawan penyalahgunaan.

Masalahnya pembatasan subsidi BBM sangat tidak familiar di masyarakat. Pengalaman selama ini pembatasan subsidi bakal dibarengi dengan aksi borong. Dengan kata lain tanpa edukasi, dalam jangka panjang, terutama jika harga minyak justru cenderung naik. Subsidi minyak memang akan melangit dan menggerogoti keuangan pemerintah. Tidak cukup pemerintah membuat jawaban kesannya begitu logis: mengurangi atau bahkan menghapus subsidi BBM.

Kesan yang muncul, jawaban ini adalah jawaban mau enaknya sendiri, membebankan tanggungjawab pemerintah kepada masyarakat. Apalagi, di mana-mana, tugas pemerintah adalah memberi subsidi (kata lain dari fasilitas dan kemudahan) kepada rakyatnya.

Apa solusinya?
Cuma memang subsidi itu harus tepat sasaran. Tidak jatuh ke tangan yang bukan berhak seperti yang ada selama ini. Dipastikan buntut pembatasan larangan itu, bakal berdampak pada mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat bermuara pada potensi inflasi dan turunnya daya beli masyarakat.
Terlalu banyak pil pahit yang harus ditelan terkait dengan upaya  mengubah paradigma efisiensi energi di masyarakat. Apalagi hampir dalam setiap kebijakan itu selalu dilakukan secara instan dan premature, sehingga tidak ada proses edukasi energi yang tidak terbaharukan itu. Memang ada unsur ketidakadilan dalam subsidi BBM.

Orang kaya menggunakan BBM lebih banyak dari orang miskin. Ketidakadilan itu harus dikoreksi. Tapi, haruskah dengan menghapus seluruh subsidi? Bukankah ada cara lain: kenakan pajak yang lebih besar kepada orang kaya, pada mobil yang dipakai dan setiap perangkat elektronik mereka. Mengingat jumlah orang miskin jauh lebih banyak dari orang kaya, mana lebih masuk akal: menarik pajak orang kaya atau mendistribusikan subsidi langsung kepada orang miskin.

Mengapa pemerintah tidak belajar dari kegagapan kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji. Selama ini proses edukasi dan sosialisasi serta pelaksanaan konversi sangat singkat akibatnya banyak dari masyarakat yang belum paham sesuai dengan prosedur keselamatan yang telah disosialisasikan.

Bagaimana efek psikologis yang akan terjadi?
Terlalu, banyak kebijakan energi yang dibarengi dengan katup pengaman yang tidak pas, sehingga muncul kontroversi dan ekses yang tidak dikehendaki. Karena pemerintah harus mewaspadai pembatasan BBM bersudsidi.  Masalah lain yang akan timbul adalah akan timbulnya gejolak atau gesekan sosial yang juga dipicu dari harga BBM.

Psikologi ekonomi social sangat mudah diaduk-aduk lewat isu pencabutan subsidi. Begitu subsidi dicabut, harga komoditas publik bergerak naik. Selama ini ekses isu penaikan BBM, selalu disambut dengan penaikan komoditas publik non-BBM. Goncangan psikologi ekonomi yang tidak memilikitali temali dengan BBM justru lebih terasa eksesnya.

Terakhir, pemerintah semestinya tetap konsisten menjalankan program penghematan energi. Aturan hemat energi harus benar-benar diterapkan. Dalam urusan ini pun, pemerintah tampak kurang konsisten. Program penghematan energi yang digembar-gemborkan kini seolah-olah tidak terdengar lagi. Sejumlah negara sudah menerapkan pola penghematan BBM. Sayangnya lagi, di Indonesia, kendati telah lama didengungkan penghematan BBM, realisasinya tidak pernah tuntas. Ketika harga minyak turun, upaya menghemat BBM pun berlalu.(*)

Panitera PN Medan Ditangkap

Janji Bisa Urus Jadi CPNS, Tilep Rp120 Juta

MEDAN-Oknum Panitera Pengadilan Negeri Medan, Lince Simanjuntak (53) ditangkap petugas  Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut dari tempat persembunyiannya di Jalan Pelapor, Teladan Medan, Senin (30/1).

Informasi yang dihimpun penangkapan tersebut berawal dari laporan seorang warga bernama S Sembiring yang mengaku ditipu. Modusnya, Lince Simanjuntak mengaku memiliki relasi dan meluluskan orang menjadi PNS dengan biaya Rp120 juta.

Karena berkerja sebagai Panitera di Pengadilan Negeri Medan, Sembiring percaya dan memberikan uang tersebut kepada orang suruhan Lince untuk mengurusnya menjadi CPNS tahun 2010 lalu. Namun, hingga sampai pengumuman nama Sembiring tidak termasuk dari nama-nama CPNS yang lulus.  Sembiring kemudian bertanya kepada Lince.

Tapi Lince meyakinkan Sembiring akan memasukan melalui penyisipan pegawai honorer yang akan diangkat menjadi PNS. Namun, Sembiring yang sudah merasa tertipu langsung mengadukan Lince ke Mapolda Sumut.

Kepala Bidang Piliputan (PID) Humas Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan mengatakan penangkapan tersangka setelah ada laporan dari seorang warga.

MP Nainggolan mengatakan, sebelum tersangka ditangkap, penyidik sudah melayangkan dua kali surat panggilan. Namun, tersangka tidak datang.  Penyidik langsung melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka. Namun, tersangka menghilang.

Petugas yang telah menyeser rumah dan kantor tersangka tidak berhasil menemukan tersangka. Menurut keterangan tersangka yang berkerja sebagai Panitera di Pengadilan Negeri Medan sudah beberapa minggu tidak masuk kerja. Begitu juga saat petugas mendatangi rumah tersangka. Tersangka juga tidak berada di rumah.

Setelah beberapa minggu mencari, petugas mendapat informasi tersangka bersembunyi di rumah keluarganya di Jalan Pelopor, Medan Teladan.Polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya tersangka berhasil diamankan dan langsung diboyong ke Mapolda Sumatera Utara.

“Kita sudah layangkan surat panggilan. Tapi tak pernah datang. Maka petugas melakukan penjemputan langsung. Tersangka kita amankan bukan dari kantor ataupun rumahnya. Tersangka kita amankan di rumah keluarganya,” ujar MP Nainggolan.

Setelah berhasil diamankan tersangka langsung diperiksa petugas. Usai pemeriksaan tersangka langsung di masukkan ke dalam sel tahanan Mapolda Sumut.

“Tersangka terbukti bersalah melakukan penipuan. Tersangka langsung ditahan,” ujarnya.

September Sudah Dipecat

Lice Simanjuntak ternyata sudah diberhentikan secara tidak hormat (dipecat) oleh bidang Panitera Muda Pengadilan Negeri Medan sejak September 2011 lalu karena insdisipliner.

“Dia (Lince Simanjuntak) diberhentikan dengan tidak hormat karena insdisipliner atau tidak masuk-masuk,” tegas Humas Pengadilan Negeri Medan, Jonni Sitohang SH, Senin (30/1). Selain itu, sambung Jonni, berdasarkan informasi yang didapatnya dari stafnya, Lince Simanjuntak tidak masuk-masuk kerja karena yang bersangkutan ada masalah pribadi.

“Kita juga mendapatkan laporan dari staf panitera PN Medan mengenai kelakuannya.Mungkin karena kelakuannya ini makanya dia tidak masuk-masuk kerja,” ucap Jonni.

Ketika disinggung mengenai penangkapan Lince Simanjuntak, terkait kasus penipuan, Jonni Sitohang tidak mengetahui.
“Saya tidak tahu masalah itu.Yang jelas dia tidak masuk-masuk ke Pengadilan Negeri Medan makanya dia dipecat,” tegas Jonni Sitohang.(mag-5/rud)

Mei, Giliran Inter Bertandang ke Indonesia

JAKARTA – Indonesia bakal kembali kedatangan salah satu klub besar Eropa. Setelah sekian lama rencana tersebut tak kunjung terealisasi, Juara 18 kali Liga Italia, Internazionale Milan (Inter Milan) memastikan kunjungannya ke Jakarta pada  Mei mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh CEO Inter Milan Ernesto Paolillo dalam sesi jumpa pers di Jakarta, kemarin (30/1). Dia menyatakan bahwa dalam lawatan kali ini hanya Indonesia yang dituju oleh Inter.

“Kunjungan ke Negara Asia ini hanya ke Indonesia. Karena itu kami sangat senang program FC Inter Indonesia Tour 2012 ini bisa direalisasikan,” katanya.

Ernesto menyebut bahwa dalam lawatan kali ini pihaknya memastikan bakal memebawa kekuatan terbaik Inter Milan. Tapi, kekuatan itu minus pemain Eropa yang saat ini hampir pasti memperkuat Tim Nasional masing-masing pada ajang kompetisi sepak bola antar negara Eropa, Euro 2012.
Pemain itu antara lain Wesley Sneijder  (Gelandang tim Belanda, Thiago Motta (Gelandang-Italia), Giampaolo Pazzini (Striker-Italia), dan Andrea Ranocchia (bek-Italia).

“Mereka tentu akan mengikuti persiapan yang dilakukan oleh timnas masing-masing. Karena itu kami tidak bisa membawa mereka,” terangnya.
Kendati demikian, lelaki 66 tahun tersebut menjami bahwa pemain dengan nama besar yang berasal dari Amerika Latin akan tetap datang. Dia tidak ingin mengecewakan para penggemar Inter Milan di Indonesia karena jumlah fansnya termasuk yang terbanyak, mencapai sekitar 13 ribuan fans.
Selain pemain asal Amerika Latin, Inter Milan juga akan membawa serta pemain baru yang bakal direkrut untuk musim depan dan pemain Asia mereka, Yuta Nagatomo, asal Jepang.

Bukan hanya itu, mereka juga sedang membicarakan program pendirian akademi sepak bola Inter Milan di Indonesia bersama promotor yang mendatangkan mereka ke Indonesia, Entong Nursanto. Rencananya, akademi tersebut bakal dibuat bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di wilayah lain di Indonesia.

“Kami sedang bahas masalah program akademi juga. Saya melihat Indonesia dengan jumlah anak muda yang besar adalah potensi untuk mendapat pemain bagus,” tutur Ernesto.

Selama di Indonesia, Inter Milan dijadwalkan untuk melakoni dua kali laga uji tanding. Yakni pada 24 Mei dan 26 Mei. Lawan yang akan dihadapi sudah dipastikan oleh pihak promotor kepada PSSI, yakni tim Indonesia Selection dan Liga Selection.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin membenarkan hal tersebut. Pihaknya bahkan telah mempersiapkan tim yang akan meladeni Javier Zanetti dkk.

“Untuk tim Indonesia Selection, akan dipilihkan dari pemain Timnas U-23 dan Senior. Sementara, untuk Liga Selection akan dipilih dari pemain terbaik dari tiap tim yang bermain di Indonesia Premier League (IPL),” paparnya.

Djohar juga berharap dengan keberhasilan mendatangkan Inter Milan ke Indonesia, akan menjadi pembuka bagi kedatangan klub-klub besar Eropa lainnya. Tim besar Eropa terakhir yang menjadwalkan datang ke Indonesia tetapi batal adalah Manchester United pada 2009 silam. Mereka batal ke Jakarta setelah terjadi tragedi peledakan bom di Mega Kuningan.

“Kami berharap selanjutnya akan semakin banyak klub besar yang berdatangan ke Indonesia. ini akan bermanfaat untuk tim Indonesia, para penggemar dan pasar mereka di Indonesia,” tandasnya. (aam/jpnn)

Rahudman Minta Nelayan Manfaatkan TPI

Serahkan 2 unit Kapal Ikan KKP

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap menyerahkan dua unit kapal ikan bantuan dari Kementerian Kelauan dan Perikanan (KKP)  kepada nelayan di Belawan. Kapal ikan itu sebagai bagian untuk lebih meningkatkan hasil tangkapan para nelayan.

Penyerahan itu dilakukan di aula Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perumahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (30/1). Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan kota Medan, Ir Wahid M Si, serta unsur muspida dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Medan.

Rahudman mengatakan, bantuan dua kapal ikan dari KKP kepada nelayan di Belawan merupakan program bantuan 1.000 unit kapal yang akan disalurkan kepada masyarakat nelayan di seluruh Indonesia termasuk Kota Medan.

“Ini program bantuan dari Kementerian Keluatan dan Perikanan, setelah bantuan dua unit kapal nantinya pada tahun ini masyarakat nelayan di Medan bisa kembali mendapat empat unit kapal bantuan serupa,” ucapnya diiringi tepuk tangan para nelayan.

Dia berpesan, dengan adanya kapal bantuan ini diharapkan bisa lebih meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan. Tapi, para nelayan jangan menjual ikan hasil tangkapannya di tengah laut. Karena Pemko Medan sudah menyiapkan TPI yang tempatnya jauh lebih baik dibandingkan transaksi di tengah lautan.

Menurut Rahudman, fasilitas yang sudah dibangun pemerintah mesti dijadikan lokasi bisnis, yang nantinya dapat menampung tenaga kerja berasal dari kalangan masyarakat nelayan sekitar.

“Jadikan TPI ini lokasi bisnis. Dengan manfaatkan fasilitas TPI dan fasilitas lainnya yang sudah dibangun, ke depannya Pemko Medan sudah mempunyai program untuk membangun dok kapal dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Nelayan (SPBN) di areal ini,” katanya.

Lebih lanjut, dia menambahkan pemanfaatan fasilitas TPI akan lebih baik dan memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan Kota Medan, khususnya di wilayah Medan Belawan dan Medan Labuhan.

Adapun kapal yang diserahkan tersebut merupakan bantuan kapal berkapasitas 30 Gross Ton (GT) lengkap dengan alat tangkapnya itu, diserahkan langsung kepada nelayan melalui Koperasi Citra Nelayan Indonesia dan Primer Koperasi (Primkop) Nelayan Indonesia.
Usai menyerahkan secara resmi, Rahudman menyempatkan diri menguji coba kapal bantuan KM.INKA Mina 57. Sambil menakhodai secara langsung, wali kota berlayar menuju ke arah perairan Belawan.

Terpisah, Ketua Primer Koperasi Nelayan Indonesia, Zulfahri Siagian mengaku, berterimakasih atas pemberian kapal bantuan dimaksud. Kapal ikan yang relatif besar tersebut akan dimanfaatkan nelayan untuk meningkatkan penghasilan nelayan.

“Kami akan manfaatkan semaksimal mungkin kapal tersebut demi kesejahteraan dan peningkatan penghasilan nelayan,” ungkapnya.
Dia juga berharap, Pemko Medan agar lebih meningkatkan pembangunan di wilayah Medan bagian Utara, karena selama ini banyak sekali fasilitas publik yang belum terbangun semestinya.

“Intinya kami membutuhkan pembangunan, demi menuju wilayah Minapolitan,” sebutnya.(mag-17)

Tembus ZEE

Dua kapal yang diserahkan kepada nelayan merupakan kapal ikan yang cukup besarukurannya 30 Gross Ton (GT) lengkap dengan alat tangkapannya. Kapal tersebut bisa difungsikan mendekati zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan, Ir H Wahid M Si kepada Sumut Pos. Menurut dia, kapal ikan berkapasitas besar itu bermanfaat untuk memudahkan nelayan mengambil ikan ke wilayah tengah dan mengurangi pencurian ikan oleh pihak asing.
“Selama inikan di tengah laut sering diambil kapal asing, jadi untuk mencegahnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan kapal tersebut,” katanya.

Wahid membeberkan, nelayan yang ada di Kota Medan khususnya di wilayah Belawan memiliki sebanyak 1.640 kapal, seribu diantaranya berukuran 10 GT dan sisanya 5 GT. Kapal-kapal tersebut hanya mampu dipantai saja, sedangkan di tengah laut jarang sekali tersentuh. “Nelayan juga sudah mengidam-ngidamkan bisa masuk ke ZNE,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, kebanyakan nelayan di Belawan cenderung memiliki budaya pergi sore hari pulang pagi, atau sebaliknya pergi pagi pulang sore, tapi dengan kapal 30 GT nantinya bisa mempekerjakan 20 orang dan sekali berangkat bisa memakan waktu 10 hingga 15 hari dengan kapasitas 30 ton. “Kondisi tersebut semakin menambah kesejahteraan nelayan,” ucapnya. (ril)

Operasional Kapal Diawasi

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan, Ahmad Arif SE MM menegaskan, penyerahan bantuan kapal ikan dari KKP, yang disalurkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap ke nelayan tindakan yang layak dipuji. Tapi, disisi lain pemanfaatannya harus jelas.

“Jangan hanya diberikan, tapi tak diawasi. Karena jumlahnya hanya dua unit, sedangkan nelayan jumlahnya ribuan,” sebutnya.
Dia memaparkan, bantuan kapal yang disalurkan harus dikelola secara benar-benar oleh dua koperasi yang ditunjuk, kemudian hilangkan fiksi-fiksi negatif agar pengelolaan dan bagi hasilnya jelas kepada para nelayan.

Arif juga menyebutkan, nelayan yang ikut dalam kapal tersebut seharusnya nelayan yang selama ini tidak memiliki kapal, sehingga kapal tersebut bisa menampung para pengangguran.

“Selain misinya menyelamatkan ikan di wilayah mendekati perbatasan, kapal tersebut juga dihadirkan agar mengurangi pengangguran,” ingatkannya.
Kemudian, dia menyarankan Pemko Medan melalui Dinas Pertanian dan Kelautan sebaiknya lebih aktif membina para nelayan yang ada di wilayah Belawan. Dengan begitu, nelayan-nelayan tersebut semakin mengerti tentang tapal batas dan pola penangkapan ikan yang baik. (ril)

Dipersulit Bayar Pajak, Penarik Betor Demo Sambil Sweeping

MEDAN-Unjuk rasa puluhan abang becak yang tergabung dalam Himpunan Betor Sumatera Utara (Sumut), di depan  kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan , Senin (30/1), nyaris ricuh.

Kericuhan tersebut bermula saat para abang becak yang tengah berdemo, melakukan sweeping terhadap para penarik becak lainnya yang tengah melintas dan mengangkut penumpang, untuk ikut berdemo.

Para abang becak yang tengah melakukan aksi, berupaya memaksa penumpang becak untuk keluar, dari becak yang mereka tumpangi.
Aksi sweeping para abang becak tersebut, nyaris mengakibatkan adu jotos antar sesama abang becak. Para penumpang becak yang dipaksan
turun, akhirnya harus menelan kekecewaan dan meninggalkan penarik becak tumpangannya dengan berjalan kaki.

Aksi Sweeping tersebut baru berhenti setelah Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro turun tangan dan meminta para pendemo  menghentikan sweeping terhadap penarik becak lain yang membawa penumpang.

Menurut Sukirman, salah seorang pendemo aksi tersebut menentang kebijakan, dimana setiap penarik becak ketika hendak membayar pajak kendaraan becak bermotor plat kuning, merasa kesulitan karena memang terkesan sengaja dipersulit oleh koperasi.

“Kami dipersulit kalau mau membayar pajak. Ini kayaknya memang sengaja dipersulit,” akunya.
Selain itu, para penarik becak juga menuntut agar pemerintah daerah mencabut surat keputusan pembatasan wilayah bagi seluruh penarik becak khususnya di jalur  inti kota.

Karena akibat pembatasan tersebut, para penarik becak mengalami penurunan pendapatan.

Perwakilan penarik becak akhirnya diterima Komisi C DPRD Sumut. Anggota Komisi C DPRD Sumut, Hardi Mulyono menilai, ada sinyalemen permainan antara pihak koperasi penarik becak dengan pihak Dinas Pendapatan Daerah Sumut (Dispendasu).

Wakil Ketua DPRD Sumut, Kamaluddin Harahap mengatakan, Dinas Koperasi Sumut harus mengusut keberadaan koperasi. Dikatakannya, apabila ada yang menyimpang maka sebaiknya harus diberi sanksi.(ari)