Home Blog Page 1429

TGS Ganjar Perkuat Spiritualitas Remaja Sumut Agar Terhindar dari Narkoba

TGS Ganjar Sumut saat menggelar penyuluhan tentang bahaya narkoba, serta cara memulihkannya secara Islami di Kelurahan Kuala Binge, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (16/6).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba, sukarelawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menggelar penyuluhan tentang bahaya narkoba, serta cara memulihkannya secara Islami di Kelurahan Kuala Binge, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (16/6).

Koordinator Wilayah (Korwil) TGS Ganjar Sumut, Zulpi Andika mengemukakan pencegahan dan pemulihan dari kecanduan narkoba tidak hanya membutuhkan pendekatan fisik dan psikologis, tetapi juga pemahaman dan keteguhan agama yang kuat.

“Kami sangat terpanggil untuk melaksanakan kegiatan ini agar nantinya ini bisa mencegah dan mengurangi pengguna narkoba yang selama ini meresahkan, karena merusak generasi bangsa,” kata Zulpi.

Zulpi menjelaskan dalam situasi yang semakin kompleks dan beragam, upaya pencegahan narkoba yang didasarkan pada nilai-nilai keislaman menjadi semakin penting.

Oleh karenanya, TGS Ganjar Sumut berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam melawan narkoba dan membantu generasi muda tumbuh menjadi individu yang kuat secara fisik, mental, dan spiritual.

“Kami bekali anak remaja ini tentang nilai-nilai spiritual, nilai agama, yang nantinya menimbulkan akhlak terpuji. Bahaya narkoba tidak baik, sangat fatal akibatnya ketika mereka nanti akan meneruskan jenjang-jenjang kepemimpinan di negara ini,” tegas Zulpi.

Sementara Ustaz Ibrahim Fansyuri menyatakan, pencegahan narkoba secara Islami dapat dilakukan dengan mematuhi semua apa yang diajarkan agama Islam, serta menjauhi larangannya, terutama menjalankan salat lima kali dalam sehari.

Sebab, Ibrahim menyebutkan dalam salat itu bisa mencegah perbuatan tidak baik, termasuk perbuatan negatif tentang narkoba.

“Ketika salat ini istiqamah kita lakukan, maka maksiat maupun narkoba, insyaallah akan terhindar dari diri,” ucap Ibrahim yang menjadi narasumber dalam acara ini.

Sementara untuk memberikan solusi terhadap yang kecanduan narkoba, Ibrahim mengatakan pecandu harus dirangkul dan tidak boleh dijauhi. Para pencandu harus diajak menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing.

“Kami rangkul, kami bujuk, sama-sama untuk kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ajak agar taat patuh kepada ajaran agama,” ucapnya.

Para remaja yang mengikuti pelatihan ini merasa terinspirasi dan termotivasi untuk menjauhi narkoba serta meningkatkan ibadah mereka. Mereka menyadari bahwa dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, mereka memperoleh kekuatan untuk menghadapi godaan dan rintangan dalam hidup.

“Acara ini sangat bagus. Kami takut dengan narkoba, bahayanya narkoba. Mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa melalui salat, lebih rajin ibadahnya, bakal kami terapkan,” kata salah satu peserta, Raja Shaufi Aulia Simatupang usai kegiatan.

Dalam acara yang diikuti oleh anak muda hingga remaja dari Masjid Al Karimah ini, diajarkan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui salat yang khusyuk, mengaji Al-Qur’an dengan penuh penghayatan, dan mendekatkan diri Allah SWT melalui doa dan dzikir.

Mereka turut mendoakan agar Indonesia terhindar dari narkoba, serta Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029. (rel tri)

Rizki Nugraha Ajak Warga Kelurahan Menteng Peduli Sampah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi III DPRD Medan Fraksi Partai Golkar, M Rizki Nugraha, menyebutkan pihaknya mempunyai kewajiban dalam mensosialisasikan perda yang telah disahkan oleh kedua belah pihak, yakni eksekutif dan legislatif. Salah satu perda tersebut adalah Perda Kota Medan Nomor 6/2015 tentang Pengelolaan Persampahan.

Penegasan itu disampaikan Rizki Nugraha, saat menggelar sosialisasi produk hukum Perda Kota Medan Nomor 6/2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Rahmad Menteng VII, Kompleks PIK Kelurahan Medan Tenggara (Menteng) Kecamatan Medan Denai, Minggu (17/6/2023).

“Namun yang kita butuh adalah bukan kegiatan sosialisasinya, tapi kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan. Baik itu di dalam rumah sendiri maupun lingkungan. Percuma juga kalau sosialisasi perda ini gencar, tapi kesadaran kita untuk menjaga kebersihan gak tumbuh, percuma saja bapak dan ibu,” ucapnya.

Mengenai pengelolaan sampah, sebut Rizki, pihaknya pernah melakukan kunjungan kerja ke Provinsi DKI Jakarta. Pemerintahan di sana mengalami krisis tempat pembuangan akhir sampah. Kondisi itu tak jauh berbeda dengan apa yang dialami Pemko Medan.

“Tapi warga di sana punya solusinya, bapak dan ibu. Mereka memanfaatkan sampah menjadi nilai ekonomi, yakni dengan membudidayakan ulat magot untuk pakan ternak. Di Medan pun bisa kita buat seperti itu, asalkan mau bekerja sama,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPD AMPI Kota Medan ini mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Medan Tenggara untuk menjaga kelestarian lingkungan, jangan buang sampah sembarangan dan pilah serta pilih lah sampah sebelum diangkut mobil truk sampah.

“Nanti saya akan perjuangkan agar tempat penampungan sampah ada di tiap lingkungan. Supaya apa, petugas kebersihan kita semakin ringan bebannya. Dan secara tak langsung, bapak dan ibu telah membantu meringankan beban Wali Kota Medan kita, bapak Bobby Nasution. Karena kebersihan masuk ke dalam program prioritasnya,” katanya.

Sementara itu, Darmansyah Siregar yang mewakili Lurah Menteng Tenggara juga mengajak masyarakat agar peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Jangan buang sampah ke dalam saluran drainase. Nanti kalau sudah banjir, kita juga yang repot. Pilah dan pilih sampah dengan menerapkan pola 3R, Reuse, Reduce, Recycle. Ini saja kita terapkan setiap hari, mudah-mudahan masalah sampah di Kelurahan Medan Tenggara bisa teratasi,” pungkasnya. (map/ila)

Pakai Layanan bjb Edupay, Pembayaran Dana Pendidikan Makin Mudah

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Tahun ajaran baru segera tiba. Berbagai persiapan telah dilakukan baik oleh pihak sekolah atau peserta didik. Tak terkecuali persiapan layanan yang juga disiapkan oleh penyelenggara pendidikan untuk memudahkan masyarakat.

Salah satu layanan yang tak kalah penting adalah channel pembayaran. Channel ini akan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mempermudah pembayaran. Tak perlu antre, terhubung dengan banyak channel, dan bisa dilakukan kapanpun.

Nah, Anda tak perlu khawatir atas layanan tersebut. Karena bank bjb telah menyiapkan bjb Edupay, sebagai layanan pembayaran tagihan biaya pendidikan agar semakin mudah. bjb Edupay adalah layanan perbankan yang dikembangkan khusus untuk memberikan jasa layanan keuangan kepada lembaga pendidikan, memungkinkan peserta didik untuk membayar kewajiban melalui seluruh channel bank bjb secara real-time online.

Dengan menggunakan bjb Edupay, para peserta didik dapat membayar biaya pendidikan mereka dengan lebih mudah dan cepat. Layanan ini dapat diakses melalui berbagai channel bank bjb, termasuk DIGI by bank bjb, ATM, dan cabang-cabang terdekat.

Untuk dapat menggunakan layanan bjb Edupay, Lembaga Pendidikan dapat bekerjasama dengan bank bjb untuk selanjutnya dilakukan integrasi sistem pembayaran sehingga dapat memperluas channel pembayaran.

Salah satu keunggulan bjb Edupay adalah kemampuannya untuk mengakomodir perluasan channel ke pihak ketiga. Hal ini memungkinkan lembaga pendidikan untuk menjalin kerjasama dengan berbagai platform modern, termasuk channel dan e-commerce.

Selain itu, layanan ini juga memberikan kemudahan dalam monitoring penerimaan pembayaran dan proses rekonsiliasi. Dengan sistem ini, maka pembukuan akan semakin mudah.

Dalam mekanisme kerjasama bjb Edupay, terdapat dua metode yang dapat dipilih, yaitu Host to Host (H2H) dan Virtual Account. Metode Host to Host (H2H) menghubungkan sistem bank bjb dengan sistem lembaga pendidikan. Sedangkan metode Virtual Account menggunakan billing number untuk identifikasi siswa dalam pembayaran.

Saat ini, sejumlah universitas ternama sudah bekerja sama dengan bjb Edupay, antara lain Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pasundan, Universitas Jenderal Achmad Yani, STIE EKUITAS, Universitas Nurtanio Bandung, Telkom University, Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Majalengka, Universitas Garut, Universitas Mathla’ul Anwar, Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Cirebon, STT Tekstil Bandung, Universitas Subang, Universitas Galuh, IIB Darmajaya Lampung, Universitas Sanggabuana YPKP, dan Universitas Banten Jaya.

Dengan adanya layanan bjb Edupay, diharapkan pembayaran biaya pendidikan menjadi lebih mudah dan efisien bagi peserta didik dan lembaga pendidikan. Melalui kemudahan akses dan berbagai fitur yang disediakan, bjb Edupay siap mendukung perkembangan dunia pendidikan di Indonesia.(rel)

Indonesia Hentikan Sementara Kebijakan Bebas Visa untuk 159 Negara

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H. Laoly menghentikan sementara kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) untuk 159 negara. Hal ini dikarenakan adanya gangguan ketertiban umum yang belakangan sering dilakukan wisatawan mancanegara (wisman) direspons pemerintah.

Subkoordinator Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Achmad Nur Saleh menjelaskan, Keputusan Menkum HAM Nomor M.HH-GR.01.07 Tahun 2023 itu telah disahkan pada 7 Juni lalu. Sebelumnya, ada 169 negara yang menjadi subjek BVK. Dengan kepmen itu, praktis tinggal 10 negara yang masih berstatus BVK. Yakni, negara-negara ASEAN.

Achmad menjelaskan, 169 negara yang mendapat fasilitas BVK sebelumnya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016. Hasilnya, kunjungan wisman ke Indonesia melonjak drastis. Indonesia mampu menempati ranking ke-44 dari 117 negara dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) pada 2021. Capaian itu membuat Indonesia mengungguli Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Achmad mengakui, pemberian BVK tersebut berdampak pada aspek-aspek kehidupan bernegara. Mulai ketertiban umum hingga penyebaran penyakit dari negara yang belum dinyatakan bersih atau bebas penyakit tertentu oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). ’’Karena itu, jumlah penerima kebijakan tersebut diatur ulang,’’ terangnya.

BVK negara-negara ASEAN, lanjut Achmad, berlaku selama 30 hari dan tidak dapat diperpanjang. Untuk bisa tinggal lebih lama di Indonesia, orang asing bisa memilih jenis izin tinggal keimigrasian lainnya.

“Seperti e-VOA (electronic visa on arrival), visa kunjungan, atau visa tinggal terbatas,” paparnya. (jpc/ram)

KSI Gandeng Kelurahan Anggrung Peringati HLH, Aksi Bersih Susur Sungai Babura

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) tak lelah suarakan kepedulian lingkungan kepada masyarakat. Aksi bersih sampah pun rutin dilakukan dalam setiap kesempatan.

Teranyar, Jumat (16/6/2023), KSI dan Kelurahan Anggrung Medan Polonia gelar Aksi Bersih Susur Sungai Babura dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia. Kegiatan terlaksana atas dukungan TJSL PLN Peduli – PLN UIP Sumbagut ini gandeng BPBD Kota Medan, DPKP Kota Medan, Pandawa Kayak dan Karang Taruna Kelurahan Anggrung.

Sebanyak 10 perahu karet dan 4 kayak mengarungi Sungai Babura. Setiap mata melirik sisi-sisi sungai dan dahan pohon dipantau dengan jeli, adakah sampah yang tersangkut atau dibawa arus sungai. Dan hasilnya, masih cukup banyak sampah yang dijumpai.

Hadir dalam kegiatan aksi bersih ini GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Duha, Kepala BPBD Kota Medan Muhammad Husni, Sekcam Medan Polonia Rinaldi Sahputra Siagian, dan Kasi Operasi penyelamatan dan Evakuasi Kebakaran DPKP Kota Medan Hendri Atmaja SH, serta tiga pilar Kelurahan.

Founder KSI Dewi F Natadiningrat menuturkan kegiatan aksi bersih dan susur sungai ini bukanlah yang pertama dilakukan KSI. Sebelumnya, sejak 2019 KSI sudah pernah beberapa kali melakukan kegiatan serupa selain di Sungai Babura juga di Sungai Deli, Sungai Tembung, Sungai Belawan dan aliran Sungai Putih.

Menurut Dewi, sebagai satu-satunya aliran sungai yang mengalir di Medan Polonia, kondisi sungai Babura sangat memprihatinkan. Masih cukup banyak sampah yang ikut mengalir dari hulu sampai ke hilir sungai.

“Kita berharap suatu hari nanti, sebagai sahabat bumi, kita dapat mengembalikan sungai pada fungsinya,” jelas Dewi.

Dia pun berharap agar semua masyarakat sadar bahwa sungai bukanlah tempat sampah. Oleh sebab itu, untuk menjaga lingkungan yang telah dibersihkan tetap terjaga, serta meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar akan kebersihan lingkungan. Di sela kegiatan aksi bersih susur Sungai Babura, KSI juga melantik komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Kelurahan Anggrung yang baru saja dibentuk.

“Khadijah Sharaswaty Indonesia membentuk MPL Kelurahan Anggrung untuk dapat menjadi pelaksana sosialisasi dan aksi lingkungan, khususnya masalah pengendalian sampah. Lantaran aksi sadar lingkungan itu butuh leader (pemimpin) atau influencer (pemberi pengaruh) yng dapat dijadikan contoh atau komando dalam pelaksanaannya,” ucapnya.

Karena itu, sambung Dewi, MPL ini diharapkan dapat melakukan semua tugasnya dalam mengedukasi masyarakat agar sadar lingkungan. Sehingga masyarakat dapat hidup sehat di tempat yang indah dan asri.

“Nantinya MPL Kelurahan Anggrung ini akan melakukan semua kegiatan lingkungan di sekitar tempat ini. Khususnya dalam pengendalian sampah di kelurahan, atau sosialisasi dan aksi,” tandasnya.

Sementara Lurah Anggrung Esha Doly Syahputra Ohara menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk lingkungan kami. Sekaligus mengedukasi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Babura agar tidak lagi membuang sampah di sungai.

“Kami sadar gerakan sadar lingkungan itu butuh kerjasama dengan berbagai pihak karena hasilnya pasti lebih baik dibandingkan jika kami melakukannya sendiri dan hari ini kami berkolaborasi dengan KSI, BPBD, DPKP, Pandawa Kayak dan tentunya Karang Taruna. Kami juga sangat berterima kasih kepada KSI yang telah menginisiasi kegiatan ini, dan juga kepada PLN UIP Sumbagut yang telah mendukung penuh lewat program TJSL nya dengan melaksanakan peringatan hari lingkungan hidup dunia di Kelurahan Anggrung,” ujarnya. (rel/ram)

Dukung FOLU Net Sinks 2030, Dirjen KLHK Dukung TPL Jaga Konsistensi Penyerapan Karbon

Plt Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ruandha Agung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konsistensi penyerapan karbon pada areal berstatus hutan tanaman industri (HTI) menjadi hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan atau korporat selaku pengelola. Hal ini karena konsistensi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dari perusahaan untuk ikut berkontribusi mendukung FOLU Net Sinks 2030.

Demikian disampaikan Plt Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ruandha Agung Sugardiman, terkait keberadaan perusahaan pengelola konsesi hutan tanaman industri seperti Toba Pulp Lestari (TPL) maupun perusahaan sejenis lainnya di Indonesia.

“Di TPL itu pada saat menanam pohon, grafik serapan karbon naik, ketika ditebang turun. Grafiknya seperti gergaji, tapi kalau jumlah seluruhnya jadi di areal mereka itu stok karbonnya tetap mereka, asal mereka sesuai dengan Rencana Kerja Usaha dan Rencana Kerja Tahunan-Hutan Tanaman (RKU-HT), bisa menjaga naik turunnya ini sesuai dimana mereka tebang dan tanam, stok karbon di areal itu tetap,” katanya kepada wartawan usai memberikan kuliah umum pada Lokakarya Nasional “Implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Guna Mencapai Indonesia’S FOLU Net Sink 2030’ di Auditorium Universitas Sumatera Utara, Jumat (16/6/2023).

Ruandha menjelaskan, FOLU Net Sink 2030 merupakan sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui aksi mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor kehutanan dan lahan dengan kondisi dimana tingkat serapan sudah lebih tinggi dari tingkat emisi pada tahun 2030. Kebijakan ini lahir sebagai bentuk keseriusan Indonesia dalam rangka mengurangi emisi GRK serta mengendalikan perubahan iklim yang terjadi beserta dampaknya.

“Sektor kehutanan memiliki porsi terbesar dalam target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 60 persen. Karena itu, mempertahankan tutupan hutan menjadi hal yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT TPL, Anwar Lawden mengatakan pihaknya ikut mengambil bagian dalam kegiatan loka karya tersebut. Hal ini menjadi salah satu bentuk dukungan mereka terhadap capaian FOLU Net Sink 2030. Dari sisi operasional, modernisasi pembibitan (nursery) menjadi hal yang terus mereka lakukan untuk memastikan masa periode penanaman dan panen tanaman industri mereka tidak akan mengganggu konsistensi serapan karbon di wilayah konsesi.

“Kita hadir disini kita akan memberikan sharing knowledge. Implementasi dari nursery modern dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan lingkungan,” katanya didampingi Manager Government Relation Norma Hutajulu dan Manager Media Relation Dedy Armaya.

Anwar menambahkan, pihaknya senantiasa terbuka untuk berdiskusi terkait pengelolaan hutan tanaman industri. Tidak hanya untuk memastikan keberlangsungan lingkungan hidup dalam mendukung FOLU Net Sink 2030, namun juga terkait operasional perusahaan dalam berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

“Kita terbuka untuk berdiskusi. Kita akan menyampaikan hal-hal yang dilakukan perusahaan agar FOLU Net Sink 2030 tercapai, dan kita juga terbuka berdiskusi sehingga perusahaan dapat lebih mengembangkan lagi operasional yang sejalan dengan semangat menjaga keberlangsungan lingkungan,” pungkasnya. (rel/ram)

Reklamasi Diduga Ilegal, Warga Desa Miga Mengadu Ke DPRD

PERISI: Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa menerima petisi berupa tuntutan dari warga Desa Miga, diserahkan oleh perwakilan warga Syukur Fahmi Halawa.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Desa Miga mendatangi Gedung DPRD Kota Gunungsitoli untuk melaporkan kegiatan reklamasi di Dusun II Desa Miga, Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, warga sudah melakukan aksi penolakan dan belum mendapatkan solusi.

Kehadiran para warga diterima langsung oleh wakil ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, didampingi oleh Sekwan DPRD Kota Gunungsitoli pada Jumat (16/06/2023).

Pada pertemuan itu, Syukur Jahmi Halawa salah satu juru bicara puluhan warga di ruang rapat DPRD Kota Gunungsitoli menyampaikan kedatangan mereka sehubungan dengan adanya kegiatan reklamasi di pesisir pantai dan pesisir laut yang terletak di Dusun II Desa Miga yang diduga dilakukan oleh pemilik lahan atas nama Ferius Giawa alias Ama Maria.

Jahmi menyebutkan kegiatan reklamasi diduga tak memiliki izin itu, menggunakan material tanah dan batu yang panjangnya mencapai 100 meter lebih ke arah laut, telah berlangsung selama hampir satu bulan lebih.

Penolakan serta protes warga baik secara lisan mau pun tertulis seolah tak dihiraukan pemilik lahan. Excavator sebagai alat yang digunakan untuk meratakan material yang diangkut oleh puluhan dam truk setiap harinya, sebagai upaya perluasan tanah diatas perairan/laut tak mampu dibendung warga sekitar yang memang hanya berprofesi sebagai nelayan.

“Terkait persoalan ini, beberapa waktu lalu, telah dilaksanakan musyawarah di Desa Miga, yang dihadiri oleh warga selaku pelapor. Keputusan rapat pada sat itu untuk sementara aktifitas reklamasi dihentikan, dan akan mengundang pemilik lahan sebagai terlapor pada pertemuan berikutnya. Namun oleh pemerintah desa Miga hingga saat ini, tak kunjung melaksanakan keputusan rapat tersebut,” ungkap ketua BPD Desa Miga Irmin Zai, yang turut mendampingi warga di DPRD Kota Gunungsitoli.

Menurut warga, reklamasi tersebut tanpa mempertimbangkan dampak pada lingkungan yang ditimbulkan, serta terindikasi belum mendapatkan izin dari Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Pemerintah Provinsi atau Instansi terkait.

“Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pantai dan
lingkungan hidup serta berdampak pada perubahan sosial ekonomi, seperti warga kesulitan (akses) dalam melaksanakan kegiatan melaut dan rusaknya pertumbuhan terumbu karang dalam jangka waktu yang lama,” beber Jahmi.

Sementara, wakil ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa mengatakan pelaku reklamasi yang belum mengantongi izin berpotensi melakukan pidana. Ia mengingatkan jika persoalan ini akan sampai kepada Pemprov Sumut, Kementerian KKP, maka pelaku reklamasi tanpa izin akan berhadapan dengan aparat penegak hukum.

“Apa yang menjadi laporan warga Desa Miga telah kami terima pada hari ini. Tentu lembaga DPRD akan menindaklanjuti,” kata Herman Jaya kepada awak media usai pertemuan dengan warga Desa Miga.

“Bila tidak ada izin maka persoalan ini akan menjadi sangat besar, karena potensi pidananya ada. Jika upaya kekeluargaan tidak bisa menyelesaikan persoalan ini, maka tentu ada tindakan hukum,” sambung ketua DPC Partai Demokrat itu.

Politisi partai Demokrat itu meyakinkan warga dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kunjungan ke lapangan, guna mengumpulkan informasi serta mengetahui duduk persoalan selanjutnya sebagai bahan dalam mengambil keputusan di DPRD Kota Gunungsitoli.

“Kalau terkait izin reklamasi merupakan kewenangan Pemprov Sumut dan Kementerian terkait. Namun, di dalam Perda Kota Gunungsitoli Nomor 12 tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah (rtrw) telah diatur bahwa sepanjang 200 meter dari garis pantai tidak diperbolehkan ada bangunan,” beber Herman Jaya.

“Oleh pelaku reklamasi tentu kami akan sampaikan kepada yang bersangkutan terkait pelanggaran-pelanggaran akibat tidak memiliki izin,” tutupnya. (adl/ram)

Riki Sapariza Kembali Gelar Jumat Berkah, Berbagi dengan Orang Tua di Desa Arah Condong Langkat

SERAH: Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Stabat, Riki Sapariza saat menyerahkan bantuan kepada orang tua jompo dan lansia, Jumat (16/6/2023).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Stabat, Riki Sapariza kembali menggelar Jumat Berkah. Kali ini kegiatan berlangsung di Masjid Al-falah ulu Brayun Desa Arah Condong Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (16/6/2023).

Pada kesempatan kali ini, Riki Sapariza menyerahkan bantuan sembako kepada 18 jompo dan lansia.

Dalam kata sambutannya, Riki Sapariza mengatakan agar dirinya didoakan agar tetap Istiqomah dalam melaksanakan Jumat berkah ini.

“Saya juga mendoakan agar orangtua jompo dan lansia di Desa Arah Condong ini tetap sehat, panjang umur dan murah rezekinya. Saya juga mohon didoakan ya,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain untuk mencari keberkahan, momen ini juga menjadi ajang silaturahim dengan masyarakat sekitar.

Sementara itu, para penerima bantuan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Riki Sapariza. Mereka berharap agar kegiatan ini menjadi rutin. (mag-6/ram)

Ahmad Syarqawi Anak Guru Ngaji Asal Tapteng, Raih Gelar Doktor di Usia 33 Tahun

Harapan untuk menyelesaikan jenjang pendidikan tertinggi adalah cita-cita setiap civitas akademika. Begitu juga dengan Dr Ahmad Syarqawi SPdI MPd, dosen junior pada program studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harapan untuk menyelesaikan jenjang pendidikan tertinggi adalah cita-cita setiap civitas akademika. Begitu juga dengan Dr Ahmad Syarqawi SPdI MPd, dosen junior pada program studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) Medan.

Ahmad Syarqawi mampu menyelesaikan pendidikan terakhirnya, Strata-3 (Doktor) di usia 33 tahun. Tak mudah untuk meraih gelar tersebut. Banyak rintangan, tantangan, dan dinamika persoalan yang dihadapinya dalam proses penyelesaian pendidikannya tersebut.

“Alhamdulillah, atas kesabaran dan doa dari orangtua, istri, dan seluruh sanak saudara, akhirnya pendidikan ini dapat saya selesaikan dengan baik,” kata Syarqawi dalam sambutannya pada sidang promosi doktor di Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (6/6/2023).

Syarqawi lahir dari pasangan Abdul Gani Nasution dan Nurcahaya Nadeak. Sang ayah bekerja sebagai guru ngaji sejak 35 tahun lalu di kampungnya, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Sedangkan sang ibu hanya sebagai ibu rumah tangga.

Ahmad Syarqawi meraih gelar doktornya melalui sebuah penelitian yang berjudul “Perencanaan Karier Menggunakan Teori Trait and Factor (Studi Penelitian pada SMP di Kota Medan)”. Tentu dalam penyelesaian disertasi ini memakan waktu yang cukup panjang dan penuh dengan berbagai kenangan serta perjuangan.

Melalui ujian promosi doktor itu, suami dari Laily Misri SPd ini dapat mempertanggungjawabkan penelitian disertasinya di depan para promotor, penguji dan seluruh tamu undangan. Ayah dari Mar’atul Ayra As Syarqawi Nasution ini menghasilkan sebuah inovasi baru dalam proses perencanaan karier untuk siswa SMP sederajat. Hasil inovasi ini diberi nama dengan “Perencanaan Karier Menggunakan Teori Trait and Factor Modifikasi Syarqawi”.

“Di samping itu, hasil inovasi ini didukung dengan perangkat pembelajaran berupa buku model, buku panduan dan lembar kerja siswa,” ujarnya.

Sidang promosi yang dilakukan secara daring dan luring itu, turut mempermudah tamu undangan untuk mengikuti proses ujian. Banyak tamu undangan yang hadir secara langsung, diantaranya Dosen senior Bimbingan dan Konseling FITK-UIN-SU Medan Drs Khairuddin Tambusai, dan tidak sedikit yang hadir melalui daring yaitu Dekan FITK UIN-SU Medan Dr Mardianto MPd dan lainnya.

Turut hadir Dekan FIP UNP Prof Rusdinal MPd, Wakil Dekan I dan Co-promotor Prof Dr Daharnis MPd Kons. Koordinator Prodi S2\S3 BK FIP-UNP dan promotor Prof Dr Neviyarni S, MS, Kons. Co-promotor Prof Dr Mega Iswari MPd. Penguji Internal Prof Herman Nirwana MPd., Kons. Dan Prof Dr Firman MS Kons. Penguji eksternal Prof Dr Kadek Suranata MPd Kons.

Diketahui, Dr Ahmad Syarqawi SPdI MPd menyelesaikan pendidikannya di SD 152977 Sarudik dan bersamaan dengan Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Jannah Sarudik, MTs Negeri Sibolga, MA Negeri Sibolga, S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAIN SU Medan, S2 Bimbingan Konseling UNP Padang dan S3 Bimbingan Konseling UNP.

Sesuai jadwal, Ahmad Syarqawi akan diwisuda di gedung Auditorium Universitas Negeri Padang, Jalan Prof Hamka, Air Tawar Barat, Sumatera Barat pada Hari Senin, 19 Juni 2023 pekan depan. (adz)