26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14506

Dinas Pariwisata Ditenggat Sepekan

Penertiban Warnet yang Buka 24 Jam

MEDAN- Menyikapi rencana penertiban warung internet (warnet) yang buka 24 jam, Ketua Komisi C DPRD Kota Medan mendesak Pemko Medan segera merealisasikan rencana tersebut. Bahkan, dia memberi tenggat waktu sepekan ke depan, seluruh warnet yang melanggar Peraturan Wali Kota (Perwal) tersebut harus ditertibkan.

“Pemko Medan sangat lambat, lemah dan kurang tegas dalam hal mengenai izin. Tidak hanya itu, Dinas Pariwisata juga terlihat tidak serius mengatasi permasalahan izin usaha warnet ini. Terbukti, masih banyaknya warnet yang beroperasi hingga 24 jam,” kata Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi di gedung dewan, Senin (14/11).

Jumadi menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata agar secepatnya memperhatikan masalah ini. Tidak hanya itu, dia juga mengingatkan, warnet tidak boleh terlalu dekat dengan fasilitas umum dan waktunya juga harus diperhatikan. “Meminta dengan tegas kepada Dinas Pariwisata agar warnet yang ada dibatasi jam operasionalnya secepatnya. DPRD Kota Medan akan tetap mengontrol ini,” tegasnya.

Politisi PKS ini juga meminta kepada Wali Kota Medan agar tetap memprioritas hal ini, karena disinyalir setiap orang yang ke warnet kebanyakan membuka situs-situs porno. Bahkan, Jumadi juga mengaku pernah menemukan seorang pelajar di daerah Medan Tembung yang kedapatan tertidur di sekolahnya. Saat ditanyai, pelajar tersebut mengaku bergadang di warnet hingga pukul 05.00 WIB dinihari. “Dari kasus ini dapat saya lihat bahwa memang benar si siswa tersebut tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar 100 persen karena tertidur akibat keasikan main di warnet. Maka dari itu, orangtua juga harus memperhatikan dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anaknya agar jangan terlalu asik di warnet,” ujarnya.(jon)

Prihatin Kondisi Kurikulum Sejarah

Minimnya pengetahuan sejarah para siswa saat ini cukup memperihatinkan. Hal ini tak terlepas dari minimnya materi pelajaran sejarah yang diberikan kepada para siswa. Untuk siswa SD dan SMP, mereka hanya mendapatkan pelajaran sejarah di mata pelajaran IPS Terpadu. Sedangkan di SMA, siswa jurusann IPS hanya mendapatkan 2 les seminggu, sedangkan siswa jurusan IPA sama sekali tak ada.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Studi Sejarah dan Imu-ilmu Sosial (PUSSIS) Unimed Ichwan Azhari kepada wartawan Sumut Pos Rahmat Sazaly, Minggu (13/11). Berikut petikan wawancaranya.

Saat ini, pengetahuan sejarah para siswa sangat minim. Apa kira-kira penyebabnya?
Saya rasa karena minimnya jam tatap muka pelajaran sejarah tersebut. Bisa kita jabarkan, untuk tingkat SD dan SMP, siswa hanya mendapatkan pelajaran sejarah di mata pelajaran IPS Terpadu. Sedangkan di SMA, siswa yang jurusan IPS hanya mendapatkan 2 les seminggu. Dan untuk jurusan IPA sama sekali tak ada. Ini jelas sangat kurang.

Apakah bukan karena penyampaian materi oleh guru yang tidak maksimal?
Memang, kita harus melihat kemampuan guru, baik dalam memahami materi juga cara mentransfer ilmu kepada siswa. Namun, semua itu juga tergantung pada kurikulumnya, apa targetnya. Hingga saat ini, guru hanya menjelaskan materi tanpa penghayatan.

Kita tentunya sangat prihatin dengan kondisi kurikulum pendidikan Sejarah Indonesia saat ini yang terlalu padat. Seharusnya, materi-materi yang disampaikan adalah materi yang dimengerti oleh siswa untuk membangun nilai-nilai bangsa.

Setiap sejarah di Indonesia seharusnya dimaknai, dibenahi dan dikembangkan lewat suatu metode diskusi. Misalnya, siswa harus bisa mempresentasikan apa yang didapatnya dari materi tersebut. Metode pembelajaran bisa dikembangkan melalui pelatihan secara intensif, berkesinambungan dan yang terpenting harus memiliki kontrol.

Dalam membenahi yang sudah ada sekarang ini, apa yang perlu kita lakukan?
Banyak faktor yang harus dibenahi, dari sarana pembelajaran hingga SDM. Yang pertama, kita belum memiliki kelengkapan buku sebagai sumber belajar. Kedua, terbatasnya jam tatap muka dan adanya perbedaan materi ajar pendidikan sejarah di program IPA, IPS dan Bahasa. Ketiga, masih terbatasnya kegiatan pengembangan profesi guru sejarah, baik dalam bentuk pelatihan, lokakarya maupun seminar. Keempat, sangat terbatasnya peran guru sejarah dalam menentukan kebijakan-kebijakan pendidikan, khususnya terkait dengan pendidikan sejarah. Dan terakhir, minimnya fasilitas dan pendanaan yang diberikan pemerintah pusat juga daerah terhadap pengembangan organisasi profesi guru Sejarah.

Anda mengatakan, materi pelajaran sejarah saat ini sangat padat. Apa yang akan dihasilkan dari materi yang seperti ini?
Akan terjadi kekacauan pada masyarakat dalam memandang sejarahnya sendiri. Karena pelajaran Sejarah saat ini hanya mempelajari sejarah orang-orang besar atau orang-orang dari kancah politik sehingga kita hanya akan menghafal nama, tanggal dan pahlawan.
Sejarah sosial sangat penting untuk dipelajari. Kita bisa merubah perspektif dengan masuk lewat jalur pendidikan.(*)

Suami Meradang Digebuki Istri

SUAMI gebuki istri itu sudah biasa. Namun kalau istri menggebuki suami, itu baru luar biasa. Ini dialami Patrick Yunan Juaw (50), warga Jalan Tritura, Komplek Titikuning Mas, Blok B, Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor. Patrick memilih minggat dari rumah karena tak tahan menghadapi perlakuan kasar istrinya, Mariana (31).

“Saya nggak tahan terus-terus begini. Saya sering mendapat perlakuan kasar dari istri saya,”

UISU Menuju Pustaka Online

Raih Juara III Perpustakaan PTS Terbaik se-Sumut

MEDAN-Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) kampus Al Munawwarah meraih prestasi membanggakan. Kampus yang berlokasi di Jalan Sisingamangaraja Medan itu meraih juara ke III lomba perpustakaan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Sumut.

Raihan ini diperoleh UISU dalam Gelar Pesta Buku Budaya dan Teknologi Sumut 2011, yang diadakan Badan Perpustakaan Arsip dan  Dokumentasi Sumatara Utara (BPADSU). “Ini sebuah prestasi yang membanggakan. Raihan tahun ini sedikit meningkat dibanding tahun 2009 lalu, yakni hanya meraih harapan tiga saja,” aku Rektor UISU Prof Ir H Zulkarnain Lubis MS PhD, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/11). Hadiah yang diertima UISU berupa piagam penghargaan dan satu unit komputer.

Zulkarnain berharap dengan kemenangan ini bisa memicu semangat mahasiswa untuk melakukan yang terbaik.
Menurutnya keberhasilan yang diraih UISU kali ini berdasarkan keteraturan manajemen dari perpustakaan UISU.
Baik dari sisi pembuatan laporan statistik jumlah pengunjung, melakukan evaluasi dan pendataan, serta pelaporannya. “Dari aspek manajemen, pendataan, pelaporan, dan sistem pengolaan saya kira yang membuat perpustakaan UISU layak menjadi predikat perpustakaan terbaik,” ungkapnya.

Kendati demikian, rektor mengaku perpustakaan UISU masih terdapat kekurangan dari aspek pembaruan atau penambahan koleksi bukunya yang masih rendah.

Selain itu, perpustakaan UISU yang memiliki 8.500 judul buku ini belum menerapkan sistem komputerisasi.
Untuk itu, dalam waktu dekat UISU akan mengadakan pelatihan sistem informasi perpustakaan di semua fakultas di lingkungan UISU. Tujuannya, agar UISU menuju perpustakaan online.

Rektor juga berharap predikat juara ke-3 perpustakaan terbaik diraih UISU ini bisa menyadarkan masyarakat tantang pentingnya makna dan fungsi perpustakaan.

“Selama ini perpustakaan sering dianggap sebagai gudang buku, tidak berperan penting,” kata rektor.
Sementara itu Kepala Perpustakaan UISU Dra Nurmawan Pandia S.Pd, menuturkan pada perlombaan tersebut, pihak panitia sebelumnya melakukan visitasi atau kunjungan untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan perpustakaan UISU yang kerap dikunjungi sekira 800 mahasiswa setiap bulannya.(uma)

Dengan Dana Swadaya, Digarap Profesional

Film Dokumenter Biografi Seniman Medan Diproduksi

Biografi  para pelaku seni Kota Medan diproduksi dengan konsep film dokumenter oleh Lembaga Peduli Kebudayaaan yang disutradarai Rizal Siregar. Sosok yang  didokumentasikan lewat film dokumenter  tersebut adalah teaterawan D Rifai Harahap.

Menurut Rizal Siregar, rencananya ada sejumlah sosok seniman yang akan didokumentasikan lewat film dokumenter. Namun saat ini, dia baru memproduksi film dokumenter D Rifai Harahap, selanjutnya akan memvisualkan film dokumenter para pelaku seniman lainnya.

Pengambilan gambar untuk film dokumentasi D Rifai Harahap dilakukan selama tiga hari mulai Senin (7/11) lalu, dengan lokasi syuting Kota Medan dan sekitarnya. Syuting melibatkan para senieas Medan seperti Yondik Tanto (Co Sutradara), Jali Kendi (Juru Kemera),  Ayub Badrin (Unit Manager), Iskandar Zulkarnaen (Pimpinan Produksi) dan anak-anak Teater Imago Medan.

Menurut Rizal, syuting film dokumenter ini bertujuan sebagai upaya mendokumentasikan para seniman Kota Medan yang pernah berkaya dalam bidang masing-masing. Sebab, tak banyak data dan dokumentasi yang bisa diperoleh, baik di arsip daerah maupun di kantong-kantong seni yang ada di Kota Medan.

“Diera multi media sekarang ini, sudah saatnya dokumentasi para seniman Medan dibuat lewat media sinema. Saya terpanggil untuk mendokumentasikan para seniman Medann  karena ketika para seniman Medan meninggal, seperti  Burhan Piliang, Buoy Hardjo, Raswin Hasibuan, NA Hadian, Z Pangaduan Lubis dan Ben M Pasaribu serta banyak seniman lainnya tidak ada datanya dalam bentuk visual,” kata Rizal Siregar yang juga pegiat film dan wartawan Harian Pos Kota Jakarta ini ketika break syuting di Titi Gantung, Medan, belum lama ini.

Teaterawan muda dari D’lick Theater Team, Yondik Tanto yang terlibat sebagai Co Sutradara sangat mendukung produksi film dokumenter para seniman Medan. “Inilah salah satu upaya mewujudkan kepedulian seniman Medan terhadap para seniman yang pernah berkarya dalam berbagai disiplin kesenian. Terutama seniman yang produktif,” kata Yondik Tanto.

D Rifai Harahap sangat mengapresiasi gagasan Rizal Siregar untuk mendokumentasikan para pelaku seniman Kota Medan. Baginya, dokumentasi itu sangat penting. Sebab, tidak banyak masyarakat yang peduli dengan nasib seniman, apa lagi mendokumentasikannya.

“Rizal Siregar dulu aktif di Teater Imago dan Teater Nasional Medan. Dia sosok seniman yang peduli akan pentingnya dokumentasi tentang para pelaku seniman Medan. Sikap peduli dari Rizal Siregar ini perlu diapresiasikan para pekerja seni lainnya, pemerintah daerah,  pemerintah pusat  serta swsata,” Kata D Rifai Harahap saat break syuting.

Menurut Rizal, secara moril Kepala Anjungan Sumatra Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tatan Daniel telah memberikkan dukungan. Sebab katanya, Anjungan Sumut di TMII adalah salah satu pintu gerbang wisatawan lokal dan manca negara, namun sangat miskin dengan data-data para pelaku seni di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.
“Dalam pertemuan saya dengan Kepala Anjungan Sumut di Taman Mini Indonesia Indah, dia berharap tidak hanya D Rifai Harahap yang akan didokumentasikan lewat film dokumenter, tapi juga pelaku pelaku seni lainnya. Seperti seni rupa, sastra, tari, musik dan seni pertunjukan,”  ucap Rizal Siregar menirukan pembicaraan Kepala Anungan Sumut  TMII, Tatan Daniel.

Meski anggaran dengan swadaya, namun penggarapan film dokumenter D Rifai Harahap dibikin secara profesional. Diharapkannya, setelah pasca produksi dan selesai editing film dokumenter D Rifai Harahap akan diberikan kepada Pemda Sumatera Utara, Pemko Medan, Pemda 30 kabupaten/kota di Sumut, Taman Budaya Sumatera Utara,  Sinematek Indonesia dan Anjungan Sumut TMII dan kantong-katong kesenian lainnya.

“Semoga saja pada masa mendatang, masyarakat Sumatra Utara bisa lebih peduli kepada karya-karya seniman lokal. Dengan adanya film dokumenter para pelaku seni Kota Medan  tetap keratif untuk memberikan  warna  dalam kesenian di Indonesia,” tutup Rizal.(rel/ade)

Telkomsel dan Serikat Pekerja Pastikan Layanan Terbaik bagi Publik

Terkait dengan aksi mogok kerja yang dilakukan sebagian anggota Serikat Pekerja Karyawan Telkomsel yang dilakukan sejak Kamis (10/11) lalu, dapat diberitahukan bahwa Manajemen Telkomsel dan Serikat Pekerja berkomitmen untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada publik. Proses negosiasi yang tengah terjadi, dipastikan tidak akan mempengaruhi kualitas layanan Telkomsel kepada pelanggan.

Manajemen Telkomsel dan Serikat Pekerja juga telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan cepat, dengan memperhatikan kepentingan publik dan sesuai dengan asas tata kelola perusahaan yang baik.

Hingga saat ini perundingan antara manajemen Telkomsel dan Serikat Pekerja masih berlangsung. Manajemen Telkomsel senantiasa membuka ruang untuk berdialog dengan Serikat Pekerja, sebab hal seperti ini dapat terjadi di setiap perusahaan dan merupakan bagian dari sebuah proses untuk membangun hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.

Tanpa DP, Cuma Rp80 Juta

Perumahan Mencirim Asri

MEDAN- Memiliki rumah dengan suasana tenang, aman dan nyaman, merupakan impian semua orang. Dengan suasana tersebut, fungsi rumah sebagai tempat peristirahatan melepas stres dan lelah dapat terpenuhi. Untuk saat ini, penawaran menarik untuk mendapatkan rumah impian diberikan oleh Cipta Management, developer kompleks perumahan Mencirim Asri.

“Perumahan ini menawarkan harga yang terjangkau, dan terletak di daerah strategis, dekat dengan kota, tetapi jauh dari kebisingan,” ujar Manager marketing Cipta Management, Zulham.

Menurutnya, perumahan ini terletak sekitar 6 Km dari jalan utama Binjai-Medan. Perumahan Mencirim Asri ini terletak di Jalan Sei Mencirim-Timbangan, Kecamatan Sunggal.

Sebanyak 130 unit rumah telah disediakan Cipta Development untuk para konsumennya. Bahkan, sebagian rumah yang telah dibangun sudah dihuni. “Rumah sudah ada yang dihuni,” tambah Zulham.

Fasilitas yang disediakan diperumahan ini juga lengkap, seperti jalan paving block, lampu jalan kompleks, playground dan keamanan. “Kelebihan lain yang diberikan yaitu, jalan utama kompleks yang lebarnya hingga 8 m dan bebas banjir,” tambah Zulham.

Selain itu, walaupun sudah dikelilingi dengan tembok disekitar kompleks, juga dilengkapi dengan security untuk membuat penghuni kompleks lebih nyaman.

Karena terletak di dekat jalan besar, atau tepatnya jalan lintas Medan-Binjai, perumahan Mencirim Asri dapat dijangkau dengan menggunakan angkutan umum, tepatnya Nitra P25, P26, dan P95. “Kompleks juga dapat dituju dengan menggunakan angkutan umum, sehingga lebih memudahkan untuk pengunjung menempuh kompleks,” tambahnya. Perumahan yang merupakan proyek pemerintah ini ditawarkan dengan harga Rp80 jutaan hingga Rp90 jutaan. Harga tersebut sudah termasuk sertifikat hak milik.

“Untuk mendapatkan rumah dapat dicicil tanpa bunga, atau diangsur selama 15 tahun dan DP gratis,” ungkap Zulham.
Type rumah dalam kompleks ini yaitu type 36/72. Rumah yang memiliki 1 lantai yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu dan ruang keluarga.
Selain itu, rumah juga disediakan tanah kosong pada bagian depan dan belakang. Untuk tanah kosong bagian belakang rumah seluas 3×2,5 m, sedangkan tanah kosong depan rumah seluas 3×3 m. (mag-9)

Grand Gading Mutiara Tipe 50, 2 Kamar

MEDAN- Perumahan yang menawarkan konsep villa terus ditawarkan developer kepada konsumennya. Diharapkan dengan konspe villa, kesan mewah yang elegan dapat dituju. Hal ini yang ingin diciptakan Grand Property sebagai developer Grand Gading Mutiara, perumahan di Jalan Gatot Subroto, yang menawarkan rumah dengan konsep villa mewah, dan menyediakan berbagai fasilitas bagi penghuninya.

“Banyak fasilitas yang kita tawarkan untuk penghuni rumah, untuk mempermudah dan menunjang gaya hidup penghuni rumahnya,” ujar Marketing Grand Property, Diana. Fasilitas yang ditawarkan seperti lapangan olah raga, yang bisa digunakan sebagai lapangan badminton dan basket. Kemudian keamanan, jalan conblok, PLN, lampu penerangan, SHM dan PDAM juga disediakan.  Selain itu, letekanya juga sangat dekat dengan salah satu pusat perbelanjaan, bahkan daerah ini juga dekat dengan kompleks jajanan kuliner.

“Untuk mencapai ring road juga sangat dekat, sehingga daerah perumahan ini sangat mudah di capai,” ucap Diana. Sedangkan fasilitas lain yang diberikan dalam kompleks yaitu, taman atau play ground dan club house.

Salah satu type dalam kompleks perumahan ini yaitu type 50, yang memiliki 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Rumah ini juga dilengkapi dengan ruang keluarga dan ruang makan, serta ruang keluarga. “Rumah dilengkapi dengan keramik lantai 40×40 cm, dan untuk spesifikasi ditambah dengan plafon gypsum,” ucapnya.

Hal lain dalam type rumah ini yaitu, disediakan tempat khusus untuk tempat mobil atau bagasi. Bagian depan dan belakang rumah, diberikan tanah kosong yang dapat dialih fungsikan sebagai taman dan tempat jemuran.(mag-9)
Grand Gading Mutiara dibangun di daerah dataran tinggi, sehingga kompleks perumahan tetap nyaman dihuni walau musim hujan, karena bebas banjir. Untuk menambah dan menjaga keindahan rumah, tiap dinding rumah di perumahan Grand Gading Mutiara di cat baik bagian dalam dan luarnya. (mag-9)

Pedagang Warkop Tolak Pembangunan Harapan Square

MEDAN- Puluhan pedagang Warung Kopi (warkop) Samanhudi mengaku resah dengan rencana pembangunan Harapan Square. Pasalnya, mereka khawatir usaha mereka akan tutup dengan dibukanya Harapan Square tersebut. Karenanya, mereka mendatangi gedung DPRD Kota Medan meminta agar dewan mendesak Wali Kota Medan membatalkan rencana pembangunan Harapan Square tersebut.

Selain itu, para pedagang warkop juga meminta agar Camat Medan Maimun Said Reza segera dicopot dari jabatannya karena dinilai melakukan konspirasi untuk keuntungan pribadi.

“Camat Medan Maimun Said Reza SSTP dinilai mengambil keputusan sendiri atas pembangunan Harapan Square demi menguntungkan dirinya sendiri. Jelas-jelas ini sangat merugikan para pedagang warkop yang sudah lama mendiami tempat itu. Mau dibawa kemana nasib pedagang warkop yang sekarang ini?” kata Boas Simanjuntak, seorang pedagang war kop yang ikut dalam aksi itu.

Dalam orasinya, para pedangagn juga meminta agar kasus ini ditangani dengan serius karena menyangkut hidup orang banyak.

“Kami meminta kepada DPRD Kota Medan segera memanggil Wa li Kota Medan terkait rencana pembangunan Harapan Square di Jalan Samanhudi ini,” katanya.

Ditambahkan Boas, mereka juga tidak terima dengan penggusuran jika pembangunan Harapan Square tetap dilanjutkan.

“Periksa dan tangkap oknum-oknum yang terlibat dalam pembangunan Harapan Square di Jalan Samanhudi Medan. Kami para pedagang Warkop Samanhudi yang telah berjualan dan yang akan digusur akan tetap melakukan perlawanan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Medan H Jumadi mengatakan, DPRD Kota Medan akan secepatnya memanggil Camat Medan Maimun dan mempertanyakan soal pembangunan Harapan Square ini.
“Akan kita panggil dan dudukkan pedagang dan Camat Medan Maimun. Kita tidak ingin masalah ini berlarut-larut,” pungkasnya. (jon)

Kasdam I/BB Buka Latihan Taktis Yonif 121 Macan Kumbang

MEDAN- Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/BB Brigjen TNI I Gede Sumertha KY PSC MSc membuka latihan taktis Batalyon Tim Pertempuran (BTP) Yonif 121/Macan Kumbang di Markas Komando Yonif 121/MK Galang, Kabupaten Deli Serdang, Senin (14/11).

Kasdam I/BB mengatakan, latihan taktis BTP yang dilaksanakan adalah bentuk latihan integrasi antar kecabangan sebagai kelanjutan dari latihan yang telah dilaksanakan masing-masing kecabangan di satuannya.

“Karenanya, saya berharap kalian dapat bekerja sama dengan baik sehingga latihan dapat mencapai sasaran yang diinginkan. Dari berbagai pengalaman operasi yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa operasi militer yang berhasil, tidak mungkin dapat dicapai oleh satu kecabangan secara murni,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, operasi militer pada umumnya selalu melibatkan berbagai kecabangan yang disesuaikan dengan lingkup operasi yang diemban serta berbagai pertimbangan faktor Tummpas. Karenanya, untuk menjawab permasalahan tersebut perlu dilaksanakan latihan antar kecabangan, salah satunya dengan pembentukan Batalyon Tim Pertempuran (BTP).

“BTP adalah organisasi tempur yang terdiri dari Batalyon Infanteri diperkuat  dari unsur-unsur kecabangan lain yang diperlukan untuk melaksanakan tugas tempur di berbagai bentuk medan di wilayah Indonesia,” ujarnya.
Pembentukan BTP juga dalam rangka menyusun suatu satuan tempur yang relatif kecil tetapi efektif, yang dilengkapi dengan unsur-unsur bantuan tempur dan administrasi secara serasi, sehingga memungkinkan satuan tersebut beroperasi berdiri sendiri dalam melaksanakan tugas yang diembannya.

Hadir dalam upacara pembukaan latihan BTP, Kodiklat TNI AD Kolonel Inf Parulian Silaban, Danbrigif 7/Rimba Raya, Danpomdam I/BB, Kababinminvetcaddam I/BB, Kapaldam I/BB, Kabintaldam I/BB, Kakumdam I/BB, Waasops Kasdam I/BB, Waaslog Kasdam I/BB, Waka Hubdam I/BB, Wakakudam I/BB, Dandim 0204/DS serta seluruh Danyon BS jajaran Kodam I/BB, Kasi Pensus Pendam I/BB.(rud)