29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14397

Bukan Angka Baik

Fenomena 11-11-11

APA makna di balik angka 11-11-11 ? Dan apa yang spesial di tanggal 11-11-11?
Mari kita simak analisis dari pakar Numerologist (pakar yang mencari arti mistis di balik angka-angka).

Pada abad pertengahan, numerologists percaya semua nomor memiliki arti. Kata-kata seorang pakar abad ke-16, Petrus Bungus, angka 11 tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang transenden atau mistis (divine things). Karena angka 11 terjebak antara nomor 10 dan 12 yang diyakini sebagai angka istimewa.

“Angka 11 adalah bermakna kejahatan murni (pure evil), dan mewakili orang-orang berdosa. Artinya, bukan pertanda baik untuk 11 November 2011, tanggal ketika tiga 11 akan menyelaraskan untuk pertama kalinya dalam satu abad”, pendapat Bungus.
Berkaitan dengan pendapat Numerologist tersebut, saat ini ada sebuah film horor yang baru berjudul “11-11-11”.

Mengisahkan cerita menakutkan yang akan terjadi pada tanggal ini. Karakter film ini menyebutnya dengan istilah “fenomena 11:11,” kecenderungan untuk melihat jam lebih sering di 11:11 dibandingkan pada waktu hari yang lain.

Pada hari kesebelas dari bulan kesebelas tahun kesebelas, gerbang gelap (neraka) akan terbuka dan darah tak berdosa akan tumpah.

Fenomena 11:11 ini memang banyak dibincangkan dalam kehidupan nyata, banyak forum diskusi online yang mencari tahu apa arti dari nomor ini. Orang mengatakan mereka merasa dihantui oleh 11s, yang tampaknya menakutkan bagi mereka. Ada juga yang memaknainya sebagai tanggal yang tampak menyenangkan.

Di sisi lain, beberapa modern numerologists menganggap 11/11/11 menguntungkan, dan menurut sumber-sumber berita lokal di seluruh negeri, banyak pasangan telah merencanakan untuk menikah pada hari ini. Di Indonesia saja, hari ini di Jakarta akan ada 1000 pasangan yang akan menikah. Belum lagi di kota-kota lain.

Sementara itu, ahli Feng Shu Hui, Tommi mengatakan bahwa angka 1 itu bermakna bagus, karena merupakan starting dari semua angka yang ada. “Angka 1 itu bagus karena merupakan starting dari semua angka, apalagi tanggal saat ini yang banyak mengandung angka 1, berapa tahun sekali kita akan menemukan penanggalan dengan angka ini,” ujar Tommi.(mag-9/jpnn)

Mesrakan Kembali Hubungan TNI-Pers

Medan- Hubungan TNI, khususnya TNI AD dengan masyarakat pers di wilayah Kodam I/BB khususnya dan Indonesia pada umumnya, perlu dimesrakan kembali agar pertahanan negara terjaga secara utuh.

Hal itu dikemukakan Kepala Penerangan Kodam I/BB (Kapendam I/BB) Kolonel Kav Halilintar Sembiring SH saat bersilaturrahmi dengan Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Sumut di Jalan Sena No 96-98 Medan, Jumat (11/11), sore.

Hubungan yang erat antara TNI dan masyarakat pers perlu dieratkan karena pada prinsipnya tugas dan tanggungjawab keduanya dalam pertahanan dan keamanan negara tidak jauh berbeda. “TNI AD memerlukan banyak informasi dari masyarakat pers untuk dianalisis dan selanjutnya dicarikan solusinya sehingga masyarakat merasa terlindungi,” ujar Kolonel Halilintar.

Sejak perang kemerdekaan hingga kini masing-masing pihak telah bersinergi, menjalin kemitraan serta saling mensupport untuk kesuksesan tugas. Kerjasama itu tak boleh ter putus dan harus dilanjutkan demi kepentingan bangsa dan negara, tambahnya Ketua SPS Sumut H Teruna Jasa Said yang menerima kunjungan silaturrahmi menyambut baik tawaran kerjasama yang disampaikan Kol Kav Halilintar.

Teruna yang didampingi Wakil Ketua Porman Wilson Manalu, H. Bahtiar Tanjung, Sekretaris H. Farianda Putra Sinik, SE Wakil Sekretaris Zultaufik Nst,  Bendahara Dessy Fifi Septiany, SH Komisaris M. Erwin Siregar dan Arifin Butar-Butar menawarkan kerjasama yang lebih konkret antara lain diskusi berkala dan peliputan kegiatan teritorial serta pembinaan masyarakat yang rutin dilakukan pihak Kodam I/BB.

“Sejak dulu kerjasama antara Kodam I/BB dengan masyarakat pers di daerah ini sudah ada, beberapa Kapendam sebelumnya pernah menjadi Ketua SPS Sumut. Hendaknya hubungan itu kita pelihara dan dilanggengkan,” kata Teruna yang penuh keakraban menyambut kedatangan rombongan Kapendam I/BB beserta rombongan.

Direktur Eksekutif SPS Sumut HM Zaki Abdullah dalam kesempatan itu menyampaikan, dalam era reformasi ini kerjasama TNI AD dengan perusahaan pers terus berproses dan perlu dirumuskan secara tepat agar berjalan secara profesional dengan tidak merugikan salah satu pihak. “Diantara institusi yang ada, TNI-AD termasuk yang dirasa paling mendukung kemerdekaan pers,” ucapnya.

Sementara itu, Kolonel Halilintar menyampaikan, dalam waktu dekat Pangdam I/BB akan menerima audiensi pengurus baru SPS Sumut yang terpilih dalam Muscab tanggal 19 Oktober lalu. Ikut mendampingi Kapendam I/BB saat bertemu pengurus SPS Sumut Kasi Penum Mayor Caj Makmun HT, Kasi Pensus Mayor Caj Wenrijal, Kasi Pensat Mayor Caj Nasli Siregar, Kaur Medmas Kapten Inf Yamin Sohar,  Katim Lipprod Kapten Inf Masniar, Kaur Anief Kapten Inf A Rajagukguk dan sejumlah staf lainnya. (rel/ade)

Perpustakaan Mampu Bangun Karakter Masyarakat

Gelar Buku, Budaya dan Teknologi 2011

Perpustakaan merupakan wahana belajar dalam mengembangkan potensi masyarakat. Selain itu, juga sebagai wahana untuk memajukan kebudayaan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.

Karenanya, melalui Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca, Pemprov Sumut hendak mengembangkan perpustakaan dan mengajak masyarakat mempererat hubungannya dengan perpustakaan agar upaya membangun kembali karakter masyarakat dapat dilaksanakan dengan lancar.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Prov Sumatera Utara H Nurdin Lubis SH MM, mewakili Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho ST, dalam sambutannya pada acara pembukaan Gelar Buku, Budaya dan Teknologi 2011 di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provsu (BPAD), Jumat (11/11) Dalam sambutannya, Nurdin Lubvis menyempatkan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional (Perpunas) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang secara terus-menerus memberikan kontribusi maksimal dalam pengembangan perpustakaan di Sumatera Utara dalam penyediaan sarana dan prasarana.

“Dengan penyediaan sarana dan prasarana di seluruh jajaran kabupaten/kota oleh Perpunas dan ANRI, ikut meningkatkan fungsi perpustakaan serta pusat-pusat indormasi masyarakat sampai ke titik layanan terpencil sekalipun,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Dra Hj Lilik Soelityowati MM. Menurutnya, keberadaan perpustakaan di seluruh daerah saat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kemajuan demi kemajuan yang berkembang membawa  manfaat bagi masyarakat Indonesia. Hal ini menandakan bahwa lembaga perpustakaan keberadaannya sangat memberi inspiratif bagi kemajuan intelektualitas masyarakat kita. Tentunya ini tidak terlepas dari kerja keras bapak/ibu di badan/kantor perustakaan Provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, gelar buku, budaya dan teknologi ini menjadi tolok ukur keberhasilan badan perpustakaan Provinsi dalam menarik minat baca masyarakat untuk datang ke perpustakaan.
Masih menurut Lilik, buku merupakan jendela dunia, maka pepatah ini wajib dipahami oleh kita semua termasuk mahasiswa dan pelajar yang merupakan calon intelektual dan dituntut untuk berwawan luas.

“Dengan demikian budaya baca masyarakat meningkat dengan harapan tanpa meniggalkan budaya Indonesia yang sudah diajarkan oleh pendahulu bangsa Indonesia,” terangnya.
Sebelumnya, kepala BPADSU H Nudin Pane SE MAP, melalui sekretaris BPADSU Drs Chandra Silalahi MSi mengatakan, pesta gelar buku, budaya dan teknologi diharapkan mampu menjadi penopang dalam peningkatan karakter bangsa demi kemajuan sebuah bangsa yang belakangan ini semakin mengendurnya karakter bangsa,” ungkapnya.(uma)

Sensasi 11-11-11

Mulai Nikah Massal hingga Kelahiran Massal

Mendapat angka cantik berharap meraih nasib yang baik. Setidaknya begitulah segelintir harapan orang pada tanggal 11, bulan 11 dan tahun 2011.

BERBAGAI peristiwa dan kegiatan mewarnai hari yang dianggap bersejarah oleh sebagian orang Jumat (11/11) kemarin. Seperti penikahan massal di Medan.

Sekitar 400 pasangan memutuskan menikah di Gedung Aceh Sepakat Medan.
Menurut pasangan dr Dewi Puspitasari dan Marwan Al Fajri, yang melangsungkan pernikahan massal mengatakan, pemilihan tanggal, bulan dan tahun dengan angka serba 11 itu, awalnya direncanakan oleh sang pengantin pria (Marwan), sedangkan pengantin wanita (Dewi) tidak menyadari penanggalan tersebut.

“Yang mencari tanggal dan segalanya itu suami, saya malah tidak menyadari makna pemilihan angka tersebut,” ucap Dewi yang merupakan putri bungsu dari Nasir Syarbaini, mantan Kepala BPS SU.
Marwan mengaku pemilihan tanggal dan bulan pernikahannya itu sudah ditentukannya sejak Maret lalu. “Ide untuk menikah pada tanggal 11-11-11 ini karena tanggalnya unik, lucu saja bila dilihat di surat nikah dan sertifikat nikah,” ujar Marwan, putra dari pasangan Asril Basrah dan Ratnawati Siregar.

Selain karena tanggal yang memiliki angka yang sama, tanggal kelahiran pasangan pengantin ini bila dijumlahkan sama dengan 11. Dewi lahir pada tanggal 8 Januari 1983 sedangkan Marwan lahir pada tanggal 3 Maret 1982, “Bila dijumlahkan tanggal kelahiran kita sama dengan 11, makanya saya setuju untuk menikah pada tanggal 11,” tambah Dewi.

Karena sudah merancakannya jauh hari, untuk mencari penghulu dan tempat melangsungkan pernikahan juga tidak terlalu rumit. Bahkan bisa dikatakan dipermudah. “Karena niat kita baik dan perencanaan sudah jauh hari, untuk mencari tempat dan penghulu juga dipermudah, tidak terlalu ribet seperti orang lain,” tambah Dewi.

Menikah ditanggal yang cantik, awalnya tidak terlalu istimewa, tetapi sejak digembor-gembor oleh media, menikah pada tanggal yang sangat jarang terjadi ini seperti memiliki sebuah sensasi yang berbeda. “Sensasi yang dirasakan dua kali lipat, pertama karena sensasi menikah yang umumya dirasakan oleh setiap pengantin, kedua karena nikahnya di tanggal yang sedang heboh dibicarakan orang,” ujarnya sambil tertawa.

Pernikahan yang identik dengan pesta kawinan, biasanya dilangsungkan pada hari yang sama dilaksanakannya pernikahan. Tetapi karena jatuh pada hari Jum’at, Dewi dan pasangan memutuskan untuk menunda pesta. “Kita hanya menikah pada hari ini (Jum’at, 11-11-11), sedangkan pestanya nanti hari Minggu,” tambah Dewi.

Membludaknya pasangan yang memutuskan menikah pada tanggal 11 kemarin, juga dirasakan oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Petisah, Untung Nasution. Ia menyatakan pada tanggal tersebut ada sekitar 17 pengantin yang memutuskan untuk menikah.

Tetapi karena keterbatasan waktu yang dimilikinya, tidak semua acara sakral ini ditanganinya sebagai penghulu. “Tidak semua yang menjadi penghulunya saya, dibagilah dengan kawan yang lain, tetapi saya akui pernikahan pada tanggal ini diatas rata-rata,” tambahnya.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap memberikan apresiasi terhadap banyaknya warga Medan yang menikah di tanggal 11/11/2011 dengan jumlah sebanyak 475 pasangan.

“itu kan keistemewaan yang menganggap mempunyai makna, bagi umat islam sama saja itu bagaimana kita menjalani hidup dengan baik. Tapi yang jelas, kota Medan hampir 475 pasangan yang menikah di hari ini, Jumat (11/11),” kata Rahudman di Kantor Kota.

Dikatakanya, bagi warga Medan yang menikah hari ini, mudah-mudahan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. “Tapi janganlah gara-gara mengejar tanggal itu, tapi yang menikah justeru belum siap,” ucap Rahudman.

Sementara, jumlah pasangan non islam yang mencatatkan pernikahannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) hanya 12 pasangan pada hari ini juga dengan rincian beragama kristen 10 pasangan (pribumi) dan yang beragama Buddha 2 pasangan (tionghoa). “12 pasangan ini merupakan pasangan yang menikah hari ini dan langsung mencatatkan pernikahannya hari ini juga,” terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Medan, Darussalam Pohan. (jon/mag9/mag10)

Hakim Diminta Vonis Mati

Pelaku Pembunuhan Pengusaha Ikan

MEDAN- Jaksa Penuntut Umum dan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan diminta harus bisa membuktikan perencanaan pembunuhan terhadap pelaku pembunuhan pengusaha ikan Belawan. Bukan sebaliknya, terpaku isu ketidaksengajaan pembunuhan. Karena hal itu berdampak kepada tuntutan dan hukuman yang dijatuhkan nantinya.

Demikian dikemukakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriono SH M Hum dan Ketua Dewan Penasehat Peradi, SM Hasugian SH dan Ketua DPD Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), Drs Parlin Sihotang  kepada wartawan, Jumat (11/11).

Nuriono menyampaikan, pembunuhan pengusaha ikan Kho Wito alias  Awie dan istrinya, Dora Halim dilakukan sangat sadis. Dilakukan dengan cara memberondong pakai senjata api, dan atas perencanaan yang diduga lawan bisnisnya.

“Pembunuhan terhadap Awie dan Dora sangat sadis, karena melibatkan orang asing sebagai pelakunya. Karena itu, pelakunya harus dihukum maksimal,” ucapnya.
Dia berhar apaarat penegak hukum khususnya Jaksa dan Hakim, yang menangani perkara pembunuhan Awie dan Dora tidak mudah tergiur untuk mempengaruhi tuntutan atau putusan para terdakwa, Sun Ang dan An Ho.

“Kami tak ingin ringannya hukuman para terdakwa menjadi lahan empuk bagi kejahatan internasional, dan kami minta hargailah polisi yang sudah mengungkap kejahatan, yang melibatkan ortang asing ini. Hal ini agar polisi tetap semangat mengejar kejahatan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Parlin mengharapkan  Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan hakimn PN Medan diharapkan bisa membuktikan perencanaan pembunuhan terhadap Awie dan Dora berdasarkan fakta dan bukti, yang terungkap dipersidangan. Sebab, pembunuhan pengusaha ikan itu sudah melibatkan warga negara asing sebagai pembunuh bayaran.

Dia memaparkan, kini ada kesan pembunuhan  yang diseret ke pengadilan bukan perencanaan pembunuhan Awi dan Dora, melainkan ada unsur ketidaksengajaan. Maksudnya, pembunuh menghabisi ayah Awie, ternyata mengena anaknya Awie dan Dora. Nyatanya di persidangan ayah korban bilang antara Awie dengan terdakwa Sun Anlang sudah saling kenal, karena sama-sama pengusaha ikan. Bahkan pernah berselisih paham.
“Itu artinya antara terdakwa Sun Anlang dengan korban saling mengenal dan pernah kerjasama bisnis,”ujarnya.

“Saya menduga korban Awie adalah target atau orang yang diinginkan para pembunuhnya,”ujarnya sembari mengatakan, jika alibi itu benar, maka pembunuhan terhadap Awie dan Dora ada unsur kesengajaan, bukan karena ketidaksengajaan,”lanjutnya.

Parlin menyebutkan, Jaksa Penuntut Umum(JPU) dan hakim yang menyidangkan terdakwa Sun Anlang dan Angho tak terpaku isu yang mencuat seolah-olah pembunuh Awie dan Dora karena ada unsur ketidaksengajaan. Tapi harus menggali dan mengungkap jaringan pembunuhan yang melibatkan warga asing. “Saya menduga pembunuh Awie dan Dora merupakan sindikat dan pembunuhan korbannya telah direncanakan secara matang,”sebutnya.

Lebih lanjut, Parlin berharap apabila sudah cukup bukti perencanan pembunuhan terhadap Awie dan Dora, JPU dan hakim jangan ragu-ragu menuntut dan menghukum para pembunuhnya dengan hukuman seumur hidup.  Tujuannya agar memberi efek jera bagi para terdakwa.

Sementara itu, SM Hasugian SH menyebutkan kejahatan internasional harus diungkap secara jelas, termasuk actor intelektual dan eksekutor, yang diduga diimpor dari Malaysia. Bila dua dari 9 pelakunya sudah diajukan ke persidangan Pengadilan Negeri (PN)Medan, sebaiknya hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada para terdakwa, bukan hanya hukuman mati.
“Kita ingin para terdakwa bisa mengungkap siapa aktor intelektual dari pembunuhan suami -istri itu,”ujarnya. (rud)

PNS Tewas Usai Dirazia Polisi

Diduga Terkena Serangan Jantung

TEBING TINGGI- Ober Sijabat (50) warga Kompleks Perumahan Griya Bulian, Jalan Merpati, Kota Tebing Tinggi mendadak tak berdaya saat dirazia Satlantas Polresta Tebing Tinggi di Persimpangan tiga Titi Gantung, Jalan Belibis Kota Tebing Tinggi, Jumat (11/11) sekira pukul 11.00 WIB.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di bagian pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai itu coba diselamatkan petugas, namun tewas saat menuju perjalanan ke Rumah Sakit (RS) dr Kumpulan Pane.

Kejadian bermula saat Ober melintas dari arah Jalan Paya Kuruk menuju Titi Gantung Tebing Tinggi dengan mengendarai sepeda motor Supra BK 4512 NQ.

“Korban saat itu tidak menggunakan helm,” kata Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rian Djajadi Sik. Polisi yang menggelar razia seketika menghadang Ober.

Bercampur kaget, korban bergegas mengambil helm yang disangkutkan di antara tempat duduk motornya untuk digunakannya. Korban terjatuh ke jalan, petugas langsung mengamankannya.

“Korban terjatuh telungkup ke jalan, petugas langsung melakukan penyelamatan dan membawanya ke Rumah Sakit Dr Kumpulan Pane tapi korban meninggal dunia dalam perjalanan, kita menduga korban meninggal dunia akibat serangan jantung, “ kata Andi Rian yang baru beberapa hari menjabat Kapolres Tebing Tinggi ini.

Namun keterangan Kapolres bertolak belakang dengan keterangan warga di sekitar lokasi kejadian, berinisial B (45) warga Jalan Belibis, Kota Tebing Tinggi. Dikatakannya, saat itu petugas Satlantas Polres Tebing Tinggi menggelar razia di persimpangan tiga Titi Gantung tanpa menggunakan plank tanda razia.

Ober yang melintasi lokasi razia tanpa mengenakan helm mencoba menerobos petugas yang men coba menghadangnya. Ober tidak mempedulikan hadangan polisi itu. Melihat aksi nekat Ober itu, polantas langsung menarik baju korban.

“Kulihat polisi itu menarik baju pengendara sepeda motor yang sedang melewati razia. Kejadian itu persis terjadi di depan rumah saya, si pengendara sepeda motor langsung terjatuh tengkurap dengan kakinya tersangkut di sepeda motor,” bilang saksi itu kepada Sumut Pos.

Saksi mata tidak menepis korban diselamatkan polisi saat terjatuh. Petugas sempat kaget begitu korban yang jatuh telungkup diperiksa dalam kondisi wajah membiru serta mengeluarkan air seni. “Polisi langsung membubarkan razia dan membawa korban ke rumah sakit,” bebernya
Dari RS dr Kumpulan Pane menyebutkan bahwa Ober tewas karena serangan jantung dan tewas sebelum masuk ke ruang Unit Gawat Darurat RS Kumpulan Pane.

“Kita masih menunggu pihak keluarga korban apakah jasad korban mau diotopsi atau tidak,” bilang Direktur RS dr Kumpulan Pane, dr Nanang.

Adik kandung korban, P Sijabat (45) warga Kompleks Griya Bulian menyebutkan Ober tidak pernah mengeluh sakit jantung kepada keluarganya.

“Sehat dia bang, tak pernah ada laporan ke kami bahwa dirinya menderita penyakit jantung. Pada prinsipnya, kami keluarga meminta penyelesaian kasus ini dengan baik,” ujar P Sijabat ketika ditemui Sumut Pos di rumah duka sore harinya.

Diakuinya, memang pihak kepolisian sudah mendatangi keluarga saat berada di rumah sakit, namun untuk kejelasan kasus meninggalnya Ober Sijabat kepolisian belum memberikan keterangan sepenuhnya.

“Kami berharap ke depan jangan kembali terjadi kasus seperti menimpa abang saya. Kepolisian melalui Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi hendaknya secara gamblang memberikan penjelasan kronologis kejadian itu. Keluarga siap menerima kedatangan pihak kepolisian di rumah duka,” harap P Sijabat sambil menitikan air mata. (mag-3)

35 Hp Milik Tahanan Disita Polisi

MEDAN-  Seluruh tahanan di Rumah Tahanan Sementara Polresta Medan dirazia, hasilnya sebanyak 35 unit hand phone (HP) dan satu unit gunting ditemukan dari dalam penjara tersebut. Kini, seluruh barang yang didapati petugas langsung disita karena melanggar aturan yang ada.
Demikian disampaikan Kabag Ops Polresta Medan, Kompol Yusfhi Nasution kepada wartawan, Jumat (11/11) saat ditemui di Mapolresta Medan.

Dia menyebutkan, Polresta Medan menggelar razia di rumah tahanan sementara, Kamis (10/11) malam Sekitar Pukul 23.30 WIB. Razia dilakukan untuk mengetahui barang-barang, yang dimiliki tahan selama di dalam rumah tahanan sementara di Mapolresta Medan.
“Operasi ini bertujuan menjaring benda yang tidak berkenan berada di dalam tahanan, seperti senjata tajam, handphone dan narkoba” ujarnya.

Mantan Kapolsekta Medan Baru ini menerangkan, tidak ada sanksi yang diberikan bagi tahanan maupun bagi penjaga yang lalai karena HP itu lolos akibat dibawa pembesuk. “Kami hanya memberikan peringatan saja. Tapi semua hasil temuan disita,” tegasnya. (mag-7)

Ka Puskesmas Dilaporkan ke Polisi

LANGKAT- Polres Langkat me nerima laporan pengaduan penipuan bermodus masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di jajaran Pemkab Langkat dilakukan oknum Kepala Puskesmas (Kapus) Sei Banban Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat, berisinial dr IW (38).

“Laporan pengaduan tentang penipuan bermodus masuk CPNS di jajaran Pemkab Langkat, yang diduga dilakukan oknum kepala puskesmas memang sudah kita terima saat ini masih diproses. Kita panggil dulu saksi-saksinya, kalau semuanya sudah lengkap dan cukup maka pelakunya akan segera kita amankan,” kata Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi S dikonfirmasi, Jum’at (11/11).

Disebutkan, pelapor dalam kasus itu bernama Heru (32) warga Dusun Cempaka Desa Teluk Bakung Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat. Dalam laporan itu disebutkan, peristiwa penipuan diawali pengakuan dr IW yang mengatakan bisa mengurus atau memasukkan seseorang ingin menjadi calon pengawai negeri sipil (PNS).

Terjadinya kesepakatan atau peristiwa itu, medio Oktober 2010. Terlapor (IW) disebutkan menawarkan kepada korban dapat mengurus seseorang menjadi CPNS, dan perkataan dimaksud ketika itu di dengar langsung oleh saksi Anggun sebagai objek yang dijanjikan atau bakalan menjadi CPNS oleh dR IW.

Tertarik dengan informasi atau kabar dimaksud, korban (Heru) dan saksi (Anggun) masuk perangkap IW. (mag4)

Kesejahteraan Pegawai Fokus RSU Pirngadi

MEDAN- Manajemen RSU Pirngadi Medan dituntut untuk merubah tata kelola rumah sakit dan membenahi pelayanan. Hal ini dikarenakan Wali Kota Medan telah menetapkan rumah sakit milik Pemko Medan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Penetapan BLUD itu berdasarkan SK Wali Kota Medan No 900/1847.K tanggal 13 Oktober 2011. Dalam SK tersebut termaktub bahwa RSU Pirngadi harus menerapkan sistem pelayanan penuh kepada masyarakat. Dalam SK itu, rumah sakit tersebut diharuskan melengkapi fasilitas pelayanan yang terbaik.

Kasubbag Humas dan Hukum RSU Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin SH Mkes menuturkan, pihaknya sedang melakukan pembenahan di rumah sakit. Pembenahan itu dimulai dari pegawai hingga pelayanan kepada masyarakat. “Namun mengenai ruang rawatan dan fasilitasnya sedang dilakukan perbaikan dan pembenahan,” ucapnya, Jumat (11/11).

Ketika disinggung mengenai sejumlah ruangan tak berfungsi maksimal, dia mengatrakan hal itu terjadi karena alatnya masih dipesan, sehingga ada ruangan yang kosong. “Untuk ruangan yang berubah alih, itu karena alatnya belum tiba dan sudah dipesan,” terangnya. “Fokus manajemen saat ini, pelayanan dan bagaimana pengelolaan pendapatan serta mensejahterakan pegawai, baik jasa medis dan lain-lainnya,” pungkasnya.

Sekretaris Komisi B DPRD Medan, Khairuddin Salim menyatakan setelah RSU Pirngadi menjadi BLUD, Direktur Utama RSU Pirngadi juga harus melakukan perubahan dan pembenahan pelayanan, agar warga tidak kecewa saat berobat dan berkunjung ke rumah sakit tersebut.
“Dirut RSU Pirngadi harus memperhatikan profesi dan masa kerjanya,” tegasnya. (jon)

Sumur Minyak Dikhawatir Munculkan Konflik

LANGKAT- Pengelolaan sejumlah sumur minyak tua di wilayah Kabupaten Langkat disahuti Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Ini tertuang dalam rapat dengar pendapata (RDP) anggota DPRD Langkat dengan BP Migas di Gedung Dewan Langkat kemarin (11/11).

“Munculnya sederet permasalahan dalam pengelolaan sumur minyak tua yang ada di wilayah Langkat harus disikapi secara arif dan sesegera mungkin. Pemerintahan setempat baik Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat melalui dinas terkaitnya harus sigap. Menyusul bermunculannya sumur-sumur baru yang dikelola warga secara ilegal,” kata Julius S dari BP Migas.

Melalui pembentukan tim ia berharap tim merumuskan penanganan terbaik pengeksploitasian dengan meminimalisir munculnya permasalahan. Karenanya, Pemkab Langkat maupun Pemprov Sumut diharap menyikapinya.

Julius dalam RDP didampingi staf Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan hal tersebut di hadapan anggota Komisi IV Bidang Lingkungan dan Pembangunan, Poldasu, Polres Langkat, PT Pertamina, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provsu serta Pemerintah Kabupaten Langkat, TNI (Marinir dan Kodim) sekaligus PT Heksindo selaku pihak ketiga pemegang sub kontrak pengelolaan sumur minyak tua di Desa Buluh Telang Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat.

Julius juga menganjurkan, seluruh pihak dapat bersinergi guna memperoleh solusi terbaik terkait eksploitasi minyak yang ada.

Ditekankan oleh Julius, BP Migas yang bertanggungjawab langsung ke Presiden RI menilai fasilitas alat serta sarana produksi di atas permukaan masih belum maksimal. Hal itu dikhawatirkan memancing masyarakat atau warga sekitar lokasi sumur minyak tua berani mengadu peruntungan membuat usaha sendiri dengan cara ilegal dan mengandung resiko.

Kondisi itu sambungnya, semestinya segera disikapi baik oleh PT Heksindo yang memiliki ikatan kontrak hingga 2022 dengan PT Pertamina ataupun pemerintahan khususnya Pemkab Langkat dibantu pihak keamanan melalui sosialisasi tentang penanganan yang legal.

“Dinas terkait yang ada di Pemprov Sumut maupun Pemkab Langkat idealnya memiliki formula, dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bagaimana cara legal usaha penambangan minyak. Bisa saja melalui berdirinya koperasi atau bahkan lebih baik BUMD,” tukas Julius.

Sri Wahna Kaban Ketua Komisi IV DPRD Kab Langkat bersama Hasan Basri saat memimpin RDP lebih menekankan tentang pengantisipasian bermunculannya sumur-sumur baru yang diperbuat masyarakat.

Selain dikhawatirkan membuka celah perselisihan sekaligus mengundang tindakan kriminal antar warga yang masing-masing ingin menguasai, juga tidak tertutup kemungkinan terjadinya bencana karena lemahnya pengetahuan warga secara teknis maupun ilmiah.
”Kami hanya ingin, agar semua pihak yang terkait dengan eksploitasi minyak ini bekerja secara profesional.

Sementara, warga-warga yang melakukan penyulingan di luar dari kontrak PT Pertamina dengan PT Heksindo harus diantisipasi sebelum permasalahan baru terjadi,” kata Hasan.
Sayangnya, ketersediaan waktu yang terbatas menjelang pelaksanaan ibadah Salat Jum’at menghentikan RDP dengan hasil kurang maksimal. Dijadwalkan, momen dengan agenda serupa bergulir lagi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.(mag-4)