31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14138

Mobil Dinas Pasar Dicuri

LUBUK PAKAM- Mobil dinas jenis kijang pick up BK 8799 M warna hitam milik Dinas Pasar Deli Serdang raib digondol maling, Jumat (20/1) dini hari pukul 4.00 WIB. Raibnya kendaraan dinas itu pertama sekali diketahui Jarmen Sijabat, staf yang berkerja di Dinas Pasar Pemkab Deli Serdang.

Selama ini, mobil dinas itu digunakan Jarmen Sijabat untuk menunjang kinerjanya sebagai pegawai di Dinas Pasar. Lantas, mobil tersebut di simpannya di bagasi rumahnya di Jalan Kebun Sayur, Dusun Sadar Barat, Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam. Atas kehingan kendaran dinas itu, Jarmen Sijabat membuat laporan ke Polres Deli Serdang.

Sementara menurut Kabid Aset Pemkab Deli Serdang Rusdi Ritonga SH, selain telah membuat laporan ke polisi, Jarmen juga harus bertanggung jawab secara kedinasan. Pasalnya, setiap aset miliki Pemkab Deli Serdang yang dikuasai oleh PNS, baik itu staf atau pimpinan SKPD harus dipertanggungjawabkan.

“Kita akan panggil oknum PNS itu untuk diminta keterangan. Meskipun telah ada laporan polisinya, kita tidak langsung percaya. Boleh saja dibilang hilang, jangan-jangan ada sesuatu,” bilangnya.(btr)

Serba Batik di Oceaneer Butik

MEDAN- Stylish dengan batik? Kenapa tidak.  Karena dewasa ini, batik sudah bermetamorfosis dari motif resmi ke motif santai namun tak menghilangkan kesan elegan  di setiap design-nya.

Pakaian bermotif batik saat ini juga mudah ditemui. Salah satunya di butik Oceaneer milik Evi. Toko l yang terletak di Background Mall Palladium ini menjual segala jenis barang bermotif batik.  Oceaneer dibuka sejak tahun 2010 dimana toko  ini khusus menjual barang bermotif batik baik itu batik tulis maupun batik printing.

“Saya memang melirik batik sejak awal karena bisnis batik ini bisa dibilang cukup menjanjikan. Apalagi setelah pemerintah mewajibkan menggunakan batik di setiap instansi dan birokrasi,” terang Evi pada wartawan koran ini, Jumat (20/1)

Batik-batiknya ini sengaja ia didatangkan dari Solo dan Pekalongan. Menurut Evi,  corak batiknya di tokonya lebih banyak, lebih cerah dan bahannya pun bagus. Ada berbagai motif batik yang ia jual. Seperti motif serindit, motif mega mendung, corak kacang-kacang, corak parang, corak undak-undakan dan banyak lagi motif serta corak batik yang ia miliki. “Dengan batik, saya juga ikut berpartisipasi untuk mengenalkan budaya Indonesia agar lebih dikenal masyarakat,” urainya.

Toko batik Oceaneer tidak hanya menjual batik dari jenis pakaian saja, tapi juga menjual sendal, sepatu, tas, hingga selendang motif batik. Dengan banyaknya variasi dan pilihan, pembeli bisa memilih batik sesuai dengan selera dan keinginan.

“Walaupun toko ini bertempat di mall, tapi harganya gak mahal. Berkisar dari Rp75 ribu   sampai Rp 350 ribu “ beber Evi   (mag-11)

Tak Terganggu Akumulasi

SKUAD Inalum FC bakal tak komplit saat melakoni laga final Inalum Cup 2012. Itu terjadi karena salah satu pemain yang selama ini kerap jadi andalan, mendapat akumulasi kartu kuning. Dia adalah Dikki Zulhijar.

Bermain di bek kiri, Dikki hampir pasti menjadi pilihan utama Ipung-pelatih Inalum FC. Penampilan enerjik pemain bernomor punggung 4 itu, membuat lini pertahanan Inalum FC cukup kuat. Apalagi Dikki punya kemampuan membantu serangan.

Namun saat laga kontra PSSA Asahan, Dikki meraih satu kartu kuning. Sialnya, ketika di partai semi final kontra PSMS U-21, Dikki kembali meraih kartu kuning. Alhasil, dia harus absen di partai final lantaran menerima akumulasi dua kartu kuning.

Sesuai peraturan yang sudah dicanangkan tim panitia dan skuad berdasarkan kesepakatan di technical meeting, pemain yang dapat dua kartu kuning harus absen satu laga. Sedangkan yang kena kartu merah langsung harus absen dua laga. Dan peraturan itu berlaku sepanjang turnamen.

Tapi Ipung tak terganggu dengan masalah itu. Menurutnya, masih ada beberapa pemain yang bisa ditempatkan di posisi Dikki.

“Mungkin kami akan tempatkan Wahyu di posisi Dikki. Dia tampil cukup bagus selama latihan dan uji coba. Memang akumulasi ini tak begitu berpengaruh di tim,” katanya. (ful)

Pemkab Karo Bohongi Publik

Terkait Pungli di Pos Retribusi Doulu

KARO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, dituding  bohong dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terkait kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi di Pos Retribusi Pajak Hasil Bumi di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Karo Ferianta Purba, kepada Sumut Pos, Jumat  (20/1).
Menurut  politisi Partai Golkar ini, saat gelar sidak, yang bertepatan dengan penangkapan lima pegawai Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Asli Daerah di pos retribusi, masih di temui aktivitas pungutan liar (pungli).

“Hari  Selasa (17/1) tengah malam, jelang dini hari, saat melakukan sidak dalam rangka pengawasan, kami masih menemukan  kegiatan pungli di pos itu. Sebelum kami tiba, masih terlihat penyetopan sejumlah kenderaan (truk,red). Bahkan terlihat sejumlah kendaraan yang  berhenti di depan pos, memberikan uang kepada petugas,” ujar Feri.

Selain pandangan visual, pria yang juga menjabat Ketua Partai Golkar Kabupaten Karo ini, menemukan bukti konkrit berupa kwitansi pembayaran pasca tanggal 1 Januari 2012, yang bertentangan dengan UU No 28 Tahun 2009, serta pernyataan sejumlah supir kenderaan yang sempat di wawancarai pihaknya di sekitar Pos Retribusi.

“Bukan hanya kita yang keberatan atas tindakan pungli ini. Buktinya tiga orang anggota DPRD Kabupaten tetangga (Kabupaten Dairi) juga ikut  menghantarkan seorang supir sebagai saksi ke Mapolres Tanah Karo, Rabu (18/1) lalu. Jadi, selain sidak kami di lapangan, kedatangan ketiga anggota legislatif Dairi itu juga membawa bukti berupa kwitansi yang diterima pihaknya dari supir asal daerahnya, yang diikuti pihak pos sebelumnya,” papar Feri.

Terpisah, terkait tudingan terhadap pihak kepolisian yang sengaja melakukan penyetopan dan mengarahkan sejumlah supir untuk memberikan uang ke petugas pos, yang saat itu sedang  berada di ruang istirahat, sesuai klarifikasi pihak Pemkab Karo terhadap sejumlah koran, Kapolres Tanah Karo AKBP Ig Agung Prasetyoko, ketika ditemui wartawan koran ini di Polres Tanah Karo, membantah klarifikasi yang dikeluarkan Pemkab Karo.

“Kita selidiki saja sesuai fakta di lapangan. Apakah mungkin polisi melakukan tindakan seperti itu. Di TKP ada dua Kasat. Kasat Reskrim dan Kasat Intel beserta anggotanya. Bahkan saat itu anggota DPRD Karo juga ada di lapangan. Jadi apakah masuk akal (logis,red) anggota kepolisian berbuat demikian di depan anggota DPRD Karo,” kata Kapolres tersenyum.

Ketika  dihubungi melalui telepon selularnya, Plt Kadis Kominfo dan PDE Kabupaten Karo M Hanafiah menyatakan, tidak berada di TKP saat penagkapan berlangsung. Terkait berita klarifikasi, Hanafiah membantah bertanggung jawab atas hal tersebut. Dikatakannya, berita klarifikasi kemarin merupakan bagian pihak Humas.

“Rencananya saya masih mau ke kator, tetapi saat ini saya masih berobat. Masih ada lagi tiga orang yang antre sebelum saya. Maag saya sakit, hubungi saja Humas, mereka yang lebih tahu  menerangkan hal ini,” ungkap Hanafiah. Sedangkan Kabid Humas Jhonson Tarigan, saat ditemui mengatakan, konsep berita klarifikasi itu diberikan Bupati Karo kepadanya, yang selanjutnya ia serahkan untuk ditanda tangani Hanafiah.

“Saya dipanggil Bupati Karo, dan diberikan konsep berita klarifikasi untuk sejumlah media yang menerbitkan berita penangkapan pegawai di Pos Retribusi. Lalu saya serahkan kepada Plt Kadis Kominfo dan PDE untuk ditandatangani selanjutnya dikirimkan ke sejumlah media cetak terbitan Medan. Keterangan yang saya terima, klarifikasi itu sesuai keterangan Kapos Retribusi Rasmi Bangun kepada pimpinan, sebelum dia menyerahkan diri,” katanya.(wan)

Bisnis Salon Karena Cinta Kecantikan

Cindy Camelia Meliala, Putri Medan Metropolitan 2006

Tekad dan ambisi yang kuat menjadi pengusaha kecantikan, memotivasinya bekerja dan belajar dengan keras. Meski tercatat sebagai sarjana dari Fakultas Sastra Jepang USU, tetapi keinginannya membuka usaha bidang kecantikan mendorong dirinya belajar tentang pendidikan kecantikan di Martha Tilaar, Diploma CIBTAC Jakarta.

Setelah menimba ilmu dan mencoba freelance sebagai make-up artis, semangatnya membuka usaha kecantikan kembali menggelora. Dengan modal seadanya, Cindy Camelia Meliala, Putri Medan Metropolitan 2006 ini pun mulai membuka usaha salon.

“Aku pingin sekali punya salon, karena bagi aku setiap wanita itu cantik, jadi mereka harus merawat kecantikan mereka,” ujar Cindy, putri dari pasangan Drg JS Meliala dan Hertyana Kaban ini kepada For Ladies.

Untuk menggapai impiannya, anak bungsu dari dua bersaudara ini menghemat semua pengeluaran untuk dirinya. Setiap tawaran model dan iklan yang diterimanya langsung disisihkan dan disimpan. Merasa penghasilannya sebagai model tidak mencukupi, Cindy pun mulai mengikuti usaha sang mama, membantu sang ibu untuk memasarkan berlian dan permata. “Kalau bisnis ini untungnya besar. Sekitar 60 persen salon ini berasal dari gaji aku bantuin mama,” ungkapnya sambil tersenyum manis.

Awal modal membuka salon asli dari keringatnya sendiri. Sedangkan bantuan dari orang tua hanya berupa gedung, semangat, dan doa. Sisanya, Cindy berjuang untuk menutupi keperluan salon. “Aku mikirnya begini: kalau tidak bisa sekaligus, perlahan saja, biar semuanya tertutupi,” tambah gadis kelahiran Sidikalang, 27 Juli 1986 ini.

Pendapatan salon secara perlahan mulai mendapatkan hasil. Cindy pun meluaskan usahanya. Salon yang awalnya lebih pada make-up, cat rambut, creambath, pedicure, medicure, dan lainnya dikembangkan menjadi spa yang diberi nama Chey Spa berada di Jalan Industri Ring Road. Dirinya membaca pasar, di mana para kaum hawa mengharapkan paket kecantikan yang lengkap, mulai dari luluran, pijat (refleksi), mandi sauna, mandi susu, dan lainnya.

Dia menyadari, usia yang masih muda, wajah yang eksotis, dan penampilan yang menarik dapat memberikan kesan negative. Apalagi dirinya memilih salon sebagai bisnisnya. “Aku tahu dan sadar dengan pandangan negatif orang. Tapi aku gak mau ambil pusing, karena aku gak neko-neko. Lagian jika wanita memiliki bisnis salon, apa harus dipandang jelek?” tambah Cindy.

Karena itu, Cindy bertekad agar bisnis Salon dan Spa yang didirikannya dengan keringat sendiri dapat dipandang dengan baik. Salah satu yang akan difasilitasinya adalah membentuk asosiasi Spa Wellnes, yaitu Spa yang menjalankan tugasnya dengan tanggung jawab. “Aku tidak ingin bisnis aku dicap sebagai spa plus-plus,” tambahnya.

Sejak masih remaja, Cindy sudah sangat mencintai dunia kecantikan. “Aku sangat menyukai dunia kecantikan, karena bersentuhan langsung dengan wanita. Banyak yang harus diperhatikan oleh wanita, karena itu aku sangat bangga menjadi wanita,” tambahnya. Rasa bangganya menjadi wanita juga membuat dirinya bertekad untuk menjadi inspirasi bagi wanita.  (ram)

Target Berat Kejutan di Kandang Singa

Jelang PSMS Kontra Arema Indonesia

MEDAN- Menghadapi partai tandang pada lanjutan laga di kompetisi ISL, PSMS siap buat kejutan lagi. Kali ini tim berjuluk Ayam Kinantan ini akan dijamu Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan, besok (22/1).

Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, setiap partai yang dilakoni tim berjuluk Ayam Kinantan ini merupakan partai final. “Semua tim bertanding pasti menginginkan kemenangan. Namun, kali ini kita akan siap buat kejutan lagi bagi masyarakat Kota Medan,” ungkapnya, Jumat (20/1).

Mengenai materi pemain yang memiliki persiapan minim, menurutnya tetap layak mempersembahkan yang terbaik bagi tim dan para pendukungnya. “Kita memiliki materi pemain yang rata-rata debutan dan hanya memiliki tiga pemain yang sempat bermain di ISL kompetisi lalu. Walau demikian, dengan kesiapn mental pemain semua bisa terjadi di sepak bola,” kata pelatih berkebangsaan Malaysia ini.

Eks pelatih Persipura dan Persiram ini juga menuturkan, yang terpenting yang harus dilakoni anak-anak asuhannya adalah bermain sabar, fokus dan konsisten. “Mereka harus sabar untuk bermain fokus dan konsekuen. Kita harus menutupi ruang-ruang gerak pemain lawan, jangan memberikan ruang bebas untuk mereka (Arema, Red),” kata Raja Isa.

Menurut Raja Isa, saat ini Singa Edan julukan Arema memang berada di posisi bawah klasemen sementara. Namun, tak berarti tim tersebut tak memiliki keunggulan. “Arema memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan cukup baik. Dan kita harus tetap mewaspadai tiap strategi dan taktik yang diperagakan,” ucapnya.

“Mereka memiliki beberapa pemain potensial seperti Kim Young Hee. Dan mereka sangat bergantung pada pemain-pemain tersebut. Dan ini menjadi satu kesempatan bagi kita memanfaatkan celah-celah yang tak tertutup,” tambah Raja Isa.

Untuk pertandingan ini, Raja Isa membawa 18 pemain terbaiknya. Dari daftar nama ini tak banyak perubahan. Hanya pemain Korsel Inkyun Oh yang sempat absen di pertandingan lawan Persipura sudah bisa kembali memperkuat skuad.
“Persoalan Inkyun memang kehadirannya memberi kesan yang luar biasa,” ujar Raja Isa lagi.

Namun, kembali Raja Isa tetap menekankan, PSMS tak bergantung pada seorang pemain. “PSMS bermain secara tim. Saya sedang membentuk tim secara bertahan dan tetap berusaha merotasi beberapa posisi. Akan tetapi kolektivitas dan kebersamaan tim adalah kuncinya,” jelasnya.

Adapun 18 pemain PSMS yang diboyong yakni Markus Haris Maulana, Eddy Kurnia, Sasa Zecevic, Novi Handriawan, Ledi Utomo, Ramadhan Saputra, Rahmad, Wawan Widiantoro, Anton Samba, Zainal Anwar, Zulkarnaen, Alamsyah Nasution,  Antoni, Luis Pena, Inkyun Oh, Choi Dong Soo, Osas Saha dan Arie Supriatna. (saz)

Personel Polres Sergai Kenakan Pakaian Adat

SERGAI- Guna menciptakan hubungan harmonis antara polisi dengan masyarakat, Polres Sergai mewajibkan seluruh petugas pelayanan seperti petugas pembuat SIM di Satlantas, Samsat, dan  Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), mengenakan pakaian adat melayu, Jumat (20/1).

Penggunaan pakaian adat ini, bertujuan agar petugas lebih bersahabat dan dekat kepada masyarakat yang merupakan program strategi Polri tahun 2012.
Dikatakan Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman, didampingi Kasat Lantas AKP Gunadi dan Kasubag Humas Polres Sergai AKP ZN Siregar, pakaian adat melayu ini akan dikenakan setiap hari Jumat.
Keunikan di kantor pelayanan itu pun, membuat warga heran. Karena baru kali pertama melihat petugas kepolisian mengenakan seragam adat.

Mahadi (21) warga Pasar Bengkel Perbaungan, yang sedang mengurus SIM C mengatakan, baru pertama kali melihat personel polisi mengenakan pakaian adat di seragamnya, sehingga terlihat sangat berbeda.
“Lucu, tapi petugasnya lebih berwibawa dan lebih akrab kelihatannya,” uangkap Mahadi.(mag-16)

Kontra Persema, 3 Pemain Absen

MEDAN- Sisa tiga hari, skuad PSMS bakal menghadapi satu laga krusial kontra Persema Malang, 23 Januari mendatang.
Namun, PSMS dikhawatirkan tak akan diperkuat tiga punggawa utamanya di Stadion Gajayana Malang.

Adalah Vagner Luis, Ahn Hyo Yeon yang kondisi kesehatannya menurun, serta Jecky Skuad Ayam Kinantan yang melakoni Pasarela terpaksa keluar dari latihan, karena cedera pada Jumat (20/1) sore. Oleh karenanya dalam laga melawan Persema nanti  tiga pemain PSMS absen, karena sakit.

“Entah perubahan cuaca atau seperti apa, tapi memang beberapa pemain kondisi kesehatannya kurang baik. Luis dan Ahn, hampir mirip penyakitnya. Hanya Jecky yang kena cedera di betis kanannya karena latihan tadi (Kemarin, Red),” ungkap pelatih PSMS Fabio Lopez, Jumat (20/1).
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi PSMS. Bahkan, Fabio menyebutkan, bisa saja Jecky tidak main.

“Bisa saja Jecky tidak turun karena kondisinya itu. Saya khawatir kondisinya berkepanjangan,” katanya.
Fabio juga menuturkan, ia juga akan mengganti taktik dari formasi 4-3-3 ke 4-4-2.

Namun, ketika ditanya kenapa mengganti formasi, dia mengaku khawatir dengan kemungkinan absennya Jecky. Dia juga  belum membuat keputusan siapa penggantinya.

“Kita akan pertimbangkan penggantinya,” ujar pelatih berusia 38 tahun itu.
Namun, keadaan tidak menguntungkan itu bisa saja terjadi. Belum lagi Julio Cesar Alcorse yang pada laga sebelumnya mendapat kritikan dari media karena dinilai kurang tajam.

Tiga lini PSMS, belakang, tengah dan depan, bisa saja semakin rapuh dengan kemungkinan absennya tiga pilar utama itu.

“Tapi kita masih punya pemain lain yang bisa menggantikan mereka. Tetap ada harapan kalau itu terjadi. Sepakbola itu misteri. Tidak boleh terlalu yakin dan pesimis hingga 90 menit selesai. Semuanya berada di titik nol,” tutur Fabio.
Sisi positifnya, atmosfer di PSMS yang semakin kondusif menjadikan harapan tetap terbuka. “Kita terus berupaya membuat anak-anak merasa nyaman di kampung orang ini,” beber asisten manajer PSMS Alexander Gho.

Sementara Jecky Pasarela yang dikonfirmasi, membenarkan kondisinya tersebut. Dia mengaku terpaksa berhenti latihan usai benturan di betis kanan dekat tulang kering.

“Setelah benturan, tiba-tiba bengkak. Saya khawatir jadi semakin parah, makanya saya berhenti. Terasa sakit waktu b berjalan,” ujarnya.(saz)

Buruh Kebun Tewas Usai Diperiksa Papam

SERGAI- Karmin (47) ayah tiga orang anak, karyawan deres PTP Nusantara III Gunung Pamela, Kabupaten Serdang Bedagai, meninggal dunia usai diperiksa Perwira Pengaman (Papam) Perkebunan dengan tuduhan mencuri getah lum di Afdeling III, Desa Bandar Jambu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (19/1).

Kematian buruh penderes getah di perkebunan Afdeling VII itu, kontan membuat pihak keluarga tak terima, terlebih warga Pondok 2, Afdeling VII, Desa Bandar Bejambu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai. Soalnya, warga tidak percaya kalau korban terlibat dalam aksi pencurian getah di perkebunan bersama dua orang lain berinisial AN dan Jef.

“Abang iparku meninggal dunia setelah diperiksa Papam dan Administrasi dan Personalia Kebun (APK) di Kantor PTPN III Gunung Pamela semalam (19/1). Sepulang dari situ (pemeriksaan), korban bercerita kalau dalam pemeriksaan tersebut dia diancam lalu ditakut-takuti, makanya abangku jadi terpikir hingga akhirnya meninggal dunia pada subuh tadi,” ujar Bajuri, Jumat (20/1) sore.

Sementara itu, Simon Tobing, selaku APK PTP Nusantara III Kebun Gunung Pamela ketika konfirmasi via telepon mengatakan, kematian Karmin sedikitpun tidak ada disebabkan karena proses perbal (interogasi). “Karmin meninggal di rumahnya tadi pagi, pada saat perbalnya sudah berlalu, jadi saya rasa kematian akibat interogasi oknum petugas pengamanan sangat berlebihan,” ujar Simon Tobing.(mag-3)

Tak Anggap Remeh

Pro Duta v Persikabo

MEDAN- Laga lanjutan Divisi Utama IPL Pro Duta Deli Serdang, kali ini akan menjamu tim asal ‘Kota Hujan’ yakni Persikabo Bogor.

Pertandingan ini akan berlangsung sengit di Stadion Baharuddin Siregar Pakam Deli Serdang, sore ini (21/1).
Pasalnya, pada dua laga tandang sebelumnya, tim berjuluk Pegasus ini mengantongi hasil maksimal.

Saat dijamu PSSB Bireun dan PSBL Langsa, Pro Duta berhasil mencetak masing-masing satu gol. Saat ini Pro Duta menduduki posisi jawara klasemen sementara Divisi Utama IPL dengan mengoleksi enam poin.

Kendati menempati posisi teratas, Pro Duta tampaknya tak menganggap remeh lawannya kali ini. Asisten pelatih Pro Duta Deka Hambal mengatakan, menghadapi lanjutan laga Divisi Utama skuadnya cukup fit.

“Semua pemain dalam kondisi terbaiknya. Tapi untuk melawan Persikabo kita tak mau menganggap remeh. Karena tim ini juga diisi banyak pemain bagus,” ungkapnya, Jumat (20/1).

Menurutnya, tim sudah mendiskusikan serta membahas tim lawan dengan berbagai mediasi.
“Kita sudah menonton video pertandingan Persikabo dan kita sudah mendiskusikan ini dengan pelatih serta pemain. Dan intinya, kita tak akan menganggap remeh mereka (Persikabo, Red),” ujar Deka.

Asisten asal Brazil ini juga menuturkan, dalam pertandingan nanti tak ada penjagaan yang dikhususkan bagi pemain lawan.

“Kita sadar para pemain lawan memiliki skill yang bagus. Namun, tetap tak ada pengkhususan penjagaan ketat bagi mereka. Kita tetap mewaspadai pemain-pemain yang berpotensi membahayakan gawang kita,” tuturnya.

Sementara asisten pelatih Persikabo John Arwandi mengungkapkan hal sama. Menurutnya, meski pada dua laga sebelumnya Pro Duta bisa meraih enam poin, tetap saja tak ada pemain yang khusus dijaga ketat.

“Kita tetap menginstruksikan permainan di bawah strategi pelatih. Untuk pengkhususan penjagaan bagi lawan, tak ada. Tetap semua harus mewaspadai permainan lawan,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, melihat dua pertandingan Pro Duta sebelumnya permainan tim asal Deli Serdang ini patut diwaspadai.

“Tanpa striker andalan mereka (Pro Duta, Red) Lakkad, mereka bisa meraih poin penuh di dua laga away. Sama halnya dengan Persikabo, setiap tim tentu memiliki target menang meski partai tandang. Namun, meraih hasil seri juga kita akan cukup puas,” kata John.

Persikabo saat ini menempati peringkat ketiga Divisi Utama IPL dengan mengantongi empat poin hasil dari imbang 0-0 saat dijamu PS Bengkulu dan berhasil menekuk Persitara 1-0 di kandang.

“Keseluruhan skuad kami dalam keadaan prima untuk bisa bertanding kecuali seorang pemain asing asal Kamerun yang sedang cedera, yakni Cyril Emile berposisi gelandang,” ungkap John. (saz)